Kondisi Jembatan Penghubung Desa Sungai Dusun Rusak Parah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi jembatan Desa Sungai Dusun tepatnya yang menuju perkampungan yang ada di tepi sungai Batang Tuaka saat ini rusak parah. Apalagi disaat pasang naik, dimana papan jembatan terbawa arus air hingga tidak bisa dilewati oleh warga yang ada disana.

Seperti yang terjadi akhir pekan kemaren, dimana pasang tinggi dan intensitas curah hujan yang cukup tinggi dimana seluruh badan jembatan digenangi oleh air. Bahkan hampir seluruh papan yang ada diatas badan jembatan hanyut dibawa oleh arus air,

Akibatnya, warga disana yang kebetulan ingin bepergian terpaksa harus menunggu air surut ataupun meminta bantuan warga lainnya untuk mengangkat kenderaan roda dua mereka kalau ingin melewati jembatan tersebut. “Beginilah kalau kondisi air sedang pasang, kita tidak bisa melintas,” ujar Ulai salah seorang warga Sungai Dusun kepada detikriau.org akhir pekan kemaren.

Ia menambahkan, kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung sekitar 6 bulan belakangan ini. Warga sudah berusaha untuk memperbaikinya, tapi karena matrial yang digunakan terbuat dari kayu dan dibuat seadanya, saat pasang tinggi kembali kerusakan terjadi.

Untuk itu menurutnya warga sangat mengharapkan dilakukan perbaikan oleh pihak terkait, demi kemudahan dan kelancaran arus orang dan barang. Sebab jembatan tersebut adalah akses satu-satunya yang bisa ditempuh lewat jalur darat.(dro/*3)




DKP INHIL SERAHKAN BANTUAN POMPONG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir menyerahkan satu unit pompong (kendaraan air bermesin diesel. red) bantuan dari Pemkab Inhil bagi Kelompok Bunga Tanjung Desa Tanjung lajau Kecamatan Kuindra. Bantuan ini diterima secara langsung oleh ketua kelompok, Sahroni di Tembilahan, Senin (19/11).

 

Kepala DKP Inhil, Saripek melalui Penjabat Pemeriksa Barang, Bu Emi berpesan agar bantuan ini dirawat dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.” Yang paling penting kita berpesan agar bantuan ini tidak dipindahtangankan apalagi dijual. Dengan diberikannya bantuan ini, penerima tentunya diharapkan juga dapat mempergunakan sebagaimana seharusnya.” Pesan Bu Emi yang saat itu didampingi oleh beberapa Staf DKP Inhil dan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil, Herwanissitas.

 

Ketua FPKB DPRD Inhil, Herwanissitas menyatakan bahwa pompong bantuan ini merupakan salah satu aspirasi masyarakat yang berhasil diperjuangkan FPKB. Apa yang diberikan kepada masyarakat ini adalah sesuatu yang memang sangat dibutuhkan terutama dalam memperoleh penghasilan.”Bantuan pompong ini hanya bersifat lanjutan karena sebenarnya satu paket dengan bantuan alat tangkap yang berhasil kita perjuangkan dan sudah kita salurkan bagi 310 orang nelayan Desa Sungai Bela dan Desa Sungai Dusun belumlama ini. Kita tentunya berharap, agar apa yang telah kita perjuangkan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Kita juga berpesan agar masyarakat dapat mensyukuri apa yang sudah mereka dapatkan agar juga mendapatkan barokah dari Allah swt,” Pesan Herwanissitas

 

Dalam Kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Bunga Tanjung Desa Tanjung lajau Kecamatan Kuindra, Syahroni mengucapkan rasa syukur atas terkabulnya permohonan yang sangat mereka harapkan. Menurut syahroni, dengan pompon bantuan ini tentunya akan dapat lebih memperluas peluang bagi mereka untuk memperoleh pemasukan bagi kelompok terutama keluarga masing-masing anggota.” Tak ada kata lain, Alhamdulillah. Bantuan pompong ini tentunya akan menjadi sumber utama penghasilan kami. Sebagai masyarakat kecil, mendapatkan bantuan seperti ini jelas sebuah berkah yang jelas harus kami syukuri,” Ungkap Syahroni.

 

Ditambahkan Syahroni, dengan kerusakan tanggul yang dikelola PT STI di Desa Tanjung lajau yang kondisinya sudah semakin parah menyebabkan kebun kelapa yang mereka miliki terkena imbas intrusi air laut. Akibatnya, sumber utama penghasilan mereka dari perkebunan kini sudah tidak bisa menjadi harapan lagi. Dengan adanya bantuan pompon ini menurutnya akan menjadi andalan mereka untuk memperoleh penghasilan bagi keluarga. (dro/*0)




Silang Pendapat, Interior Gerai Global Distribution Tembilahan Terancam Berantakan

Samsudin Terima Tantangan Direktur CV Surya Abadi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Samsudin, pemilik usaha Givsum Sejahtera Bersama merasa dibodohi, setelah menyelesaikan pekerjaan, pemberi kerja ternyata enggan melunasi sisa uang pembayaran. Sebagai bentuk protes, ia berencana membongkar kembali seluruh hasil kerjanya dan menuntut penyelesaian melalui jalur hukum.

 

Menurut penuturan Samsudin, Awalnya ia menerima penawaran pekerjaan dari Romy, pemilik CV Surya Abadi di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu melalui telpon. Setelah diadakan negosiasi masalah harga, pengerjaan pemasangan Givsum di Gerai Global Distribution milik PT Telkomsel di Jalan KH Dewantara, Tembilahan itu disepakati dengan nilai pekerjaan sebesar Rp. 110 ribu per M2.

 

Sebagai tanda jadi, Romy melalui orang suruhannya, Agus memberikan uang muka sebesar Rp. 500 ribu kemudian diberikan lagi Rp. 200 ribu.

Untuk memenuhi pembayaran pembelian material dan upah pekerja, Samsudin kembali memintakan uang kepada Romy dan kembali dikirim Romy melalui rekening senilai Rp. 5 jt. Permasalahan timbul setelah seluruh pekerjaan selesai dikerjakan. Berdasarkan perhitungan biaya sesuai kesepakatan dengan volume pekerjaan, Samsudin memintakan pembayaran Rp. 23 juta lebih.

 

“Romy keberatan. Ia menilai biaya yang saya tagih ini terlalu besar bahkan ia dengan lantang menyatakan saya melakukan pemerasan. Tentu saja saya merasa kaget. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan fisik yang sifatnya bisa dihitung. Volume pekerjaan diperhitungkan dengan harga kesepakatan. Jadi dimana letaknya saya melakukan pemerasan?” Ungkap Samsudin menyampaikan keluhan kepada Detikriau.org di Tembilahan, Sabtu (16/11)

 

Melalui beberapa kali pembicaraan via Telpon, Romy berkeberatan karena ia memperhitungkan volume pekerjaan hanya satu sisi. Padahal untuk pemasangan dinding, menurut samsudin, pemasangan dilakukan pada dua sisi.

 

“ Ini yang membuat kita berbeda pendapat, tetapi yang membuat saya sangat kecewa, Romy tidak pernah mau membicarakan persoalan ini secara langsung. Beberapa kali saya mencoba mendatangi ke Rengat, ia selalu tidak bersedia bertemu dan terkesan mengelak. Semua pembicaraan hanya dilakukan via sambungan telepon dan bahkan teleponnya sendiri tidak selalu berada dalam keadaan hidup hingga saya merasa kewalahan.,” Keluh Samsudin

 

Sementara saat ini ditambahkan Samsudin, ia terus diburu pihak pemasok material termasuk upah pekerja yang belum dibayarkannya. Sebagai sebuah usaha yang dijalankannya dengan modal pas-pasan, ia mengaku tidak memiliki sumber pendanaan yang lebih.” Saya orang kecil pak, uang senilai itu kemana harus saya cari? Jika pekerjaan ini lancar, sisa lebihnyalah yang sedikit-sedikit saya kumpulkan untuk bertahan dan membiayai kebutuhan rumah tangga. Demi Tuhan, saya tidak pernah berniat untuk menipu apalagi memeras. Sebagai perantau, saya ingin mencoba membangun hidup dinegri orang dan mendapatkan rezky dengan kucuran keringat dan berharap mendapatkan rezky yang  halal” Ucap Samsudin denngan suara lirih.

 

Karena merasa tidak ada pilihan, Samsudin akhirnya memutuskan untuk membongkar kembali apa yang sudah ia kerjakan. Niat itu sudah dilakukannya secara bertahap dan diawali akhir pekan kemaren. direncanakan ia kembali akan menyelesaikan pembongkaran pada senin (18/11). Menurut Samsudin, tekatkanya untuk mengambil kembali apa yang masih menjadi haknya ternyata malah mendapatkan ancaman. Ia mengaku dikirimi sms oleh Romy apabila itu dilakukan maka dirinya akan dilaporkan ke polisi karena dianggap telah mencemarkan nama baik.” Kalau mau bongkar, sekalian semuanya pak, jangan tanggung-tanggung. Berkali-kali saya sampaikan akan bayar sesuai harga pasaran di Rengat. Sekali lagi saya tawarkan kepada Bapak untuk bayar sesuai harga pasaran. Kasihan saya lihat Bapak uring-uringan seperti ini. Nanti saya laporkan Bapak masalah pengrusakan dan pencemaran nama baik. Tambah dalam nanti kerugian Bapak.. kalau saya, uang segitu saya anggap kalah judi saja pak. Makasih.” Tulis pesan singkat Romy kepada Samsudin yang diperlihatkan kepada Detikriau.org.

 

Terkait persoalan ini, Romy, Direktur CV Surya Abadi ketika dikomfirmasi Detikriau.org melalui pesan singkat, Sabtu (16/11) menulis balasan,” Saya akan bayar sesuai harga pasaran. Malu rasanya uang segitu nggak bayar. Dalam hidup saya pantang memakan hasil tenaga orang. Tapi siapa yang mau bayar harga 1 disuruh bayar 2?,” Jawab Romy.

 

Ahad (17/11), Romy kembali menghubungi Detikriau.org melalui sambungan telpun secara langsung. Romy kembali menyatakan keberatan karena Samsudin menghitung volume pekerjaan pada dua sisi. Ia juga dengan tegas menyatakan bahwa dirinya merasa diperas.

 

Dalam kesempatan komfirmasi itu, Detikriau.org mempertanyakan ucapaan Samsudin bahwa ia tidak bersedia menemui dan berbicara langsung dan terkesan menghindar termasuk ancaman akan membuatkan laporan. Romy membenarkan.

 

“kalau memang pak Samsudin membongkar pekerjaan, artinya saya akan rugi dan saya akan tuntut karena juga telah mencemarkan nama baik saya. untuk apa saya menghindar. Pembicaraan seperti itu saya nilai tidak perlu bertemu langsung. Sekali lagi bukan saya menghindar, saya ada kesibukan dengan pekerjaan yang nilainya ratusan juta di Pekanbaru. Saya juga merasa diperas. Coba anda komfirmasikan ke usaha sejenis di Air Molek dan Rengat, ini pemerasan. Masak ia pekerjaan dihitung dua sisi. Sekali lagi kalau sesuai saya pasti akan bayar.”Ungkap Romy berdalih.

 

Ketika hal ini kembali dikomfirmasikan Detikriau.org kepada Samsudin, Ia menyatakan tetap akan melanjutkan niatnya, bahkan ia mengaku karena merasa tidak bersalah, ia memang meminta Romy untuk melaporkan atau jika itu tidak dilakukan maka dirinya yang akan membuatkan pengaduan kepihak kepolisian untuk mencari keadilan. ‘Sekali lagi ini pekerjaan fisik dan volume pekerjaan bisa diopname secara langsung. Kalau memang Romy berniat baik, kenapa ia tidak bersedia bertemu secara langsung dan mencarikan solusi terbaik. Bukan seperti ini. Saya terpaksa karena akibat pekerjaan ini saya juga mendapatkan tekanan dari pihak pemasok barang dan pekerja. Saya bukan orang mampu pak. Ia bisa menganggap kehilangan uang sebesar itu dengan istilah kalah judi, saya tidak. Uang itu memiliki nilai yang sangat besar bagi saya dan keluarga. Sebelum ia mengancam akan memperkarakan, saya juga sudah berencana untuk melakukan itu. saya tunggu, kalau Romy tidak menggugat, saya yang akan menggugat untuk meminta keadilan. Saya merasa terhina karena dianggap pemeras.”Pungkas Samsudin.




IKA STAI Dan LSM PERAN Taja Diskusi keIslaman

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Bersempena dengan tahun baru Hijriah 1434, Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AuliaurrasyidinTembilahan, bekerja sama dengan LSM Perjuangan Anak Negeri (PERAN) akan mengadakan diskusi publik tentang keIslaman yang rencana waktu pelaksanaan Jumat, 23 November mendatang.

“Insyaallah kita akan menggelar kegiatan diskusi publik tentang keIslaman. Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan masyarakat Inhil, terutama kalangan generasi muda akan ilmu-ilmu keIslaman, sehingga nantinya mampu diimplementasikan di dalam kehidupanmereka sehari-hari,” ujar Ketua IKA STAI kepada detikriau.org, akhir pekan kemaren.

Ia menambahkan, kegiatan ini nantinya juga sebagai ajang silaturrahmi antar sesama masyarakat kota Tembilahan. Apalagi saat ini kita berada di bulam Muharram,sudah sepantasnya masyarakat Muslim melakukan intropeksi diri, salah satunya adalah dengan jalan mengkaji nilai-nilai keIslaman seperti diskusi yang dilaksanakan seperti ini.

Masih menurut Hidayat, adapun mereka yang nantinya menajdi pembicara dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Inhil, dari akademisi STAI dan juga dari Fron Pembela Islam (FPI). “Sesuai dengan rencana, jumlah peserta nantinya sekitar 200 orang,” tambahnya.

Sementara itu Ketua LSM PERAN Firmansyah AMa, dalam kesempatan berbeda mengungkapkan, sudah sepantasnya kita selakuumat Islam menyemarakkan kegiatan keIslaman seperti ini. karena ini akan menjadi masukanyangsangat berarti bagi jiwa spritual dalam rangka mengarungi kerasnya kehidupan dunia saat ini.

“Saat ini kita sering merasa disibukkan dengan berbagai urusan kedunian yang sangat menyita waktu kita. Pengaruh moderenisasi dan westernasi telah merasuk hampir seluruh kalangan masyarakat kita. Untuk itu tentunya ada semacam upaya nyata yang harus dilakukan agar kita tidak terjerumus pada moderenisasi dan westernisasi yangsalah kaprah, salah satunya adalah mengkaji nilai nilai keIslaman seperti ini,” ungkapnya.

Berkaitan dengan isu miring bahwa kegiatan ini ada nuansa politiknya, yangbersangkutan dengan tegas membantahnya. Menurutnya kegiatan ini murni sebagai wujud kepedulian kita selaku seorang Muslim dalam rangka “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”. (dro/*3)




Tanyakan Kepastian Temui Dirjen Pertanian RI, Tim 9 Kembali Turun Ke Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Esok, Senin, (19/11) perwakilan petani kelapa Tiga Kecamatan (Tim 9) akan kembali mendatangi Komisi II DPRD, Dinas Pekebunan dan Asissten II Setdakab Inhil.

Menurut Ketua Tim 9, Mahyudin, kedatangan ini dimaksudkan untuk mempertanyakan rencana keberangkatan ke Jakarta menemui Dirjen Pertanian yang sampai hari ini tidak ada kejelasan.

“Hari ini, Minggu (18/11) saya bersama lima anggota tim Sembilan berangkat ketembilahan, kita ingin mempertanyakan sekaligus meminta kepastian kapan rencana untuk menemui Dirjen Pertanian di Jakarta  ditindaklanjuti” Jelas Mahyudin.

Sesuai hasil keputusan dalam pertemuan terakhir, ditambahkan Mahyudin, keberangkatan direncanakan pada awal November 2011 kemaren. Namun hingga melewati pertengahan Bulan November, rencana itu sama sekali belum ada kejelasan tindaklanjutnya.

Dalam kesempatan komfirmasi ini, Mahyudin kembali menyampaikan rasa kecewaan dengan Pemkab Inhil yang dinilai masih setengah hati dalam memperjuangkan nasib petani kelapa. Pasalnya hingga saat ini beberapa kali mediasi dinilai hanya menghasilkan kesepakatan di dalam ruangan tanpa  ada realisasi dan bukti keberpihakan kepada nasib para petani.(dro/*0)




PC M-NU Gelar Festival Syair Kasidah Maulid Al-habsyi dan lomba Daiyah Cilik

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1434 H, Pengurus Cabang (PC) Muslimat Naudatul Ulama (M-NU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang bekerja sama dengan Majelis Taklim Ahbabul Musthopa menggelar Festival Syair Kasidah Maulid Al-habsyi dan lomba Daiyah Cilik.

 

Ketua panitia Hj Masnun, mengatakan terselenggaranya kegiatan tersebut sudah merupakan program kerja PC Muslimat NU Inhil. Sehingga, pada kesempatan ini sebanyak 17 kelompok majelis se Tembilahan dan Tembilahan hulu ambil bagian untuk memeriahkan acara peringatan hari besar islam (PHBI) di Inhil.

 

“Sedangkan untuk Daiah ciliknya, diikuti 32 peserta,”katanya Ahad (18/11). Dia mengatakan, mudah-mudahan kedepan para Dai Cilik (Dacil) yang benar-benar memilki potensi dapat dibina lalu bisa menjadi penerus para Daiya-daiyah yang lebih senior.

 

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Inhil, Hj Sri Mulyani, dalam sambutanya menyampaikan festival kasidah mauled Al-habsi dan lomba dacil merupakan upaya meningkatkan dan mengembangkan syiar agama Islam yang lebih luas terutama khususnya di Negeri Seribu Jembatan.

 

Apalagi dia melihat cukup banyak potensi anak-anak peserta dacil dan peserta festival syair kasidah maulid al-habsyi yang melibatkan diri pada ajang kali ini. “Kita mengakui bahwa belakangan ini keberadaan para daiyah-daiyah sudah mulai langka keberadaanya. Maka dari kegiatan ini kita berharap bisa melahirkan Ustazah baru yang bisa menyebarluaskan syiar agam islam dimuka bumi ini,” ungkapnya.

 

Setidaknya, ditegaskan Sri, melalui kegiatan yang bermanfaat itu kenakalan kalangan remaja yang beberapa waktu belakangan ini sering terjadi diberbagai daerah dan kota dapat diminimalisir. Karena kalau tidak dicegah dengan mengadakan kegiatan positif dampaknya bisa merugikan orang lain terutama mereka (kalangan remaja, red) itu sendiri.

 

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Inhil, Raja Rida Indarwati, yang pada kesempatan itu mewakili Bupati Inhil, menambahkan betapa pentingnya kegiatan tersebut, apalagi ditengah-tengah dampak globalisasi saat ini. Melalui tahun baru Islam ini Rida, juga mengatakan merupakan momen untuk kaum muslimin dan musilmat untuk menperbaiki diri.

 

“Ini adalah kesempatan bagi kita umat islam untuk mengintrofeksi diri. Maka kita optimis, perkelahian antar pemuda diberbaga daerah akan menurun bahkan bisa tidak ada sama sekali, kalau pembinaan  dan perhatian kaum muda oleh berbagai pihak terutama orang tua lebih ditingkatkan,” saranya.

 

Sebab dalam hakikatnya, Rida menyatakan untuk agama Islam, anak dilahirkan dalam keadaan suci tanpa setitik warnapun. Lalau apa yang diperbuatnya lebih besar pada pengaruh didikan para orang tuanya masing-masing.

 

Untuk juara I perlombaan daiyah cilik, jatuh pada peserta bernama Robi’ah Adawiyyah utusan peserta MDA Al-munawarah Tembilahan. Sedangkan nomor II, yakni Anisa Ananda Zahriah, selanjutnya peringkat ke III Qurratur ‘Ayuni utusan An-Nur AL Hadar.

 

Sedangkan festival kasidah mailud al-habsi, juara pertamanya diperoleh Majelis Taklim Hidayatul Iklas, dari Tembilahan Hulu. Juara II majelis taklim Al-hasanah dari Tembilahan dan juara III diperoleh majels taklim Al-furkon Tembilahan  Hulu.(dro/*0)