PENGUSAHA WARNET MINTA FPI INHIL BERIKAN PENILAIAN ARIEF.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dugaan Front  Pembela Islam (FPI) Kabupaten Indragiri Hilir bahwa warnet menjadi ajang tempat praktek mesum disebut  pengusaha sama sekali tidak berdasar dan terlalu dibesar-besarkan.  Mereka meminta FPI lebih adil dalam memberikan penilaian. Mereka khawatir tuduhan  sepihak ini akan memberikan opini tidak baik bagi bisnis warnet.

Menurut Comel, salah seorang pemilik usaha Warnet ini, memang harus diakui kemajuan teknologi jika tidak dipergunakan dengan benar akan menimbulkan efek negatif tapi menurutnya semua itu tergantung kepada pengguna manfaat.”kalau pengguna memanfaatkan dengan benar tentunya akan memberikan efek yang sangat baik. Secara positif, pertumbuhan warnet yang cukup banyak belakangan ini tentunya akan semakin membuka ketersediaan lapangan kerja, penyediaan akses informasi yang cepat dan murah serta terjadinya percepatan transfer teknologi informasi. Jadi sekali lagi tentunya tergantung bagaimana cara kita menyikapi,”Sebut Comel ketika menemui Vokal belum lama ini di Tembilahan.

Bahkan menurut Comel lagi, pengusaha warnet selama ini cukup kooperatif melakukan pengawasan dan mematuhi aturan serta ketetapan yang dikeluarkan oleh Pihak pemerintah.” Kalau mau bicara masalah tempat maksiat, Pujasera, Pasar Rakyat serta Warung remang-remang yang cukup marak perkembangannya di Bumi Sri Gemilang ini malah dengan terang-terangan mempertontonkan praktik maksiat. Jadi sekali lagi saya mewakili teman-teman pengusaha warnet lainnya mohon FPI berikan penilaian dengan lebih arief,”Harap Comel.

Lebih Jauh Comel meminta agar pihak pemerintah lebih mensosialisasikan penggunaan Internet Sehat agar kemajuan teknologi yang memberikan dampak sangat baik ini tidak disalahartikan serta tidak disalahmanfaatkan. “Tuduhan FPI Inhil ini akan berdampak jelek bagi warnet, karena pelajar/mahasiswa atau pihak lain yang ingin pergi ke warnet dengan tujuan yang baik jadi tidak berani karena timbul kekuatiran di cap JELEK masuk ke tempat mesum seperti apa yang di tuduhkan pihak FPI. Saya mohon hal ini di klarifikasi kembali agar jangan sampai ‘Gajah dipelupuk mata tidak terlihat, tungau di seberang lautan terlihat jelas.” Pungkas Comel.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Indragiri Hilir melalui Ketua Dewan  Tanfiz, Asmadi Dubli didampingi Ketua Dewan Syuro, HM Ali Azhar meminta Pemerintah Kabupaten Inhil melakukan pengawasan terhadap sejumlah warung internet di kota Tembilahan yang menurut mereka diduga telah menjadi ajang tempat mesum.

Bahkan saat itu DPW FPI Inhil akan menyurati Pemkab dalam hal ini Bupati Inhil untuk segera menyikapi permasalahan ini dan melakukan pengawasan terhadap fenomena yang menurut mereka dapat merusak moral generasi muda ini. (fsl)




Tips Menjadikan Facebook Bermanfaat

www.detikriau.org — sebelum memulai menjelaskan mengenai bagaimana memanfaatkan situs yang sangat terkenal di dunia ini menjadi salah satu situs yang bermanfaat bagi kita. Akan terlebih dahulu saya paparkan mengenai ide tentang munculnya gagasan untuk menuis hal tersebut. Baiklah, ide ini muncul saat saya berfikir bahwa Facebook in adalah situs yang saya gunakan dan saya buka setiap hari. Jujur aja, dalam 1 hari tidak kurang dari 5 kali saya bolak balik situs itu hany untuk sekedar update status, atau bahkan hanya liat status orang (Kalau lagi seoi komentar)hehe. Bagaimana dengan anda?
Tidak kah kita pernah berfikir bahwa situs itu bisa kita manfaatkan? naA, disini akan saya uraikan beberapa hal positif yang mungkin bisa kita lakukan di Facebook.

  1.  Gunakan facebook untuk membuat komunitas pendidikan. Misalnya kita dapat berbagi tips atau cara mengerjakan suatu masalah pendidikan, terkhusus bagi pelajar biasanya banayak mengalami masalah dalam hal belajar, baik itu bahasa Inggris, matematika, Sains, dan sebagainya. Untuk hal ini mulai lah bergabung denga komunitas yang membahas tentang masalah pendidikan.
  2. Menggunakan facebook untuk bertransaksi jual beli/Media Iklan, kalau udah expert di bidang ini ya, ini hal yang gak usah di kasih tahu lagi. tinggal bikin page facebook tentang barang yang anda ingin jual dan selseai promoin az deh tentang produk yang kamu jual serta tata cara memebelinya, Mengenai tulisan dan bentuknya tentu penjual lebih faham dari pada saya.he
  3. Yang sedang dalam masalah pribadi, tenang anda juga bisa berbagi di komunitas yang tidak hanya sekedar like status anda, bergabunglah dengan grup yang benar-benar bisa ngasih solusi buat anda. Sekedar pendapat, bahwa kamu gak bisa hidup dari orang lain, dan saya rasa itu benar sob, berbagi az, kalau emang kamu malu, tinggal private message aza ke orang yang sering membri masukan terhadap orang yang curhat tersebut.
  4. dan, yang terakhir adalah gunakan facebook untuk beramal, buatlah sebuah komunitas yang bisa ngasih support moril dan kalau emang bisa dipercaya buatlah juga dukungan kamu berupa uang buat orang yang lagi terkena musibah, sekali lagi saya sarankan, hiduo itu indah karena kawan dan kawan akan menindahkan apabila saling membantu. (yajid/vivalog)



Pusat Didesak Ambil Alih Kendali PNS

JAKARTA (detikriau.org)–Rendahnya peran PNS sebagai perekat NKRI, harus segera diantisipasi pemerintah. Pemerintah pusat didesak cepat mengambil alih manajemen PNS di daerah agar tidak terkotak-kota.

Demikian ditegaskan Wirman Syafri, Pembantu Rektor Insititut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bidang Akademik, menyikapi pelaksanaan reformasi birokrasi di daerah pada Maret mendatang.

“Banyak sekali persoalan PNS di daerah. Mulai dari gemuknya struktur kepegawaian, badan/instansi, sampai adanya blok-blok di kalangan PNS,” kata Wirman, Jumat (3/1).

Salah satu kandidat kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) ini menambahkan, kondisi tersebut jika dibiarkan dan daerah tetap memegang kendali, akan terjadi kesewenang-wenangan dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). Dia mencontohkan salah seorang mantan sekretaris daerah yang kini menjadi staf kehormatan karena kalah dalam pilkada.

“Ada juga kepala Satpol-PP yang dijadikan sopir di Satpol-PP karena kalah dalam pilkada,” ungkapnya.

Begitu banyaknya dampak negatif dari penerapan otda bagi PNS di daerah, lanjut Wirman, harus secepatnya ditangani pusat. PNS harus ditangani pusat agar karir pegawai lebih terkontrol dan tidak dipimpong oleh pemenang pilkada.

“Memang otda menjadi tameng pemda untuk mengendalikan aparatur negara. Tapi khusus PNS harus ada pengecualian. PNS dibayar negara dan harus mengabdi ke publik. Bukan hanya di daerahnya saja tapi seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu untuk menyatukan visi misi PNS, sebaiknya pusat mengambil alihnya dari daerah,” bebernya. (jpnn)




CUKUPI PERSEDIAN OBAT, RSUD PURI HUSADA BUTUH DANA 1,5M

Dr. Irianto Janji Akan Lakukan Pembenahan Pelayanan.

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org) — RSUD Puri Husada Tembilahan, minimalnya membutuhkan anggaran sebesar 1.5 milyar untuk keperluan obat-obatan dalam setiap tahunnya. Jumlah anggaran yang dimaksud diharapkan mampu untuk suplai obat selama satu tahun, sehingga tidak terjadi lagi kendala terputusnya persedian obat-obatan yang dimiliki.

 

“Minimal 1.5 milyar total dana yang kitu butuhkan untuk pemenuhan obat-obatan dalam setiap tahunnya. Angka tersebut diambil berkaca dari tahun-tahun sebelumnya yang kisaran hampIr sama,” kata Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto SPD, kepada www.detikriau.org, Jumat, (3/2), di ruangan kerjanya.

 

Masih menurutnya, apalagi dengan aturan yang ada sekarang, segala keperluan rumah sakit daerah pembiayaannya dibebankan kepada daerah yang bersangkutan. Tidak ada lagi bantuan obat-obatan dari Pemerintah Pusat.

 

Ketika disinggung dengan kinerja pelayanan selama ini yang sering dikeluhkan oleh warga Tembilahan, seperti persedian alat kesehatan yang kurang hingga pasien meski dirujuk kerumah sakit lainnya, ia tidak menampik. Kedepan persoalan seperti itu yang menjadi prioritas dirinya untuk dibenahi, dan ia berjanji kondisi semacam itu tidak akan terulang kembali.

 

“ Kedepan kita berharap RSUD Puri Husada Tembilahan, dapat menjadi rumah sakit bagi orang Inhil, dimana kualitas pelayanan berjalan baik dengan biaya yang masih mampu terjangkau oleh perekonomian masyarakat,” imbuhnya.  (Suf)




DPC DEMOKRAT INHIL KIBARKAN BENDERA SETENGAH TIANG.

Sebagai Bentuk Protes Pelaksanaan Muscab DPC Demokrat Inhil di Pekanbaru.

TEMBIAHAN (www.detikriau.org) – Irwandi mengaku dirinya sangat kecewa dengan dilaksanakannya Muscab DPC Demokrat Inhil di pekanbaru 28 januari 2012 yang lalu. Kebijakan ini dinilainya telah menyalahi aturan yang ada dalam AD/ART partai. Sebagai bentuk protes, DPC Demokrat Kabupaten Inhil mengibarkkan bendera setengah tiang serta menuding Mambang Mit tidak layak untuk maju sebagai calon Gubernur Riau.

“Saya dilantik sebagai Ketua Demokrat Inhil untuk periode 2007 s/d 2012. Artinya apa?, artinya saat pemilihan itu saya belum dimisioner, anehnya, rencana pelaksanaan Muscab itu sendiri tidak pernah diberitahukan kepada saya. Bahkan dilokasi pelaksanaan Muscab sama sekali tidak ada tanda-tanda dilaksanakannya Muscab. Jadi ini apa? Sudahlah Muscab ini dilaksanakan secara gelap malah lebih digelap-gelapkan lagi,”Ungkap Irwandi ketika ditemui www.detikriau.org di Kantor DPC Partai Demokrat Inhil jalan Baharuddin Jusuf, Tembilahan. Jum’at (3/1)

Menurut penuturan Irwandi yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kab Inhil ini, bocoran akan dilaksanakannya Muscab itu diketahuinya dari salah seorang di DPD

Pengibaran bendera partai Demokrat setengah tiang di kantor DPC Inhil. yang menurut Irwandi sebagai simbol matinya demokrasi di Inhil yang dilakukan oleh DPD Demokrat Riau.

Demokrat Riau. Begitu mendengar berita ini, ia langsung mempublikasikan pada sebuah media cetak terbitan Pekanbaru.”Begitu berita ini naik, esoknya, satu hari menjelang dilaksanakannya Muscab gelap itu saya baru diberikan undangan. Perangko undangan itu sendiri stempel posnya tertera kantor pos Tembilahan.”Kata Irwandi sambil menggeleng-gelengkan kepala sebagai ungkapan rasa kekecewaan.

Dijelaskan Irwandi lebih jauh, dari 20 DPAC Partai Demokrat Inhil, 13 DPAC menurut keterangan sumber yang diterimanya sudah mengetahui 4 hari sebelum Muscab gelap itu dilaksanakan. oleh karena itu dirinya menilai ke-13 DPAC itu jauh-jauh hari memang sudah dikondisikan.”Umat Islam memiliki aturan yang tertera dalam Al-Qur’an dan Hadist, Partai memegang aturan yang tertera dalam AD/ART. Kalaulah partai tidak lagi mentaati aturan yang ada pada AD/ART, anda nilailah ini partai seperti apa?. Seharusnya, sesuai AD/ART, Muscab itu harus dilaksanakan oleh DPC bukan DPD. Jadi menurut saya, itu Mambang Mit janganlah maju sebagai calon Gubernur Riau, ngurus yang kecil begini aja dirinya tidak mampu,”Kritik Irwandi dengan nada pedas.

Ketika ditanyakan www.detikriau.org sikap apa yang akan dilakukannya menanggapi hal ini dan apakah ia akan terus berada di Demokrat? Irwandi mengatakan akan mempertanyakan secara resmi ke DPP terkait kejadian ini.”Saya akan pertanyakan hal ini, kalau memang menurut DPP ini benar, ya saya legowo aja. Partai inikan bukan punya saya. Tapi kalau ditanyakan apakah saya masih di Partai ini atau tidak, ya kita lihatlah nanti.”Pungkas Irwandi sambil meminta www.detikriau.org untuk mengambil Foto pengibaran bendera Demokrat setengah tiang di depan kantor DPC Demokrat Inhil yang katanya sebagai simbol matinya Demokrasi yang dilakukan oleh DPD Demokrat Riau. (fsl)




Wabup Kukuhkan Kepengurusan BAZDA Inhil

Pelantikan Kepengurusan BAZDA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kamis, (2/2), bertempat di Balai Utama Kantor Bupati Inhil, Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo SH.MH, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) untuk 2011-2014. Dengan terpilihnya kepengurusan yang baru ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja, dalam menghimpun dana zakat demi kepentingan umat Islam.

Duduk sebagai Ketua yang BAZDA Inhil 2011-2014 adalah H. Syamsurizal Awi, mantan Asisten III Sekdakab Inhil. Dalam sambutannya di acara yang turut dihadiri oleh Asisten 3 Sekda Kabupatan  Inhil Hj Jamilah, Kemenag Azhari Syukur dan beberapa pejabat di Lingkungan Pemerintah Kab. Inhil ini, Wabup mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan mendukung penuh kepengurusan BAZDA Inhil periode 2011-2014 ini.

“Saya harap agar kepengurusan BAZDA Inhil yang baru dikukuhkan untuk dapat lebih meningkatkan kinerjanya, demi kemaslahatan umat. Karena potensi zakat di Inhil secara riil sangatlah besar,” imbuhnya.

Dikatakan Wabup, BAZDA Dikabupaten Inhil memang semakin berkembang.  Dalam  upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, BAZDA Inhil secara rutin mengirimkan laporan donasi dan ucapan terima kasih kepada donator. Itu semua adalah bentuk dari komitmen dan profesionalisme yang telah ditunjukkan selama ini.

Dengan kerja keras dan komitmen pengurusnya,  saya sangat optimis  kinerjanya  akan semakin baik.  “Insya Allah BAZDA Inhil akan semakin berkembang, hingga menjadi salah satu wadah menghimpun dana dalam rangka meningkatkan dan memperbaiki tarap hidup masyarakat Inhil,”tegas Wabup.(suf)