5 BALON BUPATI BERKOMPETISI REBUTKAN DUKUNGAN PKB INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai batas terakhir pendaftaran penjaringan Bakal Calon (Balon) Bupati Inhil, periode 2013-2018, senin (16/7) pukul 16.00 Wib yang dilaksanakan melalui Desk Pilkada DPC PKB Inhil, lima nama telah mendaftarkan diri. Tiga orang Balon berasal dari kader PKB.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Desk Pilkada DPC PKB Inhil, M. Taufan ketika dikomfirmasi wartawan di Kantor DPC PKB, Tembilahan. “Benar, sampai hari terakhir proses pendaftaran, kita telah menerima pendaftaran lima orang Balon, Tiga diantaranya adalah kader PKB sendiri yakni, Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid, Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam serta Bendahara Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPW PKB Riau, Zainal Abidin. Dua orang Balon lainnya yang ikut mendaftar berasal dari luar Partai yakni, H.M. Wardan dan H. Ramli Walid,” Jelas M. Taufan memberikan Komfirmasi.

Kepada seluruh Balon yang sudah mendaftarkan diri, menurut taufan proses seleksinya akan dilakukan secara adil.  Dikatakan M. Taufan, Untuk kader dari PKB memang sesuai aturan memiliki nilai point lebih sebesar 10 persen. Namun 90 persennya, penilaian akan dilakukan secara merata. Dalam proses penilaian, DPC PKB Inhil melakukan penilaian berdasarkan hasil konvensi dan hasil survey dan kemudian Untuk  tahapan Fit and Proper Test, Kontra Politik dan Kontribusi, termasuk Penetapan Bakal Calon serta Penerbitan SK merupakan ranah DPP PKB.  “Keseluruhan point yang terkumpul nantinya yang dijadikan pertimbangan DPP untuk menentukan pilihan siapa Balon yang akan diusung melalui PKB.” Tegas M. Taufan. (fsl)




Diskes Inhil Buka Loka Karya di Kecamatan Concong

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Minggu kemaren Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan loka karya di Kecamatan Concong. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini melibatkan seluruh lintas sektoral terkait seperti tokoh agama, masyarakat, perangkat pemerintahan desa dan kecamatan serta tenaga kesehatan yang ada.

“Dalam kegiatan itu dibahas berbagai permasalahan yang yang menyangkut dengan pelayanan kesehatan selama ini, karena harus diakui, masih banyak kekurangan dan kendala yang harus kita pebaiki agar pelayanan kesehatan yang kita berikan sehingga mampu membuat masyarakat menjadi puas,”  ungkapan Rasul Alim M. Kes, Kadiskes Kabupaten Inhil.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah dalam hal transportasi air. Saat ini pihaknya sangat membutuhkan speedboat untuk menjangkau daerah yang hanya biasa dilewati melalui jalur air. akibat kurangnya sarana tersebut, pihaknya sangat kesulitan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dalam rapat khusus tersebut juga dibahas berbagai program yang akan dilaksanakan untuk satu tahun kedepan. Langkah ini dipandang sangat  penting, sehingga kebijakan apa yang akan diterapkan kedepan benar-benar sudah melalui perencanaan yang matang, hingga tingkat keberhasilannya akan semakin baik.

“Dalam kegiatan itu juga dibahas berbagai kebijakan yang akan diterapkan kedepan. Kita berharap dengan langkah seperti itu, apa yang akan dilakukan dapat menuai keberhasilan sesuai dengan perencanaan awal.” tambahnya.(suf)




Kesbangpol Kab. Inhil Taja Sosialisasi Narkoba

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan sosialisasi bagi kalangan pelajar setingkat SLTP/SLTA sederajat. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Telaga Puri jalan lingkar satu, Tembilahan. Senin (16/7).

Dalam kata sambutannya, Wakil Bupati Inhil, H. Rosaman Malomo menjelaskan bahwa pada hakekatnya Narkoba itu tidak berbahaya karena memang dipergunakan untuk kepentingan medis. Narkoba baru akan menimbulkan bahaya apabila dipergunakan diluar aturan. “Dengan pelaksanaan sosialisasi ini, kita tentunya berharap para peserta dapat memiliki pemahaman tentang narkoba itu sendiri terutama bahaya yang dapat ditimbulkan apabila dipergunakan diluar ketentuan.  Dengan pemahaman ini, kita juga berharap kepada peserta  untuk dapat mensosialisasikan hal ini kepada teman-teman pelajar lainnya yang hari ini tidak berkesempatan mengikuti kegiatan sosialisasi,” Ujar Wabub.

Kepala Badan Kesbangpol Inhil, Tantawi Jauhari menyatakan untuk mengatasi timbulnya bahaya narkoba tentunya juga menjadi tanggungjawab pemerintah. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan kegiatan sosialisasi seperti ini.”Dengan kegiatan sosialisasi ini kiranya dapat dijadikan benteng bagi kalangan pelajar agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” Pesan Tantawi.

Kegiatan sosialisasi narkoba ini juga memberikan pemahaman bahaya narkoba dari sisi kesehatan serta sanksi secara hukum. Kepada pelajar  juga diberikan pembekalan-pembekalan dari sisi agama.

Narasumber dalam kegiatan sosialisasi ini, disamping kesbangpol, juga menampilkan Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo yang juga merupakan ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Kantor Kementrian Agama Inhil dan Satuan Narkoba Polres Inhil.(Am).




WARDIAH: DAFTAR ULANG HANYA UNTUK PENDATAAN SISWA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebahagian orang tua siswa Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 01 Kecamatan Tembilahan Hulu mengeluhkan adanya kebijakan sekolah untuk melakukan pendaftaran ulang. Bahkan mereka mengakui adanya pungutan biaya daftar ulang Rp. 180.000. Mereka berharap agar hal ini menjadi perhatian serius terutama Dinas Pendidikan agar beban orang tua murid untuk menyekolahkan anak-anak mereka tidak semakin bertambah.

“Terus terang kami sendiri bingung bang. Kenapa harus ada yang namanya daftar ulang. Apalagi untuk daftar ulang ini kami dikenakan biaya. Ya walaupun nilainya tidak seberapa, namun untuk mereka yang tidak mampu tentunya akan cukup memberatkan,”Ujar orang tua siswa yang meminta namanya tidak dipublikasikan ketika menyampaikan keluhan kepada wartawan, Ahad (15/7).

Menurut pengakuan orang tua siswa ini, pendaftaran ulang ini waktu terakhir pada senin (16/7). Bagi yang tidak melunasi maka sianak didik tidak dibenarkan untuk mengikuti pendidikan.

Apa yang dikeluhkan orang tua siswa ini dibantah oleh Kepala Sekolah SMAN 01 Tembilahan. “Uang yang kita minta itu untuk pembayaran uang osis 10 ribu perbulannya ditambah uang komputer dan internet Rp. 20 ribu. Jadi untuk 6 bulan sebesar Rp. 180 ribu. Lagi pula tidak ada keharusan untuk membayar uang ini sekaligus. Bisa diangsur dan jika memang ada orang tua siswa tidak mampu, asal ada surat keterangan dari RT, Kita akan bebaskan semua biaya termasuk uang SPP.” Jawab Wardiah ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon, Ahad (15/7).

Dijelaskan Wardiah, pemberlakukan daftar ulang yang sudah dilakukan sejak 4 hingga 5 tahun terakhir ini tujuan utamanya hanya untuk melakukan pendataan siswa. Berdasarkan pengalaman ditambahkannya, beberapa waktu lalu, karena tidak adanya pendataan seusai masa liburan, pihak sekolah tidak mengetahui ada siswa yang tidak masuk hingga 1,5 bulan. “dengan pendaftaran ulang kita hanya ingin mengetahui apakah siswa masuk tepat waktu atau tidak.” Ujarnya.

Ditambahkan Wardiah, jika ada yang mengatakan sekolah memberikan sanksi dengan tidak membenarkan siswa tidak mengikuti pelajaran apabila tidak melakukan pembayaran, ini juga tidak benar.” Yang mampu saja tidak ada paksaan untuk membayar secara tunai apalgi yang tidak mampu. Jadi sekali lagi ini tidak benar.”Pungkas Wardiah dan berharap agar para orang tua siswa mengetahui dan memahami dengan adanya kebijakan pendaftaran ulang ini. (fsl)




Ketua Tim Sembilan Pertanyakan Tindaklanjuti Hasil Pertemuan

Harga Sempat Naik Kini Kembali Anjlok

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Tim Sembilan (Perwakilan Petani RSTM dan GHS. Red), Mahyudin, S.Pdi akui sampai hari ini belum ada tindaklanjut pertemuan dengan Pemkab Inhil terkait permasalahan terus anjloknya harga pembelian kelapa oleh pihak perusahaan. Walaupun sebelumnya setelah pertemuan harga sempat mengalami kenaikan namun kini kembali anjlok. Mereka mengancam jika tidak juga ada kejelasan, mereka kembali akan turun ke Tembilahan untuk mempertanyakan persolan ini.

Pernyataan ini disampaikan oleh Mahyudin, S.Pdi, ketika dikomfirmasi Detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, Ahad (15/7). “ Sesuai hasil pertemuan kita dengan manajemen sambu group dikantor Bupati Inhil, jum’at (25/5) lalu, disepakati untuk membentuk kembali tim kajian rumusan harga kelapa. Namun sampai hari ini pembentukan Tim yang dijanjikan nyatanya belum juga dibentuk,” Kesal Mahyudin.

Ditambahkan Mahyudin, kenaikan harga yang diberlakukan usai pertemuan nyatanya tidak bertahan lama. Kini, harga pembelian oleh perusahaan kembali mengalami penurunan. “Usai pertemuan itu memang disepakati menjelang selesai kajian rumusan harga kelapa oleh Tim yang direncanakan akan dibentuk, harga pembellian kelapa dari perusahaan kepada petani dinaikan sebesar Rp. 50 untuk setiap kelasnya. Tapi setelah beberapa waktu, kini harga kembali diturunkan sebesar Rp. 50. Kami merasa sepertinya tuntutan kami dianggap sebelah mata. Kalau seperti  ini, jika dalam waktu dekat tidak juga ada keputusan yang jelas, kami akan kembali mendatangi Pemkab Inhil untuk mempertanyakan hal ini,”Terang Mahyudin.

Terkait persoalan ini, Asisten II Setdakab Inhil, Ir, Safrinal Hedy akui sampai hari inipun SK Tim masih belum diterbitkan. Jika SK ini sudah keluar maka Tim segera akan melakukan kerja.” Kita harapkan dalam minggu depan SK sudah keluar dan kita bisa segera bekerja,” Ujar Safrinal Hedy melalui sambungan telepon selularnya, Ahad (15/7). (fsl)




Media Sosial dan Kontrol Masyarakat

PEKANBARU (www.detikriau.org)- Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UR) menaja Seminar Nasional: “Media Sosial dan Kontrol Masyarakat”. Seminar itu diserangkaian dengan launching buku Komunikasi Budaya dan Jurnalisme Warga. Diadakan di Bertuah Hall Hotel Pangeran, Sabtu (14/7).

Dalam diskusi yang dimoderatori drh Chaidir MM itu menghadirkan tiga narasumber; Prof Dr Deddy Mulyana (guru besar Universitas Padjajaran Bandung, Ilham Muhammad Yasir, SH LLM, Ketua (Aliansi Jurnalis Independen) Pekanbaru, dan Billy Nasution SIP, MA (dosen Ilmu Komunikasi Unri).

Prof Deddy memfokuskan pada topik dampak positif dan negatif dari media sosial. Menurut Deddy, media sosial hanyalah perpanjangan dari panca indra. “Ia digunakan untuk membantu, dan memudahkan manusia dalam bersosial,” ujar profesor yang kerap menjadi dosen tamu di sejumlah universitas di Australia.

Media sosial, kata Deddy tetap tak bisa menggantikan pola komunikasi konvensional (tatap muka). “Mimik muka, sifat orang, dan prilaku lawan bicara tak bisa diidentikkan ketika orang berkomunikasi melalui media sosial.

Ilham Muhammad Yasir, mendapat bagian mengupas topik “Citizen Journalisme” (jurnalis warga). Menurutnya, citizen journalism lahir ketika konsumsi publik akan komunikasi tak bisa dipenuhi oleh media mainstream (koran, televisi dan radio). “Di sini warga aktiv, tak hanya menjadi pengkonsumsi, tapi ikut memproduksi berita,’’ ujar pria kelahiran Selatpanjang ini.

Ditambahkan Ilham, citizen journalism, Perkembangannya cukup pesat berkat kemajuan teknologi informasi. Salah satunya revolusi informasi ketika orang mengenal internet. “Orang menyebutnya dengan n ew media (media baru) seperti blog, facebook, twitter, blackberry, dll,” imbuh Ilham.

Sementara Billy Nasution menyajikan media massa, komunikasi massa dan masyarakat. Dosen yang tengah menyelesaikan pendidikan S3 di Malaysia ini, menyoroti pola komunikasi masyarakat yang terus berkembang. ‘’Pengelolaan kelola media sosial yang ada,  jangan sampai media sosial yang mengelola kita,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan seminar nasional kemarin, sebelumnya juga didahului dengan launching buku Komunikasi Budaya dan Jurnalisme Warga yang merupakan  agenda Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom). Acara dibuka oleh Pembantu Rektor II Unri, Dr Yanuar Hamzah, didampingi Pembantu Dekan II FISIP Unri Herry Suryadi. Sedangkan ketua panitia Bellu Nasution SIP MA.(rls)