Perusahaan Kayu Ramai-ramai Setor

Pekanbaru (harianvokal.com)-Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Kamis (16/2), kembali menggelar sidang perkara kasus korupsi terkait IUPPKT-HT, dengan terdakwa mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau, Syuhada Tasman, Kamis (16/2). Dalam sidang tersebut para saksi mengaku menyetorkan ke Syuhada ratusan juta rupiah.

Pada sidang kemarin, jaksa penuntut umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Riyono, menghadirkan 6 saksi dari pihak perusahaan ke hadapan majelis hakim yang diketaui Ida Bagus Dwiyantara.

Keenam saksi mengaku, menyetorkan berupa cek, voucher dan uang tunai, melalui sopir terdakwa Sutanto, setelah ditelepon oleh Syuhada. Penyetoran kepada Syuhada ada yang dilakukan secara langsung adan ada pula ditransfer melalui rekening atas nama Sutanto. Selanjutnya Sutanto menyerahkan atau mentransfer ke rekening Syuha.

Kok Bun Hai, Finance Manager PT RAPP, saksi pertama yang dihadirkan JPU, mengaku, pada tahun 2003 lalu, saksi masih menjabat sebagai accounting staff, memberikan cek senilai Rp75 juta kepada Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Riau. Namun dia mengatakan, ketika itu tidak tahu cek tersebut untuk apa. Sebab dia hanya melakukan itu atas suruhan Finance Manager yang saat itu dijabat Lim Wi Lin. Dia baru tahu bahwa cek tersebut sebagai biaya operasional Dishut, setelah dirinya menjabat Finance Manager tahun 2011 lalu.

Saksi kedua, yakni Liem Wi Lin, Direktur Keuangan PT RAPP, mengatakan, memang benar semasa dirinya menjabat Finance Manager tahun 2003 lalu pernah mengeluarkan cek senilai Rp75 juta untuk biaya operasional Dishut Riau. “Cek tersebut dicairkan di Bank Bumi Putera,” jelasnya.

Sementara itu, saksi Sunaryo, Direktur PT Siak Raya Timber, mengungkapkan kalau perusahaannya juga pernah memberikan uang selama tahun 2011 dengan total sebesar Rp465 juta kepada terdakwa sebagai biaya operasional kedinasan Dishut.

Uang sebesar Rp465 juta dalam rinciannya, pertama diberikan tanggal 16 Januari 2003 sebesar Rp4 juta. Kemudian pada 28 Maret 2003 sebesar Rp30 juta, tanggal 28 Mei 2003 sebesar Rp30 juta. Selanjutnya pada 7 Juni 2003 sebesar Rp7 juta, 1 Juli 2003 Rp2 juta, 29 Agustus 2003 Rp1,3 juta dan terakhir ditahun 2 Oktober sebesar Rp350 juta,” ungkapnya.

Tiga saksi lainnya adalah Dirut PT Seraya Sumber Lestari Samuel, Ketua KUD Bina Jaya Palalawan Budi Artiful dan pembuat LHP PT PT Bhakti Praja Mulia Lutfi Tambusai. Samuel mengaku menyerahkan uang Rp200 juta kepada terdakwa, sedangkan Budi dan Lutfi mengaku menyerahkan uang sekitar Rp100 juta.

Dibantah
Namun keterangan para saksi dibantah terdakwa melalui penasehat hukumnya Aziun. Aziun mengatakan, para saksi telah memberikan keterangan palsu di persidangan. Menurut Aziun, kliennya tidak pernah kenal dan bertemu dengan saksi, sehingga tidak mungkin mereka melakukan setoran ke terdakwa.

“Sudah ada sekitar 20 orang saksi dihadirkan JPU di persidangan, semuanya telah memberikan keterangan bohong. Padahal terdakwa tidak ada kenal mengenal dengan saksi,” kata Aziun, dengan nada tinggi.(hvc)




SMP DESA SUNGAI LAUT HAMPIR AMBRUK, KADISDIK AKUI BELUM DAPAT LAPORAN

Gambar Ilustrasi Sekolah Rusak

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab.Inhil), Anuar Nawang mengaku sampai saat ini belum mendapatkan laporan mengenai bangunan SMP satu atap Desa Sungai laut Kecamatan Tanah Merah yang kini kondisinya hampir ambruk. Dirinya berjanji akan segera memeriksa kebenaran informasi ini.

Tanggapan ini disampaikan Anuar Nawang saat dikomfirmasi wartawan mengenai persoalan ini melalui sambungan telepon selularnya, jum’at (17/2) ”Untuk sementara saya belum bisa memberikan komentar karena belum menerima data tentang masalah itu, tapi kita akan segera melakukan pengecekan untuk melihat kebenarannya,” ujar Kadisdik.

Salah seorang keluarga wali murid yang menjadi siswa di SMP tersebut mengaku sangat kecewa dengan lambatnya respon Pemkab menangani masalah tersebut karena menurutnya bangunan sekolah itu satu-satunya tempat pendidikan menengah yang ada di desanya.

“SMP kan Cuma ada satu di sana, sudah seharusanya pemerintah memperhatikan sekolah itu dengan lebih baik. Karena kondisi yang sangat memprihatinkan. dikhawatirkan akan ambruk kini para pelajar di SMP tersebut terpaksa mengungsi numpang belajar di bangunan SD” ujarnya.(suf)

 

 




CURI LAPTOP, 2 WARGA TANJUNG HARAPAN DIRINGKUS

gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Heldi (27) dan Ali Hanapiah (29) warga Tembilahan yang berdomisili dijalan Tanjung Harapan terpaksa harus meringkuk dalam tahanan Mapolres setelah dibekuk oleh tim opsnal Polres Inhil karena melakukan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat) terhadap Amir Jaya (35) warga Tembilahan Jalan Soebrantas. kamis (16/02).

Menurut informasi yang didapat melalui Paurhumas Polres Inhil Ipda Sihombing, kejadian curas terjadi Kamis dinihari sekira pukul 03:30 Wib. Istri korban Amir Jaya mendengar suara berisik di rumahnya. Karena penasaran iapun keluar dari kamar tidur untuk mencari tau.  setelah di periksa, ia melihat jendela rumah sudah dalam keadaan rusak akibat dibuka secara paksa serta satu unit laptop merk Lenovo sudah raib dari tempatnya.

“Mengetahui rumahnya telah digeranyangi maling serta laptop miliknya raib, korban Amir langsung melapor ke Mapolres Inhil. Mendapat laporan, tim opsnal langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku pencurian tersebut,” kata Ipda Sihombing.

Ipda Sihombing menjelaskan bahwa para pelaku Curat dapat dibekuk di simpang empat jalan jalan Tanjung Harapan dan pada tersangka juga  ditemukan barang bukti satu Unit laptop hasil curian dan pahat yang digunakan oleh tersangka untuk membobol jendela rumah korban.

“Saat ini kedua tersangka sudah kita amankan di Mapolres Inhil untuk penyelidikan lebih lanjut,” terang Ipda Sihombing.(wan)




Selamatkan Perkebunan Rakyat, Komisi II Rekomendasikan Tambahan Dana Pembuatan Tanggul.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Kerusakan lahan perkebunan masyarakat disebabkan oleh intrusi air laut kian hari kian memprihatinkan. Untuk itu harus ada kebijakan konkrit oleh pengambil kebijakan di negeri ini untuk menganggarkan dana pembangunan tanggul guna mencegah hal serupa terus terjadi.

Sebagaimana diketahui, sektor perkebunan terutama kelapa dalam adalah komuditi andalan di daerah ini. Roda perekonomian sangat tergantung dengan keberadaan sektor ini. Kalau harga dan produktivitas kelapa baik, maka secara otomatis perekonomian akan baik. Begitu pula sebaliknya, saat harga anjlok dan produktivitas menurun, perekonomian juga akan terpuruk hingga daya beli masyarakat juga menurun.

Sebagai upaya dan komitmen DPRD Inhil pada kepentingan masyarakat, Komisi II dalam pembahasan KUA-PPAS yang telah berakhir beberapa waktu lalu, merekomendasikan kepada Badan Anggaran (Banggar) untuk meningkat dana pembangunan tanggul di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Salah satu rekomendasi yang kita berikan kepada Banggar adalah meningkatkan dana untuk pembangunan tanggul di Kabupaten Indragiri Hilir. Sebab hampir seluruh wilayah terjadi kerusakan akibat intrusi air laut,” ujar Ketua Komisi II HM Yunuss SE, didamping Sekretaris Herwanisitas kepada detikriau.org di ruangan kerjanya, Rabu, (15/2).

Masih menurut politisi Golkar tersebut, alasan lainnya kenapa pihaknya membuat kebijakan seperti itu, pada reses yang dilakukan dewan kemaren, hampir sebagian besar aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat adalah pembangunan tanggul dalam rangka penyelamatan lahan perkebunan.

“Tidak ada cara lain, kita memang harus menyelamatkan lahan perkebunan masyarakat karena ini menyangkut dengan  kehidupan mereka. Untuk itu, harus diupayakan anggaran yang lebih besar untuk pembangunan tanggul di Inhil,” imbuhnya.

Meski seperti itu menurut Yunus, komitmen dewan tersebut hendaknya harus diikuti dengan kinerja yang profesional oleh SKPD terkait. Kondisi itu bercermin dengan tahun sebelumnya, dimana banyak proyek pembangunan tanggul bayak yang tidak terealisasi hingga tahun anggaran berakhir. Padahal keberadaan proyek tersebut sangat vital, bagi petani kelapa di Inhil.

“Kita sangat menyayangkan dengan kinerja SKPD terkait, sebab pada tahun anggaran kemaren banyak pembangunan tanggul yang tidak dikerjakan. Untuk itu, kedepan kita meminta kepada pihak terkait untuk dapat bekerja secara profesional, sehingga permasalahan serupa tidak kembali terulang lagi,” katanya menegaskan.

Sementara itu Sekretaris Komisi II Herwanisitas dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, keinginan Komisi II pada tahun anggaran ini hendaknya dana untuk pembangunan tanggul bisa mencapai angka 5-7 milyar. Dana tersebut masih terbilang kecil dalam rangka penyelamatan kerusakan lahan perkebunan yang terus terjadi.

“Data yang kita miliki, kerusakan lahan perkebunan treutama di daerah pesisir lebih di atas 60 persen. Dengan anggaran seperti itu, sudah barang tentu belum bisa menyelamatkan sebagian besar kerusakan yang terjadi. Makanya dalam pembahasan nantinya saya berkeinginan apa yang kita rekomendasikan bisa terwujud,” katanya. (Nejad)




Korpri Taja Peringatan Maulid Nabi

Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kamis,(16/2)  Pengurus KORPRI Kabupaten Indragiri mengadakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H di Masjid YAMP Tembilahan .Acara dihadiri Wakil Bupati Inhil H. Rosman Malomo, Sekdakab H Alimuddin RM, Para Pejabat di lingkungan Pemkab Inhil  dan pegawai PNS serta Honorer.

Dalam sambutannya Wabup mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dilaksanakan agar dapat mengambil manfaat  dalam perjuangan yang dilakukan oleh Nabi dalam mensiarkan agama Islam di tengah masyarakat . Sehingga timbul kecintaan masyarakat  kepada nabi hngga mengikuti melaksanakan ajarannya.

Beliau Rasulullah Saw mewariskan nilai-nilai keadilan sebagai pilar penting dalam membangun masyarakat majemuk, yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan keyakinan. “Nilai-nilai keadilan yang beliau ajarkan berbasis pada prinsip persaudaraan, yang menjunjung tinggi penghormatan atas hak-hak warga masyarakat,” imbuhnya.

Wabup mengajak kepada segenap hadirin untuk belajar mendengar, melihat dan berucap. “Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw malam ini, mari kita belajar mendengar, melihat dan berucap dalam rangka melaksanakan tuntunan kita, mengamalkan agama dalam berperilaku. “Kita tidak hanya sebagai simbol, tidak hanya berucap tetapi mestinya yang bermakna, bermartabat dan bermanfaat,” Kata Wabub lagi.

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua DPRD Inhil tersebut mengajak jamaah untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik untuk masa yang akan datang. Karena menurutnya, tanggungjawab masa depan anak-cucu untuk membangun bangsa dan negara ada pada diri kita. “Mari diantara kita untuk saling mengisi, memperkuat, bersinergi dalam rangka membangun Kabupaten Inhil ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala  Kemenag Kabupaten Kabupaten Inhil Drs Azhari Syukur dalam tausiahnya menuturkan, menuturkan akan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Saw. Sebab salah satu risalah diutusnya  Nabi adalah untuk memperbaiki budi pekerti manusia.

Saking mulia akhlak Nabi, ia bukan hanya di puji oleh lawan maupun kawan, tapi langsung di puji oleh Allah SWT. Sehingga pantas saja kalau kita umat Islam harus mencintai Rasulullah dengan menjadikan dirinya sebagai panutan dalam kehidupan kita sehari-hari.

“Kalau kita menjadikan Rasulullah sebagai panutan dalam menjalankan berbagai aktivitas, terutama selaku abdi Negara tentunya Negeri ini akan damai dan tidak akan terjadi permasalahan. Sebab Rasulullah sebagai kepala Pemerintahan sudah memberikan contoh-contoh yang begitu banyak tentang bagaimana mengelola Negara dengan baik,” pungkasnya. (Nejad)




[slideshow]