Pilih Cabut Izin Tambang PT SMN Setelah Kantor Pemkab Dibakar

Bupati Bima Akhirnya Menyerah

BIMA (www.detikriau.org) – Bupati Bima Ferry Zulkarnaen akhirnya melunak terkait izin pertambangan kepada PT SMN. Sikapnya yang kukuh tak mau mencabut SK 188 tentang izin eksplorasi tambang di Bima, teryata rontok juga.

Terhitung sejak Sabtu (28/1) dini hari, atau sekitar pukul 02.30 WITA, Zulkarnaen memutuskan untuk mencabut secara permanen SK 188 tahun 2010 yang memberikan izin kepada PT SMN untuk melakukan eksplorasi tambang. Pencabutan ditetapkan melalui SK Nomor 188.45/64/004/1012, tertanggal 28 Januari 2012.

Keputusan tersebut diambil bupati setelah menggelar rapat dengan Wakil Bupati Drs H Syafrudin HM Nur dan Sekretaris Daerah (Sekda) Drs H Masykur HMS di Pandopo Bupati Bima. “Kita mencabut SK 188 bukan karena adanya tekanan dari warga Lambu maupun karena kantor bupati dibakar. Melainkan setelah kita menerima rekomendasi dari Menteri ESDM,” kata Zulkarnaen.

Dijelaskannya, rapat tersebut memang khusus digelar untuk merespons surat rekomendasi dari Kementerian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) RI Nomor 422/30/DJB/2012, tanggal 26 Januari 2012. “Pencabutan SK 188 tentang eksplorasi PT SMN mulai berlaku sejak tanggal 28 Januari 2011,” katanya.

Bupati berharap pencabutan SK tersebut segera disosialisasikan pada masyarakat Lambu, Sape, dan Langgudu. “Kita mengharapkan bantuan dan kerja sama media massa, sehingga diketahui secara meluas oleh masyarakat. Kita berharap teman-teman wartawan bisa ikut mensosialisasikan pencabutan SK 188,” harapnya.

Wakil Bupati Bima H Syafrudin HM Nur yang ditemui di Polres Bima Kota mengatakan, pencabutan SK 188 sifatnya permanen. “Dasar pencabutan SK ini karena ada rekomendasi dari Menteri ESDM, bukan karena tuntutan warga Lambu,” terangnya.

Sementara itu, hingga kemarin aparat kepolisian terus menyelidiki kasus perusakan dan pembakaran kompleks Kantor Bupati Bima dan Kantor KPUD. Jumlah anggota polisi yang diterjunkan sekitar 800 orang, termasuk Brimob dan Densus 88. Jumlah tersebut diluar personel TNI yang ikut diperbantukan.

Aparat dalam jumlah besar ditempatkan di sejumlah titik di wilayah Kota Bima, seperti Kantor Bupati Bima, Rutan, Kantor Pengadilan dan lainnya. “Khusus untuk pasukan dari Polda Jawa Timur ditempatkan di Kecamatan Sape,” kata Kapolda NTB Brigjen Pol Arif Wachyunadi di Bima, kemarin.

Ditanya tentang isu bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyisiran untuk menangkap pelaku pembakaran, Kapolda langsung membantahnya. “Itu tidak benar. Tidak ada penyisiran warga Lambu,” tegasnya.

Pascapembakaran Kantor Bupati Bima Kamis (26/1) lalu, hingga kemarin kondisi di Bima kondusif. Kendati demikian, kapolda mengingatkan warga untuk tetap mewaspadai adanya pihak-pihak atau kelompok tertentu yang ingin memprovokasi. “Pada kondisi seperti ini banyak pihak yang memanfaatkan untuk kepentingan tertentu,” katanya.

Untuk mencegah adanya upaya provokasi dari oknum tertentu, anggota polisi, TNI, bersama pemerintah kabupaten tetap memberikan pelayanan pada masyarakat. Selain itu, kapolda mengungkapkan pula bahwa kasus pembakaran Kantor Bupati Bima tetap diselidiki. Untuk itu, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) dari Polda Bali masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Hasilnya belum diketahui. Saya belum dapat laporan apa hasil olah TKP dari Labfor,” katanya.

Dijelaskannya, penyidik masih mengumpulkan bukti-bukti terkait pembakaran kantor bupati karena pelaku kejahatan harus dikenai tindakan hukum. “Kita tidak bisa begitu saja menangkap orang, meski mereka pelaku kejahatan,”terangnya.(gun/cr-mis/jpnn/dro)




Dipilih Secara Aklamasi, Syamsuddin Uthi Pimpin Demokrat Inhil

Syamsuddin Uthi secara aklamasi terpilih jadi Ketua Demokrat Inhil 2012-2017. Jelang pemilihan, kubu Irwandi sebagai rival protes dan meninggalkan ruang Muscab.

www.detikriau.org-PEKANBARU– Syamsuddin Uthi akhirnya terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Indragiri Hilir (Inhil) periode 2012-2017.

Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) II Partai Demokrat yang berlangsung di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (28/1/12) siang, dari 14 pemilik suara yang hadir, seluruhnya sepakat memilih Syamsuddin Uthi. Apalagi, sejak rivalnya, Irwandi meninggalkan ruangan (walk out Musda II Partai Demokrat Inhil di ruangan Serampang 12 Hotel Grand Elite, praktis Syamsuddin menjadi calon tunggal.

“Dalam undang-undang partai, calon yang mengikuti pemilihan pimpinan partai Demokrat paling banyak 13 orang. Namun jika hanya terdapat satu calon, ya, otomatis calon itu secara aklamasi dipilih menjadi Ketua,” tutur Muhammad Sanif, penanggung jawan Musda yang sekaligus Kepala Devisi Pembinaan Organisasi DPP Partai Demokrat.

Saat ditanya status Ketua DPD Demokrat Inhil Syamsuddin Uthi yang dituding Irwandi masih menjadi Ketua DPC PBR Inhil, Muhammad Sanif mengaku baru mengatahui. Tetapi kepada DPP, Syamsuddin mengaku sudah mengundurkan diri dari PBR. Begitu juga disinggung apakah cara-cara yang dilakukan Demokrat dengan memperbolehkan kader parpol lain pindah dan kemudian menduduki kursi ketua bakal mengurangi peluang bagi kader lama, lagi-lagi Sanif menyatakan itu sah-sahkan saja.

“Sepanjang yang bersangkutan telah memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota, Red) ia bisa dicalonkan sebagai Ketua Demokrat. Tidak masalah yang bersangkutan baru seminggu mengantongi KTA tersebut,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, saat meninggalkan ruangan Muscab II Demokrat Inhil, Irwandi kepada wartawan mengatakan, Muscab tersebut cacat hukum. Karena yang menggelar Muscab adalah pihak DPD dan DPP. Padahal seharusnya itu merupakan ‘gawe’-nya DPC Demokrat Inhil.

“Dan saya sebagai Ketua DPC Demokrat Inhil yang sah, saya tidak diperbolehkan masuk ke ruangan Muscab. Saya sebenarnya tidak berambisi lagi menjadi Ketua, tetapi karena saya dizholimi, saya pasti akan melawan. Saya akan menggugat masalah ini hingga ke pengadilan,” tegasnya.

Irwandi juga menduga ada money politics atau politik uang dalam proses pemilihan Ketua DPC Demokrat Inhil. Hal itu diperkuat lagi dipindahkannya secara sepihak oleh DPD/DPP tempat penyelenggaran Muscab dari Tembilahan ke Kota Pekanbaru.

Muscab II Demokrat Inhil itu sendiri sebelumnya nyaris kisruh. Beberapa pendukung Irwandi mencoba untuk memasuki ruang Musda tetapi pihak keamanan yang dituntuk Panitia Muscab II tidak mengizinkannya. Aksi saling dorong pun terjadi.

Bahkan jika tidak segera dilerai petugas keamanan hotel dan dibantu aparat Polsek Payung Sekaki, kemungkinan besar bakal terjadi bentrok fisik. Untung saja petugas keamanan sigap dan segera melakukan langkah-langkah antisipasi. *** (rtc)




Saling Dorong, Muscab Demokrat Inhil Nyaris Ricuh

Muscab II Partai Demokrat Inhil di Hotel Grand Elite Pekanbaru nyaris ricuh. Kedua kubu calon Ketua Demokrat terlilbat saling dorong.

www.detikriau.org-PEKANBARU– Musyarawah Cabang (Muscab) II Partai Demokrat Indragiri Hilir (Inhil) di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (28/1/12) pagi nyaris ricuh.

Dua kelompok pendukung calon Ketua Demokrat Inhil, masing-masing Irwandi (incumbent,Red) vs Syamsudin Uthi terlibat saling dorong. Aksi saling dorong itu dipicu tidak diberbolehkannya orang-orang Irwandi memasuki ruang Muscab di lantai II Hotel Grand Elite.

Untung saja, pihak keamanan hotel dibantu pihak anggota Polsek Payung Sekaki cepat mengatasi keadaan dan melerai dua kubu kandidat Ketua Demokrat Inhhil tersebut.

Hingga berita ini diturunkan kondisi jalannya sidang sedikit kondusif. Pendukung Irwandi Cs telah meninggalkan ruang Muscab. Tetapi sebelum meninggalkan ruang Muscab Irwandi kepada wartawan mengancam akan menempuh jalur hukum karena ia menduga adanya politik uang (money politics) dalam proses Pemilihan Ketua Demokrat Inhil periode 2013-2017 itu.

Muscab Demokrat Inhil yang digelar di ruang Serampang 12 Hotel Grand Elite itu dinyatakan tertutup untuk wartawan. Pihak keamanan yang tidak memperbolehkan wartawan untuk mengambil gambar atau pun masuk ke dalam ruang Muscab. ***(rtc)




DIKNAS TIDAK MILIKI DATABASE SEKOLAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kendala yang dihadapai DPRD Inhil dalam rangka perbaikan bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan karena tidak adanya database. Meski sudah sering disampaikan ke SKPD terkait untuk membuat data base tersebut, realisasi hingga sekarang tidak pernah dipenuhi.

Ungkapan itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Mansun baru-baru ini di Tembilahan. Menurutnya, database tentang keberadaan sekolah untuk tiap tingkatan mulai dari SD,SMP dan SMA sangat penting. Karena dengan data tersebut dewan bisa menganggarkan gedung sekolah mana yang harus diperbaiki sesuai dengan kondisi dan keadaan yang berlaku.

“Kita sudah sering mengingatkan mereka untuk membuat data base sekolah yang ada di Inhil. Dengan data itu, tentunya kita akan mudah mengetahui mana-mana gedung sekolah yang sudah harus dilakukan perehaban,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Tidak dipungkirinya, setakat ini banyak bangunan sekolah di Inhil yang mestinya sudah harus dilakukan perbaikan, terutama yang ada di daerah. Hanya saja memang tidak semuanya bangunan tersebut kita ketahui keberadaannya dimana. Sebab dewan, dalam hal ini Komisi IV memang tidak ada data rill di lapangan. Mereka yang mengetahui tentunya SKPD terkait.

“Ini yang menjadi kendala kita saat pembahasan anggaran. Kalau memang ada kondisi sekolah yang memprihatinkan, dan Kepseknya tidak bergerak pro aktif menyampaikan kondisi yang ada ke dewan, tentunya kita tidak tahu. Sehingga persoalan tersebut menyebabkan tidak teranggarakan pada saat pembahasan,” imbuhnya. (Suf)




PEMKAB DIMINTA PERBAIKI BANGUNAN SD 020

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan, terutama Sekolah Dasar (SD) tidak hanya ada di daerah terpencil, nyatanya juga dapat ditemukan di kota Tembilahan yang notabenenya berada di ibu kota Kabupaten. Kondisi itu tentunya menambah buram potret pendidikan di negeri yang punya julukan “Negeri Seribu Jembatan”.

Salah satu bangunan SD yang tersebut adalah adalah SD 020 yang berlokasi di jalan Pangeran Hidayat Kelurahan Tembilahan Hilir, tidak jauh dari Mesjid Alghulam. ada  4 lokal yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak untuk dilakukan proses belajar mengajar.

 

Kerusakan terletak pada lantai yang kondisinya sudah lapuk, hingga sangat dikawatirkan akan ambrol sewaktu-waktu.”Terus terang kondisi lantai bangunan yang sudah lapuk seperti ini sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar kita. Kita takut, sewaktu-waktu lantai ambrol, kalau memang tidak dilakukan perbaikan sesegera mungkin,”kata Suhaimi Ama.Md, Kepala Sekolah (Kasek) SD 020 Kelurahan Tembilahan Hilir, Jumat, (27/1).

 

Untuk itu, ia sangat berharap kepada Pemkab Inhil untuk dapat melakukan perbaikan agar kondisi bangunan bisa menjadi indah dan lebih baik.

 

Selain itu, kerusakan juga terlihat pada bagian lantai teras yang sudah dimakan usia. Padahal teras tersebut, selain sebagai tempat bermain, juga untuk jalan menuju lokal. Tentunya kerusakan yang terjadi makin membuat kondisi bangunan semakin terlihat kurang layak untuk dilakukan aktivitas belajar mengajar.

 

Suhaimi menambahkan,  kondisi lapangan juga tidak mendukung. Lapangan sekolah  sering terendam oleh air, baik saat hujan, maupun pasang tinggi seperti yang terjadi belakangan ini.

 

“Kalau sudah pasang tinggi dan hujan turun, kita kesulitan melakukan aktivitas di lapangan, termasuk upacara bendera pada hari Senin. Padahal upacara bendera adalah salah satu kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan oleh sekolah,” ujarnya.

 

Kondisi cukup menyedihkan juga terletak pada pagar bangunan dan mobilier. Bahkan ada beberapa meja belajar yang keadaanya sudah hampir patah. “Kalau meja seperti itu bagaimana siswa bisa belajar dengan baik,” imbuhnya.

 

Berkaitan dengan pembahasan anggaran yang sedang berlangsung sekarang ini, pihaknya sangat berharap pengambil kebijakan bisa memperhatikan kondisi bangunan  sekolah SD 20 yang cukup memprihatinkan.   Paling tidak dari berbagai kerusakan yang terjadi, ada sebagian yang bisa dilakukan perbaikan. (Suf)

 




PANEL OUT GOING TIGA BINTANG TERBAKAR. PASOKAN LISTRIK TERPUTUS.

gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sedikitnya sebanyak 5 kali sejak siang hingga malam hari, rabu (25/1) pasokan listrik kerumah-rumah pelanggan PLN Ranting Tembilahan terputus secara mendadak. Walau disebahagian tempat terputusanya pasokan listrik tidak dalam waktu lama, kondisi ini sempat membuat warga kesal karena khawatir putusnya pasokan listrik mendadak secara berulang-ulang ini akan menimbulkan kerusakan peralatan elektronik milik mereka.

“Putusnya pasokan listrik secara mendadak dan berulang beberapa kali ini tentunya membuat kita cukup kesal. Walaupun waktu padamnya terbilang tidak berapa lama, tapi yang saya takutkan kondisi seperti ini akan mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik dirumah saya,”Ungkap Yadi, warga jalan Batang Tuaka kepada Vokal sambil mengatakan bahwa kejadian serupa beberapa waktu lalu sempat merusakkan mesin lemari pendingin miliknya. Kamis (26/1)

Menurut penilaian Yadi, apapun alasannya, seharusnya kalau ada kerusakan harta benda milik pelanggan, secara aturan tentunya pihak PLN harus bertanggungjawab.”Tapi ya kita mau bicara apa bang. Sebagai pelanggan, kesannya selama ini kita hanya dituntut untuk memenuhi kewajiban sementara hak-hak kita yang mengikat sebagai konsumen seenaknya mereka abaikan,”Keluh Yadi.

Iwan, seorang pelanggan PLN jalan H.Abdul Manaf juga melontarkan kekesalan yang cukup mendasar. Ia berharap agar PLN ranting Tembilahan dapat bekerja lebih professional.”Memang saya akui, beberapa waktu belakangan ini pasokan listrik kerumah pelanggan sudah terbilang bagus jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Hanya saja, sebagai pelanggan, memberikan pasokan listrik memang kewajiban dari PLN sebagai konsekwensi atas pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Jadi tak ada istilah pelanggan diminta untuk mengerti. Yang jelas, walau sudah cukup bagus tapi saya berharap agar PLN dapat bekerja lebih professional,”Ujarnya.

Terkait permasalahan ini, Manajer PLN Ranting Tembilahan, Desrilnaldi ketika dikomfirmasi wartawan melalui sambungan telepon selularnya menjelaskan bahwa bahwa terputusnya pasokan listrik kerumah pelanggan secara mendadak ini disebabkan Panel Out Going mesin sewa milik Tiga Bintang terbakar.

“Untuk perbaikan sementara, kita sudah turunkan tim tehnisi kita dari Tembilahan. Saya sudah hubungi tehnisi mereka dan insyaallah hari ini (kamis, 26/1) mereka sudah tiba di Tembilahan. Untuk perbaikan secara menyeluruh, tentunya mereka yang lebih mengetahui. Namun untuk mempercepat, tehnisis kita juga siap untuk membantu,”Jawab Desril sambil menerangkan kalu kerusakan ini terlambat diperbaiki dikhawatirkan PLN Ranting Tembilahan akan kembali mengalami kekurangan pasokan daya kepada pelanggan. (fsl)