DENGAN SWADAYA PASAR KERITANG RAIH PERINGKAT 3 TERBAIK SE-INDONESIA

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Kepala Bidang PUEM pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir, Syofyan Nur, S.Sos.MP membenarkan bahwa Pasar Desa Keritang, Kecamatan Kemuning telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai pasar tradisional  terbaik ketiga diseluruh Indonesia.  

“benar pak. Kita menerima penghargaan November 2011 lalu. Alhamdulillah. Saya berharap apa yang telah berhasil diraih oleh pasar keritang hulu ini dapat menjadi contoh yang baik bagi pasar-pasar tradisional lainnya khususnya di Inhil ini,”Ujarnya ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya,selasa (2/1).

Dari penuturan, Syofyan, ada beberapa indikator yang dijadikan patokan pemilihan pasar tradisional. Seperti, organisasi dan kelembagan pasar yang terbagi lagi dalam sub indikatornya seperti, kelembagaan pasar desa yang ada di desa, Tupoksi, jumlah pengelola pasar desa dalam strukturnya, program kerja pengelolaan pasar desa dan pendidikan pengelolaan pasar desa secara keseluruhan.

Kemudian indikator lainnya adalah Administrasi pengelolaan pasar desa beserta sub indikatornya, selanjutnya Indikator peran pemerintah desa terhadap pasar desa, prasarana dan sarana pasar desa, lingkungan pasar desa, jumlah pedagang, dan terakhir adalah jumlah pendapatan pasar desa juga beserta bebrapa indikator.

“Dari semua penilaian, ternyata pasar keritang mendapatkan nilai yang cukup baik. Buktinya ya itu tadi, kita berhasil duduk diperingkat tiga pasar tradisional terbaik seluruh indonesia setelah Pasar Desa Kajang Kecamatan Sawah Kabupaten Madiun provinsi Jawa Timur pada peringkat pertama dan Pasar Desa Tanah Baru Kecamatan Karawang Tengah, Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah,” Kata Sopyan.

Pasar Keritang Hulu terletak di jalan lintas timur Km 272, Desa Keritang Kecamatan Kemuning. Pasar ini berdiri sejak tahun 1990 dengan status tanah hibah seluas 8000m3 dengan luas bangunan 1260 M2. Hebatnya, bangunan pasar ini seluruhnya didanai dengan cara swadaya oleh masyarakat setempat.”Artinya tingkat kemakmuran secara ekonomi masyarakat desa keritang hulu sudah sangat baik,” Ujarnya mengakhiri. (fsl)




Wabup Pimpin Rapat Evaluasi Awal Tahun

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Senin ( 2/1), bertempat di Balai Utama Kantor Bupati Kabupaten  Inhil, Wakil Bupati Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo, SH, MH, memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Awal Tahun 2012. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk mengetahui hingga sejauh mana pencapaian yang telah dilakukan terkait dengan program dan kebijakan yang sudah dilaksanakan.

Dalam Rakor tersebut Wabup juga didampingi oleh Sekretaris Daerah Alimuddin RM, Para Asisten, dan Staf Ahli Bupati Kabupaten Indragiri Hilir. Rapat Evaluasi dan Koordinasi ini turut dihadiri oleh seluruh Kepala SKPD, Kepala Kantor, dan Kepala Bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir.
Melalui Kabag Humas, Ridwan Ahim S.Sos, M.Kes, Wakil Bupati Indragiri Hilir menyampaikan secara makro apa yang telah kita lakukan di 2011. Apakah itu menyangkut dengan keberhasilan maupun adanya kekurangan-kekurangan dari seluruh aspek kehidupan, baik secara ekonomi, pembangunan, kemasyarakatan dan kepemerintahan.

“Kegiatan ini hendaknya dijadikan sebagai acuan untuk instropeksi guna perbaikan dan peningkatan kinerja di tahun 2012. Sehingga kedepan apa yang dilakukan dapat lebih baik dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H. Alimuddin RM, SH, MP, juga mengevaluasi secara umum seluruh SKPD, Kantor, Bagian di Setda Kabupaten Inhi, serta seluruh jajaran Pegawai Negeri Sipil di tahun 2011.

Dalam kesempatan itu ia  mengharapkan agar Abdi Negara dan Abdi Masyarakat untuk dapat lebih meningkatkan kecintaan terhadap tugas-tugas dan wewenang yang telah diberikan. Pada akhirnya dapat turut meningkatkan kinerja organisasi, di antaranya untuk tetap disiplin, meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Dengan itu apa yang menjadi Visi dan Misi kita bersama, yaitu Indragiri Hilir Berjaya dan Gemilang 2025 yang menjadi tanggungjawab kita bersama dapat terwujud sesuai dengan harapan,”imbuhnya.

Terakhir, Sekda juga mengharapkan segala yang telah dilakukan dan dikerjakan di 2011 dapat dijadikan pedoman ke depan agar lebih baik, dan terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan. (Suf)




Tujuh Rumah Petak Jalan Sapta Marga Ludes Terbakar

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Tujuh unit rumah petak warga di permukiman padat penduduk lorong Rahmat jalan Sapta Marga Tembilahan Hulu milik H Mukhtar (45), Minggu (1/1) sekira pukul 21.45  WIB ludes dilalap si jago merah. Berutung akibat kejadian itu tidak terdapat korban jiwa, namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 200 jutaan.

Berdasarkan keterangan warga pada malam itu, lorong Rahmat dalam keadaan seperti biasa tidak ada tanda-tanda yang aneh. Namun setelah mendengar ada teriakan dari sekitar lokasi kebakaran, warga yang semulanya sudah mulai beristirahat langsung berhamburan keluar rumah untuk mendapati sumber teriakan meminta tolong bahwa telah terjadi kebakran.

“Saat itu saya sedang menionton Tv di dalam rumah, tapi tiba-tiba saya mendengar suara teriakan keras sekali yang bersumber dari sebelah rumah saya,” certita saksi kejadian yang juga  rumahnya menjadi korban kebakaran Yuliandra (35).

Keterangan saksi selanjutnya, dirinya bergegasan keluar rumah dan melihat api tersebut sudah membesar tepatnya di rumah Ujang (45) salah seoarang korban. kemudian saksi menyambung terikan meminta pertolongan kepada warga lain untuk keperluan membantu pemadaman api yang sudah mulai berkorban.

Api baru dapat dipadamkan warga sekira 2 jam setelah peristiwa itu terjadi. Dengan menggunakan peralatan seadanya warga membaur untuk menjinakan si jago merah yang mulai mengganas alhasil tepat apada pukul 22.30 WIB api secara umum sudah mati, namun masih terdapat bara-bara.

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Zaider Regasa membenarkan kejadian tersebut. Dikatakanya pada saat ini pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti untuk kepentingan penyelidikan.

“Benar kejadian itu, namun kita belum bisa menyimpulkan penyebap kebakaran. Sejauh ini masih dalam proses penyelidikan oleh tim kita,” ungkap Kapolsek Termbilahan Hulu Zaider saat dikomfimasi melalui telepon genggamnya Senin (02/1).

Adapun 7 korban kebakaran tersebut yakni Yliandra (35), Ujang (45), Tarmizi (50), Siah (25), Herman (45),  Adi (30) dan terakhir Sinto (45), warga lorong Rahmat jalan Sapta Marga Tembilahan Hulu. (Suf)




TARMIJI RUBUH BERSIMBAH DARAH DI HALAMAN KANTOR MAPOLRES INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Ulah nekad Tarmiji (40) membuat kantor Mapolres Inhil heboh. Laki-laki yang belakangan diketahui berasal dari selat panjang, Kabupaten kepulauan Meranti, Riau ini menerobos memasuki halaman mapolres Inhil dan rubuh bersimbah darah. Menurut penjelasan saksi, aksi yang belum diketahui penyebabnya ini dilakukan Tarmiji di dalam kamar kecil di kantin yang keberadaannya berseberangan dengan kantor mapolres Inhil.

“orangtu sekira pukul 11.00 Wib duduk dan memesan segelas kopi. Tidak berselang lama dia ke belakang dan masuk ke kamar mandi. Kita tidak curiga karena memang biasa pengunjung kantin kita numpang buang air kecil,” Ucap Yuniarti (47) dan rekannya Martini (27) pelayan kantin yang sempat dimintai komfirmasi, Senin (2/1)

Menurut keterangan saksi, tidak berselang lama mereka curiga melihat ada cairan merah merembes keluar dari kamar kecil.”kamar kecil itu tidak jauh dari tempat kita biasa bekerja mempersiapkan masakan dan berbagai panganan di kantin. Begitu melihat cairan merah yang kita curigai adalah darah dan mengalir dalam jumlah yang cukup banyak kitapun kaget. Apalgi setlah yakin cairan merah itu adalah darah saya langsung berteriak,” Ujarnya.

Setelah pelayan berteriak. Terlihat Tarmiji keluar dari kamar kecil dan ditangannya masih menggenggam pisau dapur yang kita ketahui adalah pisau milik kantin.” Begitu keluar, Tarmiji dengan tubuh bersimbah darah melangkah sempoyongan lalu menyeberang jalan menuju kantor polisi dan masuk kehalaman lalu rubuh bersimbah darah dalam posisi terlentang tidak jauh dari tiang bendera halaman kantor polisi itu,”Ujarnya menjelaskan.

Begitu mendapati Tarmiji rubuh bersimbah darah, petugas langsung melarikannya ke RSUD Puri Husada agar mendapatkan pertolongan.

“sampai saat ini apa motipnya belum kita ketahui. namun  melalui HP korban yang diamankan kepolisian bahwa tarmizi sebelum melakukan aksi nekad tersebut telah menghubungi keluarganya dengan mengirimkan sms yang berbunyi bahwa dia akan mati dan minta telpon polres.”Ujar Paur Humas Polres Inhil, Azhari ketika dikomfirmasi wartawan.

Sampai berita ini diturunkan, korban masih dirawat diruang ICU RSUD Puri Husada setelah sebelumnnya dilakukan operasi akibat dua tusukan dibagian perut dan satu  dibagian leher yang dilakukan sendiri olehnya (fsl)




RSUD PURI HUSADAPUN JADI KORBAN AKSI PENIPUAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Ada-ada saja akal manusia untuk mencari uang. Tidak dapat dengan cara baik-baik dengan bekal tehnik menipu dan memanfaatkan kondisi yang mendukung, aksipun mereka jalankan. Sasaranpun bukan menjadi masalah. Korban aksi penipuan kali ini dialami oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.

Kisah awalnya menurut pengakuan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Dr. Irianto, Rumah Sakit mendapat telepon dari seseorang yang mengaku dari departemen kesehatan di Jakarta bahwa ada kegiatan yang akan diaksanakan Depkes terkait masalah akreditasi RSUD. Tanpa ada kecurigaan, pihak manajemen RSUD-pun,  memberangkatkan 5 orang staffnya termasuk tenaga dokter ke bogor sebagaimana tempat yang diberitahukan oleh si panjang akal.

“beberapa hari sebelum mendapat telepon tersebut, kita sudah mendapatkan pemberitahuan dari departemen kesehatan bahwa akan dilaksanakan kegiatan terkait akreditasi sekitar tanggal 20 an desember tahun 2011 kemaren. Makanya ketika mendapatkan telepon tersebut kita tidak curiga. Menurut keterangan orang yang mengaku dari depkes itu, pelatihan dilaksanakan tanggal 21 desember di Bogor.”Jelas Dr. Irianto ketika dikomfirmasi Vokal melalui sambungan telepon selularnya, Senin (2/1).

Dalam kesempatan itu. DR Irianto juga mengakui bahwa pihak RSUD sudah mengirimkan biaya pendaftaran sebagaimana yang dimintakan sipenelepon. Kata Irianto lagi. begitu petugas sampai di bogor dan mendapati tempat yang diberitahukan oleh sipenelepon kosong melompong tanpa ada kegiatan dan setelah mencari keterangan pada beberapa pihak, barulah diketahui bahwa mereka tertipu.”akhirnya kita hanya perintahkan personil kita untuk ke depkes di Jakarta sekedar untuk lakukan konsultasi”Jelas Irianto dengan nada suara pelan.

Dari penjelasan sumber www.detikriau.wordpress.com yang enggan dipublikasikan namanya, orang yang mengaku dari depkes itu mengaku namanya adalah Rita Ramadani. Saat itu, dirinya meminta pihak RSUD mengirimkan biaya pendaftaran sebesar Rp. 2,5juta per orang dan ditransferkan melalui rekening BRI cabang mutiara permai. Total uangnya Rp. 12,5 juta dan uangnya sudah kita kirimkan bang. Ungkap sumber.(fsl)




BANTU FAUZIAH, WARGA BENTUK TIM BEDAH RUMAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Lurah Kecamatan Tembilahan Kota, Achmad Mulyadi, SKM,M.Si, Ketua RT 01, Ketua RW 08 beserta beberapa orang tokoh masyarakat jalan Semampu , ahad (1/1/2012) mengadakan rembukan. Rapat kecil ini dimaksudkan untuk membicarakan sekaligus mencarikan alternatif solusi untuk meringankan beban hidup Fauziah.

“Hari ini kita sengaja mengadakan rapat kecil untuk mencoba mencarikan solusi untuk memberikan bantuan bagi warga kita yang kini mengalami nasib yang kurang beruntung. Kita berharap hasil dari rembukan ini nantinya akan terbentuk TIM kecil yang akan lebih fokus mengabdikan diri untuk mencarikan solusi terbaik. Target awalnya, tim berencana untuk melakukan perehaban secara total rumah tinggal ibu fauziah agar bisa ditinggali dalam kondisi yang layak,”Ungkap Ketua RT 01, Ahmad Firdaus memberikan komfirmasi kepada Www.detikriau.wordpress.com seusai pertemuan di rumah kediamannya, jalan semampau Kelurahan Tembilahan Kota, Ahad (1/1/2012)

Menurut pengakuan Ahamad Firdaus, selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk memperjuangkan nasib Fauziah, hanya saja cenderung bersifat personil.”Kita berharap melalui gerakan dalam tim ini akan mampu membuahkan hasil yang lebih baik” Ujarnya.

Lurah Kecamatan Tembilahan Kota, Achmad Mulyadi menyambut baik apa yang menjadi gagasan warganya ini. Dirinya sangat berharap, gerakan kepedulian secara sosial seperti akan menjadi contoh yang baik bagi warga lainnya.”Apa yang menjadi gagasan warga hari ini jelas menunjukkan rasa kepedulian ditengah masyarakat kita masih terbina dengan baik. Apapun permasalahan sosial yang ada ditengah-tengah kita kalau bisa ditangani dalam bentuk kebersamaan saya rasa akan mampu terselesaikan. Mewakili aparatur pemerintahan, saya menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang tinggi dan secara pribadi saya juga berjanji akan ikut berjuang agar niat ini dapat terwujud,”Ungkap Mulyadi.

Alhamdulillah, hasil rapat hari ini telah terbentuk tim yang kita namai tim bedah rumah almarhum A. Hakim Djafri. Nantinya, Tim ini akan diberikan SK yang akan di ketahui secara langsung oleh Bapak Camat Tembilahan Kota. SK ini sekaligus akan memberikan legalitas dari kita aparatur pemerintahan agar tim ini dapat bekerja tanpa adanya hambatan. Saya berharap, tim ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat karena apa yang diperbuat ini jelas tanpa pamrih dan semata mencari ridho Tuhan,”Harap Lurah.

Menurut Tokoh masyarakat setempat, Edy Sampak yang juga tergabung dalam Tim kecil ini, selama ini berbagai instansi termasuk dari Dinas Sosial sudah beberapa kali meninjau kediaman Ibu Fauziah, hanya saja sampai hari ini tidak ada kejelasan apa hasilnya.”saya sendiri menjadi heran apa motifasi turunnya mereka kesini, sampai detik ini, saya tidak melihat bukti nyata.”Ujar Ketua Pedagang Kaki Lima (PKL) ini memberikan kritikan. (fsl)