BI akan mempertahankan nilai tukar agar tidak terlalu lemah.
www.detikriau.org — Nilai tukar rupiah sore tadi, Jumat, 10 Januari 2012, kembali melemah hingga melewati level Rp9.000 per dolar Amerika Serikat. Kurs tengah Bank Indonesia sore ini terpantau Rp9.038 per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan melemahnya nilai tukar tidak membahayakan. Sebab pemelahan ini tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di beberapa negara di kawasan Asia Pasifik.
“Cuma, mungkin kita sedikit lebih besar,” kata Darmin di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.
Deputi Gubenur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono mengungkapkan BI akan mempertahankan nilai tukar. “Kami tidak bisa mematok kisaran, namun kami akan masuk ke pasar hanya untuk menjaga fluktuasi,” katanya.
Hartadi menjelaskan jika ada arus modal yang masuk, maka rupiah akan menguat. Namun, kegiatan ekonomi yang meningkat juga akan membutuhkan impor. Tentunya impor ini akan menekan rupiah.
“Bila impor banyak, kegiatan membayar kita jadi meningkat,” katanya. “Tentunya akan membuat permintaan valuta asing meningkat, dan rupiah jadi melemah.(vivanews)
BUDAYA GEMAR BACA AL QUR’AN JADI IMPIAN KADISDIK INHIL
Kadisdik Inhil, H. Anwar Nawang
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala dinas Pendidikan (Kasdisdik) Kabupaten Indragiri Hilir, H.Anwar Nawang bertekad ingin kembali menumbuhkan kecintaan membaca Al-Qur’an dikalangan pelajar. Menurutnya, langkah yang paling tepat adalah dengan memulai sejak usia dini.
“Dulu, saat saya masih kecil, lantunan suara bacaan ayat suci al-qur’an begitu familiar ditelinga. Hampir disemua rumah penduduk menjadikan membaca al-qur’an sebagai sebuah kebutuhan. Lantunan ayat-ayat suci yang terdengar hampir setiap waktu itu menjadi penyejuk hati dikala gundah.”Ungkap Anwar memulai kisah dengan wajah tertunduk seakan ingin menimba kembali kenangan lama saat ditemui Www.detikriau.org baru-baru ini diruang kerjanya.
Dengan wajah masih tertunduk dan mata sedikit terpejam Anwar menceritakan sewaktu ia kecil bagaimana ketatnya kedua orangnya menanamkan rasa kecintaan membaca al-qur’an kepada ia dan saudara-saudaranya. Sikap disiplin pendidikan seperti ini, menurut Anwar hampir dimiliki oleh setiap orang tua. “Makanya tidak heran hampir semua anak-anak fasih bahkan sebagian mampu menghapal al-qur’an. Namun, kita akui ataupun tidak, kini kebiasaan itu terkesan semakin pudar. Saya yakin tentunya ada yang salah dalam sistem pendidikan kita selaku orangtua dimasa ini. Saya begitu merindukan suara lantunan bacaan al’quran itu kembali hadir disetiap rumah tangga. Tidak ada jalan lain, kita harus segera memulai menatanya kembali terutama melalui pendidikan disekolah.”Ujarnya.
Untuk mewujudkan semua keinginan itu, sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Anwar kini melibatkan secara langsung peran para guru sebagai tenaga pendidik dengan alasan menurutnya peran seorang guru bukan hanya sebatas sebagai tenaga pengajar tapi tentu yang lebih penting adalah sebagai pendidik. Baru-baru ini Anwar mengakui telah mengundang para kepala sekolah untuk membicarakan masalah ini serta kekhawatiran akan rentannya para pelajar terjerumus dalam masalah hukum terutama narkoba.” Terjerumusnya seseorang kedalam tindak hukum terutama narkoba tentu disebabkan semakin menipisnya nilai keagamaan. Tanpa keyakinan nilai keagamaan, hati akan mudah goyah dan mudah dimasuki oleh syaitan. Oleh karenanya, dalam pertemuan itu saya memintakan kepada kepala sekolah untuk kembali mulai menanamkan rasa kecintaan membaca al-qur’an bagi para pelajar. Selanjutnya, saya juga memintakan agar dalam waktu tertentu secara berkala dimasing-masing sekolah diadakan kegiatan siraman rohani. Untuk masalah narkobanya sendiri, kita juga akan melibatkan pihak kepolisian untuk mensosialisasikan masalah narkoba kepada para pelajar.”Terang Anwar.
Tekad untuk memperbaiki akhlak generasi penerus itu dikatakan Anwar sudah tertanam dilubuk hatinya jauh sebelum ia menjabat sebagai Kadisdik Inhil. Kini ia hanya bekerja. Bahkan menurut pengakuannya, anak-anak kandungnya sendiri saat ini merasakan kurangnya waktu kebersamaan dalam keluarga diakibatkan berbagai kesibukan dirinya.”Biarlah orang lain menilai saya apa saja. Niat itu hanya saya dan Tuhan yang mengetahui. Jabatan ini hanya sebuah amanah yang suatu saat nanti pasti akan saya pertanggunjawabkan dihadapan yang maha kuasa.”Tutup Anwar mengakhiri.(fsl)
Cuaca Eropa Ekstrem, Laut Hitam Membeku
Ratusan nyawa melayang karena mengalami hipotermia dan radang dingin.
www.detikriau.org — Cuaca ekstrem masih dialami negara-negara di Eropa Barat dan Timur. Ratusan nyawa melayang karena mengalami hipotermia dan radang dingin.
Bahkan, saking dinginnya, sebagian dari Laut Hitam membeku di dekat pantai Rumania dan salju turun di pulau-pulau Kroasia di Laut Adriatik.
Dengan suhu yang mencapai –32,5 derajat Celcius membuat 16 kota di Bulgaria mencatatkan suhu terendah sejak 100 tahun yang lalu.
Lihat foto-foto akibat cuaca ekstrem, Laut Hitam membeku di tautan ini.
Jumlah korban jiwa paling tinggi tercatat berada di Ukraina. Lebih dari 122 orang meninggal. Dari jumlah tersebut, sekitar 78 orang ditemukan tewas di jalanan.
Cuaca dingin ekstrem yang nyaris membekukan seluruh Eropa diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Februari ini. Situasi akan diperparah dengan berkurangnya pasokan minyak dan gas dari pemasok utama, Rusia.
“Kami yakin cuaca akan berubah pada pertengahan Februari, namun bukan menjadi lebih hangat. Februari akan menjadi saat-saat paling dingin,” kata meteorolog Leon Brown dari Weather Channel di Inggris, seperti diberitakan Reuters.
Udara dingin kutub dari Rusia yang mengapit area bertekanan tinggi mencegah udara hangat melintasi Atlantik menuju Eropa. Akibatnya, selama 10 hari terakhir Eropa mengalami musim dingin ekstrem dengan suhu jauh di bawah nol derajat Celsius.
Susu Berbakteri, Dua PTN Kalah di Pengadilan
Tiga PTN lain juga menggugat putusan MA soal pengumuman merek susu berbakteri.
www.detikriau.org — Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menolak gugatan rektor Universitas Sumatera Utara dan rektor Universitas Andalas untuk tidak mengeksekusi putusan Mahkamah Agung mengenai susu formula yang tercemar bakteri.
Majelis hakim menilai Unand dan USU tidak terikat dengan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia.
“Menyatakan bahwa pembantah tidak memiliki kepentingan atas obyek Gugatan Perkara No. 87/Pdt. G/2008/PN.Jkt.Pst,” kata Ketua Majelis Hakim, Martin Ponto Bidara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 9 Februari 2012.
Dalam pertimbangan majelis disebutkan pengumuman nama-nama susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii tidak akan mempengaruhi kebebasan akademik perguruan tinggi. Peneliti memiliki kebebasan untuk melakukan penelitian dan kegiatan lainnya.
“Banyak dukungan dari berbagai pihak yang mendesak Menkes, BPOM dan IPB agar segera mengumumkan nama-nama susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii,” tuturnya.
Selain itu, penelitian yang terkait dengan kepentingan masyarakat luas dan menyebabkan kecemasan dalam masyarakat harus diumumkan. “Tidak ada kepentingan pembantah yang nyata-nyata dirugikan,” ujarnya.
Seperti diketahui lima universitas sudah mendaftarkan gugatan atas putusan Mahkamah Agung soal pengumuman susu berbakteri ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Lima universitas itu adalah Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, dan Universitas Sriwijaya.
Mereka beralasan bahwa pengadilan telah mengacuhkan kebebasan dalam melakukan penelitian. Dan jika penelitian diumumkan maka akan melanggar etika profesi, pendidikan, dan akademik.
• VIVAnews
SEKDAKAB INHIL RESMIKAN PEMANCANGAN PERTAMA PROYEK PLTU.
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekadakab Inhil, H Alimuddin. RM. Didampingi oleh Kaplolres Inhil, AKBP Deni Rahman Dayan meresmikan pemancangan pertama Proyek Pembangunan Pengalir Listrik Tenaga Uap (PLTU) bertempat diparit 23 Tembilahan. Pemancangan tiang pertama ini juga dihadiri Kadistamben Inhil, Ncik Kamal, Kadis PU, Ir. M. Nasir, Kadisbudparpora, Mukhtar T, Camat Tembilahan, Sudinoto serta undangan.
Menurut Sekda, PLTU ini memang sudah lama ditungu-tunggu guna memenuhi kebutuhan Listrik masyarakat, khususnya yang berdomisili di sekitar Kota Tembilahan.
“Sudah lama kita menunggu dibangunnya PLTU di Kabupaten Inhil ini,
mengingat peningkatan kebutuhan energi listrik yang sangat signifikan
di Kabupaten Inhil dan tentunya kita sangat menyambut baik pembangunan PLTU ini,” kata Alimuddin.
Pembangunan PLTU yang membutuhkan lahan seluas 10 ha dibangun memalui dana APLN sebesar Rp 252, 154,913,700.00,- (Exclude VAT) atau Rp.277,170,796,317.50 (Include VAT) ini sesuai dengan
jadwal ditargetkan akan beroperasi secara komersial untuk pada unit 1 bulan September 2013 dan unit 2 pada bulan Januari 2014.
Kadistamben, Cik Kamal saat diwawancarai wartawan mengatakan bahwa dengan berdirinya PLTU yang terdiri dua unit dengan total kapasitas terpasang sebesar 14 MW berbahan bakar batu bara ini dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya yang berdomisili di Kota Tembilahan.
“Dengan kapasitas energi PLTU akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Tembilahan dan sekitarnya seperti desa sungai luar dan Tempuling,” kata Cik Kamal.
Proyek Pembangunan PLTU Tembilahan ini merupakan kontrak antara PT. PLN (Persero) dengan PT. Adhikarya (Persero) Tbk. dengan nomor: – Nomor Pihak Pertama :o70.PJ/121/WRKR/2011 dan –Nomor Pihak Kedua : 1-7/411/001/03-201.
EPC kontrak PLTU Tembilahan dilaksanakan oleh PT. Adhikarya (Persero) Tbk. Namun didalam implementasinya, PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Pembangkit Sumatera 1 telah menujuk PT. Prima Layanan Nasional Engginering (PLN-E) untuk melakukan review design dan PT. PLN (Persero) Jasa Manajemen Konstruksi (JMK) sebagai pelaksana Konsultan Supervisi dan QA/QC di Proyek PLTU Tembilahan.
Manejer UPKPLN Kepri Nyoman Suryana saat dikonfirmasi wartawan
mengatakan optimis proyek PLTU ini akan selesai sesuai jadwal yang
ditetapkan.
“Kita harus optimis akan selesai sesuai jadwal. Untuk itu kita telah
mengingatkan kepada kontraktor tentang kondisi tanah di Kabupaten
Inhil ini yang bergambut agar bisa dilakukan antisipasi untuk
mengatasi masalah tersebut,” katanya, Kamis (09/02). (wn)
DANA KESEJAHTERAAN GURU HONORER HANGUS, KEPSEK PERTANYAKAN.
Kadisdik Inhil, Anwar Nawang
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Sekolah SDN 08 Desa Sumber Jaya (GHS- 2) Kecamatan Belengkong, iinsar merasa sangat kecewa. Pasalnya, dana bantuan kesejahteraan bagi tenaga guru honorer disekolahnya dinyatakan hangus oleh pihak Dinas Pendidikan Inhil dengan alasan terlambat mengurus pencairan.
Menurut penuturan iinsar, ia mengurus pencairan sekira bulan November 2011 yang lalu dan untuk tenaga guru PNS dan guru kontrak walaupun waktu pencairan terlambat tapi tetap dibayarkan oleh bendahara Disdik.” Untuk guru PNS dan kontrak kata orang Disdik dananya sudah ditahankan oleh mereka dan untuk Honorer tidak serta dinyatakan Sudah hangus,”Jelas iinsar ketika bertemu www.detikriau.org disebuah warung minum di Tembilahan, Kamis (9/2)
Kata Iinsar, karena tidak berhasil mencairkan dana bantuan kesejahteraan bagi guru honorer tersebut mereka mempersalahkan dirinya.”Mereka nilai ini kesalahan saya karena terlambat dan mereka komplin kenapa untuk guru PNS dan Kontrak walaupun juga terlambat masih bisa dicairkan dananya.”Tambah Iinsar sambil mengatakan keterlambatan itu karena alasan jauhnya jarak desa dengan ibukota kabupaten, tembilahan.
Menurut iinsar ia berani berbicara ini karena juga banyak kepala sekolah lainnya yang mengalami kejadian yang sama dengan dirinya.”saya sebenarnya takut juga bicara ini, tapi biarlah, saya juga ingin tau apa sebab pastinya dan pasti kepala sekolah lain yang mengalami kejadian sama juga menginginkan kejelasan. Mudah-mudahan keterbukaan saya tidak dinilai seperti propokator yang akan menyulitkan saya,” Jawab Iinsar berharap.
DISDIK INHIL:
Tidak dibayarkannya uang bantuan kesejahteraan bagi tenaga guru Honorer yang terlambat melakukan pencairan menurut pihak Disdik bukan kesalahan mereka. Hal ini terpaksa dilakukan karena memang sudah menjadi ketentuan yang diharuskan dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
“saya juga manusia pak dan saya pasti punya hati dan rasa iba. Kalau memang ketentuan aturannya memperbolehkan, pasti akan kita berikan. Apalagi itu guru honorer, tentunya uang itu sangat berarti bagi mereka. Tapi saya mau bicara apa karena memang ketentuan dalam aturan yang memaksa kita harus mematuhi,” Ujar Fauzan Amrullah, Bendahara Disdik Inhil didamping Kadisdik, Anwar Nawang serta dua orang tokoh MPI, Tengku Suhandri dan Zakiyun ketika dikomfirmasi www.detikriau.org dikantor Disdik Inhil, Kamis (9/2)
Menurut penjelasan Fauzan, uang tunjangan kesra baik itu untuk guru PNS, Kontrak dan Honorer yang melakukan pencairan sebelum batasan waktu, semua sudah dibayarkan.”Untuk tenaga guru PNS dan guru kontrak karena datanya pasti, dananya kita tahan. Namun untuk tenaga guru honorer, kita tidak bisa menahan karena jumlahnya secara pasti yang harus kita tahan tidak kita ketahui. Makanya kepala sekolah yang memintakan pembayaran untuk tenaga guru honor mereka yang melewati batas waktu tidak bisa lagi dibayar karena dananya memang sudah dikembalikan ke Provinsi.”Jelas Fauzan sambil memberitahukan jumlah dana yang terpaksa dikembalikan lagi ke provinsi dengan total Rp. 1,125 Milyar sambil memperlihatkan kepada Www.detikriau.org semua dokumen pendukung.
Masih menurut penjelasan Fauzan, keluhan seperti ini sudah didengarnya dari beberapa kepala sekolah. Namun ia menilai ini kesalahan kepala sekolahnya karena tidak tepat waktu.”tenaga guru honorer itukan masing-masing kepala sekolah yang mengetahui. Kita hanya mendapatkan laporan dari mereka disertai dengan bukti-bukti termasuk laporan bulanan. Kepada salah seorang kepala sekolah ketika kita mempertanyakan kenapa terlambat, malah ia mengaku saat itu sedang berada di jawa mengunjungi keluarga. Mereka yang tidak tepat waktu tentunya kurang tepat kalau kita yang disalahkan. Sekali lagi kita juga bekerja berdasarkan aturan yang jelas.” Imbuhnya.
Dalam surat edaran Disdik provinsi Riau nomor: 800/DPK/1.2/4735/2011 tertanggal 14 september 2011 tertulis: besaran dana bantuan untuk peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan bagi PNS, tenaga administrasi/penjaga sekolah, tenaga pengawas, tenaga pamong pengajar masing-masing sebesar Rp. 600 ribu. Kemudian, guru honorer pusat, provinsi dan kabupaten sebesar Rp. 500 ribu. Dana dibayarkan apabila telah memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).
Pada point ke empat tertulis: apabila terdapat kelebihan dana bantuan…… yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya harus disetorkan kembali ke kas daerah provinsi riau ke nomor rekening ……….. dan selanjutnya pada point ke enam tertulis: agar menirimkan fhotocopy spj penggunaan dana tersebut ke Gubernur Riau dan Dinas Pendidikan Riau dan harus diketahui Bupati paling lambat akhir bulan oktober 2011.
“saya akui karena juga berusaha membantu, SPJ-nya terlambat saya kirim sekitar satu mingguan. Karena untuk guru honorer sekali lagi saya katakana tidak mungkin dananya saya potongkan karena kita tidak punya data pasti jumlah guru honornya.”Pungkas Fauzan Amrullah.
Kadisdik Inhil, Anwar Nawang berharap agar kepala sekolah yang mengalami hal ini datang ke Disdik agar bisa diberikan penjelasan sejelasnya.”tolonglah diberitahukan agar ia datang ke Disdik. Saya akan berikan penjelasan sejelas-jelasnya.”Pinta Anwar sambil berjanji akan berlaku arief dan adil. (fsl)