KPK Geledah Kantor PT Adhi Karya di Pekanbaru


 Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus penyidikan suap pembangunan sarana PON di Pekanbaru, Riau. Hari ini, lembaga antikorupsi itu menggeledah dua tempat di Pekanbaru, salah satunya kantor PT Adhi Karya.

“Ada Mens stadium dan PT AK (Adhi Karya),” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Rabu (9/5/2012).

Menurut Johan, tim penyidik sudah berangkat ke Pekanbaru. Tujuannya, untuk mencari tambahan barang bukti dalam kasus tersebut.

“Untuk venue-nya PON. Baru berangkat,” imbuhnya.

KPK memang mulai menelusuri ke pihak konsorsium pembangun venue PON 2012 terkait suap DPRD Riau. Pembangunan fasilitas PON tersebut dilakukan melalui konsorsium beberapa perusahaan antara lain PT Pembangunan Perumahan, PT Wijaya Karya dan PT Adhi Karya.

Kabarnya, tiga perusahaan ini patungan untuk memberi fee pelicin kepada pihak DPRD. Nilai kontrak proyek tersebut sekitar Rp 832,4 miliar dengan masa pengerjaan selama 787 hari kalender dari 2009 sampai 2011. Alokasi anggaran ini ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008.

Belakangan, pembangunan fasilitas PON di kawasan Panam, Pekanbaru, tersebut mangkrak akibat kekurangan dana. Pada akhir tahun anggaran 2011, pihak pelaksana, termasuk Dispora Riau selaku pemegang anggaran, mengklaim kekurangan dana pembangunan stadion sekitar Rp 200 miliar. Para pihak itu kemudian meminta bantuan DPRD agar meloloskan penambahan dana pembangunan PON 2012 Riau mencapai ratusan miliar rupiah.(detiknews)




KPK jangan Ragu Proses Rusli Zainal

PEKANBARU — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta tidak ragu memroses Gubernur Riau Rusli Zainal terkait kasus dugaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012. KPK harus memroses secara hukum siapa pun yang terlibat dan menetapkan sebagai tersangka jika bukti cukup kuat. 

“Sejak awal kita mendorong proses hukum dalam kasus PON Riau tidak hanya mengungkap tapi juga menuntaskan. KPK sebaiknya tidak ragu menetapkan siapapun sebagai tersangka jika bukti cukup kuat termasuk juga Gubernur Riau Rusli Zainal,” kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho kepada Media Indonesia, Rabu (9/5).

Desakan ICW itu, lanjut Emerson, terkait dengan penetapan dua tersangka baru kasus korupsi PON Riau oleh KPK. Keduanya adalah mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau Lukman Abbas dan Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin.

Lukman yang kini menjabat sebagai staf ahli Gubernur Riau bidang infrastruktur diduga berperan sebagai pemberi dan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Taufan Andoso Yakin sebagai koordinator penerima.

Nama Lukman dan Rusli Zainal masuk dalam daftar cekal oleh Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) terhitung sejak 10 April hingga 10 Oktober 2012. Lukman sudah resmi tersangka, sedangkan Rusli Zainal yang diduga mengetahui semua proses suap tersebut masih sebatas saksi.

“KPK harus menuntaskan kasus korupsi PON Riau. Siapa pun yang terlibat harus diproses hukum dan menetapkan sebagai tersangka jika bukti kuat,” tegas Emerson.

Ia menambahkan, KPK yang kini dipimpin Abraham Samad itu harus berani memberi rasa keadilan bagi masyarakat dalam memerangi perilaku korupsi para penguasa termasuk di daerah. “Termasuk juga Gubernur Riau Rusli Zainal, jika terbukti harus diproses secara hukum,” tegasnya.(Micom)




Muzani: Gerindra Menang, Prabowo Presiden

JAKARTA – Partai Gerindra menegaskan menjelang pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2014 mengusung semboyan “Gerindra Menang, Prabowo Presiden”.

“(Artinya) Orang yang menghendaki Prabowo presiden, seyogyanya pilih Gerindra. Memilih Gerindra otomatis capresnya adalah Prabowo,” kata Muzani, di Jakarta, Rabu (9/5).

Untuk mensukseskan itu Gerindra sudah menyiapkan mesin-mesin partai hingga tingkat ranting. Pun demikian dengan calon legislatif (caleg) potensial yang bisa dipilih rakyat untuk menunjang perolehan suara Gerindra pada pemilu 2014 nanti. “Itu kerja dari parpol dan caleg yang sedang kita siapkan,” katanya.

Menurutnya, dalam pileg nanti Gerindra merangkul sejumlah tokoh daerah, tokoh lokal dan tokoh kampung untuk berjuang melalui medan politik di Partai Gerindra.

Karena, kata dia, pileg ini dengan sistem proporsional terbuka, tidak gunakan nomor urut, tapi dengan suara terbanyak.

“Tokoh yang dipilih itu orang yang  punya kepopuleran di tingkat dapil. Partai Gerindra beri porsi sebanyak mungkin tokoh lokal, untuk bersama Partai Gerindra berjuang di jalur politk lewat pileg. Ketua Dewan Pembina nanti akan memanggil tokoh-tokoh itu,” katanya.

Begitu juga soal calon wakil presiden, Gerindra tidak akan sembarang pilih guna mensukseskan Prabowo sebagai presiden. Muzani menegaskan, hal itu sepenuhnya adalah hak prerogatif Prabowo sebagai capres untuk menentukan siapa cawapresnya. “Kami sudah mengusulkan beberapa nama, tapi masih menggadang-gadang. Tokoh partai yang manggung di Senayan, juga menjadi pertimbangan,” katanya.

Ia menegaskan, cawapres nanti  adalah calon yang bisa memberi dukungan untuk capres, bisa melengkapi apa yang tidak dimiliki capres. “Capres adalah calon yang bisa menjadi wakil, bisa mwakili pada saat presiden betul-betul perlu wakil. Bukan sekedar orang yang memiliki popularitas, tapi orang yang betul-betul memiliki dan melengkapi secara keseluruhan,” katanya.

“Tokoh partai yang manggung di Senayan, juga menjadi pertimbangan. Saya kira semua tokoh yang berlaga dimungkinkan,” tambah Anggota Komisi I DPR itu.
Dia juga menegaskan, jika menjadi Presiden masalah utama yang menjadi perhatian Prabowo adalah ekonomi. “Dalam pandangan Prabowo yang paling mendasar dari sistem kita bernegara adalah di bidang ekonomi,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, sistem kapitalistik menjerumuskan negeri ini pada sebuah sistem ekonomi yang menguras seluruh sumber energi dan kekayaan alam yang ada. Menurutnya, itu memengaruhi sistem politik dan demokrasi. “Pandangan kami kita harus mengembalikan sistem perekonomian yang sudah diciptakan dalam Undang-undang Dasar. Kalau kita tarik disana, korupsi bisa ditekan, termasuk biaya demokrasi yang cukup mahal. Ini bkn cerita mudah, tapi ini semangat dan kewajiban kita menjalankan UUD 45,” pungkasnya.(jpnn)




Ingin Jantung Sehat? Hindari Pengharum Ruangan

 Jakarta, Mungkin Anda telah menerapkan gaya hidup sehat seperti berolahraga secara teratur, tidak merokok dan makan makanan yang sehat untuk menjaga kesehatan jantung. Tetapi ada hal kecil di sekitar Anda yang dapat menyebabkan kerusakan jantung, yaitu pengharum ruangan.

Menurut sebuah studi baru di Environmental Health Perspectives, menyemprotkan pengharum ruangan atau menghabiskan waktu beberapa jam di sekitar pembakaran lilin beraroma setiap hari dapat menyebabkan kerusakan pada jantung.

Temuan itu didasarkan pada studi yang telah lama dilakukan di Swiss terkait dengan polusi udara dengan paru-paru dan penyakit jantung yang melibatkan orang dewasa di atas usia 50 tahun.

Sebanyak 581 orang dewasa yang terlibat dalam studi tersebut diminta mengisi kuesioner berdasarkan penggunaan produk pembersih, penyegar udara, dan produk pewangi rumah tangga lainnya.

Kemudian peserta penelitian menjalani pemeriksaan dengan electrocardiograms selama 24 jam sehingga para peneliti dapat memantau denyut jantung sebagai penanda kesehatan kardiovaskular.

“Orang yang menggunakan semprotan penyegar udara dalam jangka waktu yang panjang adalah yang paling mungkin menunjukkan berkurangnya tingkat variabilitas jantung yang seringkali merupakan tanda adanya masalah jantung dan kerusakan jantung,” kata Amar J. Mehta, ScD, MPH, seorang peneliti di Harvard School of Public Health seperti dilansir dari rodale, Selasa (8/5/2012).

Mehta tidak yakin komponen apa yang terkandung dalam penyegar udara yang dapat menyebabkan perubahan denyut jantung. Mungkin alasannya adalah bahan pewangi ruangan dapat bereaksi dengan ozon, polutan udara umum dalam ruangan, dan membentuk senyawa lain yang dapat membahayakan jantung.

Misalnya, bahan penyegar udara seperti terpene yang memberikan bau pinus atau jeruk telah ditemukan dapat bereaksi dengan aldehida ozon dan membentuk polutan beracun terkait dengan penyakit jantung dan diabetes.

Untuk menghilangkan bau yang tidak sedap dalam ruangan, Anda dapat melakukan alternatif lain yang sederhana tapi lebih sehat diantaranya yaitu:

1. Merebus kulit jeruk
Daripada menyemprotkan pewangi sintetis beraroma jeruk, lebih baik rebuslah kulit lemon, kulit jeruk, atau kulit dari buah lainnya yang Anda suka selama 30 menit untuk menyegarkan ruangan.

Tambahkan beberapa rempah-rempah jika Anda suka seperti cengkeh, kayu manis, dan kapulaga.

2. Arang
Arang karbon aktif sangat bagus mengusir bau yang menusuk hidung seperti bau dari tong sampah, kotak kotoran kucing, dan asap rokok.

Anda dapat menggunakn filter karbon kecil yang dirancang untuk ditempatkan di sekitar tong sampah, lemari es, atau tempat lain yang berbau menyengat.

3. Ampas kopi
Ampas kopi secara ajaib dapat menyerap bau. Masukan ampas kopi yang kering dalam kaus kaki tua yang bersih dan gantungkan di lemari Anda untuk mengusir bau.(detikcom)




POLRES INHIL GAGALKAN PENGIRIMAN 11 KG SABU-SABU

Diduga Melibatkan Jaringan Narkoba Internasional

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Jajaran Polres Indragiri Hilir melalui Mapolsek Kemuning pada Selasa (8/5) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, di TKP Jalan Lintas Timur Dusun Durian Takar, Desa Selensen, Kecamatan Kemuning berhasil mengamankan narkoba jenis sabu-sabu tersimpan dalam 2 tas hitam seberat sekitar 11 Kg senilai lebih kurang Rp 7,7 Milyar.

Kapolres Kabupaten Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Agus Sihombing, Selasa (8/5) menjelaskan kronologi penangkapan terhadap tersangka berawal adanya informasi dari masyarakat bahwa ada 1 unit mobil yang membawa narkoba jenis sabu-sabu

Selanjutnya informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan menggelar razia rutin di TKP oleh Mapolsek Kemuning. Dalam waktu tidak berapa lama melintas sebuah mobil Kijang Inova warna hitam yang mencurigakan dengan no Polisi B 1652 KA yang di kemudikan oleh pelaku Dedi Gunarta (46) dari Pekanbaru dengan tujuan Jakarta.

“Begitu mendapat ciri-ciri mobil tersebut, Anggota Polsek Kemuning langsung melakukan koordinasi dengan melaksanakan razia. Setelah dilakukan pengintaian ternyata petugas mendapatkan ciri-ciri mobil yang mencurigakan, lalu anggota langsung melakukan penggeledahan” kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Ipda Agus Sihombing

Setelah penggeledahan, ternyata petugas gabungan dari Unit Intel dan Reskrim menemukan barang yang mencurigakan berupa 2 buah tas hitam, yang tersimpan di dalam kap mesin. Setelah diperiksa, ternyata tas tersebut berisi narkoba jenis sabu-sabu.

“Dari hasil penggeledahan Anggota gabungan Polsek Kemuning menemukan narkoba diduga jenis sabu-sabu dalam 2 tas warna hitam yang dibungkus dalam 3 bungkusan besar dalam plastik warna putih, kemudian 17 bungkus sedang juga dalam plastik warna hitam” tambah Paur Humas

Selain barang bukti diatas, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa uang nominal sebanyak Rp. 5.300.000,- serta 3 unit HP milik tersangka, dan 1 unit mobil Kijang Inova warna hitam yang dikendarai oleh tersangka

Dari hasil pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh petugas, rencananya barang haram tersebut akan dikirim kepada seseorang yang ada di Jakarta. Sesuai pengakuan tersangka barang bukti narkoba yang dibawa dari seseorang berinisial A dari Dumai. Sedangkan untuk pemiliknya menurut keterangan tersangka berasal dari jaringan yang ada di Malaysia, rencananya barang tersebut akan diedarkan di Jakarta.

“Yang jelas kita masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa pemiliknya dan dari mana barang tersebut didapatkan, keterangan sementara sabu-sabu yang beratnya mencapai sekitar 11 Kg, dibawa dari Dumai hendak dikirim ke pemiliknya dari Malaysia yang tinggal di Jakarta” tambahnya.

Hingga berita ini ditulis Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si bersama Kasat Narkoba AKP Ola Lupa masih berada di TKP Polsek Kemuning, untuk melakukan identifikasi dilapangan terkait keberhasilan penggagalan pengedaran narkoba yang diduga merupakan jaringan internasional ini.(ED)




Kondisi Persih Diujung Tanduk

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Persih, klub sepak bola yang selama ini menjadi kebanggaan warga Kabupaten Indragiri Hilir belakangan ini mulai ditinggalkan oleh para pendukungnya. Minim prestasi dan pengelolaan yang tidak propesional, ditambah dengan orang yang duduk dimanajemen Persih bukan orang yang paham akan sepak bola, dituding menjadi penyebab utama apa yang menimpa Persih belakangan ini.

Dalam setiap laga home Persih, penonton terlihat sudah tidak antusias. Dahulu, untuk menyaksikan tim kesayangan mereka, penggemar Persih dari daerah rela mencarter speed boat hanya untuk menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding.

“Belakangan ini kita dapat saksikan sendiri, Persih Tembilahan seperti ditinggalkan oleh pendukung kesayangan mereka. Lihat saja dalam laga home Persih, penonton yang langsung menyaksikan terus berkurang,” kata Rudi S, salah seorang penggemar Persih Tembilahan saat berbincang-bincang, Selasa, (8/5).

Dari kacamata dirinya, ada banyak faktor yang menyebabkan kondisi Persih tidak bersinar. Salah satunya adalah orang-orang yang duduk di manajemen Persih bukan orang yang profesional. Ia menduga ada begitu banyak kepentingan yang bermain di dalam tubuh Persih, sehingga mengalahkan kepentingan utama untuk membesarkan Persih agar mampu berprestasi kearah yang lebih baik.

“Selama kepentingan yang saya sebutkan tadi lebih menonjol di atas kepentingan dunia sepak bola jangan harap Pesih bisa besar dan berkiprah lebih jauh di pentas Nasional. Untuk itu, meskinya dari sekarang sudah harus dibenahi dan didudukkan orang yang tepat,” ujarnya.

Sistem rekrutmen pemain juga diduga menjadi faktor lainnya yang menyebabkan Persih tidak berkembang. Ada indikasi rekrutmen pemain hanya berdasarkan kepentingan pengurus, meksi kebutuhan tim akan pemain yang direkrut tidak begitu besar. meskinya pemain yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim hingga terkesan tidak mubazir.

Ditambahkannya, kalau memang seperti itu, alangkah lebih baiknya kalau memang Persih membina dan mengandalkan pemain lokal. Apalagi dikatakannya, bakat dan skill yang dimiliki oleh pemain lokal tidak lebih buruk dari pemain yang direkrut oleh pihak manajemen selama ini.

“Rasanya tidak terlalu berlebihan kalau memang pihak manajemen Persih mulai mengutamakan pemain lokal yang ada. Sebab dari faktor skill, mereka sebenarnya tidak kalah, hanya saja memang kesempatan mereka untuk berkiprah saja yang kurang,” ujarnya.

Lebih dari itu menurut Rudi, ia melihat nasib Persih kedepan akan semakin tidak menentu. Sebab keberadaan Persih selama ini tidak terlepas dari sosok Bupati Inhil Indra M Adnan. Bupati yang hobi bola ini telah meletakkan landasan dalam membesarkan dunia sepak bola Inhil hingga dikancah Nasional.

“Masa Jabatan Indra menjadi Bupati hanya tinggal setahun lebih, yang bersangkutan sudah pasti tidak akan menjadi Bupati karena sudah dua periode menjabat. Kalau memang penerusnya nanti bukan orang yang hobi bola, alamat Persih akan hilang dari peredararan sepak bola Nasional,” keluhnya. (SF)