Sejak 2008, 155 Gapoktan Terima Rp. 66 Milyar BLM PUAP

TEMBILAHAN (WWW.DETIKRIAU.ORG)  – Sejak 2008 hingga 2011 akhir, sebanyak 155 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Indragiri Hilir diberikan bantuan  Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) bagi Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dengan total anggaran mencapai Rp 66 milyar.

BLM PUAP sebesar Rp.100 juta/Gapoktannyaini diberikan dengan harapan dapat mensejahterakan anggota dan masyarakat secara umum. Dana tersebut berasal dari Pemrintah Pusat yang disalurkan melalui Kementrian Pertanian.

Di tahun 2008, dialokasikan sebesar Rp 2,9 milyar untuk 29 Gapoktan di 29 desa. Dan 2009, pemerintah sedikitnya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,3 milyar untuk 23 Gapoktan di 23 Desa, kemudian 2010 dialokasikan pula dana sebesar Rp.3,7 milyar untuk 37 Gapoktan di 37 desa dan terakhir 2011 sebesar Rp.6,6 milyar di 66 desa dan 66 gapoktan.

Kepala Badan Pelaksanaan Penyuluhan dan Ketahan Pangan (BPPKP) Inhil, R Indra Jaya melalui Kepala Bidang (Kabid) Operasional Penyuluhan Pengembangan dan Kelembagaan (OPPK) mengatakan dana BLM PUAP tersebut telah di terima masing-masing Gapoktan sebesar Rp.100 juta.

“Dana ini dipergunakan untuk membiayai kegiatan agribisnis anggota Gapoktan yang meliputi bidang usaha tamanan pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, industry rumah tangga pertanian, pemasaran hasil pertanian skala mikro, dan usaha lain berbasis pertanian,” katanya kemarin.

Lalu untuk tahun 2012, dijelaskanya, tim teknis kabupaten telah mengusulkan sebanyak 35 Gapoktan sebagai calon penerima dana BLM PUAP. Namun dari jumlah tersebut hanya 10 Gapoktan yang masuk daftar nominasi sementara untuk tahap pertama dan kemudian di lakukan verifikasi kembali.

Berdasarkan data dari BPPKP Inhil, tersebar 155 Gapoktan yang menerima BLM PUAP per di setiap kecamatan se Inhil. Diantaranya 8 Gapoktan di Kecamatan Reteh, 14 Gapoktan di Keritang, 8 Gapoktan di Kempas, 10 Gapoktan di Batang Tuaka, 7 Gapoktan di Tempuling, 11 Gapoktan di Gaung, 6 Gapoktan di Kateman, 8 Gapoktan di GAS, 10 Gapoktan di Enok, 12 Gapoktan di Pelangiran, 6 Gapoktan di Sungai Batang, 4 Gapoktan di Concong, 7 Gapoktan di Tanah Merah, 8 Gapoktan di Pulau Burung, 6 Gapoktan di Kateman, 8 Gapoktan di Mandah, 7 Gapoktan di Kuala Indragiri, 4 Gapoktan di Tembilahan, 2 Gapoktan di Tembilahan Hulu, dan 8 Gapoktan di Kemuning.(fen)




Menjelang Musyawarah Akbar STAI Auliaurrasyidin, Beberapa Nama Kandidat Mulai mencuat.

TEMBILAHAN (WWW.DETIKRIAU.ORG)– Menjelang musyawarah ikatan alumni STAI Auliaurrasyidin Jumat, (27/4) mendatang, dimana salah satu agenda utamanya adalah memilih ketua dan kepengurusan lainnya, beberapa nama mulai mencuat untuk kepermukaan untuk duduk sebagai ketua ikatan alumni. Diantaranya adalah Ketua Panitia acara Hidayat Hamid SPdI.

Yang bersangkutan dinilai pantas untuk itu, karena telah mempunyai catatan dalam memimpin berbagai organisasi. Dianataranya, Hidayat pernah menjabat sebagai Ketua BEM STAI Auliaurrasyidin, punya pengalaman di Parpol (PAN), organisasi kepemudaan seperti KNPI, dan organisasi Pramuka. Dengan pengalaman yang begitu banyak rasanya tidak salah kalau banyak yang menjagokan diri akan menang pada musyawarah nantinya.

Nama lainnya yang diperkirakan punya kans tidak kalah besarnya adalah Firmansyah Ama. Nama kedua ini juga punya pengalaman yang cukup dalam berbagai organisasi, mulai dari organisasi kampus,seperti Ketua sampai pada organisasi lainya seperti Parpol dan organisasi sosial kemasyarakatan dan agama seperti LSM, dan juga LPTQ.

“Dua nama tersebut sejauh ini yang punya kans sangat besar untuk memimpin ikatan alumni STAI Auliaurrasyidin untuk kepengurusan perdana ini. Figur-figur lain nampaknya masih belum terlihat, mungkin karena kesibukan, ataupun karena sebagian besar ada didaerah,” kata Andi Kurniawan salah seorang alumni STAI saat diminta tanggapannya, Rabu, (25/4).

Masih menurut Andi, siapapun nantinya yang terpilih ia berharap bisa memajukan roda organisasi. Sebab organisasi ikatan alumni ini baru terbentuk, tentunya kendala-kendala yang dihadapi akan sangat besar. Tentunya berbeda kalau memang organisasi ini sudah ada sebelumnya.

“Tapi dengan pengalaman dua kandidat tersebut diberbagai bidang organisasi yang pernah mereka geluti, saya percaya semua itu akan bisa mereka atasi. Sehingga organisasi ikatan alumni STAI bisa menjadi wadah para alumni dalam berkreativitas, menjalin silaturrahmi serta bisa menjadi lembaga yang bisa meningkatkan kualitas SDM alumni,” tambah Andi.(suf)




KAPOLRES LANTIK 4 PERWIRA JAJARAN POLRES INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si, Selasa (24/4) secara resmi melantik 4 Perwira ditubuh Polres Inhil yang terdiri dari 2 Perwira Menengah (Pamen) dan 2 Perwira Pertama (Pama). Acara berlangsung di halaman Mapolres Indragiri Hilir jalan Gadjah Mada, Tembilahan.

Dalam amanatnya, Kapolres mengingatkan kepada Jajarannya agar dapat lebih meningkatkan kinerja terutama dalam mengayomi masyarakat guna menciptakan hubungan yang harmonis antara Polisi dengan masyarakat karena ini merupakan tolak ukur keberhasilan kinerja Polisi.

“Untuk merubah citra ditubuh Polri, saya sangat berharap kepada setiap anggota agar dapat meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi POLRI yakni mengayomi dan melayani masyarakat” tegas kapolres.

Bahkan masih menurut Kapolres, dalam waktu dekat ada tugas Polisi yang sangat berat, yakni dalam rangka menghadapi peringatan hari buruh sedunia yang waktunya tidak lama lagi, maka dari peran aktif Polisi terutama bagi seluruh Kabag, Kasat serta Kapolsek agar bisa mendekteksi secara dini adanya gejolak dari para buruh yang ada di Kabupaten Inhil, secara presuasif dan penkedekatan yang harmonis.

“Ada agenda penting yang akan kita hadapi dalam waktu dekat, dalam rangka menyambut Hari Buruh sedunia, maka dari itu diperlukan adanya pendekatan secara presuasif terhadap seluruh pekerja serikat yang ada di Kabupaten Inhil, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan” tambah Kapolres.

Adapun untuk 2 orang yang sudah disertijab berpangkat Perwira Menengah (Pamen) yakni Kompol Yuniar Ari Darmawan SiK yang sebelumnya menjabat Kabag Ops Polres Inhil,  kini naik sebagai Waka Polres Inhil menggantikan Kompol Imran Amir yang sedang melanjutkan pendidikan di Bandung. Sedangkan untuk posisi Kabag Ops akan ditempati oleh Kompol Sugeng Hariyanto SH yang sebelumnya menjadi Kapolsek Kateman.

Untuk 2 Perwira berpangkat Pama yang akan di sertijab antara lain AKP Hotasi Purba dari Polda Riau yang sebelumnya menjabat sebagai panit 2 Unit 1 Ditreskrim Polda Riau menjadi Kapolsek Kateman menggantikan posisi Kompol Sugeng Hariyanto SH.

Selanjutnya, AKP Tri Irwan Hardiansyah sebagai Kasat Pol Air pindah ke Polda Riau digantikan oleh AKP  Rio Julius Hotman Pardede yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubag Daul op Polresta Pekanbaru. Untuk Kapolsek Tempuling AKP Imam Ziadi Zaid,SH diganti oleh AKP Parningotan Pordasi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolsek Siberida Kabupaten Indragiri Hulu.

Ditegaskan lagi, oleh Kabag Sumda AKP Suprapto S.sos. M.si  bahwa terjadinya mutasi atau pindah jabatan di tubuh Polri adalah hal yang biasa, selain sebagai bentuk penyegaran juga bisa dijadikan sebuah prestasi atas dedikasi selama tugas yang di embannya

“Mutasi adalah hal yang biasa, selain bentuk prestasi dan sebuah promosi jabatan, juga bisa dijadikan sebagai penyegaran pada tempat yang baru bagi anggota Polisi “ ujar AKP Suprapto S.so. M.si. (tt/dro)




Panen Perdana Varietas Unggul Kelompok Tani Binaan DTPHTP Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Kelompok Tani Sidomulyo Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas binaan Dinas Tanaman Pangan Holtikuktura dan Peternakan Inhil berhasil melakukan panen perdana padi IR 42 yang dipilih sebagai varietas unggul di daerah tersebut, Selasa (24/4).

Panen yang langsung dilakukan Kepala DTPHTP Inhil, Drs Wiryadi yang didampingi pimpinan PT Pos Indonesia Pemeriksa Inhil, Syarkawi, pihak kecamatan dan Kepala UPT Kempas, Syahruddin serta para petani dari kelompok tani Sidomulyo berlangsung baik walau dalam hujan gerimis.

“Kelompok tani punya areal 65 hektare, namun yang mendapat binaan tahap awal ini baru 10 hektare dengan bibit varietas IR 42, kita berharap ini bisa jadi contoh untuk kelompok tani lain dalam melakukan pertanian padi, sebab ini kita lihat berhasil dengan baik, ” ujar Wiryadi memperlihatkan buah padi bernas yang siap dipanen.

Sementara itu Kepala PT Pos, Syarkawi mengatakan optimisnya terhadap petani dapat sukses dalam mengelola pertanian dengan harapan keuntungan yang diperoleh diupayakan bisa ditabung untuk masa depan yang lebih baik.

“Kita berharap kepada para petani untuk terus mengupayakan kerjasama yang baik dalam mengelola aset pertanian yang sangat berharga ini, untuk itu PT Pos yang telah menjalin kerjasama dengan Bank BTN siap membantu dalam mengelola aset dan tabungan para petani, jadi jangan lupa menabung di e Batara Pos, ” pinta Syarkawi berpromosi.

 

sedangkan Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Kademin mengharapkan kerjasama baik yang telah terjalin dengan pihak pemerintah dapat diteruskan dalam upaya membantu para petani, khususnya anggota kelompok tani Sidomulyo Bayas Jaya.

“Dengan anggota kelompok yang mencapai 78 orang dengan luasan areal 65 hektare, kami berharap hasil yang baik ini dapat diteruskan, sebab target 5,5 ton per hektare yang diharapkan dari lokasi ini akan bisa dicapai dengan kerjasama yang baik pula, apalagi sejauh ini kita masih menghadapi hama tikus dan keong mas, ” kata Kademin.

Syahruddi, Kepala UPT DTPHTP Kempas menjelaskan bahwa pihaknya sejauh ini dinilai berhasil mencapai target penanaman dan target produksi padi. dimana target penanaman kita mencapai lebih dari seribu hektare untuk Inhil dan target produksi 5,5 ton per hektare. (suf)




Pekan ke Dua Mei 2012 DM Bergulir

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pertengahan bulam Mei 2012 ini direncakan program desa mandiri (DM) mulai bergulir. Sejuah ini, mengenai kesipan desa-desa tersebut diketahui tidak ada masalah, hanya saja untuk pendampingan masih menunggu proses lelang dari unit layanan pelelangan (ULP).

Demikain dikatakan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintah Desa (BPMPD) Indragiri Hilir (Inhil) H Edy Syafwannur.
Menurutnya, siapapun konsultan pendamping, tentunya akan dibuat
kesepakatan untuk melaksanakan tugas-tugas pokok baik itu hak maupun kewajiban.

“Artinya, kita masih menunggu. Pada intinya, tim semua sudah siap
untuk menjalankan program desa mandiri pada tahun anggaran 2012 ini,”ungkap Edy Syafwannur, Selasa (24/4).

Tujuan pendamping desa, sebagaimana petunjuk teknis (Juknis) agar
masyarakat melakukan pembangunan sesuia ketentuan dan tidak menyalahi aturan. Dengan adanya konsultan pendamping, bisa dilakukan pembahasan musyawarah desa apa-apa yang meski dibangun. “Bagiamana mereka mampu membuat rencana anggaran bangunan (RAB),” sambung Edy.

BPMPD juga memberikan porsi pembangunan sesuai selera dan kebutuhan masyarakat. Namun BPMPD melalui anggaran yang ada tetap melakukan pemberdayaan-pemberdayaan kepada masyarakat itu sendiri.

Jadi kalaupun masyarakat desa mengatakan desanya khusus akan melakukan pembangunan fisik, juga tidak masalah. Karenan BPMPD tetap miliki anggran khusus untuk melakukan pemberdayaan, sesuai dengan kelembagaan yang ada.

Dalam menjalankan program desa mandiri, lanjut Edy, pada tahun
sebelumnya, tentu terdapat kelebihan maupun kekurangan. Sehingga,
pihaknya tetap mengevaluasi dan memberikan panismen bagi desa yang tidak menyelesaikan pekerjaan sebagai mana yang sudah diharapkan.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kalau desa itu baik, maka akan
kita berikan penghargaan. Supaya, desa-desa lainya menjadi termotifasi,” tukasnya.(fen)




INHIL KEMBALI TERIMA PROYEK CETAK SAWAH BARU

Survey Investigasi  Design (SID) harus dilakukan dengan baik agar apa yang pernah terjadi di desa jerambang beberapa waktu lalu tidak akan terulang kembali

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tahun 2013 mendatang, Inhil diperkirakan kembali akan mendapatkan bantuan program cetak sawah baru sebanyak 600 Ha. Keseluruhan dana berupa dana hibah dari APBN.

“Riau untuk tahun anggaran 2013 mendapatkan kembali program cetak sawah sebanyak 5000 Ha. Dari total itu, Inhil akan kebagian sebanyak 600 Ha. Untuk tahun anggaran 2012 ini kita sudah mendapatkan SID-nya,”Ujar Santoso, Kasubag PLA Dinas Pertanian Provinsi Riau di damping Konsultan perencana serta Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi saat ditemui di kantor Dinas Pertanian, Selasa (24/4).

Kegiatan Survey Investigasi Design (SID) ini disebutkan Santoso harus benar-benar dilakukan dengan baik agar apa yang pernah terjadi di desa jerambang beberapa waktu lalu tidak akan terulang kembali.”Ada tiga hal yang harus benar-benar kita pastikan, pertama, apakah benar kepemilikan lahan syah secara hukum, kedua, apakah juga benar petani yang terlampir riil dalam artian bukan hanya sekedar namanya saja yang ada, dan yang ketiga adalah apakah lahan yang diusulkan itu secara teknis layak untuk dijadikan lahan persawahan,” jelasnya merincikan sambil menjelaskan untuk kegiatan OPRM sendiri melalui dana APBD Provinsi juga dianggarkan kegiatan yang sama sebanyak 4700 Ha dan kini sudah dalam tahap proses pelelangan.

Setelah proyek itu nantinya dilakukan, seluruh lahan-lahan tersebut tidak lagi boleh dialih fungsikan makanya disebutkan SID ini sangat perlu untuk dilakukan guna meminimalisir berbagai persoalan yang mungkin timbul kedepannya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi berharap semua kegiatan dapat terlaksana dengan tranparan agar kedepannya tidak terjadinya kerancuan data.”Seperti misalnya diatas lahan yang sama ternyata juga sudah diperuntukan bagi kegiatan lain. kita harus pastikan benar hal ini tidak terjadi,” Ujarnya sambil meminta rekan-rekan wartawan ikut berpartisipasi terutama dalam publikasi agar masyarakat dapat lebih memahami tujuan kegiatan tersebut dengan benar.(fsl)