KINERJA MEDIA CENTRE PORDA VII RIAU MENGECEWAKAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Update data perolehan medali untuk empat cabang olah raga yang sudah dipertandingankan sejak tanggal 9 Oktober kemarin hingga Selasa (11/10) tidak tepat waktu. Sedianya sesuai rencana, update data akan dilakukan 2 jam sekali, namun kenyataannya, sejak Ahad (9/10), media center Porda baru melakukan tiga kali update.

 

Petugas di media center beralasan mereka tidak menerima data dari panitia bidang pertandingan, maupun koordinator cabang olah raga. ‘Kami juga kesulitan Bang, data tidak ada masuk dari masing masing koordinator ,’ keluh salah seorang petugas di media center, Selasa semalam.

 

Berdasrakan informasi yang diterima Riau Pos, peringkat Kontingen kabupaten/kota sudah banyak berubah setelah sehari pertandingan cabor Karate, Pencak Silat, Takraw dan Takwondo. Diantaranya Siak masih menduduki peringkat  1, kemudian Inhil dari peringkat 5 sudah naik ke rangking 2. Hanya saja panitia bidang pertandingan hingga Selasa (11/10) sekitar pukul 20.00 wib belum terlihat di secretariat Media Center untuk mengesahkan data perolehan medali sementara.

 

Sekum KONI Inhu, Jumiihardi Jamil yang sempat dikonfirmasi  juga mengakui sudah adanya penambahan medali kontingen Inhu. Meski belum mendapatkan emas, kontingen Inhu setidaknya sudah mengantongi sebanyak 1 perak dan 5 medali perunggu.

 

Panitia Bidang Pertandingan Porda VII Riau, Mukhtar T, berkali kali dihubungi via telepon selulernya tidak merespon sama sekali. Padahal sebelumnya Selasa sore, sejumlah panitia di Sekretariat menyampaikan bahwa update data dilakukan pukul 20.00 wib.

 

Indra, awak salah satu media di Riau, saat ditemui di ruang media center juga mengeluhkan tidak adanya update data di media center. Padahal kantor berita tempat Ia bekerja sudah berkali kali meminta data perolehan medali terbaru untuk di rilis.‘Udah sering saya masuk ke media center tapi data tidak ada perubahan,gimana ini,’ ujar Indra mengeluhkan.(fat) media center tapi data tidak ada perubahan, gimana ini,’ ujar Indra mengeluhkan.(rul/kic)




Tifatul: Pulsa Konsumen Bisa Dikembalikan

Jakarta (www.detikriau.wordpress.com) – Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengatakan konsumen bisa mendapatkan kembali pulsa yang ‘disedot’ oleh operator nakal. Hal itu diatur dalam Peraturan Menkominfo No 1 tahun 2009 tentang Pelayanan Jasa Pesan Premium.

“Ada kemungkinan dikembalikan (pulsa-red). Di perjanjian itu ada ganti rugi. Itu kan perlindungan konsumen. Di Peraturan Menteri no 1 tahun 2009 juga ada, dia harus mengganti rugi, sampai pidana,” ujar Tifatul.

Hal itu disampaikannya usai rapat kerja antara Komisi I DPR dan Menkominfo Tifatul Sembiring. Rapat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2011) malam, ini juga dihadiri oleh BRTI dan sejumlah petinggi perusahaan operator, seperti Telkom, Indosat, XL dan Axis.

“Saya besok akan mem-follow up, Kemenkoinfo akan mengkoordinasikan, operator, BRTI, usut yang mana harus diganti, yang mana harus dipulangkan pulsanya, yang mana harus ditahan karena nakal,” ujarnya.

Sementara black list perusahaan yang nakal, lanjut Tifatul, bisa dilakukan bila perusahaan itu melakukan beberapa kali pelanggaran. Sanksi berupa penutupan izin juga bisa diberikan. Namun bukan berarti persoalan tersebut berhenti dalam penutupan izin karena perusahaan tersebut bisa berganti nama kemudian beroperasi lagi.

“Mereka bisa ganti-ganti nama dan itu jadi salah satu masalah di IT. Sama juga masalah-masalah kita terkait konten internet seperti di Facebook, Twitter. Itu harus kita kejar terus, enggak berhenti. Kita bekerja terus setiap hari,” tutup Tifatul.(detiknews)




LIMA PEMAIN ASING RESMI JADI WNI

Berasal dari Nigeria dan Belanda

www.detikriau.wordpress.com (Jakarta) — Lima calon pemain naturalisasi telah resmi menjadi Warga Negara Indonesia, Senin, 11 Oktober 2011. Kelimanya mengucapkan sumpah setia kepada Merah Putih di Kanwil Kemenhumkam, Jakarta, Senin, 11 Oktober 2011.

Dua pemain berasal dari Nigeria, yakni  Greg Nwokolo dan Victor Chukwuekezie Igbonefo. Keduanya sudah lama bermain di Indonesia. Greg musim lalu bermain untuk klub Persija Jakarta, sedangkan Victor bermain untuk Persipura Jayapura.   

Sementara itu, tiga pemain lainnya berasal dari Belanda, yakni Jhon van Beukering, Stefano Lilipaly, dan Tonnie Cussel. Ketiga pemain ini berasal dari berbagai klub yang berlaga di kompetisi sepak bola Belanda.

Kepala Dinas Pelayanan Hukum dan HAM Kemenkumham, Audy Murfi, mengaku proses naturalisasi kelima pemain tersebut cukup memakan waktu. Pasalnya, permohonan menjadi warga negara harus melalui proses hingga ke meja Presiden.

“Memang prosesnya seperti ini. Waktunya panjang karena harus sesuai dengan undang-undang. Semua melewati proses dan tahapan sebelum sampai ke Presiden,” ujar Audi usai pengambilan sumpah, Senin, 11 Oktober 2011.

Program naturalisasi pemain sudah berjalan sejak PSSI masih dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Setidaknya ada dua pemain yang menjadi pioner proses ini. Mereka adalah Christian ‘El Loco’ Gonzales dan Kim Jefrrey Kurniawan.

El Loco saat ini masih membela timnas senior proyeksi Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Sedangkan Kim baru dicoret dari timnas U-23 proyeksi SEA Games 2011.

Meski sudah berganti kepengurusan, program naturalisasi ini terus berjalan. Dua pemain asal Belanda, Ruben Wuarbanaran dan Diego Michiels akhirnya menyusul jadi WNI. Keduanya juga diproyeksikan memperkuat timnas U-23. Namun dari dua nama ini, hanya Diego yang sampai saat ini masih bertahan. Vivanews




Iven Porda, Tenaga Medis Siaga 24 Jam Penuh

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com)  – Selama Porda ke VII di Tembilahan berlangsung, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil menyiagakan Posko Kesehatan selama 24 jam penuh yang berlokasi di jalan Gajah Mada, termasuk juga mensiagakan Puskesmas jalan Gajah mada.

Hal ini diungkapkan Kadis Kesehatan Kabupaten Inhil Rasul Alim, Senin, (10/10). Dijelaskannya, selain itu,  pihak dinkes juga menstanbaykan Puskesmas jalan Gunung Daek Kelurahan Tembilahan dan jalan Sederhana Tembilahan hulu, mulai 7.30- 17.30.

Terutama dalam rangka melayani kesehatan seluruh kontingen Porda, Dinkes juga mensiagakan 10 unit mobil ambulance. Ditambah 1 unit tim medis untuk  dipelayanan di venues pertandingan. “Disetiap venues selain ada  tim medis yang kita siapkan, kita juga akan menyiapkan klinik,” terang mantan Dirut RSUD Puri Husada tersebut.

Ketika didinggung, apakah sejauh ini ada keluhan dari para kontingen yang mengikuti Porda, menurut Rasul, “Belum ada. Kita berharap  seluruh peserta kontingan yang datang dapat menjaga kesehatan dengan baik. Lebih-lebih atlit, agar nantinya saat menghadapi pertandingan bisa mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka,” pintanya. (Njd)




Warga Keluhkan Mahalnya Tarif Parkir di Lokasi Pertandingan

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Penyelenggaraan Porda yang dilaksanakan di Tembilahan sudah barang tentu ada plus minusnya. Salah satu minusnya yang dikeluhkan oleh banyak pihak masalah penataan dan mahalnya biaya parkir yang dipungut kepada pengunjung yang ingin menyaksikan berpagai pertandingan yang dilaksanakan.

 

Salah seorang pengunjung Zul, mengungkapkan, saat dirinya ingin menyaksikan pertandingan sepak takraw di gedung Tasik Gemilang Tembilahan, uang parkir yang diminta Rp 2.000. Angka tersebut sudah di atas angka kewajaran yang biasanya dipungut. Sebab pada hari biasanya, uang parkir hanya Rp 1.000.

 

“Kalau sudah sampai 2.000 rupiah, itu tentu diluar batas kewajaran. Kalau masuk ke kas Daerah, tidak masalah, ini yang kita takutkan sisanya 1.000 rupiah lagi malah masuk ke kantong mereka sendiri,” ujar Zul, salah seorang pengunjung  saat berbincang dengan, Senin, (10/10).

 

Untuk itu ia meminta kepada panitia Porda untuk menertibkan persoalan ini. Karena panitia meminta kepada warga untuk mensukseskan kegiatan Porda, tapi kalau persoalan seperti parkir saja sudah menyulitkan, tentunya membuat warga enggan untuk datang menyaksikan pertandingan yang ada.

 

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Herwanisitas, saat dimintai tanggapannya dalam kesempatan berbeda meminta Dinas Perhubungan menertibkan masalah pungutan parkir seperti itu.

“Tolong ditertibkan masalah tarif parkir ini. Ini yang kita lihat, pungutan parkir ini hanya memperkaya salah satu pihak. Sementara kontribusi untuk daerah kecil,” tukasnya. (njd)




SEKDA RESMI BUKA PERTANDINGAN KARATE PORDA VII RIAU

www.etikriau.wordpress.com (Tembilahan) –Hari ini, Senin (10/10/2011) bertempat di Aula Hotel Telaga Puri Tembilahan mulai digelar Kejuaraan Karate Se Provinsi Riau. Acara Persemian kegiatan 1 dari 16 Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan dalam PORDA VII Riau ini langsung dibuka oleh Ketua Panitia Pelaksana H. Alimuddin RM.

Dalam penyampaian amanatnya, Ketua Panitia Pelaksana yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir ini mengharapkan agar dalam bertanding, seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportifitas.

“Saya sangat berharap jikalau nantinya ada terjadi perselisihan, sebaiknya diselesaikan dengan cara musyawarah. Sebagai seorang atlit, tentunya kita harus junjung tinggi aturan dan sportifitas,” Kata Sekda.

Iven PORDA, Kata Sekda lagi, juga dimanfaatkan sebagai ajang untuk melakukan penilaian atas sejauh mana keberhasilan pembinaan olahraga yang telah dijalankan. “Nantinya, dengan seleksi yang terjadi dalam even ini, diharapkan akan lahir atlit-atlit yang memiliki kualitas terbaik yang tentunya kembali akan menghadapi seleksi dalam iven yang lebih tinggi, seperti PON 2012 mendatang,” Ujarnya.

Acara pembukaan Iven Karateka bergengsi tingkat Provinsi Riau ini juga dihadiri oleh Sekretaris Umum Koni Riau, Darmansyah, Ketua Harian Pengda FORKI Riau, Zalfidal, Ketua Pengcab FORKI Inhil, Fauzar , Ketua Pengcab FORKI se Provinsi RIAU dan seluruh peserta kontingen Kabupaten/Kota.

Kejuaraan Karate ini diikuti oleh 11 dari 12 Kabupaten/Kota se Riau. Kabupaten Rohil Abstain. Total seluruh kontingen cabor karate sebanyak 205 orang peserta dengan rincian, 171 Atlit, 23 Pelatih dan 13 official. Dari 17 kelas yang dipertandingkan, memperebutkan sebanyak 116 Medali dengan rincian, Medali Emas 29, Perak 29 dan Perunggu 58. (fsl)