POLRES INHIL MEDIASI PERSELISIHAN ANTARA PT.THIP DENGAN MASYARAKAT

TEMBILAHAN (WWW.DETIKRIAU.WORDPRESS.COM) – Bertempat diruang pertemuan kantor Mapolres Inhil, kamis (19/1) diadakan rapat  untuk memediasi permasalahan yang terjadi antara pihak PT. Tabung Haji Indonesia Plantation (PT.THIP) dengan masyarakat petani desa tanjung simpang Kecamatan Pelangiran. Pertemuan yang berjalan cukup alot ini pada akhirnya dapat diselesaikan dengan cara baik serta disepakati oleh semua pihak.

Dalam penjelasannya, Irwansyah, selaku perwakilan dari pihak manajemen PT.THIP mengemukakan bahwa  persoalan sengketa lahan dengan petani sebenarnya sudah diselesaikan. 30 dari 35 petani Desa tanjung simpang yang memiliki SKT, sudah diberikan pembayaran berupa Down Payment (DP). sisanya hanya menunggu penyelesaian administrasi surat-surat kepemilikannya.

“5 SKT lagi memang belum diberikan, tapi itu hanya tinggal mendudukan kejelasan kepemilikan sahnya. Misalnya SKT yang ada masih atas nama orang tuanya yang sudah meninggal. Tentu terlebih dahulu kita dudukan secara jelas siapa warisnya. Termasuk beberapa SKT yang sudah terjadi perpindahan tangan”Terang Irwansyah.

Irwansyah juga menjelaskan bahwa penyelesaian permasalahan ini lebih didasarkan pada itikad baik, rasa kedamaian, pertimbangan sosial dan tanggungjawab pihak perusahaan.” Kenapa pembayaran dalam bentuk DP? Ini dilakukan sekali lagi atas dasar pertimbangan yang lebih pada rasa sosial bukan legalitas. Setelah menerima DP, baru masyarakat kita mintakan melengkapi surat kepemilikannya yang sah secara hukum. Apabila ini sudah clear, sisanya akan dibayarkan perusahaan secara penuh.”Ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Perusahaan melalui Irwansyah juga mempertanyakan sebenarnya Sdr Munir (yang mengaku masih selaku kuasa hukum masyarakat petani desa tanjung simpang) berbicara mengatasnamakan siapa?. Menurut Irwansyah,  atas data yang diterima dari petani baik secara kelompok (FMKT) maupun secara perorangan sudah menyatakan telah menarik pemberian kuasa itu.”Dulu, hubungan perusahaan dengan Sdr Munir cukup kondusif. Namun belakangan kami malah merasa sepertinya di ‘tampar’. Beberapa waktu lalu, setelah ada kesediaan perusahaan untuk melakukan pembayaran, seminggu kemudian kok malah kami didemontrasi dengan cara yang sangat bertentangan dengan hukum. Entah ini bentuk pressure atau apa, saya juga tidak tau,”Tanya Irwansyah.

Menanggapi pernyataan ini, Munir masih bersikukuh bahwa ia masih mengantongi kuasa dari 21 orang masyarakat petani.”saya masih memiliki surat kuasa resmi itu.”sanggah Munir sambil mengacungkan segempok kertas putih serta meminta pembenaran pada tesar, salah seorang petani yang duduk bersampingan dengan dirinya dan saat itu dibenarkan oleh Tesar.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Indragiri Hilir, Tantawi Jauhari yang juga ikut hadir dalam pertemuan ini atas nama pemerintah daerah menyatakan mendukung penuh upaya penyelesaian ini. Dirinya berharap agar penyelesaian dapat dilakukan dengan cara yang lebih arief.” Siapa-siapa pemilik SKTnya saya rasa pasti jelas. Coba di cek ulang saja. 21 orang itu apa juga ikut menerima pembayaran DP,”Ujar Tantawi menawarkan solusi.

Berdasarkan data yang diterima Www.detikriau.wordpress.com dari ketua Forum Masyarakat Kelompok Tani (FMKT) desa tanjung simpang Kecamatan Pelangiran, Kaddas, 21 orang petani yang diatasnamakan Tesar sebenarnya hanya tinggal 3 orang yang belum diberikan DP, yakni, Tesar, Senen, dan anak Tesar yang bernama Samsul. Sisanya sudah menerima DP dan juga sudah mencabut surat kuasa.

Kepala Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Wardi berharap agar persoalan kuasa hukum ini tidak mengorbankan masyarakat. Menurutnya saat ini persoalan masyarakat yang harus segera untuk diselesaikan.

“Masalah pemberian kuasa kepada pengacara menurut saya itu hanya  persoalan intern. seharusnya, persoalan pokok antara perusahaan dengan masyarakat itu yang tentunya harus diutamakan. Kita tentunya sangat tidak ingin persoalan intern itu malah menyusahkan masyarakat. Jangan karena kuasa hukum yang merasa ‘tertinggalkan’, masyarakat yang jadi korban,”Ungkap Wardi memberikan masukan.

Dari pertemuan ini disepakati untuk membentuk Tim yang terdiri dari Pihak Kepolisian Resort Inhil, Badan Kesbangpol Kab Inhil, LSM, serta Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) untuk menindaklanjuti penyelesaian permasalahan PT. THIP dengan Masyarakat.

Kepada Masyarakat, diminta dalam waktu satu minggu untuk menyelesaikan seluruh keabsahan bukti-bukti kepemilikannya serta seluruh pelaksanaan pembayaran yang kelak akan dilakukan pihak perusahaan dilakukan dihadapan Tim secara tranparan.

Rapat yang dilaksanakan di aula Mapolres Inhil ini juga dihadiri langsung oleh Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman dayan, Kepala Badan Kesbangpol, Tantawi Jauhari, Camat Pelangiran, Kepala Desa Tanjung Simpang, Wardi, Perwakilan Kantor BPN, Afrizal, Indra dan Wahyu dari LSM Gemilang Serumpun, dan Sdr. Munir serta Tim Manajemen PT.THIP.(fsl)




NOAA 18: INHIL TERPANTAU 9 TITIK API

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Tembilahan, kekabalan kabut asap terutama terlihat pada hari, Kamis (19/1). Berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil  sesuai dengan data dari satelit NOAA 18 terpantau adanya 9 Hotspot  tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepala Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) H.T. Eddy Efrizal kepada wartawan, Kamis (19/1)) menyebutkan bahwa kabut asap yang terjadi hingga menyelimuti Kota Tembilahan, ditimbulkan akibat adanya 9 tikik api yang terjadi di beberapa Kecamatan

“Sesuai dengan data yang sudah kita terima dari hasil pantauan Satelit NOAA 18, pada Rabu (18/1) untuk di Kabupaten Inhil ditemukan adanya 9 titik api yang tersebar di Kabupaten Inhil”ujar H.T Eddy Efrizal

Adapun untuk 9  titik api tersebut, antara lain terdapat di Kecamatan Gaung Kateman ada 1 titik api  tepatnya di Desa Simpang Kateman, kemudian di Kecamatan Tempuling terdapat 2 titik api, yang berlokasi di Desa Sungai salak dan Desa Mumpa

Lalu berikutnya titik api terjadi di desa Kecamatan Gaung ada 3 titik api, yang terjadi di Desa Simpang Gaung, dan Desa Jerambang, selanjutnya untuk Kecamatan Batang Tuaka dan Kecamatan Tembilahan serta Kecamatan Kuindra masing-masing terdapat 1 titik api, yang terjadi di Desa Kuala Sebatu,  Desa Teluk Dalam,  dan Desa Pulau Palas

Terkait dengan masalah tersebut, H.T.Eddy Efrizal mengaku pihaknya melalui Tim yang sudah dibentuknya sudah turun kelapangan, dan  bekerja sama dengan beberapa perusahaan serta dibantu dengan masyarakat, untuk melakukan tindakan  pemadaman tempat terjadinya hutan yang terbakar

“Kantor Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil sudah membentuk Tim pemantau dan selalu berkoordinasi dengan pihak perusahaan dan masyarakat  untuk  turun kelapangan melakukan pemadaman terhadap hutan yang terbakar” kata H.T.Eddy Efrizal

Lebih jauh Kepala BLH menegaskan tujuan dari turun kelapangan, yakni  untuk melakukan kroscek, apakah adanya titik api disebabkan unsur kesengajaan atau tidak, jika memang ditemukan adanya unsur kesengajaan apalagi dilakukan oleh perusahaan tentu kita akan berikan sanksi tegas. (Suf)




UANG PECAHAN 100.000 PALSU MARAK. WARGA DIHIMBAU UNTUK LEBIH TELITI.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Diduga peredaran uang rupiah palsu mulai marak di kota Tembilahan. Menurut korban, mereka hampir tidak bisa membedakan uang pecahan palsu dengan yang asli. Mereka baru menyadari dan mengaku kaget ketika akan mempergunakan uang ini untuk kembali membeli barang dagangan ternyata ditolak karena disebutkan sebagai uang palsu.
“Saya dapatkan uang ini semalam pak (selasa, 17/1. Red). Ada seorang pelanggan dengan ciri-ciri tubuh tinggi dan berkulit gelap belanja rokok. Karena memang uang itu hampir sama dengan uang asli makanya saya terima saja,”Cerita Ipat, seorang pemilik warung jalan Batang tuaka, Rabu (18/1).
Lanjutnya, Ia mengaku tidak punya niat untuk membelanjakan uang itu lagi. Sampai saat ini, uang pecahan seratusan ribu itu masih disimpannya hanya sekedar untuk dijadikan pembanding apabila ada yang berbelanja kembali dengan uang seratusan ribu.”saya juga dapat kabar bahwa ada beberapa warung lainnya yang menerima uang seperti ini. mudah-mudahan hari ini orang itu belanja lagi pak. Saya memang dari tadi sudah menunggu.”Ujarnya.
Ketika ditanyakan kenapa tidak segera membuatkan laporan kepada pihak kepolisian, warga mengaku tidak berani untuk berurusan.”Takutnya malah kami nantinya yang sibuk bang. Maklumlah kami tidak biasa berurusan dengan pihak kepolisian,”Jawabnya mengelak.
Dari pengamatan kasat mata, uang pecahan rupiah seratus ribuan yang diduga palsu ini memang sangat mirip dengan yang asli. Yang sedikit berbeda, warna merah lebih kuat dari yang biasa, walau tanda air juga ada tapi terlihat agak kabur. Yang lebih mencolok, gambar loga BI pada bagian pojok kanan bawah ukurannya lebih kecil dibandingkan logo BI lembaran kertas ratusan ribu asli.
Terkait permasalahan ini, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kabag Ops, Kompol Yuniar Ari menghimbau masyarakat untuk bersedia membuatkan laporan kepada pihak kepolisian.
“Seharusnya kalau menemui kejadian seperti ini warga segera membuatkan laporan kepada pihak kepolisian. Warga tak perlu takut karena mereka hanya sebagai korban.” Jawab Kabag Ops.
Dengan adanya kejadian seperti ini, kabag ops juga mengemukakan akan segera memberitahukan kasad bimas untuk segera berkoordinasi dengan pihak bank. “Tentunya pihak bank yang lebih mengetahui secara pasti membedakan uang lembaran palsu dengan yang asli dan nantinya diharapkan bank juga segera melakukan sosialisai kepada masyarakat agar tidak ada korban lagi kedepannya.”Pungkas Kabag ops mengakhiri. (fsl)




Tahun Ini Diperkirakan 3 Proyek Multiyears Kembali Sedot Anggaran Sangat Besar

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Pemkab Inhil mengajukan dana Rp 109 milyar lebih untuk kelanjutan tiga proyek multiyears (Islamic Center, jalan highway Mandah Tempuling dan Pembangunan Gedung Kampus UNISI) di dalam KUA PPAS yang sekarang sedang dalam pembahasan di DPRD Inhil. Tambahan anggaran tersebut, ternyata masih jauh dalam upaya penyelesaianya proyek yang jumlahnya cukup pantastik yakni Rp 960 milyar lebih.

Wakil Ketua DPRD Inhil H Muslimin, ketika dikonfirmasi belum lama ini mengakui tentang adanya usulan dana Rp 109 milyar lebih untuk kelanjutan tiga proyek multiyears. Saat ini, point yang dimaksud sedang dibahas oleh Komisi yang membidangi persoalan tersebut.

“Dari KUA PPAS yang kita pelajari, emang ada usulan dana Rp 109 milyar lebih dalam rangka kelanjutan pengerjaan tiga proyek multiyears,” kata politisi Partai Bintang Repormasi (PBR) H Muslimin belum lama ini di kantor DPRD.

Ketika disinggung besarnya usulan dana dan apakah ada kemungkinan akan diakomodir seluruhnya, menurutnya karena ini menyangkut proyek prioritas Pemkab Inhil menurut Muslimin, ia belum bisa memberikan pernyataan terkait itu, sebab saat ini masih dalam pembahasan oleh Komisi.

Menurut penjelasannya , karena pekerjaan 3 proyek tahun jamak tersebut sudah memasuki tahun ketiga, memang sudah menjadi kewajiban untuk melanjutkannya, namun yang jadi pembahasan adalah mungkin ada atau tidaknya anggaran sebanyak itu kita gelontorkan pada tahun 2012 ini.

“Soal melanjutkan pekerjaan pembangunan Highwhy, gedung Unisi dan Islamic Center jelas menjadi kewajiban kita sampai akhir periode, karena sudah terkunci dengan Peraturan Daerah yang sudah kita putuskan, namun jumlah dana yang diperuntukan setiap tahunlah yang menjadi pembahasan kita di DPRD, karena tidak bisa dipungkiri juga masih banyak pekerjaan kemasyarakatan lain yang butuh dana, “jelasnya.

Dari informasi sementara yang diperolah, perkiraan jumlah belanja Inhil dalam APBD tahun 2012 ini hanya sekitar Rp 400 miliar. Jadi jika anggaran Rp 110 miliar sudah tersedot 3 proyek multi, jelas untuk anggaran satuan kerja lain akan semakin mepet selama tahun 2012, termasuk untuk anggaran memperbaiki lahan perkebunan dan sarana pendidikan yang kondisinya semakin kritis. (Suf)




UMK Kabupaten Indragiri Hilir Rp 1.250.000

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) — Upah Minimun Kabupaten (UMK) Indragiri Hilir pada tahun 2012 ini naik sekitar 6 persen dari tahun 2011 yang lalu. Kalau sebelumnya UMK hnya Rp 1.130.000 pada tahun ini menjadi Rp 1.250.000. Kenaikan kalau dikalkulasikan mencapai Rp 120.000.

Ungkapan itu disampaikan oleh kadisnakertran Kabupaten Indragiri Hilir melalui Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan Hotman kepada Rabu, (18/1). Kenaikan UMK tersebut sudah disampaikan kepada pihak perusahaan melalui edaran yang diberikan pihaknya.

“Alhamdulillah, sejauah ini persoalan UMK tidak ada kendala yang berarti saat kita Rembukkan. Apalagi melalui surat yang kita sampaikan kepada pihak perusahaan, belum ada keberatan dari mereka untuk memenuhi gaji karyawan sesuai dengan UMK yang sudah diputuskan,” kata Hotman.

Masih menurutnya, UMK tersebut sudah harus dibayarkan oleh perusahaan terhitung mulai Januari ini. Untuk itu diharapkan kepada seluruh persusahaan yang beroperasi di Inhil untuk dapat melaksanakan ketentuan gaji yang sudah disepakati ini.

Ketika disinggung apakah akan ada sanksi bagi persusahaan yang tidak mengikuti ketentuan UMK ini, menurut Hotman, Intinya pihak persuasahaan meski mengikuti aturan yang sudah ada. Kita tentunya tidak berkeinginan ada perusahaan yang membandel.

“Sejauh ini kita terus mengupayakan tindakan pembinaan, tapi meksi begitu bukan bebarti perusahaan lantas seenaknya saja membayar gaji tidak mengikuti UMK,” katanya. (Suf)




KOMPLIK BUAYA DAN MANUSIA KEMBALI BERULANG

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Keganasan buaya rawa kembali menelan korban. Walaupun selamat dari maut, M. Amin Bin Bedu (36), Warga parit 6 Desa Sungai Raya Kecamatan Batang Tuaka terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit akibat luka robek pada bagian paha kiri dan jari tangan sebelah kanan.
Kisahnya, senin malam (16/1) sekira pukul 20.40 Wib korban hendak membuang hajat. Saat menuju WC yang berada dipinggiran anak sungai, dalam suasana malam yang cukup gelap, tiba-tiba saja korban dikagetkan dengan munculnya seekor hewan melata dan langsung menyerang dirinya.”saya sama sekali tidak menyangka ada buaya karena saat itu saya masih berada di darat tepat dipinggiran aliran sungai parit 6. Saya tak bisa berbuat banyak karena buaya itu langsung menerkam dan dengan tenaga yang sangat kuat menyeret saya ke dalam parit.”Jelas Amin ketika ditemui Www.detikriau.wordpress.com diruang rawat bedah RSUD Puri Husada Tembilahan, Selasa (17/1)
Diceritakan Amin kemudian, perlawanan yang dilakukannya untuk berusaha lepas dari gigitan hewan buas itu tidak berarti banyak. Dengan sekuat tenaga ia berteriak meminta pertolongan dan didengar oleh anak gadisnya Arbainah.
“Karena memang posisi WC tidak jauh dari depan rumah, saya mendengar Bapak berteriak. saat itu saya melihat Bapak sudah digigit seekor buaya dan ditarik menuju sungai. Karena panik sayapun berteriak untuk meminta bantuan kepada tetangga.” Jelas Arbainah ketika dimintai komfirmasi.
Mendengar teriakan arbainah, puluhan orang tetangganya langsung berdatangan sambil membawa alat penerangan dan mengejar kearah sungai kecil selebar kurang lebih hanya 3 meter itu. “Saya melihat saat itu bapak tiga kali tenggelam timbul didalam parit,”Ujar Arbainah.
Menurut Amin, laki-laki yang berprofesi sebagai petani kelapa ini, ia tidak mengetahui kenapa akhirnya buaya itu melepaskan gigitan dan meninggalkan dirinya.”Saya sudah pasrah saja dengan nasib. Saya diseret dari tempat awal saya diserang sampai akhirnya dilepas berjarak kurang lebih 100 an meter. Mungkin saja karena kaget melihat banyaknya warga yang berdatangan membawa alat penerangan yang membuat binatang itu melepaskan gigitan dan menyelamatkan diri,” Aku Amin.
Akibat gigitan buaya, pada bagian paha kiri korban terdapat lima lubang mengangga dan satu pada bagian jari tangan sebelah kanan. “Satu lubang luka bekas gigitan menyebabkan tendon paha korban sobek dan keluar. Secara keseluruhan, luka-luka tersebut berukuran panjang 5 Lebar 3 dan dalam 0,5 cm, kemudian panjang 3 lebar 2 dan dalam 2 cm, dan tiga luka lagi dengan ukuran panjang 2 lebar 2 dan dalam 2cm, panjang 2 lebar 1 dan dalam 0,5 cm, panjang 4, lebar 5 dan dalam 2 cm.selanjutnya pada jari tangan korban bagian kanan mengalami luka sepanjang 2 cm, lebar 1 cm dan dalam 1 cm,” Jelas seorang juru rawat bedah yang tidak bersedia namanya dipublikasikan ketika dikomfirmasi Www.detikriau.wordpress.com,Selasa (17/1). (fsl)