HONOR TIDAK DIBAYAR, PERANGKAT DESA BERANG.

Desa Nusantara Jaya (www.detikriau.wordpress.com) — Kepala Dusun (Kadus) , RT dan RW desa Nusantara Jaya Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir berang. Pasalnya, sejak tahun 2010 yang lalu sampai hari ini, honor mereka belum juga dibayarkan oleh Kepala Desa, Sarifuddin. Mirisnya Kades selalu sulit untuk ditemui dan Handphone tidak lagi pernah aktif.

“Bagimana kita tidak marah pak. Uang itukan milik pemerintah, bukan miliknya pribadi dan seharusnya bayarlah karena itu memang hak kami,” Jelas Kadus pinang teluk, Desa Nusantara Jaya, Achmad (43) ketika dihubungi Vokal melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (11/11/2011)

Menurut pengakuan Achmad,  honor yang biasanya dibayarkan per enam bulan ini, untuk tingkatan Kepala Dusun, dari Kepala Desa sebelum Sarifuddin dirinya menerima sebesar Rp. 1,2 jt/ 6 bulan. “Sejak Desa dipimpin Syarifuddin, saya hanya menerima honor sebesar Rp. 800 ribu per enam bulannya. Bahkan untuk setingkat RT, honor yang biasa diterima sebelumnya 300 ribu / enam bulan, sejak Kades sarifuddin hanya dibayarkan 200 ribu / enam bulannya. Penurunan ini juga terjadi untuk honor RW. Biasanya dulu diterima sebesar Rp, 400 ribu/ enam bulan tapi sekarang hanya sebesar Rp. 300 ribu,” Ujar Achmad.

Kata Achmad lagi. Dirinya pernah bertemu dengan Sekretaris Desa Nusantara Jaya, Anto. Menurut pengakuan Sekdes, memang sampai hari ini masih ada honor sekitar 21 orang perangkat desa yang belum dibayarkan. Hanya saja waktu itu dirinya tidak bisa menjelaskan kenapa honor ini tidak dibayar. ”jumlahnya nominalnya sekitar 20 jutaan lagi yang belum dibayar.” Ucap Achmad menirukan jawaban Sekdes yang diterimanya.

“Kita sudah beberapa kali berusaha menemui Kades untuk mempertanyakan hal ini, tapi dirinya selalu menghindar bahkan handphone-nyapun tidak pernah aktif lagi,” Sesal Kadus.(fsl)




Peringati Hari Pahlawan Pemkab Laksanakan Upacara dan Tabur Bunga

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Bupati Indragiri Hilir, Indra Muchlis Adnan , Kamis (10/11/11) memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Inhil. Upacara Peringatan Hari Pahlawan yang dihadiri segenap pejabat dan pegawai Pemkab Inhil tersebut dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Tampak hadir juga jajaran TNI dan kepolisian, serta para veteran dan janda pejuang Inhil.

 

Puncak peringatan ditandai dengan mengheningkan cipta bagi arwah pahlawan. Upacara Peringatan Hari Pahlawan ini berlangsung sekitar 45 menit saja.

Usai upacara tersebut, Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan berkesempatan memberikan menyalami dan memberikan bingkisan kepada veteran dan janda pejuang kemerdekaan di Inhil.

Acara Peringatan Hari Pahlawan kemudian dilanjutkan di Taman Makam Pahlawan Yudha Bakti Parit 7 Tembilahan Hulu dengan pemimpin upacara Dandim 0314/ Inhil, Letkol Inf Rudolf TS Manoppo.

 

Kemudian diakhiri dengan acara tabur bunga oleh Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan, Dandim 0314/ Inhil, Letkol Inf Rudolf TS Manoppo dan para pejabat TNI dan Polri pada 21  makam pahlawan yang bersemayam di TMP Yudha Bakti tersebut. (nto)




Dewan Belum Bahas KUA PPAS Pengesahan APBD 2012 Dipastikan Kembali Molor.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Kebijakan Umum Angganran (KUA) Plapon Perencanaan Anggaran Sementara (PPAS) dari pihak eksekutif masih belum diserahkan ke legislatif. Kondisi itu pembahasan dan pengesahan RAPBD untuk tahun anggaran 2012 mendatang dipastikan akan molor kembali.

“Sampai sekarang KUA PPAS belum juga masuk ke dewan, persoalan itu tentunya membuat pembahasan dan pengesahan RAPBD tahun anggaran jadi tertunda,” kata Ketua Komisi II HM Yunus saat berbincang-bincang di ruangan kerjanya, Kamis (10/11).

Mestinya,  pengesahan APBD bisa diakhir tahun, dan pada awal tahun anggaran sudah mulai bisa berjalan, pada November ini sudah mulai dilakukan pembahasan RAPBD. Tapi seperti tahun-tahun sebelumnya, tahapan-tahapan pembahasan anggaran selalu terkendala.

Sementara itu Anggota Komisi II lainnya, Bakri H Anwar terkait persoalan KUA PPAS yang hingga sekarang masih juga belum masuk mengatakan bahwa dalam setiap kesempatan dewan sering mengingatkan persoalan tersebut. Tapi kenyataan yang terjadi, persoalan yang sama terus saja berulang.

“Kita sudah sering mengingatkan pihak eksekutif agar pembahasan   RAPBD bisa tepat waktu. Tapi nyatanya tetap sama aja,” kata Bakri.

Molornya pengesahan APBD nantinya tentu akan berimbas pada masyarakat. Berbagai program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dan bisa dinikmati secepatnya jadi terkendala hanya karena persoalan RAPBD yang belum disahkan

Padahal, proses lainnya seperti pelelangan juga membutuhkan waktu. Belum lagi nantinya kalau ada sanggahan dari rekanan kontraktor, tentunya makin memperpanjang proses yang terjadi.

Imbas dari berbagai kondisi diatas adalah waktu pengerjaan berbagai proyek fisik yang mepet. Mau tidak mau, itu nantinya akan berimbas pada kualitas proyek. Apalagi mendekati akhir tahun, pasang tinggi, dan musim penghujan tiba. tentu berbagai proyek fisik jadi terkendala pelaksanaannya.(Njd)




Bupati resmikan Penggunaan Lapangan Futsal B-YAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Bupati Inhil Indra Muchlis Adnan  meresmikan penggunaan lapangan Futsal B – YAN yang berlokasi di jalan SKB Tembilahan Hilir. Keberadaan lapangan ini hendaknya menjadi satu alternatif bagi masyarakat Inhil dlam menyalurkan hobi mereka dalam bermain futsal.
Selain itu dalam sambutannya, bupati mengatakan dengan tersalurnya hobi, terutama generasi muda mampu untuk mencegah perilaku negatif yang terjadi seperti penalahgunaan obat-obatan dan Narkoba. Sebab persoalan ini menurut bupati, menjadi masalah yang serius dihadapi Bangsa ini.

“Kita berharap dengan peresmian lapangan Futsal B YAN menjadi alternati dalam menyalurkan hobi. Hingga bisa mencegah mereka dari pergaualan yang salah dan mencegah bahaya Narkoba,” kata Ketua DPD Golkar Riau tersebut.

 

Sementara itu Ir Saripek ketika diwawancarai wartawan mengungkapkan, bahwa pembangunan lapangan futsal ini, adalah bentuk perhatiannya kepada masyarakat akan kebutuhan lapangan futsal yang representatif, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan.

 

Ditambahkannya, lapangan futsal yang dibangun ini juga tersedia untuk anak-anak. Sementara itu selama ini lapangan khusus untuk anak-anak belum tersedia di kota Tembilahan. Dengan desain yang disesuaikan hingga memudahkan bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat dan hobi mereka untuk bermain futsal.

 

“Sesuai dengan yang disampaikan oleh pak Bupati tadi, dengan kehadiran lapangan futsal ini, generasi muda punya alternatif lapangan yang memadai untuk menyalurkan hobi dan bakat mereka. Dengan itu diharapkan mampu mencegah generasi muda dari pergaulan yang salah seperti penggunaan Narkoba,” tambah Mantan Sekretaris DPRD Inhil ini.

 

Pantaun di lapangan, peresmian lapangan futsal B-YAN selain dihadiri oleh Bupati Inhil Indra M Adnan, Dandim 0314 Inhil, Kol Inf RTS Manoppo, S.Sos juga tampak dihadiri ketua DPRD Inhil HM Raus Walid, staf ahli Bupati dan beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil. (Nejad)




LSM Kritik Lambannya Pengungkapan Kasus Korupsi di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – LSM Gemilang Serumpun mengaku kecewa dengan kinerja Kejaksaan Negeri Tembilahan dalam pengungkapan berbagai kasus korupsi di Tembilahan. Selain pengungkapan yang terkesan lamban, juga terindikasi tidak adanya keseriusan institusi penegak hukum tersebut dalam pengungkapan beberapa kasus yang sudah masuk.
Seperti dua kasus  yang mencuat dan ramai diperbincang oleh masyarakat kota Tembilahan beberapa waktu yang lalu, yakni persoalan PT GCM dengan total anggaran 4.2 milyar tahun 2005-2007 dan pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) tahun 2010 dengan total anggaran 1.8 milyar yang hingga tahun anggaran 2011 hampir berahir ternyata belum juga didistribusikan.

” Terus terang kita merasa sangat kecewa dengan kinerja Kejaksaan Negeri Tembilahan dalam pengungkapan kasus korupsi di daerah ini. Apalagi terkait persoalan PT GCM, kasus ini bukan kasus yang baru, tapi lama dan sudah pernah masuk juga di Kejaksaan. Tapi nyatanya hingga sekarang kasus ini tidak pernah tuntas dan mereka yang sudah merampok uang rakyat tidak pernah diadili,” kata Ketua LSM Gemilang Serumpun, Indra Gunawan, Rabu, (9/11)

Makanya ketika ia sempat membaca koran belum lama ini, yang katanya Kejaksaan sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait dua kasus tersebut ditanggapi dengan sinis. Sebab ungkapan seperti itu sudah sangat sering keluar dari mulut mereka. Tapi kenyataan tidak pernah tuntas hingga akhir.

“Bahkan kita sudah pernah menyerahkan bukti konkrit terkait korupsi dana perumahan, jawaban apa yang mereka berikan. kasusnya terlalu kecil, maunya kalau bisa untuk kasus besar. Sementara untuk kasus besar, prosesnya terlalu bertele-tele, dan akhirnya hilang sendiri dari peredaran,” tandasnya.

Untuk itu Indra mengingatkan kepada aparat penegak hukum, bahwa kapasitas mereka adalah menegakkan hukum di negeri ini dan bukan sebagai peredam hukum dan apalagi malah terkesan melindungi mereka yang bersalah. Tapi kalau kondisi seperti ini yang terjadi, sudah terjadi penjungkirbalikan hukum. (suf)




Warga Keluhkan Anjloknya Harga Pinang

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com)  – Masyarakat di Kecamatan Gaung mengeluhkan anjloknya harga komuditas perkebunan seperti pinang. Jatuhnya harga pinang cukup tinggi, dari Rp 7.000/kg beberapa waktu lalu, belakang ini harga jual pinang dipasaran hanya Rp 2.500/kg. Akibatnya, masyarakat enggan untuk memanen pinang mereka.
Seperti yang dituturkan Husin warga Desa Gembira, Rabu, (9/11). Kejatuhan harga pinang mulai  terjadi paska berlangsungnya Porda ke VII Riau yang berlangsung di kota Tembilahan beberapa waktu lalu. Padahal sebelumnya harga pinang dinilainya sangat menjanjikan dan sangat menolong perekonomian petani.

“Tapi sekarang terjadi kejatuhan harga pinang cukup tinggi. Akibat kejatuhan harga pinang, petani agak enggan untuk memanen pinang mereka,” kata Husin menjelaskan.

Padahal menurutnya, saat harga pinang mencapai Rp 7.000/kg sangat membantu perekonomian petani di kawasan tersebut. Sebab bagi mereka yang memiliki kebun pinang cukup luas, hasil yang mampu diperoleh saat panen sangat lumayan. Tapi belakangan ini, akibat kejatuhan harga, penghasilan petani jauh menurun.

Bukan hanya petani  yang merasakan dampak dari jatuhnya harga, tapi penampung pinang juga merasakan imbasnya. Karena sebelumnya penampung membeli dengan harga yang cukup tinggi. Akibat kejatuhan harga, nilai jual kepenampung yang lebih besar di Tembilahan jadi tidak sesuai.

“Saat kita membeli dari petani mencapai Rp 5.000/kg. Tapi sekarang tokeh di Tembilahan mengambil dengan harga di bawah pembelian kita, terus terang saya merasa pusing memikirkan persoalan tersebut,” terang Hasri salah seorang penampung pinang yang ada di Kecamatan Gaung.

Akibatnya pinang yang telah ia beli dari petani beberapa waktu yang lau, terpaksa ia simpan di dalam gudang, menunggu harga pinang kembali stabil baru akan dijual kembali. “Itu ada sekitar 5 ton pinang yang sekarang saya simpan di gudang,” ujarnya. (Njd)