TIM KAJIAN HARGA KELAPA MASIH TUNGGU SK

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tim perumus harga kelapa masih menunggu disahkannya SK . Meski demikian, tim telah menyiapkan beberapa rencana sebagai acuan kerja yang nanti akan dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Assisten II Setdakab Inhil, Syafrinal Hedy, melalui sambungan telepon, Kamis (21/6). “Saat ini penandatanganan SK itu sendiri masih dalam proses, tapi kita sudah agendakan  beberapa kegiatan ,” ujarnya.

Bulan mendatang, ditambahkan Syafrinal,  Tim mengagendakan rapat koordinasi sebelum terjun kelapangan untuk melakukan kajian.

“Bulan depan kita akan melakukan tinjauan kelapangan, tetapi sebelum itu kita juga telah mengagendakan untuk mengadakan rapat koordinasi  seluruh unsur terlibat. kita berharap SK sudah ditandatangani bulan ini juga” ungkapnya.

Syafrinal Hedy juga mengatakan dengan adanya tim perumus Harga Kelapa ini semoga permasalahan yang sudah lama menimpa para petani ini bisa selesai.(Am)




2 BULAN BERLALU, DISPERINDAG MASIH TUNGGU HASIL PEMERIKSAAN BPOM PUSAT.

Terkait Temuan Bahan Berbahaya di Pabrik Rumahan Produksi Tahu.

Tembilahan (www.detikriau.org) — Sudah berjalan kurang lebih selama 2 bulan. sejak ditemukannya bahan tahu berbahaya disebuah rumah produksi di jalan H. Said Tembilahan, Disperindag Inhil nyatakan penyelidikan masih menunggu hasil dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat.

Pernyataan ini disampaikan Kadisperindag Inhil, Rudiansyah saat dikomfirmasi wartawan melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (21/6).”Masih dalam proses dan pihak kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM pusat,” Jawab Rudiansyah.

Ketika kembali dipertanyakan wartawan terkait beredarnya informasi bahwa saat ini pabrik tahu tersebut sudah kembali beroperasional, Rudiansyah membantah. “Tidak benar.yang jelas sampai hari ini mereka masih kita larang untuk melakukan produksi. Bagaimana kelanjutannya tentu menunggu apa hasil pemeriksaan BPOM. Tapi nanti saya coba panggil pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan ini jikalau benar mereka tidak mengindahkan larangan tersebut.” Jelas Rudiansyah.

Sayangnya, Penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS), Azwar yang menangani persolan ini, sampai berita ini dirilis belum berhasil dikomfirmasi karena handphone miliknya dalam keadaan tidak aktif.(dro)




JCH INHIL DIVAKSIN SEBELUM RAMADHAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Calon jamaah Haji akan diberikan dua jenis Vaksin yakni vaksin meningitis dan Influenza. Kedua vaksin ini akan diberikan kepada JCH sebelum memasuki bulan Ramadhan mendatang.

“Berdasarkan ilmu kesehatan, vaksin-vaksin tersebut masa efeknya selama 3 tahun ke depan dan  bisa diberikan satu bulan menjelang massa keberangkatan.” Jelas Kepala Dinas Kesehatan, Rasul Alim, baru-baru ini kepada detikriau.org di Tembilahan.

Ditambahkan Rasul Alim, Kedua jenis vaksin tersebut sama pentingnya. Karena resiko penyebaran penyakit di tanah suci lebih tinggi, makanya untuk melakukan pencegahan, JCH diberikan vaksin. Selain itu, vaksin itu juga dapat bekerja untuk mengantisipasi gangguan kesehatan lain seperti demam dan sebagainya.

“Vaksin Meningitis, akan kita berikan kepada seluruh JCH yang akan berangkat secara gratis. Sedangkan, vaksin Influenza hanya diberikan kepada JCH yang meminta dan membutuhkannya saja, dan vaksin ini dikenakan biaya. Tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi JCH untuk mendapatkan vaksin tersebut. Yang penting JCH masuk dalam daftar keberangkatan haji tahun 2012 ini.”jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Rasul juga menghimbau agar  para JCH selalu menjaga kesehatan. Salah satunya, menurut dia dengan cara rutin melakukan aktifitas olahraga, khususnya berlatih berjalan kaki, karena aktivitas tersebut yang paling banyak dilakukan saat berada di Tanah Suci nantinya. (fen)




DIJILAT API, 53 RUMAH PENDUDUK JALAN KEMBANG JADI ARANG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – 53 perumahan penduduk dengan 53 KK di RT 01 RW 04 dan RT 04 RW 03  yang diapit gang Sepakat dan Gang Jelita, jalan Kembang Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan dipastikan ludes disapu jago merah. Kebakaran hebat ini diduga diakibatkan konsleting listrik.

Berdasarkan Informasi pihak Kecamatan Tembilahan melalui Sekretaris Camat Tembilahan, Zulkifli, Skm, M.Kes, 53 unit rumah dengan 53 KK yang menjadi arang dengan rincian, perumahan penduduk jalan Kembang Gg. Jelita, RT 04 RW 03 yakni rumah milik, Heri, Abdullah, Muslion, Ba’i Zumi’is, Abd Rahman, Abd Aziz, Kartini, Halid, H.Muis, Hasan, Wanto, Iswandi, Arifudin, Mulyadi, Diah, Zulkifli, Muchtar, Syamsiah, Zaili, Rina, Yusfik, Apul, Dedi Saputra, Darlan, Ahmadi, Halid, Harnalis, Syamsiah, Syarifudin, Ruli, Arafek, H. Samad (3 rumah. Red) , Asnawi (2 rumah. Red) , Junaidi, H. Asri, Sadir, Wanto, Fajri, Jamiah, Mama Aju, dan Wati.

Untuk perumahan penduduk Jalan Kembang Gang Sepakat, RT. 04 RW. 01 yakni, Suhemi, Sami’un, Boiman, Idar, Sadri, Idah, Ancah, Basri dan Amat.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK, M.Si melalui Perwira Humas, Ipda Agus Sihombing kepada Wartawan, kebakaran diduga akibat konsleting listrik. “Kita duga penyebab kebakaran dari konsleting listrik. Kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini TKP sudah diberi Police Line,” Pungkas Paur Humas. (fsl)




JAGO MERAH KEMBALI MENGAMUK. PULUHAN PEMUKIMAN PENDUDUK JALAN KEMBANG LUDES.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Baru satu hari berselang sejak kebakaran hebat menghanguskan 2 unit mesin sewa milik PLN Rayon Tembilahan, Hari ini, kamis (21/6) giliran puluhan pemukiman padat di jalan Kembang kembali diamuk jago merah.

Pantauan detikriau.org, sekira pukul 09.00 Wib, kepulan asap hitam mulai terlihat membumbung tinggi. Semakin lama gumpalan asap semakin menghitam dan sempat terlihat menghalangi sinar matahari disebahagian wilayah kota Tembilahan. Sambaran lidah api begitu ganas menjilat dinding perumahan penduduk yang rata-rata berbahan kayu ini. Hembusan angin yang saat itu cukup kencang ditambah kondisi air sungai sedang surut membuat kobaran api semakin sulit untuk dibendung.

Empat Unit kendaraan pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan bantuan mesin dari Paguyuban Sosial Marga Tiongha (PSMTI) dibantu ratusan tenaga sukarela berjibaku berusaha membendung lajunya sambaran lidah api. Kondisi pemukiman penduduk yang begitu padat, Gang sempit dan ramainya penduduk yang berusaha menyelamatkan harta benda upaya pemadaman api menjadi tidak leluasa.

Disudut rumah, ibu-ibu terlihat sibuk mengemas barang-barang berharga yang masih bisa terselamatkan. Puluhan anak-anak terlihat menangis. Kurang lebih selama satu jam amukan si jago merah, puluhan perumahan penduduk ludes. Api baru mulai bisa dikuasai sekira pukul 10.14 WIB.

Sampai berita ini dirilils, jumlah rumah terbakar, penyebab dan besaran kerugian masih belum dikaetahui secara pasti. (fsl)




Duh Gusti, Proyek Al Qur’an pun Dikorupsi

JAKARTA – Pemberitaan tentang korupsi pengadaan barang dan jasa sudah jamak terdengar. Namun dugaan korupsi di Kementrian Agama (Kemenag) yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini bisa membuat banyak pihak terkejut.

Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan, pihaknya tengah menyelidiki proyek pengadaan Kitab Suci Al Qur’an di Kemenag yang diduga dikorupsi. “Sudah kita selidiki,” kata Abraham saat ditemui di gedung DPR RI, Rabu (20/6).

Abraham memang tak membeber lebih rinci tentang nilai proyek ataupun uang yang dikorupsi. Pria asal Sulawesi Setalan itu hanya menyebut proyek pengadaan Al Quran itu direalisasikan pada 2011.

Menurutnya, KPK juga sudah melakukan gelar perkara dugaan korupsi di Kemenag itu. Dari penyelidikan yang dilakukan, KPK sudah memiliki bukti kuat tentang adanya kerugian negara dalam proyek itu.

Karenanya, bukan tak mungkin dalam waktu dekat penyelidikannya akan dinaikkan ke tahap penyidikan diikuti dengan penetapan tersangkanya. “Buktinya lengkap,” ucapnya.(jpnn)