Dari 941 Responden, Dua Kandidat Bersaing Ketat
Hasil Sementara Jajak Pendapat 24 Jam Pertama di www.detikriau.org
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam 1×24 jam pertama, Terhitung sejak tanggal 23 hingga 24 okt 2012 pukul 00.00 Wib, hasil sementara jajak pendapat kandidat Bakal Calon Bupati Inhil yang dijaring detikriau.org, terdata sebanyak 941 responden dengan dukungan terkuat kepada dua kandidat Balon M Wardan dan Edy Syafwannur dengan selisih persentase dukungan tipis.
Secara keseluruhan, Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, M Wardan mampu bertengger dirangking teratas dengan perolehan sebesar 20,62% berpaut tipis dengan Edy Syafwannur dengan dukungan sebesar 19,59%. Kemudian di posisi ke tiga, politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Rosman Malomo masih terlihat memiliki kans besar untuk tetap menjadi pemimpin Inhil kedepan dengan dukungan suara sebanyak 12,37%.
Perolehan suara sementara kandidat Balon lainnya yang menduduki posisi di rangking berikutnya secara berturut-turut juga diperoleh oleh Politisi Muda dari PPP Kab. Inhil yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kab. Inhil Agussalim dengan perolehan suara sebesar 9,28% disusul nama pemain baru yang kini masih dipercaya untuk memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri, Tembilahan, Kemas Yusferi dengan perolehan suara sebesar 8,25%.
Kemudian diposisi berikutnya disusul Mantan Ketua DPC Partai Bintang Reformasi (PBR) Kab. Inhil yang saat ini berpindah perahu dan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat H.Syamsuddin Uti dengan perolehan sebesar 7,22% disusul Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini menduduki posisi sebagai Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid dengan dukungan sebesar 5,15%. Untuk sementara, kandidat Balon yang menempati posisi dukungan terendah dalam 24 jam pertama ini adalah Kepala Bappeda Provinsi Riau, Ramli Walid yang juga saudara kandung Ketua DPD II Partai Golkar Kab. Inhil, Raus Walid dengan perolehan suara hanya sebesar 4,12%.
Dari total 941 responden, yang tidak memberikan suara atau Golput terdata sebesar 11,34% dan memberikan pilihan kepada nama lainnya sebesar 2,06%.(dro/*0)
Wagubri, HR Mambang Mit Kungker ke Tembilahan
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Wakil Gubernur Riau (Wagubri), HR Mambang Mit, melakukan peninjauan ke Pelabuhan Bongkar Muat Parit 21 dan Venue Futsal di Tembilahan, Rabu (24/10).
Ketika ditanya mengenai kondisi Pelabuhan Parit 21, Wagub menyatakan kondisi pelabuhan cukup baik. Hanya saja masih menunggu proses operasionalnya. Maka dari itu, pihaknya akan menindak lanjuti tentang pemindahan asset bagian laut kepada Pemkab Inhil. Kemudian setelah itu, dilanjutkan dengan proses perizinanya kepada Kementrian Perhubungan.

“Kalau tahapan ini sudah dilalui, saya kira tidak ada masalah lagi dan pelabuhan ini sudah bisa di oprasionalkan sebagaimana fungsinya,” ungkap Mambang.
Namun hal yang terpenting menurut dia adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan asset pemerintah, baik fasilitas bangunan dan infrastrutur semuanya untuk keperluan pelayanan kepada masyarakat. Tinggal bagaimana cara tepat dalam mengelolanya.
Sedangkan venue futsal, secara fisik sudah mendekati selesai. Dan berdasarkan hasil diskusi Wagubri dengan Kontraktor, akhir November 2012 mendatang bangunan itu sudah rampung secara keseluruhan. Oleh sebab itu, dengan sisa waktu yang ada dia yakin semuanya akan berjalan baik tanpa ada masalah yang berarti.
“Kalau untuk lokasi parkir, Pemkab Inhil akan memprogramkan dalam pembangunan mereka pada tahun berikutnya,” imbuhnya.
Selain bisa digunakan untuk keperluan olahraga futsal, venue tersebut dikatakan Wagubri juga bisa digunakan untuk keperluan cabang olahraga lain, seperti Volly, Badminton, Basket dan sebagainya. Namun muaranya, kata dia lagi keberadaan venue tersebut bisa melahirkan para atlit yang berprestasi dan professional. (dro/*1)
Awal November, Pembangunan Rumah Bu Fauziah Mulai dikerjakan
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Panitia Bedah Rumah Bu Fauziah, rabu (24/10) bertempat di Kantor Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan kembali melakukan pertemuan. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Lurah Tembilahan Kota, Mulyadi dimaksudkan untuk membicarakan berbagai persoalan terkait rencana akan dilakukannya pengerjaan bedah rumah yang diperkirakan sudah akan berjalan awal November 2012 mendatang.
“Benar, pertemuan ini kita agendakan untuk mendapatkan masukan terkait akan segera dilakukannya pengerjaan bedah rumah. Alhamdulillah, walaupun dinilai rencana ini berjalan agak lambat, tapi paling tidak kerja tulus dan tanpa putus asa panitia untuk membantu kesusahan saudara kita yang kurang beruntung membuahkan hasil yang baik. Kita berharap, dengan pertemuan ini kita dapat meminimalisir seminimal mungkin hambatan yang mungkin terjadi nantinya dalam masa pengerjaan,” Ujar Lurah Tembilahan Kota, Mulyadi kepada detikriau.org di Tembilahan, Rabu (24/10)
Ditambahkan Lurah, apa yang dilakukan panitia bedah rumah Bu Fauziah ini patut dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya. Bentuk rasa kepedulian tanpa pamrih seperti ini menunjukkan bahwa rasa solidaritas dan dan sosial ditengah masyarakat khususnya kota Tembilahan dirasakan masih cukup tinggi.
Dalam kesempatan ini, Lurah mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, karena menurut pengakuannya, sebahagian besar dana yang diperlukan untuk pembangunan baru rumah layak huni ini berasal dari bantuan pemerintah melalui Bagian Kesra Setdakab Inhil disamping beberapa donatur dari masyarakat sendiri.
“Untuk kegiatan ini kita sudah membuatkan rekening tersendiri. Kita maksudkan, jika nantinya ternyata dana yang terkumpul melebihi kebutuhan yang diperlukan untuk pembangunan baru rumah kediaman Bu Fauziah, saya memimpikan kegiatan ini akan terus berlanjut kepada masyarakat kita lainnya yang kurang beruntung dan membutuhkan bantuan. Tapi ini baru sebatas wacana. Mudah-mudahan niat ini akan mendapat dukungan dari masyarakat. Sebagai catatan terpenting, setiap rupiah yang terkumpul akan dipertanggungjawabkan secara jelas,” Tegas Lurah Tembilahan Kota, Mulyadi yang saat itu didampingi oleh Ketua RT 01 Tembilahan Kota, Acmad Firdaus yang sekaligus bertindak selaku ketua panitia bedah rumah bu Fauziah dan beberapa orang anggota.
Untuk sekedar mengingatkan, Bu Fauziah (60) adalah seorang warga jalan Semampau Kelurahan Tembilahan Kota yang merupakan istri dari almarhum A. Hakim Djafri. Dari perkawinannya, ia dikaruniai 6 orang anak. Dua orang sudah berkeluarga dan saat ini tinggal di luar kota. Namun sayangnya juga tidak mampu berbuat banyak dikarenakan faktor keterbatasan ekonomi.
4 orang anak lainnya, yang kini hidup bersama dirinya semuanya mengalami gangguan mental. Untuk membiaya berbagai keperluan hidup, Bu Fauziah mengandalkan pensiunan sang suami yang dulunya adalah PNS di Kemenag Inhil serta bantuan dari masyarakat sekitar.
Ironisnya, rumah yang setiap hari menjadi payung tempat berteduh, kondisinya sudah hampir ambruk. Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani, bangunan tua itu akan runtuh dan menjadi kubur bagi ibu dan 4 orang anak ini. (dro/*0)
Kecamatan Mandah Sambut Kedatangan Investor Perkebunan
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rencana akan masuknya dua perusahaan perkebunan di Kecamatan Mandah kabupaten Indragiri Hilir mendapat sambutan baik masyarakat. Pihak Kecamatan menilai, jika rencana ini bisa terwujud, tentu akan menjadi satu alternatif sumber penghasilan baru masyarakat terutama dalam menyikapi semakin terpuruknya harga komoditi perkebunan kelapa serta pendayaangunaan ribuan hektar lahan perkebunan kritis.
Pernyataan ini disampaikan oleh Camat Kecamatan Mandah, M. Nazar S.Sos kepada detikriau.org di Tembilahan, rabu (24/10). “Benar. Rencananya Kecamatan kita akan mendapatkan investor melalui dua buah perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan. Saat ini mereka masih dalam tahap sosialisasi dan pendataan. Tahap sosialisasi ini tentunya kita nilai sangat penting karena kita ingin mendapatkan input secara langsung apakah tawaran investasi mereka bisa diterima oleh masyarakat atau tidak,”Ujar M.Nazar, S.Sos
Ditambahkan Camat, dua perusahaan yang menyandang bendera PT. Makmur Sentosa Karina dan PT.Istana Raja Kencana dibawah pimpinan Bapak Sutrisno ini juga sudah melakukan kegiatan serupa di beberapa Kecamatan di Kab. Inhil dan mereka sudah mengantongi izin dari pemerintah setempat. Kata Camat lagi, berdasarkan informasi dari orang humas perusahaan, M. Yani, Kecamatan lain di Kab. Inhil yang sudah mendapatkan izin yakni Kecamatan Sungai Batang, Kecamatan Tanah Merah, Kecamatan Reteh dan Kecamatan Enok.”Namun untuk Kecamatan Mandah sendiri, menurut informasi manajemen mereka belum memiliki izin karena untuk mendapatkannya harus adanya data falid tentang ketersediaan lahan. Makanya saat ini kita sedang lakukan pendataan.” Jelas Camat.
Hasil sosialisasi, ditambahkan Camat, untuk sementara, masyarakat di 14 Desa dari 17 Desa di Kecamatan Mandah menyambut baik dan mereka menyatakan kesiapan untuk menerima kehadiran pihak perusahaan.”Alhamdulillah, baru-baru ini pihak manajemen perusahaan sudah mengunjungi secara langsung Kecamatan Kita. Informasinya, dari hasil kunjungan itu mereka nyatakan lahan kita memenuhi syarat untuk dikembangkan sebagai areal perkebunan sawit.” Syukur Camat.
Dengan masuknya investor baru ini dipandang Camat tentunya akan menjadi salah satu alternatif solusi yang kini tengah dihadapi masyarakat dengan semakin merosotnya primadona perkebunan kelapa. Petani kelapa saat ini sudah tidak mampu lagi melakukan perawatan kebun dikarenakan hasil yang diperoleh tidak lagi sebanding dengan biaya dan waktu yang harus dikorbankan. Dari laporan beberapa desa, kembali dijelaskan Camat, setidaknya terdata sekitar 55 ribu lahan kritis yang sudah sangat sulit untuk dikelola secara swadaya oleh masyarakat. “Namun bagaimana pola kerjasama perusahaan dengan masyarakat saya belum memperoleh secara detail. Dari informasi awal, pengelolaan lahan yang didanai 100 persen pihak perusahaan akan dibagi dalam bentuk persentase tertentu dan nantinya dalam jangka waktu tertentu pula, jika masyarakat memutuskan untuk tidak lagi bermitra dengan perusahaan maka lahan akan kembali kepada masyarakat. Yang jelas saat ini kita juga masih lakukan beberapa kajian semaksimal mungkin. Bagaimanapun juga tentunya kita akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan resiko terkecil untuk masyarakat kita. Insyaallah, mudah-mudahan tidak ada halangan dan rencana ini bisa berjalan dengan baik.” Pungkas Camat. (dro/*0)
Aklamasi, Anas Mamun Pimpin Golkar Riau
JAKARTA – Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD I Partai Golkar Provinsi Riau yang digelar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (24/10), mengantarkan Bupati Rokan Hilir, Anas Mamun menjadi Ketua DPD I PG Riau.Anas Mamun terpilih secara aklamasi setelah 10 DPD II Partai Golkar dan 4 organisasi sayap dan bentukan Partai berlambang beringin itu di Provinsi Riau menyatakan sikap mendukungan Anas Mamun sebagai Ketua DPD I PG Riau.
“Kami menyatakan sikap untuk memilih dan menetapkan H Anas Mamun sebagai ketua DPD I Golkar Riau periode 2012-2015,” kata Ketua DPD II Kabupaten Rokan Hulu, Suparman, sekaligus mewakili 14 dari 16 pemilik suara dalam Musdalub itu.
Atas pernyataan sikap itu, otomatis tiga nama lain yang sebelumnya disebut bakal maju dalam Musdalub itu akhirnya mundur teratur. Ketiga nama yang menjadi saingan Anas Mamun tersebut adalah Herman Abdullah, H Sukarmis dan Syamsurizal.
Plt Ketua DPD I Golkar Riau yang memimpin Musdalub tersebut mengatakan Anas Mamun didukung 14 dari 16 pemilik suara dalam Musdalub tersebut. Dengan demikian hanya ada satu calon saja yang muncul. Sebab, syarat sah seorang calon ketua harus memiliki 30 persen suara.
“Karena itu diputuskan secara aklamasi dan semua taat pada putusan itu,” kata Darul Siska yang juga Wasekjen DPP PG itu.
14 suara yang menyatakan dukungan terhadap Anas Mamun itu yakni Ketua DPD Kabupaten Bengkalis, DPD Rohul, DPD Pelalawan, DPD Siak, Rohil, Kota Dumai, Pekanbaru, Kepulauan Meranti, Kampar, dan DPD Inhil.
Anas juga mengantongi dukungan organisasi sayap Partai Golkar seperti AMPG Riau, Himpunan Wanita Karya Riau, Al Hidayah dan Kosgoro. Sedangkan dua DPD II di antaranya Kabupaten Indragiri Hulu dan Kuansing tidak mendukung atau menolak. (jpnn)

