DESA SUNGAI BELA DALAM GAMBAR

www.detikriau.wordpress.com — Desa Sungai Bela merupakan sebuah desa yang terdapat di Kecamatan Kuindra Kabupaten Indragiri Hilir. Penghasilan utama masyarakat adalah sebagai nelayan. Dari segi geografis,  desa ini sangat layak untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya keramba apung.

Selama ini, desa sungai bela cukup dikenal sebagai salah satu sentra penghasil perikanan tangkap untuk Kabupaten Indragiri Hilir. Kawasan ini terus berbenah dalam upaya untuk mengejar berbagai ketertinggalan terutama dalam bidang infrastruktur dan pendidikan. 




HERWANISSITAS: BANTUAN SEBAGAI BENTUK TANGGUNGJAWAB MORAL KEPADA MASYARAKAT PEMILIH.

Sungai Bela (www.detikriau.wordpress.com) – Anggota DPRD Inhil asal daerah Pemilihan (Dapil) Tiga, Herwanissitas mengatakan apa yang diperbuatnya hari ini adalah sebagai bentuk tanggungjawab moral atas kepercayaan yang telah dititipkan masyarakat dipundaknya. Dirinya berjanji, untuk terus berjuang demi memenuhi amanah konstituennya.

“Sesuai  Amanat UU No 27 tahun 2009 tentang DPRD dan PP No 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Perda tentang Peraturan Tata Tertib DPRD itu sendiri, dipundak setiap anggota DPRD diberikan tanggungjawab untuk memperjuangkan aspirasi dari konstituen pemilih mereka. Saya sangat menyadari dan insyaallah tidak akan pernah lupa bahwa dalam pemilihan umum yang lalu, Bapak-bapak telah menitipkan amanah kepercayaan kepada diri saya dan apa yang saya perbuat hari ini bukanlah merupakan sebuah kebanggan tapi semua ini sebuah kewajiban sebagai wujud tanggungjawab moral diri saya dalam mengemban amanah itu sendiri,” Ungkap Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini saat memberikan kata sambutan sebelum menyaksikan secara langsung penyerahan bantuan kepada 87 warga nelayan desa sungai bela. Ahad (23/10/2011)

Saya sangat berharap, tambah Sitas panggilan akrab Politisi PKB ini, Kepada yang menerima bantuan kali ini dapat mempergunakannya dengan baik dan untuk yang belum menerima nanti akan kembali di data dan insyaallah saya akan kembali untuk memperjuangkan.”Ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Sitas juga menyampaikan bahwa paket bantuan ini belum dalam bentuk barang jadi dalam artian masyarakat penerima masih harus melengkapi beberapa bagian agar siap untuk dipergunakan.

“hal ini sengaja kita lakukan dengan harapan penambahan secara swadaya sebahagian kecil peralatan dari masing-masing penerima sebelum peralatan ini bisa dipergunakan akan memberikan rasa memiliki yang lebih mendalam dan tentu akan merawatnya dengan baik. Insyaallah, setiap tahun anggaran selama masa jabatan saya, saya akan terus berusaha untuk memperjuangkan aspirasi yang bapak-bapak sampaikan. Jadi tolong do’akan semoga saya selalu terus diberikan kesehatan oleh Allah agar bisa terus bersama-sama membangun daerah kita tercinta ini”Pungkasnya. (fsl)




DKP INHIL, SERAHKAN BANTUAN ALAT TANGKAP PERIKANAN KEPADA 87 NELAYAN DESA SUNGAI BELA

Sungai Bela (www.detikriau.wordpress.com) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir, H. Saripek diwakili Kepala Seksi Pengendalian Sumber Daya Pesisir, Sahir, Bertempat di Kantor Kepala Desa Sungai Bela, Ahad (23/10/2011) menyerahkan paket bantuan Pengembangan dan Peningkatan Produksi Sarana Perikanan Tahun Anggaran 2011 kepada 87 orang nelayan Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra. Dalam kata sambutannya, Sahir menyatakan secara volume paket bantuan yang diserahkan kali ini terbilang yang terbanyak.


“Dari sekian kali saya menyerahkan bantuan kepada masyarakat, kali ini secara volume jumlah penerima terbilang yang terbesar. Biasanya untuk satu Desa paling banyak berjumlah belasan orang. Hari ini, kita menyerahkan paket bantuan kepada 87 orang penerima dari nelayan Desa Sungai Bela,” Ungkap Sahir diiringi tepuk tangan warga nelayan dengan wajah berbinar penuh rasa suka.
Dijelaskan Sahir menyampaikan pesan dari Kadis DKP Inhil dalam lanjutan sambutannya, pendanaan bantuan ini bersumber dari APBD Inhil melalui dana aspirasi anggota DPRD Inhil asal Daerah Pemilihan tiga, Herwanissitas. Menurutnya lagi, DKP Inhil cukup berbangga hati karena Herwanissitas ikut turun bersama dalam penyerahan bantuan kali ini.
“Kesedian beliau (herwanissitas. Red) mendampingi DKP
menyerahkan bantuan ini, jelas menunjukkan komitmen dan kepedulian beliau dengan kemajuan daerahnya.” Ungkap Sahir sambil meneruskan dengan beberapa wejangan agar masyarakat juga memperhatikan pelestarian lingkungan terutama pelestarian kawasan hutan mangrove karena menurutnya, kawasan hutan mangrove ini menjadi habitat ikan untuk berkembang biak.


Dalam kesempatan itu, Sahir juga menyampaikan pesan dari Kadis DKP Inhil agar bantuan ini dapat dipergunakan untuk keperluan sendiri dengan pengertian tidak diperjualbelikan atau dipindahtangankan kepada pihak lain.”tolong ini untuk diperhatikan karena sebelum menerima bantuan ini, bapak-bapak diharuskan untuk menandatangani surat pernyataan mengenai keharusan itu dan ini memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan memiliki sanksi pidana bagi yang tidak mematuhi,” Ujar Sahir menyampaikan peringatan.
Kepala Desa Sungai Bela, Hasanudin, SH dalam penyampaian kata sambutannya, mewakili masyarakat Desa Sungai Bela mengucapkan terimakasih atas Komitmen seorang wakil mereka di DPRD Inhil (Herwanissitas. Red) dengan perbuatan nyatanya untuk peningkatan ekonomi masyarakat daerah asalnya. Dirinya juga berharap agar apa yang telah diperbuat oleh Herwanissitas ini menjadi contoh bagi 5 orang wakil daerah pemilihan mereka lainnya yang kini duduk di gedung DPRD Inhil.
“Kita memiliki 6 orang Wakil dari Dapil 3 yang kini duduk di Gedung DPRD Inhil. Mereka-meraka itu juga jelas memiliki tanggungjawab yang sama untuk memperhatikan aspirasi dari masyarakat daerah pemilihnya. Semoga apa yang telah diperbuat saudara kita Herwanissitas hari ini dapat dijadikan contoh bagi 5 wakil kita lainnya untuk berbuat yang sama,”Harap Hasanuddin.
Dalam kesempatan ini, Hasanudin juga berpesan agar warganya yang menerima bantuan kali ini dapat bersyukur dan mempergunakannya dengan baik. Dirinya berharap, dengan adanya tambahan peralatan yang diperbantukan kali ini, hasil yang diperoleh sebahagian kiranya dapat disisihkan bagi membiayai pendidikan anak-anak mereka.
“Mudah-mudahan dengan adanya tambahan peralatan ini, kelebihan sebahagian rezky yang kita terima nantinya kiranya dapat disisihkan untuk pendidikan anak-anak kita karena kemajuan daerah kita kedepannya sangat ditentukan oleh apa yang kita perbuat hari ini dalam membangun generasi penerus.” Pesan Sang Kades.

Paket bantuan yang diserahkan kali diperuntukkan bagi 50 orang nelayan rawai, 20 orang nelayan jaring tambat, 17 orang nelayan jaring 2 inc dan 1 unit kendaraan air kecil bermesin diesel (pompong. Red). Disamping bantuan tersebut, melalui Herwanissitas, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, Desa sungai bela dalam tahun anggaran ini juga memperoleh bantuan tambahan 1 unit ruang kelas SD dan 1 unit bantuan perpustakaan. (fsl)




HARGA ANJLOK, PETANI KELAPA INHIL DIAMBANG KEHANCURAN.

Diharapkan tindakan riil dari Pemkab Inhil untuk mencarikan solusi terbaik

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com) – Anjloknya harga penjualan kopra membuat petani kelapa semakin sengsara. Sebagai daerah penghasil kopra terbesar di Indonesia dan sebahagian besar dari jumlah penduduknya menggantungkan hidup pada komoditi perkebunan ini, tentu anjloknya harga kopra ini akan berdampak sangat siknifikan pada sektor perekonomian masyarakat Inhil secara keseluruhan. Dengan kondisi seperti ini, diharapkan adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk mencarikan solusi terbaik.

“Belakangan ini kita semakin bingung pak. satu-satunya sumber penghasilan ekonomi keluarga secara turun temurun dari perkebunan kelapa ini tampaknya semakin hari semakin tidak bisa diharapkan. Hasil yang diperoleh, jangankan untuk ditabung, sekedar untuk biaya perawatan kebun dan sekedar mengganjal perut anggota keluarga bisa dibilang pas-pasan.” Jelas Amir, warga seberang Tembilahan,  saat bertemu detikriau di Tembilahan, Kamis (20/10/2011).

Menurut penuturan ayah tiga orang putri ini,  agar hasil yang didapat dari perkebunaan kelapa cukup untuk menafkahi angggota keluarganya, dirinya terpaksa mengabaikan biaya perawatan untuk kebun.”mau dibilang apa lagi pak. biasanya dulu saya melakukan perawatan dengan pemupukan secara rutin tapi kini ya seadanya saja, paling-paling kita hanya menaburkan garam ditambah sedikit terusi tapi konsekwesinya ya hasil panen yang didapat jelas juga menurun.” Jelas Amir dengan bimbang.

Petani Kelapa Lainnya, Udik (45) juga membenarkan hal ini. dirinya berharap agar pihak-pihak terkait khususnya pemerintah kabupaten Inhil dapat mencarikan solusi terbaik untuk membantu petani menghadapi situsasi seperti saat ini. “maunya ya janganlah pemerintah terus membangun berbagai fasilitas fisik yang tebilang memerlukan biaya sangat besar. tolonglah buatkan untuk masyarakat semcam program apapun itu untuk mengatasi berbagai persoalan yang kini tengah mengancam sektor perkebun karena memang disektor ini sebahagian besar masyarakat Inhil menggantungkan hidup.” Pinta Udik dengan penuh asa.

Memang, beberapa tahun belakangan ini sektor perkebunan khususnya perkebunan kelapa dalam semakin terpuruk dengan berbagai permasalahan. seperti rusaknya sistim trio tata air yang menyebabkan ribuan hektar sektor perkebunan ini terancam musnah  ditambah lagi kepastian harga jual yang terbilang tidak pernah berpihak kepada petani.

Pemerintah daerah dalam setiap kesempatan selalu mengembar-gemborkan sektor perkebun ini sebagai andalan hidup terbesar masyarakat Inhil bahkan dengan lantang berani menyebutkan bahwa perkebunan kelapa inhil adalah perkebunan terbesar di Indonesia. Namun, dalam kondisi riil, apa yang sudah diperbuat oleh pemerintah kabupaten untuk mempertahankan eksistensi sektor kebanggan ini?. (faisal)

 

 

 

 

 

 

 

 

 




JUMLAH PEROLEHAN MEDALI Rabu, 19/10/2011 Pukul 23.30 (Sumber. Media Centre)

www.detikriau.wordpress.com — Kabupaten Inhil, 41 emas, 27 perak dan 32 perunggu, Kabupaten Bengkalis, 35 emas, 28 perak dan 34 perunggu, Kabupaten Siak, 20 emas, 30 perak dan 37 perunggu, Kota Pekanbaru, 19 emas, 26 perak dan 39 perunggu, Kota Dumai, 11 emas, 12 perak dan 21 perunggu, Kabupaten Rohul, 9 emas, 2 perak dan 18 perunggu, Kabupaten Kuansing, 8 emas, 12 perak dan 14 perunggu, Kabupaten Inhu, 8 emas, 6 perak dan 18 perunggu.

 

Kabupaten Kampar, 7 emas, 8 perak dan 18 perunggu, Kabupaten Kepulauan Meranti, 7 emas, 6 perak dan 18 perunggu, Kabupaten Pelalawan, 4 emas, 11 perak dan 24 perunggu, Kabupaten Rohil, 1 perak.

 

 




RAPAT PERSIAPAN PENUTUPAN PORDA VII RIAU

Tembilahan (www.detikriau.wordpress.com)Rabu, 19 Oktober 2011 bertempat di Sekretariat KONI Kab.Inhil Jl.Pendidikan Tembilahan, Sekda Kab.Inhil memimpin rapat persiapan penutupan  PORDA VII Riau yang rencananya akan dilaksanakan pada tgl 23  Oktober 2011.

Pada kesempatan tsb  Sekda yang juga bertindak sebagai Ketua Harian Koni sekaligus Ketua Harian pelaksannaan PORDA VII Riau memberikan Bonus secara simbolis kepada tim Cabor Kempo Kab.Inhil yg telah mengakhiri pertandingan dengan perolehan medali. 3 emas, 5 perak dan satu perunggu.(wai/humas pemkab inhil)