Kisruh Sulsel vs Sumbar, Keputusan Berada di Komdis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Badan Futsal Nasional, Efraim Ferdinand Bawole nyatakan jika memang ada komplin terhadap pelaksanaan pertandingan harusnya disampaikan secara tertulis. Atas dasar surat keberatan tersebut, komisi disiplin nantinya yang akan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai telaah serta kajian dalam suatu musyawarah.

Pernyataan ini disampaikannya menjawab pertanyaan detikriau.org terkait adanya protes Ketua  dan Pelatih kontingen Futsal Provinsi Sulawesi Selatan dalam laga tanding dengan Tim Futsal Sumatra Barat kemaren malam, kamis (6/9) sesaat setelah gelar konprensi pers tentang penundaan seluruh jadwal pertandingan futsal pada jum’at (7/9/2012).

“Kalau memang ada komplin tentunya nanti mereka akan menyampaikan secara tertulis. Tadi malam, seluruh wasit kita review ulang untuk memintakan keterangan mengenai pertandingan-pertandingan yang telah dilakukan termasuk hal-hal kejadian tertentu.” Jelas Efraim. Jumat (7/7/2012)

Ditambahkan Efraim, rencananya hari ini, jum’at (7/7) komisi disiplin akan bertemu untuk mengambil keputusan terkait beberapa hal yang harus diputuskan mengenai dispilin pertandingan dilapangan. Termasuk kalau memang adanya komplin, nantinya komisi disiplin yang akan mengeluarkan putusan.

Secara pribadi ia nyatakan cukup menyayangkan akan terjadinya hal tersebut. Terlepas dari itu semua, masih menurut Effraim, mungkin saja dalam kondisi seperti ini siapapun kadang-kadang bisa terlepas kendali.”Mungkin hari ini ada hikmahnya juga. Ada kesempatan kita untuk mereview pertandingan hari pertama guna melakukan perbaikan dalam pertandingan hari-hari berikutnya. Yang jelas, kita berharap pelaksanaan pertandingan futsal ini dapat terlaksana dengan sukses.”Pungkas Effrain Frdinand Bawole.(fsl)




Laga Akhir Hari Pertama Berbuah Protes

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Laga ke 6 dihari pertama pertandingan Cabor Futsal PON XVIII Riau diwarnai aksi protes. Kontingen Sulawei Selatan kritik kepemimpinan wasit.

Menurut penjelasan Manajer kontingen futsal Sulsel, Dani Anggoro, dirinya menyayangkan keputusan wasit yang juga memberikan kartu merah kepada anak asuhnya. Padahal menurut dirinya, kerusuhan yang sempat terjadi di menit ke 16 babak kedua itu diawali dari pukulan yang dilayangkan pemain Tim futsal sumbar yang berakibat anak asuhnya roboh.

“Kok malah pemain kita juga diberikan kartu merah? Ini keputusan yang tidak masuk akal.” Kritik Dani Anggoro.

Selain persoalan itu, pelatih Tim Sulsel, Lidemar Halide juga menilai adanya kecurangan waktu pertandingan. Mereka menilai waktu tidak sesuai dengan seharusnya. Ia menyatakan dengan tegas akan membawa persoalan ini kepada Komisi Disiplin Pertandingan dan Panitia Cabang Futsal PON XVIII Riau.

“Ini kejadian dilaga hari pertama. Kita berharap Komdis tindaklanjuti kejadian ini agar jangan sampai terjadi lagi kedepannya,” Sampaikan Lidemar Halide.

Sementara itu, Dewan Hakim Pertandingan, Anang Suryana menilai pemberian kartu merah kepada kedua pemain dinilainya sebagai keputusan yang tepat.”Protes adalah suatu yang wajar. Tapi menurut saya keputusan wasit pertandingan tadi sudah cukup baik,” Jawabnya. (Am/y)




Hadapi Tuan Rumah, Sumut Cukup Puas dengan Skor 1 – 2

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Meski Tim futsal Sumatera Utara sukses mencuri poin pada laga perdana berhadapan dengan tuan rumah Riau, di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Stadion Futsal Indragiri Sport Centre, Tembilahan, Kamis (6/9) dengan skor tipis 2-1. Tim Futsal asal Sumut ini tetap berikan acungan jempol terhadap pemain asal Riau.

 

Pelatih futsal Sumut, Alpinus menuturkan, kemenangan ini merupakan buah kerja keras anak asuhnya dengan semangat tinggi. Dibawah sorakan pendukung tuan rumah, tim Sumut mampu meredam serangan tim Riau, dan mampu mengendalikan permainan hingga berujung dengan kemenangan.

 

“Ini hasil kerja anak-anak. Dari pertandingan tersebut, kita tidak mudah untuk mencetak gol. Anak-anak harus kerja keras membangun serangan dan masuk ke jantung pertahanan tim Riau,” ungkapnya menanggapi hasil pertandingan itu.

Diakuinya, permainan tim Riau sangat baik. Bertindak sebagai tuan rumah, Riau memiliki semangat yang lebih tinggi. Apalagi sorakan pendukung dari tribun penonton tentunya menekan mental anak asuhnya. “Hasil 1-2 ini saya kira sudah cukup bagus,” ujarnya.

 

Sedangkan pelatih tim futsal Riau, Jimmy Matulesi menuturkan, permainan kedua tim menunjukkan kapasitas yang tidak jauh berbeda. Namun, ia menyayangkan gol kedua tim Sumut. “Saya lihat ada pelanggaran, tapi saya hargai keputusan wasit. Anak-anak tetap semangat untuk pertandingan berikutnya. Mudah-mudahan bisa meraih poin penuh,” tuturnya.(Am/e)




12 PROVINSI ADU LAGA DIHARI PERTAMA

Cabor Futsal PON XVIII Riau

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – laga dihari pertama pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) Futsal PON XVIII Riau, Tim tuan rumah, Riau dipaksa bertekuk lutut dari Tim Sumatra Utara dengan skor tipis 1-2.  Meski kota Tembilahan di  laga Cabor yang pertama kali diperlombakan dalam ajang PON ini dibawah kelamnya kabut asap, tapi pertandingan dapat berlangsung dengan lancar.

Laga awal di Group A, Tim Futsal Papua berhadapan dengan Tim Jawa Tengah, pertandingan berakhir dengan skor imbang 7-7. Sementara itu pertandingan di Group B, Tim Futsal tuan rumah Riau yang turun dengan kostum hijau hitam harus mengakui keunggulan Tim lawan Sumatra Utara dengan skor tipis 1-2.

Di Group C,  Tim Futsal dari Nusa Tenggara Timur yang harus berhadapan dengan salah satu Tim unggulan yang digadang-gadangkan sebagian besar pencinta Futsal di Kota Tembilahan akan menjadi peraih medali Emas Cabor Futsal, DKI Jakarta, setelah mendapatkan serangan secara bertubi-tubi akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dan terpuruk dengan skor telak 0-3.

Laga berikutnya di Group A, Tim Futsal Provinsi Gorontalo yang berhadapan dengan Tim Provinsi Sumatra Selatan menampilkan permainan dalam tempo cepat dan saling membalas serangan. Dengan kerja keras, Tim Sumatra Selatan akhirnya mampu mengunguli Tim lawan dengan skor 7-5.

Dipertandingan berikutnya, Tim Futsal Provinsi Kalimantan Selatan yang notabenenya mendapatkan dukungan besar dari warga kota Tembilahan karena hubungan kedaerahan ternyata mampu ditahan imbang oleh Tim lawan Provinsi Jawa Barat dengan skor imbang 1-1.

Laga akhir dihari pertama, Tim futsal Provinsi Sulawesi Selatan dipaksa mengaku kalah dari Tim Sumatra Barat dengan skor 5 -7. (fsl/z)




Kuasa Hukum Petani Desa Pancur Surati Bupati Inhil.

Minta Bupati Inhil Segera Mengambil Sikap Tegas

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai saat ini, PT.Palma belum juga mengindahkan surat yang dilayangkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk menghentikan sementara waktu aktifitas diatas lahan sampai permasalahan kepemilikan  dengan warga setempat selesai. Bahkan dengan sikap tak ambil pusing, PT.Palma satu terus melakukan penanaman dengan pengawalan puluhan tenaga pengaman bayaran.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kuasa  Hukum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Selamat” Desa Pancur Kecamatan Keritang, Zainuddin, SH.”hari ini (kamis, 6/9/12) kita sudah berkirim surat Kepada Bupati Inhil guna mengambil sikap tegas menyikapi persoalan ini,” Ungkap Acang kepada wartawan, kamis (6/9)

Surat yang dikirim tersebut juga ditembuskan kepada Kapolres Inhil, Dandim 0314/ Inhil, Ketua DPRD Inhil, Ketua Komisi I DPRD Inhil, Kepala Satpol PP Pemkab Inhil, Camat Keritang, Kepala Desa Pancur dan Ketua Gapoktan Selamat.

Ditempat berbeda, Ketua Gapoktan Selamat, Ahmad Rizal Zuhdi juga membenarkan bahwa aktifitas perusahaan masih terus berlanjut dan pengamanan dilakukan dengan tenaga pengaman bayaran. “ Terus terang saya khawatir dengan adanya tenaga pengamanan ini akan memancing keributan kedepannya.” Ujar Ahmad.(fsl)




Malam Grand Opening Pertandingan Futsal PON XVIII Riau Tak Mampu Pukau Penonton

Penonton juga Disuguhi Kabut Asap

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pesta pembukaan pertandingan Futsal PON XVIII Riau yang semula digadang-gadangkan meriah nyatanya hanya tampil biasa. Bahkan tribun penonton yang pada awalnya penuh sesak,belum usai acara pembukaan sudah tampak lengang.

Pantauan detikriau.org, ribuan warga masyarakat Kab. Indragiri Hilir khusunya kota Tembilahan dan sekitarnya sudah tampak memadati Venue Futsal sejak pukul 07.00 Wib. Antusias masyarakat ini, tentunya memimpikan untuk menyaksikan kemeriahan malam pembukaan pertandingan berskala nasional yang baru kali pertama dilaksanakan di bumi seribu jembatan ini.

“Kita sudah hadir sejak pukul 18.30 Wib, kami sengaja datang lebih awal karena takut nantinya tidak bisa masuk karena keterbatasan kapasitas gedung,” Ujar Arbain, warga Kelurahan seberang Tembilahan kepada detikriau.org, rabu (5/9)

Bahkan warga Jalan Baharuddin Jusuf, Tembilahan, Iwan mengaku harus menyaksikan acara pembukaan ini.” Kapan lagi bang. Kalau kita hitung-hitung dengan 33 provinsi di Indonesia, mungkin ini kesempatan sekali seumur hidup saya untuk menyaksikan kegiatan PON di Tanah Riau. Mudah-mudahan kemeriahan malam ini akan membekas dihati saya,” Ujar Iwan.

Sekira pukul 20.30 Wib, acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan pementasan tari kolaborasi, marching band, kemudian diteruskan dengan parade peserta kontingen dari 12 provinsi.

Belum usai parade, tampak barisan penonton yang penuh sesak dibangku tribun mulai meninggalkan tempat duduk. Makin lama jumlahnya semakin ramai dan sempat menimbulkan antrian dipintu keluar.

Konyolnya, usai sambutan Bupati yang saat itu diwakili Sekdakab Inhil kemudian dilanjutkan dengan sambutan Sekretaris Badan Futsal Nasional, Efraim Ferdinand Bawole lalu acara diteruskan dengan pelepasan burung serindit sebagai maskot PON XVIII Riau, entah ide siapa, panitia spontan menyalakan kembang api bak air terjun dan semburan puluhan kembang api yang terpasang disepanjang pagar tribun.

Sontak, asap tebal menyebar dan menyelimuti seluruh ruang Venue Futsal dan membuat penonton menutup hidung dan bergegas keluar.

“Aneh, diruang indoor siapa yang punya ide nyalain kembang api,” Ujar seorang petugas keamanan yang enggan namanya dipublikasikan.(fsl)