Saling Dorong, Muscab Demokrat Inhil Nyaris Ricuh

Muscab II Partai Demokrat Inhil di Hotel Grand Elite Pekanbaru nyaris ricuh. Kedua kubu calon Ketua Demokrat terlilbat saling dorong.

www.detikriau.org-PEKANBARU– Musyarawah Cabang (Muscab) II Partai Demokrat Indragiri Hilir (Inhil) di Hotel Grand Elite Pekanbaru, Sabtu (28/1/12) pagi nyaris ricuh.

Dua kelompok pendukung calon Ketua Demokrat Inhil, masing-masing Irwandi (incumbent,Red) vs Syamsudin Uthi terlibat saling dorong. Aksi saling dorong itu dipicu tidak diberbolehkannya orang-orang Irwandi memasuki ruang Muscab di lantai II Hotel Grand Elite.

Untung saja, pihak keamanan hotel dibantu pihak anggota Polsek Payung Sekaki cepat mengatasi keadaan dan melerai dua kubu kandidat Ketua Demokrat Inhhil tersebut.

Hingga berita ini diturunkan kondisi jalannya sidang sedikit kondusif. Pendukung Irwandi Cs telah meninggalkan ruang Muscab. Tetapi sebelum meninggalkan ruang Muscab Irwandi kepada wartawan mengancam akan menempuh jalur hukum karena ia menduga adanya politik uang (money politics) dalam proses Pemilihan Ketua Demokrat Inhil periode 2013-2017 itu.

Muscab Demokrat Inhil yang digelar di ruang Serampang 12 Hotel Grand Elite itu dinyatakan tertutup untuk wartawan. Pihak keamanan yang tidak memperbolehkan wartawan untuk mengambil gambar atau pun masuk ke dalam ruang Muscab. ***(rtc)




DIKNAS TIDAK MILIKI DATABASE SEKOLAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kendala yang dihadapai DPRD Inhil dalam rangka perbaikan bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan karena tidak adanya database. Meski sudah sering disampaikan ke SKPD terkait untuk membuat data base tersebut, realisasi hingga sekarang tidak pernah dipenuhi.

Ungkapan itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Mansun baru-baru ini di Tembilahan. Menurutnya, database tentang keberadaan sekolah untuk tiap tingkatan mulai dari SD,SMP dan SMA sangat penting. Karena dengan data tersebut dewan bisa menganggarkan gedung sekolah mana yang harus diperbaiki sesuai dengan kondisi dan keadaan yang berlaku.

“Kita sudah sering mengingatkan mereka untuk membuat data base sekolah yang ada di Inhil. Dengan data itu, tentunya kita akan mudah mengetahui mana-mana gedung sekolah yang sudah harus dilakukan perehaban,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Tidak dipungkirinya, setakat ini banyak bangunan sekolah di Inhil yang mestinya sudah harus dilakukan perbaikan, terutama yang ada di daerah. Hanya saja memang tidak semuanya bangunan tersebut kita ketahui keberadaannya dimana. Sebab dewan, dalam hal ini Komisi IV memang tidak ada data rill di lapangan. Mereka yang mengetahui tentunya SKPD terkait.

“Ini yang menjadi kendala kita saat pembahasan anggaran. Kalau memang ada kondisi sekolah yang memprihatinkan, dan Kepseknya tidak bergerak pro aktif menyampaikan kondisi yang ada ke dewan, tentunya kita tidak tahu. Sehingga persoalan tersebut menyebabkan tidak teranggarakan pada saat pembahasan,” imbuhnya. (Suf)




PEMKAB DIMINTA PERBAIKI BANGUNAN SD 020

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan, terutama Sekolah Dasar (SD) tidak hanya ada di daerah terpencil, nyatanya juga dapat ditemukan di kota Tembilahan yang notabenenya berada di ibu kota Kabupaten. Kondisi itu tentunya menambah buram potret pendidikan di negeri yang punya julukan “Negeri Seribu Jembatan”.

Salah satu bangunan SD yang tersebut adalah adalah SD 020 yang berlokasi di jalan Pangeran Hidayat Kelurahan Tembilahan Hilir, tidak jauh dari Mesjid Alghulam. ada  4 lokal yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak untuk dilakukan proses belajar mengajar.

 

Kerusakan terletak pada lantai yang kondisinya sudah lapuk, hingga sangat dikawatirkan akan ambrol sewaktu-waktu.”Terus terang kondisi lantai bangunan yang sudah lapuk seperti ini sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar kita. Kita takut, sewaktu-waktu lantai ambrol, kalau memang tidak dilakukan perbaikan sesegera mungkin,”kata Suhaimi Ama.Md, Kepala Sekolah (Kasek) SD 020 Kelurahan Tembilahan Hilir, Jumat, (27/1).

 

Untuk itu, ia sangat berharap kepada Pemkab Inhil untuk dapat melakukan perbaikan agar kondisi bangunan bisa menjadi indah dan lebih baik.

 

Selain itu, kerusakan juga terlihat pada bagian lantai teras yang sudah dimakan usia. Padahal teras tersebut, selain sebagai tempat bermain, juga untuk jalan menuju lokal. Tentunya kerusakan yang terjadi makin membuat kondisi bangunan semakin terlihat kurang layak untuk dilakukan aktivitas belajar mengajar.

 

Suhaimi menambahkan,  kondisi lapangan juga tidak mendukung. Lapangan sekolah  sering terendam oleh air, baik saat hujan, maupun pasang tinggi seperti yang terjadi belakangan ini.

 

“Kalau sudah pasang tinggi dan hujan turun, kita kesulitan melakukan aktivitas di lapangan, termasuk upacara bendera pada hari Senin. Padahal upacara bendera adalah salah satu kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan oleh sekolah,” ujarnya.

 

Kondisi cukup menyedihkan juga terletak pada pagar bangunan dan mobilier. Bahkan ada beberapa meja belajar yang keadaanya sudah hampir patah. “Kalau meja seperti itu bagaimana siswa bisa belajar dengan baik,” imbuhnya.

 

Berkaitan dengan pembahasan anggaran yang sedang berlangsung sekarang ini, pihaknya sangat berharap pengambil kebijakan bisa memperhatikan kondisi bangunan  sekolah SD 20 yang cukup memprihatinkan.   Paling tidak dari berbagai kerusakan yang terjadi, ada sebagian yang bisa dilakukan perbaikan. (Suf)

 




PANEL OUT GOING TIGA BINTANG TERBAKAR. PASOKAN LISTRIK TERPUTUS.

gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sedikitnya sebanyak 5 kali sejak siang hingga malam hari, rabu (25/1) pasokan listrik kerumah-rumah pelanggan PLN Ranting Tembilahan terputus secara mendadak. Walau disebahagian tempat terputusanya pasokan listrik tidak dalam waktu lama, kondisi ini sempat membuat warga kesal karena khawatir putusnya pasokan listrik mendadak secara berulang-ulang ini akan menimbulkan kerusakan peralatan elektronik milik mereka.

“Putusnya pasokan listrik secara mendadak dan berulang beberapa kali ini tentunya membuat kita cukup kesal. Walaupun waktu padamnya terbilang tidak berapa lama, tapi yang saya takutkan kondisi seperti ini akan mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik dirumah saya,”Ungkap Yadi, warga jalan Batang Tuaka kepada Vokal sambil mengatakan bahwa kejadian serupa beberapa waktu lalu sempat merusakkan mesin lemari pendingin miliknya. Kamis (26/1)

Menurut penilaian Yadi, apapun alasannya, seharusnya kalau ada kerusakan harta benda milik pelanggan, secara aturan tentunya pihak PLN harus bertanggungjawab.”Tapi ya kita mau bicara apa bang. Sebagai pelanggan, kesannya selama ini kita hanya dituntut untuk memenuhi kewajiban sementara hak-hak kita yang mengikat sebagai konsumen seenaknya mereka abaikan,”Keluh Yadi.

Iwan, seorang pelanggan PLN jalan H.Abdul Manaf juga melontarkan kekesalan yang cukup mendasar. Ia berharap agar PLN ranting Tembilahan dapat bekerja lebih professional.”Memang saya akui, beberapa waktu belakangan ini pasokan listrik kerumah pelanggan sudah terbilang bagus jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Hanya saja, sebagai pelanggan, memberikan pasokan listrik memang kewajiban dari PLN sebagai konsekwensi atas pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Jadi tak ada istilah pelanggan diminta untuk mengerti. Yang jelas, walau sudah cukup bagus tapi saya berharap agar PLN dapat bekerja lebih professional,”Ujarnya.

Terkait permasalahan ini, Manajer PLN Ranting Tembilahan, Desrilnaldi ketika dikomfirmasi wartawan melalui sambungan telepon selularnya menjelaskan bahwa bahwa terputusnya pasokan listrik kerumah pelanggan secara mendadak ini disebabkan Panel Out Going mesin sewa milik Tiga Bintang terbakar.

“Untuk perbaikan sementara, kita sudah turunkan tim tehnisi kita dari Tembilahan. Saya sudah hubungi tehnisi mereka dan insyaallah hari ini (kamis, 26/1) mereka sudah tiba di Tembilahan. Untuk perbaikan secara menyeluruh, tentunya mereka yang lebih mengetahui. Namun untuk mempercepat, tehnisis kita juga siap untuk membantu,”Jawab Desril sambil menerangkan kalu kerusakan ini terlambat diperbaiki dikhawatirkan PLN Ranting Tembilahan akan kembali mengalami kekurangan pasokan daya kepada pelanggan. (fsl)




POLRES INHIL AKAN SIKAT ANGGOTA NAKAL

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Wakapolres Inhil, Kompol Imran Amir bertekad untuk membersihkan seluruh oknum anggota nakal dari jajaran Polres Inhil. Untuk itu ia sangat berharap kerjasama masyarakat untuk memberikan informasi.

“Ulah tiga oknum anggota kita yang tersangkut masalah psikotropika ini tentunya memberi catatan buruk ditubuh kepolisian. Untuk anggota seperti ini, saya tidak akan pandang bulu.” Ungkap Wakapolres saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (26/1).

Diakui Wakpolres, dari 800an jumlah personil di satuan Polres Inhil menurutnya tentu tidak semua baik.”Makanya kita sangat berharap kerjasama dari masyarakat. Kalau ada masyarakat yang melihat personil kita yang nakal, segera informasi kepada kita. Kita akan tindak dengan tegas dan berikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.”ujar Wakapolres berharap.

Ketika dipertanyakan Vokal apa sanksi untuk tiga anggota polres terkait masalah psikotropika ini. Wakapolres mengatakan prosesnya tetap sesuai ketentuan perundang-undangan.”Untuk kasus ini, tentu pidananya yang dulu kita majukan. Setelah ia selesai menjalani hukuman, baru kita lanjutkan melaui proses sidang di Komisi Kode Etik (KKE). Sanksi terberatnya adalah pemecatan dari keanggotaan. Ini tidak ada tawar menawar karena sudah menjadi komitmen dari Polri,”Jawab Wakapolres dengan nada tegas.(fsl)




ASYIK NYABU, 3 ANGGOTA POLRES INHIL DAN 2 WARGA SIPIL DICIDUK

Gambar Ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tiga oknum anggota polres Inhil berinisial SL (38), BL (29) dan DM (22) berhasil diringkus satuan Polres Inhil saat asyik menikmati psikotropika jenis sabu-sabu, Selasa malam (24/1) di TKP rumah kediaman SL, Jalan Serumpun Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan. Dalam pegrebekan ini, 1 warga sipil yang juga berada di TKP berinisial ZE (34) serta 1 mantan anggota DPRD Inhil, HR (41) ikut diamankan.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP, Dedi Rahman Dayan melalui Wakapolres, Kompol Imran Amir, strategi pelaksanaan pegrebekan sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya.”Informasi yang kita terima dari masyarakat kita tindaklanjuti. Kita kirim petugas kita untuk lakukan pantauan di TKP, kemudian barulah kita susun strategi pegrebekan tersebut. Kita akui, proses pengrebekan membutuhkan waktu cukup lama ( sekira pukul 23.00WIB s/d pukul 02.00 WIB) karena TSK sempat melakukan perlawanan,” Ungkap Wakapolres, Kompol Imran Amir didampingi Kabag Ops Polres Inhil, Kompol Yuniar Ari, Kasad Narkoba, AKP Olalupa serta Paur Humas, Iptu Zahari saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (26/1).

Dalam pegrebekan itu, Petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa, 5 buah HP, 1 buah Black Bary, 2 Laptop, 1 Notebook, 1 buah tas yang berisi: 2 buah tabung kaca, 1 timbangan digital kecil, 1 pak plastik pembungkus kecil, 1 buah mesin hitung, 1 buah gunting dan satu set alat isap sabu yakni; 1 buah pipet/sedotan, 1 buah pancis gas, 1 botol spiritus, 2 paket kecil psikotropika jenis sabu-sabu, serta 1 tabung kecil air sabu.

Dijelaskan Wakapolres, SL diduga berprofesi sebagai pengedar. Ia bertugas di Polsek  Pulau Burung Kecamatan Kateman dan dalam proses PTDH serta sudah tidak masuk kantor sejak bulan September 2011 yang lalu. Sementara dua oknum anggota lainnya, bertugas disatuan Polres Inhil.”Kita duga sabu-sabu ini dipasok dari Kepulauan Batam dan Pekanbaru. Ketiga-tiganya termasuk 2 orang warga sipil lainnya sudah kita amankan ditahanan Mapolres Inhil.”Pungkas Wakapolres. (fsl)