Kisah Nyata: Akhir hayat penggemar musik dan pencinta Al-Qur’an

www.detikriau.wordpress.com –Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”

Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.

Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.

Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.

Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.

Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.

Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku.

Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.

Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya…

Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.

Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.

Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.

Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.

Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.

Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.

* Kejadian Yang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.

Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.

Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapatpenanganan.

Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.

Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.

“Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.

Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.

Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah  wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit…

Kepada orang-orang di sanal kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.

Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.

Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.

Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan.

Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.

“Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah”.

Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…

Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…

Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin…(Azzamul Qaadim, hal 36-42)

Sumber : [“Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab”; judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48]

 




RI CABUT MORATORIUM TKI KE MALAYSIA

www.detikriau.wordpress.com – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa pemerintah akan mencabut moratorium Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. 
Menurutnya, penempatan TKI sektor informal atau penata laksana rumah tangga akan kembali dibuka mulai 1 Desember 2011, setelah pemberlakuan moratorium sejak Juni 2009.

“Malaysia telah menjamin perlindungan TKI,” katanya saat memberi sambutan pada sosialisasi penempatan dan perlindungan TKI melalui kesenian tradisional yang diselenggarakan oleh BNP2TKI di depan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Jumhur mengatakan, pemerintah sangat mempertimbangkan penempatan TKI ke berbagai negara yang dapat menjamin perlindungan TKI secara baik. Jika itu belum bisa dilakukan atau terjadi permasalahan TKI di negara penempatan, pemerintah akan menghentikan jalur distribusi ke negara tersebut.

Terlepas janji manis Malaysia, pencabutan moratorium juga didasari kekhawatiran pemerintah terhadap peningkatan jumlah TKI di luar negeri yang tidak terdokumentasi atau ilegal.

Setelah moratorium dicabut, pemerintah berjanji akan melakukan tiga hal. Pertama, meningkatkan pengawasan PJTKI dan setiap PJTKI yang tidak legal akan ditindak tegas.

Kedua, Pemda melalui kelurahan, kecamatan dan Disnaker harus bekerja ekstra keras untuk menjadi pelayanan utama untuk menghindari calo, sehingga PJTKI nanti melalui dinas tenaga kerja. Ketiga, pemerintah akan memberikan pengawasan bersama polisi.

Hingga kini, pemerintah masih memberlakukan moratorium atau penghentian sementara penempatan TKI ke Arab Saudi, Kuwait, Yordania, dan Suriah.(vivanews)




BATAM SIAGA SATU

BATAM (www.detikriau.wordpress.com) – Batam ditetapkan siaga satu oleh Polresta Barelang menyusul kerusuhan Kamis (24/11) kemarin. Menurut Pjs, Kapolresta Barelang, Yohannes Widodo, status siaga tersebut mutlak harus ditetapkan. Sebab, dalam demo buruh yang berakhir rusuh, mereka sudah berbuat diluar batas dengan membakar dan merusak seluruh pos polisi yang ada.
“Sikap tersebut kita ambil guna mengembalikan kondisi Batam kembali kondusif seperti semula,” ujar Yohannes. Yohannes sendiri berharap, agar perwakilan aliansi buruh bisa menginstruksikan belasan ribu buruh tak kembali berdemo. Sebab, kalaupun dipaksakan  turun lagi ke Pemko Batam dengan jumlah yang sama, bisa dipastikan kan rusuh lagi.

“Sebaiknya kalau mau berunding dengan Walikota, melalui perwakilan saja, bukan malah membawa belasan ribu massa yang akhirnya mereka sendiri tak dapat mengendalikan massanya yang brutal,” kata Yohannes.

Batam Pos (Grup JPNN) mendapat bocoran informasi dari salah seorang anggota polisi, bila hari ini masih ada aksi serupa, Polresta Barelang akan mendapat bantuan personel dari Polresta Tanjungpinang dan Bintan.

Apakah ada instruksi tembak ditempat seandainya demo buruh kembali rusuh? Yohannes menegaskan instruksi tembak ditempat tak akan diberlakukan. “Saya masih percaya dengan koordinator aksi dari belasan ribu buruh bisa membuat anggotanya berpikir jernih untuk tak membuat onar,” katanya.

Adanya demo rusuh selama dua hari di Batam, sempat memunculkan isu, akan ada sweeping besar-besaran dari para buruh pendemo terhadap pegawai Pemko yang memakai batik atau baju safari. Namun, isu itu, kata Yohannes pastinya dari kepolisian akan memback-up masyarakat dalam bentuk pengamanan agar isu itu tak muncul sungguhan.

Sedangkan, ketua SPSI Batam, Syaiful Badri, berharap ribuan buruh yang sudah berdemo, agar hari ini tak turun lagi guna mengantisipasi keamanan terhadap para buruh. Pantauan Batam Pos di lapangan, patroli kepolisian masih berkeliaran dijalan-jalan, mengantisipasi adanya kerusuhan susulan lagi nantinya.

Setelah bubar dari Kantor Wali Kota Batam, pendemo ternyata masih melanjutkan aksinya. Mereka merusak seluruh pos polisi dan fasilitas umum yang ada di sejumlah titik.

Di Simpang Kabil, massa merusak pos polisi dan membakar satu unit mobil patroli dan satu unit motor milik polisi. Persitiwa serupa juga terjadi di Simpang Dam dan Simpang Panbil, Mukakuning. Di sana massa juga membakar dua unit kendaraan pelat merah.

Massa juga merusak sejumlah pos dan kantor polisi di seluruh wilayah di Batam. Mulai di Nagoya, Batuaji, Sekupang, Simpang Jam dan lain sebagainya. Pos Satpol PP di sejumah titik juga dirusak dan dibakar massa.

Sebaliknya, aparat polisi juga menggelar sweeping di sejumlah titik. Di BAtuampar, polisi menangkap sedikitnya lima karyawan McDermott. Padahal mereka baru saja pulang kerja.

Tak hanya ditangkap, polisi juga menyiksa para pekerja tak berdosa itu. Sejumlah pekerja mengalami luka serius di bagian kepala. Parahnya lagi, polisi juga merusak kendaraan milik para pekerja McDermott.

Terpisah, jajaran polisi juga sweeping di wilayah Sekupang, Batuaji dan Mukakuning. Dengan iring-iringan 10 kendaraan, terdiri dari tiga mobil polisi, empat truk polisi, satu unit water canon dan dua unit mobil pemadam kebakaran, aparat berkeliling Batam.

Jhoni Simbolon, 33, warga Ruli Sukajadi menjadi korban dalam insiden unjuk rasa pembakaran Pos Polisi di Simpang Kabil, Kamis (24/11) siang. Kepala buruh bangunan itu bocor di kepalanya dengan 30 jahitan akibat di pukul pakai popor senapan oleh satuan anggota Brimob di Simpang kabil. Kedua tangannya juga patah akibat dikeroyok polisi.

Frengki Purban, rekan korban mengatakan siang kemarin mereka berdua sedang berjalan dari rumah ke arah Kabil nongsa dengan berjalan kaki. Namun sialnya tiba di simpang kabil suasana sedang memanas karena aksi bakaran pengunjuk rasa ke Pos Polisi. Begitu lewat di lampuh merah sebelah kiri dari arah Baloi dekat Pospol, tiba-tiba Jhoni langsung didatangi oleh seorang anggota Brimob.

“Tanpa banyak tanya, adik saya ini digebuk pakai popor, kepalanya pecah 30 jahitan, tangannya juga patah diinjak-injak Brimob lainnya,” ujar Frengki saat berada di rumah sakit Chamanta Sahidiya Mukakuning mengantar Frengki.

Pemuda lajang itu masih belum sadar hingga kemarin sore. Dan beruntung saat digebuk anggota Brimob, Frengki diselamatkan oleg anggota Provos.
“Sepertintya anggota Brimob ini mau bunuh adik saya. Padahal kami tak tahu apa-apa dengan hal ini,” sebut Frengki. (gas/par/eja/hsl/cr12/inc)

 




STAI Diminta Lebih Berperan Majukan Pendidikan di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – STAI salah satu lembaga Tinggi Pendidikan Islam, sangat terkenal untuk kawasan Indragiri Hilir. Bahkan STAI Inhil, diakui sebagai Sekolah Tinggi Islam yang terbaik untuk Riau-Kepri. Untuk itu, ini menjadi tantangan kedepan bagimana Prestasi tersebut bisa dipertahankan.

Lebih dari itu, Eksistensi STAI yang sudah diakui tentunya menjadi tantangan bagimana STAI mampu melahirkan inovasi pendidikan dalam rangka memajukan daerah. Sebab setakat ini, berbagai permasalahan dunia pendidikan masih terjadi di Inhil. Terutama menyangkut kualitas apakah itu tenaga guru, maupun permasalahan  lainnya.

“Kita berharap STAI Auliaurrasyidin mampu menghasilkan berbagai inovasi pendidikan dalam memajukan Inhil kedepan. Bagimanapun juga kemajuan suatu daerah sangat tergantung dengan pendidikan, disinilah STAI diharapkan dapat berperan lebih jauh,” kata Asisten II Ir H Syafrinal Hedy dalam penutupan acara PIOS ke III di aula utama STAI di jalan Provinsi Parit 6.

Dikatkannya lebih jauh, kemajuan pendidikan tidak hanya bisa diserahkan kepada suatu pihak dalam hal ini pemerintah. Tapi peranan semua pihak, terutama kalangan Sekolah Tinggi sangat penting. “Untuk itu marilah bersama-sama kita majukan pendidikan di Inhil,”harapnya. (Suf)




Asisten II Tutup PIOS ke III di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Asisten II Sekdakab Inhil Ir H Syafrinal Hedy, secara resmi menutup Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) ke III yang siikuti perguruan tinggi Islam di Provinsi Riau dan Kepri  di aula utama STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Jumat malam (24/11), setelah selama hampir sepekan kegiatan tersebut berlangsung. 

Dalam sambutannya mantan Kadishutbun tersebut mangatakan kegitan seperti ini diharapkan tidak menjadi ritual seremonial belaka. Tapi inti dari kegiatan ini dalam rangka menggali berbagai potensi yang dimiliki, yang nantinya bisa disumbangkan dalam rangka memajukan daerah.

“Inhil saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan di berbagai aspek, tidak terkecuali sektor pendidikan. Besar harapan kita, STAI mampu menyumbangkan berbagai inovasi pendidikan bagi Inhil. Sehingga kedepan sektor pendidikan di Inhil semakin maju sesuai dengan kebetuhan zaman,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut ia berharap, kegiatan PIOS hendaknya mampu mempererat jalinan silaturrahim masing perguruan tinggi Islam yang ada di Riau dan Kepri. Meski masing masing utusan sama sama ingin meraih prestasi terbaik, tapi bukan berarti harus menghalalkan segala cara dalam menggapai ambisi tersebut.

“Utamakan ukhuwah islamiah atas prestasi yang didapat. Terimakasih kepada panitia PIOS, kami ucapkan  selamat Ultah ke  II STAI, terus melakukan inovasi pendidikan dalam rangka kemajuan daerah,” harapnya.

Dalam penyelenggaran PIOS ke III di Tembilahan, kontingen tuan rumah berhasil menjadi juara umum. Setelah utusan mereka dalam berbagai iven yang dipertandingkan rata-rata mampu menjadi yang terbaik, mengalahkan berbagai peserta dari daerah lain. Terutama untuk cabang-cabang Ilmiah dan Seni. (Suf)




MASYARAKAT SAYANGKAN PENGGUNAAN KENDARAAN “PLAT MERAH” DILUAR PERUNTUKAN.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Dipenghujung pekan, sudah menjadi kebiasaan sebagian warga Tembilahan untuk berlibur bersama keluarga. Ini tentunya hal yang positif untuk kembali menyegarkan pikiran setelah lima hari penuh disibukkan dengan berbagai aktifitas kerja. Dengan kondisi kota Tembilahan yang sangat minim dengan tempat-tempat rekreasi, kebanyakan masyarakat Tembilahan memilih berlibur ke luar kota seperti ibu kota Provinsi, Pekanbaru. Dari ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat yang mulai terlihat ramai menuju arah keluar kota sejak jum’at sore, tidak sedikit dari kendaraan yang melaju kencang itu terpasang tanda nomor kendaraan “berplat merah”. Yang menjadi pertanyaan, layakkah kendaraan yang khusus dipergunakan untuk penunjang kelancaran kerja ini dipergunakan diluar peruntukan?

Kenyataan seperti ini tentunya menjadi tandatanya dibenak masyarakat karena sepengetahuan mereka, kendaraan titipan rakyat ini seluruh pembiyaan untuk perawatan dan operasionalnya juga dibebankan melalui APBD, gunanya? Tidak lain agar sipenerima titipan fasilitas rakyat ini dapat lebih lancar melakukan berbagai aktifitas kerja yang pada akhirnya tentu untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat juga.

“Saya sendiri heran bang, apa memang dibenarkan kendaraan yang dibeli dari uang rakyat ini bisa seenaknya dipergunakan diluar jam kerja? Apalagi liburan jelas tidak ada kaitannya dengan tugas kedinasan,” Tanya Anwar (43), Jum’at (25/11/2011).

Menurut Anwar, sampai hari ini, karena memang tempat tinggalnya berada pada sisi jalan lintas provinsi, pemandangan mempesona ini sering mengganggu matanya.”Saya bukannya iri bang, sama sekali jauh dari rasa itu, hanya saja, mbok ya sadar dikitlah karena peruntukkan titipan kendaraan dinas itu sudah begitu jelas. Kalau nggak takut sanksi urusan di dunia, paling tidak malulah ketika nanti harus mempertanggungjawabkan barang amanah ini dihadapan Tuhan,” Sindirnya sambil mengingatkan.

Bukan hanya Anwar, rupanya kondisi nyeleneh ini juga banyak mengganggu benak masyarakat kota Tembilahan lainnya seperti Rian (17). Laki-laki berperawakan kurus dengan kulit putih bersih ini malah sambil tertawa kecil bertutur kalau ada masyarakat Inhil yang tidak mengetahui hal ini, itu baru namanya aneh.” Biasa bang, mungkin ya daripada ngerogoh kantong sendiri, ya aji mumpung, selagi ada kesempatan, kenapa nggak mau.” Ujarnya sambil tertawa renyai ketika ditanya terkait hal ini.

Dari pantauan, tidak hanya dihari libur, penggunaan kendaraan dinas yang diluar peruntukan juga menjadi pemandangan biasa setiap hari lainnya. Mulai dari mengantar pulang pergi anak sekolah, belanja keperluan pasar, jalan-jalan sore dan berbagai tetek bengek keperluan pribadi lainnya. Mirisnya, siapa yang bisa menertibkan penyalahgunaan seperti ini karena siapapun tau yang diberikan fasilitas kendaraan roda empat tentunya bukan PNS biasa. (fsl)