RUSLI ZAINAL DINILAI ANAKTIRIKAN KADES INHIL

Terkait Belum Terealisasinya Bantuan Operasional Desa Tahun 2011 dan 2012

 TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ratusan Kepala Desa (Kades) dan Lurah se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) geram. Mereka menuntut agar Pemerintah Provinsi Riau untuk segera merealisasikan pencairan dana operasional desa tahunan bagi Kades dan Lurah yang belum dibayarkan untuk tahun 2011 termasuk bantuan operasional tahun 2012 yang hingga hampir berakhirnya tahun ini juga belum direalisasikan.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Kades Sungai Berapit Kecamatan Concong, Ediyanto, S.Th.I mewakili Kades dan Lurah se Kab Inhil kepada detikriau.org, Ahad (11/11) di Tembilahan. Menurutnya, bantuan operasional ini memiliki peran yang sangat besar untuk melancarkan operasional Desa guna memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Sebahagian besar wilayah Inhil merupakan kawasan perairan. Untuk tranportasi kebanyakan melalui jalur sungai dengan biaya tranportasi yang relatif cukup tinggi. Oleh karenanya kami tentu sangat berharap banyak agar bantuan operasional itu segera diberikan,” Ungkap Ediyanto menyampaikan permintaan.

 

Dijelaskan Ediyanto, untuk tahun 2007 hingga tahun 2010 bantuan dana ini diistilahkan dengan Tunjangan atau Dana Insentif dengan nominal sebesar Rp. 10 Juta per Desa untuk tahun 2007 dan untuk tahun 2008 hingga 2010 ditingkatkan menjadi Rp. 12 juta per Desanya dan disalurkan secara tunai kepada masing-masing Kepala Desa dan Lurah dan setiap akhir tahun, sebagai pertanggungjawaban, Kades dan Lurah menyampaikan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) kepada Pemrov Riau.

 

Karena dikabarkan pengalokasian Dana yang diistilahkan sebagai Dana Insentif ini tidak memiliki dasar hukum maka mulai tahun 2011, bantuan dana ini dialihnamakan menjadi Bantuan Operasional dengan nominal hanya sebesar Rp. 6 juta per Desa.

 

“bantuan operasional untuk tahun 2011 ini berdasarkan keterangan yang kita dapat sudah disalurkan kepada seluruh Desa di 9 dari 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, sementara 3 Kabupaten lainnya, termasuk Inhil sendiri sampai hari ini belum pernah menerima. Ini yang menjadi pertanyaan kita, kenapa kabupaten lainnya diberikan sementara kita sendiri tidak?.” Tanya Ediyanto.

 

Terkait persoalan ini ditambahakan Ediyanto, seluruh Kades dan Lurah se Kab Inhil sudah beberapa kali mempertanyakan kepada pihak Pemrov dan terakhir saat Raker Kades dan Lurah Se Provinsi Riau baru-baru ini di Pekanbaru. Namun Ediyanto mengaku mereka kembali harus menelan rasa kekecewaan karena tidak diberikan keterangan secara jelas apa yang menjadi penyebabnya.

 

”Kami hanya ingin tau kebenarannya seperti apa? Kenapa Kami tidak diberikan sementara Desa di kabupaten lainnya menerima?

Apakah tidak ada kebijakan lain? Terus terang kami merasa seperti teranaktirikan padahal Gubernurnya masih orang Inhil,” Tegas Ediyanto dengan nada suara kecewa sambil menjelaskan bahwa untuk bantuan operasioan tahun 2012, hingga hampir berakhirnya tahun ini juga belum direalisasikan oleh pihak Pemrov Riau.

 

Menindaklanjuti persolan ini, Ediyanto mengaku bahwa seluruh Kades/Lurah se kabupaten Inhil sudah bersepakat untuk kembali mempertanyakan melalui surat resmi. Direncanakan surat ini akan langsung ditujukan kepada Gubernur Riau, Rusli Zainal paling lambat tanggal 15 November mendatang dengan tembusan kepada beberapa intansi terkait dengan harapan agar dana operasional tersebut dapat segera diberikan sekaligus  sebagai antisipasi bantuan dana operasional tahun 2012 juga juga tidak bernasib sama.

 

“Kami berharap Pemprov Riau dapat memberikan kejelasan dan segera merealisasikan dana operasinal desa yang belum kami terima di tahun 2011 dan 2012 ini,” pungkasnya.

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Mahyudin: Saya Agak Kecewa Dengan Solusi yang ditawarkan Bupati Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tawaran yang disampaikan Bupati Inhil, Indra M Adnan Kepada Petani terkait anjloknya harga kelapa Inhil menuai kritikan. Petani menilai apa yang disampaikan Bupati bukan sebuah solusi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Petani Kelapa Hibrida di tiga Kecamatan (Kelompok 9), Mahyudin kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya. Ahad (11/11). Menurut Mahyudin, Usulan agar petani menggalakkan Industri rumah tangga dengan membuat Gula merah dan Minyak pada akhirnya akan bernasib sama dengan perumpamaan bisnis HP china yang dicontohkan.

“Saya agak kecewa dengan pernyataan Bupati kemaren. Masak iya kelapa disamakan dengan hp china, ini namanya bukan solusi. Apalagi dengan menyuruh petani untuk bikin gula merah dan minyak. Kalau semua petani mau bikin gula merah dan minyak apa pemda mau nampung?”Kritik Mahyudin mengomentari pernyataan Bupati usai mengunjungi stand pameran MTQ ke 42 Inhil, di Desa Kuala Lahang, Kecamatan Gaung, kemarin.

Ditambahkan Mahyudin, Jika semua petani bikin gula merah dan minyak, dikonotasikan dengan bisnis hp china yang disampaikan Bupati, sama artinya nantinya gula merah dan minyak akan menjadi murah juga karena kebanjiran dipasaran dan kembali akan senasib dengan hp china. “Kasihan petani” Pungkas Mahyudin.

Sebelumnya, Usai mengunjungi stand pameran MTQ ke-42 di Kec Gaung, Bupati mengaku prihatin dengan kondisi harga kelapa yang terjadi saat ini. Menurut Bupati kondisi ini semata disebabkan terjadinya krisis ekonomi dunia.

Bupati mencontohkan seperti jual beli handpone (HP), kalau Negara Cina banyak memproduksi HP maka secara otomatis pula harganya akan murah. Sebab, barangnya terdapat dimana-mana hingga kepenjuru dunia. Kondisi seperti ini menurut Bupati menjadi gambaran produksi kelapa saat ini yang banjir dipasaran sehingga harga anjlok.

Pemerintah juga tidak memiliki kewenangan untuk menaikan atau menurunkan harga kelapa. Namun, salah satu solusi adalah membuat industri-industri kecil rumah tangga. Seperti membuat gula merah dan minyak goreng kelapa.“Inilah yang harus dilakukan sekarang. Semua berjalan, sambil menunggu harga kelapa membaik kembali,” saran Bupati.

Tidak ada satu pihakpun di Dunia ini, kata Indra yang meninginkan turunnya harga kelapa, terlebih Pemerintah apalagi pedagang, sebab, secara otomatis jikalau harga kelapa naik dan mahal, mereka juga akan menjual mahal. Lalu bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat.

“Saya rasa kita tidak perlu ribut apalagi saling menyalahkan. Karena, semua diantara kita adalah pekerja yang menginginkan hal yang terbaik. Mari kita duduk bersama, berdiskusi untuk menyelesaikan persoalan ini,” ajak Bupati saat itu. (dr/*0)

 

 

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Zulher: 5 Faktor Penentu Keberhasilan Petani

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Meningkatnya produksi panen tentu merupakan harapan seluruh masyarakat yang berprofesi sebagai petani, Untuk menunjang keberhasilan tersebut ditentukan oleh beberapa faktor seperti  lahan, bibit, pemeliharaan, sistem sarana dan prasarana infrastruktur termasuk pemupukan.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Kadis Perkebunan Provinsi Riau, Zulher usai melakukan sosialisasi cara mendapatkan pupuk bersubsidi akhir pekan kemaren.

 

Menurut mantan, Sekdakab Kampar itu, lima faktor tersebut sama-sama memiliki kontribusi besar dalam menentukan keberhasilan petani. Sebab, pupuk, bibit, lahan, pemeliharaan dan infrastruktur adalah hal yang tidak bisa dipisahkan terutama bagi sektor  perkebunan sawit dan sektor pertanian lainya.

 

“Berdasarkan hasil rapat kita bersama seluruh Kepala Dinas Perkebunan kabupaten/kota se Riau beberapa waktu lalu, cara mendapatkan pupuk subsidi salah satunya melakukan infentarisir kepada masyarakat yang berpopesi sebagai petani kebun,”jelas Zulher, sambil menyebutkan pupuk subsidi tidak dibatasi tapi harus sesuai data secara akurat.

 

Kemudian lanjutnya, hasil infentarisir tersebut diserahkan kepada Dinas Perkebunan Riau,  dan ditandatangani oleh Gubernur lalu diserahkan kepada pemerintah pusat. Kemudian permintaan pupuk itu akan didistribuskan kepada petani sesuai dengan permintaan yang sudah diusulkan.

 

“Namun harus melalui beberapa mekanisme, seperti pertama penerima harus benar-benar petani, membentuk kelompok tani, serta membuat Rencana Distribusi Kebutuhan Kelompok (RDKK). Sehingga kita bisa mengetahui berapa banyak pupuk yang dibutuhkan petani dalam enam bulan kedepan,” ungkap Zulher

 

Ditingkat Desa, masih menurut Zulher, permohonan itu harus ditandatangani oleh ketua kelompok, PPL, pemerintah desa dan kelurahan, lalu diserahkan kepada penyalur sesuai dengan jumlah yang diminta. Dengan demikian penyaluran pupuk subsidi tersebut benar-benar akan tepat sasaran, sebab sudah diketahui oleh pihak-pihak yang berkompeten.

 

“Keuntungan petani jika mendapat pupuk subsidi, harga jauh lebih murah. selisih harganya untuk jenis urea sekitar Rp 6200/kg. Kalau pupuk non subsisidi satu kilonya mencapai Rp 8000. sedangkan pupuk subsidi hanya Rp 1800/kg,” tukasnya memperbandingkan.

 

Adapun desa yang dikunjungi Dinas Perkebunan Provinsi ketika melakukan sosialisasi pupuk bersubsidi di Kab Inhil yakni Desa Teluk Jira, Kecamatan Kempas dan Kelurahan Sungai Salak Kecamatan Tempuling.(dro/*1)




Diskes Beri Obat Massal Pencegahan Filariasis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Sebagai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan obat massal pencegahan filariasis di Kecamatan Gaung.

 

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, H Rasul Alim, menyatakan bahwa Inhil, ditetapkan kabupaten daerah Endemis filariasis atau yang sering disebut penyakit kaki gajah. Sehingga perlu dilakukan pemberian obat secara msssal. Maka dari itu, momen MTQ tingkat kabupaten tahun ini bisa dijadikan sebagai ajang sosialisasi dan pencanangan pemberian obat massal filariasi untuk tingkat Kecamatan Gaung.

 

“Dari dua puluh kecamatan di Inhil, Gaung merupakan kecamatan pertama yang kita lakukan pemberian obat massal dan sosialisasi filariasis,” jelas Rasul, kemarin.

 

Setelah kecamatan Gaung baru dilanjutkan kepada kecamatan berikutnya secara bertahap sesuai program yang sudah ditetapkan.

 

“Sasaran pemberian obat filariasis ini diberikan bagi seluruh penduduk sejak usia dua tahun sampai dengan 60 tahun. Sedangkan penduduk yang berusai dibawah dua tahun, ibu menyusui, ibu hamil dan mereka yang sakit pemberiannya ditunda,” pungkas mantan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan ini.

 

Saat ditanya mengenai target pemberian obat massal dan sosialisasi filariasis di Inhil, Rasul menyebutkan tidak ada target yang mengikat. Namun pihaknya memiliki program demi suksenya pencegahan filariasis di Negeri Serbu Jembatan. “yang pasti program yang sudah kita agendakan untuk pemberian obat massal kita mulai sejak 12 November  hingga 12 Desember 2012 mendatang,” Tutupnya.(dro/*1)




Manfaat / khasiat Lidah Buaya (Aloevera)

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun 1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman keabadian. Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes, menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul, kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Menurut seorang pengamat makanan kesehatan, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh. beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc. Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa berfungsi sebagai antioksidan.

Khasiat Lidah Buaya

Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan serangan jantung. Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria sekitar tahun 1875 SM.

Makanan Kesehatan

Digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat.

Mengandung Antioksidan

Beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc. Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Ramuan Lidah Buaya

– Radang tenggorokan

Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

– Ambeien

Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci, lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2 sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

– Sembelit

Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

– Diabetes melitus

Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong. Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan, masing-masing setengah gelas.

– Penurun kadar gula darah

Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran). Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.

– Penyubur rambut

Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

– Batuk

Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2 sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari. @ Suharso Rahman.

Sumber: setengahbaya.info




PENYEGARAN, APDESI INHIL DIMINTA SEGERA LAKSANAKAN MUSYAWARAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Indragiri Hilir diminta untuk segera melaksanakan musyawarah. Hal ini dirasakan sangat perlu dilakukan terutama dalam rangka melakukan penyegaran dan evaluasi atas berbagai kegiatan yang telah dilakukan sekaligus mendapatkan masukan program-program yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Desa Kampung Baru Kecamatan Concong, M Amin. “APDESI Inhil harus segera melaksanakan musyawarah. Paling tidak diperlukan penyegaran terutama dalam susunan kepengurusan sekaligus kita akan melakukan evaluasi kerja dan rencana program APDESI Inhil kedepan,” Ujar M Amin melalui sambungan selular, Jum’at (9/11)

Masih menurut M Amin, terkait rencana pelaksanaan musyawarah APDESI Inhil ini, dirinya dan beberapa orang kepala desa lainnya sudah pernah mengkomunikasikan hal ini kepada APDESI Riau dalam Raker Kades se Provinsi Riau beberapa waktu lalu di Pekanbaru. Menurut M Amin, APBDESI Riau menyetujui hanya mereka meminta waktu untuk menindaklanjuti permintaan APDESI Inhil ini. “yang jelas kita meminta agar segera ditetapkan kapan waktu pelaksanaannya. Tetapi ABDESI Riau belum bisa memberikan kejelasan dengan alasan diperlukan waktu untuk mengkomunikasikan permintaan ini. Mudah-mudahan secepatnya akan bisa dilaksanakan.” Harap M Amin.(dro/*0)
Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku