“MESKI SAUDARA, JIKA KORUPSI SAYA GANTUNG”

Kalau berhasil selesaikan kasus korupsi dalam satu tahun, saya pulang ke Makassar

www.detikriau.wordpress.com –Tidak banyak yang mengenal orang ini. Tapi begitu  terpilih menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad seperti bom. Dua hari belakangan ini, setelah terpilih Jumat 2 Desember 2011, Abraham berjanji –yang lain menyebutnya mengumbar–menyeret siapa saja yang terlibat kasus korupsi. 

Ia haqul yakin bisa menuntaskan sejumlah kasus korupsi raksasa yang selama ini masih mengantung. Dari kasus Bank Century, kasus pajak, Nunun Nurbaeti yang melenggang di negeri seberang, dan sejumlah kasus  besar yang melibatkan tokoh-tokoh besar.

Ketika ditanya, apa dia punya nyali menyeret pentinggi negeri ini, jika terbukti korupsi, Abraham menjawab dengan gagah, “Jangankan pejabat tinggi, saudara saya saja, bila terbukti korupsi akan saya gantung.” Ia juga sudah bertekad mewakafkan jiwanya untuk memberantas korupsi di negeri ini, siapa pun lawannya dan siapa pun orang di belakang si koruptor itu.

Lahir di Makasar 27 November 1966, Abraham Samad adalah ketua KPK yang paling muda dari empat ketua semenjak komisi itu berdiri. Meski usianya masih muda, ilmu, riwayat dan nyalinya dalam memberantas korupsi sesungguhnya sudah cukup panjang. Ia menyelesaikan sarjana hukum di Universitas Hasanuddin. Menuntaskan gelar master dan jenjang doktor di universitas yang sama pada tahun 2010. Ilmunya di bidang hukum pidana boleh dibilang sudah lengkap.

Soal pengalaman berjuang melawan korupsi, Abraham juga bukan “barang mentah.” Setidaknya di Makasar. Ia lama menjadi pengacara dan lama berkiprah di Lembaga Swadaya Masyarakat antikorupsi, Anti Corruption Committee (ACC) di Sulawesi Selatan. Tidak sedikit ancaman yang pernah diterimanya. Rumahnya di Makasar pernah dilempar orang dan usaha Wartel kecil-kecilannya porak-poranda dihajar  oleh orang-orang yang disebutnya sebagai “kaki tangan” koruptor. “Saya sudah biasa dengan yang begituan,” katanya.

Berikut petikan wawancara Abraham dengan wartawan VIVAnews.com, Nur Eka Sukmawati, di Jakarta, Jumat, 2 Desember 2011.

Apa tanggapan Anda setelah terpilih menjadi Ketua KPK?
Ini kan ada ekspektasi yang begitu besar dari masyarakat yang direpresentasikan oleh teman-teman di DPR untuk membawa KPK memberantas korupsi tanpa pandang bulu.

Ekspektasi itu harus kami jawab dengan kinerja yang lebih optimal. Kami harus fokus memberantas korupsi yang berskala besar, karena kalau kami garap semua korupsi maka kami bisa kehabisan energi. Sebab, KPK punya keterbatasan dari segi SDM dan infrastruktur. Kami punya skala prioritas yang harus kami dahulukan yaitu korupsi yang berskala besar, tanpa tebang pilih.

Apakah menjadi Ketua KPK itu target Anda?
Target saya sebenarnya bukan jadi Ketua KPK. Target saya datang dari Makassar untuk memberantas korupsi yang berskala besar. Tapi Tuhan mentakdirkan lain dan memilih saya menjadi pimpinan KPK.

Kasus apa yang akan Anda prioritaskan?
Semua kasus-kasus yang besar yang merugikan negara begitu besar, membuat rakyat begitu menderita, banyak masyarakat yang tidak bisa makan, berobat saja nggak bisa dan meninggal di RS.

Apa yang dimaksudkan dengan kasus besar itu?
Semua kasus-kasus yang besar, kita garap. Indikator besar itu pertama dari angka atau nominal, kemudian memporak-porandakan struktur ekonomi. Semua kasus yang masuk dalam indikator itu, kita kategorikan grand corruption.

Target 100 hari pertama Anda apa saja?
Pimpinan KPK itu sifatnya kolektif. Oleh karena itu kami harus membangun sinergi dengan pimpinan lain. Visi misi masing-masing pimpinan akan kami gabungkan, sehingga kami mendapat satu formula yang jitu dalam bekerja memberantas korupsi.

Banyak pekerjaan di KPK yang harus kami lakukan. Yang harus segera dijawab dan dituntaskan, agar tidak menjadi beban bagi KPK itu sendiri.
Saya percaya bahwa empat teman-teman yang terpilih itu adalah orang-orang hebat semua. Itu sebabnya, sehingga saya optimis kami bisa berjalan dengan baik.

Beban Anda cukup besar.  Banyak anggota DPR yang memilih Anda mendesak untuk membongkar kasus Century dan sejumlah kasus besar lainnya.  Anda ditantang untuk memanggil Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia yng saat ini menjadi Wakil Presiden  dan Sri Mulyani, mantan Menteri Keuangan
Jangankan nama-nama yang kamu sebut itu [Boediono dan Sri Mulyani], saudara saya pun kalau dia korupsi saya gantung.

Kasus pemilihan pimpinan Bank Indonesia yang melibatkan Nunun Nurbaeti, yang hingga kini masih buron?
Semua kasus besar akan kami prioritaskan dan akan kami tuntaskan kalau dia memenuhi syarat-syarat hukum untuk ditindaklanjuti. Siapapun yang ada di belakangnya akan kami proses.

Anda berani melawan orang-orang besar di belakangnya?
Saya ini semenjak mendaftar menjadi pimpinan KPK, saya sudah berkomitmen untuk mewakafkan diri saya untuk bangsa dan negara untuk memberantas korupsi tanpa pandang bulu. Jika saya dalam mewakafkan diri saya kemudian menemui ajal, maka saya akan mati secara terhormat.

Kalau tidak berhasil dalam waktu 1 tahun, Anda siap mundur?
Kalau tidak berhasil saya selesaikan kasus korupsi dalam 1 tahun, pulanglah saya ke Makasar. Kami digaji oleh negara, ekspektasi masyarakat begitu besar, terus kami tidak bisa menyelesaikan, itu sama saja kita menerima gaji buta.

Biasanya, calon pimpinan KPK saat direkrut begitu kuat komitmennya, begitu terpilih melempem. Banyak yang beranggapan Anda juga akan begitu?
Insya Allah saya bukan tipe orang yang seperti itu. Saya selalu berkomitmen apa yang saya ucapkan, itu pula tindakan saya.

Saya minta maaf ke teman-teman media, mungkin ketika saya sudah dilantik, saya tidak lagi banyak bicara dan melayani teman-teman. Karena saya ingin konsentrasi bekerja. Biarlah hal-hal yang ingin diketahui, saya serahkan ke Juru Bicara dan saya berkonsentrasi memberantas korupsi, karena itulah tugas saya.

Tekanan dan intervensi politik terhadap Ketua KPK biasanya sangat besar, bagaimana Anda menghadapi tekanan itu?
Nggak ada urusan saya dengan tekanan atau intervensi politik. Karena saya punya sikap yang mandiri, independen, dan terlepas dari kepentingan-kepentingan yang ada di negara ini.

Meski Anda ketua paling muda di antara pimpinan yang lain?
Nggak ada masalah kan. Soekarno juga dulu terpilih menjadi presiden dalam usia yang relatif muda. Barack Obama juga muda. Ini darah segar untuk teman-teman di KPK.

Sudah berkomunikasi dengan tiga pimpinan lainnya?
Insya Allah kami sudah berkomunikasi. Teman-teman mempunyai kelebihan masing-masing, sehingga ini akan menjadi kekuatan KPK jilid tiga.

Meski tidak ada yang ahli akuntansi, komposisi pimpinan KPK menurut Anda sudah lengkap?
Jangan dilihat dari unsur pimpinannya saja. Di KPK ada deputi-deputi yang ahli akuntan. Ini adalah tim yang sangat kuat dan solid. Begitu terpilih, kami harus konsisten bekerja untuk negara sepanjang waktu dari pagi sampai subuh. Saya nggak takut. Rumah saya waktu di Makassar dilempari oleh koruptor. Saya punya wartel hancur, biasalah saya dengan yang begitu.

Anda sudah komunikasi dengan beberapa parpol?
Nggak pernah ada. Karena saya selama ini di Makasar jadi tidak pernah kontak-kontak dengan teman di DPR. Mungkin teman-teman memilih saya karena saya dianggap orang dari kampung yang tidak kepentingan apapun dan belum terkontaminasi.

Bagaimana pendapat Anda soal wacana bahwa tim penyidik KPK sebaiknya independen, terlepas dari kepolisian dan kejaksaan? 
Itu memang salah satu gagasan yang pernah saya sampaikan. Tapi itu harus ada kesepakatan dari eksekutif maupun legislatif. Sebab, bagaimanapun wacana itu kita lontarkan, kalau tidak ada dukungan dari eksekutif dan legislatif, tidak akan berjalan. Kalau tidak disetujui eksekutif dan legislatif, maka kami akan optimalkan penyidik-penyidik kepolisian maupun kejaksaan yang ada di KPK.

Apakah akan menerapkan pembuktian terbalik?
Itu bagus, Malaysia juga menerapkan sistem pembuktian terbalik sempurna.

Bagaimana dengan tindak pidana pencucian uang?
Kalau ada kolerasinya dengan tindak pidana korupsi yang terjadi yang sedang kami sidik, ya tentunya kami akan melihat ke arah sana.

Ini ketiga kalinya ada mengikuti seleksi pimpinan KPK dan akhirnya terpilih. Mengapa begitu ngotot?
Itu kan bentuk komitmen saya. Kalau saya nggak komitmen memberantas korupsi, mungkin hanya sekali saja. Rasanya sia-sia kalau saya tidak mengamalkan disiplin ilmu saya karena S1 sampai S3 saya adalah pidana.

Setelah menjadi Ketua KPK, gaya hidup Anda akan berubah?
Gaya hidup saya biasa-biasa aja. Kami jadi rakyat jelata saja lah. Lebih enak supaya kita bisa makan di pinggir jalan.

Kasus BLBI sudah lama tidak kunjung selesai, Anda mau menyelidiki kasus ini?
Nanti akan kami periksa. Kalau dia memenuhi syarat, kami kejar aja. Siapa tahu giliran saya yang periksa beda. Jangankan BLBI, kalau ada di atasnya BLBI akan kami buru, nggak ada masalah lah itu. Semua kasus-kasus korupsi yang besar akan kami sidik, nggak boleh pilih kasih. Karena kalau kami melakukan penegakan hukum secara tebang pilih, maka kami bertindak tidak adil.

Sudah ada ucapan selamat dari petinggi partai politik?
Nggak ada. Saya ini kan orang kampung, nggak ada Ketua Partai yang kenal, nggak dikenal sama teman-teman di DPR.

Apa harapan Anda kepada pimpinan KPK yang lain?
Setiap pemimpin KPK punya kelebihan-kelebihan khusus. Kalau kami padukan akan menjadi satu kekuatan yang besar. Saya harapkan penegak hukum tidak boleh banyak bicara, hanya melakukan tindakan penyelidikan dan penyidikan. Ini yang saya minta pimpinan KPK fokus bekerja, cukup Jubir saja yang top.

• VIVAnews

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




KECAMATAN KERITANG KIBLAT PERSAWAHAN INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com)  – Dari 13 desa se-kecamatan Keritang ternyata terdapat sebelas desa yang memiliki potensi areal persawahaan yang cukup besar. Dengan demikian kecamatan Keritang merupakan salah satu kecamatan di Indragiri Hilir (Inhil) yang dijadikan percontohan dan sekaligus dipercaya sebagai daerah penghasil gabah terbesar.

 

Diketahui, empat dari sebelas desa yang paling banyak areal persawahaanya adalah desa Kotabaru Reteh, desa Kembang Mekar Sari,desa Seberang Pebenaan dan desa Pebenaan. Sedangkan desa Nusantara Jaya, Pasar Kembang, Pancur, dan Kotabaru Seberida juga memiliki areal persawahan yang cukup luas.

 

“Kita akui empat desa itu potensi persawahaanya diatas rata-rata dibandingkan desa lainnya. Namun tujuh desa lainya, sama-sama memiliki potensi,” kata Camat Keritang,

Ahmad Ramani. Baru-baru ini di Tembilahan.

 

Kata Ramani, kecamatan Keritang secara total memiliki areal perswahaan sebesar 6022 hektar. Untuk mendukung produksi gabah agar semakin mengalami peningkatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Oprasi Pangan Riau Makmur (OPRM) terus memperluas areal persawahaan melalu program Cetak Sawah Baru (CSB) yang disebar pada beberapa kecamatan se-Inhil

 

“Untuk Keritang, yang mendapat program CSB ada beberapa desa diantaranya, desa Pasar Kembang yang saat ini realisaasinya sudah mencapai 250 hektar. Dan kita targetkan hingga tahun 2013 pencapaianya menjadi 5000 hektar,” sebutnya.

 

Ramani menambahkan, untuk meningkatkan hasil produksi pertanian seperti gabah, pihaknya selalu berupaya memberikan penyuluhan kepada para petani. Materi penyuluhan berkaitan dengan bagaimana cara bercocok tanam yang baik dan memberikan pengetahuan sehingga petani tidak melakukan alih pungsi lahan.

 

Untuk meningkatkan hasil panen gabah petani tidak lepas dari sarana dan prasarana seperti ketersediaan peralatan pertanian dan persawahaan. Hal ini mengingat para kelompok tani yang ada di Keitang ketersediaan peralatan pertanian sangat minim.”Intinya kita tetap berupaya untuk mengembalikan nama besar Keritang sebagai daerah penghasil padi terbesar,” pungkasnya.(fsl)




Telur busuk untuk penghina Islam, Irshad Manji

AMSTERDAM (www.detikriau.wordpress.com) – Allahu Akbar! Puluhan Muslim yang tergabung dalam Sharia4Holland dengan semangat meneriakkan takbir dan mengangkat jari telunjuk mereka. Kejadian ini berlangsung di saat para pemuda tauhid tersebut memprotes acara bertajuk “A New Generation of Muslim which Inspire Hope” yang mengundang Irshad Manji, seorang aktivis liberal, sebagai pembicara. Telur busukpun melayang untuknya!

Irshad Manji, aktivis sepilis penganjur hubungan sejenis

Irshad Manji adalah aktivis sepilis (sekuler, pluralis, dan liberalis) yang menganut gaya hidup hubungan sejenis alias lesbianisme. Irshad Manji juga dikenal karena keberaniannya dalam menghujat dan menghina Islam. Wanita asal Kanada yang kini mukim di Belanda ini pernah menyerukan agar cendekiawan barat tidak takut lagi mengkritik Islam.

Irshad Manji sebenarnya sudah tidak laku di dunia Muslim, sehingga mencari barat untuk kegilaannya tersebut. Pada tahun 2003, Irshad Manji mempublikasikan bukunya yang berjudul “The Trouble with Islam Today” yang merupakan kritik tajam terhadap pelanggaran hak-hak perempuan dan kelompokminoritas agama lainnya atas nama Islam.

Tentu saja, buku itu dipuji dibarat, dan dikecam oleh kaum Muslimin, sementara dirinya dianggap sebagai Muslim modernis.

Telur busuk untuk Irshad Manji

Sayangnya, Irshad Manji tidak faham bahwa umat Islam kini berkembang di Eropa, bahkan di negeri seperti Belanda. Maka, dirinyapun terkejut ketika puluhan kaum Muslimin di Amsterdam, dimana dirinya diundang sebagai pembicara, memprotes dan kemudian melemparkan telur busuk kepadanya.

Sebuah diskusi bertema “A New Generation of Muslim which Inspire Hope” terhenti ketika kaum Muslimin yang tergabung dalam Sharia4Holland menerobos masuk ke tempat pertemuan dan memprotes acara tersebut. Irshad Manji pun dihadiahi lemparan telur busuk dan hanya terdiam membeku.

Dikabarkan sebuah mobil khusus polisi segera datang ke lokasi kejadian dan mengusir para pemuda pemberani dari Sharia4Holland tersebut. Dikabarkan pula, dua orang diantara mereka ditahan. Sebagian pengamat menganalisa bahwa kelompok ini juga terkait dengan Sharia4Belgium yang konsisten mengkampanyekan penerapan syariat Islam di Belgia. Mudah-mudahan kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh aktivis sepilis di seluruh dunia agar tidak mudah menghujat dan menghina Islam. Lemparan telur busuk balasannya!

Wallahu’alam bis showab!

(M Fachry/S4I/Arrahmah.com)




Usulkan Pembuatan Portal, Camat Keritang Surati Pemkab

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com)  – Guna mempertahankan kondisi jalan dan jembatan dari kerusakan yang diakibatkan hilir mudiknya kendaraan berukuran besar, pemerintahan kecamatan Keritang surati Pemkab Indragiri Hilir (Inhil) untuk ajukan usulan pembuatan portal.

Demikian dikatakan Camat Keritang Ahmad Ramani. Menurutnya, akibat dari melintasnya truk-truk roda enam yang melebihi tonase membuat sebagian kondisi jalan lintas desa Kotabaru Reteh menuju ibu kota Kecamatan Keritang, yakni Kotabaru Seberida kini mengalami kerusakan cukup parah.

Selain itu, usulan pembuatan portal oleh pihak kecamatan Keritang kepada Pemkab Inhil yang ditebuskan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan (Dishub) bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan jembatan Kuala Reteh. Dimana jembatan ini merupakan jembatan semi permanen sebagai jalur penghubung tiga kecamatan yakni, Reteh, Keritang dan Kecamatan Kemuning.

“Yang amat kita khawatirkan Kalau jembatan tersebut ambruk, maka secara otomatis arus lalulintas desa menuju kecamatan atau kecamatan menuju kecamatan lainnya bahkan penghubung ke Tembilahan ibu kota kabupaten akan lumpuh total,” ujar Ramani, belum lama ini di Tembilahan.

Oleh Karen itu, pihak desa dan kecamatan bersepakat untuk mengirimkan surat kepada Pemkab Inhil, terkait rencana pembuatan portal. “Seperti yang kita ketahui, kekuatan jembatan Reteh itu hanya mampu menopang beban sekitar 1-1,5 ton saja sehingga secara logika dapat dilintasi kendaraan pribadi dan mobil-mobil angkutan kecil, seperti L 300 dan sejenis Cary,” jelasnya.

Memang sebelumnya, kata Ramani lagi, warga sekitar pernah melarang mobil besar melintas disana tapi pada malam hari sekitar  pukul 12.00 WIB keatas mobil-mobil tersebut kembali melintas dan tidak terkontrol oleh warga.

“Intinya selain membuat surat, kami secara langsung juga telah membicarakan ini kepada dinas PU dan Dinas Perhubungan. Semoga apa yang kita buat ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat banyak,” tambahnya. (fsl)




Lakukan Kegiatan Sosial, Singapura Red Cross Kunjungi Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Rombongan Palang Merah Singapura (Singapura Red Cross) kunjungi Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Direncanakan oraganisasi kemanusiaan asal Negara Singa ini akan melakukan sejumlah kegiatan sosial.

Pada Kamis (15/12) sekitar pukul 19.30 malam bertempat di Pondok Makan Moro Kangen Tembilahan, Singapura Red Cross, langsung dijamu Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Inhil untuk melakukan temu ramah. Saat itu Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan yang diwakili Asisten I Setdakab Inhil, H Said Ismail, menyatakan masyarakat Negeri Seribu Jembatan memberikan aspresiasi yang besar atas kedatangan Singapura Red Cross.

Kedatangan Singapura Red Cross tersebut juga merupakan sebuah kebanggaan dan kebahagiaan. “Kami atas nama Pemerintah dan Masyarakat Inhil merasa mendapat pengharagaan yang tiada nilainya,” kata H Said Ismail.

Apalagi lanjutnya, Singapura Red Cross merupakan sebuah organisasi kemanusiaan yang besar di Negaranya. Paling tidak, menurutnya, apa yang menjadi kelebihan mereka, dapat dicontoh oleh PMI Inhil, terutama dalam memberikan pertolongan atau kegiatan-kegiatan yang sipatnya sosial.

Sementara itu, Ketua Singapura Red Cross Mr. Cristofer Chau, menyebutkan sebelum melakukan kunjungan ke Inhil, , pihaknya terlebih dahulu telah melakukan survei pada akhir bulan November 2011 kemarin. Menurut dia, Singapura Red Cross dan PMI sudah lama melakukan hubungan. Meski diakuinya kedatangan ke Inhil kali ini merupakan kunjungan pertama mereka.

“Paling tidak kunjungan ini kita dapat berbagi satu sama lain terutama pada bidang ilmu serta sebagai ajang shering informasi maupun transpormasi pengalaman,”ungkapnya.

Rombangan Singapura Red Cross berjumlah sebanyak 26 orang, dijadwalkan akan melakukan kegiatan sosial di Kota Tembilahan dan daerah lainya di Inhil, seperti Desa Sungai Buluh Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra). Disana Singapura Red Cross, akan menyerahkan bantuan Sembilan Kebutuhan Bahan Pokok (Sembako) kepada warga yang kurang mampu. (fsl)




KEMANA REALISASI BANTUAN DARI DANA APBN BAGI LM3 DI INHIL?

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gemilang Serumpun, Indra Gunawan menilai penerima dana bantuan dari dana APBN bagi Lembaga Mandiri Mengakar di Masyarakat (LM3) di Kabupaten Indragiri Hilir ditenggarai tidak memenuhi ketentuan dan cenderung disalahgunakan. Dirinya berharap, Dana bantuan ini dapat disalurkan tepat sasaran agar mampu meraih hasil sesuai dengan yang diharapkan.

“ LM3 berawal pada tahun 1991 dengan diterbitkannya Surat Keputusan Bersama Menteri Pertanian dan Menteri Agama No. 346/1991 dan No. 94/1991. Mulanya LM3 yang difasilitasi adalah lembaga-lembaga Pondok Pesantren, dengan sasaran berkembangnya usaha agribisnis di masing-masing pondok pesantren.

Pembinaan LM3 oleh Departemen Pertanian lebih dikembangkan lagi sejak tahun 1997, yaitu dengan diterbitkannya Surat Menteri Dalam Negeri No. 412.25/1141/PMD tangal 21 Oktober 1996 dan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 555/Kpts/OT.210/6/97 serta Surat Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian No. RC.220/720/B/VI/1998 tentang Pengembangan Agribisnis LM3.” Papar Ketua LSM Indra Gunawan saat disambangi Vokal di kediamannya, Kamis (15/12/2011)

Dijelaskan Indra lagi, Penetapan LM3 terpilih melalui proses pemilihan yang dilakukan oleh Dinas lingkup Pertanian terkait Kabupaten/Kota, BBDA/BDA, Tim Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha LM3 Pusat serta KPA. Proses pemilihan dilakukan secara transparan atas dasar hasil identifikasi yang berpedoman pada kriteria yang ditetapkan, hasil kajian lapang dan proposal/ rencana usaha LM3.

“yang ingin saya pertanyakan, Kabupaten Inhil menurut informasi yang saya terima juga sudah beberapa kali menerima bantuan dana APBN untuk apa yang dinamakan gerakan LM3 ini. Hanya saja, secara pribadi sampai saat ini saya belum pernah mendengar LM3 mana saja yang telah memperolehnya dan bagaimana realisasinya dilapangan.” Tanya Indra

Menurut Indra, program ini seharusnya disosialisasikan secara luas kepada masyarakat khususnya di pesantren-pesantren. ia mendapat informasi, penerima bantuan dana APBN untuk Kabupaten Inhil terkesan tidak memenuhi persyaratan yang dimintakan. “saya hanya merasa aneh saja, program LM3 yang telah mengharumkan dan mampu menumbuhkan sektor ekonomi pada beberapa pesantren di hampir seluruh wilayah Indonesia ini kok anginnya terlalu pelan berhembus di Inhil? dan malah saya mendengar ada yang sudah mendapatkan bantuan ternak kambing namun kini hewan ternaknya sudah tidak diketahui lagi dimana rimbanya. Jadi saya sangat berharap agar semua pihak dapat turut bersama-sama melakukan pantauan bantuan bagi LM3 ini agar tujuan mulianya benar-benar bermanfaat dan tidak hanya malah dipergunakan oleh kelompok tertentu untuk niat yang menyimpang” pungkas Indra.(fsl)