BKD TIDAK AKAN BERIKAN IJIN DILUAR KETENTUAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Komfirmasi yang diberikan Kepala UPTD Disdik, Kecamatan Enok, Junaidi Mas perihal pasangan suami istri guru SD 017 Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok, Yusril dan Repiul yang masih menerima gaji seperti biasa meskipun sudah tiga tahun tidak mengajar yang katanya sudah mendapat ijin dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), disanggah. Menurut Kepala BKD Kabupaten Inhil, Afrizal, apapun bentuk ijin yang dikeluarkan tentunya harus sesuai ketentuan.

‘Kalau yang dimaksud ijin belajar, mungkin saja benar BKD yang berikan. Tapi kalau ijin untuk tidak menjalankan tugas dan kewajiban apalagi katanya sudah bertahun-tahun, ini jelas tidak benar dan menyalahi aturan. Mana mungkin kita berikan ijin seperti itu. Yang jelas, apapun bentuk ijin yang kita berikan tentu harus sesuai dengan peraturan yang ada,” Jawab Afrizal ketika dikomfirmasi  diruang kerjanya, rabu (21/12/2011)

Diperjelas Afrizal, kalau memang katanya pasangan oknum guru ini benar sedang mengurus ijin mutasi, ini juga bukan berarti bisa seenaknya pergi meninggalkan tugas begitu saja.”Sebelum ijin itu resmi diberikan, mereka tentunya harus tetap berada dimana mereka ditugaskan dan menjalankan semua kewajiban yang menjadi tanggungjawabnya,” Tegas Afrizal.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Sekolah SD 017 Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok, Iskandar beralasan bahwa tidak masuknya kedua oknum tenaga pengajar SD 017 ini didasarkan kesepakatan yang dibuat secara bersama dengan pertimbangan orangtua guru tersebut mengalami penyakit stroke dan harus mendapatkan pengawasan.”salah satu tenaga pengajar kita itu orang tuanya mengalami penyakit stroke dan dia anak satu-satunya makanya terpaksa harus turun tangan sendiri melakukan perawatan.”Jawab Kepsek menjawab komfirmasi  waktu itu.

Terkait hal ini, Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Disdik Kecamatan Enok, Junaidi Mas ketika dikomfirmasi malah dengan lantang menjawab bahwa ini sudah persetujuan dari “orang atas”.

“Oh, yang itu ya, itu sudah persetujuan orang atas. Nantilah ya, saya sedang berada di kantor Camat,” Ucapnya berusaha untuk mengelak saat dilakukan komfirmasi, Selasa (29/11/2011) yang lalu.

Dengan berbagai tutur kalimat, detikriau kembali minta dipertegas, yang dimaksud olehnya “orang atas” itu siapa? Dengan nada suara enggan Junaidi mengatakan “BKD” jawabnya kembali dan meminta menyudahi komfirmasi dengan alasan dirinya sedang sibuk.

Oknum pasangan tenaga pengajar SD 017 Desa Rantau Panjang yang dikabarkan tidak pernah lagi mengajar sejak tahun 2008 yang lalu ini ketika ditelusuri di Dinas Pendidikan Inhil, diketahui bahwa mereka masih terdata sebagai PNS dilingkungan Pemkab Inhil dan sampai hari ini masih menerima gaji setiap bulannya dengan besaran masing-masing Rp. 3.149.400 dan Rp. 2.660.000. (fsl)




DISERANG FLU BURUNG, PETERNAK MERUGI JUTAAN RUPIAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Peternak Ayam Bangkok jalan Batang Tuaka Kecamatan Tembilahan Kota harus menelan pil pahit. Indukan ayam Bangkok super milikinya hanya dalam hitungan hari ludes menjadi bangkai. Dari hasil pemeriksaan dinas pertanian dan peternakan Inhil, biang kerok yang membuat rugi peternak hingga jutaan rupiah ini positif Flu Burung (H5N1).

“Hasil pengujian positif, ternak terserang flu burung pak.”Ucap petugas setelah memeriksa sample ayam yang mati menggunakan rapid test.

Menurut pengakuan peternak, Nadin, ayam bangkoknya mulai kedapatan mati secara mendadak sejak minggu (18/12)

“Sudah tiga hari ini setiap harinya ada saja ternak saya yang mati bang. Herannya saat sore hari ayam-ayam saya masih terlihat segar bugar dan esok paginya sudah kaku dengan bagian kepala terlihat membiru. Saya juga kurang tau apa jenis penyakitnya,” Keluh Nadin, Selasa (20/12/2011).

Menurut Nadin, karena memang hoby dan untuk mencari penghasilan sampingan, selama ini dirinya memelihara unggas jenis ayam Bangkok. Dengan hasil penjualan ayam dengan harga yang terbilang cukup mahal ini, paling tidak ia mampu memenuhi berbagai keperluan rumah tangganya.”dalam beberapa hari ini sudah 5 ekor indukan ayam Bangkok saya yang mati mendadak. Kalau dihitung-hitung saya sudah merugi jutaan bang. Untuk jenis babon dewasa, paling tidak saya pasarkan dengan harga Rp. 500 ribuan dan jantan Dewasa harganya bisa saya lepas jutaan. Dengan matinya 4 ekor babon dan 1 jantan dalam tiga hari ini berarti saya telah merugi jutaan. Dan yang membuat saya kesal, satu babon super saya yang sedang bertelur tadi pagi saya temui sudah terbujur kaku. Kini indukan Bangkok saya hanya tinggal beberapa ekor dan sayapun belum tau gimana nasibnya” Ungkap Nadin. (fsl)




Hingga Sekarang Draf KUA PPAS Belum Masuk ke Dewan

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Hingga Selasa, (20/12) draf KUA PPAS belum diserahkan oleh pihak eksekutif ke legislatif untuk dilakukan pembahasan lebih jauh. Padahal sebelumnya, Sekdakab Inhil Alimuddin RM mengungkapkan paling lambat draff KUA PPAS tersebut akan diserahkan pertengahan Desember kemaren.

 

“Yang jelas hingga sekarang, draf KUA PPAS tersebut belum kita terima,” ungkapan itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi II yang juga Ketua Fraksi Partai kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indragiri Hilir, Herwanisitas, melalui HP, Selasa, (20/12).

 

Masih menurut yang bersangkutan, memang ada pemberitahuan yang disampaikan oleh eksekutif terkait dengan pembahasan KUA PPAS. Tapi karena dewan ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan berkaitan dengan dana Bansos pusat, makanya sebagian anggota dewan ada yang ke Jakarta untuk melakukan konsultasi.

 

Sebelumnya Sekdakab Inhil saat peletakan batu pertama pembangunan mesjid Iqra di desa Lubuk Besar Kecamatan Kemuning mengungkapkan, paling lambat pertengahan Minggu ini, KUA PPAS akan diserahkan ke DPRD Inhil untuk dilakukan pembahasan lebih jauh. Penyerahan ini, dinilai agak terlambat, dari tahapan pembahasan APBD.

 

“Pertengahan Minggu ini KUA PPAS akan kita serahkan ke DPRD Inhil untuk dilakukan pembahasan,” kata Sekdakab Inhil Alimuddin RM, ketika itu.

 

Ketika disinggung keterlambatan penyerahan KUA PPAS, menurut Sekdakab, ada beberapa poin yang harus dilakukan perbaikan. Dan sejauh perbaikan sudah selesai dan dapat kita serahkan ke DPRD Inhil. Diharapkan setelah penyerahan nantinya dapat segera dilakukan pembahasan.

“Ada beberapa perbaikan yang kita lakukan, tapi sekarang perbaikan sudah finish. makanya minggu ini KUA PPAS akan kita serahkan ke dewan,” ujar mantan Kadis Perhubungan dan Distamben tersebut. (Nejad)




Wabup Lepas Jalan Santai Bersempena Dengan Hari Kesehatan Nasional Ke -47

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Selasa, (20/12), bertempat di Lapangan Upacara Jalan  Gajah Mada Tembilahan, berlangsung senam bersama dan pelepasan jalan santai sempena Hari kesehatan Nasional ke – 47 Kabupaten Indragiri Hilir.

 

Acara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Inhil H. Rosman Malomo SH.MH,  dan  Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah kab. Inhil, Ketua pengadilan Negeri dan Ketua Pengadilan Agama Tembilahan, Sekda Kab. Inhil dan para pejabat dilingkungan Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini diikuti ribuan pelajar dan siswa serta peserta umum lainnya yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

 

Dalam sambutannya Wabup Inhil menyatakan bahwa ia atas nama Pemerintah  dan segenap masyarakat Kabupaten Inhil menyambut baik dengan diselenggaraknnya senam dan jalan santai ini. Karena kesehatan adalah salah satu faktor penting bagi kita guna mewujudkan visi dan misi Inhil berjaya dan gemilang tahun 2025.

 

Masih menurutnya pada peringatan HKN tahun ini mengambil Tema ” Indonesia Cinta Sehat” dengan sub tema “Cinta Sehat, perilaku pasti bersih dan sehat, lingkungan pasti bersih dan sehat. “Dengan kegiatan ini diharapkan melahirkan individu yang sehat, karena pada dasarnya, salah satu modal dalam kerangka pembangunan adalah terletak pada SDM yang handal. Hal itu tentunya hanya bisa digapai, kalau memang individu yang diharapkan sehat secara jasmani dan rohani,” imbuhnya.

 

Pada acara tersebut Wakil Bupati Inhil H rosman Malomo SH MH, juga diserahkan bantuan dan piagam penghargaan,dan bagi peserta jalan santai juga disediakan hadiah utama berupa kulkas dan TV, dan hadiah door prize lainnya. (Nejad)




SUARA HARIMAU SERING TERDENGAR. WARGA DIHARAP BERHATI-HATI LAKUKAN AKTIFITAS

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Warga jalan Pekan Arba Tembilahan beberapa minggu belakangan ini mulai gelisah. Pasalnya, sudah beberapa warga mendengar suara auman seperti suara harimau. Suara itu sering mereka dengar dimalam hari.

“Beberapa malam lalu saya sempat terjaga dari tidur saya karena mendengar seperti suara dengkuran yang tidak asing di samping rumah saya. Saat itu sekira pukul 01.00 dinihari. Karena penasaran, sayapun membuka jendela kamar dan mengeluarkan suara membentak untuk coba mengejutkan dan mencari tahu asal suara tadi dan saat itu juga saya mendengar seperti suara geraman binatang yang tidak asing ditelinga saya dan rerimbunan semak diluar jendela kamar terlihat bergerak, ya seperti suara harimau,” Cerita Fery seorang warga Pekan Arba saat bertemu di Tembilahan baru-baru ini.

Menurutnya, takut ia salah mendengar, iapun segera membangunkan istrinya dan meminta memberikan pendapat kira-kira geraman itu suara apa.”Ketika saya kembali membentak, suara geraman itu kembali terdengar dan kembali terlihat rerimbunan semak tersebut bergerak dan sepertinya ada sosok yang bergerak lalu menjauh. Istri saya dengan nada suara gelisah berpendapat bahwa geraman binatang itu adalah suara harimau.” Ujarnya bercerita.

Selama ini, lanjutnya, disekitar rumahnya setiap hari dirinya sering melihat hewan jenis babi dimalam hari banyak berkeliaran namun sudah beberapa waktu belakangan ini sudah sangat jarang.

Utoh, warga Pekan Arba lainnya malah dengan tegas menyatakan pernah secara sepintas melihat hewan yang diyakininya adalah harimau. Hanya saja ia mengatakan tidak melihat secara utuh.” Sore itu saya baru pulang dari merawat kebun kelapa saya yang memang kebetulan lokasinya tidak jauh dari rumah. Kebun saya dibatasi dengan sebuah anakan parit yang tidak berapa lebar, kira-kira 4 meteranlah lebarnya. Saya sempat kaget karena dengan jelas dibalik semak-semak saya melihat bagian punggung hewan yang cukup besar dan ekor panjang dan begitu saya perhatikan, saya yakin itu adalah seekor harimau.” Jelas Utoh.

Lanjut Utoh, karena kaget dan tidak mau mengambil resiko, dirinyapun bergegas meninggalkan lokasi dan segera pulang ke rumah. Dirinya meminta agar mempublikasikan hal ini agar warga yang akan melakukan aktivitas di lahan kebun mereka dapat lebih berhati-hati.” Tolong beritakan aja bang. Paling tidak warga bisa bersiap-siap dan tentunya lebih berhati-hati kalau akan beraktivitas di kebun mereka,” Ujar Utoh. (fsl)




BUSER POLRES INHIL RINGKUS “DAN” DI BATAM CENTRE

Rekan Penjarah Gaji Guru 700-an juta di Pulau Kijang.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) –- Setelah meringkus Adi taggal 14 Desember lalu, sabtu (17/12) kemaren tim  Buser Polres Inhil kembali berhasil mengamankan DAN (30) di kawasan Batam Centre Provinsi Kepulauan Riau. Adi dan DAN adalah dua orang rekan Iwan Setiawan (31), pegawai kantor pos pembantu Pulau Kijang Kecamatan Reteh yang diduga membawa kabur uang gaji guru sekitar 700an juta beberapa waktu lalu. Dari keterangan DAN, kuat dugaan Iwan Setiawan saat ini sudah melarikan diri ke Pulau Jawa.

 

 

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kapolsek Reteh AKP Suryadi Ningrat saat dihubungi membenarkan telah ditangkapnya DAN yang juga ikut  menikmati uang curian itu di Batam Centre.

 

“ya, DAN ini juga ikut menemani tersangka melarikan diri ke pulau Jawa. Dari keterangan DAN, mereka akhirnya berpisah di Jakarta karena DAN takut membawa tersangka Iwan ke Batam sebab dia sudah menjadi DPO. Selama menemani tersangka, DAN telah menikmati uang curian sebesar Rp 10 juta,” kata Kapolsek.

 

DAN yang bekerja sebagai security koperasi Telkomsel di Batam, lanjut Kapolsek, saat ditangkap mengaku akan menyerahkan diri ke Polsek Batam Kota. Namun sebelum itu dilakukan, tim Buser sudah duluan menangkapnya.

 

“Dari DAN kita berhasil menyita barang bukti dua unit Handphone Blackberry Gemini yang dibeli dari uang curian saat dikasih tersangka, dan uang itu dikirim melalui rekening,” kata Kapolsek.

 

Pada 15 Desember lalu, tim Buser juga berhasil menangkap sepupu tersangka, Adi di daerah Sungai Piring Kabupaten Inhil.

 

“Si Adi ini merupakan sepupu tersangka yang disuruh untuk menemaninya melarikan diri ke Jawa Barat. Mereka bertemu di Jambi, setelah tersangka menghubungi Adi yang saat itu berada di Pekanbaru, sehari setelah kejadian,” kata Kapolsek.

 

Dari keterangan yang disampaikan Adi, lanjut Kapolsek, dirinya baru mengetahui setelah berada di Cilegon bahwa tersangka Iwan telah mengelapkan gaji guru sebesar Rp 700 juta. Selama perjalanan dari Jambi menuju Cilegon, Adi dan tersangka Iwan menggunakan jasa penerbangan Batavia Air dari Jambi.

 

“Saya baru tahu kalau dia (Iwan,red) telah mengelapkan uang di tempat dia bekerja, saya diajak menemaninya untuk pergi ke rumah keluarga yang ada di Cirebon. Saat saya tanya kenapa berani betul kau mencuri uang, dia terpaksa melakukan ini karena dililit hutang,” kata Kapolsek mengulangi kalimat Adi.

 

Tersangka Iwan Kurniawan (31) merupakan salah seorang pegawai Kantor Pos Pembantu Pulau Kijang, Kecamatan Reteh yang telah membawa kabur uang gaji guru sekitar Rp 700 juta pada 5 Desember lalu. Raibnya uang gaji para guru tersebut diketahui setelah para guru di Kecamatan Reteh mendatangi Kantor Pos Pembantu Pulau Kijang awal Desember lalu untuk mempertanyakan terkait keterlambatan pembayaran gaji mereka.

 

Setelah satu minggu menunggu, ternyata keterlambatan pembayaran gaji itu disebabkan uang gaji mereka telah dibawa kabur oknum pegawai. Uang yang dibawa kabur pegawai tersebut merupakan gaji guru SD, SMP dan SMA serta uang pensiunan , termasuk juga uang setoran PLN dari pelanggan di Kecamatan Reteh.(fsl)