Warga Simbar Tewas Ditikam Sahabat Lama

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Parit 8 Desa Simbar Kecamatan Kateman H. Jabir (58), akhir pekan lalu sekitar pukul 08.15 WIB tewas ditikam di Pelabuhan Penumpang desa setempat. Adapun pelakuknya diketahui bernama H. STN (48) warga Kecamatan Batu Aji Batam Kepulauan Riau (Kepri).

Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan S.Ik melalui Kapolsek Kateman Kompol Sugeng Hariyanto, mengatakan kronologi kejadian yang merenggut nyawa korban  berawal pada saling sapa antara sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Namun entah karena apa, tiba-tiba pelaku terlibat pertengkaran dan berakhir dengan perkelahian yang menyebabkan korban dihadiahi tikaman badik dibagian dada, sehingga langsung terjatuh dan bersimbah darah.

“Mereka sudah saling kenal. Karena sudah lama tidak berjumpa, mereka saling bersalaman dan bercerita, Kemudian dalam waktu tidak terlalu lama, setelah terjadi perbincangan kemudian mereka terlibat pertengkaran dan berakhir dengan hadiah tusukan badik didada korban yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dari tangan tersangka, Polisi berhasil mengamankan sebilah badik yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.” Ujar Kapolsek memberikan komfirmasi.

Dilanjutkan Kapolsek, Korban sudah dibawa pihak keluarga, setelah sebelumnya dilakukan visum oleh pihak medis. Sedangkan pelaku saat ini sudah kita amankan di Mapolsek Kateman,” ujaranya.

Saat ini Polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, dengan mengumpulkan barang bukti dan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi yang dinilai mengetahui persistiwa ini. “Masih dalam penyelidikan, namun dugaan sementara karena selisih paham,” Pungkasnya.(Fen)




PREMAN TURUN TANGAN, RENCANA DEMO HMKI DITUNDA

Siapa yang bermain?

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –   Rencana aksi demo lanjutan yang direncanakan kembali akan digelar HMKI dengan menggandeng AMLS, senin (26/3) akhirnya terpaksa ditunda. Penundaan ini menurut Aktivis HMKI, Supriyadi terkait peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh puluhan preman bersenjata parang panjang kerumah kediaman orang tuanya pada jum’at (23/3) kemaren.  

“Saya sudah rembukan dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat termasuk kawan-kawan mahasiswa, untuk sementara, kita terpaksa melakukan penundaan rencana aksi demo itu untuk menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan yang tentunya sama-sama tidak diinginkan,” Jelas Supriyadi kepada detikriau.org yang mengaku saat itu baru saja menyampaikan surat penundaan aksi demonstrasi ke pihak Polres Inhil di Tembilahan, sabtu (24/3).

Aksi penyerangan itu menurut penuturan Supriyadi terjadi Jum’at sekira pukul 09.00 Wib di kediaman orangtuanya. 20 orang preman dalam kondisi mabuk dan bersenjatakan parang panjang menyatakan ancaman agar Supriyadi mengurungkan niat untuk melaksanakan aksi demo pada senin itu.”Kebetulan saat itu saya sedang berada di Belilas Kab. Inhu karena ada sedikit rembukan dengan kawan-kawan mahasiswa.” Ungkap Supriyadi.

Ketika dipertanyakan oleh detikriau.org kenapa kejadian ini tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian?. Supriyadi mengatakan seharusnya tidak perlu adanya pengaduan karena kejadian itu pihak kepolisian setempat mengetahui.” Preman itukan sempat bertahan sampai dinihari dirumah kediaman orang tua saya dan akhirnya baru meninggalkan lokasi setelah ditenangkan oleh aparat kepolisian setempat. Saya hanya heran saja, kok hanya ditenangkan, kenapa tidak ditahan karena ini jelas tindak kriminal. Saya justru menduga sudah ada skenario terkait peristiwa ini” Ujar Supriyadi.(fsl)




JELANG KENAIKAN HARGA, STOK BBM DIPASTIKAN AMAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Operation Head (OH) Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Tembilahan, Abdul Halim nyatakan,  menjelang kenaikan Harga, Stok BBM untuk masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir dipastikan aman.

”Dari persediaan kita yang ada saat ini, untuk BBM jenis premium kita masih memiliki persediaan sampai 6 hari kedepan, Solar sampai 7 hari kedepan dan minyak tanah bahkan masih mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat sampai 13 hari kedepan,” Jelas Abdul Halim ketika ditemui detikriau.org diruang kerjanya, sabtu (24/3).

Esok harinya (hari ini, minggu 25/3/2012. Red) ditambahkan Abdul Halim, Terminal BBM  Tembilahan kembali mendapatkan tambahan pasokan.”esok tangker minyak kita akan datang membawa tambahan persediaan BBM jenis minyak tanah sebanyak 800 kl dan solar sebanyak 1600 kl. Setelah bongkar, pasokan akan datang lagi membawa 1000 kl premium dan tambahan lagi sebanyak 1600 kl solar. Dengan persediaan ini, sesuai perhitungan, kita pastikan menjelang kenaikan harga, stok kita tidak ada masalah,” Papar Abdul Halim sambil menjelaskan bahwa terminal BBM seberang Tembilahan memiliki kapasitas daya tampung sebanyak, 1240 kl premium, 2455 kl minyak tanah dan 6580 kl solar.

Dalam pertemuan itu juga, detikriau.org juga sempat mempertanyakan mengenai pernyataan Abdul Halim beberapa waktu lalu saat diadakan pertemuan membahas antisipasi kenaikan harga BBM di ruang rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil bahwa menurutnya ada keterlibatan Oknum berbaju hijau dan coklat dalam aktivitas pedagang pelansir BBM.

Mendapat pertanyaan ini, Abdul Halim sempat tersenyum. Menurutnya, ada terjadinya sedikit kesalahan persepsi yang bisa berakibat besar mengenai pernyataan itu. ” Sebelumnya kita minta maaf, yang jelas ada sedikit kesalahan penafsiran mengenai kalimat itu. Apa yang saya lontarkan saat itu bukan kejadian di kabupaten Inhil. Tapi suatu kejadian saat saya bertugas di suatu tempat beberapa waktu yang lalu. Mungkin ini yang terlewatkan dari penangkapan kawan-kawan wartawan sehingga terjadinya kesalahan persepsi dalam penulisan pemberitaan.” Jawab Abdul Halim sambil meminta agar pernyataan itu dapat untuk dikoreksi agar tidak menimbulkan konotasi yang tidak baik ditengah masyarakat.

Diakhir pembicaraan, Abdul Halim mengemukakan bahwa dibeberapa tempat dimana ia pernah bertugas, ia memiliki hubungan dekat dengan kalangan pers terutama untuk menjalin kerjasama penyebaran informasi mengenai berbagai program kemasyarakatan yang dijalankan oleh Pertamina.”Pintu saya selalu terbuka untuk kawan-kawan pers, silahkan datang atau telpon saya kalau memang ada yang harus dipertanyakan. Saya pasti akan memberikan jawaban tetapi tentunya sesuai pengetahuan dan batas kewenangan saya.”Pungkasnya mengakhiri. (fsl)




JALAN KOTA HANCUR LEBUR, REKANAN DIMINTA BERTANGGUNGJAWAB

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Aktivitas truk pembangunan Gedung Universitas Islam Indragiri, Gedung Islamic Center dan Venue PON Futsal telah membuat sebagian besar jalan di Kota Tembilahan seperti kubangan kerbau dengan lubang-lubang yang menganga di sana sini.

Dari pantauan, beberapa ruas jalan kota yang sekarang dalam kondisi hancur lebur tersebut diantaranya adalah sepanjang jalan Telaga Biru dan Jalan Pendidikan. Kondisi ini banyak mendapat keluhan warga karena aktivitas keseharian mereka sudah terganggu, baik akibat debu jika hari panas, dan kubangan lumpur jika hari hujan.

Terkait hal ini, Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Gunawan ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil pihak terkait untuk meminta pertanggung jawaban kondisi jalan tersebut.

“Mereka semua sebenarnya sudah profesional dalam pekerjaan, namun apa yang telah mereka lakukan dalam mengejar pembangunan telah menimbulkan kerugian yang banyak pada masyarakat kota, untuk itu mereka akan kita tindak, karena sudah dinilai membandel, , “kata Edy Gunawan, Jum’at (23/3).

Kembali ditegaskan Edy, pihak rekanan yang melakukan pekerjaan pembangunan tiga proyek di atas dalam waktu secepatnya harus memperbaiki jalan tersebut, persis seperti jalan yang ada sewaktu proyek ini belum dikerjakan, bukan menunggu pekerjaan pembangunan gedung itu selesai, “Masa kelas jalan seperti ini dipaksakan angkutan sebesar itu, “ujar Edy dengan nada kesal. (fen)




Dispenda Diminta Tingkatkan PAD Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) meminta kepada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Inhil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini dinilai penting guna peningkatan partisipasi dalam pelaksanaan pembangunan di Bumi yang berjuluk Negeri Seribu Jembatan ini.

Demikian disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Inhil Herwanisstas, kepada detikriau.org kemarin. Dia menilai jika kekreatifan Dispenda dalam mengelola PAD terus diasah dan ditingkatkan sebagaimana yang telah disampaikan maka hasilnya juga akan maksimal.

“Dispenda harus kreatif mencari sumber-sumber lain, jangan hanya mengandalakan sumber PAD yang sudah pasti,” tegasnya.

Sudah waktunya, dikatakan lagi oleh Sitas sapaan akrab Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa ini, Inhil harus mampu meningkatkan PAD karena di daerah Inhil begitu banyak potensi yang belum dikelola dengan benar, di antaranya, retribusi parkir, retribusi pasar, dan retribusi pemanfaatan berbagai fasilitas daerah.

Dijelskan Sitas lebih jauh, apa yang disampaikan oleh Dewan dalam hal ini Komisi II adalah bentuk dari kepedualian wakil rakyat untuk mendongkrak pendapatan asli daerah. “Kita melihat target PAD yang disampikan Dispenda pada tahun 2012 ini jauh dari realisasi PAD di tahun 2011 silam,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, kata dia, Dispenda harus jeli dalam mencari sumber-sumber PAD sehingga apa yang telah tercapai pada tahun sebelumnya, di tahun 2012 ini tidak sampai terjadi penurunan target. “Paling tidak target PAD sekarang harus sama dengan realisasi tahun kemarin,” cetusnya.

Hal senada juga disebutkan Anggota Komisi II DPRD Inhil lainnya, H Bakri, menurut dia, target dan pencapaian PAD tahun demi tahun harus mengalami peningkatan secara gerafik. Apalagi bila dilihat dari bertambahan penduduk dan pembangunan di Kabupaten Inhil, yang terus mengalami peningkatan.

“Target PAD, harus menjadi catatan kita semua. Jika pencapaian dan  target selalu mengalami penurunan tahun demi tahun, sama artinya terdapatnya sebuah ke gagalan dalam memenej pendapatan daerah,” sambungnya.

Pihaknya berharap eksekutif segera membuat regulasi atau aturan yang mendukung tergarapnya potensi-potensi lain yang bisa meningkatkan pendapatan daerah. Yang lebih tepat SKPD tidak selalu tergantung pada peraturan daerah terutama sekali terhadap retribusi yang ada saat ini.

”Kita berharap instansi terkait harus mampu membuat inovasi untuk meningkatkan PAD,” tutur ketua prasksi PBR ini.(fen)




DEWAN: ALASAN PT. WIKA TERLALU DIBUAT-BUAT

Sesalkan Aparat Berwenang yang Terkesan Tutup Mata

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Gunawan mengatakan alasan pembenaran yang diberikan oleh PT. WIKA mempergunakan kendaraan truk kapasitas besar melakukan mobilisasi material proyek terlalu dibuat-buat. Bahkan Asun, panggilan akrab politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga sempat menyesalkan sikap aparat berwenang yang terkesan tutup mata.

“Dengan tekstur tanah kita yang sangat labil, tentunya mempergunakan kendaraan besar akan menimbulkan resiko yang juga besar. Buktinya, kendaraan mereka amblas karena daya tahan badan jalan tidak mampu menanggung beban kendaraan yang berisi puluhan ton muatan material proyek mereka. Kondisi seperti ini apa tidak sebaliknya semakin membuat banyaknya waktu yang terbuang?. Jadi menurut saya alasan mereka terlalu dibuat-buat” Jawab Asun membantah alibi pembenaran yang diberikan PT. WIKA.

Kembali diperjelas Asun, sebelumnya, terpuruknya kendaraan mobilisasi material milik PT. WIKA ini juga sudah pernah terjadi dan Dewan sudah memberikan peringatan akan hal itu.” Kita sudah pernah mewanti-wanti mereka. Tapi tidak mereka indahkan. Jangan dengan sempitnya waktu menjadi alasan pembenaran bagi mereka untuk berbuat seenaknya,” Kritik Asun.

Dilanjutkannya, yang juga patut menjadi kekhawatiran, dengan bobot kendaraan dan muatan yang demikian berat, saat melintasi oprit jembatan tentu juga akan rentan menimbulkan kerusakan. Sementara menurut Asun, untuk tahun ini perawatan oprit jembatan itu ditangani oleh pihak Provinsi,” Kondisi seperti ini seharusnya mendapat pengawasan ketat dari aparatur berwenang,  jangan malah terkesan tutup mata,” Sindir Asun mengakhiri.

Sampai jum’at (23/3). Dua kendaraan mobilisasi material proyek milik PT. WIKA asal Tangerang itu masih belum berhasil dievakuasi. Muatan besi batangan terpaksa dibongkar ditempat dan kembali diangkut dengan kendaraan kapasitas kecil menuju lokasi proyek. (fsl)