JAGO MERAH LALAP RUMAH WARGA DI RETEH

RETEH (www.detikriau.wordpress.com) – Sedikitnya 4 unit rumah di Jalan Simpang Raya Parit 13 Desa Pulau Kecil Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir, ludes dilalap jago merah Rabu, (11/1) dinihari. Walau peristiwa kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa tapi kerugian ditaksir mencapai Rp. 200 juta  lebih.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum dari berbagai sumber dilapangan, peristiwa kebakaran mulai diketahui masyarakat yang sebahagian besar sudah mulai terlelap  saat ada teriakan keras dari salah seorang warga yang membuat masyarakat terbangun dan berhamburan keluar rumah dan begitu melihat kobaran api yang sudah membesar, masyarakatpun berbondong-bondong berdatangan dan berusaha memberikan pertolongan.

Pemadaman api yang berkobar cukup besar malam itu dilakukan warga dengan cara manual. Warga bersama sama mengambil air menggunakan ember dan berbagai peralatan seadanya. Lokasi kebakaran itu merupakan rumah padat penduduk yang rata rata berbahan kayu.

“Tidak kurang dari 50 orang warga masyarakat terlihat bergotong royong dengan menggunakan alat seadanya, karena disana tidak ada Damkar, sekitar sejam kemudian api bisa dipadamkan,” ujar Bujang (44) salah seorang warga.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.Msi melalui Kapolsek Reteh AKP Sangkut Suryadi Ningrat, Rabu (11/1) membenarkan adanya kejadian yang mengakibatkan 4 unit rumah rata dengan tanah, dan 1 unit rumah lainnya terpaksa dirubuhkan untuk memutus jalur api agar tidak menyambar ke bangunan lainnya.

Untuk penyebab kebakaran menurut Kapolsek Reteh, sampai saat ini masih dalam penyidikan, namun sumber api dari keetrangan beberapa saksi berasal dari rumah yang dihuni oleh Irum (45). Keempat unit rumah 4 unit rumah yang rata tanah diantaranya milik Irum (45), rumah Bahar (36), rumah Syamsudin  (65) dan terakhir rumah H. Sampena (55). Sedangkan untuk 1 unit rumah yang dirobohkan oleh warga agar api tidak menjalar adalah milik  Syarkawi (50).

“Pasca terjadi kebakaran, untuk warga yang sudah tidak memiliki rumah, sementara mereka tinggal dirumah keluarganya, sambil menunggu jika ada bantuan dari dinas terkait,” jelas Kapolsek.(fsl)




WARGA KELURAHAN SUNGAI PERAK DITEMUKAN MENGAPUNG DI BAWAH JEMBATAN RUMBAI JAYA.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Warga Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Tempuling sekira pukul 17.25 Wib, Selasa (10/1) mendadak heboh. Kegaduhan ini disebabkan ditemukannya sesosok mayat laki-laki mengapung dan tersangkut di perairan sungai indragiri tepat dibawah jembatan rumbai jaya. Diduga pria kelahiran tahun 1990 ini tewas akibat pembunuhan.

Berdasarkan laporan pihak kepolisian, korban diketahui bernama Halim, Warga Parit V Kelurahan Sungai Perak Kecamatan Tembilahan.

“Identitas korban kita ketahui berdasarkan KTP yang kita temui disaku celananya. Kita juga sudah menginformasikan keberadaan korban kepada pihak keluarga berdasarkan alamat yang tertera di dalam KTP tersebut.”Jelas Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Paur Humas Polres Inhil, Iptu Zahari saat dikomfirmasi wartwawan. Rabu (11/1).

Berdasarkan hasil visum, ditubuh korban bagian kepala ditemukan luka bekas pukulan benda tumpul serta luka kecil pada bagian lengan. Korban diperkirakan meninggal hanya beberapa jam sebelum ditemukan.

“Berdasarkan hasil visum mungkin saja korban meninggal akibat tindak kekerasan. pihak kepolisian masih lakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus ini,” Pungkas Iptu Zahari.(fsl)




MESKI DILIPUTI RASA WAS-WAS, AKTIFITAS BERJALAN NORMAL

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Meskipun dua hari sebelumnya lokasi parkir air mancur jalan jendral sudirman sempat terjadi pertarungan yang menelan satu korban jiwa, walau terbilang agak sepi, aktifitas sudah berjalan seperti hari-hari sebelumnya. Pedagang dan Petugas parkir mengaku tidak punya pilihan karena ini pekerjaan mereka satu-satunya.

“Kita tak ada pilihan bang, ini satu-satunya pekerjaan yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan rezky. Lagipula kita merasa cukup aman karena sejak kemaren petugas kepolisian tetap melakukan penjagaan,”Ungkap Rafles, salah seorang petugas parkir yang sempat ditemui Www.detikriau.wordpress.com, Selasa (10/1).

Rafles mengakui bahwa ia mulai ikut menjadi petugas parkir sejak 1,5 bulan yang lalu.”Kita bekerja kelompok bang, setiap harinya ada lima orang petugas parkir dan kita bekerja untuk mendapatkan gaji,”Jelas pemuda yang mengaku saat ini sudah tidak bersekolah .

Apa yang diungkapkan Rafles juga tidak jauh berbeda dengan apa yang diungkapkan seorang pedagang kaki lima dilokasi parkiran itu, diakuinya meskipun ada rasa was-was tapi dirinya tetap harus menjalankan aktifitas sebagai pedagang untuk mendapatkan rezky.” Kita hanya orang kaki lima bang, tidak bekerja berarti tidak ada penghasilan. Kita akui pasti ada rasa was-was, tapi kita tak punya pilihan,”Ungkap Pria yang tidak bersedia namanya dipublikasikan ini saat dimintai keterangan. Selasa (10/1).

Dari pantauan, walaupun jumlah kendaraan yang  memarkirkan kendaraan dilokasi ini agak sepi dari hari-hari biasa tapi secara umum aktifitas sudah berjalan dengan normal. Diseputaran lokasi parkiran terlihat puluhan petugas masih melakukan penjagaan. (fsl)




ANTISIPASI BENTROKAN ULANG, POLRES TETAP LAKUKAN PENJAGAAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Pasca kerusuhan berdarah dilapangan parkir air mancur Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Ahad (8/1), sampai hari ini Polres Indragiri Hilir tetap mensiagakan personilnya guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan ulang. Diakui, sejauh ini kepolisian sudah melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi.

 

“Usai bentrokan, kita segera lakukan sterilisasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal ini kita lakukan guna antisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan ulang.”Ungkap Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Inhil, Kompol Yuniar Ari Didampingi Paur Humas Polres Inhil Iptu Zahari ketika ditemui Harian Pagi Vokal diruang kerjanya, Selasa (10/1).

 

Dijelaskan Kabag Ops, saat ini polres Inhil juga mensiagakan personilnya dibeberapa lokasi. Jumlah petugas disesuaikan dengan penilaian tingkat kerawanan.” Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada, Tembilahan yang saat ini masih dirawat 2 korban dari pertikaian berdarah itu, disiagakan 25 orang petugas kepolisian. Rumah Sakit Indragiri Jalan Trimas, 1 orang korban masih dirawat, disiagakan 10 orang petugas. Termasuk di TKP, sampai hari ini kita juga masih lakukan penjagaan.”Jelas Kabag Ops

 

Dijelaskan lagi oleh Kabag Ops, pihak kepolisian saat ini juga terus  lakukan pantauan dibeberapa pintu masuk ke kota Tembilahan terutama dilokasi pelabuhan. Hal ini dilakukan karena sebelumnya ada informasi yang berkembang dimasyarakat tentang akan adanya rencana serangan balik dari pihak keluarga korban yang datang dari daerah. Prosesi pemakaman salah satu korban kemaren, senin (9/1), juga tidak luput dari  pengawalan petugas  termasuk tempat yang dicurigai dapat dijadikan lokasi berkumpul untuk melakukan perundingan, serta rumah-rumah kediaman kedua kelompok yang bertikai.

 

“Disamping petugas-petugas yang telah disiagakan dibeberapa lokasi diatas, kita juga persiapkan 60 orang personil di Mapolres untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila diperlukan tambahan personil dalam jumlah besar,”Terang Kabag Ops.

 

Ketika disinggung apakah sejauh ini pihak kepolisian sudah ada lakukan pemeriksaan saksi, hal ini dibenarkan. hanya saja, pihak kepolisian belum bersedia mempublikasikan.”Benar, kita sudah mintakan keterangan kepada beberapa orang saksi termasuk sebelumnya kita juga sudah lakukan gelar perkara untuk menilai bukti-bukti dan berkas yang kita miliki, tapi untuk saat ini belum bisa kita publikasikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat .” Pungkas Kabang Ops sambil meminta ma’af. (fsl)




Warga Concong Minta Pemerintah Perhatikan Sektor Pendidikan

CONCONG TENGAH (www.detikriau.wordpress.com) —  Warga Kecamatan Concong berharap agar Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan Provinsi Riau untuk lebih mencurahkan perhatian pada sektor pendidikan terutama menyangkut infrastruktur pendidikan yang ada di pedesaan. 
Hal itu diuangkapkan Mahmuddin, seorang warga concong belum lama ini. Diakuinya, kecamatan Concong  saat ini masih sangat memerlukan tambahan beberapa sekolah, seperti sekolah-sekolah kejuruan, salah satunya adalah sekolah perikanan.

“Selama ini Kecamatan Concong diketahui adalah salah satu Kecamatan pemasok ikan terbesar di Kabupaten Inhil. Tapi semunya itu, didapat melalui ikan tangkapan diperairan bebas. Kedepan kita harus mampu membudidayakan ikan, itu semuanya hanya bisa melalui proses pengetahuan, salah satunya lewat pendidikan,” katanya.
“Masih menurut yang bersangkutan Apa yang ia sampaikan ini tidak terlepas dari bentuk kepedulian akan visi Kabupaten Inhil Berjaya dan Gemilang 2025. Itu semuanya hanya bisa terwujud kalau adanya pemerataan sektor pendidikan, terutama antara Ibu kota Kabupaten, Kecamatan dan juga Desa.

Masih menurutnya, selama ini masih sangat terlihat ketimpangan infrastruktur pendidikan di pedesaan. Masih mudah ditemukan bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan, mulai bangunan sekolah  dalam kondisi tua dan mengalami kerusakan disana-sini,  hingga sampai pada kekurangan lokal. Kondisinya itu tentunya sangat memnghambat proses belajar mengajar, karena proses belajar hanya akan berjalan baik kalau memang didukung infrastruktur yang memadai.

 

Selain itu, kendalanya adalah tidak meratanya penyebaran tenaga pendidik yang ada di pedasaan. Sebab sudah tidak zamannya lagi, kalau ada seorang guru harus memegang dua hingga tiga mata pelajaran pada satu sekolah. Karena dengan begitu banyak bidang studi, maka secara otomatis konsentasi akan terpecah, hingga pencapaian yang ingin diraih juga tidak berjalan maksimal.
“Tantangan yang dihadapi generasi muda kedepan akan semakin keras, untuk itu mau tidak mau generasi muda harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menjawab tantangan yang dimaksud. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan diri melalui jalur pendidikan. (suf)




WARGA TUDING KETIDAKTEGASAN PEMICU BENTROKAN BERDARAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Gugurnya satu korban nyawa dan tiga luka berat dalam peristiwa berdarah, minggu sore (8/1) dalam perebutan lahan perparkiran air mancur jalan jendral sudirman Tembilahan menjadi sesuatu hal yang sangat disayangkan oleh kebanyakan masyarakat. Mereka menilai gugurnya korban dari kedua kelompok yang bertikai ini hanya buah pahit dari ketidaktegasan yang dipertontonkan instansi terkait dalam menegakkan sebuah aturan.

“titik awal persoalan, sejak jauh-jauh hari sudah terbaca dengan jelas. Bahkan sampai sesaat sebelum terjadinya pertarungan maut itu, kedua belah pihak masih saling mengklaim bahwa mereka yang berhak untuk mengelola kawasan tersebut. Artinya, apapun pembelaan yang selama ini dikumandangkan Instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Inhil untuk menyelesaikan persoalan ini masih patut untuk dipertanyakan. Buktinya, selisih pendapat mengenai siapa penguasa kawasan primadona perparkiran dalam kota Tembilahan ini masih menjadi pemicu bentrokan berdarah 13 hari bulan syafar itu,”Ungkap Yadi, seorang warga Tembilahan, Senin (9/1)

Saat itu, Yadi sempat melontarkan kritikan bahwa menurutnya Dishub tidak tegas dalam menegakkan aturan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir, M. Thaher ketika dikomfirmasi wartawan melalui sambungan telepon selularnya, minggu malam (8/1) menyebutkan apa yang telah dilakukan intansinya telah dijalankan secara prosedural dan professional.

“Kawasan perparkiran itu sudah kita lelang tahun 2011 yang lalu dan pemenangnya Ikatan Pemuda Hidayat atas nama Rusmedi, dengan alamat jalan kembang. Kemudian Win menggugat bahwa yang namanya Pemuda Hidayat itu dia, bukan Rusmedi. Secara hukum yang menang adalah Ikatan Pemuda Hidayat yang diketuai Rusmedi,”Kata Thaher menjawab komfirmasi.

Masih menurut penuturan M.Thaher, Win mengklam bahwa pemuda hidayat adalah dia. Sementara kontrak yang yang sudah dibuat dishub adalah atas nama Rusmedi. Saat itu, katanya lagi, Win mempertanyakan, kenapa dengan alamat organisasi palsu yang dipergunakan Rusmedi nyatanya organisasi mereka bisa menang dalam proses tender.

“Kawasan parkir itu sudah diambil Win selama satu bulan, Rusmedi menuntut dan kita damaikan di Polres serta dibuatkan pernyataan bahwa Rusmedi mendapat jatah lahan parkir dalam pagar dan Win diluar pagar. Dan Win kita minta membuatkan laporan secara hukum kalau memang ada pemalsuan alamat domisili. Kami nilai kita sudah bekerja secara prosedural dan profesional. Itu lelang, siapa yang memenuhi persyaratan tentu ia yang menang.” Kilah Thaher.

Dalam komfirmasi itu juga Thaher berdalih bahwa sengketa yang timbul bukan lagi ranah Dinas yang dipimpinnya. Lagipula menurutnya adanya sengketa sebelumnya sudah didamaikan di Polres Inhil.”Tapi kami tetap mempertanggungjawabkan proses pelelangan kalau nanti menjadi sengketa,”Pungkas Thaher.

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan ketika dikomfirmasi diruang kerjanya, Senin (9/1) menghimbau agar masyarakat dapat mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian .”Kita berharap masyarakat dapat tenang dan tidak mudah terpropokasi. Kita akan bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku. Saat ini kita masih mengumpulkan bukti-bukti.”Jawab Kapolres singkat. (fsl)