Kantor DPD PAN Inhil Nyaris Terbakar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kantor DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) nyaris ikut terbakar atas peristiwa kebakaran yang menghanguskan 1 unit rumah permanen di Jalan Soebrantas Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Rabu, (20/12/2023),

Bagaimana tidak, 1unit rumah yang terbakar tersebut merupakan rumah yang berdekatan dengan kantor DPD PAN Inhil dengan jarak sekitar 50 Centimeter (CM) antar dinding ke dinding rumah.

Beruntung didukung kondisi cuaca sore itu tidak berangin karena usai diguyur hujan, sehingga tim pemadam kebakaran yang bertugas dengan cepat berhasil menjinakan api sehingga tidak merambat ke rumah lainnya, salah satunya kantor DPD PAN Inhil.

Meski demikian, terlihat segala perlengkapan dan berkas-berkas penting yang ada di dalam Kantor DPD PAN saat itu oleh pengurus dan dibantu warga seluruhnya telah dikeluarkan dari dalam kantor untuk diamankan.

“Semua perlengkapan kantor dan berkas-berkas sudah kita amankan, takut api membesar dan merembet kekantor karena jaraknya sangat dekat,” ungkap salah satu pengurus DPD PAN Inhil, Novri. (R.Arb)

Baca juga : Satu Unit Rumah Permanen di Jalan Soebrantas Tembilahan Terbakar




Satu Unit Rumah Permanen di Jalan Soebrantas Tembilahan Terbakar

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Api membara di salah satu rumah permanen di Jalan Soebrantas Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

Pantauan langsung dilokasi, peristiwa itu terjadi pada Rabu, (20/12/2023), sekira pukul 17.58 WIB, tepatnya di samping jalan Beringin Jaya atau di samping Kantor DPD PAN Inhil.

“Kebakaran kebakaran, asap mengepul,” teriak ibu-ibu yang menyaksikan langsung peristiwa kebakaran, Rabu (20/12/2023).

Warga setempat berjibaku menyelamatkan 1 unit mobil yang terparkir di teras rumah yang berdempetan dengan rumah yang terbakar.

Tidak lama kemudian, sebanyak 5 unit mobil Damkar lakukan pemadaman di lokasi. Tim Damkar membentang slang dan menghidupkan mesin pompa air.

Pada sore menjelang magrib, kondisi angin tidak kencang dikarenakan sebelumnya Tembilahan diguyur hujan. Beruntung api tidak menjalar ke rumah yang lainnyalainnya dan berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 18.30 Wib.

Hingga berita ini diterbitkan ARB Indonesia, belum diketahui pasti penyebab kebakaran, dan belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian. Belum diketahui apakah ada korban jiwa. (R.Arb)




Hari Temu Tani Inhil 2023, Membangun Masa Depan Pertanian Kelapa Sawit yang Berkelanjutan

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi tuan rumah dalam agenda Hari Temu Tani (HTT) yang di selenggarakan oleh Widya Erti Indonesia yang bekerjasama dengan Unilever. Acara tersebut sebelumnya juga telah sukses dilaksanakan di Indragiri Hulu (Inhu) pada 12 Desember 2023 lalu.

Hari Temu Tani Inhil 2023 yang bertujuan untuk memperkuat praktik pertanian sawit berkelanjutan ini diselenggarakan di Desa Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, Rabu (20/12/2023).

Acara ini menjadi titik temu penting bagi petani sawit swadaya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan standar ISPO dan RSPO. Kegiatan ini diadakan dengan tema, “Melalui Sekolah Lapang, Menuju Tata Kelola Kebun Kelapa Sawit Berkelanjutan.”

Direktur Eksekutif WEI, Wiranatha Krisna menyampaikan
kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Widya Erti Indonesia dan Unilever, menandai komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan.

“Tahun ini, tercatat peningkatan signifikan dalam jumlah petani yang terlibat dalam program Sekolah Lapang Kelapa Sawit (SLKS) di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan total 770 petani telah mengikuti program ini. Dari jumlah tersebut, 126 petani telah berhasil mendapatkan sertifikat RSPO, sedangkan 271 lainnya sedang dalam proses audit sertifikasi,” ungkapnya.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian signifikan ini. Lebih dari 700 petani di Indragiri Hilir telah mengikuti SLKS, sebuah langkah besar dalam upaya kami untuk memajukan pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan. Kami mengajak para alumni SLKS untuk terus mendorong rekan-rekan petani lainnya agar ikut serta dalam program ini, sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperbaiki standar pertanian kita.”
tambah Direktur Eksekutif WEI, Wiranatha Krisna.

Sementara itu, Dian Reza, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Indragiri Hilir, menambahkan bahwa Inisiatif seperti ini sangat penting dalam pengembangan sektor perkebunan di daerah.

“Dengan program serupa yang kami miliki, kami sangat berharap bisa berkolaborasi lebih jauh dengan WEI dan para pemangku kepentingan lainnya. Kami percaya bahwa melalui kerja sama yang kuat, kami dapat menciptakan dampak yang lebih besar bagi pertanian kelapa sawit, baik untuk petani maupun lingkungan,” imbuh Dian.

Pada kesempatan ini, petani sawit swadaya yang juga merupakan alumni Sekolah Lapang Kelapa Sawit (SLKS) membagikan pengalaman berharga yang mereka dapatkan.

Dalam pemaparannya, salah satu aspek penting yang akan dibahas adalah mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengakses bibit kelapa sawit berkualitas tinggi dan masalah legalitas lahan. Mereka juga menekankan pentingnya mendapatkan dukungan dalam hal ini, baik dari pihak pemerintah maupun lembaga terkait lainnya.

Selain itu, mereka juga berharap pihak pemerintah atau stakeholder terkait dapat menyediakan bibit berkualitas tinggi secara gratis atau dengan harga yang terjangkau dan untuk mempermudah proses legalisasi lahan. Harapan ini mencerminkan keinginan kuat para petani untuk meningkatkan produktivitas mereka sambil mematuhi standar lingkungan dan sosial yang bertanggung jawab.

Untuk diketahui, Hari Temu Tani Kabupaten Indragiri Hilir 2023 ini lebih menekankan pada pengalaman dan kemajuan petani sawit swadaya, sebagai upaya bersama dalam mewujudkan praktik pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Diharapkan juga adanya peningkatan keterampilan dan pengetahuan, serta membangun komunitas petani yang saling mendukung dan terlibat dalam dialog konstruktif dengan berbagai pihak untuk memperjuangkan keberlanjutan di sektor kelapa sawit. ***




Langgar Kesepakatan, Gejolak Antara Warga dan PT BPP di Kemuning Kembali Mencuat

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Gejolak antara warga Batu Ampar Kecamatan Kemuning Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau kembali mencuat akibat sikap pihak PT Bara Prima Pratama (PT BPP) yang dinilai ingkar janji dan melanggar berita acara kesepakatan dengan perwakilan masyarakat.

Dimana PT BPP bersama Unsur Forkopimcam dan 4 Orang Masyarakat yang tergabung dalam Organisasi Independen menggelar rapat resmi tentang penggantian kerusakan dampak blasting pada Selasa, (19-12-23), di Ruang Rapat PT BPP. Namun tidak keseluruhan.

Salah seorang warga Batu Ampar, Salman, menilai rapat tersebut memutuskan kesepakatan yang sebilah pihak dan tidak sesuai dengan kesepakatan yang ditungkan dalam berita acara. Diamana sebelumnya pihak korporasi batu bara itu berjanji akan menggantikan seluruh kerugian warga yang terdampak.

“Api ini sudah mulai padam, pihak perusahaan kembali meniupkan angin,” kata Salman melalui panggilan Whatssap kepada media.

Padahal kata Salman, hasil kesepakatan telah ditandatangani dan disaksikan di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir. Warga saat ini menagih janji berpedomankan dengan hasil kesepakatan pada Poin (C) diusulkan oleh Direktur Utama, Alexander, beberapa waktu lalu.

“Kami dianggap remeh, kami masyarakat kecil. Perusahan telah memandang sebelah mata Lembaga Negara DPRD Inhil, karena berita acara yang dibuat di depan DPRD tidak dihargai,” tegasnya.

Dalam perjanjian itu, dalam 12 hari perusahan akan melakukan pendataan masyarakat yang terdampak dan perusahaan telah menemukan kesepakatan dengan hasil dan data dilapangan, nyatanya data dan perjanjian tersebut tidak digunakan.

“Kami dianggap mencari keuntungan dari membela hak kami dengan benar. Banyak warga yang dirugikan akibat aktivitas blasting batu baru itu,” jelasnya.

Dengan tegas Salman meminta kepada pihak perusahan menanggapi persoalan ini dengan serius dan memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak.

“Sudah puluhan tahun mereka beroperasi mengeruk alam kami tidak dipersoalkan. Silahkan keruk hanya saja tolong kami terkena dampak, rumah kami hancur apa salah kami menuntut hak,” ungkap Salman.

Pihak perusahan tidak melakukan publish anggka kerugian seperti yang disepakati (Poin B Berita Acara) dan Pihak perushaan tidak ada menawarkan opsi ganti rugi atau perbaikan (poin C). Sikap ingkar janji itu dibuktikan dengan rekaman video.

“Beruntungnya kami mengabadikan setiap moment dengan perekaman video, baik dari awal mediasi masyarakat dan mediasi di DPRD serta rapat yang barusan terjadi. Sengaja dilakukan untuk bukti jika diperlukan kemudian hari,” jelas Salman

“Gejolak akibat Blasting yang dilakukan PT BPP tidak akan kunjung usai,” tukasnya.

Berikut bunyi kesepakatan dalam berita acara yang dilanggar:

Poin (B), 10 Hari setelah pengambilan data yaitu pada tanggal 10-12-23, pihak Pertama (Alexander F.H Roemokoy) akan melakukan publish angka terkait penggantian kerusakan yang akan diberikan kepada Masyarakat yang terdampak efek blasting desa Batu Ampar.

Poin (C). Pihak Pertama dan Kedua akan mencapai kesepakatan terkait penggantian kerusakan dalam waktu kurang dari 30 hari semenjak ditandatangani berita acara ini, baik berupa nominal angka atau perbaikan. (***)




Polda Riau Amankan 2 Pelaku Pengoplos Beras Bulog Jadi Premium di Pekanbaru dan Kampar

ARB INdonesia, PEKANBARU – Dua pelaku pengoplos beras Bulog menjadi beras Premium diamankan Tim Subdit I Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, di dua tempat yakni di Pekanbaru dan Kampar.

RS (31) diamankan di sebuah toko di Jalan Beringin, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Satu pelaku lainnya AI diamankan disebuah toko di Jalan Pandau Permai, Kabupaten Kampar.

Keduanya diketahui memindahkan beras Bulog SPHP 5 kg ke dalam kemasan beras premium ukuran 10 kg dan 20 kg.

Keuntungan dari pengemasan kembali beras Bulog yang sudah dilakukan selama 4 bulan berjumlah 88 juta rupiah. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakt, dan negara dirugikan 284 juta lebih dari kegiatan ilegal ini.

Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan pengungkapan ini dilakukan pada 15 November 2023, setelah mendapat informasi dari masyarakat dan langsung dilakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, petugas melihat sebuah truk yang dikemudikan YP sedang berhenti di sebuah toko milik RS di Jalan Beringin, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki.

“Hasil pengecekan langsung ke lokasi, RS terlihat sedang membongkar 4 karung beras Bulog SPHP 5 Kg dari sebuah truk,” jelas Kapolda.

Menurut pengakuan RS, beras Bulog itu ia dapatkan dari MI yang berdomisili di Sumatera Barat. Sedangkan, YP supir truk mengaku akan mengantarkan beras Bulog SPHP 5 Kg ke sebuah toko di Jalan Pandau Permai, Kabupaten Kampar.

“Di lokasi kedua berhasil diamankan AI seroang penjaga toko,” ujar Kapolda.

Hasil pengembangan keterangan keduanya, pengoplosan beras Bulog ini dilakukan pelaku bertujuan untuk memperoleh keuntungan.

Sementara itu, untuk mendapatkan kemasan karung beras premium pelaku mendapatkannya dari pengepul karung bekas di Pekanbaru.

“RS ini mengaku sudah empat kali memesan beras Bulog SPHP ukuran 5 kg dari Provinsi Sumatera Barat. Totalnya 1.600 karung atau 8.000 Kg. Sedangkan AI sudah mengoplos 1000 kg ditotal keseluruhan keduanya mengoplos 18 ton beras Bulog dikemas ke karung beras premium,” jelas Kapolda.

Untuk harga jual beras premium yang dioplos kedua pelaku dijual kembali dengan harga Rp14 ribu hingga Rp15 ribu. “Keduanya mengaku penjualan beras oplosan ini sudah dilakukan beberapa bulan, yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan negara,” tegas Kapolda.

Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf d dan huruf f Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Pelanggaran pasal ini diancam kurungan penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling Rp2 miliar,” tegas Irjen Iqbal.

Dari dua lokasi ini petugas mengamankan barang bukti 8 Karung Beras Premium merek Belida ukuran 20 kg yang merupakan hasil pengemasan, 2 karung Beras Premium merk topi koki ukuran 10 kg hasil pengemasan, 200 karung (ukuran 5k g) Beras SPHP Bulog.

Lalu, 10 Ton beras Bulog SPHP kemasan 5 kg didalam mobil truk,15 gulung (750 karung kosong merk SPHP), 50 karung kosong merk topi koki ukuran @ 10 Kg, 80 karung kosong merk Belida ukuran @10kg. Kemudian, 50 karung kosong merk Belida ukuran @20kg, 1 unit mesin jahit, 1 unit timbangan, 2 buah handphone, 1 mobil Colt Diesel merk Mitsubishi Nomor Polisi BA 8904 MA.

Dari lokasi kedua, tim juga berhasil mengamankan 4 karung Beras Premium Merek Belida @10 kg hasil pengemasan, 724 lembar karung kosong merk SPHP Bulig ukuran 5kg. Lalu, 108 lembar karung kosong merk beras Belida ukuran 10kg dan 20 kg, 31 karung kosong merk Topi Koki ukuran 10kg, sebuah mesin jahit, 1 buah handphon, dua bundel bukti transfer Bank BRI dengan nomor rekening 5451 0101 7612 531 atas nama MI. (MC Riau)




Ini Lokasi yang Dipetakan BPBD Riau Daerah Rawan Longsor

ARB INdonesia, PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau telah memetakan daerah rawan longsor di kabupaten kota saat musim penghujan.

Berdasarkan data yang diterima, dari 12 kabupaten kota di Provinsi Riau, di mana delapan daerah dinyatakan daerah rawan longsor saat musim hujan.

“Kita sudah memetakan daerah yang rentan longsor saat musim hujan. Itu tersebar di beberapa daerah,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau, M Edy Afrizal, Rabu (20/12/2023).

Lebih lanjut Edy Afrizal merincikan daerah rawan longsor itu diantaranya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kampar, Pekanbaru, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hulu (Rohul), Rokan Hilir (Rohil).

“Daerah rawan longsor di Inhil itu berada di Desa Kuala Enok dan Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Merah. Desa Wonosari, Kecamatan Pelangiran. Desa Sungai Bela dan Sungai Buluh, Kecamatan Kuala Indragiri. Desa Simpang Tiga, Kecamatan Enok. Desa Teluk Jira, Kecamatan Tempuling,” terangnya.

Kemudian, daerah rawan longsor di Kabupaten Kampar meliputi Desa Merangin, Kecamatan Kuok. Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota. Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Lalu, Kota Pekanbaru daerah longsor berada di Bencah Lesung, Jalan Indra Puri Ujung, Kecamatan Tenayan Raya. Daerah rawan longsor di Bengkalis berada di Desa Simpang Ayam, Kecamatan Bengkalis. Daerah rawan longsor di Kabupaten Siak berada di Desa Minas Jaya, Kecamatan Minas.

Selanjutnya, daerah rawan longsor di Kabupaten Kepulauan Meranti tersebar di Desa Dwi Tunggal, Tanjung Medang, Teluk Samak, Desa Tanjung Samak, Desa Tanjung Bakau, Desa Tanjung Gemuk, Desa Sungai Gayung Kiri, Desa Gemalasari, Kecamatan Rangsang.

Lalu, daerah rawan longsor di Kabupaten Kuansing tersebar di Desa Kasang Lintas Sumbar-Riau, Kecamatan Kuantan Mudik, dan Desa Lubuk Ambacang, Jalan Jend Sudirman, Kecamatan Hulu Kuantan.

Daerah rawan longsor di Kabupaten Rohul berada di Desa Koto Ruang dan Rokan Timur, Kecamatan Rokan IV Koto, dan Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, serta Desa Pendalian, Kecamatan Pendalian.

Daerah rawan longsor di Kabupaten Rohil, Kepenghuluan Sedinginan, Kecamatan Tanah Putih. Kepenghuluan Air Hitam, Kecamatan Pujud. Kepenghuluan Jumrah dan Teluk Pulau Hulu (sepanjang aliran Sungai Rokan), Kecamatan Rimba Melintang, dan Jalan lintas Tanjung Medan – Pujud, Kecamatan Tanjung Medan.

Untuk itu, Edy Afrizal mengimbau kepada masyarakat Riau untuk lebih hati-hati dan waspada jika melakukan perjalanan saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Untuk warga Riau kami imbau agar waspada jika melakukan aktivitas perjalanan karena kondisi cuaca curah hujan cukup tinggi, sehingga rentan terjadi longsor. Kemudian kami juga menyarankan jika masyarakat yang melakukan perjalanan hendaknya untuk memantau perkembangan dan informasi cuaca dan bencana di instansi pemerintah, seperti BMKG dan lainnya,” tandasnya. (MC Riau)