Indra Tegaskan Kembali Inhil Targetkan Juara Umum

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Bupati Indragiri Hilir yang juga Ketua KONI menargetkan Inhil akan mampu meraih juara umum dalam Porda ke VII, yang direncananya akan dibuka oleh Gubri HM Rusli Zainal, Sabtu malam (15/10), di stadiun Beringin Tembilahan. Untuk itu ia meminta kepada seluruh atlit Inhil untuk bertanding maksimal dalam rangka memberikan yang terbaik bagi daerah.

“Selaku tuan ruamah, wajar-wajar saja kalau kita mencanangkan target setinggi langit untuk meraih prestasi tertinggi dalam Porda kali ini,” ujar Ketua DPD I partai Golkar tersebut dalam jumpa pers di Media Center Porda yang berada di gedung LAMR di jalan Sungai Beringin.

Terkait dengan keluhan banyak awak media mengenai kelambanan data yang dikumpulkan oleh media center, hingga sangat merepotkan wartawan dalam rangka mengejar deadline, Indra meminta seluruh mereka yang terlibat dalam media center untuk bekerja maksimal. Sehingga data-data yang dibutuhkan oleh pekerja pers dapat segera dipenuhi.

Masih menurutnya, apa perlu mereka yang terlibat didalam media center langsung jemput bola disetiap venues untuk mengambil data -data hasil pertandingan. Sehingga nantinya setiap saat data perolehan dan siapa yang mendapat medali dapat di up date setiap saat.

“Saya meminta kepada segenap mereka yang terlibat dalam media center mau jemput bola. Bagaimapun juga kesuksesan pelaksanaan Porda ini, tidak bisa dilepaskan oleh awak media. Makanya hal-hal seperti itu, tolong diupayakan seseegera mungkin,” katanya.

Berkaitan dengan kekurangan dan kekurangan fasilitas yang dikeluhkan oleh kontingen seperti pemondokan, Indra memeinta untuk dapat memakluminya. Sebab dikatakannya, pelaksanaan Porda kali ini, hal itu masih dirasakan jauh lebih baik dari sebelumnya. Sebab, di Inhil, tidak ada kontingen yang mesti diinapkan di dalam tenda seperti seperti pada Porda sebelumnya.

“Pada Porda sebelumnya, ada kontingen yang harus diinapkan di dalam tenda, karena kekurangan kamar hotel yang tersedia. Di Inhil, itu tidak terjadi, dan kita mengupayakan mereka diinapkan di rumah penduduk. Ketika itu ada kekurangan, kita berharap, pihak-pihak terkait dapat memakluminya,” tegasnya. (Suf)




SEBAGAI TUAN RUMAH PORDA VII RIAU, BUPATI AKUI PERSIAPAN INHIL SUDAH 90 PERSEN

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com) – Sebagai pelaksana ajang olahraga bergengsi tingkat Provinsi Riau, Bupati akui persiapan Inhil sudah 90 persen. Diharapkan agar semua pihak terkait termasuk masyarakat untuk memberikan pelayanan maksimal demi menjaga nama baik daerah.

“Setakat ini, sebagai tuan rumah kita sudah lakukan persiapan penuh. Kalau boleh dipersentasekan, ya 90 persenlah. Yang 10 persennya diacara penutupan nantinya,” Ujar Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan dalam acara silaturahmi bidang publikasi dan dokumentasi dengan pers yang dilaksanakan pada Ruang Media Centre PORDA VII Riau di Gedung Lembaga Adat Melayu Riau, jalan Sungai Beringin Tembilahan, Jum’at (14/10/2010).

Masih menurut Bupati, untuk Venus PORDA, sampai tadi malam masih terus dikerjakan. Namun secara prinsip, seluruhnya sudah selesai dan siap untuk dipergunakan. Selain Venus PORDA yang dimiliki Pemkab Inhil, Untuk Cabor Badminton dan Futsal Inhil mempergunakan venus milik pihak swasta.

“rencana awalnya untuk cabor Batminton akan kita laksanakan di Kecamatan Kateman. Namun dikarenakan pertimbangan jarak, rencana itu terpaksa dibatalkan. Untuk Cabang Badminton dan Futsal, kita menyewa fasilitas yang dimiliki pihak swasta. Disamping semua persiapan ini, kita tentunya berharap agar semua pihak termasuk masyarakat untuk turut memberikan pelayanan maksimal demi menjaga nama baik daerah” Jelas Bupati.

Menyambut kedatangan peserta dari 12 Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, Jum’at (14/10/2011) malam, bertempat dihalaman kantor Bupati Inhil akan dilaksankan acara Publik Party (pesta rakyat. Red). Kemudian acara pembukaan Porda VII Riau akan dilaksanakan esok harinya, sabtu (15/10/2011) malam yang akan diisi dengan acara pembukaan pentas seni kolaborasi oleh 1500 mahasiswa dan pelajar yang dikemas dalam waktu sekitar 25 menit. Pembukaan PORDA VII Riau akan diresmikan secara langsung oleh Gubernur Riau, H.M. Rusli Zainal.

Acara pembukaan yang dilaksanakan pada malam hari disebutkan Bupati untuk memberikan kesan tersendiri. “Biasanya acara pembukaan dilaksanakan disiang hari yang panas terik. Untuk memberikan nuansa berbeda, kali ini kita akan lakukan dimalam hari ditambah dengan pementasan seni kolaborasi 1500 mahasiswa dan pelajar Inhil.  kita berharap dengan tema seperti ini akan meninggalkan kesan…..(setelah berdiam sejenak), ya kesannya tanda Tanya dululah. Yang jelas agar peserta jangan sampai merasa bosan.” Pungkas Bupati.(fsl)




PENGALUNGAN MEDALI CABOR TAEKWONDO

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com) – Acara pengalungan Medali Cabor Taekwondo oleh Sekretaris Daerah Kab. Inhil sekaligus Ketua Harian KONI Kab. Inhil H, Alimuddin RM pada iven PORDA VII Provinsi Riau di Gedung Wanita Tembilahan Kab. Inhil( 13 Oktober 2011). Wai/Humas Pemkab Inhil




FPBR TUDING RANPERDA VENUE FUTSAL SEBAGAI KEBIJAKAN TIDAK PRO RAKYAT.

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com) – Anggota DPRD Inhil dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (FPBR), H. Ardianto tetap bersikukuh agar pihak eksekutif menghadirkan budget sharing pembangunan venue futsal PON XVIII dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Menurutnya, ranperda pembangunan Venue Futsal ini dengan lantang disebutnya sebagai sebuah kebijakan yang sangat tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

 

“Saya mempertanyakan kapan dilakukan pembahasan untuk ranperda ini, karena setahu saya baru hari ini amanat paripurna tanggal 19 juli 2011 kita revisi. Selain itu saya juga khawatir ranperda ini akan menjadi masalah dikemudian hari karena ini merupakan kebijakan tidak pro rakyat,” Kata Ardianto memberikan sanggahan saat dilaksanakannya Rapat Paripurna Penyampaian laporan Hasil Pembahasan Pansus I DPRD Inhil, Rabu malam (12/102011) yang lalu.

 

H. Marianto dari fraksi partai demokrasi Indonesia perjuangan (FPDIP) menyebutkan bahwa sejak semula ranperda ini sudah banyak pertentangan.  Menunjukkan kekukuhan tetap untuk tidak menyetujui, Maryanto bersama dua orang anggota FPDIP lainnya (H. Husaini dan Zulkifli. Red) yang hadir dalam paripurna tersebut, lakukan aksi walkout.

 

 

Menanggapi interupsi dari H. Adrianto, Pimpinan sidAng, H. Raus Walid menegaskan bahwa sebelum rapat resmi dibuka dia telah meminta kepada seluruh anggota DPRD apakah menyetujui jika rapat ini dilanjutkan.

 

“Tadi kita telah menyetujui bahwa rapat ini akan dilanjutkan, jadi agenda kita malam ini adalah menentukan pilihan menerima atau tidak ranperda ini,” katanya sambil tetap meminta anggota yang hadir melakukan voting suara. (fsl)




DIWARNAI AKSI WALK OUT FPDIP, RANPERDA VENUE FUTSAL PON XVIII DISETUJUI MELALUI VOTING.

TEMBILAHAN (WWW.DETIKRIAU.WORDPRESS.COM) – Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo mengakui untuk pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) pengikatan dana anggaran tahun jamak pembangunan venue futsal diperlukan waktu lama dibandingkan tiga ranperda lainnya yang dibahas pansus I DPRD Inhil. Panjangnya waktu yang dibutuhkan ini menurut wabup disebabkan karena memang diperlukannya kajian secara lebih intensif dan teliti.

 

“Tiga dari empat ranperda (pengelolaan sampah, Retribusi pemakaian kekayaan daerah dan penyelenggaraan administrasi kependudukan. Red) yang tugaskan kepada pansus I untuk di kaji telah rampung. Namun, untuk ranperda pengikatan dana anggaran tahun jamak untuk pembangunan venue futsal diperlukan waktu yang lebih panjang karena memang diharuskan untuk melakukan kajian secara lebih intensif dan teliti,” kata Wabub dalam pidato sambutannya dalam Rapat Paripurna Penyampaian laporan Hasil Pembahasan Pansus I DPRD Inhil, Rabu malam (12/102011) yang lalu.

 

Ungkapan senada juga terlontar dari juru bicara Pansus I DPRD Inhil, Herwanissitas. Menurutnya, panjangnya waktu pembahasan dibandingkan tiga ranperda lainnya memang dikarenakan adanya pengkajian secara lebih mendalam terutama untuk memenuhi amanat paripurna mengenai budget sharing dana pembangunan venue futsal itu sendiri.

 

“Kami meminta maaf seluruh hadirin karena sudah bebrapa kali kami meminta waktu tambahan guna mengkaji secara menyeluruh tentang ranperda ini. Pengkajian harus dilakukan ekstra hati-hati   dalam rangka memenuhi amanat paripurna tanggal 19 juli 2011 yang lalu guna mendapatkan kepastian budget shering dari pemerintah provinsi dan pusat,” katanya.

 

Herwanissitas juga menegaskan setelah ditetapkan oleh provinsi kabupaten Inhil mendapatkan bagian untuk mengadakan salah satu cabang olahraga dalam PON XVIII tahun 2012, maka menjadi suatu konsekuensi bagi Pemda untuk menyediakan lapangan petandingan.

 

Namun dalam pembangunan venue futsal yang berstandar nasional tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit, oleh karena itu perlu dilakukan suatu kajian untuk memastikan agar besaran biaya itu tidak terlalu memberatkan APBD Inhil.

 

“Sesuai hasil kajian pansus I, pembangunan venue futsal di kabupaten Inhil saat ini sudah ada kesepakatan budget shering antara kabupaten Inhil, provinsi dan pusat. Anggaran dana untuk pembangunan venue futsal dianggarkan dalam dua tahun, yaitu tahun 2011-2012” Katanya lagi.

 

Diuraikan Sitas panggilan Akrab Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil ini,  dari Rp. 73,64 milyar yang diajukan untuk pembangunan venue futsal telah terjadi penyusutan dana sebesar Rp. 14.1 milyar. Menjadi sebesar sebesar Rp. 59.1 milyar. “Sesuai dengan kesepakatan awal, kita hanya menyediakan dana 20 persen dari total anggaran yaitu 11.82 milyar.   Untuk tahun 2011 melalui APBD kabupaten Inhil telah dianggarkan sebesar 6.8 milayar, sedangkan sisanya sebesar 5.020.000.000 akan dianggarkan dalam APBD tahun 2012.” Terang Sitas.

 

Setelah penyampaian laporan hasil kajian oleh pansus I, Raus Walid selaku pemimpin rapat meminta kepada seluruh anggota dewan melakukan voting suara untuk menentukan sikap untuk menyetujui atau tidak ranperda pengikatan dana anggaran tahun jamak untuk pembangunan venue futsal untuk kegiatan PON XVIII.

 

Walau sempat diwarnai aksi walk out dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP), dari total 32 orang anggota DPRD yang mengikuti voting, sebanyak 29 orang menyetujui ranperda pengikatan dana anggaran tahun jamak pembangunan venue futsal untuk kegiatan PON XVIII dan tiga anggota DPRD dari Fraksi Partai Bintang Reformasi (FPBR) yakni H. Bakri, H. Adrianto dan Ali Naspak tetap menolak ranperda tersebut.

 

Sedangkan Sumardi dari partai keadilan sejahtera (PKS) mengatakan bahwa dirinya setuju ranperda ini di sahkan namun dia meminta kepada pemerintah untuk tidak memungut biaya bagi masyarakat yang ingin bermain disana.

 

“Saya menyetujui ranperda ini, namun saya meminta kepada pemerintah untuk tidak memungut biaya kepada masyarakat yang ingin bermain disana setelah PON XVIII selesai, selain itu saya juga ingin agar anggaran untuk pembangunan venue futsal maksimal tahul 2012, karena pada tahun2013 masih banyak yang perlu kita lakukan,” katanya.

 

Raus Walid selaku pemimpin rapat mengatakan akan mengapresiasi saran-saran yang diajukan oleh Sumardi. “Kita berterimakasih kepada pak sumardi atas sarannya. Dengan disetujuinya ranperda ini oleh 29 anggota DPRD yang hadir maka sesuai dengan tata tertib DPRD jika lebih dari setengah anggota yang hadir menyetujui maka ranperda ini resmi kita sahkan,” katanya.

 

Rosman Malomo dalam sambutannya  mengatakan bahwa pemerintah sangat menghargai kinerja dari DPRD untuk mengkaji ranperda pengikatan dana anggaran tahun jamak pembangunan venue futsal untuk kegiatan PON XVII.

 

“Kami dari pemerintah daerah menghargai kinerja dari DPRD dalam mengkaji ranperda ini, walaupun terlambat namun akhirnya selesai bak kata pepatah “biar lambat asal selamat”,” katanya.

 

Rosman juga mengapresiasi saran-saran dari sumardi politisi PKS. “Kita sangat mengapresiasi saran dari PKS untuk tidak memungut biaya bagi masyarakat yang ingin bermain di venue tersebut, saran ini akan menjadi perhatian kami yang serius,” katanya lagi, selasa. (fsl/Suf)




Pembuatan Tanggul perlu dijadikan skala prioritas

TEMBILAHAN(www.detikriau.wordpress.com) — Desa Sungai Undan Kecamatan Reteh sangat mengharapkan pembangunan tanggul untuk pengaman kebun kelapa. kini, hampir seluruh Kebun di Desa Sungai Undan tenggelam oleh aliran air ketika pasang tinggi, terutama disaat akhir tahun.

 

Ungkapan itu disampaikan oleh salah seorang warga Desa Sungai undan, Ujang, Kamis, (13/10). Menurutnya, pembangunan tanggul sudah sangat mendesak di desa ini. Sebab, kalau tidak juga direalisasikan, masyarakat tidak tahu upaya apa lagi yang bisa mereka lakukan guna menyelamatkan lahan perkebunan yang ada sekarang.

 

”Kita sangat mengharapkan Pemkab Inhil dapat membangunkan tanggul dalam rangka menyelamatkan lahan perkebunan, Sebab setakat ini, hampir 100 persen lahan yang ada sudah terendam oleh air laut,” katanya.

 

Hal itu dibenarkan oleh HM Yunus , SE. M.Si menurutnya  hal itu sudah menjadi keharusan berdasarkan hasil reses beberapa waktu lalu di Parit Lapis Daud Kelurahan Pulau Kijang dan Desa Sungai Undan Kecamatan Reteh. ”Pembangunan tanggul harus dijadikan skala prioritas dalam rangka menyelamatkan perkebunan warga,” imbuhnya. (Nejad)