Dihari yang sama, Bupati juga menyempatkan diri untuk membuka kegiatan KMD.
KEMUNING (www.detikriau.org) — Senin, (27/2), bertempat di Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning berlangsung Peresmian PT. Bara Batu Ampar Prima yang dihadiri Bupati Inhil H. Indra Muchlis Adnan, Sekdakab Alimuddin RM, Unsur MUSPIDA serta Para Pejabat di lingkungan Pemkab Inhil.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan, Inhil saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan disegala bidang. Pembangunan yang dilaksanakan, tentunya tidak bisa diserahkan kepada pemerintah sepenuhnya. Disinilah diharapkan peran investor untuk dapat terlibat didalam pelaksnaan pembangunan.
“Pembangunan yang kita laksanakan saat ini membutuhkan dana yang sangat besar. Oleh karena itu, peran investor sangat dibutuhkan karena kalau hanya mengandalkan kemampuan pemerintah, ditambah dengan anggaran pembangunan yang sangat terbatas, tentunya kita kesulitan untuk berbuat,” kata Indra.
Masih menurut Indra, Selain itu keberadaan investor juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab makin banyaknya investor yang menanamkan modal mereka di Inhil, tentunya akan menyedot tenaga kerja yang banyak.
“Keberadaan investor tentunya akan akan mampu menyedot tenaga kerja di Inhil. Makanya besar harapan kita dengan makin banyaknya investor yang masuk ke Inhil, tentunya akan berimbas pada tingkat kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Dihari yang sama, Bupati juga menyempatkan diri untuk membuka kegiatan Kursus Pembina Pramuka Tingkat Dasar ( KMD) yang dilaksanakan di Gedung Olahraga Kec. Kemuning. Dalam kata sambutannya, Bupati memberikan apresiasi bagi kecamatan kemuning yang telah mampu dan sukses dalam melaksanakan kegiatan KMD, dan diharapkan Kecamatan Kemuning dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain agar juga bisa melaksanakan kursus pembina pramuka tingkat dasar dan tingkat mahir lanjutan. (Nejad)
13 PETANI DESA TANJUNG SIMPANG TERIMA PEMBAYARAN
Tindak Lanjut Penyelesaian Proses Mediasi Sengketa Lahan Petani Desa Tanjung Simpang dengan PT.THIP
Tembilahan (www.detikriau.org) — 13 petani desa tanjung simpang Kecamatan Pelangiran dibawah koordinasi Munir Kairoti,SH hari ini, selasa (28/2) bertempat di ruang pertemuan Mapolres Inhil menerima pembayaran ganti rugi lahan dari PT. Tabung Haji Indo Plantation (PT.THIP). Pembayaran secara tunai dalam bentuk chek ini disaksikan oleh kuasa hukum kedua belah pihak beserta seluruh Tim mediasi.
Dari pantauan, proses mediasi berjalan dengan lancar. Walau ada sedikit perdebatan kecil diawalnya, namun pada akhirnya didapatkan kesepakatan dengan ditindaklanjuti pada proses pembayaran.
“Secara umum, kelanjutan mediasi pada hari ini yang memang diagendakan pada proses pembayaran tidak ada masalah. Ke 13 dokumen kepemilikan tanah petani sudah diverifikasi dan pihak perusahaanpun menunjukkan itikad baik. Hanya saja, atas pertimbangan kemanusian, secara pribadi saya merasa berkewajiban untuk menyampaikan sedikit hal yang saya anggap harus tersampaikan,” Ujar Indra Gunawan salah seorang anggota Tim mediasi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gemilang Serumpun yang sempat ditemui www.detikriau.org usai pertemuan.
Menurut Indra, dari 13 petani yang menerima pembayaran hari ini, Pak Senen adalah petani yang menerima pembayaran dengan nilai ganti rugi terkecil. Apa yang diterima petani, kata Indra lagi, paling tidak tentunya harus mampu jadi modalnya kembali sebagai penopang ekonomi keluarga. Dengan 5 Ha lahan yang dimiliki, pak senen artinya hanya menerima Rp. 30 jt dan masih harus dipotong 30 persen oleh kuasa hukum mereka. “saya nilai harus ada pertimbangan karena pak senen sejak awal memberikan pengorbanan yang cukup besar atas suksesnya proses mediasi ini. Saya berpendapat mungkin ada kebijakan tersendiri untuk dirinya. namun Ini hanya sekedar masukan. Itu saja, tidak lebih.” Ucap Indra mempertegas.
Menurut Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik, Msi melalui Kasad Intel, AKP Suprapto selaku pihak fasilitator mediasi meminta, agar proses mediasi tidak berlarut-larut dan bisa terselesaikan dengan segera, selayaknya selesaikan dahulu petani yang memang tidak lagi ada masalah.” Kita memahami apa yang disampaikan, tapi kalau itu yang harus kita bahas kembali, tentu ini akan kembali membutuhkan waktu dan mengorbankan petani lainnya. Karena kita semua juga tau, mereka, para petani secara keseluruhan telah banyak mengorbankan waktu dan biaya untuk penyelesaiaan proses mediasi ini. Jadi saya harap proses penyelesaiaan ini tidak terhalang oleh persoalan 1 atau 2 orang.” Ujar Kasad Intel memberikan masukan.
Usulan Kasad Intel Polres Inhil ini akhirnya mendapat kesepakatan dari seluruh Tim mediasi.
Proses pembayaran dilakukan dalam bentuk check. Usai membubuhkan tandatangan pada dokumen serah terima, pihak perusahaan menyerahkan check pada 13 petani satu persatu. Check ini selanjutnya langsung diuangkan dan disetorkan ke rekening masing-masing petani di sebuah Bank Pemerintah di kota Tembilahan. Seluruh proses pembayaran berada dibawah pengawasan Tim mediasi, kuasa hukum kedua belah pihak serta pihak keamanan dari kepolisian resort inhil.
“Suksesnya mediasi yang kita lanjuti dengan penyelesaian 13 klimer tidak bisa dipungkiri tentu buah kerja serta peran tim mediasi. Jika nanti masih ada masyarakat yang belum menerima ganti rugi, perusahaan selalu bersedia untuk menyelesaikan, namun tentunya sepanjang mereka bisa menunjukkan keabsahan surat-surat kepemilikan dan apabila mereka berhalangan harus ada surat kuasa pada orang yang ditunjuk untuk mewakili serta seluruh proses ganti rugi kita lakukan dihadapan notaris.” Ungkap Perwakilan manajemen PT. THIP, Suryanto ketika dikomfirmasi. (fsl)
JAGA ETIKA POLITIK, PAN DAN PBR Kab. Inhil BELUM MELEBUR
Tembilahan (www.detikriau.org) – Meski di tingkat pusat Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Amanat Nasional (PAN) telah meleburkan diri menjadi satu kekuatan Partai Politik, namun untuk di Kabupaten Indragiri Hilir hal itu belum bisa diwujudkan. Menurut Ketua DPD PAN Inhil, Tarmizi, hal ini disebabkan tingginya perolehan suara PBR dibandingkan PAN dalam Pemilu Legislatif yang lalu serta pertimbangan Etika Politik.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPD PAN Kab.Inhil, Tarmizi. Ketika ditemui www.detikriau.org, selasa (28/2). ”Kita memang pernah dimintakan klarifikasi oleh DPW terkait persoalan ini. Dua alasan itulah yang menjadi alasan kita. Dalam pemilu legislative yang lalu, PBR berhasil mendudukan 4 kadernya di DPRD Inhil sedangkan PAN hanya 2. Kalau besaran perolehan itu PAN yang lebih besar, tentunya tidak akan menjadi persoalan. Kalau harus dipaksakan juga, tentunya akan merusak tatanan yang sudah ada. ” Ungkap Tarmizi.
Selain itu tambah Tarmizi, pada saat pembentukan fraksi, PAN sudah ada komitmen dengan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) salah satunya adalah menyangkut dengan struktur kepengurusan di fraksi. Kita tentu punya etika politik dan tentu tidak serta merta meninggalkan PKPB hanya karena mendapatkan angin segar dengan bergabungnya PBR.
“Tapi meski begitu, PBR dan PAN akan terus menjalin komunikasi dalam menselaraskan berbagai kebijakan yang diambil nantinya. Bagaimanapun juga, meski kita tidak bergabung dalam satu fraksi, dalam mengambil kebijakan di DPRD, PAN dan PBR akan selalu selaras,” ujarnya.
Ungkapan yang sama juga dilontarkan oleh Bakri H Anwar, salah seorang fungsionaris PBR. Sejauh ini pihaknya dan PAN terus melakukan komunikasi, meski memang mereka setakat ini belum ada rencana meleburkan diri menjadi satu. Tapi mereka berkomitmen dalam mengambil kebijakan untuk selalu sejalan.
“ Mungkin kita akan tetap terus seperti ini hingga berahir masa jabatan yang tidak terlalu lama lagi. Karena untuk menggabungkan diri, baik PBR dan juga PAN sudah tergabung terlebih dahulu dengan partai lain. Tentunya ini menjadi pertimbangan kita,” ujarnya. (Nejad)
Bupati Inhil yang diwakili staff ahli bidang ekonomi dan keuangan, Rudiansyah saat memberikan sambutan pada pembukaan muscab vii Gapensi Inhil. foto, wai humas pemkab .
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Bupati Inhil yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Ekonomi dan Keuangan, H. Rudiyansah, membuka secara resmi Musyawarah Cabang VII Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Indragiri Hilir, di Aula Hotel Telaga Puri, Tembilahan. Senin, (27/2).
Dalam acara ini turut hadir Ketua DPD Gapensi Provinsi Riau, Syarifudin MT, Ketua Gapensi Inhil, para Pengusaha Konstruksi serta beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil.
Pada sambutannya yang dibacakan oleh staf ahli bidang ekonomi dan keuangan, Rudiansyah, Bupati memberikan sambutan baik dengan diselenggarakannya Muscab VII Gapensi Inhil ini. Bupati berharap agar para Pengusaha kontruksi yang tergabung dalam Gapensi Inhil mampu menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.
“Saat sekarang ini, tantangan yang dihadapi dunia usaha tidak terkecuali di Inhil tentunya semakin berat. Untuk itu, diharapan pengusaha yang tergabung di dalam Gapensi untuk dapat meningkat kemampuan mereka sehingga tidak kalah dalam bersaing dan bisa menjadi tuan rumah di Negeri sendiri,” katanya.
Diakhir kata, Bupati juga mengharapkan agar Muscab ini menghasil sesuatu yang bermanfaat bagi Gapensi Inhil sendiri khususnya serta Kabupaten Indragiri Hilir pada umumnya.
Muscab Gapensi kali ini diagendakan untuk membentuk kepengurusan Gapensi Inhil masa bhakti 2012 – 2017. (suf)
Lima Rumah Warga Teluk Pinang Ludes diamuk “Jago Merah”
gambar ilustrasi rumah terbakar
GAUNG ANAK SERKA — (www.detikriau.org) – Sabtu (25/02) sekira pukul 10:00 WIB, Si “jago merah” mengamuk dan menghanguskan lima rumah warga teluk pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran tersebut namun kerugian yang ditanggung diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.
Zainab, salah seorang warga yang rumahnya ikut ludes terbakar mengaku tidak sempat menyelematkan satupun harta bendanya, namun zainab cukup bersyukur bahwa dirinya beserta keluarga selamat dari kejadian tersebut.
“Api membesar dengan cepat karena tetangga saya ada yang berjualan minyak bensin, selain itu juga terjadi ledakan yang diakibatkan kompor gas sehingga api membesar dengan sangat cepat. Saya cukup bersyukur tidak ada korban jiwa dalam insiden in,” katanya.
Sedangkan Kapolsek Kecamatan GAS AKP Amran Kadir saat dikomfirmasi wartawan mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui dengan pasti apa penyebab kebakaran yang menghanguskan lima rumah warga tersebut.
“Saat ini kita belum mengetahui apa penyebab kebakaran dan masih dalam penyelidikan, namun kebakaran yang terjadi sekitar satu jam lebih ini telah menghanguskan lima rumah warga. beruntung warga-warga lain sigap membantu memadamkan api dan menyiram rumah warga lain agar api tidak menjalar,” kata AKP Amran Kadir, Sabtu (25/02).
Amran Kadir mengatakan akan berkoordiasi dengan camat untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terbakar kegedung olahraga. “Namun saat ini kita belum berbicara dengan warga yang rumahnya terbakar karena mereka masih syok. Mungkin bagi warga yang memiliki kerabat di sini akan menginap dirumah kerabatnya,” katanya.(suf)
MALAM PESTA RESEPSI RUSUH, 1 MENINGGAL, 3 LUKA-LUKA.
GAMBAR ILUSTRASI
KEC. KATEMAN — (www.detikriau.org) – Malam hiburan resepsi pernikahan seorang warga Kampung Baru Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman, Kamarudin mendadak riuh akibat perkelahian dua kelompok pemuda. Adu fisik antara pemuda kampung baru dengan Kampung nelayan ini menelan 4 orang korban. 1 korban yang juga sebagai Ketua RT Kampung baru, Mulyadi alias Mose (38) akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat luka yang dialaminya, jum’at (25/2) sekira pukul 19.00 Wib di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan.
“Saya tidak berada di tempat kejadian, tapi menurut keterangan keluarga, Mose sebenarnya waktu itu hanya berniat melerai pertikaian, tapi naas iapun menjadi korban.”Jelas seorang keluarga korban, M. Ali yang sempat ditemui di RSUD Puri Husada Tembilahan, Sabtu (25/2).
Dijelaskan M. Ali menceritakan awal kejadian dari keterangan keluarganya, malam pesta itu, jum’at dinihari (25/2) sekira pukul 00. 15 Wib, kelompok warga kampung nelayan saat joget ke pentas bertingkah kurang sopan dan sempat ditegur oleh pemuda kampung baru. Mungkin karena merasa tersinggung, mereka marah dan menendang alat musik orgen lalu turun dan meninggalkan lokasi keramaian. “Tapi mereka pergi itu mungkin mengambil senjata dan tidak lama kemudian kelompok pemuda kampung nelayan kembali datang dan mengepung pentas orgen serta langsung menyerang menggunakan senjata tajam dan akhirnya menimbulkan korban” Tuturnya memberikan keterangan.
Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, Sik,M.Si ketika dimintai komfirmasi melalui Kasad Reskrim, AKP Edy Munawar melalui sambungan telepon selularnya, sabtu (25/2) membenarkan adanya kejadian perkelahian antara dua kelompok pemuda ini. Menurutnya, kasus ini masih dalam penyelidikan. “Saya sekarang sedang di Kecamatan Kateman. Kita belum bisa memberikan keterangan banyak karena kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Saat ini kita memang sudah tetapkan 1 orang tersangka yang berinisial H.” Jawab Kasadreskrim memberikan komfirmasi.
Selain korban meninggal, Mulyadi Alias Mose (38), 1 korban lainnya, Muammar Bin Usman alias Acok (23) yang juga warga kampung baru masih dalam keadaan koma dan dirawat diruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Puri Husada, Tembilahan. Sementara 2 korban lainnya warga kampung nelayan, Sitam alias Keceng (30) dan Ali (22) dirawat di RSUD di Guntung Kecamatan Kateman. (fsl)