PASOKAN LISTRIK KERAP PUTUS , PERSIAPAN UN PELAJAR SMP TERGANGGU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Putusnya pasokan listrik ke rumah-rumah pelanggan khususnya di Kota Tembilahan mulai banyak menjadi keluhan warga. Mereka sangat menyayangkan kejadian yang terjadi secara berulang-ulang ini. Mereka khawatir, kejadian ini akan mengganggu aktifitas belajar siswa SMP dalam mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN).

“saya sendiri menjadi tak habis pikir. Tadi malam saja, sejak pukul 17.30 s/d 22.30 Wib tidak kurang dari tujuh kali terputusnya arus listrik. Kondisi ini tentu saja membuat kita kecewa. Anak-anak yang akan belajar untuk menghadapi UN jelas menjadi terganggu,” Kesal Agustina (40), seorang ibu rumah tangga menyampaikan keluhan melalui sambungan telepon selularnya.

Ungkapan senada juga disampaikan seorang warga Tembilahan lainnya, Sopian (38). Warga jalan telaga biru ini bahkan mengkritik kinerja PLN yang dinilainya belakangan ini semakin mengecewakan.”Putusnya pasokan listrik secara berturut-turut membuat anak saya terpaksa tidak  bisa belajar. padahal semua pelajar setingkat SMP terhitung senin sampai kamis mendatang harus menghadapi UN. Bagaimanapun caranya, kita sangat berharap pihak PLN dapat mengatasi persoalan ini agar pelajar tidak terganggu menghadapi UN. Belakangan ini kita nilai kinerja PLN semakin mengecewakan.”Kritik Sopian, senin (23/4).

Terkait persoalan putusnya pasokan listrik berulang-ulang ini dijelaskan manajer PLN Rayon Tembilahan, Husnul disebabkan adanya gangguan panel tegangan menengah di parit IV dan jalan Gunung Daek. “kita akan usahakan untuk perbaiki,” Jawabnya sambil meminta maaf dan pengertian dari masyarakat menjawab komfirmasi wartawan melalui pesan singkat. (fsl)




Hari ini, UN SMP Dilakukan Secara Serentak.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hari ini (Senin (23/4), red) sebanyak 9.618 siswa/i tingkat SMP/MTs se Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Ujuan Nasional (UN) tahun pelajaran 2011-2012.

Berdasarkan data dari Dinas Pendididkan, totol siswa/i SMP/MTs tersebut tersebar di 265 sekolah Negeri maupun Swasta. Sedangkan rincian siswa dan siswinya terrdiri dari 4.661 siswa dan 4.975 siswi.

Ketua UN Dinas Pendidikan Inhil, Sarlan, mengatakan Naskah UN SMP/MTs sudah diterima pihaknya pada hari Rabu (18/4) sekitar pukul 20.30 WIB dari sebuah percetakan di Pekanbaru dengan mendapat pengawalan oleh petugas kepolisian hingga ke masing-masing sekolah.

“Naskah UN SMP/MTs yang kita terima berjumlah 276 kotak. Disana terdapat masing-masing bidang study dan  sudah dikemas untuk masing-masing sekolah,” sebut Sarlan akhir pekan kemarin, sambil mengatakan paket naskah soal UN itu diterimanya dalam keadaan sudah dikemas per sekolah, bukan per sub rayon seperti tahun sebelumnya, sehingga tidak perlu melakukan pemilahan.

Menurut Sarlan, sesuai dengan jadwal, naskah tersebut didistribusikan ke masing-masing Mapolsek dimana sekolah itu berada dan kemudian baru distribusikan ke masing-masing sekolah.

Untuk pengumuman kelulusan, dia mengatakan akan dilakukan secara serentak. Dimana SMA sederajat akan diumumkan pada tanggal 26 Mei 2012. sedangkan untuk tingkat SMP sederajat diumumkan 2 Juni dan SD sederajat 16 Juni 2012 mendatang.

“Harapan kita kelulusan pada tahun ini bisa menacapai 100 persen, baik itu tingkat SMA, SMP dan SD,”harapnya optimis.(fen)




Kejurnas Atletik, Inhil Sumbang Satu Mendali Perak

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Seorang Atlet Atletik junior Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Suryani berhasil menyumbangkan satu mendali perak pada kejuaraan nasional (Kejurnas) Atletik di Jakarta awal Pekan kemarin dari cabang olehraga (Cabor) lompat tinggi.

Keberhasilan Suryani untuk menyumbangkan satu mendali perak, setelah berhasil mengalahkan beberapa lawanya yang juga memiliki segudang prestasi di Cabor yang sama. Pada Porda VII Riau 2011 silam Suryani juga berhasil menyumbangkan satu mendali emas pad Cabor yang sama yakni Lompat Tinggi Putri.

Sekretaris Pasi Inhil, Said Adnan, mengatakan Suryani memang merupakan salah satu tim inti PON 2012 mendatang dari Kabupaten Inhil. Maka dari itu dia meminta agar para Atlet Inhil yang bertarung pada PON mendatng benar-benar berlatih dengan baik. Sehingga mampu mempertahankan segala prestasi yang pernah ditoreh.

“Paling tidak kita dapat bersukur dengan apa yang diperoleh anak-anak untuk daerahnya seperti Inhil. Kita harap prestasi cemerlang dapat terus dipertahankan. Dan yang paling penting jangan pernah merasa puas terhadap apa yang sudah didapat hari ini,” ungkap Said Adnan, Minggu (22/4).

Ketika ditanya mengenai persiapan Atlet Atletik Inhil, menjelang PON mendatng, dikatak Said, para Atlet sedang mengikuti pemusatan latihan di dua tempat yang berbeda yakni Jawa Tengah (Jateng) dan Provinsi Riau sendiri. Dimana jadwal latihanya, dilakukan tiga kali dalam satu pecan, hari Selasa, Kamis dan Ahad.

“Persiapan sedang berjalana. Tentu yang diinginkan Inhil harus dalam posisi yang bagus terutama dalam Cabor Atletik,” tandasnya.(fen)




MILYARAN UANG RAKYAT HANYA UNTUK BANGUN RUMAH HANTU.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Proyek Pasar Sungai Guntung Kecamatan Kateman yang dibiayai melalui anggaran tahun jamak APBD Inhil 2006 s/d 2009 senilai 13 Milyar lebih sampai hari ini belum juga difungsikan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kab. Inhil, Rudiansyah menyatakan belum juga dipergunakannya bangunan ini dikarenakan belum dilakukan serahterima dari kontraktor pelaksana kepada Pemkab Inhil.

“Kita akui seharusnya tahun 2010 yang lalu bangunan pasar ini sudah diseraterimakan, tapi memang sampai hari ini belum juga direalisasikan. Informasinya, kontraktor pelaksana belum melakukan serahterima dikarenakan masih berharap mendapatkan eskalasi,” Ujar Kadiseperindag yang baru dilantik menggantikan Kadisperindag lama pada awal Maret 2012 yang lalu ini ketika dimintai komfirmasi diruang kerjanya belum lama ini.

Ditambahkan Rudiansyah, dalam waktu dekat ini mereka berencana akan memanggil kembali kontraktor pelaksana pembangunan pasar tersebut untuk mencarikan jalan penyelesaian agar bangunan pasar ini dapat segera difungsikan sebagaimana seharusnya.”Kita akan segera panggil kembali kontraktor pelaksananya. Mudah-mudahan kita akan temukan jalan penyelesaian yang baik agar bangunan pasar ini segera dapat dipergunakan,” Ujar Rudiansyah.

Ketika dipertanyakan kembali, secara aturan apakah memang pihak rekanan punya hak untuk melakukan penundaan serahterima? Rudiansyah enggan untuk menjawab.”Entahlah, saya tidak bisa menjawab hal itu. Tapi yang jelas kita akan carikan penyelesaian persoalan ini,”Jawabnya dengan suara perlahan.

Terbengkalainya pemanfaatan bangunan pasar yang menelan biaya milyaran rupiah ini juga menimbulkan kekesalan anggota DPRD Inhil dari daerah pemilihan (dapil) setempat, Edy Gunawan. Bahkan ia mengaku tidak mengerti secara jelas apa persoalannya. Kalau alasan untuk mendapatkan eskalasi, sudah jelas tidak mungkin lagi karena pengerjaan pasar tersebut telah melewati tenggang waktu yang ditentukan.

“Kalau masalah permintaan eskalasi oleh rekanan yang masih menghambat pemanfaatan proyek ini, rasanya ini hanya alasan yang terlalu dibuat-buat. Sekarang saya ingin bertanya, rekanan yang megatur Pemda atau Pemda yang mengatur rekanan. Seharusnya tidak perlu terlalu susah. Aturan hukumnya sangat jelas. Kalau memang secara aturan eskalasi itu bisa diberikan tentunya harus kita berikan, tapi ini kan sudah tidak mungkin lagi. Jadi apalagi yang menjadi ganjalan,” Ujar Asun panggilan akrab Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dengan nada suara kesal.

Asun malah merasa heran, kalau memang hanya alasan eskalasi yang selalau dipersoalkan, ia memastikan 20 tahun kedepanpun persoalan ini tidak akan pernah dapat dibereskan.” Tak ada lagi eskalasi. Secara aturan eskalasi diberikan selama proses pekerjaan masih berjalan. Proyek pasar itu seharusnya sudah selesai dan diserahterimakan tahun 2010 yang lalu. Tapi kan sampai hari ini bangunan itu masih belum terselesaikan seratus persen.,” Ungkap Asun sambil mengatakan sudah cukup bosan menjawab persoalan pasar guntung yang sepertinya tidak kunjung terselesaikan ini.

Dari pantauan, proyek pasar guntung ini semakin hari semakin banyak mengalami kerusakan. Beberapa bagian bagunan seperti, rolling door kios sudah banyak yang tidak berpungsi dan sebahagian sudah ada yang terlepas. Lantai bangunan yang dilapisi keramik, kini sudah banyak yang ditumbuhi lumut dan sebahagian sudah terlihat pecah.”Saya yakin kalau bangunan ini masih tertunda-tunda pemanfaatannya, kita lihat saja, milyaran uang rakyat akan menjadi besi tua, menjadi tempat tinggal hantu dan tidak termanfaatkan.”Pungkasnya. (fsl)




BELUM RAMPUNG, ATAP RUANG UGD SUDAH TERLEPAS

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Penyelesaian dua bangunan fasilitas utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan yakni Rehab Ruang Bedah dan Pembangunan Unit Gawat Darurat (UGD) yang didanai melalui APBD Provinsi sampai hari ini masih terbengkalai. Dikhawatirkan, pelayanan maksimal rumah sakit berplat merah ini akan semakin sulit untuk direalisasikan.

Berdasarkan pantauan, kedua bangunan ini masih belum diselesaikan seratus persen, beberapa bagian bangunan masih terlihat berserakan bahkan yang membuat lebih miris, bagian atap bangunan UGD sudah terlihat terlepas.”Kita merasa khawatir aja, bagaimana pelayanan bisa diberikan dengan baik kepada masyarakat. Rumah sakit ini dari sisi pelayanan sudah terlalu banyak mendapatkan kritikan masyarakat. Kalaulah dua bangunan itu bisa terselesaikan, tentunya kita bisa berharap pelayananpun bisa dilakukan dengan lebih maksimal,”Ujar Rahman (39) seorang warga Tembilahan ketika sempat berbincang-bincang dengan detikriau.org di Tembilahan.

Terkait persoalan ini, Direktur RSUD PH Tembilahan, Dr. Irianto mengakui tidak bisa memberikan informasi banyak. Dibenarkannya kalau bangunan ini selesai tentunya akan banyak manfaat bagi RSUD PH.

“Ini proyek Provinsi, saya tidak bisa memberikan komentar banyak dan bahkan berapa progresnya saya juga kurang mengetahui.  Untuk pelayanan, rasanya tidak berpengaruh banyak, kita masih berikan pelayanan terbaik pada masyarakat. Namun, kalau bangunan itu bisa terselesaikan tentunya sangat banyak bermanfaat.” Jawab Dr. Irianto ketika dikomfirmasi, Ahad (22/4). (fsl)




SERTIFIKASI GURU SD DIWARNAI PUNGLI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Seorang tenaga pengajar mengaku heran, pengambilan lembar sertifikasi di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Tembilahan Kota ternyata dibebani biaya.

“Kita dimintai biaya yang kita sendiri tidak tau atas dasar apa pungutan itu dilakukan. Bukan masalah berapa besarnya tapi yang menjadi persoalan, pungutan ini memang dibenarkan atau tidak,”Cerita seorang tanaga pengajar sebuah sekolah dasar di Kota Tembilahan yang enggan menyebutkan namanya ketika bercerita pada wartawan akhir pekan lalu.

Dituturkannya, beberapa orang rekananya dikenakan biaya sebesar Rp. 100 ribu rupiah untuk mengambil sertifikat tersebut.

Terkait persoalan ini, Kepala UPT Disdik Kecamatan Tembilahan, Anjali ketika dikomfirmasi wartawan mengelak. Menurutnya, pungutan seperti yang ditudingkan itu kalaupun ada itu diluar sepengetahuan dirinya.” Kita tidak pernah melakukan pungutan untuk pengambilan sertifikasi guru dan memang tidak pernah ada perintah untuk itu. Tapi kalau memang ada staf kita yang meminta uang sumbangan sukarela coba komfirmasikan saja langsung sama staff itu.”Ujar Anjali dengan nada suara bergetar dan sekali lagi menekankan terkait persoalan ini dirinya samasekali tidak mengetahui. (fsl)