KPK Tahan Orang Dekat Gubernur

 

JAKARTA – Dua tersangka suap revisi Perda PON, mantan Kadispora Riau Lukman Abbas (LA) dan Wakil Ketua DPRD Riau fraksi PAN, Taufan Andoso Yakin (TAY) yang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk pertama kali sebagai tersangka, Selasa (19/6) langsung ditahan KPK.

Taufan yang menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.30 Wib baru keluar dari gedung KPK pukul 17.55 Wib, disusul dengan keluarnya Lukman Abbas 10 menit kemudian. Keduanya bungkam saat dicecar wartawan soal kasus suap PON tersebut.

Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, penyidik KPK melakukan upaya penahanan terhadap kedua tersangka suap PON tersebut. “TAY ditahan di Rutan Cipinang dan LA di Rutan KPK untuk 20 hari kedepan mulai hari ini,” ujar Johan Budi dalam siaran pers, Selasa malam.

Lukman Abbas yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Riau diduga sebagai pemberi suap. Lukman juga dikenal sebagai orang dekat Gubernur Riau Rusli Zainal.  Sementara Taufan Andoso diduga  ikut penerima pemberian terkait pembahasan Perda Nomor 6 tahun 2010 itu.

Oleh KPK, Lukman dijerat dengan pasal 5 ayat (1) huruf a atau b dan/atau pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.  Sedangkan Taufan Andoso Yakin disangka melanggar pasal 12 huruf a atau b dan/atau pasal 5 ayat (2) dan/atau pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Fat/jpnn)




Kebakaran Hebat Hanguskan 2 Unit Mesin Sewa Rayon PLN Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sedikitnya 2 unit mesin sewa plus 2 tangki bahan bakar solar ludes dalam kebakaran hebat yang terjadi di mesin pembangkit listrik Rayon PLN Tembilahan jalan lintas provinsi parit IV Kecamatan Tembilahan Hulu.

Dari informasi yang berhasil dirangkum  dilapangan, berdasarkan keterangan sumber, api mulai terlihat sekitar pukul 14.00 Wib sebuah mesin unit 1  dari 4 unit mesin sewa PLN Rayon Tembilahan milik PT. Lima Golden yang berada disisi sebelah Barat gudang induk mesin pembangkit. Salah seorang tehnisi, Amat bahkan jatuh pingsan dalam usahanya memutus aliran listrik ditengah kobaran api yang menyambar tangki persediaan bahan bakar.

Dari pantauan lapangan  ketika tiba dilokasi lebih kurang 10 menit sejak awal terjadinya kebakaran, api masih terlihat menyala dengan hebatnya. Jejeran 2 unit mesin Box berkapasitas masing-masing 2 Mega dan 2 unit tangki persediaan bahan bakar solar menyemburkan lidah api setinggi lebih dari 10 Meter dan kepulan asap hitam membubung tinggi ke udara.

4 Unit mobil pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir ditambah 2 unit mesin portable milik Paguyuban Sosial Marga Thiongha Indonesia (PSMTI) Cabang Tembilahan dibantu petugas dari Rayon PLN Tembilahan terlihat berusaha maksimal mengendalikan api namun terlihat tidak banyak mebuahkan hasil dan api terus membesar.

Pukul 14.44 Wib kobaran api mulai terlihat bisa dikendalikan. Namun hanya berlangsung sekitar 8 menit, sekitar pukul 14.53 Wib kobaran api terlihat kembali membesar. Diperkirakan kembali membesarnya api ini disebabkan persediaan bahan bakar minyak masih belum habis terbakar. Baru sekira pukul 15.05 Wib api  berhasil dikendalikan.

Diperkirakan Tidak Ada Giliran Pemadaman Listrik

Manajer PLN Rayon Tembilahan, Husnul menyatakan akibat terjadinya kebakaran pada mesin sewa milik PT Lima Golden ini, jika kondisi cuaca tidak terlalu panas diperkirakan pasokan listrik untuk kota Tembilahan dan sekitarnya tidak akan terjadinya giliran pemadaman.

“Mudah-mudahan kita usahakan tidak akan terjadinya giliran pemadaman listrik. Dari seluruh mesin pembangkit yang kini masih bisa beroperasi, kita perkirakan masih mencukupi. Hanya saja kalau cuaca terlalu panas, mungkin saja kita terpaksa untuk melakukan pemadaman.” Ujar Husnul kepada wartawan ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (19/6)

Ditambahkan Husnul, mesin pembangkit yang mengalami kebakaran tersebut adalah mesin model box milik PT Lima Golden yang baru saja dioperasionalkan. Untuk menghadapi tibanya Bulan Ramadhan guna mengantisipasi kebutuhan tambahan pasokan listrik, Husnul katakan akan coba kondisikan dengan PLN Wilayah Rengat. “Mudah-mudahan bisa kita usahakan.” Ujar Husnul yang saat itu mengaku sedang berada di PLN Wilayah Rengat.

Ketika ditanyakan berapa kira-kira besarnya kerugian, Husnul nyatakan untuk itu bukan wewenangnya. “Coba aja komfirmasikan sama site manajer Lima Golden. Mereka tentunya yang lebih memiliki wewenang untuk memperkirakan berapa besarnya kerugian,” Pungkas Husnul (fsl)




Jikalahari, AJI, Fopersma Inisiasi Kampanye Penyelamatan Lingkungan Bersama

PEKANBARU (www.detikriau.org) — Sebuah agenda besar kampanye penyelamatan lingkungan dan hutan  Riau sedang dimatangkan. Adalah  Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Forum Pers Mahasiswa  (Fopersma) akan menginisiasi kegiatan bersama melibatkan lintas  komunitas dalam kampanye penyelamatan lingkungan dan hutan Riau secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini melibatkan sebanyak-banyaknya komunitas yang peduli terhadap lingkungan. Selanjutnya, mereka inilah yang akan secara berangkai menyampaikan pesan-pesan tersebut dengan model dan kreatifitasnya masing-masing sesuai jenis dan lingkup komunitasnya,” ujar Wakil Ketua Jikalahari Fadil Nandila bersama Ketua AJI Pekanbaru Ilham Muhammad Yasir, Ketua Fopersma Riau Aang Ananda Suherman saat membuat komitmen bersama di sekretariat  Jikalahari, Jl Angsa I No 4 B, Sukajadi, Pekanbaru, Selasa (19/6).

Fadil memberikan sedikit gambaran kegiatan, misalnya komunitas sepeda ontel atau sky board, mereka akan dibantu merancang sebuah kegiatan yang terkait dengan kegiatan yg biasa mereka lakukan. Nah, dikegiatan  itu kata Fadil, mereka diminta menyelipkan pesan-pesan dari kampanye penyelamatan lingkungan yg nantinya slogan-slogannya akan disiapkan oleh Jikalahari, AJI dan Persma.

“Nah masing-masing komunitas ini akan melakukannya secara serentak dan berkelanjutan. Targetnya, kampanye yang dilakukan didengarkan dan sampai kepada semua orang, sehingga nantinya terbentuk suatu kesadaran bersama tentang arti pentingnya menjaga lingkungan  di sekitar kita,” imbuh Fadil.

Ilham Muhammad Yasir, Ketua AJI Pekanbaru menambahkan, terhitung hari ini, panitia bersama sudah mulai melakukan pemetaan  terhadap berbagai komunitas yang ada di Riau. Selanjutnya, pada sekitar awal Juli akan dilakukan pertemuan sekaligus, penyamaan persepsi di antara komunitas.

“Jikalahari, AJI dan Fopersma akan memetakan dan menampung ide-ide mereka dalam menyampaikan kampanyenya,” ujar Ilham.

Dijelaskan Ilham, pada bulan Juli semua komunitas yg sudah masuk didata  panitia akan diundang mengikuti semacam sarasehan atau lokakarya.

Dalam kegiatan itu, Jikalahari, AJI dan Fopersma akan berbagi pengalaman berupa  teknik menyusun dan merancang sebuah  proposal kegiatan yang baik. Lalu, ada juga semacam pembekalan dalam menyusun dan mendesain sebuah kegiatan, dan bagaimana memenej sebuah wadah atau komunitas tetap memiliki kegiatan yang berkelanjutan.

“Pertemuan itu tujuannya untuk menyamakan persepsi, disamping kegiatan kampanye masing-masing komunitas terarah dan tak tumpang tindih,” imbuh Ilham.

Sementara itu, Ketua Fopersma Riau Aang Ananda Suherman menambahkan, sejak terhitung hari ini ia mengajak berbagai komunitas yang ada di Riau khususnya di Pekanbaru untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini untuk kita semua, dan yang terpenting berarti kita ikut terlibat menyelamatkan kehidupan generasi mendatang,” ungkapnya.

Untuk itu, kepada komunitas yang ingin bergabung dapat mendatangi sekretariat Jikalahari di Jl Angsa, Sukajadi atau ke sekretariat Bahana Mahasiswa Unri, kampus Unri Gobah (***)




Tegaskan Bentrok Batam Bukan Perang Suku

 

BATAM  – Pascabentrokan antara dua kelompok di Batam, beredar informasi bahwa insiden yang terjadi di Planet Holiday itu melibatkan dua kelompok etnis. Namun spekulasi yang beredar itu langsung dibantah oleh pejabat di Batam maupun tokoh masyarakat NTT dan Sumatera Utara.

Kapolda Kepri dengan tegas mengatakan kalau kerusuhan tersebut ulah dari dua kelompok masyarakat. “Dengan tegas saya katakan kalau ini tidak ada hubungannya dengan SARA,” kata Kapolda.

Hal yang sama juga diungkapkan Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Ia mengatakan, isu yang menyebut ada perang suku antara Batak dengan Flores adalah ulah oknum tertentu yang ingin membuat kerusuhan di Batam.

“Ini adalah perselisihan antara dua kelompok yang dilatarbelakangi masalah sengketa lahan. Jadi kalau ada yang mengatakan ada perang suku, itu adalah oknum yang tidak menginkan kedamaian di Kota Batam,” katanya seperti dikutip Batam Pos.

Untuk itu Ahmad Dahlan menghimbau kepada semua warga untuk tidak mau terpancing dengan isu-isu yang berkembang baik melalui SMS ataupun media lainnya. Ia berharap semua elemen untuk sama-sama berjuang dan berusaha menciptakan kedamaian di Kota Batam.

Untuk menenangkan masyarakat Batam, perwakilan dari tokoh masyarakat juga menyampaikan pernyataan damai. Sabar Malau, tokoh masyarakat dari Suku Batak dengan tegas mengatakan, etnisnya sama sekali tidak terlibat  perselisihan dengan suku manapun, termasuk flores seperti yang beredar di masyarakat.

“Kami sudah pernah membuat kesepakatan dan itu tidak mungkin kami langgar. Ini adalah ulah oknum-oknum dari kelompok masyarakat dan tidak atas nama suku. Kita berharap tetap ada kedamaian di Batam yang kita cintai ini,” katanya.

Senada dengan Sabar Malau, ketua umum paguyuban warga NTT di Batam Rofinus Lorin juga mengatakan hal yang sama. Ia mengatakan, warga NTT tidak ada hubungannya dengan kerusuhan tersebut. Ia pun menghimbau kepada semua warga NTT untuk tidak terpancing dengan isu yang berkembang di masyarakat.

Rofinus Lorin menegaskan, kerusuhan tersebut hanya melibatkan dua kelompok masyarakat yang bertindak untuk kepentingan sendiri sehingga tidak ada hubungannya dengan SARA. Karenanya ia juga meminta kepada semua warga untuk memberikan kepercayaan kepada pihak kepolisian menyelesaikan masalah ini.(jpnn)




Rusuh di Batam, 32 Orang Ditangkap

 

BATAM – Sebanyak 32 orang diamankan di Mapolresta Barelang, Batam karena diduga terlibat kerusahan di Jodoh, tadi malam. Satu kubu ditempatkan di Lantai III Mapolres dengan penjagaan ketat pihak kepolisian bersenjata lengkap. Sementara kubu lainnya ditempatkan di ruang penyidik dengan penjagaan anggota Buser.

“Penangkapan kedua kubu ini untuk mengntisipasi hal yang tidak diinginkan terulang. Sehingga kejadiannya tidak meluas,” ujar salah anggota polisi di Mapolres seperti dikutip Batam Pos.

Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Barelang, Chrisman Panjaitan, terlihat bergerak mengamankan mereka. Ia berteriak-teriak.

“Pisahin semua kubu yang di bawah. Yang di atas kasih sama penyidik satu per satu untuk diperiksa,” teriak Chrisman.

Tadi malam, Mapolresta Barelang dijaga ketat petugas. Di pintu masuk, polisi bersenjata lengkap bersiaga. Pengunjung yang datang pun diperiksa satu per satu. “Selain anggota tidak diperbolehkan masuk ke dalam (Mapolres),” ujar salah satu petugas jaga.

Selain memeriksa puluhan orang, polisi juga mengamankan puluhan senjata tajam dan panah. Senjata itu diamankan dari lokasi kerusuhan di Hotel Planet Holiday.(jpnn)

 




CAMAT GAUNG OPTIMIS CAPAI TARGET WAKTU PENYELESAIAN e-KTP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Camat Kecamatan Gaung, Nursal mengaku disamping 5 titik posko pelayanan perekaman e-KTP yang sudah direncakan sebelumnya untuk Kecamatan Gaung berkemungkinan masih akan ditambah. Hal ini menurutnya agar target waktu penyelesaian pada 31 oktober 2012 mendatang dapat tercapai.

 

“Berdasarkan laporan bulan Mei 2012, Jumlah wajib KTP di Kecamatan Gaung sebanyak 38.707 jiwa. Saya berharap, dengan semua persiapan  yang telah kita lakukan jauh-jauh hari sebelumnya, pelaksanaan perekaman e-KTP  bisa terselesaikan sebelum target yang telah di tentukan,”Ujar Nursal saat dikomfirmasi wartawan baru-baru ini.

 

Ketika di singgung mengenai peralatan perekam e-KTP untuk Kecamatan Gaung, Nursal menyebutkan bahwa pihaknya sudah menerima peralatan tersebut dengan lengkap.  “Sampai saat ini alat perekam sudah kita terima dari Pemkab Inhil, dan tidak ada masalah,” pungkasnya. (dro)