Ketua APDESI Inhil Amini Desakan Pembenahan Pengurus

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Adanya desakan dari beberapa anggota Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (ABPESI) Kabupaten Inhil untuk segera diadakannya Musyawarah Abdesi Inhil, Ketua Abdesi Inhil Hasanudin menyatakan tidak keberatan. Baginya selagi kegiatan tersebut adalah yang terbaik untuk organisasi, hal itu memang perlu untuk dilakukan.

“Tidak masalah, mengapa tidak, Apdesi memang perlu melakukan perubahan demi ke eksisannya. Lagian memang sudah seharusnya Apdesi ini melakukan perubahan kepengurusan organisasi,” jelasnya.

Saat ini ia mengaku bahwa pihaknya memang sudah melakukan koordinasi  terkait rencana musyawarah tersebut, karena pada umumnya setiap kepala desa yang ada pastilah ingin yang terbaik untuk daerahnya khususnya organisasi sendiri.

“asalkan organisasi ini bebas dari unsur politik baik dari sistimnya maupun dari para pemikiran anggotanya sendiri, karena Apdesi adalah organisasi independen” tuturnya.

Terkait dengan desakan itu sendiri, Hasanudin tidak banyak menanggapi, menurutnya masa pergantian memang sudah sepatutnya dilakukan. “Sudah masanya. Saya tidak ada masalah. Secara pribadi saya juga masih banyak kegiatan yang saya nilai jauh lebih penting bagi saya daripada mengurus APDESI,” jelasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Sungai Berapit Kecamatan Concong, Ediyanto, S.Th.I ketika dikomfirmasi menyatakan bahwa desakan pelaksanaan Musyawarah sekaligus penyegaran dikepengurusan APDESI Inhil adalah hal yang wajar. Ia berpendapat memang seharusnya APDESI  segera dibenahi agar dapat lebih berperan sebagaimana yang telah digariskan di dalam AD ART organisasi.

“Pada dasarnya APDESI adalah sebuah wadah yang diharapkan mampu memayungi seluruh anggota dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Peran ini yang kita nilai belum mampu ditunjukkan secara maksimal. Kita berharap, dengan adanya penyegaran, fungsi utama APDESI ini dapat lebih diakomodir dan memberikan manfaat yang lebih nyata kepada anggota,” Ujar Ediyanto (dro/*0)




Musim Penghujan, Jalan Poros Batang Tuaka Rusak Parah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Kondisi  jalan poros Kecamatan Batang Tuaka, terutama yang terletak di Desa Sungai Raya saat ini kondisi rusak parah. Terdapat banyak lobang yang berukuran cukup besar di badan jalan yang panjangnya sekitar 5.5 KM. Kondisi itu tentunya sangat membahayakan pengguna jalan.

 

Ungkapan itu disampaikan oleh Kepala Desa Sungai Raya Sulaiman Sag, kepada Vokal, Selasa, (13/11), di Tembilahan. Dijelaskan yang bersangkutan, sejak dilakukan semenisasi pada tahun 2006 yang lalu, hingga sekarang belum pernah dilakukan perehaban sekalipun, akibatnya kerusakan ruas jalan jadi semakin parah.

 

“Kerusakan ruas jalan tersebut saat ini sangat parah. Terus terang saya terkadang merasa sedih melihat ada warga yang sampai terjatuh ketika melintas, apalagi disaat penghujan seperti sekarang ini dimana lobang-lobang besar yang ada di tengah badan jalan jadi tidak terlihat. Akibatnya ada motor yang terperosok ke lobang tersebut dan pengemudi sampai terjatuh,” ujar Sulaiman.

 

Masih menurutnya, pihaknya telah berupaya keras memperjuangkan perbaikan ruas jalan tersebut melalui Musrenbang Desa dan juga Musrenbang Kecamatan. Meski selalu dikatakan menjadi salah satu sec

ktor prioritas yang akan dilakukan perbaikan, tapi kenyataan hingga sekarang kondisi ruas jalan tidak juga dilakukan perbaikan.

 

Untuk itu dirinya mengharapkan kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas PU dapat melakukan peninjauan dan perbaikan ruas jalan tersebut. Karena keberadaan jalan tersebut sangat vital sekali dalam rangka memperlancar arus orang dan barang di Kecamatan Batang Tuaka.

 

“Kita mengharapkan kepada Pemkab Inhil untuk dapat melakukan perehaban terhadap ruas jalan tersebut. Karena keberadaan jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat kita,” kata Sulaiman lagi.(dro/*0)




Melalui “PB Tsunami”, Muslimin Tunjukkan Kecintaan di Bidang Olahraga

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Disela kesibukan pribadinya sebagai seorang Wakil Rakyat yang kini duduk di Gedung DPRD Inhil, H Muslimin masih menyempatkan diri memberikan perhatian pada dunia olahraga. Dengan  Club olahraga bulu tangkis yang dinamai “PB Tsunami”, Ia mampu menelorkan atlit-atlit yang sukses menunjukkan prestasi dalam beberapa kejuaraan setingkat Nasional.

Dituturkan H Muslimin, Club yang didanainya secara pribadi ini mulai didirikan tidak berselang lama setelah terjadinya peristiwa Tsunami yang meluluhlantakkan Provinsi Aceh beberapa waktu yang lalu. Semangat pembangunan kembali setelah kehancuran Aceh dijadikannya spirit untuk membangun dunia perbulutangkisan di tanah kelahirannya, Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah.

“Alhamdulillah, PB Tsunami sendiri sudah berhasil menelorkan beberapa atlit bulu tangkis yang telah mampu menunjukkan prestasi setingkat Nasional. Beberapa kejuaraan seperti Sircuit di Bali, Open Turnamen Astec di Jakarta 2011, anak-anak asuh kita berhasil merebut juara di nomor ganda campuran dewasa dan kemudian pada open turnamen Astec 2012 kemaren, kita juga berhasil keluar sebagai juara di Ganda Putra Dewasa. Baru-baru ini kita juga mengikutkan 6 orang atlit kita dikejuaraan bulu tangkis se Provinsi Riau di Pelalawan, Atlit kita Andi Fitria juga berhasil merebut juara. Insyaallah, Kejuaraan Bulu Tangkis di Surabaya November ini kita juga akan ambil bagian.” Kisah H Muslimin baru-baru ini ketika sempat berbincang-bincang dengan detikriau.org di Gedung DPRD Inhil, jalan Subrantas Tembilahan.

Ditambahkan Muslimin, PB Tsunami mendidik atlit-altit pemula Bulu Tangkis mulai usia 5 hingga 13 Tahun. Saat ini, 15 atlit usia anak-anak dan 10 orang usia remaja mengikuti pelatihan di PB Tsunami. Sedangkan usia Dewasa, PB Tsunami memberikan fasilitas untuk diikutkan pada beberapa pertandingan.

Beberapa atlit Bulu tangkis usia Dewasa yang kini menjadi Asset PB Tsunami diantaranya, Samad, Arbain Arbi, Azri, Dwi Setiawan, Ahmad Yusuf dan Ardi Syafutra.

“PB Tsunami satu-satunya klub lokal di Kabupaten Inhil yang terdaftar di PB Nasional. Anak-anak didik lulusan kita beberapa orang masuk ke SMA Olahraga dan beberapa pusat pendidikan di tingkat Nasional. Mereka bisa diterima tentunya karena mereka dinilai telah memilliki dasar untuk mengikuti pelatihan ditingkat lanjutan.” Kata Muslimin sambil mengatakan bahwa Pola pendidikan yang diterapkan PB Tsunami sepenuhnya menyadur cara diklat bulu tangkis Nasional.

Diakhir pembicaraan, H Muslimin yang kini menjabat sebagai salah seorang Wakil Ketua DPRD Inhil dari Partai Bintang Reformasi (PBR) ini berharap apa yang dilakukannya saat ini suatu saat akan mampu melahirkan atlit bulutangkis yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama Daerah Inhil Khususnya dan nasional pada umumnya. Ia menyatakan bahwa apa yang dilakukannya saat ini semata karena kecintaannya kepada Dunia Olahraga Bulu Tangkis. (dro/*0)




WARGA TEMBILAHAN HULU HARAPKAN PEMERINTAH BENAHI PASAR KAYU JATI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Kecamatan Tembilahan Hulu berharap Pemerintah untuk turun tangan membenahi keberadaan Pasar Kayu jati. Sebagai pasar yang saat ini cukup ramai dikunjungi pembeli, sudah selayaknya keberadaan pasar ini dapat lebih representative dalam melayani kebutuhan masyarakat setempat.

Harapan ini disampaikan oleh salah seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Fitria (30). Menurutnya, jika pasar ini dapat lebih dibenahi tentunya akan lebih memberikan kenyamanan kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

“Terus terang, sudah tahunan saya mengandalkan Pasar Kayu Jati untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Disamping jaraknya tidak terlalu jauh, dagangan yang dijajakan pedagang semakin hari semakin lengkap.” Ujar Fitria ketika sempat berbincang dengan detikriau.org di Pasar Kayu jati, Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (12/11).

Namun menurut Fitria, saat ini ia merasa keberadaan Pasar Kayu Jati ini kurang mendapatkan perhatian. Disamping kondisi bangunan yang sudah terlihat semakin tidak layak, penempatan pedagang juga tidak pernah dilakukan penataan dengan lebih baik.” Ini yang saya harapkan adanya sentuhan pemerintah. Kondisi bangunan pasar ini sudah semakin tidak layak ditambah pedagang sepertinya tidak tertata dengan rapi. Mereka terlihat bebas menempatkan dagangan dimanapun yang mereka kehendaki. Akibatnya, hampir setiap hari selalu terjadi kemacetan karena jalan dijubeli oleh pedagang,” Kritik Fitria.

Apa yang disampaikan Fitria juga diamini oleh, Ahmadi (43) salah seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu lainnya. Ia berharap agar Pasar kayu Jati ini dapat dikelola dengan lebih baik agar dapat tampil sebagaimana layaknya sebuah pasar.” Disamping kondisi pasar yang terlihat kumuh dan sembraut, pasar Kayu jati juga terlihat kotor. Sampai hari ini saya tidak pernah sekalipun melihat ada petugas kebersihan pasar yang memungut dan membuang sampah. Akibat tidak diperhatikan, kebanyakan pedagang membuang sisa dagangan disembarang tempat. Kini tumpukan sampah hampir terlihat disemua sudut dan tentunya menjadi sarang lalat dan tumpukan bibit penyakit.”Ujarnya juga memberikan kritikan. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




BANJIR ROB MULAI GENANGI KOTA TEMBILAHAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Luapan air laut yang lajim disebut banjir rob kembali melanda sejumlah kawasan dalam kota Tembilahan. Banjir tahunan yang dalam bahasa daerah Riau lebih dikenal dengan sebutan pasang keling ini hampir setiap akhir tahun sepertinya sudah menjadi langganan tetap. Kondisi ini semakin diperparah dengan tingginya curah hujan dan kurang berfungsinya drainase dalam kota.

“Pasang keling ini memang sudah lajim terjadi. Apalagi dipenghujung tahun seperti ini, biasanya curah hujan juga tinggi. Ironisnya, kondisi ini semakin diperparah dengan tidak berfungsi kebanyakan drainase yang ada di dalam kota,” Ujar Ridwan, seorang warga Tembilahan yang sempat di temui detikriau.org saat memantau terjadinya pasang keling ini di Tembilahan, Senin (12/11)

Menurut penilaian Ridwan, hampir seluruh drainase yang ada di dalam kota Tembilahan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan penumpukan sampah yang mengakibatkan terganggunya aliran air.

“setiap bulannya saya selalu melihat petugas dari kebersihan kota melakukan pembersihan aliran drainase. Namun tentunya hal ini tidak akan bisa membuahkan hasil maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut ambil peduli seperti misalnya kebiasaan buruk dengan membuang sampah seenaknya di dalam drainase. Akibatnya, aliran pembuangan air menuju sungai menjadi terhambat.” Kata Ridwan lagi.

Dari pantauan lapangan, beberapa badan jalan dalam kota Tembilahan mulai diluapi banjir. Seperti beberapa ruas jalan gadjah mada, Jalan Kapten Muchtar, Jalan Yos Sudarso, Jalan H. Said, Jalan Kartini, jalan telaga biru. yang lebih parahnya, kondisi jalan provinsi di parit VI Tembilahan, pasang keling yang naik bisa mencapai sebatas lutut orang dewasa. Akibatnya, jalan provinsi ini sering macet dikarenakan banyaknya kendaraan yang mogok akibat terendam air.(dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Pilkada Inhil: H Edy Syafwannur Daftar di PDIP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kandidat Bakal Calon (Balon) Bupati Inhil 2013-2018, H. Edy Syafwannur mendaftarkan diri para penjaringan Balon Bupati/Wakil Bupati Inhil di DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kab Inhil. Pendaftaran ini disebutkannya sebagai suatu langkah untuk turut berpartisipasi pada pelaksanaan Pemilukada Inhil mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Iwan, panggilan akrab H Edy Syafwannur yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) kab Inhil ini usai pendaftaran kepada wartawan, Senin (12/11).”Alasan utama tidak lain karena kita menilai PDIP mempunyai Visi dan Semangat yang sama dengan apa yang ingin kita perjuangkan bagi Inhil kedepan. Kesamaan ini jikalau bisa untuk disinergikan, tentunya akan menjadikan suatu kekuatan yang sangat besar,” Ujar Iwan berpendapat.

Ketika dipertanyakan sejauhmana kemungkinan dirinya bisa diterima untuk mempergunakan perahu PDIP, Iwan belum berani untuk berandai-andai. Namun menurutnya, saat ini dirinya mengikuti dulu semua mekanisme yang disyaratkan.

“Mudah-mudahan dari hasil penilaian tahapan mekanisme yang kita ikuti, termasuk hasil pantauan maupun survey yang nantinya mungkin akan dijalankan Partai dan ternyata kita diberikan kepercayaan untuk mempergunakan perahu PDIP tentunya ini akan menjadi sesuatu yang sangat baik. Namun sekali lagi, untuk tahap ini kita ikuti dulu semua mekanisme Partai. Kita tentunya berharap banyak nantinya kita bisa berjalan beriringan dengan PDIP dalam Pemilukada Inhil 2013 mendatang,” Pungkas Iwan mengakhiri. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku