BLH Prov Riau Taja Sosialisasi RIPL Gambut Provinsi Riau di Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau bekerjasama dengan BLH Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Rencana Induk Pengelolaan Lahan Gambut Provinsi Riau. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula kantor BLH Inhil, Lantai Tiga Gedung Kantor Bupati ini disamping diikuti oleh Satker terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat juga tampak dihadiri oleh beberapa  perusahaan kehutanan dan perkebunan, Kamis (4/10/2012).

Dalam kata sambutnya, Bupati Inhil yang dibacakan oleh Drs. H. Mukhlis, Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan BLH Kab. Inhil menyatakan bahwa Pemkab Inhil memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan pengelolaan konsensi Sumber Daya Alam (SDA), termasuk ekosistem gambut secara seimbang dan berkelanjutan.

Dijelaskan Bupati, terjadinya kerusakan ekosistem gambut sangat erat kaitannya dengan berbagai ancaman bencana yang dewasa ini kerap terjadi di wilayah Riau seperti bencana banjir, kekeringan, kebakaran lahan, krisis air bersih dan intrusi air laut telah menunjukkan bukti menimbulkan kerugian berbagai aspek kehidupan masyrakat.

Kealpaan untuk melakukan pengelolaan lahan gambut tanpa memperdulikan proses secara berkelanjutan juga telah mengancam sumber daya hutan dan lahan gambut yang berimplementasi langsung terhadap perubahan iklim global.

Diakhir sambutan tertulis itu, Bupati berharap melalui sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan yang positif yang diharapkan dapat memberikan wawasan dalam pengelolaan lahan gambut berkelanjutan dan dapat berjalan dengan lebih efektif dimasa mendatang.

Beberapa materi yang disajikan dalam beberapa sesi yakni, Kerangka Acuan dan Isi Materi Penyusunan Master Plan Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan Provinsi Riau oleh KLH RI Jakarta. Pola Pencegahan dan Perlindungan Kawasan Ekosistem Lahan Gambut Berkelanjutan oleh BLH Prov Riau. Kemudian Implementasi dan Program Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanajutan di Kab. Inhil oleh  BLH Kab. Inhil,  Dampak Kerusakan Fungsi Kawasan Gambut dan Pola Rehabilitasi dengan Penanaman Jenis Lokal oleh  P2GT UNRI, Pola Pengelolaan Water Management dalam Pemanfaatan Ekosistem lahan Gambut Berekalnjutan di Areal Konsesi Perusahaan, PT. RAPP. Serta yang terakhir, Peran Masyarakat Lokal dalam Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut dengan Sistem Ronda oleh JIKALAHARI. (dro/*0)




Dua Balon Gubri dan Anggota DPR RI Bakal Ramaikan Debat Kandidat STAI Auliaurasyidin

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dialog interaktif yang akan dilaksanakan oleh Ikatan Alumni (IKA) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Senin, (8/10) yang akan datang, disamping menghadirkan kandidat Bakal calon (Balon) Bupati Inhil dikabarkan juga akan dihadiri dua kandidat Balon Gubernur Riau.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Aswandi ,SHI,  “Kandidat Balon Gubri yang berencana akan hadir dalam kegiatan tersebut yakni Drs H Herman Abdullah dan H Syamsurizal. Kita sudah dapatkan komfirmasi dari kedua tim sukses mereka,” Ujar Aswandi yang saat itu didamping oleh Sekretaris Panitia M Yusuf SPdI, serta Ketua dan Sekretaris  IKA  STAI Auliaurrasyidin Hidayat Hamid SPdI, dan juga Firmansyah Ama, kepada detikriau.org, Kamis, (4/10).

Selain kedua kandidat Balon Gubri, tokoh lainnya yang berencana akan hadir nantinya adalah anggota DPR RI dari Partai Golkar H Idris Laena. Menurut Aswandi, Kesedian mereka untuk hadir dalam kegiatan ini, tentunya sebuah penghargaan yang sangat besar terutama bagi organisasi IKA STAI Auliaurrasyidin. “Bukannya mudah untuk mengumpulkan tokoh-tokoh seperti mereka didalam satu acara, apalagi hanya sebatas acara dialog. Ini suatu kebanggan buat IKA STAI.” Akui Aswandi. (dro/*2)




Gelembung Pecah dan Piramida Akan Runtuh?

Membaca press release VGMC di http://press.vgmc.com/main/ID/2012/10/ entah mengapa saya menduga hanya dalam hitungan bulan gelembung itu akan pecah dan piramida itu akan runtuh lalu…saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi.

Koreksi jika saya keliru memahami beritanya. Poin-poin yang saya tangkap:

  1. VGMC memecah diri menjadi tiga perusahaan. Yang satu mengurus semua saham kepemilikan emas, yang satu lagi semua saham kepemilikan platina. Yang terakhir semacam mengurus investasi saja.
  2. Dari Panama dipindahkan ke Belize dan British Virgin Island. Ada yang sadar bahwa pindahnya dari cigak ke beruk saja?
  3. Perusahaan yang bernama PCEF mengurus tambang emas atau kepemilikan saham orang berinvestasi dalam emas (bingung memahaminya) sebenarnya perusahaan tambang atau reksadana tertutup, sih? Closed-end fund, itu namanya. Berkaca ke ECMC yang IPO menjadi Lead All Investment Ltd, juga dari tambang emas ke reksadana, does it ring a bell?
  4. Semua saham emas yang dulu ada di VGMC Panama akan ditransfer ke PCEF dan proses itu butuh waktu 60 hari terhitung mulai 1 Oktober. Dividen terakhir yang dibayarkan adalah 30 September sehingga tidak ada lagi dividen hingga Desember. Pertanyaan: uang investor aman? Investor akan merasa aman?
  5. VGMC Panama akan mentransfer saham platinum ke VGMC Belize. Peraturan baru muncul bahwa setiap pemilik saham platinum mesti memiliki minimum 10 ribu saham sebelum 1 Desember.  Kalau tidak bisa mempertahankan jumlah segitu, maka akun akan ditutup. Halllowwww.
  6. Harga saham per Oktober 1 USD dan akan naik 5 sen USD setiap bulan. Kalau gak ada uang sekarang, harus cari uang segera, gitu?
  7. Pemilik saham platinum baru dan normal harus punya minimum 10 ribu saham, yang premier harus 50 ribu.
  8. Bagaimana kalau sudah punya saham platinum tapi masih kurang dari jumlah 10 ribu atau 50 ribu? Jawabannya: genapkan kekurangannya. Kalau tidak 1 Desember harus unsubscribe (kalau menurut mereka artinya pesanan dibatalkan, okelah) dan akun akan ditutup. Artinya, anda harus tetap punya 10 ribu, kan, agar saham anda diakui. Jumlah uangnya = 10.000 lembar x 1 USD, ya, sekitar 100 juta rupiah untuk pemegang saham baru dan 500 juta untuk pemegang saham premier.

Ketakutan terbesar saya adalah bahwa saya benar seperti yang saya sampaikan di artikel-artikel terdahulu, terutama ini dan ini. Saya khawatir bahwa para investor lugu itu sedang dijebak untuk menanamkan lebih banyak uang mereka agar dengan begitu muncul ilusi bahwa mereka bisa menutupi kerugian. Lihat saja, mereka disuruh harus punya minimum 10 ribu saham platinum karena kalau tidak maka akun mereka akan ditutup. Saya kira sebelum ini sebagian orang telah punya beberapa ribu lembar saham–berarti bebepara puluh juta telah tertanam. Sekarang, mereka harus menggenapkannya menjadi 10,000 USD jika bisa membeli di bulan Oktober ini. Bulan depan naik 5 sen per saham.

Bukankah itu memperdalam lobang jebakan? Ini yang saya prediksi terjadi di dalam artikel tentang eskalasi komitmen yang saya berikan tautannya di atas.

Kekhawatiran saya yang kedua adalah bahwa akhirnya piramida itu akan runtuh. Apa yang akan terjadi kalau uang tidak lagi bisa masuk? Investor tidak bisa lagi menggenapi menjadi 10,000 USD? Aliran uang masuk akan berhenti, bukan? Kemudian perusahaan tidak akan punya uang lagi untuk membayar dividen, bukan? Lalu? Lalu?

Bayangkan saja betapa perusahaan telah sangat aman dengan tidak membayar dividen sejak Oktober hingga November ini. Tindakan itu untuk mengulur usianya supaya lebih panjang dan kalau uang tidak lagi mengalir masuk, bulan Desember adalah saat yang telah ditunggu-tunggu: lari.

Jika itu yang terjadi, semoga saja saya keliru, saya tidak berani membayangkan saudara kehilangan saudara, teman kehilangan teman. Sungguh tidak berani saya bayangkan.

Saat ini saja kegelisahan di komunitas di Pasaman Barat sudah tinggi. Lihat di http://www.facebook.com/groups/vgmcpasbar/

Sungguh, saya berdoa semoga saya keliru. Sumber info: kompasiana.com




Cek Dokumen Amdal Perusahaan, Dewan Akan Undang BLH Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pastikan perusahaan menjalankan kewajiban dan pengawasan Amdal, Komisi III DPRD Inhil segera akan memanggil pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH). Hal ini dilakukan terkait semakin banyaknya pengaduan masyarakat atas beberapa perusahaan yang beroperasional di Kabupaten Indragiri Hilir.

 

“salah satunya terkait pengaduan masyarakat terhadap PT. Bina Duta Laksana (BDL). Kita ingin mintakan BLH memberikan penjelasan mengenai dokumen Amdal yang dimiliki perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan itu,” Tegas Ketua Komisi III DPRD Inhil, Ir. Feriandy.

 

Dalam pertemuan nantinya tambah Feri, Dewan juga akan melihat laporan pengelolaan Amdal atapun Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) perbulanya. Hal tersebutlah nantinya akan menjadi titik fokus Komisi III dalam meproses pengaduan warga.”Bebeberapa hari ini Dewan memang diseibukkan dengan beberapa agenda. Namun kita akan upayakan pemanggilan ini secepatnya,” pungkas Feri. (dro/*1)




Kadis PU Inhil Sesalkan Rekanan Proyek Provinsi Takpernah Berkoordinasi

Emisi Debu Banyak Dikeluhkan Masyarakat

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Dinas Pekerjaan Umum Kabaupaten Indragiri Hilir (Inhil) sayangkan sikab kontraktor pemenang tender perbaikan jalan Provinsi yang berada disekitar dalam Kota Tembilahan yang tidak pernah melakukan koordinasi.

Ungkapan tersebut, ditegaskan Kepala Dinas PU Inhil, H Tengku Edy, saat detikriau.org meminta tanggapan terkait persoalan banyaknya debu sebagai akibat aktifitas perbaikan jalan yang mendapatkan keluhan masyarakat.

“Inilah yang mau kita katakan. Sampai saat ini saja kita tidak tahu siapa perusahaan pemenang tender paket itu. Karena, mereka tidak pernah sekalipun berkoordinasi dengan pihak kita,”ungkap Tengku Edy, Rabu (3/10).

Dia juga tidak menampik kalau penimbunnan jalan Baharudin Jusuf (Telaga Biru.red)  menimbulkan debu yang banyak dikeluhakan masyarakat. Sebab, pihaknya juga sudah beberapa kali mendapat pengaduan terkait persoalan yang ada.

“Tentu kita sangat menyayangkan hal ini, padahal penimbunannya sudah berlangsung cukup lama,”keluhnya.

Berdasarkan pantauan detikriau.org dilokasi dari mulai kawasan Parit 6 sampai kawasan jalan Sungai Beringin Tembilahan, terlihat timbunan sirtu pihak rekanan menimbulkan debu. Terlebih jika saat musim panas seperti ini. (dro/*1)




Pasarkan Buah Karya Bengkel Kerja Bangkit, Lapas Butuhkan Kerjasama

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Kelas II A Tembilahan membutuhkan kerjasama dengan pihak ketiga. Kerjasama ini diperlukan dalam rangka melakukan pemasaran hasil produksi narapidana (napi) bengkel kerja bangkit.

“kita memiliki beberapa produk yang kita rasa siap untuk dipasarkan baik dari bentuk dan kualitasnya. Hanya saja kita belum punya rekanan untuk memasarkan produk tersebut,” jelas Tommy, rabu (3/10).

Saat ini lapas tembilahan telah memiliki beberapa produk hasil sendiri berupa paving blok, Terali Besi dan miniatur Kapal Pesiar serta puluhan tenaga kerja siapa pakai yang terus melakukan produktivitas didalam lapas.

“Kini hasil karya napi ada yang kita gunakan untuk bangunan lapas kita sendiri,” ujar Kalapas.

Kalapas berharap ada pihak ketiga yang bersedia menjalin kerja sama untuk memasarkan produk buah karya napi, hal ini dinilai pantas karena kualitas produk yang dihasilkan diyakini dapat bersaing dengan produk-produk yang ada dipasaran. (dro/*0)