DIBAWAH PIMPINAN BARU, DISHUBKOMINFO AKAN SEGERA OPERASIONALKAN TIGA ASSET TERBENGKALAI

Kadishubkominfo, H. Fahrolrozy didampingi Sekretaris, TM Syaifullah saat memberikan komfiramsi di ruang kerjanya. selasa (6-3-2012)TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, H. Fahrolrozy dalam waktu dekat kembali akan  memfungsikan tiga asset besar Dinas Perhubungan yang selama ini terbengkalai. Ia akui ini merupakan tugas berat. Namun dengan niat dan kerjakeras, mantan Kepala Dinas Perdagangan ini yakin akan mampu merealisasikan.

“Untuk Bandara Indragiri, Insyaallah pada minggu ketiga bulan maret ini juga akan kembali kita operasikan. Kita akan buka kembali rute penerbangan Tembilahan – Batam menggunakan pesawat bermesin jet. Kedepan kita juga akan buka rute penerbangan Tembilahan – PKU.”Ujar Fahrolrozy memberikan komfirmasi diruang kerjanya, Selasa (6/3/2012).

Dijelaskan lebih jauh oleh Fahrolrozy. Pesawat yang akan digunakan dengan kapasitas 84 penumpang tapi hanya direkomendasikan untuk 70 penumpang. Sebagai langkah promosi, Dishubkomimfo akan memberikan tranportasi gratis TBH menuju Bandara untuk dua bulan pertama.”Sosialiasinya akan kita lakukan di 20 Kecamatan termasuk untuk penjualan tiket. Kedepan, untuk transportasi TBH – Bandara akan kita coba mengadakan Taxi bandara.”Ujarnya.

Disamping Bandara Indragiri, Dishubkominfo juga akan segera mengaktifkan pengoperasikan kembali Terminal Bandar Laksmana Indragiri serta Pelabuhan Parit 21. Menurut penjelasan Fahrolrozy, Untuk Terminal, bulan ini juga akan segera dioperasionalkan. Sebagai langkah awal, Dishubkominfo akan segera memanggil seluruh pengusaha angkutan baik angkutan pedesaan maupun antar kabupaten.

Dalam kesempatan ini, Dishubkominfo juga menyatakan akan  melakukan penertiban mobil angkutan barang, terutama kapasitas besar. Menurut penilaian Fahrolrozy, selama ini angkutan yang tidak pernah diberikan rekomendasi operasionalnya ini oleh Kabupaten begitu bebas melakukan aktifitas tanpa ada memberikan kontribusi terhadap pendapatan Daerah.”jangan kita hanya jadi penonton saja. Ijin angkutan seperti PJ, Pasir dan lain-lain yang rata-rata menggunakan truk besar ini begitu bebas beroperasional padahal  kita tidak pernah memberikan ijin untuk itu. Kita memberikan solusi, boleh mereka tetap beroperasional asalkan ada kontribusi bagi  PAD. Kita akan koordinasikan dengan satlantas polres inhil, Dinas Perdagangan serta Dinas PU untuk pelaksanaannya.” Imbuh Fahrolrozy.

Program lainnya, Dishubkominfo juga akan menertibkan pengusaha TV Kabel. Menurut Kadis yang terkenal mudah bergaul ini, ia cukup mengetahui dengan jelas undang-undang komunikasi. Ia menyatakan akan segera melakukan koordinasi untuk hal ini.

Terakhir, Pelabuhan Parit 21, Dishubkominfo dibawah pimpinan Kadis baru ini juga akan segera mengoperasionalkannya. Untuk ini, dishubkominfo akan berkoordinasi dengan Pelindo, instansi terkait lainnya termasuk para pengusaha. (fsl)

 




Badai Matahari Makin Sering Mengancam Bumi

Jakarta – Tiga ledakan besar terjadi di matahari selama pertengahan terakhir Januari 2012. Fenomena ini menandai bahwa bintang terdekat dari Bumi ini memasuki periode aktifnya.

Menurut peneliti matahari dari Observatorium Bosscha, Dhani Herdiwijaya, aktivitas matahari akan mencapai puncaknya pada tahun 2013. “Matahari semakin aktif hingga tahun depan,” ujar dia saat ditemui di Bandung, 29 Januari 2012.

Matahari merupakan bintang yang mengalami pasang-surut aktivitas. Sejak abad ke-15, peneliti mempelajari perubahan pada matahari dan menemukan bahwa periode aktif matahari berulang rata-rata setiap 11 tahun. Perulangan aktivitas ini kemudian dikenal sebagai siklus 11 tahunan matahari.

Aktivitas matahari bisa dilihat dari jumlah dan ukuran bintik matahari. Bintik ini merupakan daerah dengan medan magnet yang rapat. Akibatnya, suhu permukaan matahari di daerah ini lebih rendah dibandingkan suhu di sekitarnya sehingga terlihat hitam.

Ledakan matahari sendiri terjadi di atas bintik saat medan magnet matahari mengalami arus pendek yang melemparkan partikel bermuatan ke sisi luar tata surya. “Ledakan bisa terjadi sewaktu-waktu,” kata dia.

Saat ledakan terjadi, berbagai observatorium di permukaan Bumi bisa mengetahuinya delapan menit kemudian. Hal ini disebabkan ledakan menghasilkan cahaya terang yang membutuhkan waktu sekitar delapan menit untuk sampai di Bumi.

Partikel yang terlontar dari matahari sendiri membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai di Bumi. Karenanya, manusia memiliki waktu sekitar 2-3 hari untuk bersiap menghadapi badai matahari. Fenomena badai matahari sendiri bisa diibaratkan dengan tsunami. Ledakan terjadi terlebih dahulu, lalu disusul hantaman partikel beberapa waktu kemudian.

Sekarang matahari sedang berada pada siklus ke-24. Periode ini dimulai sejak 2008, ketika kelompok bintik matahari bernomor 1.007 muncul di permukaan. Fenomena apa saja yang terjadi sepanjang periode baru ini bisa diketahui dengan melihat berbagai peristiwa yang terjadi pada siklus sebelumnya.

Pada pertengahan tahun 2000, satu tahun menjelang puncak siklus ke-23, serangkaian badai matahari terjadi di angkasa. Tak ada catatan yang menunjukkan badai ini membahayakan manusia di Bumi.

Meski demikian, bahaya tetap terjadi di luar angkasa. Pada Juli 2000, sebuah flare kelas X5 mengakibatkan terjadinya badai matahari kuat. Kejadian ini mengganggu satelit GPS, sehingga akurasi penentuan posisi amburadul selama beberapa jam. Pada hari yang sama, beberapa perusahaan listrik juga mengalami gangguan.

Badai yang sangat besar juga berdampak pada pembentukan aurora. Penduduk Texas yang berada jauh dari kutub bisa menyaksikan aurora terang.

Badai besar lain juga terjadi pada puncak aktivitas matahari, April 2001. Ketika itu aurora bisa disaksikan hingga Meksiko dan Eropa sebelah selatan. Pada Oktober 2003, matahari mulai mengalami penurunan aktivitas, namun flare masih terjadi. Sebuah flare kategori X17 menciptakan aurora yang bisa disaksikan hingga Florida dan Texas.

Menurut Dhani, selama satu tahun mendatang, bintik matahari terus tumbuh di permukaan matahari sehingga ledakan skala besar sangat mungkin terjadi. “Semakin mendekati puncak siklus (tahun 2003), flare semakin besar dan intensif,” kata dia.

Manusia sendiri tak perlu khawatir peningkatan aktivitas matahari ini membahayakan nyawa. Ancaman terbesar justru berada pada peralatan bikinan manusia yang berada di orbit, seperti satelit artifisial. Jika flare kelas X terjadi dan terlepas ke Bumi, satelit yang melintas di sekitar kutub mengalami gangguan teknis, bahkan bisa padam sementara. Jika hal ini terjadi, sistem navigasi bisa terganggu sebagaimana terjadi pada tahun 2000.

Badai matahari juga bisa mengganggu jaringan listrik sebuah negara. Sebagaimana terjadi pada tahun 1989–pada siklus ke-22–ketika badai matahari skala besar menghantam atmosfer. Serangan ini membuat medan magnet Bumi di sekitar kutub menjadi tak stabil. Pembangkit listrik di Provinsi Quebec, Kanada, adalah yang paling terdampak. Lonjakan tegangan listrik menjadi tak terkendali, memicu terbakarnya sekring sebuah transformator utama. “Serangan ini berlangsung 90 detik, menyebabkan padamnya listrik di seluruh Quebec,” ujar Dhani.

Setelah kejadian ini, enam juta orang yang bergantung pada pembangkit listrik harus hidup tanpa cahaya. Selama 12 jam, aktivitas perekonomian di Quebec lumpuh total. Sekolah-sekolah juga diliburkan, sementara jaringan transportasi umum berhenti beroperasi.

Gangguan oleh badai matahari juga terjadi di lantai bursa. Pada September 1989, badai matahari kembali mempengaruhi medan magnet Bumi di sekitar kutub. Kanada kembali menjadi negara terdampak. Komputer pribadi di penjuru Kanada mengalami kerusakan sementara. Bursa efek ikut terpengaruh. Selama tiga jam, cakram keras di pusat data bursa terganggu, menyebabkan perdagangan di lantai bursa berhenti.(tempo.co/dro)

ANTON WILLIAM




Badai Matahari Melanda Bumi, Tanda Kiamat?

www.detikriau.org –Badai Matahari memang sangat banyak menjadi perbincangan sekarang ini. Badai yang mahadahsyat ini akan berbentuk seperti tsunami matahari. berikut ini paparan sebuah berita tentang Badai matahari yang kami kutip dari Vivanews.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) memperkirakan puncak aktivitas matahari akan terjadi antara tahun 2012 hingga 2015. Saat itu akan terjadi badai matahari.

Meski perlu diwaspadai, badai itu tidak sampai menghancurkan peradaban di muka bumi. Yang paling dirasakan adalah perubahan iklim yang sanget ekstrem.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Elly Kuntjahyowati dalam rilisnya yang diterima VIVAnews, Kamis 4 Maret 2010, menuturkan antariksa memang memiliki fenomena yang dinamis.

Fenomena ini berupa cuaca antariksa. Cuaca antariksa disebabkan aktivitas matahari yang melontarkan miliaran ton partikel, plasma berenergi tinggi, dan radiasi gelombang elektromagnetik. Lontaran partikel dan radiasi yang mengarah ke bumi akan mempengaruhi lapisan atmosfer, sistem teknologi, serta aktivitas manusia di antariksa dan bumi.

Matahari, kata dia, sebenarnya memiliki siklus dan tidak diam. Matahari mengalami ledakan-ledakan yang bisa sampai ke bumi. Selain itu, matahari memiliki berbagai aktivitas yaitu medan magnet, bintik matahari, flare (ledakan matahari), lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik.

“Masyarakat banyak menghubungkan antara badai matahari tersebut dengan isu kiamat 2012 yang berasal dari ramalan Suku Maya. Ternyata, dari hasil pengamatan Lapan, badai matahari tidak akan langsung menghancurkan peradaban dunia,” kata dia.

Efek badai tersebut yang paling utama akan dirasakan pada teknologi tinggi seperti satelit dan komunikasi radio. Satelit dapat kehilangan kendali dan komunikasi radio akan terputus.

Efek lainnya, aktivitas matahari juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Ketika ativitas matahari meningkat, maka matahari akan memanas. Akibatnya, suhu bumi meningkat dan iklim berubah. Partikel-partikel matahari yang menembus lapisan atmosfer bumi akan mempengaruhi cuaca dan iklim bumi. Dampak yang ekstrem peningkatan aktivitas matahari diduga dapat menyebabkan kemarau panjang. Namun, hal ini masih dikaji oleh para peneliti.

Untuk menenangkan masyarakat, Lapan akan mengadakan sosialisasi mengenai Fenomena Cuaca Antariksa 2012 hingga 2015 pada acara seminar Center for Remote Sensing and Ocean Sciences (Cresos) International Symposium on South East Asia and Pasific Environtemt Problems and Satellite Remote Sensing di Universitas Udayana, Bali.

Semoga ketakutan yang kita rasakan akan terjadinya Badai Matahari ini yang bisa membuat kiamat 2012 tidak akan terjadi. (sumber : Vivanews.com/ m-wali.blogspot.com)




HMKI BERI WAKTU 3 HARI PADA PT.RBH

PENGALIHAN-KERITANG (www.detikriau.org) – Demontrasi puluhan massa yang tergabung dalam HMKI ditindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan di ruang pertemuan kantor lurah Desa Pengalihan Kecamatan Keritang, Senin (5/3/2012).

Pantauan lapangan www.detikriau.org, pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan PT.RBH, Saharudin, Assisten II Setdakab Inhil, Ir. H. Syafrinal Hedy, Kepala Dinas PU, Ir. H. Tengku Eddy Efrizal, MP, Camat Keritang, Ahmad Ramani dan beberapa pejabat dilingkungan Setdakab Inhil itu diwarnai dengan aksi walk out demonstran karena mereka menganggap perwakilan yang dihadirkan pihak PT.RBH bukan dihadiri oleh pejabat yang berwenang untuk mengambil keputusan.

Dalam pertemuan itu, perwakilan PT.RBH, Saharudin berdalih bahwa PT.RBH sudah menunjukkan komitmen yang jelas untuk melakukan perbaikan jalan sesuai dengan Mou yang telah dengan Dinas PU Provinsi Riau beberapa waktu lalu. Hanya saja dijelaskannya, kontraktor (PT. YUDA. red) yang telah ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan sejak 6 bulan yang lalu tanpa memberikan alasan yang jelas sampai hari ini belum juga melaksanakan Surat Perintah Kerja (SPK) yang sudah diberikan.

Puluhan Massa demonstran sambil berjalan kaki melakukan orasi mengecam PT.RBHMenurut Saharudin, dalam pertemuan yang tidak  diikuti lagi oleh massa HMKI ini, mereka sudah menerima surat dari Dinas PU Kab. Inhil yang isinya mempertanyakan kenapa PT. RBH belum juga melakukan perbaikan jalan sesuai dengan MoU yang sudah dibuat. Atas dasar surat ini menurut saharudin lagi, pihak perusahaan juga sudah memberikan surat teguran sebanyak dua kali kepada PT.YUDA tapi belum juga mendapat jawaban.”Dalam hal ini tentu kami sebagai pihak yang juga dirugikan. Kita kembali akan menyurati PT.YUDA, kalau dalam surat tegoran ketiga ini tidak juga ada kepastian, kita bisa beralih kepada kontraktor yang lain,” Terang Saharudin

Berdasarkan informasi yang diterima dari sumber lapangan www.detikriau.org, massa demonstran memberikan tempo waktu selama tiga hari terhitung sejak hari ini, senin 5/3/2012 agar PT.RBH segera melakukan perbaikan kerusakan jalan yang telah mereka lakukan. Apabila tidak juga dipenuhi, mereka mengancam akan mengerahkan massa dengan jumlah yang jauh lebih besar. Sayangnya sampai berita ini dirilis, www.detikriau.com belum berhasil mendapatkan komfirmasi langsung kepada ketua HMKI, Supriyadi.(fsl)




Jalan Penghubung Ke Kecamatan GAS Semakin Memprihatinkan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Tibanya musim hujan ini semakin membuat kondisi ruas jalan lintas yang menghubungkan Kecamatan Batang Tuaka – Gaung Anak Serka (GAS) di Kabupaten Inhil kian hari semakin parah.

Pantauan dilapangan, kerusakan ruas jalan tersebut mulai terasa dari Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka hingga Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan GAS. Tidak hanya berlubang dan penuh lumpur, di beberapa titik terlihat badan jalan tersebut sudah terputus dan hanya diperbaiki oleh masyarakat setempat secara swadaya dengan menumpukkan kayu ataupun batang kelapa sebagai penyambung jalan agar bisa dilewati.

Menurut Rudi (25) warga Kecamatan GAS,Senin  (5/3), ia mengeluhkan kondisi jalan penghubung Kecamatan Batang Tuaka-GAS yang semakin hari semakin memprihatinkan. Padahal, jalan tersebut sangat vital bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, karena disamping untuk keperluan lalu lintas masyarakat, jalan tersebut juga digunakan oleh para petani untuk mengangkut hasil pertanian mereka.

“Melihat kondisi jalan seperti itu, kalau tidak ada keperluan yang penting dan mendesak, diupah orangpun jalan ke Tembilahan saya tak mau,” kelakarnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Adi (25) salah seorang Mahasiswa UNISI  yang ditemui saat melintasi jalan tersebut juga mengeluhkan hal senada. Dikatakannya, kondisi jalan itu sudah banyak memakan korban, baik pengendara sepeda motor maupun mobil angkutan penumpang dan barang.

“Kemarin waktu saya lewat disini, ada pengendara sepeda motor yang terjatuh karena terperosok kedalam lubang besar. Belum lagi kendaraan roda empat sampai ada yang harus bermalam disini akibat terpuruk,” ceritanya dengan semangat.

Dijelaskannya lagi, kondisi jalan yang rusak tersebut akan semakin mengkhawatirkan para pengguna jalan apabila musim hujan dan air pasang, karena jalan yang berlubang akan tertutup genangan air dan menjadi sangat licin.

“Pejam mata sajalah kalau lewat jalan ini. Kita sudah tidak bisa memilih jalan mana yang bagus, sebab di bagian kiri dan kanan jalan sudah berlubang, apalagi kalau ditengahnya,” pungkasnya.

Untuk itu, ia sangat berharap pemerintah dapat memperbaiki kerusakan jalan penghubung Kecamatan Batang Tuaka-GAS secepatnya, karena keberadaan jalan sebagai sarana transportasi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat. (suf)




PT.RBH KEMBALI DI DEMO MASYARAKAT.

Bentuk Kekecewaan Atas Rusaknya Ruas Jalan Akibat Tranfortasi Batu Bara.

Truk Angkut Batubara milik PT.RBH seperti ini yang dituding masyarakat biang kerusakan jalanPENGALIHAN – KERITANG – Puluhan Mahasiswa dan Pelajar beserta masyarakat saat ini sedang melaksanakan aksi demontrasi. Senin (5/3/2012). Aksi ini sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang terjadi akibat tranportasi angkutan batubara milik PT. Riau Bara Harum (PT.RBH).

Berdasarkan sumber www.detikriau.org dilokasi demo, rombongan massa terlihat mulai berkonsentrasi dilapangan bola sejak pukul 13.30 WIB. Kemudian sekira pukul 14.00 WIB, masa bergerak ke depan bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 04 Pengalihan Keritang yang berjarak kurang lebih 100 M dari lapangan bola. Dilokasi ini direncanakan massa akan memberhentikan kendaraan truk PT.RBH yang kedapatan melintas.

“Kita hanya menuntut tanggungjawab pihak perusahaan atas terjadinya kerusakan badan jalan akibat aktifitas tranportasi batu bara milik mereka. Dulu jalan ini mulus dan sekarang sudah hancur lebur.” Sekelumit orasi yang sempat terdengar keluar dari megaphone ditangan orator.

Dari pantauan sumber www.detikriau.org, rombongan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Keritang Inhil (HMKI) yang diketuai Supriyadi dalam aksi kali ini juga didampingi tokoh pemuda masyarakat setempat, Ambok Pinabung.

Aksi demo dikawal oleh puluhan petugas pengamanan dari kepolisian. Juga terlihat hadir dilokasi demo Asisten II Sekdakab Inhil, H, Syafrinal Hedi.

Kendaraan truk angkutan batubara milik PT.RBH yang biasanya ramai melintasi jalur ini, sejak siang hari tadi menurut informasi sumber tidak terlihat satupun melintas. Saat berita ini dirilis, massa masih melaksanakan aksi demontrasi dan kini mulai bergerak kearah Depan Kantor Lurah. (fsl)