MAJID DITEMUKAN TEWAS DENGAN LEMBING TERTANCAP DILEHER.

GAMBAR ILUSTRASITEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Peristiwa tragis dialami seorang warga Desa Sungai laut Kecamatan Tanah Merah, Majid (50), Ahad (4/3/2012) sekira pukul 11.50 Wib. Pria setengah baya yang hidup sebatang kara ini ditemukan terbujur bersimbah darah dalam keadaan tidak bernyawa dengan sebilah lembing berburu menancap dibagian leher.

Menurut penjelasan Kepala Desa Sungai laut, Amirudin, ketika dikomfirmasi www.detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya korban tewas diduga disebabkan oleh aksi perampokan ini. Menurut penuturannya, pelaku yang berjumlah dua orang itu sempat diburu warga namun berhasil melarikan diri dengan mempergunakan perahu motor milik warga setempat.

“Benar seorang warga kita ditemukan sudah tidak bernyawa. Saat kejadian saya sedang tidak berada di tempat. Tapi setelah saya tiba di desa sungai laut, dari penuturan beberapa orang warga, pak Majid diduga menjadi korban perampokan. Beberapa saat setelah kejadian, warga melihat dua orang yang diduga sebagai pelaku. Hanya saja ketika dikejar, mereka berhasil melarikan diri,” Papar Kepala Desa Sungai laut, Amirudin sambil menjelaskan bahwa korban masih termasuk keluarganya.

Ditambahkan Kades, peristiwa ini sudah dilaporkan ke Polsek Tanah Merah dan jenajah korbanpun sudah dilakukan otopsi di TKP oleh petugas medis dari pustu setempat.”Memang kita tidak mengetahui adanya barang yang diambil pelaku. Kita menduga mungkin uang yang diambil mereka, korban setiap harinya berprofesi sebagai pedagang  minyak eceran dan ia hidup sebatang kara. Jadi saat kejadian memang tidak ada orang lain di TKP.”Jelas Kades.

Terkait hal ini, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.iK, M.Si melalui Paur Humas, Ipda Agus Sihombing ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya juga membenarkan adanya peristiwa pembunuhan ini. “Benar kita sudah menerima laporan terkait hal ini dan sekarang sudah dalam penyelidikan pihak kepolisian,” Ujar Paur Humas.(fsl)




APA ITU VGMC? BENAR ATAU INVESTASI BODONG?

Di Malaysia, Bank Negara dan Securities Commission Malaysia (SC) , telah memasukkan VGMC dalam daftar hitam investasi yang mengandung penipuan (http://bit.ly/hbrhSU). “VGMC mirip Swisscash yang sudah kami blacklist,” begitu penjelasan SC kepada situs Berita Semasa (http://bit.ly/gelCtl).

www.detikriau.org — Bermodalkan lonjakan harga emas dalam dua tahun terakhir, Virgin Gold Mining Corporation (VGMC) menyodorkan tawaran investasi yang menggiurkan. Tapi, investor perlu waspada karena investasi ini berisiko tinggi tanpa kejelasan hukumnya.

Ibarat sebuah pepatah lawas: banyak jalan menuju Roma. Begitu pula dalam hal berinvestasi, banyak cara yang dilakukan orang demi mengail rezeki dan memupuk kekayaan. Walaupun harus mengambil jalur pintas berisiko tinggi. Seperti, investasi yang tidak jelas dasar hukum dan legalitasnya.

Memang, saat dunia masih belum pulih oleh krisis global sejak tahun 2008, berinvestasi di bursa saham tidak lagi menjadi sebuah pilihan yang menarik. Pasalnya, saham tidak bisa lagi memberikan gain besar.
Investor pun mulai melirik investasi lain yang bisa menghasilkan keuntungan lebih besar, sehingga mereka bisa terus membiakkan duitnya. Salah satu investasi yang menguntungkan saat ini adalah emas.

Maklum, lazimnya, saat pasar modal meriang, emas jadi salah satu instrumen investasi yang paling aman alias safe haven. Tak heran harga emas terus menanjak naik, dengan menwarkan iming-iming gain besar bagi para investor.

Sepertinya, peluang inilah yang dilirik Virgin Gold Mining Corporation (VGMC). Dari situs web-nya, http://www.vgmc.com/, mereka mengaku sebagai perusahaan investasi di bidang eksplorasi dan pertambangan emas yang bermarkas di Panama.

VGMC berambisi menjadi pemimpin industri pertambangan, produksi, dan perdagangan emas. Caranya dengan membuat kerjasama ventura, kemitraan, akuisisi, dan eksplorasi.

Karena itulah VGMC menawarkan Convertible Preferred Stocks (CPS) senilai US$ 3 miliar hingga US$ 5 miliar. Jumlahnya setara dengan Rp 27 triliun hingga Rp 45 triliun. CPS ini adalah instrumen investasi berbentuk saham preferen.

Perusahaan yang mengaku berdiri sejak tahun 1999 ini menawarkan CPS kepada investor global sejak tahun 2001. CPS tersebut kelak bisa ditukar menjadi saham biasa VGMC, saat mereka melangsungkan penawaran saham perdana ke publik (IPO).

Rencananya, hajatan ini baru terlaksana tahun 2015 mendatang. Aksi korporasi itu pun baru dilakukan jika kondisi pasar memungkinkan. Hingga berita ini ditulis, KONTAN belum berhasil menghubungi nomor telepon dan alamat VGMC yang terpampang di situsnya.

Bermodal kepercayaan

Dalam situsnya, VGMC hanya memberikan informasi ala kadarnya. Tidak ada informasi mengenai rekam jejak kinerja keuangannya. Mereka hanya memberikan penjelasan tentang prospek berinvestasi CPS, plus cara pendaftarannya secara on line.

Sebagai ilustrasi, pada saat pertama kali ditawarkan, harga CPS tahun 2001 sebesar US$ 0,8 per saham. Nah, nilainya dijanjikan bakal terus berkembang seiring perkembangan bisnis emas milik VGMC.

Iming-iming semacam ini memang cukup menggiurkan. Apalagi jika kita lihat harga emas terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada akhir 2009 harga emas di bursa NYMEX-Amerika Serikat (AS) untuk kontrak bulan Februari 2011 masih US$ 1.106,80 per ons troi. Sedangkan pada 6 Desember 2010, harga emas mencapai rekor baru di level US$ 1.416,10 per ons troi. Dalam rentang hampir setahun, harga naik 27,95%.

Potensi keuntungan besar itulah yang menarik minat investor, meskipun mereka hanya berinteraksi dengan pengelola VGMC secara online. KONTAN juga menemukan beberapa orang di Indonesia yang rela membeli CPS tawaran mereka. Padahal, VGMC tidak memiliki kantor perwakilan di sini.

Salah seorang investor itu adalah Zulfahmi Munir. Dia mengaku telah mengenal VGMC sejak awal tahun 2010. Dia mengetahui dari temannya yang bekerja di Malaysia. Merasa tertarik oleh imbal hasil yang ditawarkan, dia mencoba berinvestasi mulai Februari 2010.

Bahkan, dia membuat sebuah blog dengan nama vgmcmutiaraclub. Zulfahmi menjelaskan, bagi investor ritel, unit terkecil pembelian CPS sebanyak 1.000 saham. “Sementara harga satu sahamnya saat ini sebesar
US$ 1,05 per saham,” ujarnya. Artinya, bila ada investor yang ingin berinvestasi saat ini, dia harus menyetorkan dana minimal sebesar US$ 1.050.

Anehnya, besaran harga saham CPS mutlak ditentukan VGMC sendiri. “Saya tidak tahu bagaimana perhitungannya karena saya hanya investor yang memperoleh informasi dari website,” kata Zulfahmi. Ia pun mengaku tidak bisa menjamin legalitas VGMC apabila ada calon investor yang ingin meminta informasi lebih lanjut.

Zulfahmi memaparkan beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi ini. Selain mendapatkan dividen saban bulan, investor juga bisa bertransaksi emas. Caranya? VGMC akan memberikan semacam fasilitas margin tiga kali lipat dari jumlah nominal saham yang dimiliki si investor.

Contohnya, seorang investor membenamkan dana US$ 1.050. Maka, dia akan mendapat kesempatan bertransaksi emas hingga nominal US$ 3.150. Bila harga emas sebesar US$ 1.400, maka investor bisa bertransaksi hingga 2 ons troi emas. Selisih dari transaksi jual-beli itulah yang nantinya menjadi keuntungan bagi investor.

Zulfahmi tak sendirian mengisap sari dari investasi di VGMC tersebut. Melalui salah satu forum pembaca sebuah situs berita online, Luki Santoso juga memaparkan potensi keuntungan investasi itu.

Saat ditemui KONTAN pada pekan lalu, pria ini mengaku sudah setahun menginvestasikan dana sebesar US$ 2.000 di VGMC. Bahkan, dia mengaku bisa menarik investor lain dengan investasi yang lebih besar dari setoran investasinya.

“Bila berhasil membawa investor baru, saya dijanjikan akan mendapat 10% dari nominal investasi yang ditaruhnya,” kata Luki. Dia pun mengaku sudah menikmati hasilnya dengan mendapat komisi dari VGMC.

Seperti Zulfami, Luki juga mengenal VGMC dari kawannya. Lantaran sang teman tidak pernah mengalami kendala, Luki pun tergiur untuk turut berinvestasi. Bahkan, ini investasi pertamanya. Dia mengaku belum pernah berinvestasi saham atau reksadana.

Toh, meski belum berpengalaman di dunia investasi, Luki tak ragu berinvestasi di VGMC. Dia mengaku membiayai investasi awalnya tersebut dari pinjaman bank. “Saya memberanikan diri meminjam uang dari bank karena saya yakin bisa untung,” ujar pria yang mengaku masih tercatat sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi terkenal di Jakarta.

Yang pasti, baik Luki dan Zulfahmi, sama-sama mengetahui bahwa risiko investasi ini sangat besar. Mereka juga bilang tidak pernah berinteraksi langsung dengan pengelola VGMC di Panama. “Saya hanya bermodalkan kepercayaan. Kalau mau untung besar, risikonya juga pasti besar,” ujar Zulfahmi dengan penuh kesadaran.

Namun, bila kelak ada masalah, Zulfahmi dan Luki tidak bisa membayangkannya. “Semoga tidak ada apa-apa karena teman saya selama ini juga aman-aman saja,” tukas Luki.

Persoalannya, mengapa dana investasi pada saham VGMC juga bisa dipakai untuk bertransaksi emas dengan fasilitas marjin? “Memang seperti itu aturan VGMC,” kata Luki. Dia menjelaskan, hasil dari jual-beli emas menjadi keuntungan investor. Sedangkan batasan fasilitas marjin tidak berubah dengan realisasi keuntungan itu.

Investasi bodong?

Zulfahmi dan Luki harus bersiap menghadapi segala kemungkinan. Di Malaysia, Bank Negara dan Securities Commission Malaysia (SC) , telah memasukkan VGMC dalam daftar hitam investasi yang mengandung penipuan (http://bit.ly/hbrhSU). “VGMC mirip Swisscash yang sudah kami blacklist,” begitu penjelasan SC kepada situs Berita Semasa (http://bit.ly/gelCtl).

Analis Askap Futures, Ibrahim, mengatakan sepanjang pengetahuannya berkecimpung dalam dunia investasi, dia belum pernah mendengar nama VGMC. “Jika mengaku perusahaan emas besar, seharusnya namanya familiar,” ujar dia.

Ia mengkhawatirkan, investasi itu hanya kedok dari aksi penipuan dengan memanfaatkan situasi krisis global dan peningkatan harga emas dunia. Apalagi, VGMC berdomisili di Panama. “Jangankan di sana, di negara tetangga seperti Singapura juga banyak yang seperti itu,” kata Ibrahim. Dia mengaku pernah coba-coba berinvestasi pada perusahaan seperti ini dan akhirnya tertipu.

Ibrahim bilang, berinvestasi lewat perusahaan asing yang berdomisili di luar negeri sangat berisiko. Salah satu kendalanya adalah kepastian hukum jika terjadi konflik di kemudian hari. Investor bakal kesulitan berhadapan dengan hukum di negara tempat perusahaan itu.

Di sisi lain, saat ini modus investasi dengan tawaran menjadi bagian dari pemodal di sebuah perusahaan multinasional memang marak. Sehingga, misalkan, perusahaan itu bangkrut, maka pengelola dengan mudahnya menjanjikan akan mendahulukan pelunasan hak si investor. Tapi, menurut Ibrahim, hal semacam itu hanya akal bulus pengelola untuk lari dari tanggung jawab.

Pendapat senada diungkapkan Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Roy Sembel. “Jangan beli kucing dalam karung!”tukas dia.

Roy menyayangkan masih saja ada masyarakat yang terjerat dengan investasi bodong. Maklum, imbal hasil tinggi kerap jadi senjata ampuh untuk menjaring investor awam.

Padahal, masyarakat bisa dengan mudahnya mengakses wahana investasi resmi. Mereka bisa membeli saham perusahaan di dalam negeri sesuai dengan aturan Bursa Efek Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Jika investor ingin berinvestasi pada instrumen derivatif, BBJ juga banyak menyediakannya. “Lalu, kenapa harus pilih yang tidak jelas?” pungkas Roy.( http://dankrahmat.com)

Yuwono Triatmodjo
(Sumber: Tabloid KONTAN, Minggu Pertama-Januari 2011)




TAAT BAYAR PPJ, PENERANGAN JALAN TAK PERNAH MENYALA

KERITANG (www.detikriau.org) — Masyarakat Kecamatan Keritang, terutama pelanggan PLN mengeluhkan tidak menyalanya lampu penerangan jalan, padahal tiap bulan mereka harus bayar Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Ketiadaan lampu penerangan jalan ini tentu membuat jalan-jalan di Kecamatan Keritang menjadi gelap dan rawan aksi kejahatan pada malam hari.“Kita tentunya mempertanyakan tidak adanya lampu penerang jalan, padahal tiap bulan pelanggan PLN membayar Pajak untuk itu,” ungkap tokoh pemuda Kecamatan Keritang, Muammar Harmain, Minggu (4/3).

Ditambahkannya, kondisi ini menjadi pertanyaan warga. Ia berharap kepada pihak terkait untuk segera memasang penerangan lampu jalan tersebut. “Intinya masyarakat sudah memenuhi kewajiban jadi berikan hak mereka.”Tegas Muammar(Suf)




RAWAN MACET DAN KECELAKAAN, PEMKAB DIMINTA TEMPATKAN PETUGAS.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sempitnya ruas jalan serta ramainya arus lalulintas membuat jalan H. Arif Parit XI Tembilahan Hulu sering menimbulkan kemacetan. Penyebab utamanya, kawasan yang sedianya bukan diperuntukkan sebagai kawasan pasar ini, kini semakin ramai dipenuhi dengan pedagang. Para pedagang  mempergunakan pelataran rumah penduduk, ruko bahkan jembatan untuk memajang barang dagangan. Sebahagian masyarakat berharap, agar aktifitas ini tidak terlalu mengganggu pengguna jalan kiranya pemerintah dapat menempatkan petugas lapangan.

“Pemerintahkan sebenarnya bisa menempatkan petugasnya, seperti satpol PP atau Petugas dari Dinas Perhubungan agar ruas jalan ini bisa sedikit teratur dan tentunya tidak rawan terjadinya kecelakaan,”Ujar Indra, seorang pembeli ketika sempat dikomfirmasi Vokal dilapangan, Ahad (4/3).

Masih menurut penuturan Indra, sepengetahuan dirinya, walau kawasan ini sebenarnya secara resmi bukan diperuntukkan sebagai pasar rakyat tapi sudah sejak lama pedagang memanfaatkan lokasi ini untuk berdagang mengadu untung. Dengan berjalannya waktu, kini kawasan ini lebih dikenal masyarakat sebagai pasar Parit XI dan semakin hari semakin ramai.” Tentunya aktifitas masyarakat ini tidaklah terlalu dipermasalahkan karena paling tidak cukup banyak masyarakat yang megadu nasib dan mencari rezky dikawasan ini. Hanya saja tentunya agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya, tentu diperlukan adanya pengaturan dan pengorganisasian dengan benar,”Usul Indra.

Anto, warga masyarakat lainnya juga mengungkapkan pernyataan yang senada. Diakuinya, karena kawasan ini keberadaannya tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya, hampir setiap hari ia berbelanja berbagai keperluan dikawasan pasar parit XI ini.”Terus terang saya juga tidak mempermasalahkan keberadaan pasar tidak resmi ini, paling tidak, masyarakat sekitar tidak perlu lagi jauh-jauh untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Namun secara pribadi saya juga setuju kalaulah lokasi ini bisa ditata dengan lebih baik agar ruas jalan tidak sampai mengganggu pengguna jalan lainnya,” Kata Anto.

Dari pantauan, kawasan pasar parit IX ini hampir setiap hari tidak pernah sepi dengan berbagai aktifitas perdagangan, raminya pengunjung dan padatnya arus lalu lintas memang sering menimbulkan terjadinya kemacetan. Kemacetan akan semakin parah saat jam-jam sibuk seperti pagi dan siang hari.(fsl)




KALAH TELAK 0 – 10 DARI BAHRAIN. DJOHAR TOLAK UNTUK MUNDUR

Ada yang aneh dalam pertandingan tersebut. Karena itu kepemimpinannya patut dipertanyakan

JAKARTA – Ketua umum PSSI Djohar Arifin akhirnya angkat bicara terkait kekalahan memalukan timnas sepakbola Indonesia 0-10 dari tim Bahrain. Djohar menegaskan dirinya tidak akan mundur walaupun timnas mencetak rekor kekalahan terburuk dan banyak pihak yang memintanya mundur.

“Itu bukan solusi. Orang yang salah kok saya yang mundur,” ujarnya di kantor PSSI, Jumat (2/3).

Menurut Djohar, hasil buruk yang diderita para penggawa merah putih dikarenakan wasit yang kurang fair. Untuk itu, pihak timnas telah mengajukan protes setelah pertandingan kepada pengawas pertandingan terkait kepemimpinan wasit Andre El Haddad.

“Ada yang aneh dalam pertandingan tersebut. Karena itu kepemimpinannya patut dipertanyakan,” ucapnya.

FIFA sendiri dalam rilis di situsnya telah menjelaskan akan melakukan investigasi dengan hasil yang cukup mencolok itu. Bukan hanya wasit, tapi juga adanya kemungkinan-kemungkinan dugaan permainan lain yang membuat hasil tidak biasa tersebut.

Langkah FIFA disambut baik oleh PSSI. Bahkan, Djohar siap dan selalu terbuka seandainya pihak PSSI juga diinvestigasi oleh induk sepak bola dunia tersebut.

“Protes keras kami sudah diterima FIFA, dan mereka langsung merespon. Kami juga akan berikan rekaman pertandingan asli untuk mempermudah penyelidikan,” terang lelaki bergelar profesor tersebut.

Saat ditanya apakah PSSI juga melakukan investigasi kepada pemainnya yang mungkin juga melakukan kecurangan, Djohar mengaku siap. Dia meminta kepada koordinator timnas Bob Hippy untuk langsung melakukan evaluasi, terhadap pemain, pelatih dan manajer tim.

Dia berharap dengan langkah yang dilakukan itu dapat menjawab omongan-omongan miring terkait hasil memalukan tersebut. Djohar juga membantah bahwa dirinya pernah menyatakan pemain senior sebagai pemain yang dekat dengan mafia.

“Kami sudah cukup difitnah. Kami tidak pernah mengatakan itu,” tegasnya.

Lantas, bagaimana solusi PSSI terkait harapan dari Kemenpora yang meminta agar PSSI segera ada rekonsiliasi terkait konflik yang terjadi? Djohar bergeming. Dia tetap pada pendiriannya bahwa dirinya mau menerima klub-klub Indonesia Super League (ISL) asalkan berada di bawah kontrol PSSI.

“Jika tidak mau bagaimana lagi. Syaratnya demikian, kami siap menjalankan kompetisi IPL dan ISL, asalkan semua di bawah kontrol penuh federasi,” tandasnya.

Sementara itu, CEO PSMS Medan Idris SE mengaku kecewa dengan pernyataan Djohar yang mencoba mengkambinghitamkan wasit. Sebagai sesama orang Medan, dirinya meminta agar Djohar melakukan Instropeksi dan melihat kembali daftar kegagalannya memajukan PSSI.

“Konflik PSSI ini lahir karena egoismenya. Lebih bijak jika dirinya mundur karena telah gagal. Bukan hanya dalam prestasi timnas, tapi sudah membuat Konflik di PSSI semakin kronis,” tandasnya.(JPNN/dro)




SEKILAS TENTANG PT.RIAU BARA HARUM.

RBH merupakan  sebuah perusahaan batubara berkalori 6.100-6.300 kkal yang berlokasi di Riau Tenggara di atas lahan seluas 24.450 hektar.  Berdiri sejak Tahun 1990, dimana pekerjaan eksplorasi awal sudah dilakukan sejak Tahun 1992. Perusahaan ini dimiliki oleh Kiki Barki, Herry Beng Koestanto dan Aria Sulhan Witoelar.

Struktur pemegang saham RBH adalah PT Sumber Bara Lestari (SBL) 47,5%, PT Karunia Tambang Mandiri (KTM) 2,5% dan PT Permata Energy Resources (PER) 50%.

SBL dan KTM merupakan dua perusahaan milik Kiki Barki sedangkan PER merupakan konsorsium antara grup Tiga Pilar melalui PT Permata Handrawina yang dipimpin Herry Beng Koestanto dengan grup Watala melalui PT Arya Watala Capital milik Aria Sulhan Witoelar.

Perusahaan ini memiliki Areal konsesi seluas 24.450 ha di Siberida, Batang Gangsal dan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu (92,68%) serta di Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (7.32%). Provinsi Riau. Kuasa Pertambangan adalah di Kawasan Keritang, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hilir.

Pengapalan / Informasi Pelabuhan:

  1. Dari pertambangan, Batu bara diangkut menggunakan truk kepabrik pengolahan di Mumpa, Kecamatan Tempuling, yaitu sekitar 11 dan 88 kilometer dari  Teluk Kelasa dan Rantau Langsat. Setelah diproses, batubara tersebut akan dimuat ke ban berjalan yang akan mengangkut batubara ke tongkang dengan kapasitas 5.500 ton. Kapal tersebut akan mengambil batubara lebih dari jarak sekitar 105 kilometer ke kapal berlabuh di lepas pantai Muara Bangkong. Kemudian kapal akan membawa batubara ke pembeli.
  2. Fasilitas pelabuhan adalah di sisi Sungai Indragiri.
  3. Lokasi pelabuhan bongkar di Kawasan Gantang Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir Kabupaten.

Sumber:  (rbhcoal.com/ financeindonesia.org/dro)