7 Rumah Warga Pulau Kijang Ludes di Lalap Jago Merah

Camat Salurkan Bantuan Sembako dan Pakaian

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kamis (23/8) sekira pukul 12.15 Wib, Tujuh unit rumah jalan Bunga Padi Pulau Kijang Kecamatan Reteh ludes disikat si jago merah. Penyebab kebakaran diduga diakibatkan konsleting listrik dari sebuah rumah warga yang sedang ditingalkan penghuninya.

“Api diduga berasal dari rumah warga bernama syamsuri yang pada saat kejadian sedang dalam keadaan kosong. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir sebesar Rp. 500 juta.”Jelas Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK melalui Perwira Humas, Ipda Agus Sihombing. Jum’at (24/8)

Ditambahkan Paur Humas, 7 unit rumah adalah rumah H.Abas (Alm), kemudian rumah Syamsuri, Warung Samudra Sembiring, Warung Kabul, Warung H. Kasim, Warung Kadir dalam keadaan kosong serta rumah service TV milik Wahab atau depot obat abu bakar. Api berhasil dipadamkan melalui kerjasama seluruh masyarakat.

‘Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. TKP saat ini sudah kita amankan,” Pungkas Paur Humas.

Korban Kebakaran Terima Bantuan

Korban kebakaran, Hari ini, Jum’at (24/8) mendapat bantuan berupa sembako serta beberapa pakaian bekas dari pihak Kecamatan. Penyerahan bantuan ini diberikan secara langsung oleh Camat Reteh, Kamren didampingi Lurah dan Tokoh masyarakat setempat.

“Saya berharap kepada warga yang terkena musibah kebakaran untuk tidak menilai besar dan kecilnya bantuan yang diberikan, tetapi hendaknya dinilai segi positifnya sebagai bentuk rasa kepedulian pemerintah terhadap warganya yang di timpa musibah” ujar Camat Kamren saat dihubungi via ponselnya Jum’at (24/8)

Lebih jauh Camat Reteh menjelaskan untuk sementara sebagian dari warga korban kebakaran  ada yang menginap di Posko yang sudah di sediakan oleh Pemerintah Kecamatan Reteh, tetapi sebagian juga ada yang tinggal di rumah keluarganya

“Bagi mereka yang tidak mempunyai keluarga sementara menempati di posko yang sudah kita sediakan, tetapi mereka yang punya keluarga  bermukim di tempat sanak familinya” tambah Camat Kamren

Guna meringankan beban korban kebakaran, Pemerintah Kecamatan Reteh dibantu  para pemuda dan tokoh masyarakat sudah membuka dompet peduli kebakaran, selanjutnya hasil bantuan dari para darmawan tersebut nantinya akan di berikan kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran.(fsl)




WARGA SIMBAR BANTAH TUDINGAN FITNAH EDIZON

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tudingan fitnah oleh Edizon atas surat pengaduan yang disampaikan pihak Komite sekolah SD 008 Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman atas tidak hadir dirinya mengajar, memancing reaksi keras. Masyarakat desa Simbar membantah kalau surat pengaduan itu sebuah fitnah.

Pernyataan ini disampaikan oleh beberapa orang tokoh masyarakat Desa Simbar kepada detikriau.org melalui sambungan telpon dan dua lebar surat pernyataan yang dibuat secara tertulis.

Kepala Desa Sungai Simbar, A.Bakar menyatakan perasaan kekecewaan atas berbagai alasan yang dilontarkan tiga orang tenaga guru PNS yang sengaja mungkir dari tugas. Ia meminta kepada tiga guru ini untuk tidak merusak nama baik Desa Sungai Simbar. “Kalau memang tidak betah lagi di Desa kami jangan buat alasan macam-macam. Alasan sakit dan keamanan yang disampikan guru-guru tersebut menurut saya pada intinya hanya mencari-cari alasan untuk pindah. Tolong jangan rusak nama baik desa kami. Apakah salah pengaduan komite sekolah yang memang benar atas desakan orang tua murid agar anaknya dapat diberi pembelajaran dengan baik itu salah?. Semua itu bukan fitnah,” Tegas A. Bakar.

Ketua RT 01 Desa Sungai Simbar, M. Thamrin dengan tegas menyatakan juga dirinya termasuk salah seorang wali murid yang ikut memberikan tandatangan pada surat pengaduan dengan keinginannya sendiri.”Kami orang tua murid yang meminta komite untuk melaporkan hal itu kepihak UPTD di Guntung Kecamatan Kateman. Jangan membalikan fakta. Itu semua bukan rekayasa atau fitnah, yang jelas apa yang sudah diperbuat ketiga guru PNS itu sudah sangat merugikan anak-anak didik,” Kecamnya.

Ketua RT 03 Desa Sungai Simbar, H. Ismail yang juga ketua Komite SD 008 juga sangat menyayangkan tudingan fitnah yang disampaikan Edizon. Menurutnya, kalau komite tidak hadir, anak-anak tetap akan diajar oleh guru. Tetapi bagaimana jika sang guru yang tidak hadir?”jadi orang tua murid mana yang tidak resah? Saya berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Kab. Inhil berlaku bijak. Jangan mudah menerima alasan yang dibuat guru-guru ini karena kedepan akan dijadikan contoh oleh guru-guru lainnya jika ingin pindah.” Harap H. Ismail.

Tokoh Masyarat Desa Sungai Simbar, Hasan, dengan tegas meminta pihak Disdik untuk melihat fakta bukan sekedara berita untuk menyikapi persoalan ini.” Kalau perlu Bapka-Bapak di Disdik turun langsung ke Desa Kami. Biar terang semua duduk perkara. Komite yang membuat fitnah atau mereka? Kami orang bodoh, kami orang desa namun kami tidak ingin anak-anak kami nantinya juga bodoh.” Sebbut Hasan

Tokoh Pemuda, Abd Gafur membantah kalau Desa Sungai Simbar tidak aman seperti yang dijadikan alasan oleh salah seorang dari tiga guru tersebut. Ia dengan tegas menyatakan alasan itu dilontarkan sebagai bahasa untuk meminta dipindahkan.”Ada yang katanya sakit bahkan tidak diperbolehkan keluar dari kamar. Namun anehnya, kita melihat ia berkeluyuran di Guntung dan Tembilahan. Apakah seperti ini perangai seorang guru,” Kritik Gafur.

Bahkan dalam surat bertandatangan dan berstempel yang dikirimkan tokoh masyarakat Desa Sungai Simbar kepada Vokal tersebut, Kapospol Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman juga memberikan pernyataan bahwa selama ia bertugas lebih kurang 4 tahun, ia menegaskan tidak ada satupun permasalahan atau gangguan kemanan yang menghambat tugas-tugas guru. Serta ia menyatakan tidak pernah mendapatkan pengaduan dari guru yang diancam, dianiaya atau tindakan intimidasi lainnya.”Jadi kalau ada guru yang merasa terancam karena kemanan, saya ingin mempertanyakan, keamanan seperti apa yang menjadin permasalahan sampai tidak masuk mengajar hinga setahun lebih?” Tanya Kapolpos. (fsl)




KABUT ASAP MULAI MENGGANGGU. INHIL TERPANTAU 7 TITIK API

Kondisi Geografis Inhil Persulit Kepolisian Lakukan Pengawasan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hingga kamis (23/8) hampir seluruh kota Tembilahan diselimuti kabut asap. Walau dalam beberapa hari ini kota Tembilahan diguyur hujan, namun kumpalan kabut asap masih terasa cukup pekat. Data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir dari pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), sampai selasa tanggal 22/8/2012 Kab. Inhil terpantau 7 titik api (Hotspot).

“Benar, data selasa (22/8) Kab. Inhil terpantau 7 titik api. Kecamatan Tempuling 3 titik, Desa Bayas Jaya 1 titik dan Desa Pekan Tua 2 titik, Kemudian Kecamatan Keritang tepatnya di Desa Pasar Kembang terpantau 2 titik. Kecamatan Kateman di Desa Simbar 1 titik dan terakhir Kecamatan Mandah di Desa Belaras 1 titik,” Ungkap Kepala BLH, Darussalam kepada wartawan, Kamis (24/8)

Dari pantauan Vokal, kabut asap sudah mulai terlihat sejak senin (21/8) dan hingga hari kamis (24/8) kabut asap semakin terlihat pekat. Cuaca kota Tembilahan terasa cukup dingin di tambah sejak dua hari ini sinaran matahari tidak mampu bersinar secara maksimal. Dikhawatirkan kondisi seperti ini akan rawan menimbulkan penyakit pernapasan terutama kepada anak-anak.

Kondisi Geografis Inhil Persulit Kepolisian Lakukan Pengawasan

Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK akui dengan kondisi geografis Kab. Inhil mempersulit pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan secara maksimal. Untuk itu, ia memerintahkan kepada jajaran dibawahnya untuk melakukan kerjasama dengan steck holder terkait guna melakukan pencegahan.

“jika dalam kondisi seperti ini, apabila kita sudah mendapatkan notifikasi dari pihak terkait, maka kita segera memberikan arahan kepada seluruh Polsek untuk menjalin kerjsama dengan seluruh stack holder setempat untuk melakukan pencegahan. Yang terutama tentunya segera melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan.”Jelas Wakapolres saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (24/8)

Untuk tindakan preventif ditambahkan Wakapolres, Kepolisian dari satuan reskrim akan melakukan patroli dalam melakukan pengawasan secara langsung terhadap pelaku pembakaran lahan. Jika memang ada pelaku yang tertangkap tangan, maka menurut Wakapolres akan di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun diakui dengan luasnya wilayah Kab. Inhil serta kondisi geografis yang cukup sulit membuat pengawasan tidak bisa kita lakukan secara maksimal.




WISATA RELIGIUS, MAKAM SYECH ABDURRAHMAN SIDIQ AL BANJARI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Mengisi masa liburan Idul Fitri 1433 H, moment wisata religius atau ziarah ke makam tuan guru syech Abdurrahman Siddiq Al Banjari (lebih dikenal dengan tuan guru sapat. red) menjadi salah satu tujuan pavorit masyarakat Inhil. Disamping berwisata, pengunjung mengaku berharap mendapatkan limpahan berkah dari Allah swt melalui ziarah ke makam  mufti kerajaan Indragiri ini.

Dengan mempergunakan kendaraan air, biasa disebut pompong oleh masyarakat tempatan (perahu kayu bermesin diesel. red), makam tuan guru syech Abdurrahman Sidiq Al Banjari yang berada di parit Hidayah Kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam dari kota Tembilahan Ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir.

Sesampainya di dermaga parit hidayah, penziarah masih harus menempuh perjalanan darat sejauh 2,3 Km untuk menuju makan tuan guru. Disamping bisa ditempuh dengan berjalan kaki, untuk mempermudah juga tersedia kendaraan angkutan roda dua (ojek).

Sesampainya di lokasi, sebelum menuju makam tuan guru, rombongan penziarah akan menuju rumah singgah untuk memintakan doa. Kemudian biasanya mereka menyempempatkan diri untuk melakukan sholat di Masjid Al Hidayah dan sebahagian penziarah yang sengaja membawa anak-anak mereka juga menyempatkan untuk memandikan mereka di sumur yang pertama kali di buat tuan guru sapat sebagai tempat mengambil air wudhu. Dimakam tuan guru, penjiarah membacakan surah yasin dan kemudian memanjatkan doa.

“Hampir setiap tahun menjelang tibanya bulan ramadhan dan datangnya Idul Fitri saya dan keluarga menyempatkan diri untuk melakukan ziarah ke makam tuan guru. Kita tak punya tujuan lain selain berharap berkah keselamatan dari Allah. Bagaimanapun juga, tuan guru selama hidupnya berbakti dijalan Allah. Mudah-mudahan dengan berziarah ke makam beliau kita juga mendapatkan limpahan berkah,” Ujar Abdullah kepada detikriau.org, Kamis (24/8).

Abdullah juga mengatakan dengan melakukan ziarah tersebut menandakan kita mengingat perjuangan tuan guru sapat atau syech Abdurrahman Sidiq Al Banjari dalam melakukan perjuangan menegakkan syiar islam diwilayah kerjaan Indragiri. (fsl)

 




SEKDAKAB INHIL SIDAK PNS HARI PERTAMA KERJA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hari pertama masuk kerja, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil), H. Alimuddin RM didampingi Kepala Badan Kepegawaian, Afrizal dan Kepala Bagian Humas Setdakab Inhil, Riduan Ahim melakukan inspeksi mendadak (Sidak) kebeberapa intansi yang berhubungan dengan pelayanan kemasyarakat.
Menurut Sekda, sidak diperlukan untuk melakukan pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa diberikan secara maksimal.”dalam sidak ini kita ingin melihat secara langsung kehadiran para pegawai. Walau memang masih dalam suasana lebaran, kita tentunya tidak inginkan pelayan kepada masyarakat terlupakan,” Ujar Sekda.

Dari pantauan, beberapa tempat yang disidak Sekda beserta rombongan yakni, RSUD Puri Husada, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo), Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Pertambangan.
Berdasarkan hasil Sidak, Sekda mengucapkan terimakasih dan bersyukur atas kesadaran para Pegawai di lingkungan Pemkab Inhil yang sudah masuk kerja di tanggal yang sudah ditentukan. Sekda kemudian berharap agar semangat sebulan penuh Ramadhan serta Idul Fitri dapat dibawa para Abdi Negara dalam melaksanakan kewajibannya sehari-hari.

Sebelumnya, usai melaksanakan apel pagi bertempat dilapangan upacara Kantor Bupati Inhil, segenap PNS dan tenaga honorer berkesempatan melakukan tradisi bersalaman dan saling bermaaf-maafan dalam suasana Idul Fitri 1433 H. (Am)




Tak Terima Rasulullah Dinistakan, Pria Ini Lempar Peledak ke Kedubes Jerman

KAIRO — Polisi Mesir menangkap seorang pria yang melemparkan mesiu yang dikemas dalam dua kaleng di kedutaan Jerman pada Rabu, kata para pejabat keamanan.

Salah satu dari dua kaleng itu meledak di dalam halaman kedutaan, kata para pejabat, dan menambahkan bahwa pria 54 tahun itu kemudian melemparkan kaleng ketiga yang tidak meledak pada polisi yang mengejarnya.

Pria itu mengatakan, dia menyerang kedutaan karena ia percaya ekstremis Jerman menghina Nabi Muhammad SAW, kata para pejabat.

Satu kelompok sayap kanan Jerman telah menampilkan karikatur Nabi di luar Masjid Berlin pada Sabtu di tengah kehadiran ketat polisi.

Hukum Islam melarang penggambaran nabi. Kedutaan Jerman tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar mengenai kasus ini.(ROL)