WUJUDKAN REVITALISASI,POLRI WAJIB PENUHI HARAPAN DAN TUNTUTAN MASYARAKAT

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik M.Si, beramanat agar seluruh jajaran personil Polres Indragiri Hilir untuk dapat menghindari sikap dan perilaku arogan, kekerasan, pelanggaran HAM serta tidak mudah terpancing terhadap situasi nasional yang sedang dihadapi. Hal ini menurutnya demi terwujudnya revitalisasi Polri.

Amanat ini disampaikan Kapolres Inhil dalam apel gelar pasukan operasi simpatik 2012 di halaman kantor Mapolres Inhil, jum’at (1/6).

“Dalam menjalankan tugas, polisi selalu dihadapkan kepada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. dimana hal itu akan mempengaruhi perkembangan lingkungan strategis baik ditingkat daerah maupun nasional. oleh karenanya, polri dituntut untuk peka dan responsif terhadap perkembangan sekelilingnya, khususnya yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas.”Ujar Kapolres.

Untuk itu, diamanatkan Kapolres Inhil lebih jauh, polisi diharapkan meningkatkan kinerja serta dinamika sehingga dapat melaksanakan tugas pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, serta pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat secara lebih profesional, bermoral, modern dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat.

Menyikapi semakin maraknya unjuk rasa secara anarkis dengan sasaran  kepada polri yang sedang bertugas.  Kapolres juga beramanat kepada seluruh personel yang sedang bertugas melakukan pengamanan, khususnya pengamanan pengunjuk rasa agar tetap berpedoman kepada tupoksi serta bertindak sesuai SOP yang telah ditetapkan guna menghindari jatuhnya korban baik dari polri ataupun dari pengunjuk rasa.

Kapolres juga meminta agar berbagai potensi gangguan dan tantangan tersebut dapat dieliminir sedini mungkin sehingga tidak sampai menimbulkan ganggunan stabilitas kamtibmas.

“Saya mengharapkan jajaran polres inhil agar mampu memainkan perannya secara lebih profesional dan proporsional guna merealisaikan hal tersebut serta selalu waspada dalam rangka mencegah secara dini dan menghindari terjadinya korban sia-sia serta keresahan masyarakat yang meluas” Pesan Kapolres mengakhiri. (fsl)




JAGO MERAH MENGAMUK, TELAN DUA JIWA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Amukan sijago merah kembali terjadi. Puluhan perumahan warga di Gang VII Jalan H. Arief Kecamatan Tembilahan Hulu ludes terbakar. 1 korban jiwa hangus dan 1 orang lainnya meninggal yang diduga terkena serangan jantung. (31/5).

“saya tidak tau darimana asal mula api. Saat itu, sekira pukul 11. 35 Wib saya sedang istirahat dirumah. Tiba-tiba saja saya mendengar suara ribut-ribut dan teriakan api. Begitu saya keluar, api sudah membesar. Menurut pengakuan beberapa orang warga, api berasal dari perumahan dipinggiran bantaran sungai Indragiri,” Ujar Ketua RT. 01 RW 03 Kecamatan Tembilahan Hulu, Makmur memberikan keterangan.

Akibat kebakaran ini, dua jiwa menjadi korban.  Aisyah (70) tewas terpanggang di dalam rumah kediamannya. Menurut pengakuan sang cucu, Ida (30). Ia tidak sempat lagi mengeluarkan neneknya karena api sudah sangat besar.”karena sibuk menyelamatkan kedua orang anak saya, saya tidak ingat lagi nenek saya masih di dalam rumah. Begitu menyadari, api sudah membesar. Saat itu saya hanya bisa berteriak-teriak meminta bantuan warga lainnya,”Cerita Ida dengan air mata terus menetes dari kedua pipinya.

Seorang warga lainnya, H. Samsuni (70) juga menghembuskan nafas terakhir dalam peristiwa kebakaran kali ini. Namun berdasarkan penjelasan warga. H. Samsuni tidak terpanggang api.”Waktu kejadian korban masih berada di dalam rumah. Saat kita minta keluar, ia menolak dan akhirnya dengan terpaksa digotong dan dilarikan warga ke halaman Mushola,” Ujar Idik seorang warga setempat memberikan keterangan.

Ditambahkan Idik. Sesampainya di pelataran Mushola, H. Samsuni kemudian duduk. Namun tidak berapa lama terlihat nafasnya menjadi sesak dankemudian di bawa warga ke dalam mushola untuk dibaringkan. Kita duga di dalam mushola itulah H. Samsuni sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua korban malam itu juga dilarikan ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan otopsi.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui darimana asal dan penyebab api serta besarnya kerugian. Dari data, 16 Rumah Ludes terbakar dan 3 dibongkar.  19 KK dengan 91 jiwa kehilangan tempat tinggal. (Am)




DIPENGHUJUNG USIA

Amalam Penghapus Dosa. (oleh: Muhammad Faisal)

www.detikriau.org – Malam sudah hampir menunjukkan pukul 00.50 Wib. Suasana begitu hening. Nyanyian binatang malam pengisi sunyi saat ini tiada terdengar. Aku hanyut dalam kesendirian. Pikiran menerawang, namun tidak tau kemana. Hatiku lirih, gundah dan aku tak mampu untuk berkata apa-apa. Ya Raab, Ya Allah,…. Usiaku kini semakin di penghujung.

Dalam sungkur dan sujudku, helai demi helai lembaran jalanan hidup kembali terkuak. Kusisir satu persatu. Kenapa hanya sedikit lembaran putih? Semua kelam. Aku terkejut. Aku malu dan aku terisak dalam sesalku. Usiaku semakin dipenghujung. Yaa Tuhanku, aku takut… Cukupkah waktuku?.

Doa dan Dzikir Penghapus Dosa

Berikut ini adalah beberapa tuntunan Rasulullaah saw. tentang amal-amal yang akan menghapuskan dosa-dosa kita.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, r.a. bahwa Nabi saw. bersabda:

“Barangsiapa mengucapkan ‘ Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syaarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiirseratus kali akan memperoleh ganjaran sebagaimana membebaskan sepuluh budak, dan seratus kebaikan akan dicatatkan atasnya, dan seratus dosa akan dihapuskan dari catatan amalnya, dan ucapan tadi akan menjadi perisai baginya dari Syaithan pada hari itu hingga malam hari, dan tak ada seorangpun yang bisa mengalahkan amal kebaikannya kecuali orang yang melakukan amal yang lebih baik darinya.” [Shahih Bukhari]

“Barangsiapa yang membaca Subhanallah sehabis tiap bershalat -wajib- sebanyak tiga puluh tiga kali dan membaca Alhamdudillah sebanyak tiga puluh tiga kali dan pula membaca Allahu Akbar sebanyak tiga puluh tiga kali dan untuk menyempurnakan keseratusnya ia membaca: La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir, maka diampunkanlah untuknya semua kesalahan-kesalahannya, sekalipun banyaknya itu seperti buih lautan.” [Shahih Muslim]

“Barangsiapa yang mengucapkan: Subhanallah wa bihamdih -Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya-, dalam sehari sebanyak seratus kali, maka dihapuskanlah dari dirinya semua kesalahan-kesalahannya (dosa-dosa kecil), sekalipun kesalahan-kesalahannya itu banyaknya seperti buih lautan.” [Muttafaq ‘alaih]

Dari Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ’anhu ia berkata: “Jika Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam hendak bangun dari suatu majelis beliau membaca: Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika (Maha Suci Engkau ya Allah dan segala puji bagiMu, aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Engkau aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMu)”. Seorang sahabat berkata: “Ya Rasulullah, engkau telah membaca bacaan yang dahulu tidak biasa engkau baca?” Beliau menjawab: “Itu sebagai penebus dosa yang terjadi dalam sebuah majelis.” [Riwayat Abu Dawud]




MESKI PERALATAN TERLAMBAT, DISDUKCAPIL INHIL KOMIT KEJAR TARGET PENYELESAIAN e-KTP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil), H Dianto Mampanini sangat menyayangkan keterlambatan tibanya peralatan yang akan digunakan untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP dari Pusat. Kondisi ini disebutkannya tentu akan berpengaruh pada kesuksesan program yang dicanangkan Pemerintah hingga oktober 2012 mendatang.

“Mengingat kondisi geografis daerah-daerah yang ada di Kabupaten kita sulit di jangkau, belum lagi dalam waktu dekat kita akan menghadapi bulan puasa, Keterlambatan ini tentu penerapannya dikhawatirkan tidak akan maksimal. Namun demikian, kita akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan program e-KTP ini,” tutur H. Dianto kepada wartawan, Kamis (31/5).

Menurut Dianto, dengan kondisi geografis seperti Kab. Inhil, seharusnya lebih diprioritaskan untuk mendapatkan berbagai peralatan lebih dulu agar lebih matang dalam persiapan. Selain itu, ia juga berpendapat peralatan yang sangat cocok untuk pelaksanaan perekaman e-KTP di di Inhil adalah alat yang bisa dibawa kemana-mana atau Mobile Enrollment.

Peralatan perekam yang sudah diterima yakni berupa 40 set peralatan rekam. Dari jumlah tersebut setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil akan mendapatkan 2 set peralatan pembuatan e-KTP, yang terdiri dari Komputer, Scanner, Printer, Pemindai sidik jari dan kamera digital.(fsl)




LP KELAS II A TEMBILAHAN OVER KAPASITAS

Juga Dibutuhkan Penambahan Sumur Bor

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dengan kapasitas daya tampung maksimal 350 orang narapidana (napi), kini lembaga pemasyarakatan (LP) Kelas II A Tembilahan harus dijejali sebanyak 485 napi. Kepala LP, Tommy K, akui sudah ajukan permohonan penambahan ruang tahanan kepada Kementrian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham), karena keterbatasan anggaran, Lapas Kelas II A Tembilahan harus kembali bersabar.

“Saat ini hampir semua LP ditanah air mengalami over kapasitas, termasuk LP Kelas II A Tembilahan. Kita sudah ajukan kepada Kemenkumham, namun karena besarnya anggaran yang dibutuhkan oleh kementrian, tentunya harus dilakukan secara bertahap. Tahun 2012 ini dipastikan kita belum mendapatkan anggaran. Tapi mudah-mudahan di tahun 2013 nanti,” Jelas Kalapas memberikan komfirmasi kepada detikriau.org saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (31/5).

Ditambahkan Kalapas,  dari 485 napi terdapat 23 orang napi anak-anak dan 17 napi wanita. Kini LP kelas II A Tembilahan telah mengalami over kapasitas sebanyak 135 napi.

Disamping persoalan kurangnya ruang sel, Kalapas juga berharap kebutuhan air bersih bagi keperluan narapidana dapat terpenuhi. Dengan hanya memiliki sebuah sumur bor, dinilai kondisi ini masih jauh dari cukup.” Yang layaknya saya kira masih diperlukan penambahan 2 buah sumur bor lagi. Kita sedang usahakan untuk memenuhinya.” Ujar Kalapas mengakhiri. (fsl)




Tradisi Manongkah Diharapkan Jadi Even Wisata

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Even manongkah massal bagi Suku Duano, atau lebih dikenal dengan suku laut yang sebagian besar bermukim di daerah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hendaknya harus dapat dikembangkan menjadi even wisata bagi Kabupaten Indragiri Hilir.

Manongkah, sejak dulu memang merupakan aktifitas Suku Duanu untuk menangkap kerang dihamparan padang lumpur dengan menggunakan sekeping papan. Namun belakangan ini aktifitas itu sudah mulai menjadi perhatian banyak kalangan, sehingga layak untuk dikembangkan menjadi even wisata Riau dan Inhil khususnya.

Anggota DPRD Inhil, Zulkipli, saat dikomformasi terkait kegiatan manongkah yang biasanya sudah dijadikan objek perlombaan untuk suku Duano, mengharapakan kepada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi untuk menjadikan even tersebut sebagai budaya tahunan. Sebab menurutnya, satu-satunya objek wisata di Inhil yang mendapat rekor muri adalah kegiatan Manongkah.

Ia juga berharap agar Pemerintah bisa lebih jeli dan jika perlu masukan even ini kedalam induk wisata tahunan. Sehingga budaya pesisir ini dapat terus berkembang. “Kegiatan ini Insya Allah, akan dilaksanakan pada bulan Juli 2012 mendatang,” ungkap Zulkipli, Kamis (31/5).

Masih menurut Kiki, sapaan akrab politisi banteng berhidung putih ini, disetiap daerah, ada suku-suku yang tertinggal dalam segi pendidikan maupun pengetahuan. Maka dari itu untuk Inhil, salah satu suku yang masih tertinggal adalah suku Duano. Dengan adanya manongkah ini dia berharap besar agar ketertinggalan suku tersebut tidak lagi terjadi.

“Sekarang sudah bisa kita lihat sendiri, banyak orang-orang dari suku Duano yang sudah berkembang. Ada yang terjun ke dunia politik, PNS dan aparat penegak hukum. Ini merupakan suatu peningkatan yang luar biasa,” tandasnya.

Manongkah merupakan kegiatan sehari-hari suku Duano berburu kerang. Dan bisa dilakukan pada saat air di laut dalam keadaan surut. Biasanya aktifitas itu kerab dilakukan oleh suku Duano di Kecamatan Tanah Merah dan Kecamatan Concong. Dimana salah satu alat khusunya berupa sekeping  papan berukuran lebar 30 cm dan panjang 1,5 meter.

Biasanya pelestarian manongkah massal yang dikemas dalam kegiatan dua tahuan itu di laksanakan  Pantai Bidari Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah. Manongkah massal pernah juga diadakan tahun 2008. Saat itu Musium Rekor Indonesia mencatat sebagai rekor terbanyak manongkah dengan jumlah peserta 500 orang. (fen)