INHIL TURUN KE PERINGKAT DUA PEROLEHAN MEDALI

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com) – Setelah sehari sebelumnya Inhil sempat memimpin perolehan medali, Berdasarkan data hari ini, Rabu (19/10/2011)  jam 18.00 Wib, posisi puncak berhasil direbut Kabupaten Bengkalis dengan perbedaan tipis 1 medali emas.

Secara keseluruhan, diperingkat pertama, Kabupaten Bengkalis mendulang, 34 emas, 25 perak dan 30 perunggu. Sementara di peringkat kedua, tuan rumah Inhil berhasil memperoleh 33 emas, 25 perak dan 28 perunggu. Peringkat ke tiga ditempati oleh Kabupaten Siak dengan perolehan 19 emas, 27 perak dan 36 perunggu.

Kotamadya PEkanbaru yang sempat memasang target untuk merebut juara umum dalam Porda VII Riau kali ini terpuruk di peringkat empat dengan perolehan 18 emas, 24 perak dan 37 perunggu. Disusul secara berturut-turut oleh Kota Dumai dengan 9 emas, 10 perak dan 21 perunggu. Kabupaten Rohul dengan 9 emas, 1 perak dan 15 perunggu. Kabupaten Kuansing, dengan 8 emas, 12 perak dan 14 perunggu.

Diposisi berikutnya, diduduki oleh Kabupaten Kampar dengan perolehan 7 emas, 8 perak dan 14 perunggu. Kabupaten Meranti 7 emas, 6 perak dan 8 perunggu. Selanjutnya pada posisi 10 diduduki oleh Kabupaten Inhu dengan perolehan 6 medali emas, 4 perak dan 16 perunggu.

Dua posisi terendah diduduki oleh Kabupaten Pelalawan dengan perolehan medali 4 emas, 11 perak dan 21 perunggu dan dijuru kunci diduduki oleh Kabupaten Rohil dengan perolehan 1 medali perak.

Total perolehan medali yang sudah berhasil diperebutkan adalah , emas sebanyak 154 medali, perak 154 medali dan perunggu 240medali. (fsl)




Polemik Perbedaan Nama Telah di Singkronisasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Bertempat di aula utama gedung DPRD, rabu (19/10) digelar rapat Paripurna Pengesahan Perubahan Nama Calon Kabupaten Indragiri Selatan Serta Pencabutan SK DPRD Kabupaten Indragiri Hilir No:26 Tahun 2008. Rapat paripurna dipimpin oleh ktua DPRD Inhil H. Raus Walid dan dihadiri oleh  bupati Kabupaten Inhil yang diwakili oleh Sekretaris Daerah H. Alimuddin RM.

 

Sebelum rapat paripurna dilaksanakan, serombongan mahasiswa dari Himpunan Pemuda, Pelajar, Mahasiswa Indragiri Selatan (HPPM Insel). Mahasiswa tersebut menyampaikan orasinya didepan gedung DPRD guna meminta kepada DPRD untuk merespon keinginan dari masyarakat bagian selatan kabupaten Inhil yang ingin agar proses pemekaran ini segera dilaksanakan.

 

“Kita meminta kepada DPRD untuk merespon keinginan masyarakat agar proses pemekaran ini disegerakan, hal-hal yang menjadi kendala seperti perbedaan nama antara rekomendasi DPRD dan Bupati agar segera disingkronkan dalam rapat paripurna hari ini,” kata Ali Tamrin, koordinator mahasiswa.

 

Dalam sambutannya, Raus Walid mengatakan bahwa DPRD sangat merespon aspirasi masyarakat yang ingin daerah mereka dimekarkan dari kabupaten Inhil. “Kabupaten Inhil saat ini merupakan kabupaten yang terluas di provinsi Riau. Aspirasi masyarakat sudah direspon oleh DPRD terbukti dengan adanya SK DPRD No: 26 tahun 2008,” katanya.

 

Jika memang pemekaran merupakan solusi terbaik guna menyelesaikan tuntutan dari masyarakat bagian selatan Kabupaten Inhil selama ini maka DPRD maka hal itu yang harus dilakukan. Raus juga mengatakan bahwa hari ini merupakan penyelesaian dari kajian yang dilakukan komisi I DPRD dalam membahas singkronisasi nama antara rekomendasi DPRD dan Bupati.

 

“Hari ini kita akan mendengarkan hasil laporan kajian yang dilakukan oleh komisi I tentang upaya mengsinkronisasikan perbedaan nama dari rekomendasi DPRD dan Bupati dengan tujuan agar proses pemekaran ini terlaksana. Saya mengharapkan agar seluruh anggota DPRD yang hadir untuk mendengarkan dan menyimak apa yang disampaikan oleh komisi I nanti agar bisa memberikan keputusan yang tepat,” katanya.

 

Yusuf Said, juru bicara komisi I dalam laporannya menyampaikan bahwa dari hasil kajian komisi I setelah sebelumnya melakukan perefikasi kelapangan mengatakan bahwa masyarakat tidak mempersoalkan nama bagi kabupaten mereka yang terpenting bagi mereka proses pemekaran ini segera direalisasikan.

 

“Masyarakat tidak mempersoalkan perihal nama dengan catatan proses pemekaran segera terealisasikan dan setelah dilakukan singkronisasi nama agar proses pemekaran segera digesa. Menurut komisi I perubahan nama Indragiri Hilir Selatan menjadi Indragiri Selatan sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat dan tidak melanggar peraturan,” katanya.

 

Setelah penyampaian laporan dari Raus Walid meminta kepada seluruh anggota DPRD yang hadir untuk menyatakan pendapatnya. Seluruh anggota DPRD yang hadir menyetujui perubahan nama tersebut. “Dengan demikian maka perubahan nama dari Indragiri Hilir selatan menjadi Indragiri resmi kita ubah,” kata Raus Walid.

 

Bupati Indragir Hilir yang diwakili oleh Sekda H. Alimuddin mengatakan terimakasih kepada DPRD karena telah menyelasaikan persoalan perbedaan nama untuk calon Kabupaten Indragiri Selatan. “Kita berterimakasih kepada DPRD atas kinerja yang dilakukan dalam menyelesaikan polemik pemekaran bagian selatan dari Kabupaten Inhil perihal perbedaan nama tersebut. Dengan sinkronisasi yang dilakukan hari ini dapat mempercepat proses pemekaran bagian selatan dari kabupaten Inhil atau dapat kita sebut dengan Indragiri Selatan (Insel),” katanya.(wwn)




Baju Kaos Porda Laris Terjual

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) –Beberapa hari setelah dibukanya bazaar dan pameran yang digelar sempena Pekan Olahraga Daerah (Porda) VII Riau tahun 2011 di Kabupaten Inhil, baju kaos olahraga berlogo Porda yang dijual di stan bazaar dan pameran laris diserbu pembeli.

 

Pantauan dilapangan, terlihat dibeberapa stan yang menjual baju kaos dan assesoris berlogo Porda didatangi oleh para pengunjung bazaar dan pameran. Dari bermacam-macam barang yang ditawarkan oleh pedagang, para pengunjung lebih tertarik dan berminat membeli baju kaos berlogo Porda yang dijual, baik untuk ukuran anak-anak maupun dewasa.

 

Erna, salah seorang pedagang pakaian yang berasal dari Palembang kepada Wartawan, Selasa (18/10) mengatakan hingga saat ini baju berlogo Porda yang ia jual sudah cukup banyak dibeli oleh para pengunjung bazaar dan pameran. Baju-baju tersebut diperoleh dari Jakarta dan dijual seharga Rp 30.000 hingga Rp 40.000 perlembarnya.

“Sebelum pembukaan bazaar dan pameran kemarin, saya telah berjualan disini. Alhamdulillah sampai sekarang baju-baju yang saya jual cukup banyak peminatnya, apalagi baju kaos yang ada logo Pordanya,” tutur Erna.

 

Sementara itu, pedagang lainnya yang khusus menjual pakaian anak-anak mengakui momentum Porda yang digelar empat tahun sekali ini menjadi berkah tersendiri buatnya, karena dagangan kaos berlogo Porda yang ia jual sangat diminati oleh para pembeli. Sedangkan untuk harga baju kaos anak-anak berlogo Porda yang ia jual cukup beragam, tergantung kualitas yang akan dipilih oleh para pembeli.

“Kita berharap sisa Porda ini dapat meningkatkan jumlah penjualan dan pendapatan setiap harinya, karena kita lihat setiap malam ratusan pengunjung datang ke bazaar dan pameran ini,” harapnya. (Wwn)




Syamsurizal Awi: Target Putri Emas, Putra Perak

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Harapan untuk melaju kebabak selanjutnya terbuka bagi tim voly putra Inhil setelah mengalahkan tim voly putra dari Kabupaten Kepulauan Meranti 3-1 selasa (18/10) dengan skore masing-masing set 25-20, 23-25,25-16,25-18.

 

Meski sempat dikalahkan oleh tim kabupaten Kepulauan Meranti pada set kedua, tim putra Inhil tetap optimis didorong oleh teriakan para suporter yang memadati gedung olahraga (GOR) Tasik Gemilang dalam memberikan semangat kepada para atlet tim putra Inhil dalam set selanjutnya bisa menang dengan angka yang cukup jauh dari lawan.

 

“Kemenangan ini menjadi modal yang cukup besar bagi kita untuk masuk kebabak selanjutnya. Jika menang melawan Kuansing besok dipastikan kita bakal masuk delapan besar,” kata Hariadi, coach tim putra Inhil.

 

Ditempat berbeda saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler, ketua Cabor PBVSI Kabupaten Inhil H. Syamsurizal Awi mengucapkan syukur atas kemenangan yang diraih oleh tim voly putra Inhil atas tim putra Kabupaten Kepulauan Meranti. Syamsurizal mengharapkan agar tim putra Inhil bisa mengalahkan tim putra kabupaten Kuansing besok agar dapat masuk kebabak delapan besar.

 

“Untuk tim voly putra kita harapkan agar berusaha semaksimal mungkin agar bisa mengalahkan tim voly kabupaten Kuansing. Karena pertandingan besok sangat penting agar bisa masuk kebabak delapan besar dan yang lebih penting adalah untuk mencapai target kita yaitu medali perak untuk tim putra,” kata Syamsurizal Awi, selasa (18/10).

 

Lebih jauh Syamsurizal mengungkapkan bahwa untuk tim putri kabupaten Inhil sudah dipastikan memasuki babak delapan besar karena menang bye dari kabupaten Dumai. “Tim putri kabupaten Dumai mengundurkan diri dengan demikian dipastikan tim putri kita akan memasuki delapan besar. Untuk tim putri kita targetkan untuk meraih emas,” katanya lagi.

 

Para suporter Inhil mengharapkan timnya untuk mengeluarkan skill terbaiknya dalam menghadapi pertandingan selanjutnya karena ada beberapa kesalahan yang sebenarnya tidak perlu dilakukan oleh para atlet.

 

“Kita sangat mengharapkan sikap yang konsisten dari para atlet untuk mempertahan kemenangan demi kemenangan dalam setiap pertandingan agar dapat meraih prstasi yang terbaik. Sebagai masyarakat Inhil saya berharap agar tim voly Inhil dapat mempersembahkan medali emas untuk masyarakat Inhil,” harap Adi salah seorang suporter.(wwn)




Inhil Kian Kokoh Pimpin Perolehan Medali

Cabor Atletik dan Karate Sumbangkan Medali Terbanyak

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com) — hingga Selasa, (18/10) Inhil makin kokoh berada dipuncak klasemen dengan perolehan 16 Medali emas, 15 perak dan 20 perunggu. Sumbangan terbesar perolehan medali emas datang dari cabang atletik. Dimana hingga setakat ini, kontingen Inhil telah berhasil meraih 8 emas, 3 perak dan 1 perunggu.


“Keberhasilan kita merebut 8 medali emas dari cabang atletik even Porda kali ini sungguh sesuatu yang membanggakan. Kita berharap dari cabang aletik yang masih dipertandingkan akan mampu menambah perolehan medali emas Inhil. Diharapkan hingga akhir turnamen Inhil mampu meraih juara umum,” kata Sekretaris Persatuan Atletik Seluruh Indonsia (PASI) Inhil, Said Adnan.

Keberhasilan Inhil duduk diperingkat teratas juga tidak terlepas dari pencapaian atlit karate. Sebab dari cabang bela diri ini, kontingen Inhil juga dengan gemilang telah berhasil mengumpulkan 6 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu. Sehingga dari dua cabang tersebut sudah terkumpul 14 medali emas.

Untuk perolehan medali, Inhil diperingkat pertama 16 emas, 15 perak, 20 perunggu. Diikuti kontingen Bengkalis 14 emas, 11 perak dan 15 perunggu. Kontingen Pekanbaru duduk diperingkat 3 dengan perolehan 12 emas, 20 perak dan 27 perunggu. Sedangkan Siak yang diawal Porda sempat memimpin perolehan medali, terlempar diposisi 4 dengan perolehan 12 emas,15 perak dan 19 perunggu. Kabupaten termuda Meranti menyusul dengan perolehan7 emas, 4 perak dan 5 perunggu. (Nejad)




OKNUM POL PP INHIL DIBUI POLISI.

Kedapatan Lagi Asyik Pesta Sabu-Sabu.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Kedapatan sedang melakukan pesta sabu-sabu, Seorang Oknum Sat Pol PP Inhil, S (38) akhirnya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Penangkapan itu terjadi senin malam (17/10) sekira pukul 00.00 WIB di TKP  Jalan Sungai Beringin Tembilahan.

 

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP TJ Djati Utomo SIK melalui Kapolsek Kota Iptu R.Tarigan kepada wartawan, Selasa (19/10/2011) menuturkan bahwa diketahuinya ada pesta sabu-sabu tersebut atas dasar laporan dari warga.

 

Mendapat laporan, petugas langsung turun ke TKP untuk memeriksa kebenarannya. Setelah mendapatkan kepastian, langsung diturunkan petugas untuk melakukan penggrebekan. “Saat itu S tidak sendirian, tapi sedang bersama tiga orang temannya yang lain. Saat penggrebekan itu, kita juga menemukan beberapa alat bukti berupa alat hisap sabu-sabu (bong. Red) serta sepotong kaca dengan ukuran kecil dan masih didapati sisa-sisa sabu-sabu masih menempel”Jelas Iptu R. Tarigan.

 

Masih menurut Tarigan, saat digrebek, tiga teman tersangka lainnya sempat kabur melarikan diri. Tersangka sendiri langsung di bawa ke Polsek Tembilahan Kota sebelum nantinya diserahkan ke Polres Indragiri pada Unit Narkoba guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Kasad Narkoba Polres Inhil, AKP Ola Lupa juga membenarkan perihal tertangkapnya salah seorang oknum Satpol PP ini. Menurutnya, saat ini TSK masih menjalani proses pemeriksaan disatuannya secara lebih mendalam untuk dilakukan pengembangan.”ya, kita masih lakukan pemeriksaan.” Kata Ola Lupa.

 

Pada kesempatan terpisah, Martha Haryadi Kepala Sat Pol PP Kabupaten Indragiri Hilir, juga membenarkan adanya penangkapan yang menimpa salah satu anggotanya akibat tersangkut masalah narkoba.

 

“Memang benar informasinya seperti itu, pada prinsifnya kita sudah siap jika memang yang bersangkutan terbukti bersalah. Silahkan untuk diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku, untuk memberikan efek jera bagi mereka yang tersangkut narkoba” tegas Martha Haryadi. (fsl)