Pekarangan SD 11 Pekan Arba Terendam Air

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Lurah Pekan Arba, Rio A.P,  meminta kepada Dinas terkait untuk dapat meninggikan pekarangan gedung SD 11. Sebab saat musim penghujan, dan pasang tinggi seperti sekarang ini, pekarangan terendam sehingga cukup menggangu aktivitas sekolah, terutama untuk kegiatan ekstrakurikuler.

“Saat hujan, bisa lihat sendiri pekarangan sekolah terendam selama berhari-hari. Untuk masuk kelokal saja, guru dan siswa terpaksa harus melepas sepatu. Kalau tidak sudah pasti sepatu akan basah,” kata Lurah Pekan Arba, Kamis, (28/12).

Masih menurutnya, kondisi lapangan yang terendam juga menghambat ketika akan melaksanakan upacara pada hari Senin. Bagaimana mana mau melaksanakan upacara kalau seluruh lapangan digenangi oleh air. Untuk itu, diharapkan bagimana lapangan ini bisa ditinggikan, sehingga walau pasang naik aktivitas masih bisa dilaksanakan dilapangan.

“Intinya kami semua disini meminta lapangan ini bisa ditinggikan. Karena bagaimanapun juga pendidikan sangat penting bagi peningkatan SDM. Semua itu tentu, harus didukung dengan infrastruktu yang memadai,” imbuhnya.

Masih menurutnya, lapangan tersebut sebenarnya sudah ditimbun dan ditinggikan. Tapi ternyata tidak cukup untuk mencegah terjadinya banjir. Seharusnya lapangan tersebut memang dilakukan semenisasi baru bisa baik. “Tapi kendalanya ada pada pendanaan, karena untuk semenisasi keseluruhan butuh dana yang besar,” pungkasnya (Suf)




Jalan Rusak, Warga Kayu Putih Harap Perhatian Pemerintah

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Warga Jalan Batang Tuaka Gang, Kayu Putih, Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan berharap agar pemerintah bersedia menganggarkan dana untuk melakukan perbaikan jalan mereka. Kondisi jalan yang saat ini dipenuhi lubang, berlumpur dan terendam saat banjir dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan.

“Akhir tahun seperti ini, setiap pasang naik, jalan ini terendam air. Bahkan sudah beberapa kali pengguna jalan terjatuh akibat terperosok ke dalam lubang yang hampir rata menutupi permukaan jalan ini.” Ungkap seorang warga, Diki ketika bertemu Www.detikriau.wordpress.com saat melihat secara langsung kondisi jalan ini. Rabu (28/12/2011)

Gang dengan lebar 1,5 meter dan panjang kurang lebih 140 meter ini merupakan kawasan perumahan yang cukup padat, kondisi jalan yang rusak parah seperti ini, tentunya harus segera untuk diperhatikan dan dilakukan perbaikan.”Posisinya yang masuk dalam kawasan Tembilahan Kota tentunya harus menjadi perhatian tersendiri apalagi kondisinya sudah sangat memprihatinkan, kasihan warga. Takutnya kalau lambat diperbaiki kondisi jalan akan semakin parah karena setiap hari air pasang naik dan memenuhi badan jalan”Ungkap Diki mengakhiri. (fsl)




Agus dan Hendri, Demi Sekolah, Rela Jadi Penyemir Sepatu .

TEMBILAHAN (WWW.DETIKRIAU.WORDPRESS.COM) – Usia sekolah yang berada antara rentang umur 5 – 12 tahun merupakan tahap perkembangan anak yang melibatkan aspek sekolah dalam kehidupannya. Para orangtua berkeyakinan bahwa tugas orangtua adalah bekerja dan mengasuh, sementara tugas anak pada rentang usia tersebut difokuskan untuk BELAJAR. Diusia ini, masa mereka untuk bermain, bersosialisasi dan menimba berbagai ilmu.

Indahnya masa kanak-kanak ini tampaknya tidak berlaku bagi Agus dan Hendri. diusia ini, karena ketidakmampuan orang tua, mereka harus ikut berjuang mengais rezky. Saat libur sekolah, sejak pagi hingga matahari kembali menyembunyikan diri, dengan langkah kecil dan kotak tersandang dibahu mereka meniti langkah menawarkan jasa sebagai penyemir sepatu.

“setiap hari saya seperti ini pak, siang, sepulang sekolah, saya sudah harus berkeliling kota Tembilahan untuk menawarkan jasa sebagai penyemir sepatu. Hasilnya disamping untuk belanja, sisanya disimpan untuk tambahan berbagai keperluan biaya sekolah,” Ucap Agus, seorang pelajar Madrasyah setingkat SD di Jalan Perintis Tembilahan Hulu ini ketika sempat berbicara dengan Www.detikriau.wordpress.com, Rabu (28/12/2011).

Menurut Agus, penghasilan orang tuanya sebagai pedagang ikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena berkeinginan untuk terus bersekolah, Agus terpaksa harus mencari penghasilan sendiri.”Kalau saya tidak bekerja, bagaimana saya mau belanja pak, apalagi saya juga tidak mau berhenti sekolah. Kalau saya tidak membantu mencari rezky, bagaimana saya bisa terus bersekolah dan kasihan Bapak,” Tutur kalimat dari mulut mungil yang membuat butir air mengalir dari sudut mata.

Hendri, Seorang pelajar setingkat SD di Jalan Sabilal Muhtadin Kecamatan Tembilahan Hulu, rekan seprofesi Agus, dengan mimik polos kekanak-kanakan memendam keinginan dihatinya. Dirinya menuturkan sering melihat teman-teman seusianya yang memiliki orang tua mampu secara ekonomi dimasa libur sekolah seperti ini pergi berliburan bersama keluarga.”saya sering membayangkan pergi berliburan bersama keluarga pak. Mungkin enak ya. Tapi saya tak berani menyampaikan sama orang tua karena saya yakin mereka tidak akan mampu,”Sebut Agus dengan malu-malu.

Apa yang dialami oleh Agus dan Hendri menjadi catatan kelam dibumi yang kaya raya ini. Besarnya alokasi biaya pendidikan, nyata tidak memberikan efek berarti. Pendidikan dasar menurut Sisdiknas Tahun 2003 adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga Negara dan menjadi tanggungjawab pemerintah. Pemerintah juga dituntut untuk mengalokasikan minimal 20% dari anggaran untuk sektor pendidikan. Apa realitanya?. (fsl)




PASANGAN BERSERI TIDAK TERIMA HASIL RAPAT PLENO

PEKANBARU(www.detikriau.wordpress.com)- Pasangan BERSERI terus bersitegang memberikan Penyanggahan kepada pimpinan rapat Pleno perhitungan suara. Pasangan ini terasa tidak terima dengan hasil keputusan rapat Pleno tersebut.

Juru bicara saksi BERSERI Eva Nora “ sejumlah kecurangan banyak pada PSU jilid 2 ini, antara lain, adanya ditemukan surat suara berlebih di TPS 07 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pekanbaru Kota. Hal itu menguatkan indikasi adanya beberapa orang yang mencoblos lebih dari satu kali”, kata juru bicara saksi dengan mata yang melotot kearah pimpinan rapat

Ditambahkan Eva Nora, bahwa pihaknya juga memiliki bukti, bahwa kasus perjokian (pencoblos menggunakan undangan orang lain) pada PSU Pekanbaru tidak hanya terjadi di Kecamatan Tampan, tetapi di hampir seluruh kecamatan. Masalah inskonsistensi KPU Pekanbaru terkait adanya hasil pleno yang menyebutkan ada peserta Pemilukada tidak memenuhi syarat, namun tetap menggelar PSU.

“Inskonsistensi KPU ini akan menjadi catatan kami dalam sidang di Mahkamah Konstitusi nanti,”tuturnya lagi dengan tegang.
Penyanggahan yang di lakukan Eva Nora ini membuat suasana di ruang siding menegangkan.Para tamu serta Calon Walikota dan Wakil walikota terdiam dan tegang.Juru bicara saksi ini terus saja melakukan penyanggahan tersebut.

“Saya minta pada TPS 07 Kota Baru harap di lakukan pemilihan ulang” Tegasnya

Sementara  KPU Pekanbaru melalui Komisionernya Makmur Hendrik menolak dengan permintaan tersebut. Karena yang terjadi di TPS 07 itu bukan adanya pemilih yang melakukan pencoblosan lebih dari satu kali di TPS yang sama,melainkan adanya surat suara yang terlipat lebih dari satu,tuturnya

Ketua Panwaslu, Superleni S.Sos dalam sebuah kesempatan, terkait hasil temuan Tim BERSERI itu adalah hak mereka melaporkannya kepada KPU.

Sedangkan menurut ketua Panwaslu,Superleni S,Sos mengatakan ” itu  adalah hak mereka untuk menyampaikan langsung dalam sidang pleno ini. Mengenai kapan hasil keputusan MK belum ada kepastiannya.  Seperti pengalaman kita sebelumnya, waktu Pemilihan Suara yang lalu saja, kita harus menunggu hingga sebulan lebih lamanya,” kata ketua Panwaslu Superleni kepada riautunai.com,Selasa (27/12).(rti)




PAS TUNDUKAN BERSERI DENGAN HASIL TELAK

PEKANBARU(www.detikriau.wordpress.com )- Pasangan Firdaus-Ayat (PAS) jauh meninggalkan lawannya pasangan Septina-Erizal (BERSERI)  pada rapat pleno perhitungan suara,di Hotel Ibis Pekanbaru,Selasa (27/12).

Pada persidangan kali ini terlihat cukup aman dan tertib, walaupun ada sedikit pertegangan.  Masing-masing calon walikota serta calon wakil walikota Pekanbaru terlihat tegang atas perhitungan suara ini.Sebut saja pasangan nomor urut 1 Firdaus-Ayat, tiap sebentar mereka menundukkan  serta menaikan kepalanya dengan mimic wajah yang cemas.

Pada rapat pleno ini di pimpin lansung oleh  ketua KPU Pekanbaru Tengku Rafizal AR. Perbedaan suara  terlihat cukup jauh dari kedua pasangan cawako serta cawawako tersebut. Pada PSU jilid 2 ini,suara yang sah sebanyak 249,147 dari total pemilih berjumlah 253,223 jiwa. Pasangan PAS mendapat suara sebannyak 153, 856 suara,sedangkan pasangan BERSERI sebanyak 95,271 suara. Jadi sebanyak  61,67 % untuk pasangan No 1, 38,24 % untukpasangan No urut 2. (riautunai.com)




DULU JALAN BERASPAL HOTMIX, KINI, BAK KUBANGAN SAPI

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Ruas jalan yang menghubungkan tiga Kecamatan yakni Kecamatan Keritang, Kecamatan Kemuning dan Kecamatan Kempas, kini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Ruas jalan yang dulunya mulus beraspalkan hotmix ini dalam hitungan bulan sudah dipenuhi lobang mengangga dan becek. Dimusim penghujan, ruas jalan ini tidak lebih dari kubangan lumpur yang sangat membahayakan pengguna jalan. Luluh lantak jalan penghubung ini dituding masyarakat sebagai akibat angkutan ratusan kendaraan truk dengan kapsitas puluhan ton.

“Kita mau bilang apa lagi bang, dulu jalan ini begitu mulus dan menjadi kebanggan masyarakat setempat. Tapi setelah setiap harinya ratusan kendaraan truk dengan kapasitas angkutan mencapai puluhan ton, badan jalan ini menjadi hancur.”Keluh Yadi, warga setempat saat bertemu di lokasi jalan kilometer VIII Kecamatan Kempas, senin (26/12/2011).

Menurut Yadi, dulu, disaat jalan masih bagus, dari pasar kilo VIII menuju Rumbai jaya, ia hanya butuh waktu dalam hitungan puluhan menit. Namun saat ini, waktu tempuh bertambah 3 sampai empat kali lipat.”Gimana kita mau cepat bang, lihat saja kondisi jalan hari ini, lubang dan kubangan lumpur hampir memenuhi seluruh badan jalan. Kalau gegabah, alamat wajah kita akan berbedak lumpur,”Ungkapnya sambi bergurau.

Apa yang dingkapkan Yadi juga diamini oleh Herman, warga rumbai jaya yang setiap hari melintasi jalur jalan ini untuk berdagang blak-balakan mengakui biang kerusakan jalan ini nyata disebabkan angkuatan truk batubara milik PT. Riau Bara Harum (RBH).”mau bilang apa lagi pak. Memang dijalur jalan ini ratusan truk setiap harinya melintas tapi yang jelas, truk angkutan milik PT.RBH yang paling memegang peran kerusakan ruas jalan ini. Coba bapak lihat sendirilah, bobot kosong truk itu saja, 10 sampai 12 ton ditambah muatan lebih dari 30 ton. Dengan bobot kendaraan seberat ini. Tentulah badan jalan ini akan luluh lantak,”Ucapnya dengan nada kesal.

Akibat semua ini, tambah Herman, aktifitasnya sebagai seorag pedagang juga menjadi terhambat.”kita rakyat kecil tak bisa apa-apa pak. Saat kondisi jalan luluh lantak sperti ini, apa tanggungjawab pihak perusahaan?(fsl)