DPC PKB PASTIKAN ABDUL WAHID MAJU SEBAGAI BALON BUPATI INHIL PERIODE 2013 -2018

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kursi Nomor 1 kepemimpinan di Kabupaten Indragiri Hilir (Kab, Inhil) yang harus ditinggalkan Indra M Adnan semakin menebar pesona. Meski terbilang masih cukup lama, nama-nama Bakal Calon (Balon) pewaris tahta semakin mengemuka.

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kab. Inhil, yang sebelumnya “wait and see” dan mengaku tengah berbenah, kini tampaknya sudah menampakkan kesiapan untuk menampilkan Kader Muda unggulan dalam kancah kompetisi.

Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam mengakui bahwa mereka tengah mempersiapkan Ketua DPW PKB Provinsi Riau, putra kelahiran Desa Simbar Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir, Abdul Wahid untuk maju sebagai Balon Bupati Inhil peride 2013 – 2018.

“Insyaallah, PKB telah persiapkan kader muda untuk turut berkompetisi sebagai Balon Bupati Inhil mendatang. Nama Abdul Wahid, bukan nama asing bagi masyarakat Inhil. Beliau memiliki kepiawaian yang mumpuni terutama dalam mengelola sistem juga mapan dalam berorganisasi dan kini menjabat sebagai Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi Riau.” Ungkap Dani M Nursalam kepada detikriau.org ketika ditemui di Tembilahan, Senin (26/3/2012)

Menurut Dani, Abdul Wahid yang dilahirkan disebuah desa kecil dengan masyarakat yang hidup sederhana jelas memiliki jiwa orang desa yang sederhana juga, santun dan rendah diri. “Kepribadian ini tentunya akan lebih memudahkan dirinya untuk memasyarakat dan menyelami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Dengan semua kelebihan itu, kita nilai beliau layak untuk menjadi pemimpin Kab Inhil kedepan.” Papar Dani M Nursalam yang kini juga menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua DPRD Inhil ini.

Ketika disinggung apakah kriteria pendamping sebagai Balon Wabub pilihan PKB, Dani menjawab tentunya juga dari kader-kader muda khususnya kader partai lainnya.(fsl)




Dishut Usulkan 96 Poktan Penerima KBR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Pada tahun 2012 ini, Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah mengusulkan 96 kelompok tani (Poktan) untuk menerima bantuan kebun bibit rakyat (KBR) yang tersebar di 17 kecamatan se-Inhil.

Adapun jenis tananaman yang akan ditanam , selain hutan mangrove, bakau terdapat juga bibit karet dan coklat. Usulan tersebut disampaikan Dishut Inhil kepada Direktur Pembenihan Tanaman hutan melalui Balai Pengelolaan Daerah  Aliaran Sungai Provinsi Riaui.

Kepala Dinas Kehutanan Inhil HM Thaher, mengatakan bantuan KBR merupakan program prioritas Kementrian Kehutanan (Kemenhut) RI sejak tahun 2010 silam. Katanya, guna menyiapkan bibit-bibit berkualitas dalam jumlah yang cukup besar untuk mendukung program penanaman di areal lahan sasaran rehabilitas hutan dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanaja Negara (APBN).

Sedangkan peran Kabupaten Inhil, dijelaskan mantan Kepala Dinas Perhubungan ini memberikan sosialisasi, pengawasan dan melakukan pembinaan. Dengan tujuan agar pelaksanaan penanaman KBR dapat berjalan lancar baik secara fisik maupun kelangkapan administrasi.

“Fungsi kita anatara lain melakukan sosialisasi dan melakukan pengawasan baik secara adminstrasi,” ujar Thahe, kepada detikriau.org Senin (26/3).

Sedangkan utnuk jumlah anggota dalam satu kelompok tani berpariasi mulai dari 15 hingga 30 orang. Namun Dishut terus melakukan pembinaan melalui penyuluhan-penyuluhan kehutanan. Mengenai tugas dan tanggungjawab, lanjut Thaher, pihaknya akan melakukan sesuai dengan tupoksi pembinaan kelompok tani.(if)




FAHRI SEMEKOT MERIAHKAN MALAM SYUKURAN MASYARAKAT SUNGAI BERINGIN.

Sekaligus Pengukuhan Forum Komunikasi RT/RW dan Forum Komunikasi Pos Yandu se Kecamatan Tembilahan.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), H. Edy Syafwannur, Minggu (25/3) menghadiri acara syukuran masyarakat sungai beringin. Pada Kesempatan itu, H.Edy Syafwannur juga melantik sekaligus mengukuhkan kepengurusan baru Forum Komunikasi RT/RW dan Forum Komunikasi Pos Yandu se Kecamatan Tembilahan periode 2013 s/d 2018.

Dalam kata sambutannya, Edy syafwannur berharap Forum RT/RW dapat berperan dalam menjaga komunikasi yang harmonis didalam masyarakat agar terciptanya rasa ketentraman dan rasa keamanan didalam kehidupan bermasyarakat. Usai melakukan pelantikan, Edy Syafwannur juga menyerahkan bantuan kepada pengurus Pos Yandu.

Dalam Kegiatan yang juga dihadiri secara langsung oleh Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, DR. H. Indra M Andan, beberapa pejabat dilingkungan Setdakab Inhil dan Ribuan Masyarakat ini dimeriahkan dengan kehadiran artis ibukota dan penampilan pelawak kocak asli Riau, Fahri Semekot. (mul)




Pembangunan Waduk Air Baku di Dua Kecamatan Segera Dilaksanaka

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org) – Pembangunan waduk air baku di Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling dan Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) akan segera dilaksanakan pada tahun anggaran 2012 ini.

Demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Kemas Yusferi. Menurutnya, pembangunan waduk tersebut dibiayaai melalui Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau yang totalnya mencapai 15 milyar rupiah.

Luas lokasi pembanguna waduk Tempuling, mencapai 22 hektare, namun danaunya diperkirakan dibangun 15 hektare. Sedangkan luas sisa lokasi tersebut akan dijadikan kawasan komersial. Demikian juag dengan rencana pembanguna  waduk di GAS. Disana akan direalisaikan pembanguan 5 hektare waduk diatas tanah seluas 7 hektare.

Insyah Allah dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pembangunan dua waduk di dua kecamatan berbeda,” sebut Kemas Yusferi, Senin (26/3).

Dikatakanya, sesuai dengan perencenaan  yang sudah disusun, waduk air baku itu  akan dibangun di wilayah Sungai Salak, Kecamatan Tempuling dan Sungai Iliran Kecamatan GAS berdasarkan pertimbangan air di sana belum tercemar, dan jauh dari intrusi air laut yang berpengaruh terhadap kadar air PDAM.

‘’Sumber airnya diambil dari dari daerah setempat, sewaktu pasang dan air hujan. Direncanakan selain menjadi sumber air baku PDAM yang representatif, waduk ini juga akan dimanfaatkan untuk pusat wisata air, seperti kolam renang, waterboom dan sejenisnya,’’kata dia.

Ditanya alasan pembangunan waduk air baku ini, Kemas Yusferi menyebutkan, pertama PDAM ingin menjamin ketersediaan air baku yang tidak tercemar dan tidak terintrusi air laut. Kemudian tidak terganggu oleh aktivitas bongkar muat pelabuhan yang sangat berpengaruh pada tingkat kebersiahan air, sehingga air baku lebih mudah diolah.(Fen)




BERI PEMBELAJARAN, KELUARGA H. BAKRI BERENCANA PERKARAKAN RSUD PH.

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org) — salah diagnosa yang dilakukan oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan kepada pasien bernama H. Anwar membuat pihak keluarga berencana membawa kasus ini ke jalur hukum. Sebab kesalahan diaognosa bisa membahayakan nyawa orang tua mereka.

“Kita berencana membawa kasus ini ke jalur hukum, karena kesalahan diagnosa yang dilakukan oleh rumah sakit tentu sangat membahayakan keselamatan,” kata Bakri H Anwar, anak pasien yang kebetulan menjadi legislator dari Partai Bintang Repormasi (PBR), Senin, (26/3).

Ditambahkan yang bersangkutan, akibat salah diagnosa, orang tuanya menjadi korban dan menderita karena harus melakukan puasa karena akan dilakukan operasi oleh pihak dokter. Jadi kalau ditotal ada selama empat hari orang tua saya tidak bisa makan dan minum.

“Bayangkan saja bagaimana rasanya kalau kita tidak makan dan minum selama empat hari. Lain persoalan kalau kita melaksanakan puasa, tentu ada berbukanya. kalau puasa mau operasi mana ada berbuka sebelum dibolehkan oleh dokter,” katanya.

Masih menurutnya, rencana tindakan hukum terhadap RSUD Puri Husada Tembilahan tidak lain dalam rangka pembelajaran terhadap rumah sakit agar bekerja lebih profesional. Kalau memang tidak mampu menangani pasien lebih baik terus terang dan buat rujukan. “Jangan membuat kesimpulan sembarangan, karena bisa membuat orang kehilangan nyawa,” tambahnya. (Suf)




PASIEN KECEWA, DIDUGA DOKTER RSUD PH SALAH LAKUKAN DIAGNOSA.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pelayanan RSUD Puri Husada Tembilahan kembali menuai kecaman masyarakat. Kali ini menyangkut dengan hasil kesimpulan diagnosa yang terkesan prematur dan belum ada kepastian. Tapi dengan cepat pihak rumah sakit bahwa pasien yang sakit harus segera dilakukan operasi.

Seperti yang menimpa H Anwar, warga Pintasan Kecamamatan Gaung pekan kemaren. Yang bersangkutan diketahui beberapa hari mengalami demam tinggi dan mengalami sakit perut. Saat dibawa kerumah sakit RSUD Puri Husada Tembilahan, dan dilakukan rontgen sampai empat kali tidak terbaca secara pasti apa yang diderita oleh pasien.

Meskipun begitu, dokter rumah sakit yang saat itu menangani pasien secara cepat mengambil kesimpulan bahwa yang bersangkutan mengalami sakit pembengkakan lambung dan harus segera dilakukan operasi.

“Kesimpulan yang dilakukan oleh dokter, orang tua saya sakit pembengkakan lambung dan harus segera dilakukan operasi. Makanya kami sampai tinggal dirumah sakit selama dua hari,” kata Bakri H Anwar anak pasien yang kebetulan juga anggota DPRD Inhil kepada detikriau.org, Senin, (26/3).

Karena akan dilakukan operasi, makanya orang tua terpaksa harus dipuasakan karena memang begitu standar yang berlaku untuk pasien yang akan dilakukan operasi. Tapi karena ada perasaan tidak puas, atas penyakit yang diderita orang tua, kemudian keluarga meminta kepada pihak rumah sakit untuk memberi surat rujukan karena akan dibawa berobat ke Pekanbaru.

“Bahkan kami juga disarankan untuk mencari rumah sakit yang ruangan ICU lagi kosong. Sebab pasien ini sudah gawat karena meski segera masuk meja operasi ketika sampai di Pekanbaru,” tambah Bakri menerangkan pernyataan pihak rumah sakit.

Atas rujukan ini, pihak keluarga berusaha memenuhi kriteria yang ditentukan. Setelah menelpon disana sini, didapat Rumah Sakit Ibnu Sina yang kebetulan memiliki ruangan ICU lagi kosong. Saat dilakukan pemeriksaan disana oleh dokter tanpa menggunakan alat rontgen ia mengatakan bahwa pasien menderita usus buntu.

“Diagnosa awal, diperkirakan penyakit orang tua saya hanya usus buntu dan diagnos itu akhirnya dinyatakan benar setelah dilakukan pemeriksaan melalui rontgen.,” terang Bakri.

Lalu dengan perawatan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit Ibnu Sina, tampa harus melakukan operasi, yang bersangkutan berangsur-angsur mulai pulih. Bahkan yang bersangkutan saat ini sudah diperbolehkan pulang ke kampung halaman.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Misran salah seorang warga akan pelayanan rumah rumah sakit RSUD Puri Husada Tembilahan yang dinilai sangat buruk. Bahkan diri pernah ragu membawa anak yang lagi sakit berobat kesana.

“Terus terang saya ragu dengan pelayanan yang diberikan oleh RSUD Puri Husada Tembilahan. Karena kasus salah diagnosa bukan hanya sekali ini terjadi tapi sudah sering, tentunya saya tidak ingin anak saya menjadi korban,” katanya.

Sementara itu Dirut RSUD Puri Husada Tembilahan dr Iriyanto SPD saat dikonfirmasi detikriau.org melalui HP, Senin, (26/3) mengungkapkan tidak ada kesalahan diagnosa dalam pasien yang bernama H.Anwar. Standar pengobatan memang seperti itu, kalau nantinya ditemukan penyakit usus buntu tentu akan kita lakukan operasi.

Saat disinggung bahwa pasien yang dibawa ke pekanbaru tidak harus melakukan operasi, Irianto menjawab bahwa untuk penyakit seperti itu penyembuhannya bisa juga dengan pemberian obat tapi lebih baik melalui operasi. “yang dikawatirkan kalau tidak dilakukan operasi, penyakit akan kambuh lagi,” terangnya.(suf)