Kisah Nyata: Kisah seorang istri yang shalihah

www.detikriau.wordpress.com — Usia istri Yaqin masih sangat muda, sekitar 19 tahun. Sedangkan usia Yaqin waktu itu sekitar 23 tahun. Tetapi mereka sudah berkomitmen untuk menikah.

Istrinya Yaqin cantik, putih, murah senyum dan tutur katanya halus. Tetapi kecantikannya tertutup sangat rapi. Dia juga hafal Al-Qur’an di usia yang relatif sangat muda , Subhanallah…

Sejak awal menikah, ketika memasuki bulan kedelapan di usia pernikahan mereka, istrinya sering muntah-muntah dan pusing silih berganti… Awalnya mereka mengira “morning sickness” karena waktu itu istrinya hamil muda.

Akan tetapi, selama hamil bahkan setelah melahirkanpun istrinya masih sering pusing dan muntah-muntah. Ternyata itu akibat dari penyakit ginjal yang dideritanya.

Satu bulan terakhir ini, ternyata penyakit yang diderita istrinya semakin parah..

Yaqin bilang, kalau istrinya harus menjalani rawat inap akibat sakit yang dideritanya. Dia juga menyampaikan bahwa kondisi istrinya semakin kurus, bahkan berat badannya hanya 27 KG. Karena harus cuci darah setiap 2 hari sekali dengan biaya jutaan rupiah untuk sekali cuci darah.

Namun Yaqin tak peduli berapapun biayanya, yang terpenting istrinya bisa sembuh.

Pertengahan bulan Ramadhan, mereka masih di rumah sakit. Karena, selain penyakit ginjal, istrinya juga mengidap kolesterol. Setelah kolesterolnya diobati, Alhamdulillah sembuh. Namun, penyakit lain muncul yaitu jantung. Diobati lagi, sembuh… Ternyata ada masalah dengan paru-parunya. Diobati lagi, Alhamdulillah sembuh.

***

Suatu ketika , Istrinya sempat merasakan ada yang aneh dengan matanya. “Bi, ada apa dengan pandangan Ummi?? Ummi tidak dapat melihat dengan jelas.” Mereka memang saling memanggil dengan “Ummy” dan ” Abi” . sebagai panggilan mesra. “kenapa Mi ?” Yaqin agak panik “Semua terlihat kabur.” Dalam waktu yang hampir bersamaan, darah tinggi juga menghampiri dirinya… Subhanallah, sungguh dia sangat sabar walau banyak penyakit dideritanya…

Selang beberapa hari, Alhamdulillah istri Yaqin sudah membaik dan diperbolehkan pulang.

Memasuki akhir Ramadhan, tiba-tiba saja istrinya merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya, sangat sakiiit. Sampai-sampai dia tidak kuat lagi untuk melangkah dan hanya tergeletak di paving depan rumahnya.

***

“Bi, tolong antarkan Ummi ke rumah sakit ya..” pintanya sambil memegang perutnya…

Yaqin mengeluh karena ada tugas kantor yang harus diserahkan esok harinya sesuai deadline. Akhirnya Yaqin mengalah. Tidak tega rasanya melihat penderitaan yang dialami istrinya selama ini.

Sampai di rumah sakit, ternyata dokter mengharuskan untuk rawat inap lagi. Tanpa pikir panjang Yaqin langsung mengiyakan permintaan dokter.

“Bi, Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an, tapi penglihatan Ummi masih kabur. Ummi takut hafalan Ummi hilang.”

“Orang sakit itu berat penderitaannya Bi. Disamping menahan sakit, dia juga akan selalu digoda oleh syaitan. Syaitan akan berusaha sekuat tenaga agar orang yang sakit melupakan Allah. Makanya Ummi ingin sekali baca Al-Qur’an agar selalu ingat Allah.

Yaqin menginstal ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam sebuah handphone. Dia terharu melihat istrinya senang dan bisa mengulang hafalannya lagi, bahkan sampai tertidur. Dan itu dilakukan setiap hari.

“Bi, tadi malam Ummi mimpi. Ummi duduk disebuah telaga, lalu ada yang memberi Ummi minum. Rasanya enaaak sekali, dan tak pernah Ummi rasakan minuman seenak itu. Sampai sekarangpun, nikmatnya minuman itu masih Ummi rasakan”

“Itu tandanya Ummi akan segera sembuh.” Yaqin menghibur dirinya sendiri, karena terus terang dia sangat takut kehilangan istri yang sangat dicintainya itu.

Yaqin mencoba menghibur istrinya. “Mi… Ummi mau tak belikan baju baru ya?? Mau tak belikan dua atau tiga?? Buat dipakai lebaran.”

“Nggak usah, Bi. Ummi nggak ikut lebaran kok” jawabnya singkat. Yaqin mengira istrinya marah karena sudah hampir lebaran kok baru nawarin baju sekarang.

“Mi, maaf. Bukannya Abi nggak mau belikan baju. Tapi Ummi tahu sendiri kan, dari kemarin-kemarin Abi sibuk merawat Ummi.”

“Ummi nggak marah kok, Bi. Cuma Ummi nggak ikut lebaran. Nggak apa-apa kok Bi.”

”Oh iya Mi, Abi beli obat untuk Ummi dulu ya…??” Setelah cukup lama dalam antrian yang lumayan panjang, tiba-tiba dia ingin menjenguk istrinya yang terbaring sendirian. Langsung dia menuju ruangan istrinya tanpa menghiraukan obat yang sudah dibelinya.

***

Tapi betapa terkejutnya dia ketika kembali . Banyak perawat dan dokter yang mengelilingi istrinya.

“Ada apa dengan istriku??.” tanyanya setengah membentak. “Ini pak, infusnya tidak bisa masuk meskipun sudah saya coba berkali-kali.” jawab perawat yang mengurusnya.

Akhirnya, tidak ada cara lain selain memasukkan infus lewat salah satu kakinya. Alat bantu pernafasanpun langsung dipasang di mulutnya.

Setelah perawat-perawat itu pergi, Yaqin melihat air mata mengalir dari mata istrinya yang terbaring lemah tak berdaya, tanpa terdengar satu patah katapun dari bibirnya.

“Bi, kalau Ummi meninggal, apa Abi akan mendoakan Ummi?” “Pasti Mi… Pasti Abi mendoakan yang terbaik untuk Ummi.” Hatinya seakan berkecamuk. “Doanya yang banyak ya Bi” “Pasti Ummi” “Jaga dan rawat anak kita dengan baik.”

Tiba-tiba tubuh istrinya mulai lemah, semakin lama semakin lemah. Yaqin membisikkan sesuatu di telinganya, membimbing istrinya menyebut nama Allah. Lalu dia lihat kaki istrinya bergerak lemah, lalu berhenti. Lalu perut istrinya bergerak, lalu berhenti. Kemudian dadanya bergerak, lalu berhenti. Lehernya bergerak, lalu berhenti. Kemudian matanya…. Dia peluk tubuh istrinya, dia mencoba untuk tetap tegar. Tapi beberapa menit kemudian air matanya tak mampu ia bendung lagi…

Setelah itu, Yaqin langsung menyerahkan semua urusan jenazah istrinya ke perawat. Karena dia sibuk mengurus administrasi dan ambulan. Waktu itu dia hanya sendiri, kedua orang tuanya pulang karena sudah beberapa hari meninggalkan cucunya di rumah. Setelah semuanya selesai, dia kembali ke kamar menemui perawat yang mengurus jenazah istrinya.

“Pak, ini jenazah baik.” kata perawat itu. Dengan penasaran dia balik bertanya. “Dari mana ibu tahu???” “Tadi kami semua bingung siapa yang memakai minyak wangi di ruangan ini?? Setelah kami cari-cari ternyata bau wangi itu berasal dari jenazah istri bapak ini.” “Subhanalloh…”

Tahukah sahabatku,… Apa yang dialami oleh istri Yaqin saat itu? Tahukah sahabatku, dengan siapa ia berhadapan? Kejadian ini mengingatkan pada suatu hadits

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. Pada saat itulah Malaikat Maut ‘alaihissalam menghampirinya dan duduk didekat kepalanya. Setibanya Malaikat Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir bagaikan air yang mengalir dari mulut guci. Begitu ruhnya telah keluar, segera Malaikat maut menyambutnya. Dan bila ruhnya telah berada di tangan Malaikat Maut, para malaikat yang telah terlebih dahulu duduk sejauh mata memandang tidak membiarkanya sekejap pun berada di tangan Malaikat Maut. Para malaikat segera mengambil ruh orang mukmin itu dan membungkusnya dengan kain kafan dan wewangian yang telah mereka bawa dari surga. Dari wewangian ini akan tercium semerbak bau harum, bagaikan bau minyak misik yang paling harum yang belum pernah ada di dunia. Selanjutnya para malaikat akan membawa ruhnya itu naik ke langit. Tidaklah para malaikat itu melintasi segerombolan malaikat lainnya, melainkan mereka akan bertanya: “Ruh siapakah ini, begitu harum.” Malaikat pembawa ruh itupun menjawab: Ini adalah arwah Fulan bin Fulan (disebut dengan namanya yang terbaik yang dahulu semasa hidup di dunia ia pernah dipanggil dengannya).” (HR Imam Ahmad, dan Ibnu Majah).

***

“Sungguh sangat singkat kebersamaan kami di dunia ini , akan tetapi sangat banyak bekal yang dia bawa pulang. Biarlah dia bahagia di sana” Air matapun tak terasa mengalir deras dari pipi Yaqin.

Subhanallah…

sumber: kafemuslimah




Revolusi dalam perspektif Islam

www.detikriau.wordpress.com — Gejolak revolusi yang melanda negara-negara Arab belum berakhir. Meski beberapa rezim diktator telah tumbang, perjuangan rakyat untuk menegakkan syariat Islam dan membentuk pemerintahan yang pro-rakyat masih menghadapi batu sandungan dari dalam dan luar negeri. Di dalam negeri, kekuatan rezim sekuler pro-Barat dan antek-anteknya masih menempati posisi-posisi strategis dalam pemerintahan. Di luar negeri, AS, Israel, dan negara-negara salibis Barat melancarkan berbagai konspirasi licik untuk mempertahankan hegemoninya di negeri-negeri kaum muslimin.

Para ulama dan mujahidin tidak menutup mata atas semua peristiwa bersejarah ini. Mereka tak bosan memberikan dukungan dan pengarahan kepada kaum muslimin yang tengah mengadakan revolusi, agar revolusi mereka berjalan sesuai syariat dan berhasil meraih tujuannya. Global Islamic Media Front (GIMF) merilis serial artikel dukungan kepada revolusi kaum muslimin di negara-negara Arab. Di antaranya serial artikel Syaikh Hasan Umar hafizhahullah yang berjudul Ruha al-Islam Dairah (Roda Islam terus berputar). Arrahmah.com menerjemahkan artikel pertama beliau untuk para pembaca. Semoga bermanfaat.

 

Roda Islam terus berputar (1): Islam dan Revolusi

Segala puji bagi Allah SWT. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada penutup para nabi yang tiada lagi nabi sepeninggalnya. Amma ba’du…

dari Muadz bin Jabal berkata: “Saya mendengar Rasululah SAW bersabda:

“Sesungguhnya roda pengilingan Islam terus berputar, maka hendaklah kalian berputar bersama kitab Allah kemanapun ia berputar. Ketahuilah, sesungguhnya al-Qur’an akan berpisah dengan kekuasaan, maka janganlah kalian memisahkan diri dari Al-Qur’an.Ketahuilah, sesungguhnya akan datang kepada kalian para penguasa yang memutuskan perkara untuk kepentingan diri mereka sendiri dan tidak memutuskannya untuk kepentingan kalian. Jika kalian tidak menaati mereka, niscaya mereka akan membunuh kalian. Namun jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang harus kami lakukan?”

Beliau SAW menjawab, “Lakukanlah sebagaimana hal yang dilakukan oleh para pengikut setia nabi Isa bin Maryam. Mereka digergaji dengan gergaji besi dan disalib di atas sebatang kayu. Mati di atas ketaatan kepada Allah lebih baik daripada hidup dalam kemaksiatan kepada Allah.” (HR. Ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir dan Musnad asy-Syamiyin serta Abu Nu’aim al-Asbahani dalam Hilyah al-Awliya’. Imam Al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid, 5/231, berkata: Perawi Yazid bin Martsad tidak mendengar hadits dari Mu’adz. Perawi Wadhin bin ‘Atha’ dinyatakan tsiqah oleh Ibnu Hibban dan lain-lain. Sementara seluruh perawi lainnya adalah para perawi yang tsiqah)

Setiap muslim dan muslimah harus memperhatikan hadits yang agung di atas, yang mengungkapkan  semangat revolusi Islam. Hadits ini menjelaskan bahwa kekuasaan sering kali membenci syariat Allah, kitab Allah, dan dien Allah. Kenapa? Karena kepentingan-kepentingan para penguasa bertabrakan dan menyelisihi dien Allah, kitab Allah, dan para pengikut kebenaran. Andai saja para penguasa membiarkan para pengikut kebenaran atau membuka pintu bagi mereka untuk mengemukakan pendapat dan mengingkari kemungkaran. Namun para penguasa itu menindas masyarakat dan memberikan tekanan hebat kepada para pengikut kebenaran. Karena selalu ada pertarungan antara dua manhaj; manhaj dien Allah di bawah panji kitab Allah dan manhaj setan dan penguasa yang batil di bawah panji-panji jahiliyah dengan beragam nama baik pada masa dahulu maupun masa sekarang.

Selama para penguasa menyelisihi Al-Qur’an, maka menaati mereka merupakan sebuah kesesatan, sedangkan mengikuti manhaj mereka merupakan jalan menuju neraka Jahaman. Nabi SAW bersabda, “Namun jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”

Di sisi lain, berpegang teguh dengan kebenaran itu pahit rasanya. Nabi SAW bersabda, “Jika kalian tidak menaati mereka, niscaya mereka akan membunuh kalian.” Dari sinilah diperlukan sebuah kelompok berani mati yang mempersembahkan pengorbanan dan tidak menyelewengkan dien Islam hanya karena ingin menyenangkan penguasa, meraih manfaat-manfaat duniawi, kedudukan dan jabatan yann tidak langgeng.

Kelompok ini menyerupai keadaan generasi sahabat ketika mereka pertama kali mengemban dien Islam ini hingga akhirnya mereka serahkan kepada kita dalam keadaan jaya, menang, dan panjinya berkibar tinggi. Mereka adalah orang-orang yang asing. Nabi SAW bersabda:

“Islam bermula dalam keadaan asing dan kelak ia akan kembali asing sebagaimana keadaan pada awal kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.”(HR. Muslim dan Ibnu Majah)

“Mereka adalah orang-orang shalih yang memperbaiki keadaan ketika masyarakat telah rusak.”(HR. Ibnu Wadhah dalam al-Bida’, Ad-Dulabi dalam al-Asma’ wa al-Kuna, ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Awsath dan al-Mu’jam al-Kabir, Ibnu Bathah dalam al-Ibanah al-Kubra, al-Lalikai dalam Syarh Ushul I’tiqad Ahli as-Sunnah, dan Abu Amru ad-Dani dalam as-Sunan al-Waridah fi al-Fitan. Imam al-Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid, 7/281, berkata: Seluruh perawinya adalah perawi kitab ash-Shahih kecuali Bakr bin Salim, dan ia seorang perawi yang tsiqah)

“Mereka adalah orang-orang yang tetap shalih ketika masyarakat telah rusak.” (HR. Ahmad, Hanad bin Sirri dalam az-Zuhd, al-Ajuri dalam al-Ghuraba’, ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Awsath dan a-Mu’jam as-Shaghir, Ibnu Bathah dalam al-Ibanah al-Kubra, Abu Nu’aim al-Asbahani dalam Ma’rifah ash-Shahabah, dan Abu Amru ad-Dani dalam as-Sunan al-Waridah fi al-Fitan. Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 1273 mengatakan: Sanadnya shahih dan seluruh perawinya tsiqah)

Mereka adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan dien Islam sekalipun sebagian besar memusuhi mereka. Nabi SAW bersabda:

“Tidak membahayakan mereka orang-orang yang menelantarkan mereka dan orang-orang yang memusuhi mereka, sampai datang keputusan Allah dan mereka tetap teguh di atas keadaan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka adalah para penggenggam bara api. Nabi SAW bersabda:

“Akan datang kepada manusia suatu zaman yang pada saat itu orang yang bersabar dalam menggenggam teguh agama Islam bagaikan orang yang menggenggam bara api. Bagi orang-orang yang beramal dengan sunahku pada masa tersebut pahala amalan lima puluh orang di antara kalian.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Adi, Ibnu Wadhah, dan lain-lain. Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 957 berkata: Shahih berdasar keseluruhan sanadnya).

 

Hal itu karena mereka tidak mendapatkan para pembantu dan penolong dalam memperjuangkan kebenaran. Sementara gangguan dan ancaman mengincar mereka dari segala tempat. Namun mereka berjalan di jalan Allah SWT dan memperjuangkan dien Allah SWT. Mereka siap untuk masuk penjara bertahun-tahun. Mereka siap menanggung segala resiko dengan segala ragam bentuknya, meski dalam waktu yang lama. Mereka bahkan siap mati di jalan Allah. Nabi SAW bersabda: “Lakukanlah sebagaimana hal yang dilakukan oleh para pengikut setia nabi Isa bin Maryam. Mereka digergaji dengan gergaji besi dan disalib di atas sebatang kayu.” Semua resiko tersebut tidak memalingkan mereka dari dien Allah SWT.

 

Hadits ini merupakan salah satu contoh revolusi Islam melawan para pengikut kebatilan dan contoh kerasnya pertarungan antara kebatilan dan kebenaran. Ia sekalugis pesan kepada para pengemban agama Islam ini, bahwa Islam tidak akan tegak tanpa adanya pengorbanan-pengorbanan dan keteguhan-keteguhan. Dien Islam tidak akan tinggi dan Berjaya tanpa adanya persembahan nyawa para pengembannya. Maka persiapkanlah diri kalian untuk mengembannya, didiklah generasi-generasi Islam di atas prinsip ini.

Setelah penjelasan ringkas makna hadits di atas, kami sebutkan di sini sejumlah pelajaran yang bisa dipetik darinya:

1. Nabi SAW memerintahkan umatnya untuk berpegang teguh dengan Islam dalam segala keadaan, baik dalam kondisi susah maupun senang, kondisi sulit maupun lapang.

2. Nabi SAW menjelaskan bahwa Al-Qur’an dan para penguasa akan berpisah. Para penguasa tidak akan menerapkan syariat Allah, sebagaimana dilakukan oleh para penguasa zaman sekarang.

3. Nabi SAW menjelaskan bahwa para penguasa yang tidak menerapkan Al-Qur’an sebagai undang-undang tersebut adalah orang-orang yang tersesat dan menyesatkan. Barangsiapa menaati mereka niscaya akan tersesat dari kebenaran dan mengikuti setan. Pembelaan para ulama su’ dan berbagai udzur (alasan pembenaran) untuk para penguasa tersebut sama sekali tidak member manfaat bagi para penguasa tersebut. Status mereka tetap saja adalah para pemimpin kesesatan, dan Nabi SAW menyatakan ‘Jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”

 

4. Hadits tersebut menjelaskan prinsip tidak adanya ketaatan kepada makhluk jika diperintahkan untuk bermaksiat kepada Allah SWT.

5. Hadits tersebut menjelaskan bahwa para penguasa yang menyimpang dari jalan Allah tersebut adalah para pembuat kehancuran dan kerusakan. Mereka merusak urusan dunia dan agama rakyat. Mereka tidak sungkan untuk menumpahkan darah rakyat tanpa alasan yang dibenarkan oleh agama. Maka tepatlah sifat mereka dalam hadits di atas: “Jika kalian tidak menaati mereka, niscaya mereka akan membunuh kalian. Namun jika kalian menaati mereka, niscaya mereka akan menyesatkan kalian.”

 

6. Hadits tersebut memerintahkan kesabaran memegang teguh agama Allah meski apapun resiko yang akan menimpa seorang hamba. Sabda Nabi SAW: Lakukanlah sebagaimana hal yang dilakukan oleh para pengikut setia nabi Isa bin Maryam. Mereka digergaji dengan gergaji besi dan disalib di atas sebatang kayu.” Semua resiko tersebut tidak memalingkan mereka dari dien Allah SWT.

7. Hadits tersebut menjelaskan kaitan yang erat antara ujian dengan keimanan. Sebagaimana firman Allah SWT:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta(QS. Al-Ankabut (29): 2-3)

 

Juga seperti sabda Nabi SAW:

Manusia yang paling berat ujiannya adalah para nabi kemudian orang-orang shalih kemudian orang-orang yang keimanannya di bawah mereka. Setiap orang akan diuji sesuai kadar agama (keimanan)nya. Jika ia teguh memegang agama, niscaya ujian untuknya akan ditambah. Jika agamanya lemah, niscaya ujiannya juga akan diringankan.” (HR. Ahmad, ad-Darimi, ath-Thayalisi, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan lain-lain)

 

Beliau SAW juga bersabda:

“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, niscaya Allah akan menimpakan ujian kepada mereka. Barangsiapa yang ridha dengan ujian Allah, niscaya Allah ridha kepadanya. Dan barangsiapa marah kepada ujian Allah, niscaya Allah marah kepadanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Baihaqi, al-Qudha’i, Abu Ya’la, dan lain-lain)

 

8. Hadits di atas menunjukkan bahwa Islam melakukan revolusi terhadap para penguasa yang menyelisihi kitab Allah dan menzalimi hamba-hamba-Nya, bagaimanapun besarnya kekuasaan mereka.

9. Selama para penguasa yang menyelisihi kitab Allah adalah orang-orang yang tersesat dan barangsiapa menaati mereka niscaya mereka akan menyesatkannya; maka para ulama yang mengajak rakyat untuk menaati para penguasa tersebut, tidak melawan mereka, dan bahkan menampakkan indah kondisi para penguasa tersebut dengan menyebut mereka sebagai ulil amri bagi kaum muslimin dan menuduh orang-orang yang melawan mereka adalah Khawarij…maka para ulama tersebut adalah orang-orang yang tersesat, bahkan mereka adalah para ulama tukang menyesatkan umat Islam. Mereka menyembunyikan kebenaran dan juga mencampur adukkan antara kebenaran dan kebatilan. Mereka menyodorkan kepada masyarakat agama ‘privat’ yang tidak mengandung jihad, amar ma’ruf, dan nahi munkar.

Mereka adalah orang-orang yang dimurkai oleh Allah. Para ulama yang tersesat menyerupai orang-orang Yahudi yang dimurkai oleh Allah, karena mereka mengetahui kebenaran namun tersesat (tidak mengamalkan ilmunya). Mereka itu dilaknat Allah SWT sampai mereka bertaubat. Di antara syarat taubat mereka adalah menjelaskan kepada masyarakat kebenaran yang mereka sembunyikan. Sebagaimana firman Allah:

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati pula oleh semua makhluk yang melaknati. Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran yang mereka sembunyikan), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah (2): 159-160)

 

Allah SWT mempersyaratkan taubat mereka harus disertai sikap menjelaskan kepada masyarakat kebenaran yang mereka sembunyikan. Seperti disebutkan dalam ayat ini:

Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran yang mereka sembunyikan).”

 

Setelah itu kita memiliki sikap khusus kepada mereka dengan izin Allah.

Kita memohon kepada Allah semoga mengumpulkan kita di atas kebenaran dan mempekerjakan kita untuk memperjuangkan dien-Nya. Amin.

Syaikh Hasan Umar

 

(muhib al-majdi/arrahmah)

 




Longsor, 10 Rumah Ambruk di Kuala Enok

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress,com) — Akibat abrasi air pasang laut yang cukup tinggi,  bencana tanah longsor menimpa warga RT 01 RW 01 dan RT 01 RW 03 di Desa Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah sekitar pukul 00. 15 WIB, Selasa (29/11). Sedikitnya, 36 warga yang menghuni sepuluh unit rumah kehilangan tempat tinggal karena selang beberapa saat, rumah mereka langsung ambruk ke laut. Selain itu, pelabuhan rakyat dan tempat pengeringan ikan juga ikut ambruk ke laut. Kendati tidak ada korban jiwa, diperkiran kerugian mencapai miliar rupiah.

“Kejadiannya begitu cepat, saat air pasang semakin tinggi warga sudah mulai waspada dan meninggalkan rumahnya. Disaat air pasang mulai surut, ketika itu satu persatu rumah warga yang sudah tinggal kosong penghuninya mulai ambruk kelaut, sedikitnya sepuluh rumah tengelam,” kata Camat Tanah Merah Nurmasyah menjawab Haluan Riau, Selasa (29/11).

Kades Kuala Enok, Sultan saat dihubungi Haluan Riau mengakui bahwa telah terjadi bencana longsor di desanya. Ia menceritakan, sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (28/11) tidak seperti hari-hari sebelumnya, malam itu air pasang terlihat begitu besar, sehingga mengikis tanah yang berada dipinggir pantai. Melihat kondisi itu, warga yang sudah terbiasa mengalami hal seperti itu mulai waspada dan meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri, termasuk menyelamatkan barang-barang berharga lainnya. Setelah tiga jam lamanya, air mulai surut dan sesaat setelah itu satu persatu rumah yang berada di bibir pantai mulai ambruk kelaut sekitar pukul 00.15 WIB, rabu (29/11) dinihari.

“Kejadian itu tapatnya di RT 01 RW 01 dan RT 01 RW 03, jumlah rumah yang ambruk 6 pintu , rumah rusak 4 pintu, sedangkan jumlah KK semunya sekitar 36 jiwa. Saat ini sebagian mereka telah mengungsi dirumah keluarga dan rumah warga lainnya yang berada tidak jauh dari lokasi,” kata Sultan.

“Selain itu pelabuha rakyat dan tempat pengeringan ikan juga ikut ambruk. Kalau diperkirakan, kerugian ada sekitar satu miliar rupiah,” tambahnya.

Sultan mengakui meskipun disepanjang pantai Desa Kuala Enok termasuk daerah yang rawan longsor setiap tahun, namun sebagian warga tetap saja memilih tinggal dipinggir pantai. Umumnya warga yang tinggal di pinggir pantai merupaan nelayan dan pedagang.

“Umumnya, kalau lokasi rawan termasuk disepanjang pantai ini, seperti dipingir sungai Kuala Enok dan Sungai Perigi, tapi sebagian warga tetap saja memilih tinggal dipingir pantai,” katanya.

Ia menyebutkan, sekitar pukul 15.00 WIB sudah masuk bantuan dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Inhil berupa kebutuhan pokok seperti selimut, pakaian, makan, alat dapur dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu juga telah diterima bantuan dari PMI Inhil dan Wakil Ketua DPRD Inhil, Muslimin berupa beras dan uang sebanyak Rp 2 juta.

“Semua bantuan ini akan kita salurkan kepada warga yang terkena musibah dan juga berharap adanya bantuan lainnya dari masyarakat Riau, khususnya warga Inhil,” tutup Sultan. (Nal)

 




TIGA TAHUN TIDAK MENGAJAR. GAJI TETAP DIBAYARKAN

UPTD Disdik Kecamatan Enok akui ini persetujuan “orang atas”

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Nyeleneh, kata dalam bahasa jawa ini paling tidak sedikit bisa mewakilkan kejadian aneh, lucu, curang dan terbilang memalukan untuk seorang tenaga pendidik yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Walau telah hampir tiga tahun sejak tahun 2008 tidak lagi pernah menjalankan kewajiban sebagai pendidik generasi penerus bangsa, dengan alasan pembenaran yang sekali lagi “nyeleneh”. Pasangan suami istri oknum guru yang tercatat sebagai Pegawai Negri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil ini tanpa malu masih sanggup menerima kucuran gaji.

“Sepengetahuan saya, tahun 2008 yang lalu, suami dari pasangan guru yang tercatat sebagai tenaga pengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 017 Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok, berinisial Yus, mengikuti tugas belajar di Pekanbaru. Keberangkatan sang suami, juga diikuti oleh si istri, Ret. Sejak keberangkatan itu, si istri tidak pernah lagi muncul untuk memberikan pelajaran disekolah walaupun sang suami, sekali-kali masih muncul. Tapi mungkin setahun hanya 1 atau 2 minggu,”Menurut penjelasan seorang sumber yang sangat dipercaya dan meminta namanya untuk sementara tidak dipublikasikan saat menyambangi kediaman www.detikriau.wordpress.com baru-baru ini di Tembilahan.

Masih menurut penuturan sumber, sampai hari ini masyarakat tidak pernah mengetahui kenapa dirinya tidak lagi kembali ke desa Rantau Panjang. “Anehnya, menurut informasi yang saya terima, sampai saat ini kedua pasangan guru ini masih terdata sebagai tenaga pengajar di SD tersebut dan juga masih menerima pembayaran gaji. Kalau memang benar tentunya ini sangat memalukan dan menyalahi aturan. Lebih parahnya, apa ini tidak bisa dikategorikan dalam upaya penipuan?” Ujarnya memberikan Informasi.

Terkait informasi ini, Kepala Sekolah SD 017 Desa Rantau Panjang Kecamatan Enok, Iskandar ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya tidak menampik. Menurutnya, semua ini sudah didasarkan kesepakatan yang dibuat secara bersama dengan pertimbangan orangtua oknum sang guru mengalami penyakit stroke dan harus mendapatkan pengawasan.”salah satu tenaga pengajar kita itu orang tuanya mengalami penyakit stroke dan dia anak satu-satunya makanya terpaksa harus turun tangan sendiri melakukan perawatan.”Jawab Kepsek dengan nada suara gagap dan berusaha ditenang-tenangkan.

Menurut kepsek, detikriau menerima informasi yang salah.”Bukan tiga tahun pak, itu tidak benar, bapak terima informasi yang salah dan saya tau siapa yang memberikan informasi kepada bapak. Saat ini kedua guru itu sedang dalam permohonan untuk mutasi dan sudah hampir selesai,”Ujarnya kembali berusaha berkilah.

Hanya saja ketika kembali dipertanyakan  apakah dengan tidak menjalankan kewajiban sekian tahun lamanya masih sesuai ketentuan? Kepsek tidak bisa memberikan jawaban secara jelas.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Disdik Kecamatan Enok, Junaidi Mas ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya malah dengan lantang menjawab bahwa ini atas persetujuan “orang atas”.

“Oh, yang itu ya, itu sudah persetujuan orang atas. Nantilah ya, saya sedang berada di kantor Camat,” Ucapnya berusaha untuk mengelak saat dilakukan komfirmasi, Selasa (29/11/2011)

Dengan berbagai tutur kalimat, detikriau kembali minta dipertegas, yang dimaksud olehnya “orang atas” itu siapa? Dengan nada suara enggan Junaidi mengatakan “BKD” jawabnya kembali dan meminta menyudahi komfirmasi dengan alasan dirinya sedang sibuk.

Ketika perihal pasangan kedua tenaga pengajar ini ditelusuri ke Dinas Pendidikan Inhil, diketahui bahwa mereka masih terdata sebagai PNS dilingkungan Pemkab Inhil dengan gaji perbulan masing-masing Rp. 3.149.400 dan Rp. 2.660.000. (fsl)




Warga Lubuk Kempas Minta Pelebaran Jalan Poros

DESA LUBUK KEMPAS (www.detikriau.wordpress.com) — Warga Desa Lubuk Kempas dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Pelangiran mengharapkan Pemkab Inhil mau membantu pembangunan pelebaran ruas jalan desa yang menghubungkan ke beberapa desa dikawasan transimigrasi. karena warga yang menggunakan ruas jalan tersebut sangat ramai, yakni ada sekitar 7 desa.

 

Ungkapan itu disampaikan oleh Kepala desa Lubuk Kempas Fahruzi kepada Wartawan, melalui HP, Selasa, (29/11). dijelaskannnya, panjang jalan poros tersebut ada sekitar 2 KM dengan lebar badan jalan saat ini hanya 1.5 M. Ramainya aktivitas warga pengguna jalan, membuat badan jalan yang ada sekarang dirasakan seakan begitu sempit.

 

Dijelaskannnya lagi, pembangunan jalan tersebut didanai melalui dana PNPM.  Saat dibangun, biaya yang tersedia hanya mampu pembangunan ruas jalan sepanjang 1.5 KM. Karena masih ada kekurangan, melalui kesepakatan desa, pembiayaan ditambah melalui dana kas desa.

 

“Karena begitu ramainya warga yang menggunakan jalan tersebut, makanya ruas jalan tersebut dirasakan sangat sempit. Untuk itu kita berharap kepada Pemda Inhil untuk dapat membantu pembangunan pelebaran jalan poros tersebut,” kata Kades. (Nejad)




Dewan Desak Pemkab Permudah Pengurusan Izin Bagi Pengusaha Pasir

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Anggota Komisi II DPRD Inhil Zulkifli meminta kepada pengusaha pasir yang melakukan aktivitas pengambilan pasir di kawasan Desa Teluk Jira Kecamatan Tempuling untuk mengurus perizinan mereka. Karena bagaimanapun juga, persoalan tersebut menyangkut dengan pelaksanaan UUD yang berkaitan dengan aktivitas yang mereka lakukan.

 

Selain itu, ia juga meminta kepada pengusaha yang perizinannya sudah habis masa berlakunya, untuk segera mengurus dan memperpanjang perizinan baru. Sebab kalau perpanjangan izin belum diurus dan mereka masih tetap melakukan aktivitas pengambilan pasir di kawasan Desa Teluk Jira, kegiatan mereka bisa dikatagorikan kegiatan ilegal dan telah melanggar ketentuan yang berlaku.

 

“Kita berharap mereka yang belum memiliki izin, atupun perizinan yang sudah mati untuk segera mengurus dan melengkapi berkas yang ditentukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Zulkifli politisi PDIP, saat dimintai tanggapannya oleh Wartawan, di ruangan kerjanya, Selasa, (29/11).

 

Dalam kesempatan itu ia meminta kepada pihak terkait untuk mempermudah urusan perizinan yang diminta oleh pengusaha, selama memang kemudahan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan perundang undangan. Karena sangat disayangkan, kalau ada upaya mempersulit perizinan sedangkan upaya pengambilan pasir terus dilakukan oleh pengusaha.

 

Hal tersebut menurutnya, tentunya sangat merugikan daerah. Karena aktivitas yang mereka lakukan semestinya memberikan kontribusi untuk daerah melalui pajak ataupun retribusi. Tapi kalau memang tidak ada izin, tentunya daerah tidak bisa mengambil apa yang mestinya menjadi hak dan kewajiban pihak pengusaha.

 

“Makanya kita mendesak kepada Pemkab untuk mempermudah proses pemberian izin untuk pengusaha pasir yang ingin menanamkan investasi mereka didaerah ini. Supaya jangan sampai daerah dirugikan, hanya karena aktivitas pengambilan pasir mereka yang ilegal,” tandasnya.

 

Hasil pantauan Wartawan di lapangan, pasir untuk penimbunan berbagai proyek besar seperti proyek multiyears diambil dari pasir alam di sepanjang kawasan perairan Desa Teluk Jira Kecamatan Tempuling. Entah berapa banyak matrial pasir yang mereka ambil dalam setiap harinya, tentunya tanpa ada kajian dampak dari pengerukan yang mereka lakukan.

Salah seorang warga Desa Teluk Jira Ahmad kepada Wartawan melalui HP mengungkapkan aktivitas penambangan pasir sangat marak di kawasan mereka. Hampir setiap jam mesin penyedot  terus bekerja mengambil pasir dikawasan mereka. Terlepas apakah mereka mengambil secara resmi atau tidak, tentunya masyarakat tidak terlalu menetahui.

“Yang jelas aktivitas pengerukan pasir belakangan ini sangat marak. Saya pengerukan pasir secara besar-besaran tersebut dalam rangka memenuhi keutuhan untuk matrial proyek besar di Inhil,” terangnya.(Nejad)