PEMBANGUNAN MASJID ISLAMIC CENTRE DIMULAI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pembangunan Masjid Islamic Centre dirancang untuk menjadi sebuah Masjid yang nantinya dapat mengakomodir berbagai kegiatan islam. Masjid yang dibangun dengan daya tampung 6000 jamaah ini kedepannya diharapkan akan dapat menjadi sebuah Masjid kebanggaan masyarakat Inhil.

Bupati Inhil, H. Indra M. Adnan menjelaskan bahwa Pembangunan Majid Islamic Centre ini dikarenakan Masjid Agung Al-Huda dirasakan sudah semakin tidak representative lagi guna mendukung berbagai kegiatan umat islam dikarenakan adanya desakan kemajuan kawasan perekonomian perkotaan.

“Sebenarnya sudah lama ada pemikiran para ulama dan para pemimpin di Kabupaten Indragiri Hilir untuk memindahkan Masjid Agung Al-Huda ke kawasan yang lebih representatif. Tetapi untuk memindakan itu selalu  mendapati tantangan karena memang harus diakui Masjid Al Huda  memiliki nilai sejarah. Dengan memindahkan Masjid Agung Al-Huda tentunya akan menyebabkan hilangnya nilai sejarah. Akhirnya pemerintah mengambil sebuah kebijakan untuk kembali membangunkan sebuah Masjid yang sengaja dirancang agar kedepannya mampu mejadi pusat berbagai kegiatan keislaman dan dapat menjadi sebuah masjid kebanggan masyarakat Inhil. Masjid itulah yang kita namai Masjid Islamic Centre yang pada hari ini kita telah lakukan pemancangan tiang pertamanya,” Ujar Bupati.

Disamping Masjid, dikawasan ini kata Bupati juga akan dibangun sebuh fasilitas pendidikan mulai dari tingkat Usia dini sampai Sekolah lanjutan atas. Masjid nantinya akan menjadi pusat dari kawasan Islamic Centre.

Masjid Islamic Centre ini dijelaskan Bupati lebih jauh dibangun untuk mampu menampung sebanyak 6000 jamaah dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti Aula yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai kegiatan seperti seminar dan diskusi-diskusi ilmiah keislaman.

Masjid Ismic Centre juga dibangun dengan 6 buah bangunan pelengkap yang salah satunya adalah perpustakaan 6 lantai. Bupati menyatakan apabila gedung perpustakaan islmic centre ini selesai dibangun maka akan mampu mengalahkan gedung perpustakaan di Pekanbaru.

“Kedepan kita berharap Inhil juga akan mampu menjelma menjadi miniaturnya Indonesia, untuk mendukung semua itu tentunya harus ditopang dengan berbagai fasilitas termasuk dukungan ketersediaan  informasi dan teknologi (IT).” Imbuh Bupati.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menjelaskan bahwa dikawasan Islamic Centre ini juga didirikan sebuah sekolah lanjutan tingkat atas unggulan. Sekolah Negri ini dikelola melalui sebuah yayasan.

“Prakarsa untuk melakukan pengelolaan sebuah sekolah negri melalui yayasan kini mulai bermunculan dan ternyata saya sudah lebih dahulu mewujudkan hal ini,” Pungkas Bupati. (fsl)




Zikir dan Istighosah Dalam Rangka Milad Ke-47 Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sabtu (24/6) lalu, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab, Inhil) melaksanakan kegiatan Istighosah. Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Milad Ke 47 Kab. Inhil dihadiri oleh ribuan warga Inhil.

Dalam kata sambutannya, Ketua pelaksana kegiatan, H. Edy Syafwannur menyatakan bahwa kegiatan istighosah tahun ini sedikit berbeda dengan kegiatan istighosah tahun-tahun sebelumnya yakni tahun 2012, istighosah pertama kalinya diadakan dilungkungan Islamic Centre Jalan Pendidikan Tembilahan kemudian dalam kegiatan istighosah ini juga sekaligus dirangkai dengan kegiatan pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Islamic Centre yang diagendakan akan selesai pada desember tahun 2013 mendatang.

Bupati Inhil, H. Indra Muchlis Adnan menyatakan bahwa kegiatan Instighosah disebahagian daerah semakin hari semakin terlupakan. Namun untuk Inhil, Bupati berharap, setiap  memulai suatu kegiatan hendaknya selalu dimulai dengan pelaksanaan instighosah.” Saya berharap suatu hari nanti Kab. Inhil akan menjadi pusat peradaban islam. Mengawali niat itu, setiap awal tahun pelaksanaan kegiatan pembangunan kita selalu selaraskan dengan kegiatan istighosah. Kita berharap dengan doa dan zikir dalam rangkaian istighosah akan memberikan limpahan rahman dan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa  dalam setiap kegiatan yang akan kita lakukan.” Ujar Bupati.

Siraman rohani dalam peringatan istighosa kali ini disampaikan oleh Habib  Abdul Mutholib Bin hasyim Alaydrus. Dalam tausyiahnya, Habib mengajak untuk memaknai peringatan Milad dengan mengibaratkan dengan kemuliaan seorang Ibu.

Menurut Habib, Milad yang diartikan sebagai Kelahiran merupakan sebuah kemuliaan yang dilimpahkan Allah kepada seorang ibu. Seorang ibu adalah keramat bagi anak-anaknya. Ibu yang memegang peran berhasil atau tidak berhasilnya seorang anak. Ridho seorang ibu adalah Ridho Allah swt.

“Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa apabila seorang anak berbakti kepada kedua orang tuanya maka Allah akan memanjangkan umurnya dan kepadanya akan diberikan keturunan yang baik. Namun jika seorang anak mendurhakai kedua orang tuanya Allah akan memendekkan umurnya dan kepadanya diberikan keturunan yang juga akan durhaka kepada dirinya,” Ungkap Habib menyampaikan betapa mulianya seorang ibu dimata Allah.

Usai pelaksanaan Istighosah, Bupati didampingi pejabat dilingkungan Setdakab Inhil menyempatkan diri untuk meninjau beberapa pembangunan yang sudah dilaksanakan dikawasan Islamic Centre. (fsl)




BUPATI TINJAU LOKASI KEBAKARAN JALAN KEMBANG.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Bupati Inhil, H. Indra Muchlis Adnan mengajak korban kebakaran jalan kembang Tembilahan untuk tabah dan bersabar menghadapi musibah yang tengah mereka hadapi. Dibalik sebuah musibah menurut Bupati, seringkali memberikan berjuta hikmah. Dalam kesempatan itu, Bupati juga sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran.

“Dengan kesabaran dan ketawakalan insyaallah akan membuat kita sabar. Saya mengucapkan turut prihatin atas musibah ini.” Ucap Bupati yang saat itu didampingi istrinya, syafni juryanti Indra, Setdakab Inhil, Alimuddin, RM, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Anwar Nawang, serta Kepala dinas Sosial, Rasyid.

Menurut Bupati,apapun bentuk bantuan yang diberikan para Dermawan hendaknya janganlah dibandang dari berapa besar nilai dari bantuan itu, tetapi pandanglah sebagai sebuah bentuk rasa saling peduli serta ikut berbagai kesusahan yang terjadi antara sesama. “Kita do’akan semoga para Dermawan juga selalu dilimpahi berkah dan rezky yang luas dari Tuhan yang Maha Esa,” Do’a Bupati.

Dalam kesempatan itu, seorang perwakilan korban musibah kebakaran jalan kembang, Ijai berharap agar selain bantuan berupa bahan panganan, sebaiknya mereka dapat diberikan bantuan berupa bahan bangunan dan pakaian untuk anak-anak sekolah.”Bantuan seperti itu tentunya dapat memberikan keringanan kepada masyarakat yang ingin kembali membangun rumahnya dan kepada para korban yang memiliki anak-anak yang sedang bersekolah, bantuan perlengkapan sekolah juga sangat berarti,” Ujar Ijai.

Atas permintaan ini Bupati meminta Kepala Dinas Sosial untuk melakkukan pendataan dan sekaligus dinyatakan akan berusaha untuk memenuhi.

“Insyaallah, mudah-mudahan akan kita usahakan untuk merealisaikan. Tapi kalau tidak penuh keatas ya penuh kebawah,” Ujar Bupati menggapi permintaan masyarkatnya.

Usai menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan korban kebakaran, Bupati bersama rombongan menyempatkan diri untuk meninjau secara langsung lokasi bekas kebakaran yang telah menganguskan 44 Rumah warga dan 15 Rusak berat itu. Bupati berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati agar musibah serupa ini dapat dihindari.(Am)

 




Pemilihan Gubernur Oleh DPRD Timbulkan Penafsiran Ganda atas Konstitusi

Jakarta — Naskah akademik RUU Pilkada juga menyiratkan perlunya peningkatan efektivitas gubernur sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Argumen ini tidak memiliki landasan konstitusi. Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris mengatakan, wacana pemilihan gubernur oleh DPRD dalam Rancangan Undang-undang Pilkada yang sedang dibahas oleh DPR saat ini, menunjukkan adanya penafsiran ganda atas konstitusi.
Pasal 18 ayat 4 ; Undang-Undang Dasar 1945 mengatakan bahwa kepala daerah dipilih secara demokratis. Pasal yang menjadi mandat konstitusi ini menjadi aneh kalau diimplementasikan secara berbeda untuk pemilihan bupati/walikota dan gubernur.

Pemilihan bupati/walikota dilakukan secara langsung sedangkan pemilihan gubenur dilakukan secara tidak langsung. Padahal konstitusinya sama, ini konyol. Harusnya kalau langsung semua ya dibikin langsung. Kalau tidak ya tidak langsung semua,” ujar Syamsuddin Haris dalam Seminar Fraksi Partai Hanura bertajuk ‘Transaksi Politik Pilkada; Pangkal Pergeseran Kebijakan Publik Yang Tidak Pro Rakyat’ di Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (22/6).

Naskah akademik RUU Pilkada juga menyiratkan perlunya peningkatan efektivitas gubernur sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Argumen ini, kata Syamsuddin Haris, tidak memiliki landasan konstitusi. Status gubernur sebagai kepala daerah otonom dan wakil pemerintah pusat di daerah, masih dimungkinkan dipilih langsung bersama-sama dengan bupati/walikota sebagai kepala daerah otonom.

Selain itu, kata Syamsuddin, dalam draf RUU Pilkada itu, gubernur dipilih oleh DPRD sedangkan wakilnya diusulkan dari PNS oleh gubernur terpilih. “Bagaimana bila kepala daerah terpilih berhalangan tetap, apakah si PNS yang menggantikannya atau bagaimana?”.(dtc)




Bantah Pengadaan Al-Quran Langgar Prosedur

JAKARTA – Wakil Menteri Agama (Wamenag) , Nasaruddin Umar membantah jika ada yang menilai ada pelanggaran prosedur dalam proses pengadaan Al-Quran selama dirinya menjabat sebagai dirjen Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag.
Dijelaskan, segala bentuk pengadaan barang yang dilakukan di Ditjen Bimas pada saat itu selalu menggunaan sistem tender dan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah.

“Saya tegaskan di sini, dalam melakukan pengadaan Al Quran tidak pernah menyalahi aturan dan prosedur yang ada. Semuanya tidak pernah melalui penunjukkan langsung, tetapi melalui tender,” ungkap Nasaruddin di Gedung Kemenag, Jakarta, Jumat (22/6).

Nasaruddin mengatakan, pihaknya juga memiliki kebijakan tersendiri untuk mencegah dan mewaspadai penyelewengan dalam proses pengadaan barang khususnya Al-Quran yang dilakukan Ditjen Bimas Islam sejak tahun 2009 – 2011. Yani, memberikan peringatan awal kepada semua pihak untuk tidak melakukan mark-up anggaran.

“Sejak tahun 2009, kami memang melakukan efisiensi. Hal itu bisa dibuktikan pada pengadaan Al-Qur’an pada tahun 2009 berjumlah 42.600 eksemplar dengan nilai kontrak Rp 1,125 miliar dari pagu anggaran 1,136 miliar. Pengadaan Al-Qur’an tahun 2010 berjumlah 45.000 eksemplar dengan nilai kontrak Rp 1,2 miliar dari pagu anggaran 1,4 miliar,” paparnya.

Kebijakan lainnya, lanjut Nasaruddin, menetapkan standarisasi percetakan yang digunakan untuk mencetak Al-Quran. Misalnya, perempuan yang sedang menstruasi, sebaiknya tidak dilibatkan dalam proses pencetakan Al-Quran.

“Dari kebijakan itulah, yang meyakinkan kami bahwa tidak ada pelanggaran aturan ataupun prosedur dalam proses pengadaan Al Quran,” tandasnya.(jpnn)




RASA KEPEDULIAN MASYARAKAT INHIL MASIH TINGGI

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Rasa solidaritas dan saling peduli dengan kesusahan masyarakat lainnya ternyata masih belum hilang dari masyarakat Inhil khususnya kota Tembilahan. Hal ini terlihat dengan bantuan dari instansi pemerintah, organisasi profesi, organisasi sosial, dan dermawan yang terus mengalir.
Pantauan detikriau.org langsung dilokasi bekas kebakaran jalan kembang Tembilahan, terlihat sekelompok masyarakat sibuk menurunkan berbagai barang kebutuhan pokok dari sebuah mobil sedan merah. Tidak kurang dari puluhan karung beras ukuran 10 kg diturunkan, termasuk beberapa kotak mie instan dan puluhan papan telor ayam ras. Bantuan ini diserahkan oleh pengusaha “toko Singapore” Tembilahan.
Didepan pos penampungan, sekelompok pemuda sengaja meletakkan sebuah kotak dipinggiran jalan. Hampir setiap pengendara yang melewati pos pemuda ini langsung berhenti dan merogoh lembaran uang rupai dari saku mereka. Hanya berjarak beberapa meter, didapati tenda bertuliskan Badan penanggulangan Bencana daerah dan Dinas sosial berdiri dengan dijaga oleh beberapa orang petugas. Dibawah salah satu tenda ini, terlihat setumpuk pakaian bekas. “Memang kita sengaja menumpuk seperti ini bang. Kita sengaja tidak mengantarkan secara langsung kepada korban kebakaran. Mereka boleh datang kesini dan memilih sendiri pakaian yang  sasesuai untuk mereka,” Ungkap petugas.
Disebelah barat posko ini, juga terlihat berdiri sebuah tenda bertuliskan PMI. Dibawah tenda, tiga orang petugas medis siap sedia memberikan pelayanan kesehatan. Ditempat terpisah, diperempatan-perempatan jalan juga terlihat pelajar menenteng kotak, kepada setiap pengendara yang lewat mereka hampiri.
“Sebagai koordinator bantuan korban kebakaran, saya mengucapkan rasa terimakasih atas apa yang diberikan oleh para dermawan ini. Kita sudah menerima berbagai bantuan, terutama bahan sandang dan pangan. Bantuan seperti  ini langsung kita salurkan kepada korban kebakaran. Alhamdulillah, ini dapat meringankan sedikit kesusahan yang sedang mereka hadapi saat ini,” Ungkap Handoyo, koordinator bantuan  sambil mengatakan bantuan yang sudah mereka terima diantaranya dari Pemkab Inhil, BPBD, Dinsos, Darmawanita, PMI dan beberapa Darmawan dari berbagai lapisan masyarakat. (Am)