GAJI HONORER RSUD TELAT DIBAYAR. KATANYA UNTUK TAMBAHAN BIAYA KEGIATAN PORDA.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Tenaga kesehatan honorer Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan mengeluh. Pasalnya, hingga hari ini gaji honor mereka belum juga dibayarkan. Kondisi ini menyebabkan dirinya merasa kewalahan untuk memenuhi berbagai keperluan hidup.

“Aduh bang, hari ini sudah tanggal 7 tapi gaji honor kita belum juga dibayarkan. Sudah jumlahnya nggak seberapa, eh malah dibayarnya telat lagi. Saya bingung gimana mau penuhi berbagai kebutuhan untuk hidup,” Ungkap seorang tenaga kesehatan honorer yang enggan namanya dikorankan ketika menyampikan kegundahannya kepada Vokal, Senin (7/11/2011)

Bahkan dirinya mengaku untuk mencukupi kebutuhan yang sangat mendasar, sebagai tenaga dengan gaji honorer dirinya harus pandai-pandai untuk mencari tambahan.”Kalau tak ada pemasukan lain, kita paksa cari utanngan bang. Biasanya setiap bulan tanggal 28 akhir bulan honor kita sudah dibayarkan sekarang kok sudah telat lebih satu minggu honor masih belum juga kita terima.”

Masih menurut pengakuannya, dirinya sudah menanyakan mengenai hal ini kepada atasan tempatnya bekerja. Menurut pengakuan atasan tersebut, berkas pencairan ke bagian keuangan pemkab Inhil sudah sejak kemaren di tanda-tangani Direktur RSUD, DR. Irianto. Tapi dirinya beralasan bahwa dari keterangan bagian keuangan Pemkab Inhil, dana lagi kosong karena terpakai untuk kegiatan PORDA VII Riau yang lalu.

“Entah dia bohong atau tidak, saya juga tidak tau. Tapi itulah jawaban yang saya terima” Katanya dengan suara lesu.

Terkait persoalan ini, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Dr. Irianto tidak membantah keterlambatan ini. Namun menurutnya, hal ini mungkin karena kesibukan dibagian keuangan Pemkab Inhil.

“Benar, kita akui memang ada keterlambatan untuk pembayaran gaji tenaga honorer. Berkas pencairannya sudah sejak kemaren  saya tandatangani tapi mungkin karena memang lagi ramai menjadi penyebab pencairan tertunda,”Jawab Irianto  melalui sambungan telepon selularnya, Senin (7/11/2011)

Ketika kembali dipertanyakan Vokal, sesuai berita yang diperoleh, apakah benar memang ada ucapan dari bagian keuangan Pemkab Inhil bahwa kas daerah sedang kosong karena terpakai untuk membiayai kegiatan PORDA VII Riau yang lalu, Irianto dengan tegas membantah. Bahkan dirinya mengaku belum pernah mendengar penjelasan dari bagian keuangan seperti itu. “Memang dikeuangan beberapa hari ini lagi ramai, mungkin ini yang menjadi penyebab keterlambatan. Saya sekarang sedang di Keuangan Pemkab. Mudah-mudahan ini hari selesai dan segera kita bayarkan,” Pungkas Putra Daerah Inhil yang terkenal pendiam ini. (fsl)




BERKAH IDUL ADHA BAGI KAUM DUAFA

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan hampir diseluruh Mushola dan Masjid yang ada di Kota Tembilahan membuat masyarakat gembira. Terutama masyarakat dari golongan ekonomi menengah kebawah. Menurut pengakuan mereka. Banjirnya daging kurban ini tentu akan memberikan arti tersendiri karena tidak setiap hari mereka bisa mengkonsumsi daging.

“Alhamdulillah pak. Semalam saya juga mendapat bagian dari daging hewan korban dan hari inipun saya masih diberikan limpahan rezky dari Tuhan dengan mendapat pemberian satu kupon lagi,” Kata Masnur yang sempat ditemui  saat mengambil pemberian daging qurban di jalan batang tuaka Tembilahan, Senin (7/11/2011)

Menurut pengakuan lelaki paruh baya ini, dengan hasil yang diperolehnya sebagai penyedia jasa sebagai pendayung becak, sekedar untuk memenuhi kebutuhan beras bagi keluarga saja dirinya terpaksa harus bekerja seharian penuh.”jangankan membeli daging sendiri pak, mimpi saja saya tidak berani karena memang penghasilan saya sebagai pengemudi becak pasti tidak akan memungkinkan. Alhamdulillah, tentunya pemberian daging qurban ini akan menjadi buah tangan yang sangat berharga bagi anak-anak saya” Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ditempat berbeda, Wardah, seorang Ibu rumah tangga bertubuh kurus dengan langkah kaki lunglai turut mengakui berkah Idul Adha. Dirinya mengaku sejak beberapa hari kemaren anak-anaknya sudah menunggu-nunggu tibanya hari raya kurban ini.” Lawas dah anak-anakku kapingin mamakan daging pak ai.  Tapi mana aku kawa mamanuhi, gawian abahnya hanya maambil upah bahuma. Kawa nukar pilor tiap harigen sudah hibat. (sudah lama anak-anak saya pingin makan daging pak. Tapi mana saya mampu memenuhi, kerjaan bapaknya saja hanya mengambil upah bertani. Mampu membeli beras setiap hari saja sudah hebat. Red). ” Ujarnya dengan dialek banjar yang sangat kental.

Dirinya mengaku, kedatangan hari raya kurban ini memberikan berkah yang sangat luar biasa bagi dirinya dan seluruh keluarga.”Satiap hari raya kurban ini pang kami kawa marasakan makan daging pak ai. Alhamdulillah sampai wayahini masih banyak urang mampu di tembilahan yang ringan hati bakurban dan urang susah kaya kami jadi umpat marasai nyamannya daging. ( setiap hari raya qurban seperti inilah kami bisa makan daging pak. Alhamdulillah sampai hari ini masih banyak orang mampu di kota tembilahan yang ringan hati untuk berkorban. Jadi orang susah seperti kami bisa ikut merasakan enaknya daging. Red),” Tawanya renyai dengan gigi yang terlihat sudah banyak rontok. (fsl)




Jembatan Sungai Pinggan Amblas

SUNGAI PINGGAN (www.detikriau.wordpress.com) — Jembatan Sungai Pinggan dengan panjang sekitar 30 meter yang menghubungkan antara Sungai Piring ibu kota Kecamatan Batang Tuaka dengan Desa Sialang Jaya kondisinya memprihatinkan. Dimana bagian tengah badan jembatan amblas cukup dalam, sehingga jembatan yang mestinya melengkung keatas, ini malah sebaliknya, bagian tengah jembatan melengkung ke bawah.

Kondisi tersebut, sudah barang tentu menyulitkan warga untuk melintas jembatan tersebut, Terutama disaat pasang naik. Dimana jembatan tersebut terendan oleh air, sementara badan jalan sendiri malah tidak separah jembatan digenangi oleh air.

“Kalau sudah pasang tinggi, jembatan tersebut tidak bisa dilewati lagi. Selain karena memang motor bisa mati mendadak akibat ketinggian air, dikawatirkan, motor juga bisa masuk ke sungai akibat pinggir jembatan yang terendam,” jelas Arul warga Sialang Jaya, ketika berbincang , Ahad, (6/11).

Akibatnya disaat pasang naik masyarakat Desa Sialang menjadi terisolir. Sebab, sangat berbahaya untuk melewati jembatan Sungai Pinggan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Arul mengharapkan Pemkab Inhil untuk dapat memperbaiki jembatan tersebut. Sebab keberdaan jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat Desa Sialang Jaya. “Kita berharap Pemkab dalam hal ini Dinas terkait untuk dapat memperbaiki jembatan tersebut,” ujarnya. (Suf)




KABUPATEN INHIL POTONG 941 EKOR SAPI DAN 212 EKOR KAMBING

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) lakukan pemotongan 38 ekor sapi dan 8 ekor kambing pada pelaksanaan qurban perayaan Idul Adha 1432 H/ 2011. Bertindak langsung menyembelih hewan qurban Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Inhil H Hafitsyah, di istansi tersebut.

 

Pemotongan hewan qurban ini sudah berlangsung sejak Minggu (6/11) dan Senin (7/11) di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Menurut Ketua peringatan hari besar islam (PHBI) Inhil, H Syafrinal Hedy, total jumlah tersebut sudah termasuk seluruh satker dilingkungan Permkab Inhil.

 

“Alhamdulilah pada tahun ini kita bisa melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak 38 sapi dan 8 kambing,” kata Sayfrinasl Hedy.

 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertras) Inhil, H Hafitsyah, usai melakukan pemotongan hewan qurban menyatakan pelaksanaan qurban sudah menjadi nikmat dan tradisi ditengah-tengah masyarakat. Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya kata dia, pemotongan hewan hanya dipusatkan di tempat-tempat tertentu saja. Sehingga jumlahnya lumayan banyak.

 

“Penyembelihan hewan qurban merupakan kegiatan yang sakral dan ibadah. Makanya untuk melakukan penyembelihan memerlukan keberanian dan keiklasan kepada Allah SWT,” papar Hafitsyah, yang juga merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Inhil ini.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustraian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil H Pahrolrozy, menyebutkan daging-daging qurban nantinya akan dibagikan kepada peserta yang mengikuti qurban, serta keluarga besar Disperidag, warga sekitar dan orang-orang yang memang berhak untuk mendapatkanya.

 

“Kita telah menyiapkan 400 kupon pembagian daging qurban, dan nanti untuk panti asuhan dan kaum dhu’afa daging-daging akan diantarkan langsung,” ungkapnya.

Selain itu ia juga berharap tahun-tahun berikutnya akan melakukan kegiatan serupa dengan jumlah yang lebih dari pada saat sekarang. Sehingga apa yang dilakukan dapat dirasakan oleh orang-orang yang benar-benar memerlukan dan membutuhkanya.

 

Secara keseluruhan, Menurut laporan yang dibacakan panitia pelaksanaan hari besar islam, Helmi Rasyid yang dibacakan menjelang pelaksanaan sholat Idul Adha, Kabupaten Indragiri Hilir tahun 1432 M/2011 ini melakukan pemotongan hewan qurban sebanyak 941 ekor lembu dan 212 ekor kambing yang tersebar pada 20 Kecamatan dengan rincian, Kecamatan Tembilahan 157 ekor sapid an 19 ekor kambing ditambah dari IKABU sebanyak 12 ekor sapi, jumlah 169 ekor lembu dan 19 ekor kambing. Kemudian Kecamatan Tembilahan Hulu, 63 ekor sapi dan 8 ekor Kambing, Kecamatan Kemuning, 43 ekor sapi, Kecamatan Pelangiran, 45 ekor sapid an 16 ekor kambing, Kecamatan Enok, 55 ekor sapi dan 12 ekor kambing, Kecamatan Kempas, 50 ekor sapi dan 11 ekor kambing, Kecamatan Mandah, 33 ekor sapid an 11 ekor kambing.

 

Selanjutnya, Kecamatan Mandah, 33 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Kecamatan Reteh, 84 ekor sapid an 7 ekor kambing, Kecamatan Keritang, 85 ekor sapi dan 11 ekor kambing, Kecamatan Tempuling, 9 ekor sapi, Kecamatan Pulau Burung, 28 ekor sapi dan 8 ekor kambing, Kecamatan Batang Tuaka, 11 ekor sapi, Kecamatan Kateman, 34 ekor sapi dan 1 ekor kambing, Kecamatan Gaung, 43 ekor sapi, Kecamatan GAS, 65 ekor sapi dan 2 ekor kambing.

 

Kecamatan Kuindra, 17 ekor sapi dan 11 ekor kambing, Kecamatan Sungai Batang, 9 ekor sapi dan 5 ekor kambing, Kecamatan Concong, 5 ekor sapi dan 3 ekor kambing, dan Kecamatan Tanah Merah 93 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Jumlah ini belum termasuk untuk Kecamatan Teluk Belengkong yang masih belum diterima laporannya. (fsl)




Bagaimana Rasulullah Mengobati-penyakit Masyarakat

www.detikriau.wordpress.com — Sudah menjadi fitrah manusia itu ia ingin hidup aman damai. Begitu juga fitrah manusia itu, dia tidak mau berlakunya krisis, kemungkaran, pemerkosaan dan segala penyakit masyarakat.

Andaikata kalau dia seorang pemimpin, dia mau orang yang dipimpin itu meletakkan ketaatan kepadanya. Begitu juga kalau dia seorang yang dipimpin, dia mau pemimpinnya meletakkan keadilan kepadanya. Andaikata kalau dia seorang ayah, dia mau anak-anaknya memberikan ketaatan dan kepatuhan kepadanya. Begitu juga kalau dia seorang anak, dia mau ibu dan ayahnya meletakkan kasih sayang kepadanya. Begitu jugalah suami kepada isterinya, dan isteri kepada suami. Andaikata seorang pemimpin, ibu, ayah, guru, suami, isteri dapat meletakkan diri pada tempat masing-masing. Begitu juga seorang rakyat, anak murid, dapat meletakkan diri pada tempat masing-masing, maka tidak akan terjadi pergaduhan, pertengkaran diatas muka bumi ini.

Tapi kalau kita lihat, apa yang terjadi adalah sebaliknya. Firman Allah yang artinya:

“Telah berlaku kerusakan di daratan dan di lautan akibat dari tangan-tangan manusia” [Q.S Ar-Rum : 41]

Hal ini terjadi bila pemimpin tidak dapat memberi keadilan, terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Begitu juga orang yang dipimpinnya tidak dapat memberikan ketaatan kepadanya. Ibu ayah juga tidak dapat memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya, begitu juga anak-anak tidak dapat memberikan ketaatan terhadap ibu dan ayahnya. Begitu juga guru terhadap murid dan murid terhadap gurunya, suami terhadap isterinya dan isteri kepada suaminya.

Sebab itu dapat kita lihat berbagai-bagai masalah timbul dari sekecil-kecil masalah hinggalah ke sebesar-besar masalah. Dari rumah tangga, hinggalah ke negara-negara yang hebat pemimpinnya. Telah berbagai cara dan jalan dicari untuk menyelesaikan masalah. Ada yang mengatakan :

  1. Kekayaan dapat menyelesaikan masalah ini. Maka merekapun berusaha bersungguh-sungguh mendapatkannya, tetapi tidak juga dapat menyelesaikan masalah ini.
  2. Ada pula yang mengatakan kepandaian dan ilmu pengetahuan akan dapat menyelesaikan masalah ini. Maka merekapun berusaha bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya, tetapi juga tidak berhasil untuk menyelesaikan masalah ini, bahkan bertambah rumit lagi.
  3. Ada juga yang mengatakan pangkat dan darjat dapat menyelesaikan masalah ini, tetapi ini juga tidak berhasil menyelesaikan masalah yang melanda masyarakat, bahkan bertambah parah dan rumit lagi.

Jadi jalan yang paling mudah untuk kita selesaikan masalah ini haruslah kita kembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Al Qur’an dan Sunnah dapat membeirkan jawaban yang tepat, ,dari manakah akar dari masalah-masalah tersebut.
Firman Allah SWT yang artinya :

 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum itu, selagi ia tidak mengubah yang ada di dalam hatinya” [Q.S Ar-Rad : 11]

Hadits Rasulullah SAW yang artinya :

“Di dalam diri manusia itu ada seketul daging. Jika baik daging itu maka baiklah jasadnya. Jika rusak daging itu, maka rusaklah jasadnya. Ketahuilah itu adalah hati.”

Dapat kita lihat dari Al Qur’an dan Hadits tadi setiap penyakit yang timbul pada diri manusia itu, adalah berawal dari hati. Hati yang sakit (jahat) akan mendorong mata, kaki, tangan berbuat jahat. Maka lahirlah masyarakat yang jahat, seperti merampok, membunuh, memfitnah, mengumpat dan sebagainya.

Penyakit masyarakat ini dapat diibaratkan sebagai sebatang pokok yang mengeluarkan buah yang beracun. Buah yang beracun itu disebabkan pohon yang beracun. Jadi untuk menghilangkan buah yang beracun itu hendaklah ditebang pohon itu terlebih dahulu. Bukan buang buah saja. Sebab kalau yang dibuang buahnya saja, sepuluh buah yang kita buang akan tumbuh pula sepululh pohon yang beracun. Begitulah seterusnya.

Oleh itu untuk panduan yang lebih jelas lagi, kita lihat bagaimana Rasulullah dapat mengobat penyakit masyarakat ketika itu hingga menjadikan orang miskin sabar dan redha dalam kemiskinan dan orang kaya pemurah. Seperti Abu Hurairah yang menjadi ketua dari puluhan fakir miskin yang tinggal di Serambi Masjid Madinah. Sayidatina Fatimah, seorang wanita miskin walaupun anak Rasulullah dan menikah pula dengan Sayidina Ali yang begitu miskin lagi pejuang pula. Kemudian perpecahan diantara satu golongan dapat disatukan seperti Muhajirin dan Anshar. Baginda Rasulullah SAW dapat mendidik masyarakat jahiliah kepada kenal dan cinta kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW saat itu diutus sebagai Pembawa Rahmat kepada sekalian alam. Firman Allah yang artinya :

 

“Dan tidak diutuskan kamu (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat pada sekalian alam”
[Q.S. Al Anbiya : 107]

Dengan keberkatan dan ketabahan Rasulullah SAW itu, Baginda dapat mengembalikan masyarakat kepada kebenaran.

Krisis Masyarakat di Zaman sebelum Rasulullah

Sebelum dibahas tentang bagaimanakah Rasulullah mengobati penyakit masyarakat jahiliah di zamannya, terlebih dahulu kita mengetahui akan apakah penyakit masyarakat yang mewabah ketika itu. Sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul, masyarakat tertimpa berbagai macam krisis dan penyakit jiwa. Diantara penyakit yang menimpa masyarakat :
” Sangat memuja berhala. Hati masyarakat begitu melekat kepada berhala.
” Terlalu ketagihan dengan arak/alkohol.
” Terlalu suka dengan riba. Bunga tinggi, tak sanggup bayar, jadi hamba.
” Wujudnya dua empayar besar yaitu Rome dan Parsi yang menindas negara-negara lemah.
” Pelacuran amat leluasa merebak di tengah masyarakat.
” Akhlak kaum wanita ketika itu amat rendah.
” Manusia terlalu bakhil, terlalu gila harta sehingga harta orang hendak dijadikan harta dia.
” Perpecahan menjadi-jadi. Terjadi peperangan. Kadang peperangan besar hanya disebabkan hal kecil.

Cara Rasulullah Menyelesaikan Krisis

Rasulullah hanya tanamkan 3 pil saja pada diri masyarakat Jahiliah ketika itu.

Pertama, Rasulullah menanam kembali rasa tauhid kedalam hati masyarakat sehingga manusia terasa akan kebesaran Tuhan, kasih sayang, kehebatan dan keperkasaan Tuhan.

Kedua, Rasulullah menanamkan kembali cinta kepada Akhirat. Beliau memperkatakan tentang Syurga dan Neraka.

“Akhirat itu adalah lebih utama, lebih baik daripada dunia.” (Q.S. Ad Dhuha : 4)

“Akhirat itu adalah lebih baik dan lebih kekal” (Q.S. Al A’la : 17)

Lahirlah manusia yang jiwanya terpaut dengan Akhirat. Akhirnya bukan saja harta dihabiskan untuk Akhirat bahkan nyawa sendiri dikorbankan. Mereka mau cepat-cepat kembali ke Akhirat. Mereka mau mati syahid menjadi para syuhada.

Ketiga, Rasulullah menanam semangat dan perasaan cinta akan sesama manusia terutamanya umat Islam untuk mengikis penyakit terlalu cinta diri sendiri, keluarga atau kawan-kawan sendiri.

“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu sehingga dia mencintai diri saudara-saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri”

“Sebaik-baik manusia ialah manusia yang banyak berkhidmat kepada manusia yang lain”

“Barang siapa yang menunaikan hajat saudara lain, Tuhan akan tunaikan padanya 70 hajat”

Terjalin perasaan ghairah apabila menolong orang lain. Lahir perasaan kasih sayang pada orang lain. Mereka dapat merasakan nasib orang lain seperti nasib mereka sendiri, kesenangan orang lain seperti kesenangan sendiri, kesusahan orang lain seperti kesusahan sendiri, darah orang lain seperti darah sendiri, nyawa orang lain seperti nyawa sendiri.

Dengan 3 pil inilah Rasulullah dapat mendidik manusia-manusia Jahiliyah ketika itu hinggakan Allah telah memuji Rasulullah dan generasi ketika itu. Firman Allah yang artinya :

 

“Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia yang mengajak kepada Ma’ruf dan mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah”
[Q.S. Ali Imran : 110]

Hadits Rasulullah SAW yang artinya :

“Sahabat-sahabatku adalah seperti bintang-bintang di langit. Jika diikuti diantara mereka niscaya kamu akan mendapat petunjuk”

 




JADIKAN NILAI KEISLAMAN UNTUK RAIH VISI KAB.INHIL 2020

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo meminta kepada seluruh masyarakat Inhil untuk lebih mempertebal rasa keimanan kepada Tuhan yang maha Esa. Dengan dasar iman, diharapkan akan dapat dijadikan motifasi guna mencapai Visi Kabupaten Indragiri Hilir Berjaya dan Gemilang 2020.

Pernyaan ini disampaikan Wabub dalam kata sambutannya sesaat menjelang dilaksanakannya sholat idul Adha 1432 H di Lapangan Upacara Jalan Gadjah Mada, Tembilahan. Ahad (6/11/2011).

“Bersempena dengan pelaksanaan Idul Adha ini saya berharap kepada seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk lebih mampu meningkatkan nilai ibadah kepada Tuhan yang maha esa dan yang lebih teramat penting tentunya pelaksanaan ibadah ini harus mampu diimplementasikan dalam kehidupan keseharian.” Kata Wabub

Pengimplemetasian dari nilai ibadah itu sendiri, tambah Wabub,  tentunya akan mampu menghindarkan kita dari perbuatan-perbuatan maksiat dan bertentangan dengan ajaran Allah. Hari ini, marilah kita bersama-sama untuk dapat lebih meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai islam yang pada akhirnya akan lebih mempertebal rasa keimanan kepada Tuham Yang Maha Esa. Dengan nilai keimanan ini diharapkan dapat dijadikan motifasi untuk mencapai Visi Kab. Inhil Berjaya dan Gemilang 2020.

Pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha 1432 H di lapangan upacara jalan gajah mada ini juga tampak dihadiri Sekretris Daerah Kab. Inhil, H. Alimuddin RM, pejabat dilingkungan pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir dan ratusan masyarakat Kota Tembilahan.

Dalam perayaan hari raya Idul Adha 1432 H ini, dari 20 Kecamatan yang ada dikabupaten Inhil dilaksanakan pemotongan hewan korban sebanyak 929 Ekor sapi dan 212 ekor kambing. Ditambah dari hewan ternak yang dikurbankan oleh IKABU sebanyak 12 ekor sapi. Total hewan ternak yang dikorbankan sebanyak 941 ekor sapi dan 212 ekor kambing. (fsl)