TARMIJI RUBUH BERSIMBAH DARAH DI HALAMAN KANTOR MAPOLRES INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Ulah nekad Tarmiji (40) membuat kantor Mapolres Inhil heboh. Laki-laki yang belakangan diketahui berasal dari selat panjang, Kabupaten kepulauan Meranti, Riau ini menerobos memasuki halaman mapolres Inhil dan rubuh bersimbah darah. Menurut penjelasan saksi, aksi yang belum diketahui penyebabnya ini dilakukan Tarmiji di dalam kamar kecil di kantin yang keberadaannya berseberangan dengan kantor mapolres Inhil.

“orangtu sekira pukul 11.00 Wib duduk dan memesan segelas kopi. Tidak berselang lama dia ke belakang dan masuk ke kamar mandi. Kita tidak curiga karena memang biasa pengunjung kantin kita numpang buang air kecil,” Ucap Yuniarti (47) dan rekannya Martini (27) pelayan kantin yang sempat dimintai komfirmasi, Senin (2/1)

Menurut keterangan saksi, tidak berselang lama mereka curiga melihat ada cairan merah merembes keluar dari kamar kecil.”kamar kecil itu tidak jauh dari tempat kita biasa bekerja mempersiapkan masakan dan berbagai panganan di kantin. Begitu melihat cairan merah yang kita curigai adalah darah dan mengalir dalam jumlah yang cukup banyak kitapun kaget. Apalgi setlah yakin cairan merah itu adalah darah saya langsung berteriak,” Ujarnya.

Setelah pelayan berteriak. Terlihat Tarmiji keluar dari kamar kecil dan ditangannya masih menggenggam pisau dapur yang kita ketahui adalah pisau milik kantin.” Begitu keluar, Tarmiji dengan tubuh bersimbah darah melangkah sempoyongan lalu menyeberang jalan menuju kantor polisi dan masuk kehalaman lalu rubuh bersimbah darah dalam posisi terlentang tidak jauh dari tiang bendera halaman kantor polisi itu,”Ujarnya menjelaskan.

Begitu mendapati Tarmiji rubuh bersimbah darah, petugas langsung melarikannya ke RSUD Puri Husada agar mendapatkan pertolongan.

“sampai saat ini apa motipnya belum kita ketahui. namun  melalui HP korban yang diamankan kepolisian bahwa tarmizi sebelum melakukan aksi nekad tersebut telah menghubungi keluarganya dengan mengirimkan sms yang berbunyi bahwa dia akan mati dan minta telpon polres.”Ujar Paur Humas Polres Inhil, Azhari ketika dikomfirmasi wartawan.

Sampai berita ini diturunkan, korban masih dirawat diruang ICU RSUD Puri Husada setelah sebelumnnya dilakukan operasi akibat dua tusukan dibagian perut dan satu  dibagian leher yang dilakukan sendiri olehnya (fsl)




RSUD PURI HUSADAPUN JADI KORBAN AKSI PENIPUAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Ada-ada saja akal manusia untuk mencari uang. Tidak dapat dengan cara baik-baik dengan bekal tehnik menipu dan memanfaatkan kondisi yang mendukung, aksipun mereka jalankan. Sasaranpun bukan menjadi masalah. Korban aksi penipuan kali ini dialami oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.

Kisah awalnya menurut pengakuan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Dr. Irianto, Rumah Sakit mendapat telepon dari seseorang yang mengaku dari departemen kesehatan di Jakarta bahwa ada kegiatan yang akan diaksanakan Depkes terkait masalah akreditasi RSUD. Tanpa ada kecurigaan, pihak manajemen RSUD-pun,  memberangkatkan 5 orang staffnya termasuk tenaga dokter ke bogor sebagaimana tempat yang diberitahukan oleh si panjang akal.

“beberapa hari sebelum mendapat telepon tersebut, kita sudah mendapatkan pemberitahuan dari departemen kesehatan bahwa akan dilaksanakan kegiatan terkait akreditasi sekitar tanggal 20 an desember tahun 2011 kemaren. Makanya ketika mendapatkan telepon tersebut kita tidak curiga. Menurut keterangan orang yang mengaku dari depkes itu, pelatihan dilaksanakan tanggal 21 desember di Bogor.”Jelas Dr. Irianto ketika dikomfirmasi Vokal melalui sambungan telepon selularnya, Senin (2/1).

Dalam kesempatan itu. DR Irianto juga mengakui bahwa pihak RSUD sudah mengirimkan biaya pendaftaran sebagaimana yang dimintakan sipenelepon. Kata Irianto lagi. begitu petugas sampai di bogor dan mendapati tempat yang diberitahukan oleh sipenelepon kosong melompong tanpa ada kegiatan dan setelah mencari keterangan pada beberapa pihak, barulah diketahui bahwa mereka tertipu.”akhirnya kita hanya perintahkan personil kita untuk ke depkes di Jakarta sekedar untuk lakukan konsultasi”Jelas Irianto dengan nada suara pelan.

Dari penjelasan sumber www.detikriau.wordpress.com yang enggan dipublikasikan namanya, orang yang mengaku dari depkes itu mengaku namanya adalah Rita Ramadani. Saat itu, dirinya meminta pihak RSUD mengirimkan biaya pendaftaran sebesar Rp. 2,5juta per orang dan ditransferkan melalui rekening BRI cabang mutiara permai. Total uangnya Rp. 12,5 juta dan uangnya sudah kita kirimkan bang. Ungkap sumber.(fsl)




BANTU FAUZIAH, WARGA BENTUK TIM BEDAH RUMAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Lurah Kecamatan Tembilahan Kota, Achmad Mulyadi, SKM,M.Si, Ketua RT 01, Ketua RW 08 beserta beberapa orang tokoh masyarakat jalan Semampu , ahad (1/1/2012) mengadakan rembukan. Rapat kecil ini dimaksudkan untuk membicarakan sekaligus mencarikan alternatif solusi untuk meringankan beban hidup Fauziah.

“Hari ini kita sengaja mengadakan rapat kecil untuk mencoba mencarikan solusi untuk memberikan bantuan bagi warga kita yang kini mengalami nasib yang kurang beruntung. Kita berharap hasil dari rembukan ini nantinya akan terbentuk TIM kecil yang akan lebih fokus mengabdikan diri untuk mencarikan solusi terbaik. Target awalnya, tim berencana untuk melakukan perehaban secara total rumah tinggal ibu fauziah agar bisa ditinggali dalam kondisi yang layak,”Ungkap Ketua RT 01, Ahmad Firdaus memberikan komfirmasi kepada Www.detikriau.wordpress.com seusai pertemuan di rumah kediamannya, jalan semampau Kelurahan Tembilahan Kota, Ahad (1/1/2012)

Menurut pengakuan Ahamad Firdaus, selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk memperjuangkan nasib Fauziah, hanya saja cenderung bersifat personil.”Kita berharap melalui gerakan dalam tim ini akan mampu membuahkan hasil yang lebih baik” Ujarnya.

Lurah Kecamatan Tembilahan Kota, Achmad Mulyadi menyambut baik apa yang menjadi gagasan warganya ini. Dirinya sangat berharap, gerakan kepedulian secara sosial seperti akan menjadi contoh yang baik bagi warga lainnya.”Apa yang menjadi gagasan warga hari ini jelas menunjukkan rasa kepedulian ditengah masyarakat kita masih terbina dengan baik. Apapun permasalahan sosial yang ada ditengah-tengah kita kalau bisa ditangani dalam bentuk kebersamaan saya rasa akan mampu terselesaikan. Mewakili aparatur pemerintahan, saya menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang tinggi dan secara pribadi saya juga berjanji akan ikut berjuang agar niat ini dapat terwujud,”Ungkap Mulyadi.

Alhamdulillah, hasil rapat hari ini telah terbentuk tim yang kita namai tim bedah rumah almarhum A. Hakim Djafri. Nantinya, Tim ini akan diberikan SK yang akan di ketahui secara langsung oleh Bapak Camat Tembilahan Kota. SK ini sekaligus akan memberikan legalitas dari kita aparatur pemerintahan agar tim ini dapat bekerja tanpa adanya hambatan. Saya berharap, tim ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat karena apa yang diperbuat ini jelas tanpa pamrih dan semata mencari ridho Tuhan,”Harap Lurah.

Menurut Tokoh masyarakat setempat, Edy Sampak yang juga tergabung dalam Tim kecil ini, selama ini berbagai instansi termasuk dari Dinas Sosial sudah beberapa kali meninjau kediaman Ibu Fauziah, hanya saja sampai hari ini tidak ada kejelasan apa hasilnya.”saya sendiri menjadi heran apa motifasi turunnya mereka kesini, sampai detik ini, saya tidak melihat bukti nyata.”Ujar Ketua Pedagang Kaki Lima (PKL) ini memberikan kritikan. (fsl)




DIGUBUK YANG HAMPIR AMBRUK, FAUZIAH MERAWAT 4 ORANG ANAK YANG MENGIDAP GANGGUAN MENTAL.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Fauziah, janda tua berusia 60 tahunan ini mungkin sama sekali tidak pernah membayangkan kepergian sang suami 4 tahunan lalu menjadi titik awal cobaan hidup yang mimpipun dirinya tidak pernah terbayangkan. Diusia sesenja ini, ia masih harus menghidupi 4 orang putra-putrinya yang semuanya mengalami gangguan mental. Yang lebih mirisnya, tempat berteduh satu-satunyapun kini hanya tinggal waktu untuk ambruk. Mengandalkan hidup dari pensiunan almarhum suami sebagai PNS pangkat rendahan membuat dirinya hanya bisa pasrah menerima takdir Tuhan.

“Saya tidak bisa berkata-kata apa-apa pak, saya hanya pasrah menerima nasib. Apa yang bisa saya lakukan? Kalau tidak kuasa Tuhan, gubuk tempat berteduh ini sudah pasti ambruk dan kalaupun itu terjadi, saya dan anak-anak rela berkubur dibawah bangunan peninggalan suami saya ini,”Ungkapnya ketika disambangi Www.detikriau.wordpress.com dikediamannya Jalan Semampau, Tembilahan Kota, Ahad (1/1/2012)

Menurut penuturan Fauziah, dari hasil perkawinannya dengan Almarhun A Hakim Djafri, dirinya dikaruniai 6 orang anak. 2 orang sudah berumah tangga dan kini berada diluar daerah dan kehidupan merekapun terbilang tidak mencukupi. 4 orang anak yang kini hidup bersama dirinya (Marfuah 37, Nur Azizah 30, Fathur Rahman 28 dan sibungsu Alimin 21 Tahun. Red) karena bertahun-tahun mengalami cobaan hidup yang tidak ada henti-hentinya akhirnya mengalami gangguan mental.”Karena rasa tanggungjawab kepada anak-anak inilah yang membuat saya terpaksa harus kuat. Apapun yang terjadi, saya akan pertaruhkan hidup ini untuk merawat anak-anak saya. Biarlah Tuhan yang menentukan apa akhirnya.”Ucapnya dengan sikap tenang menunjukkan ketabahan seorang ibu.

Dari pantauan www.detikriau.org, bangunan tua yang sebahagian besar terbuat dari bahan kayu ini kini dalam kondisi yang sangat tidak terawat. Dinding bagian luar sebelah kiri rumah, miring dan hanya bertumpu di dinding bangunan rumah tetangga yang membuatnya masih bertahan untuk tidak ambruk. Bagian kanan rumah sudah tidak berdinding serta bagian belakang rumah yang dulunya bertingkat, kini bagian lantainya hanya berjarak sekitar 1,5 meter dari lantai dasar. Yang sangat mengkhawatirkan, dibagian bawah lantai dasar rumah itulah ibu dan keempat putra-putrinya ini berbaring melepas lelah.(fsl)




Pembangunan di Inhil Diskriminatif

TEMBILAHAN(www.detikriau.wordpress.com) – Ketimpangan pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir, bahkan di kota Tembilahan sendiri terutama di bidang infrastruktur sering menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Hal itu sangat wajar, karena jalan lingkungan dimana banyak pejabat tinggal, jalan sangat baik. Sedangkan jalan yang kebetulan tidak ada pejabat, sangat memprihatinkan.

 

Bahkan lebih dari itu, ketika ada jalan lorong dimana ada tanah pejabat disana, ruas jalan dan drainase sudah dibuat. Padahal perumahan dikawasan tersebut masih sangat jarang. Makanya banyak warga yang terkadang mempertanyakan kebijakan yang dibuat oleh Pemkab Inhil.

 

Seperti diungkapkan oleh Abdul Hamid salah seorang Ketua RT yang ada di Kelurahan Pekan Arba. Ia mempertanyakan tentang ketidakadilan pembangunan yang dilakukan di kota Tembilahan. Sebagai contoh adalah jalan Tanjungharapan, dan beberapa ruas jalan lainnya dimana semua infrastruktur sangat baik. Persoalan utamanya karena dikawasan tersebut banyak kalangan pejabat yang bermukim

 

Sedangkan Pekan Arba belum adanya drainese yang memadai, akibatnya saat pasang naik dan hujan deras mengguyur, kawasan ini sering terendam oleh air. Imbasnya selain menyulitkan warga, dampak lainnya menimbulkan kerusakan lahan perkebunan masyarakat. Bahkan sudah beberapa tahun belakangan ini mulai dari Parit 11-7 lahan perkebunan sudah tidak memberikan hasil bagi masyarakat.

 

“Makanya kita sangat kecewa dengan tidak adanya pemerataan pembangunan di daerah ini. Intinya kita meminta jangan ada diskriminasi dalam pembangunan,” katanya. (Suf)




Warga Tembilahan Buat Berbagai Acara Sambut Pergantian Tahun

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, pergantian tahun selalu disambut dengan meriah oleh masyarakat kota Tembilahan. Masyarakat sudah mulai mempersiap berbagai kegiatan dalam menyambut pergantian tahun tersebut, bahkan persiapan sudah jauh-jauh hari mereka lakukan.

 

Acara yang sering dilakukan masyarakat, selain karena biaya murah dan mudah dilakukan adalah pesta bakar ayam. Hampir disetiap kawasan biasanya kegiatan semacam itu dilakukan. Makanya, malam tahun baru juga menjadi rezeki bagi sebagian warga dengan bermunculannya pedagang ayam potong dadakan di banyak ruas jalan yang ada dikota Tembilahan.

 

Selain itu kegiatan lainnya yang sering dilakukan masyarakat adalah menggelar pesta music orgen tunggal. Dana biasanya dikumpulkan dengan cara iuran untuk melaksanakan acara semacam ini. Biasanya pesta berlangsung selepas shalat Isya hingga dini hari selepas pergantian tahun berlangsung.

 

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap pergantian tahun kita selalu mengadakan acara bakar ayam. Kegiatan semacam ini sudah sering kita lakukan setiap pergantian tahun baru,” kata Wati warga jalan Kayu Jati, Kelurahan Tembilahan Hulu, ketika berbincang-bincang, Jumat, (30/12).

 

Masih menurutnya, kegiatan bakar ayam seakan menjadi sebuah tradisi yang rasanya kurang apdol kalau tidak dilakukan setiap pergantian tahun. Sambil menunggu jam 00.00 Wib saat pergantian tahun, rasanya enak berkumpul keluarga sambil makan daging ayam bakar.

 

Sementara itu, pantauan di lapangan, suasa pergantian tahun sudah mulai terasa di kota Tembilahan beberapa hari belakangan ini. Hal itu dengan terlihatnya pedagang terompet yang bermunculan dibanyak ruas jalan yang ada. Pedagang tersebut ada yang menjual terompet hasil buatan sendiri, ada juga mereka yang menjual terompet secara kulakan.

 

Harga terompet yang dijualpun berpariasi. Mulai dari yang paling murah Rp 5.000/buah, Rp 10.000/buah, bahkan ada yang harganya mencapai Rp 50.000/buah. Omset merekapun cukup lumayan, karena banyak anak-anak yang kebetulan lewat di dekat pedagang terompet, lantas merengek kepada orang tua dan minta dibelikan.

 

“Mau tidak mau kita terpaksa membeli, karena anak ingin membeli terompet. Tidak kita belikan ia akan merengek dan menangis sepanjang jalan. Makanya ya kita ikuti saja, beruntung ada terompet yang harganya murah,” kata Suardi warga Tembilahan Kota.

 

Sementara itu tempat pavorit yang yang digunakan oleh kaula muda untuk menghabis tahun baru adalah jembatan Kuala Getek dan jembatan Rumbai Jaya. Untuk jembatan Kuala Getek, warga yang datang bukan hanya dari Tembilahan, tapi juga warga yang berasal dari Kecamatan Batang Tuaka, Gaung dan GAS.

 

Hanya saja permasalahan belakangan jalan penghubung kesana sangat rusak. Terutama dari Sungai Luar ke Sungai Piring. Disaat pasang dan musim penghujan tinggi membuat lobang besar yang ada diruas jalan tersebut jadi tidak terlihat. Jadi sangat memungkinkan pengendara kenderaan roda dua biasa terperosok ke dalam lobang kalau tidak hapal dengan kondisi jalan.

 

Untuk jembatan Rumabai Jaya, warga dari Kecamatan Tempuling, Kecamatan Kempas dan Enok yang banyak menghabiskan pergantian tahun bersama teman. Ada yang membuat pesta, dan ada yang hanya sekedar duduk-duduk sambil berbincang bersama teman-teman. (Suf)