MTQ Kecamatan Kuindra Dibuka, Al-Quran Harus Diimplemintasikan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Usai mengukuhkan forum RT/RW dan pengurus Posyandu, Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra), Malam harinya, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) membuka secara resmi MTQ Kecamatan Kuindra, Selasa (15/5).

Proses pembukaan MTQ tingkat Kecamatan Kuindra, diawali dengan pawai takruf yang diikuti oleh berbagai eleman masyarakat, seperti pelajar, kelompok pemuda, majelis pengajian, tokoh pemuda maupun tokoh masyarakat setempat. Acara pembukaan MTQ tersebut, selain dihadir oleh Kepala BPMPD juga dihadiri oleh perwakilan LPTQ Kab. Inhil serta segenap undangan  dan tokoh agama.

Kepala Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuindra, Hasanuddin dalam sambutanya mengatakan, kepercayaan yang diberikan oleh pihak kecamatan untuk menyelenggarakan kegiatan penyebaran syiar agama ini tentu merupakan sebuah kehormatan dan kebaganggan tersendiri bagi warganya.

“Berkat kerja keras kawan-kawan, khususnya masyarakat kita, yang rela  bertungkus lumus dan bahu membahu hingga dapat terleksanakanya acara yang sangat mulia ini. Tentunya, kami atas nama panitia daerah, sangat berterima kasih karena telah mendapatkan kesempatan untuk menggelar MTQ tingkat kecamatan tahun 2012 ini,” sebut Hasanuddin.
Sementara itu Kepala BPMPD Inhil, H. Edy Syafwannur dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh masyarakt menjadikan momen itu sebagai momen melakukan intropeksi diri terhadap berbagai kesalahan, baik dilakukan secara sengaja maupun yang tidak sengaja.

Dikataknya, sebagai mana yang terdapat dalam isi kandungan Al Qur’an. “Implemintasikanlah dalam kehidupan sehari-sehari apa yang sudah terkadung dalam Al Quran,” Ujarnya.

Artinya dalam sambutan itu, Edy Syafwannur menginginkan kegiatan religi khususnya membaca, memahami dan mengkaji Al Qur’an jangan hanya dijadikan ajang musiman, namun terus dilaksanakan walaupun tidak dalam rangka kegiatan MTQ. “Kita tahu segala yang terkandung didalam ayat suci Al-Qur’an sangat luar biasa apa bila dapat diimplemintasika. Disamping itu, momen ini hendaknya bisa juga kita jadikan untuk lebih mempererat tali persaudaraan antar sesama umat islam. Jangan mudah terpropokasi  oleh hal yang tidak bertanggungjawab,” imbuhnya. (fen)




JAKSA JANJIKAN PROSES DUGAAN PENYIMPANGAN DANA DM DESA GEMILANG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam waktu dekat, Kejaksaan Negeri Tembilahan berjanji akan menindaklanjuti adanya dugaan penyelewengan dana program Desa Mandiri (DM) di Desa Gemilang Kecamatan Batang Tuaka. Untuk keperluan ini, pihak kejaksaan akan segera memanggil beberapa pihak terkait untuk dimintakan keterangan.

“Untuk langkah awal, nanti kita akan memangggil Sekdesnya untuk dimintai keterangan, karena kita juga harus mengumpulkan data yang kongkrit dan pasti dari saksi-saksi yang mengetahui persoalan tersebut,” Ujar Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan  melalui Kasi Intel, Muspidawan saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Selasa (15/5) .

Ditambahkannya, Proses pemeriksaan tetap akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku tanpa harus melihat besar atau kecilnya kasus korupsi yang ada. Hal ini menurut Muspidawan untuk menghapus kesan yang sering memojokan Kejaksaan yang dinilai hanya ingin membahas kasus-kasus kecil saja.

“Kita akan tetap memproses kasus ini, makanya kita akan panggil nanti Sekdesnya terlebih dahulu atau bisa sekaligus semua pihak yang kita duga terlibat untuk dimintai keterangan, namun tetap dengan prosedur yang berlaku,” Sebutnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, berdasarkan informasi, Kepala Desa Gemilang, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Inhil, Isnaini diduga telah menggelapkan dana Pembangunan proyek program Desa Madiri Tahun Anggaran 2011. Pasalnya, satu dari tiga paket pekerjaan progam tersebut hingga kini progresnya baru mencapai 40 persen dan dipastikan tidak akan terselesaikan karena dananya sudah habis.

“Sampai saat ini program itu tidak dilanjutkan lagi dan kondisinyapun belum selesai sedangkan Kadesnya sekarang tak tau kemana karena katanya sudah habis masa jabatanya,” ujar seorang warga Desa Gemilang, Amin beberapa waktu lalu melalui sambungan telepon selularnya.

Mantan Ketua  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), mengaku pihaknya sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam program Desa Mandiri tersebut. Seluruh pekerjaan proyek DM menurutnya ditangani secara langsung oleh Kades.

“Saya tidak mengetahui kenapa proyek itu tidak juga selesai. Selama ini, LPM tidak pernah dilibatkan. Proyek DM ditangani secara langsung oleh Kades bersama Sekdesnya. Lagipula sekarang saya tidak lagi menjabat sebagai ketua LPM,”ujarnya, Rabu (9/9) yang lalu.

Sekretaris Desa Gemilang, Muhammad Yunus ketika dikomfirmasi  membenarkan masalah tersebut. Ia juga mengaku bahwa dana pembangunan program Desa Mandiri tersebut saat ini telah habis.

“Benar, memang ada paket pekerjaan yang belum selesai sampai sekarang sedangkan dananya telah habis.  Uangnya saya tidak tau, mungkin dipakai Kades untuk keperluan pribadi.” Ujar Yunus.

Ditambahkan Yunus, program Desa Mandiri 2011, Desa Gemilang mendapatkan dana untuk melakukan tiga paket pekerjaan, yaitu Paket penimbunan halaman kantor Desa, Kemudian  Penambahan Bangunan Puskesdes dan terkahir adalah semenisasi jalan lingkungan. Untuk Paket satu dan dua pembangunan tersebut sudah selesai, namun untuk paket tiga, pembangunannya masih 40 persen.

“kalau kita totalkan secara keseluruhan progress pengerjaan Program Desa Madiri tersebut hanya 70 persen,” ungkapnya.

Ketika ditanyai tentang total dananya, M Yunus mengaku sama sekali tidak mengetahui. Menurutnya, dari mulai SPJ tahap pertama maupun  SPPD-nya di urus langsung oleh Kepala Desa.

“Kalau biayanya saya tidak tahu, karena dari awal pak Kades yang ngurus semuanya,” ungkapnya saat itu. (fsl)




ASISTEN I SETDAKAB INHIL BUKA RAKER PWRI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Selasa, 15 Mei 2012 Bupati Inhil yang diwakili Asisten I Setda Kab. Inhil, H. Said Ismail membuka secara resmi Rapat Kerja Pimpinan Persatuan Wredatama Republik Indonesia ( PWRI ) Kab. Inhil yang dilaksanakan di Aula Kantor Inhil Bisnis Center Tembilahan. Dalam sambutannya,  Bupati yang dibacakan Asisten I setda Kab. Inhil berharap raker PWRI ini akan membuahkan masukan untuk kemajuan Inhil kedepan.

“Bupati atas nama Pemkab Inhil sangat menyambut baik dengan terlaksananya raker PWRI ini. Kita berharap raker ini juga akan menghasilkan banyak pemikiran-pemikiran serta ide baru yang akan berguna untuk kemajuan Kab. Inhil dimasa-masa yang akan datang,”Sebut Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I, H. Said Ismail.

Dalam kata sambutannya itu, Bupati juga berharap PWRI Kab. Inhil dapat terus menjalin kerjasama yang baik dengan Pemkab maupun organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya yang ada di Kab. Inhil. Dengan terjalinnya kerjasama yang baik tentunya diharapkan akan terwujud tatanan masyarakat Inhil yang saling asah, asuh dan saling asih.”Yang tua mengayomi dan yang muda meneladani tentunya semua ini untuk mencapai apa yang menjadi cita-cita kita bersama yaitu Inhil Berjaya dan gemilang 2025” Tambah Bupati.(wai/humas Pemkab Inhil)




PU AKAN BENAHI TATAKELOLA PENGANGKUTAN SAMPAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Indragiri Hilir, H. Tengku Edy Efrizal nyatakan akan melakukan penataan kembali rute kendaraan truk angkutan sampah. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah yang terlewatkan dalam rute yang ada selama ini.

Pernyataan ini disampaikannya saat bertemu Www.detikriau.org di Tembilahan, Selasa (15/5).”Kita memang ada menerima beberapa masukan dari masyarakat mengenai adanya lokasi penumpukan sampah yang belum terlayani termasuk untuk kawasan pasar kayu jati di Kecamatan Tembilahan Hulu. Oleh karenanya, rute angkutan kendaraan sampah yang ada selama ini kita nilai perlu untuk ditata kembali agar keinginan masyarakat ini dapat terlayani,” Ungkap Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup ini memberikan komfirmasi kepada Www.detikriau.org.

Disamping rute kendaraan, ditambahkan Tengku Edy, peletakan tempat penampungan sampah sementara dibeberapa tempat, sebahagian juga ada yang menjadi keluhan masyrakat.”Bak sampah ini tentunya sangat penting terutama terkait dengan penataan rute angkutan. Sebagian masyarakat juga ada yang mengeluhkan keberadaan tong sampah ini. Makanya hal ini juga perlu untuk kita kaji kembali. Namun yang jelas, kita akan benahi secepatnya agar persoalan sampah ini dapat terlayani dengan baik terutama untuk menjaga kebersihan kota,” Jelas Tengku Edy.

Sebelumnya, Warga seputaran pasar kayu jati Kecamatan Tembilahan Hulu mengeluhkan banyaknya tumpukan sampah. Limbah pasar yang menimbulkan bau yang tidak sedap ini menurutnya membuat pasar terkesan tidak terurus dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Saat itu ia berharap agar instansi terkait memberikan perhatian.

“Setiap hari saya berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga di Pasar ini. Disamping lokasinya dekat dengan tempat tinggal saya, harga yang dipasarkan pedagang juga terbilang cukup bersaing. Sayangnya, semakin hari pasar ini terlihat semakin tidak terurus. Tidak teraturnya penataan pedagang membuat suasana semakin sembraut ditambah tumpukan sampah sisa-sisa pedagang terlihat berserakan dan menumpuk menimbulkan bau yang tidak sedap,”Ujar Nurjani, seorang pengunjung pasar kayu jati, Ahad (13/5) yang lalu.

Keluhan yang hampir senada juga terlontar dari A’am. Menurut warga yang rumahnya berhampiran dengan Pasar kayu jati ini. Ia menilai pasar yang keberadaanya cukup strategis bagi masyarakat Kecamatan Tembilahan Hulu ini kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah setempat. Penumpukan sampah sisa-sisa pedagang juga menjadi keluhannya. Menurutnya, Ia tidak pernah melihat ada petugas kebersihan yang melakukan pengakutan sampah sebagaimana layaknya sebuah pasar.”Kita berharap agar instansi terkait dapat memperhatikan hal ini. Kalau sampah dibiarkan berserakan seperti ini, pasar ini akan semakin kumuh dan tidak sehat.”Ujar A’am. (fsl)




MPI MINTA POLISI TUNTASKAN KASUS BOSDA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Aktifis Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Tengku Suhendri meminta agar pihak kepolisian menindak siapapun yang terlibat dugaan penyimpangan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di Dinas Pendidikan Inhil Tahun Anggaran 2011. Menurutnya, kasus ini merupakan batu uji keseriusan pihak kepolisian dalam mengungkap adanya dugaan tindak pidana korupsi.

Pernyataan ini disampaikan Comel, panggilan akrab tokoh muda MPI ini didampingi rekannya, Zakiyun dan Eva saat bertemua Www.detikriau.org, Senin (14/5).”Kita terus mendesak agar pihak kepolisian tidak bertindak setengah-setengah dalam melakukan penyelidikan adanya dugaan tindak pidana korupsi. Ketekunan dan keseriusan pihak kepolisian tentunya sangat diperlukan karena kasus ini akan menjadi batu uji komitmen kepolisian dalam mengungkap tindak pidana korupsi,” Ujar Comel sambil mengatakan agar pihak kepolisian juga tidak tebang pilih dan menindak siapapun yang terkait dalam tindak pidana korupsi yang diduga merugikan Negara lebih dari 1 milyar rupiah ini.

Terkait pernyataan MPI ini, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SiK, M,Si melalui Kasad Reskrim Polres Inhil, AKP Edy Munawar saat ditemui Www.detikriau.org di ruang kerjanya, Senin (14/5) menyatakan sejauh ini kasus dugaan tindak pidana korupsi dana BOSDA masih dalam penyelidikan.

“Kita masih melakukan penyelidikan. Untuk pengadaan bahan batik seragam sekolah ini kita masih menduga adanya tindak pidana korupsi. Berapa kerugian Negara tentu auditor yang akan melakukan penghitungan.” Jawab Kasad Reskrim.

Menurut Kasad Reskrim lagi, sejauh ini pihak kepolisian sudah melakukan pemanggilan beberapa orang saksi.”Kita sudah panggil 6 orang dari pihak sekolah serta beberapa dari pihak Dinas Pendidikan Inhil dan juga Dekranasda. Tapi semua masih sebatas saksi,” Ujar Kasad Reskrim.

Seperti pemberitaan di harian Www.detikriau.org sebelumnya, kasus adanya dugaan tindak pidana korupsi ini mencuat pertama kalinya akhir Desember 2011yang lalu. Dalam pemberitaan Www.detikriau.org saat itu, Aktifis MPI, Zakiyun mempertanyakan kebijakan Disdik Inhil yang mengharuskan pihak sekolah untuk mempergunakan dana BOSDA untuk pembelian baju seragam batik yang dikoordinir melalui salah seorang pejabat di Disdik Inhil.

“Dana BOSDA memang untuk membantu pembelian seragam bagi murid-murid setingkat SD dan SMP dan kebijakan peruntukan dana tersebut sepenuhnya berada di pihak sekolah karena mereka yang tau seragam apa yang menjadi kebutuhan mereka. Kalau peruntukannya ditentukan oleh Dinas Pendidikan, ini ada apa?, Ujar Zakiyun saat itu.

Saat itu MPI juga mempertanyakan kebijakan Disdik Inhil yang membandrol harga Rp. 40 ribu/lembar bahan batik. Padahal, pihak Dekranasda menjual baju seragam batik siap pakai juga senilai Rp. 40 ribu serta dalam prakateknya pihak sekolah diharuskan untuk menyetorkan pembayaran melalui seorang pejabat di Disdik Inhil tersebut.

“bahkan dari seorang sumber kita, untuk bahan batik dengan jenis yang sama dalam pembelian partai besar ia hanya membandrol harga Rp. 17 ribu perpotongnya.” Terang Zakiyun saat itu.

Dari perhitungan MPI, anggaran pengadaan baju seragam batik pelajar SD dan SMP senilai Rp. 4,1 Milyar Rupiah ini, apabila dikelola melalui Disdik Inhil dengan harga Rp. 40 ribu per bahan seragam batiknya maka Disdik Inhil akan mengantongi keuntungan senilai lebih kurang Rp. 1,9 Milyar.(fsl)





Belum Beroperasi, Dishub Diminta Rawat Fasilitas Bandara

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Terkatung-katungnya pengikatan Memorandum of Understanding (MoU) Dishubkominfo Inhil dengan pihak ketiga terkait pengoperasionalan Bandara Tempuling kembali membuat Pelabuhan udara yang dibangun melalui dana APBD Inhil senilai milyaran rupiah ini vakum. Kondisi ini juga menjadi kritikan masyarakat Inhil melalui MPI.

Menurut penuturan salah seorang aktifis MPI, Zakiyun, mereka mengkhawatirkan kosongnya aktifitas bandara membuat fasilitas yang dibangun melalui uang rakyat ini menjadi tidak terawat dan akhirnya harus kembali dikucurkan dana untuk melakukan perbaikan.

“Walaupun belum ada aktifitas, kita berharap berbagai fasilitas bandara Tempuling tetap dijaga dengan baik. Kita khawatir nanti nasibnya akan sama dengan Terminal Penumpang Bandar Laksaman Indragiri. Belum dioperasionalkan secara maksimal ternyata sudah rusak dan harus kembali dimintakan dana untuk melakukan perbaikan,”Ungkap Zakiyun, Senin (14/5)

Terkait persolan ini, Kadishubkominfo Inhil melalui Kabid Udara Dinas Perhubungan, Gordon menjelaskan bahwa kondisi Bandara Tempuling kondisinya sampai saat ini masih terawat dengan baik.

“Memang saat ini Bandara tersebut masih belum beroperasi semenjak kesepakan bersama Aviastar belum juga ditemukan titik temu. Saat ini kita masih mencari sejumlah maskapai penerbangan lainnya untuk berkerjasama dengan Pemkab Inhil guna pengoperasian bandara tersebut. Agar kondisi bandara tidak terkesan tak terurus, kita tetap lakukan perwatan secara rutin” ujarnya Gordon memberikan komfirmasi kepada wartawan, Senin (14/5).

Ditambahkannya, untuk melakukan kerjasama, Dishubkominfo saat ini masih melakukan  kajian-kajian terhadap beberapa penawaran dari perusahaan maskapai penerbangan lain untuk mengisi kekosongan .

“Dengan aviastar kita masih lanjutkan pembahasan, selain itu kita juga sudah  menerima tawaran-tawaran dari beberapa maskapai lain yang ingin berkerjasama dengan kita.” ujarnya.

Masih menurut Gordon, saat ini Bandara Tempuling belum membutuhkan perbaikan karena kondisinya masih terawat dengan baik. “Anggaran yang dikucurkan hanya sebatas untuk perawatan rutin seperti misalnya kebersihan bandara”Pungkasnya. (fsl)