Komisi III Ingatkan Seluruh Perusahaan di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Terkait rencana pembuatan peraturan daerah (Perda) insiatif masalah limbah cair atau B2, Komisi III DPRD sudah turun kelapangan guna melakukan peninjauan kepada beberapa perusahaan.

Oleh karena itu, Komisi III memberi peringatan kepada seluruh perusahaan untuk memperhatikan sistem pembuangan limbah. Agar tidak memberikan dampak negatif ke lingkungan dan masyarakat. Selama masih dalam pembahasan perda tersebut, Komisi III dalam hal ini akan terus melakukan pembinaan.

“Jika pembinaan sudah dilakukan tapi masih ada juga perusahaan yang tidak mengindahkan peraturan maupun perundang-undangan, maka kita akan memberikan tindakan bersama pihak terkait,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Inhil, Junaidi kepada detikriau.org, Senin (18/3) di Tembilahan.

Ketika ditanya mengenai perhatian Komisi III tentang perusahaan yang beroprasi di wilayah teritorial Inhil, dijelaskan Politisi Golkar ini, tidak ada pembedaan. Menurutnya, semua perusahaan menjadi perhatian terlebih kepada perusahaan yang keberadaannya di bantaran sungai.

“Tidak ada pembedaan, semua kita samakan. Kalau menyalahi aturan tetap diberi sangsi tegas sesuai kesalahannya,” tutur Junaidi.

Tahun 2012 ini merupakan tahun  penegakan hukum karenanya sambung Junaidi, sangat perlunya pembuatan Perda. Tapi dengan catatan urusan penegakan hukum merupakan wewenang instansi terkait salah satunya Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi maupun Kabupaten berdasarkan wilayah masing-masing.

“Karena seperti kita ketahui bersama tanpa adanya regulasi kita tidak bisa menegakan hukum,”pungkasnya.(Fen)




Wabup Pimpin Upacara Hut Satpol PP Inhil

Sekaligus dirangkai dengan upacara 17 Hari Bulan dan Hari Bhakti Rimbawan ke-29.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Senin, (19/3)  bertempat di halaman Kantor Bupati Inhil,  dilaksanakan Upacara 17 Hari Bulan yang disejalankan dengan Upacara Peringatan HUT SATPOL PP Ke-62 dab Hari Bhakti Rimbawan ke – 29 Tahun 2012. Bertindak sebagai Pembina Upacara Wakil Bupati Inhil H. Rosman Malomo SH MH.

Wakil Bupati Indragiri Hilir H Rosman Malomo. SH. MH, mengatakan didalam melaksanakan tugas-tugas  pemerintahan umum selain melakukan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan antara Kabupaten dan Kecamatan serta Kelurahan juga termasuk masalah penegakan peraturan daerah (Perda) dan Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat di Kabupaten/Kota.

“Saya sampaikan ucapan selamat atas HUT Satpol PP ke-62 dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Satpol PP dimana saja bertugas. Satpol PP merupakan garda terdepan dalam penegakan Perda serta penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Karena sebagai abdi negara, abdi masyarakat dan abdi pemerintah, Satpol PP juga dituntut profesional, berkompetensi, dan berintegritas tinggi,” ujarnya

Masih menurut Wabup, HUT Satpol PP kali ini diharapkan akan semakin meningkatkan kinerja dalam artian Satuan Pamong Praja Siap Mengawal Penguatan Peran pemerintah , Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, melalui Optimalisasi Penegakan Peraturan Daerah dan Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat,” tambahnya.

Apa yang diharapkan tersebut sesuai dengan keberadaan daerah yang mempunyai kewajiban menyelenggarakan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. “Hal itu diperkuat oleh PP No 6/2010 pasal 29 ayat 1 yang menyatakan bahwa dalam rangka pelaksanaan tugas, Satpol PP mengkoordinasi pemeliharaan dan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat,” katanya. (Suf)




Berkembang Pesat, UED-SP Mitra Kelapa Jaya Berikan Bantuan Sosial

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  -Hanya dalam tempo satu tahun Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) Mitra Kelapa Jaya Desa Nusantara Jaya, Kecamatan Keritang berkembang pesat dan memiliki 126 nasabah.

Kepala Desa Nusantara Jaya, Syarifuddin A Said menyatakan bahwa pada awal berdirinya UED-SP yang disosialisasikan dan diresmikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) pada 5 April 2010 dengan modal awal sebesar Rp 500 juta dari dana sharing APBD Provinsi Riau dan APBD Inhil pada tahun 2010 lalu.

“Sampai 31 Desember 2011, dana Rp 500 juta ini telah berkembang
menjadi Rp 923 juta dengan laba komulatif sebesar Rp 36,2 juta lebih.
Saat ini nasabah UED-SP Mitra Kelapa Jaya sebanyak 126 nasabah,”
ungkap Kepala Desa Nusantara Jaya, Syarifuddin A Said kepada
wartawan, Senin (19/3/12).

Tambahnya, sebagai bentuk penghargaan kepada para nasabah yang telah membesarkan UED-SP ini, maka pada tanggal 15 Maret lalu digelar acara doorprize bagi nasabah dalam kegiatan Musyawarah Desa
Pertanggungjawaban UED-SP Mitra Kelapa Jaya.

“Pada kesempatan ini kita juga memberikan bantuan sosial berupa
beasiswa bagi siswa berprestasi dari kalangan tidak mampu bagi 7
sekolah tingkat TK, SD/MI. Termasuk bantuan bagi orangtua jompo dan
Mesjid Al Munawarah,” imbuhnya.

Tambahnya, kegiatan ini dihadiri langsung Kepala BPMPD Inhil, Edy
Syafwannur dan para pejabat Pemkab Inhil, pengelola UED-SP dan
undangan lainnya.

“Diharapkan prestasi yang telah diraih para pengelola UED-SP ini terus
ditingkatkan, sehingga terus dapat bermanfaat bagi pembangunan Desa
Nusantara Jaya,” imbuhnya. (Suf)




Warga jalan Sederhana Minta Dinkes Lakukan Fogging

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Warga jalan Sederhana RT 003 RW 006 meminta kepada Dinkes untuk melakukan fogging di lingkungan mereka, terkait dengana adanya salah seorang anak yang positif terkena serangan DBD, Jumat, (16/3) kemaren.

“Kita meminta Dinas Kesehatan dapat melakukan fogging di kawasan RT kami. Sebab diketahui, kemaren ada salah satu warga kita ada yang terkena DBD. Hingga sekarang yang bersangkutan masih dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan,” kata Sari salah seorang warga disana, Senin, (19/3).

Masih menurutnya, tindakan fogging dianggap sangat penting dalam rangka mencegah agar wabah DBD tidak kembali terulang. Disamping itu tentunya, dengan tindakan fogging paling tidak dapat memberikan rasa aman kepada orang tua yang memiliki Balita.

“Terus terang kita merasa cukup was-was dengan peristiwa itu. Kita takut hal yang sama akan menimpa anak saya. Biasanya kalau sudah ada yang terkena serangan DBD, maka yang lain juga akan rentan terkena,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, salah seorang Balita bernama Rezky sempat mengalami gejala demam selama 3 hari. Setelah orang tuanya membawa ke salah seorang dokter yang ada di kota Tembilahan, Balita tersebut disuruh untuk dirawat di RSUD karena mengalami gejala DBD.

“Anak Ssya sudah hampir tiga hari dirawat di RSUD Tembilahan, kata dokter gejala DBD. Tapi beruntunglah kondisi anak saya sudah berangsur-angsur pulih, meski masih agak rewel dan belum mau makan,” katanya. (Suf)




Tim Kesehatan BPMPD Fogging di Dua Kecamatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Tim kesehatan kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) melakukan bhakti sosial fogging di Desa Pancur, Kecamatan Kemuning dan Desa Harapan Tani, Kecamatan Kempas, Minggu (17/3). Kegiatan tersebut bermaksud melakukan pencegahan terjadinya wabah penyakit DBD maupun malaria.

Sambutan positif dari masyarakat ditunjukan dengan melakukan partisipasi secara aktif apalagi mengingat saat ini sedang terjadinya pancaroba, sehingga ada kekawatiran ditengah kalangan masyarakat tentang penyaki berbahaya itu.

“Kegiatan itu kita laksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap seluruh warga. Maka dari itu, kita berharap, warga senantiasa terhindar dari penyakit dan selalu mengutamakan pola hidup sehat,”ucap bang iwan, sapaan akrab H Edy Syafwannur, yang juga Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Inhil.

Menurut dia, terjadinya penyakit atau kasus DBD dimasyarakat harus menjadi perhatian bersama. Ia menghimbau warga lain yang memiliki kepedulian melaksanakan kegiatan serupa.” Kalau ada diantara kita yang memiliki waktu luang, mudah-mudahan mereka juga mau membantu melakukan kegiatan serupa”harapnya.

Kepedulian kepada sesama lanjut Edy, bisa saja ditunjukan dengan berbagai kegiatan positif. Seperti gotong royong membersihkan lingkungan yang dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.(Fen)




Kelasi Kapal Temukan Mayat Mengapung di Perairan Sungai Indragiri

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Herman (37) seorang kelasi kapal tugboat sempat tersentak. Pasalnya, sekira pukul 19.30 Wib, Sabtu (17/03) ketika melintasi diperairan sungai Indragiri menuju ke arah Kota Tembilahan, Tepatnya di parit Cempaka Kecamatan Tembilahan Hulu ia mendapati sesosok mayat manusia mengapung dipinggiran sungai. Begitu sampai di Kota Tembilahan, iapun langsung melaporkan penemuan itu ke pihak Kesatuan penjaga Laut dan Pantai (KPLP).

“Petugas KPLP kemudian meneruskan laporan tersebut kepada Satuan Polisi Air. Selanjutnya petugas  menuju TKP dan benar disana ditemukan sesosok mayat laki-laki sudah dalam keadaan membusuk dalam posisi mengapung. Diperkirakan usianya sekitar 30 s/d 35 tahun” ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik, M.Si melalui Kapolsek Tembilahan Hulu AKP Zaidir kepada wartawan. Minggu (18/3)

 Setelah di evakuasi oleh SatPol Air dan di bantu oleh personil Polsek Tembilahan Hulu, tambah Kapolsek, Mayat Mr. X langsung dibawa ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan otopsi.

Dari hasil pemeriksaan, diperkirakan mayat laki-laki malang tersebut telah berada di air selama 4 sampai dengan 5 hari yang lalu. Saat ditemukan, kondisi mayat yang mengenakan baju kaos berwarna hijau dan bercelana warna hitam itu kondisinya sudah membusuk. Sebagaian organ tubuhnya sudah hilang akibat dimakan hewan air dan menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat.

Hingga berita ini ditulis mayat Mr.X itu masih tersimpan di kamar jenazah RSUD Puri Husada Tembilahan, “jika dalam 1 X 24 jam mayat Mr.X tidak dapat juga diketahui siapa  pihak keluarganya maka akan segera dikebumikan sebagaimana mestinya.”Terang Kapolsek.(fsl)