KADISBUDPAR: FESTIVAL BUJANG DARA, LESTARIKAN BUDAYA DAERAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil), Muchtar T menyatakan bahwa kegiatan pemilihan Bujang dan Dara Bukan Hanya sekedar ajang Festival tetapi lebih dimaksudkan untuk mempertahankan budaya-budaya daerah, khususnya budaya daerah bumi melayu agar tetap dapat terpelihara dan terjaga dengan baik di masyarakat.

“Dengan tetap terjaganya budaya daerah, kita berharap hal ini dapat membendung masuknya budaya luar yang cenderung tidak sesuai dengan adat ketimuran. Melalui ajang festival bujang dan dara ini kita berupaya untuk menanamkan budaya-budaya lokal agar dapat tertanam dan terjaga dihati masyarakat yang tentunya dimulai sejak usia dini,”Ujar Muchtar T saat dimintai komfirmasi oleh wartawan disela-sela kegiatan Festival Pemilihan Bujang dan Dara bertempat di Gedung Puri Cendana Hotel Telaga Puri Jalan Lingkar Tembilahan, Kamis (10/10).

Dalam kesempatan itu, Muchtar T juga memberikan apresiasi positif kepada Dewan Kesenian dengan terselenggaranya kegiatan ini dan sekaligus ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat terutama orang tua.” Dari tahun ketahun kegiatan serupa ini semakin dibanjiri oleh peserta dan tentunya ini tidak terlepas dari dorongan para orang tua. Dalam ajang pemilihan bujang dan dara tahun ini,kita tidak hanya menampilkan dari segi pakaian tetapi akan kita tingkatkan ke wawasan dan kemampuan lain, seperti kemampuan menari,menyanyi dan lainnya. Untuk anak-anak, nanti kita juga akan bawa untuk berkunjung ke beberapa Dinas yang utamanya ditujukan untuk melatih mental mereka dan tentunya juga untuk memberikan tambahan wawasan mereka terhadap daerah Inhil.” Tambah Muchtar.

Ketua Dewan Kesenian Rakyat (DKR) Kabupaten Indragiri Hilir, H. Syamsurizal Awi berharap pada festival Bujang dan Dara tahun ini terutama untuk tingkat Dewasa dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.”Mereka yang nantinya terpilih sebagai Duta Inhil diajang Festival Bujang dan Dara ke tingkat Provinsi di Pekanbaru, sebelum diberangkatkan akan kita berikan pembekalan terutama dari sisi pembekalan wawasan dan bahasa. Intinya, apa yang akan dijadikan penilaian dalam ajang Bujang dan Dara di Tingkat Provinsi, Duta kita akan kita berikan pembekalan dengan lebih baik terlebih dahulu.”Ujar Mantan Asisten III Setdakab Inhil yang kini sudah dalam masa pensiun ini mengakhiri.

Festival Pemilihan Bujang dan Dara Sri Gemilang 2012 ini dibagi dalam tiga kategori, yakni Anak-Anak, Remaja dan Dewasa dengan masing-masing jumlah peserta sebanyak 140, 94 dan 90 peserta. Malam Final akan dilaksanakan pada tanggal 12/5/2012 bertempat di Puri Cendana Hotel Telaga Puri Tembilahan. (fsl)




Pendaftaran Masuk PTN Dibuka Malam Ini

JAKARTA – Pelajar kelas 3 SMA yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi negeri (PTN) bisa bersiap-siap. Mulai pukul 00.00 nanti malam, pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah dibuka secara online.

Ketua Panitia Pusat SNMPTN Akhmaloka menuturkan, metode pendaftaran tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya. “Tahun ini pendaftaran bisa dilakukan sendiri oleh calon peserta SNMPTN secara online. Jika sebelumnya, pendaftaran diproses oleh teller bank bersamaan dengan biaya ujian,” jelasnya dalam konferensi pers di gedung Kemendikbud, tadi malam.

Koordinator Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Prof Tri Yogi Yuwono memaparkan prosedur pendaftaran SNMPTN 2012. Yakni, calon peserta membayar uang pendaftaran ke Bank Mandiri. Setelah itu, calon peserta mendapat “Personal Identification Number” (PIN) dan Kode Akses Pendaftaran (KAP). Keduanya digunakan untuk mendaftar ke website SNMPTN.

“Kenapa sekarang menggunakan sistem pendaftaran seperti ini? Karena pengalaman tahun lalu, terjadi banyak kesalahan dalam pengisian data calon peserta SNMPTN. Ya, kan tidak semua customer service bank itu tahu semuanya, soal jurusan dan sebagainya,” ujarnya.

Soal jumlah kuota, Akhmaloka menuturkan, terdapat peningkatan dibanding tahun lalu. Alasannya, ada beberapa universitas yang menambah jumlah prodi dan dibangunnya satu universitas baru. “Tahun lalu jumlahnya 118.233.000, tahun ini sekitar 120 ribu kuotanya,” guru besar ITS itu. Dari jalur undangan, lanjut dia, disediakan 58.329.000 kursi.

Sementara itu, kuota bagi peserta beasiswa bidik misi mencapai 30 ribu orang di seluruh Indonesia. Namun, menurut Bendahara Panitia Pusat SNMPTN 2012 Rochmat Wahab, seleksi beasiswa bidik misi tahun ini bakal lebih sulit dibanding tahun lalu. Selain jumlahnya meningkat, para peserta bidik misi tidak lagi dibatasi wilayah. “Kalau dulu kan beasiswa bidik misi itu pesertanya berasal dari daerah sekitar universitas itu sendiri,” jelasnya.

Karena itu, sekarang  pihak PTN harus bekerja keras melakukan verifikasi.  Jika sebelumnya PTN bisa langsung melakukan kunjungan ke rumah calon mahasiswa untuk mengecek kebenaran kondisi keuangan keluarga, saat ini, hanya bermodalkan kepercayaan.

Pendaftaran tes tulis akan berlangsung pada 10- 31 Mei. Pelaksanaan ujian tulis dilakukan pada 12-13 Juni, sementara pengumuman kelulusan pada 7 Juli. Untuk jalur undangan, pengumuman kelulusan dilakukan pada 28 Mei. Pendaftaran atau verifikasi jalur undangan pada 12-13 Juni.(jpnn/dro)




6 Rumah 5 Kios dan 1 Pelabuhan Terjun Kelaut, 45 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Lonsor

TANAH MERAH (www.detikriau.org)– Enam unit rumah warga RT 01/ RW 01, Jalan Yosudarso Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan TanahMerah, terjun ke laut akibat bencana longsor yang terjadi Rabu (9/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, 45 jiwa harus kehilangan tempat tinggal.

Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi akibat abrasi patai. Total kerugian akibat musibah tersebut diperkirakan sekitar Rp 300 juta. Namun bersyukur musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa, dikarenakan warga telah mengetahui bahwa akan terjadi bahaya longsor. Sebab, terdapat tanda-tanda seperti keretakan permukaan tanah dan banyak rumah-rumah yang goyang.

Camat Tanah Merah, Nurmansyah, saat dikomfirmasi detikriau.org, terkait musibah tanah longsor itu, membenarkan. Menurutnya, tidak terdapat korban jiwa, sebab sebelum terjadinya musibah, warga sudah meihat tanda-tanda akan terjadi bencana longsor, sehingga warga berhasil mengugsikan barang-barang berharga.

“Benar telah terjadi bencana longsor, namun tidak sampai menelan korban jiwa. Sebelum kejadian warga sudah mengamankan barang-barang serta benda berharganya ke ruamh-rumah tetangga dan sanak famili terdekat,” sebut Nurmansyah.

Laporan terjadinya musibah tanah longsor itu, lanjut Nurmansyah, merupakan laporan sementara. Sebab, petugas masih mengumpulkan  data-data dilapangan. ”Berdasarakan data sementara yang kita terima, ada 3 unit rumah yang terjun ke sungai, sedangkan 3 unit lainnya  terpaksa dibongkar, karena sudah nyaris terjatuh pula,” tandasnya.

Adapun nama-nama korban adalah, Nurdin, Acai dan H Nandi. Rumah  yang dibongkar yakni rumah milik Robert, Yadi, dan H Ratini. Selain 6 unit rumah yang terkena musibah longsor, terdapat juga didalamnya 5 kios dan 1 pasar ikan, serta 1 unit pelabuhan rakyat. Setidaknya musibah tersebut membuat 45 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Menurut salah seorang masyarakat Kuala Enok, Asmi Achil’b, daerah aliran sungai tepi laut pasar Kuala Enok memang merupakan daerah rawan longsor. Setikdaknya tempat itu, memang kerab menjadi langganan bencana tanah longsor.

“Lokasi itu memang kerab terjadi longsor. Saya rasa musibah kali ini, lanjutan dari musibah yang pernah terjadi beberapa waktu lalu,”katanya.

Sebelumnya, November 2011 silam musibah serupa juga pernah terjadi, seanyak 6 unit rumah ambruk kelaut dan 4 unit dirusak. 36 jiwa kehilangan tempat tinggal(Am)




Steven FC Tembilahan Juarai Turnamen Benteng CUP

SUNGAI BATANG (www.detikriau.org)-  – Tim futsal Steven FC Tembilahan, berhasil meraih juara pertama turnamen futsal Benteng CUP 2012 yang diikuti oleh 50 klub baik dari Indragiri Hilir Bagian Selatan maupun Kota Tembilahan dan sekitarnya. Acara tahunan warga tersebut resmi di tutup Ketua Pembina futsal Inhil, H. Edy Syafwannur, yang sekaligus memyerahkan uang pembinaan, Rabu (9/5).

Dalam sambutanya, bang Iwan, sapaan akrab Edy Syafwannur, menyampaikan apresiasinya kepada para panitia penyelenggara kegiatan dan segenap masyarakat Benteng, karena telah sukses menggelar kegiatan positif. Ajang itu menurutnya, selain sebagai wadah peyaluran bakat, juga merupakan wadah pembinaan bagi dunia olehraga.

“Ini merupakan kreatifitas positif masyarakat untuk menjalin silaturahmi antar sesama. Saya berharap kedepan, kegiatan ini terus dilaksanakan, agar bibit-bibit futsal masa depan Inhil semakin bertabur,” Ujarnya.

Dalam turnamen yang berlangsung damai dan lancar itu, Edy Syafwannur sebutkan hal demikian agar dapat terus ditingkatkan. Karena turnamen itu harus dapat memberi contoh bagi generasi muda yang ingin berlomba, yakni dengan mengutamakan sportifitas.

“Kedepan semua kecamatan selayaknya memiliki sarana olahraga futsal yang memadai dalam rangka memberikan pembinaan olahraga khususnya cabang futsal,” cetus Iwan.

Tujuan lain dalam berolahraga, lanjutnya, juga dapat menjaga kebugaran tubuh. Dengan berolahraga yang rutin, setidaknya sudah menjauhkan diri dari bermacam kegiatan negatif yang dapat merusak jiwa dan mental, seperti mabuk dan penyalahgunaan obat-obatan. “Kalau kita disibukan dengan olahraga, badan menjadi sehat dan pikiranpun insyaallah akan selalu positif” sebutnya.(fen)




Warga Tanjung Lajau Digemparkan Dengan Buaya

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-  Warga Desa Tanjung Lajau, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) kerap digegerkan dengan buaya, bahkan menurut pengakuan warga sekitar, sempat terjadi konflik buaya dengan manusia, meski tidak menelan korban jiwa.

Hal ini dikatakan Anggota DPRD Indragiri Hilir (Inhil) Herwanissitas, saat menggelar reses atau temu ramah dengan warga Tanjung Lajau, akhir pekan kemarin. Menurutnya, buaya-buaya tersebut masuk kedalam kanal, melalui lubang-lubang yang langsung menghubungkan kearah laut.

“Laporan itu langsung disampaiakan warga kepada kita, pada saat itu,” ungkap Sitas, sapaan akrab Herwanissitas, Rabu (9/5).

Masih menurut yang bersangkutan¸, sebelumnya kanal tersebut sangat bersahabat dengan warga sekitar, nyaris tidak pernah terjadi sesuatu hal yang membuat warga merasa ketakutan. Namun belakangan ini ketenagan warga sudah mulai terganggu akibat masuknya buaya kedalam aliran kanal itu.

“Kalau menurut keterangan warga, konflik buaya dengan manusia sudah beberapa kali terjadi. Tapi beruntung saat itu tidak sempat menelan korban. Padahal kanal tersebut, merupakan sarana warga untuk keperluan MCK dan lain-lain,” tandasnya.

Kata Sitas, sejak puluhan tahun lalu hewan itu tidak pernah menampakan diri, apa lagi sampai masuk dan menganggu warga. Namun beberapa bulan terakhir, buaya-buaya mulai muncul kembali.

Belum lama ini kata Sitas, salah seorang warga yang tengah melakukan aktifitasnya menjadi korbannya buaya. Untung saja, buaya itu hanya menerkam bagian tubuh korban.  Bersyukur tidak terjadi apa-apa,” tukasnya.(fen)




KADES GEMILANG DIDUGA GELAPKAN DANA DM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Desa Gemilang, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Inhil, Isnaini diduga menggelapkan dana Pembangunan proyek program Desa Madiri Tahun Anggaran 2011. Pasalnya, satu dari tiga paket pekerjaan progam tersebut hingga kini progresnya baru mencapai 40 persen dan dipastikan tidak akan terselesaikan karena dananya sudah habis.

“Sampai saat ini program itu tidak dilanjutkan lagi dan kondisinyapun belum selesai sedangkan Kadesnya sekarang tak tau kemana karena katanya sudah habis masa jabatanya,” ujar seorang warga Desa Gemilang, Amin baru-baru ini melalui sambungan telepon selularnya.

Terkait informasi ini, ketika dikomfirmasikan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), mengaku pihaknya sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam program Desa Mandiri tersebut. Seluruh pekerjaan proyek DM menurutnya ditangani secara langsung oleh Kades.

“Saya tidak mengetahui kenapa proyek itu tidak juga selesai. Selama ini, LPM tidak pernah dilibatkan. Proyek DM ditangani secara langsung oleh Kades bersama Sekdesnya. Lagipula sekarang saya tidak lagi menjabat sebagai ketua LPM,”ujarnya sambil meminta agar namanya jangan dikorankan ketika dihubungi melalui sambungan ketelepon selularnya, Rabu (9/9)

Sekretaris Desa Gemilang, Muhammad Yunus ketika dikomfirmasi  membenarkan masalah tersebut. Diakuinya bahwa dana pembangunan program Desa Mandiri tersebut saat ini telah habis.

“Benar, memang ada paket pekerjaan yang belum selesai sampai sekarang sedangkan dana nya telah habis.  Uangnya saya tidak tau, mungkin dipakai Kades untuk keperluan pribadi.” Ujar Yunus.

Ditambahkan Yunus, program Desa Mandiri 2011, Desa Gemilang mendapatkan dana untuk melakukan tiga paket pekerjaan, yaitu Paket penimbunan halaman kantor Desa, Kemudian  Penambahan Bangunan Puskesdes dan terkahir adalah semenisasi jalan lingkungan. Untuk Paket satu dan dua pembangunan tersebut sudah selesai, namun untuk paket tiga, pembangunannya masih 40 persen.

“kalau kita totalkan secara keseluruhan progress pengerjaan Program Desa Madiri tersebut hanya 70 persen,” ungkapnya.

Ketika ditanyai tentang total dananya, M Yunus mengaku sama sekali tidak mengetahui. Menurutnya, dari mulai SPJ tahap pertama maupun  SPPD-nya di urus langsung oleh Kepala Desa.

“Kalau biayanya saya tidak tahu, karena dari awal pak Kades yang ngurus semuanya,” ungkapnya.

Sayangnya, ketika informasi ini dikomfirmasikan kepada Kades Gemilang, Isnaini, meski Handphone dalam keadaan hidup namun tidak bersedia dijawab. Bahkan dua pesan singkat yang dikirim detikriau.org, sampai berita ini dilansir tidak juga dibalas. (fsl)