PERINGATAN HUT RI KE 67 DI KAB.INHIL BERLANGSUNG KHIDMAT

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil), H. Indra Muchlis Adnan memimpin acara Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-67 yang diselenggarakan melalui upacara pengibaran bendera merah putih di lapangan upacara jalan Gadjah Mada, Tembilahan. Acara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat.

Dalam acara peringatan hari kelahiran RI ini juga tampak dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan sejumlah pejabat teras dilingkungan Pemkab Inhil.

Dalam rangkaian peringatan HUT RI ke 67 ini pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh 31 orang Pelajar dari 20 Kecamatan di Kab. Inhil yang terpilih melalui proses penyaringan yang ketat yang seleksinya telah dilaksanakan pada bulan Mei 2012 yang lalu.

Ke 31 pelajar ini diberikan pelatihan dasar baris berbaris, pelatihan formasi khusus barisan 17 dan 8 dan selanjutnya digabungkan dengan barisan 45.

Pelatihan secara rutin dan ketat ini membuahkan kerja kelompok yang maksimal dengan suksesnya tugas yang diembankan kepada mereka sebagai pasukan pengibar bendera merah putih.(fsl)

 

 

 




PASANGAN KAKEK DAN NENEK JADI KORBAN TINDAK PEMBUNUHAN.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Janji sehidup semati sepasang kekasih inipun telah terbukti. Sayangnya, rabu (15/8) pasangan kekasih lanjut usia ini menghembuskan nafas dengan cara tidak wajar. Mereka ditemukan sudah tidak bernyawa dengan darah bersimbah. Diduga pasangan sejoli ini menjadi korban tindak pidana pembunuhan.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil. AKBP Dedi Rahman Dayan SIK M.Si melalui Perwira Humas, Ipda Agus Sihombing, kejadian diperkirakan terjadi dinihari sekira pukul 04.00 Wib. “Tewasnya kedua pasangan sumai istri, Masrani Bin Dahlan (65) dan Rugayah Binti Ahad (50) warga jalan artanum RT 5 RW 01 Dusun Lalak Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) ini baru diketahui sekira pukul 09.00 Wib tadi pagi.” Jelas Paur Humas.

Pagi itu, terang Paur Humas, tetangga korban,  Ramlah merasa heran karena rumah tetangganya itu sejak tadi pagi tidak terbuka. Ia merasa ada sesuatu yang tidak wajar. Karena ingin tahu, Ramlahpun mendatangi rumah tetangganya itu dan setelah dipanggil-panggil tidak juga ada yang menyahut, Ramlah memberanikan diri untuk membuka pintu untuk memeriksa. Didalam rumah, Ramlah langsung melihat pasangan suami ini telah terbujur dilantai dan disekelilingnya memerah oleh genangan darah.

Setelah mengetahui kondisi tetangganya ini, Ramlahpun langsung meminta bantuan keponakannya untuk segera memberitahukan kepada anak korban. M. Apip Binti Masrani (44). Begitu mendapatkan berita mengenai nasib kedua orangtuanya, M. Apip langsung mendatangan kantor Polsek GAS untuk membuatkan laporan.

“melihat kondisi korban, kita menduga mereka telah menjadi korban tindak pidana pembunuhan. Kasus ini sekarang dalam penyelidikan pihak kepolisian. Polisi sudah mengamankan satu lembar kain sarung warna hijau garis merah dan selembar kain sarung batik sebagai barang bukti,” Pungkas Paur Humas. (fsl)




PNS BOLEH PERGUNAKAN MOBIL DINAS UNTUK LEBARAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Indragiri Hilir tidak memberikan larangan bagi Pegawai Negri Sipil (PNS) yang ingin mempergunakan mobil dinas untuk keperluan berlebaran. Setda hanya meminta agar asset Negara itu dijaga dan dirawat dengan baik.

Pernyataan ini disampaikan Setda baru-baru ini di Tembilahan kepada Wartawan. “Tapi hal ini lebih saya tekankan kepada PNS yang memang tidak memiliki mobil pribadi,” Ujar Setda.

Momen lebaran ditambahkan Setda adalah momen yang paling tepat untuk menjalin silaturahmi seperti kepada orang tua, sanak family serta kerabat. Kalau memang pejabat tidak memiliki mobil pribadi tentunya tidak ada masalah jika memang mereka mau mempergunakan mobil dinas. “Saya hanya berepesan agar selalu berhati-hati. Rawatlah mobil itu sebagaimana layaknya merawat harta benda sendiri. Serta saya himbau jangan mengganti plat nomernya dengan plat hitam,” Pesan Setda.  (Am)




IDUL FITRI, PEDAGANG PAKAIAN KEBANJIRAN REZKY

Tembilahan (www.detikriau.org) – Idul Fitri 1433 H hanya tinggal menghitung jari. Sudah menjadi kebiasaan, hampir semua masyarakat merayakan hari kemenangan ini dengan sesuatu yang baru, termasuk pakaian. Kondisi seperti ini menyebabkan pedagang pakaian jadi setiap tahunnya meraup untung lebih.

Berdasarkan pantauan, dalam minggu terakhir bulan ramadhan ini, lapak pedagangan pakaian kebanjiran pengunjung. Bahkan pengunjung  rela berdesakan untuk memilih sendiri pakaian lebaran untuk keperluan mereka.

“Sudah menjadi rutinitas pak. Setiap menjelang tibanya Idul Fitri, saya menyempatkan diri untuk mencarikan pakaian baru untuk anak-anak. Kalaupun tidak bisa banyak, satu atau dua helai saja sudah cukup. Yang penting anak-anak bisa merasakan kegembiraan dalam perayaan Idul Fitri yang hanya satu kali dalam setahun ini, “Ujar Wardiah, seorang ibu yang sempat berbincang-bincang dengan detikriau.org disebuah kios pakaian.

Rian, seorang pemuda usia belasan tampaknya juga tidak mau kalah. Pemuda bertubuh putih kurus ini terlihat sibuk membolak-balik helai demi helai celana jeans. “Untuk lebaran pak. Kebetulan besok saya sudah mau pulang ke kampung. Makanya hari ini saya sempatkan untuk membeli sedikit pakaian.”Ujar bujangan tanggung yang mengaku berasal dari Mandah ini.

Budin, seorang pedagang di plaza Tembilahanpun mengakui mendapat sedikit kelebihan rezky. Walau tidak banyak namun iapun mensyukuri rezky yang diberikan Tuhan kepada dirinya.” Alhamdulillah. Dibandingkan hari biasa, memang setiap menjelang lebaran kita ada sedikit kelebihan rezky dari hasil dagangan. Walau tidak terlalu besar tapi Alhamdulillah keuntungan ini paling tidak juga dapat memenuhi kebutuhan lebaran saya dan keluarga,” Ucapnya dengan tersenyum (Am)




PAWAI TAKBIRAN KEMBALI AKAN DIMERIAHKAN FESTIVAL FLOWER

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Seperti tahun sebelumnya, untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) kembali akan melaksanakan pawai takbiran dan festival flower.

Pernyataan ini disampikan oleh Asisten II Setdakab Inhil, H. Syafrinal Hedy yang juga menjabat sebagai Ketua PHBI Kab. Inhil dalam rapat terkait dib alai Utama Kantor Bupati Inhil, kemaren. Menurut Asisten II, pawai takbiran dan festival flower ini rencananya akan diikuti oleh perwakilan, Masjid, Surau, Dinas-dinas dan Pelajar.

“festival flower kali ini merupakan kegiatan kedua kalinya dilaksanakan di Inhil setelah perayaan Idul Fitri tahun sebelumnya. Dalam festival ini, kendaraan mobil yang menjadi peserta pawai akan dihiasi dengan rangkaian bunga.” Jelas Asisten II

Untuk pelaksanaan, rute yang sudah ditetapkan yakni diawali dari jalan jendral sudirman menuju masjid Al- Huda, jalan H. Abdul Manaf, Jalan Batang Tuaka, Jalan Telaga Biru, Jalan M boya dan berakhir di jalan Gadjah Mada. (Am)




TUNTUT PERBAIKAN, FAKRI ORASI DI GEDUNG DPRD INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sejumlah masyarakat Inhil yang tergabung dalam Forum Aspirasi Komunikasi Rakyat Inhil (Fakri), senin (13/8) melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil. Aksi ini dilakukan guna mendesak pemkab Inhil untuk melakukan perbaikan dibeberapa sektor yang hingga sekarang dinilai masih menjadi penyebab kesengsaraan masyarakat.

Dalam demo tersebut, bebeara orator bergantian menyuarakan agar DPRD Inhil dapat mendesak Pemkab Inhil untuk melakukan perubahan dibeberapa sektor yakni, Infra Struktur, Meningkatkan Mutu Pendidikan, Kesehatan, Harga Kopra dan Pemekaran Daerah.

Seperti yang disampaikan Bambang, salah seorang orator Fakri yang mengatakan, hingga saat ini 80 persen jalan-jalan yang ada di Kabupaten Inhil masih belum tertangani dengan baik. Menurutnya hal ini sangat mengganggu sektor-sektor yang lain dan menghambat majunya perekonomian daerah.

Selain itu, masalah Kopra yang dinilai masih membuat petani kopra inhil sengsara juga disebutkan didalam deretan panjang orasi para pengunjuk rasa tersebut.

“Kami sebagai masyarakat meminta agar masalah ini tidak hanya sekedar dijanjikan lagi, tetapi segera di realisasikan. sudah berapa lama kami sebagai masyarakat hidup dikondisi yang seperti ini, jalan rusak dan harga kopra yang semakin hari semakin mencekik para petani kita. Untuk itu kami mohonkan kepada para Dewan agar mendesak Pemerintah untuk segera melakukan perubahan,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Inhil, Zubair Malomo didampingi oleh anggota  Komisi II mewakili DPRD Inhil hadir menemui para pengunjuk rasa. Zubair Malomo mengatakan bahwa semua aspirasi tersebut akan ditampung dan dilaporkan kepada Pemerintah untuk segera dapat ditindak lanjuti dalam rangka memeberikan pelayanan kepada masyarakat.

“tentunya apapun yang menjadi aspirasi kawan kawan kita ini merupakan suara kita semua sebagai masyarakat Inhil. Oleh sebab itu aspirasi ini akan kita sampaikan langsung kepada pihak eksekutif yang bertanggung jawab atas programnya,” jelasnya.

Aksi ini turut mendapat pengamanan oleh puluhan anggota kepolisian dari Polres Inhil yang berjaga-jaga didepan Kantor DPRD Inhil.(fsl)