5 Kades di Kecamatan Batang Tuaka di Lantik

Inhil (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H. Indra Muchlis Adnan diwakili Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan pemerintahan Desa (BPMPD), H. Edy Syafwannur melantik lima Kepala Desa di Kecamatan Batang Tuaka. Senin (24/5).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan H. Edy Syafwannur, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pesta demokrasi di kelima Desa tersebut.

Bupati mengajak agar semua perbedaan pola pandang selama Pilkades dikesampingkan. Sebab ketika Kepala Desa telah terpilih, saatnya bagi warga Desa untuk bersatu menyatukan visi demi membangun Desa.

Kelima Kepala Desa yang dilantik adalah Kepala Desa Sialang Jaya, H. Ali, Kades Gemilang, Sarmadi, Kades Tasik Jaya, Harliyan, Kades Tanjung Siantar, Syamsul Anam dan Kades Simpang Jaya, Marbawi.

Dalam kegiatan ini juga sekaligus dilaksanakan pelantikan kepengurusan Forum RT/RW se Kecamatan batang Tuaka. Mendampingi H. Edy Syafwannur juga tampak beberapa pejabat dilingkungan Setdakab Inhil dan salah seorang Anggota DPRD Inhil, H. Agussalim. (dro/0*)




Tingkatkan Kopetensi Bidang Pemerintahan dan Pertahanan, 4 Camat Ikuti Diklat

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Guna meningkatkan kopetensi di bidang pemerintahan dalam negeri dan pertahanan, empat Camat di Indragiri Hilir (Inhil) menjalankan diklat pola 300 jam selama satu bulan di Pusat Persenjataan Infantri (Pusnif) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) di Bandung.

Koordinator tim, Camat Keritang Ahmad Ramani, menjelakan selama menjalani diklat tersebut pihaknya dan beberapa orang camat, selain dibekali dengan pengetahuan tentang ilmu pemerintahan dalam Negeri mereka juga mendapatkan materi semi meliter.

“Diklat ini memang diperuntukan kepada kami para camat yang bukan memilki dasar ilmu pemerintahan. Ini peserta gelomang kedua.
gelombang pertama sudah dilaksanakan beberapa bulan kemarin yang diikuti sebanyak enam camat,” ungkap Ahmad Ramani, saat dihubungi melalui tepeon genggamnya kemaren.

ke empat Camat tersebut yakni Camat Keritang, Ahmad Ramani, Camat Reteh, Kamren, Camat Sungai Batang, M Rafi dan Camat Gaung Anak Serka (GAS) R.Anuar.(dro/1*)




Enggan Tinggal Didesa dan Dinilai Miskin, Generasi Muda Ogah Jadi Petani

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Keberadaan kelembagaan kelompok tani dan petani setidaknya akan menghasilkan generasi baru ‘petani muda’ yang diharapkan nantinya akan menjadi motor penggerak perbaikan disektor pertanian  khusunya peningkatan produksi. Namun sayangnya niat ini cenderung tergerus. Profesi sebagai petani kurang mendapat minat dihati generasi muda. Jumlah areal pertanian belakangan semakin berkurang disebabkan pengalihfungsian lahan.

“Harus kita akui, minat generasi muda semakin hari semakin menurun untuk meneruskan profesi sebagai petani. Kesejahteraan petani dianggap kurang menjanjikan dibandingkan dengan profesi lainnya.” Ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi diruang kerjanya, senin (24/9)

Generasi muda menilai, nasib sosok seorang petani yang setiap harinya harus bermandikan lumpur seringkali termarjinalkan. Disaat harga pasaran pangan naik, petani juga tidak menikmati keuntungan. Sebaliknya disaat harga pangan turun, petani kembali harus menjadi korban dengan sulitnya memperoleh sarana dan prasarana pertanian.

Persoalan lain yang menyebabkan minimnya minat generasi muda untuk menekuni profesi sebagai petani dinilai Wiryadi disebabkan secara umum seorang petani hidup dan tinggal dipedesaan dengan standar kehidupan dibawah garis kemiskinan.

Masih menurut Wiryadi, kondisi seperti ini harus menjadi perhatian semua pihak. Berdasarkan data statistik, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kab. Inhil dalam rentang waktu 15 tahunan terakhir menunjukkan kontribusi terbesar disumbang oleh sector pertanian. Artinya, masyarakat Kab. Inhil lebih dari 70 persennya menggantungkan hidup disektor pertanian.

Data lainnya juga menunjukkan bahwa Kab. Inhil selama ini masih sebagai pemberi kontribusi teratas pemenuhan kebutuhan beras di Provinsi Riau. Generasi petani tidak boleh hilang. Bukti menunjukkan bahwa sector pertanian yang selama ini menjadi sumber ekonomi terbesar masyarakat Inhil. Jadi sekali lagi generasi petani harus terus dipertahankan.

“Upaya yang saya nilai harus dilakukan adalah kembali memperkenalkan kepada anak-anak usia dini khususnya dijenjang bangku sekolah mengenai dunia pertanian. Kemudian memberikan dorongan alih teknologi menggunakan peralatan pengolahan lahan seperti hand tractor dan Hydro Tiler yang akan mempermudah pekerjaan petani termasuk peralatan-peralatan pengolahan produksi pasca panen seperti power threser.” Papar Wiryadi.

Disamping itu semua, diteruskan Wiryadi, petani juga perlu diberikan alokasi anggaran berimbang bagi tercapainya kepemilikan peralatan termasuk sarana dan prasarana lainnya. Juga pemberian kemudahan akses perbankan untuk mendapatkan modal.

Pemerintah juga dikatakan Wiryadi harus terus menggenjot agar generasi muda kembali berminat menekuni profesi sebagai petani dengan cara lainnya seperti mendorong berdirinya SMK pertanian serta mengemas program study yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh petani.”Kita berharap dengan semua usaha ini kedepannya penghasilan petani akan mampu duduk dalam strata ekonomi menengah dan Kab. Inhil akan menjadi eksportir pertanian khususnya komodity beras terbesar.” Harap Wiryadi. (dro/0*)




Secara Lisan, 4 Balon Nyatakan Siap Ikuti Debat Kandidat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – 8 oktober 2012 mendatang, Ikatan Alumni STAI Auliaurrasyidin Tembilahan agendakan debat kandidat Bakal Calon (Balon) Bupati Inhil untuk periode 2013-2018 mendatang.  Emapat kandidat sudah nyatakan kesiapan.

‘Secara lisan, 4 kandidat sudah menyatakan kesediaan. Kita masih tunggu kandidat lainnya. Versi kita, ada 9 balon yang akan turun berlaga di Pilkada mendatang,” Ungkap Ketua panitia debat, Aswandi, S.Hi didampingi Sekretaris, M. Yusuf, S.Pdi, Senin (24/9) di Tembilahan.

Agenda debat bersempena peringatan hari sumpah pemuda ini dinilai Aswandi sebagai moment tepat. Pemuda merupakan ujung tombak perubahan sekaligus pemimpin masa depan.

“dengan kegiatan ini, kita berharap dapat menawarkan sosok pemimpin Inhil kedepan melalaui Visi dan Missi yang mereka paparkan.” Kata Aswandi.

4 kandidat Balon versi IKA STAI yang sudah menyatakan kesiapan untuk hadir yakni, Drs Kemas Yusferi (Direktur PDAM Tirta Indragiri), Drs H. Abdul Aziz, DR H Ramli Walid, MSi, dan Abdul Wahid Ketua DPW PKB Provinsi Riau.(dro/2*)




Dalih Takut Timbul Gejolak, Kecamatan dan Desa Enggan Tebus Raskin

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pengurangan jatah Beras miskin (raskin) oleh pemerintah pusat, ternyata menimbulkan kekhawatiran di Pihak Kecamatan dan Desa, Khususnya Kabupaten Indragiri Hilir. Pihak Kecamatan dan Desa khawatir dengan adanya pengurangan ini akan menimbulkan gejolak terutama  masyarakat yang tidak lagi mendapatkan jatah raskin tersebut.

“Kita tidak mengambil raskin lagi. Biasanya kita dijatahi 40 ton sekarang hanya tinggal separohnya. Kita khawatir nanti dalam penyaluran masyarakat tidak puas,” ujar Camat Batang Tuaka, Sutriadi kepada Wartawan.

Terkait permasalahan ini, Kabag Perekonomian Setdakab Inhil, Drs Sirajuddin menghimbau kepada Pihak Kecamatan dan Desa tidak perlu takut untuk mengambil jatah pembagian raskin tersebut dengan alasan timbulnya gejolak masyarakat. Menurutnya permasalahan tersebut hanya perlu disiasati dengan cara memberikan penjelasan serta mempublikasikan secara terbuka nama-nama warga penerima. Permasalahan menurutnya  justru akan terjadi jika pembagian raskin tersebut benar-benar ditiadakan.

“Jangan takut. Yang penting berikan penjelasam kepada masyarakat terkait adanya pengurangan jatah Raskin serta publikasikan secara tranparan“ Ujar Sirajuddin.

Tidak ditebusnya jatah Raskin ini oleh pihak Kecamatan mulai menuai keluhan masyarakat. Mereka mengaku kini kesulitan memenuhi kebutuhan pakan keluarga.

“Saya tidak tahu kenapa saat ini tidak ada lagi raskin. Padahal selama ini kita sangat terbantu.” Ungkap warga Sialang Jaya, Marwiyah belum lama ini. (dro/2*)




Kejar Target, Kecamatan Keritang Buka 5 posko Perekaman e-KTP

INHIL (www.detikriau.org) – Keterlambatan proses perekaman data di Kecamatan Keritang disebutkan lebih disebabkan keterbatasan peralatan. Guna mengejar ketertinggalan, pihak Kecamatan membuka 5 posko pelayanan.

“Dari 48 ribu wajib KTP, kita baru menyelesaikan perekaman data sekitar 10 ribu jiwa. Dengan terus bekerja keras, kita optimis dapat menyelesaikan sebelum batas waktu berakhir,” Ungkap Camat Keritang, Ahmad Ramani kepada detikriau.org, senin (24/9)

Menurut A. Ramani, dari lima posko pelayanan, dua diantaranya berada di Ibu Kota Kecamatan, Kotabaru Reteh. Tiga lainnya di Desa Teluk Kelasa, Desa Kuala Lemang dan Desa Desa Pancur.”Memaksimalkan waktu, kita juga sedang agendakan untuk lakukan perekaman hingga malam hari,” Pungkas A. Ramani. (dro/1*)