ABDUL WAHID SIAP EMBAN AMANAH PARTAI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau, Abdul Wahid sebutkan kalau memang kehendak partai, sebagai kader ia akan siap untuk maju sebagai balon Bupati Inhil 2013 – 2018.

Pernyataan ini disampaikannya ketika ditemui detikriau.org di gedung DPC PKB Inhil di Tembilahan, Kamis (29/3).” Kalaulah seandainya memang partai menilai saya layak, tentunya sebagai kader saya akan siap menerima amanah itu. Jika ditanyakan masalah kesiapan, tentunya partai sudah memiliki penilaian-penilaian sendiri,” Jawab Abdul Wahid berdiplomatis.

Dijelaskan Abdul Wahid, sesuai persyaratan yang dimintakan undang-undang, sebuah parpol berhak untuk mengusung calon apabila memiliki sedikitnya 15 persen kursi di DPRD. Dari 45 kursi di DPRD Inhil, PKB sudah memiliki 6 kursi.”artinya kita masih butuh satu kursi lagi untuk memenuhi apa yang disyaratkan dalam Undang-Undang. Namun itu tentunya tidak jadi sebuah kemutlakan. Mungkin yang menseleksi itu bukan hanya PKB tetapi juga partai lainnya. Sekali lagi kalau memang Partai memberikan penilaian layak kepada saya, saya akan maju,” Jawabnya dengan nada tegas.

Ketika disinggung oleh detikriau.org apa yang menjadi komitmen dirinya apabila terpilih sebagai Bupati Inhil mendatang. Abdul Wahid nyatakan tidak akan memberikan komitmen.” Saya tidak ingin katakan sebuah komitmen tetapi sebagai putra daerah, saya hanya berniat akan bekerja dengan benar untuk membawa Inhil kearah yang lebih bagus.” Pungkasnya. (fsl)




LUKMAN EDY WAKAFKAN ABDUL WAHID

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Lukman Edy, salah seorang Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB). dengan tegas berikan restu untuk wakafkan Abdul Wahid maju menjadi pemimpin nomor satu di Inhil sepeninggalan Indra Muchlis Adnan. Diakuinya, tahun 2013 merupakan momentum yang paling tepat mempersembahkan kader-kader terbaik PKB untuk mengabdi pada masyarakat dan sekaligus tahun 2013 ini juga merupakan momentum yang paling baik untuk regenerasi pemimpin daerah.

“Setakat ini, PKB tidak dalam posisi siap atau tidak siap mengusung kader untuk menjadi Bupati. Namun yang jelas, PKB sudah lakukan proses rekruitmen calon pemimpin dan pendidikan politik bagi kader. Kata yang lebih tepat, dengan semua proses itu saya nilai kini PKB sudah siap untuk mewakafkan kader-kader terbaiknya untuk mengabdi kepada masyarakat,” Jawab Lukman Edy ketika dimintai tanggapan oleh detikriau.org terkait pemberitaan majunya Ketua DPW PKB Provinsi Riau, Abdul Wahid sebagai bakal calon Bupati Inhil periode 2013 – 2018, kamis (29/3) di Tembilahan.

Dijelaskan LE, sebutan akrab untuk mantan Mentri PDT yang kini juga menjabat sebagai salah satu anggota DPR RI ini, selama 15 tahun PKB hanya menjadi penonton dan memberi dukungan kepada calon-calon yang ada, kini sudah saatnya ia menilai PKB harus mengusung perahu sendiri dan membuka komunikasi dengan partai lain.

2013 ini ditegaskan LE, PKB sudah siap.  2013 merupakan tahun yang baik untuk memberikan pengabdian pada masyarakat dan tahun 2013 ini juga merupakan masa regenerasi pemimpin-pemimpin daerah.

Partai Politik (Parpol), menurut LE,  pada dasarnya hanya sebagai wadah pendidikan politik dan rekruitmen kepemimpinan. Tahun 2013 ini merupakan tahun pergantian. Indonesia sudah melewati masa transisi yang panjang. Kedepan tentunya suasanya sudah berubah bukan lagi suasana transisi. Masa transisi mengalir berdasarkan maunya situasi. Misalnya situasi mengharuskan pemerintah hanya menunggu. Namun sekarang pemerintah harus bertindak proaktif memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dulu tidak dinamis tetapi sekarang harus dinamis. Dulu lebih banyak melakukan konsolidasi internal aparatur namun sekarang harus sudah berbuat keluar.

“Intinya suasana  memang sudah berbeda, makanya pemimpin kedepan tidak cukup hanya memiliki kapasitas dan kapabilitas tetapi juga harus memilki karakter. Untuk Riau, kita tidak bisa berharap banyak pada pemimpin-pemimpin yang tidak memiliki karakter. Masa transisi, rakyat menerima apa adanya karena rakyat memang memahami situasinya memang mengharuskan seperti itu namun kedepan rakyat sudah tidak mau menunggu lama untuk adanya perubahan.” Ujar LE yang juga adik kandung Bupati Inhil, Indra M Adnan ini dengan tutur bahasa tenang dan teratur.

Untuk menjadi Bupati atau Gubernur,menurut penilaian LE, batasan parpol sudah sangat kecil, paarpol hanya sebuah perahu yang berkontribusi sekitar 12 persen dari keberhasilan untuk pemenangan seorang balon. Selebihnya ditentukan rakyat dengan menilai seorang pigur balon itu sendiri.

Ketika disinggung oleh detikriau.org, dari kader PKB sendiri, siapa pigur yang dinilai LE yang tepat sebagai calon pemimpin. “ untuk Bupati PKB memiliki Abdul Wahid wakilnya ya bisa saja Dani, Taufiqurahman dan Herwanissitas.” Ketika kembali disinggung detikriau.org untuk Gubernur, siapa kader yang disiapkan PKB, sambil tersenyum LE sebutkan, “Gubernur, ya ada lukman Edy” Ujarnya dengan suara mantap.(fsl)




HTI Inhil Gelar Aksi Damai Tolak Kenaikan BBM

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Sekitar 30-an massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) wilayah Indragiri Hilir (Inhil) menggelar aksi damai penolakan kenaikan BBM jenis Solar dan Premium, di perempatan jalan M Boya Tembilahan Kamis (29/3).

Dalam orasinya, mereka menyebutkan kebijakan terhadap rencana pemerintah untuk menaikan BBM merupakan kebijakan zionis dan kapitalisme yang tidak berpihak kepada rakyat. Puluhan aktivis HTI lebih kurang selama 1 jam yakni dari pukul 16.00-17.00 WIB disertai dengan membagikan Maktab I’lami (Pernyataan Sikap, red) kepada para pengendara yang melintas di kawasan itu.

Mereka juga mengusung puluhan spanduk yantg berisikan penolakan terhadap rencana kenaikan harga BBM dan kecaman atas kebijakan tidak populis ini. Dikatakanya, Hizbut Tahrir Indonesia secara tegas menolak rencana kenaikan BBM. Karena kebijakan pemerintah ini merupakan kebijakan yang zalim dan akan menambah penderitaan masyarakat.

”Kebijakan ini merupakan, kebijakan-kebijakan kapitalis dan untuk meliberalkan pengelolaan sumber daya alam, khususnya Migas yang bertentangan dengan hukum dan Syari’at Islam,”sebut Ketua Perwakilan HTI Inhil, Zyahroji pada kesempatan itu.

Setelah menyampaikan orasi sekitar satu jam tersebut, puluhan massa HTI yang juga terdiri dari kalangan perempuan yang sebagian besar mengenakan jubah hitam dan bercadar tersebut, akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Tentu aksi ini mendapat perhatian masyarakat kota Tembilahan, khusunya aparat kepolisian dalam hal ini melakukan pengawalan demi tertib aksi tersebut. Tampak dari puluhan aparat yang melakukan pengawalan ini Kabag Ops Polres Inhil, Kompol Yuniar Ary dan Kasat Lantas, AKP Suratman serta beberapa perwira lainya.(fen)




DIREKTUR RSUD PH BANTAH DOKTER LAKUKAN KESALAHAN DIAGNOSA

Terkait Adanya Ancaman Gugatan Dari Salah Seorang Keluarga Pasien

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH), Dr. Irianto menilai diagnosa yang dilakukan dokter RSUD PH kepada H. Anwar sudah sesuai prosedur tindakan medis.

“Diagnosa telah dilakukan sesuai aturan. Hasilnya, Dokter menilai ada dua dugaan yang mungkin  yakni usus buntu dan inpeksi lambung. Diagnosa dilakukan sesuai prasarana yang kita miliki. kalaulah memang ada perbedaan hasil diagnosa oleh dokter di Pekanbaru itu tergantung dari hasil pemeriksaan yang mereka lakukan dan prasarana medis yang dimiliki,” Ujar Dr. Irianto ketika sempat dipertanyakan terkait ancaman pihak salah satu keluarga pasien atas dugaan adanya kesalahan diagnosa oleh dokter RSUD PH beberapa waktu lalu.

Menurut Irianto juga, ia sendiri pernah melakukan diagnosa tapi ketika diperiksa oleh dokter lain, nyatanya hasil diagnosanya berbeda dengan saya. Saya nilai itu hal yang wajar. Bagaimanapun juga, rangkaian diagnosa yang dilakukan itu hanya untuk menduga, kira-kira apa penyakit yang dialami oleh seoran pasien. “Sekali lagi itu hanya untuk menduga dan tentunya bukan suatu kepastian”. Jelas Irianto saat ditemui disela-sela kegiatan Musrenbang RKPD 2013 di gedung Engku Kelana Tembilahan, Rabu (28/3).

Terkait ancaman gugatan pihak keluarga pasien H.Anwar menurut Irianto adalah hal yang wajar.” Itu memang menjadi hak siapapun juga, tapi yang perlu saya tekankan adalah bahwa kita telah lakukan penanganan sesuai prosedur.” Tegas Irianto.

Kata Irianto lagi, Diagnose didasarkan pada pemeriksaan klinis, laboratorium dan penjelasan pihak keluarga pasien. “Kan H. Anwar, belum kita lakukan operasi dan keluarga pasien saat itu meminta membuat rujukan ke Pekanbaru. Apa yang kita sampaikan tentunya sesuai hasil pemeriksaan kita dan sekali lagi didasarkan pada kemampuan parasarana yang kita miliki.” Pungkas Irianto.(fsl)




JUNI 2012, KUA PPAS 2013 HARUS SUDAH DISERAHKAN KE DPRD

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang direncanakan berlangsung selama dua hari, Rabu (28/3) dan Kamis (29/3) bertempat di Gedung Engku Kelana Tembilahan dibuka secara resmi oleh Bupati Inhil, DR. Indra M Adnan.

Dalam kata sambutannya Bupati menegaskan bulan juni 2012 mendatang, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Perhitungan Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2013 sudah harus selesai dan disampaikan ke DPRD Inhil. Dengan ini diharapkan keterlambatan APBD tahun ini tidak akan terulang kembali ditahun mendatang.

“Karena keterlambatan, tahun ini kita mendapat peringatan. Walaupun sebenarnya kerugian secara materi tidaklah terlalu berarti karena sanksinya hanya berupa penundaan pembayaran, tapi peringatan ini tentunya membuat kita malu. Yang sangat saya kesalkan, APBD kita disahkan lebih dulu dari 6 kab lainnya tapi ternyata prosesnya lebih lambat. kita satu-satunya kabupaten yang mendapat peringatan keras dan mendapatkan sanksi penundaan pembayaran senilai kurang lebih 8 milyar hanya karena kita tidak pernah iklas untuk bekerja baik.” Ungkap Bupati dengan nada serius.

Dalam kesempatan itu,  Bupati juga berharap, Peringatan yang baru pertama kali terjadi setelah delapan tahun masa kepemimpinannya di Kab. Inhil ini harus dijadikan pembelajaran agar kedepan semua pihak terkait dapat bekerja lebih baik. “Kita tidak perlu mencari-cari siapa yang salah. Kita semua salah. Satu lemah, secara keseluruhan kita akan lemah. Peringatan ini harus dijadikan suatu pembelajaran dan menjadi perhatian secara serius baik oleh kita di eksekutif  maupun kawan-kawan terhormat di legislatif.” Pinta Bupati.

Dijelaskan Bupati lebih jauh, Berdasarkan Permendagri No. 59 Tahun 2007 maka APBD Kab.Inhil disusun berdasarkan kinerja, yaitu suatu sistem anggaran yang mengutamakan upaya pencapaian hasil kerja dari perencanaan alokasi biaya yang ditetapkan untuk mencapai sasaran tertentu dalam satu tahun anggaran.

Oleh karenanya, dalam rangka penyempurnaan rancangan awal LKPD yang membuat prioritas pembangunan daerah, pagu indikatif-indikatif pendanaan akan fungsi SKPD sekaligus informasi sumber pembiayaannya maka perlu dilakukan Musrenbang sebagai forum konsultasi publik untuk mendapatkan masukan-masukan dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).

Pembukaan Musrenbang 2013 ini juga dihadiri secara langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, Ramli Walid, Unsur Muspida , Anggota Legislatif, Wakil Bupati, Rosman Malomo, Stdakan Inhil, Alimuddin RM, Pejabat dilingkungan Setdakab Inhil, Camat dan tamu undangan.(Fsl)




LSM: KADISHUBKOMINFO DIMINTA JANGAN HANYA OBRAL JANJI

Terkait Janji Akan Memfungsikan Tiga Asset Terbengkalai

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Janji Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) baru, Drs H Fahrilrozy untuk segera memfungsikan keberadaan Terminal Laksamana Indragiri, Pelabuhan Parit 21 dan Bandara Tempuling jangan hanya jadi slogan belaka, tapi harus dibuktikan dengan langkah konkrit. Karena tiga proyek tersebut sampai saat ini tidak memberikan kontribusi positif buat masyarakat.

“Intinya kita meminta Kadishubkominfo membuktikan ucapannya, janga hanya sekedar ngomong belaka. Karena janji seperti itu sudah sering didengungkan oleh Kadis-kadis sebelumnya. Nyata hingga sekarang apa yang dijanjikan tidak juga terealiasi,” ujar Ketua LSM Peran Firmansyah A.Ma, Rabu, (28/3).

Masih menurutnya, Tiga proyek tersebut sudah menyedot anggaran sangat besar dan kini terkesan mubazir.  “Kalau memang seperti ini kondisinya, lebih baik dulu anggaran pembangunan tiga proyek tersebut  diarahkan untuk perbaikan jalan. Rasanya sebagian besar ruas jalan di Kabupaten Inhil akan baik semuanya,” katanya.

Sayangnya meski kondisinya seperti itu, biaya perawatan terus saja dianggarakan setiap tahunnya. Kondisi itu tentunya makin membebani keuangan daerah. Makanya Firman berharap dalam waktu dekat ini apa yang dijanjikan Kadis bisa terealiasi. (Suf)