Esok, Tim Sembilan Temui Dirjen Kementan RI di Jakarta

Pemkab Inhil diwakili Kadisbun. Komisi II DPRD Inhil, belum ada kejelasan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Esok, Kamis (22/11) sekira pukul 10.00b Wib, Perwakilan Petani Kelapa Hibrida Pola Pir Trans Kecamatan Kateman, Pulau Burung dan Teluk Belengkong ( yang tergabung dalam Tim Sembilan) diagendakan akan melakukan pertemuan dengan Dirjen Kementrian Pertanian RI di Jakarta.

Informasi ini disampaikan oleh Ketua Tim Sembilan, Mahyudin S.Pdi melalui sambungan telepon selular kepada detikriau.org, rabu (21/11). Dijelaskan Mahyudin, sesuai kesepakatan, disamping persoalan harga kelapa, Tim Sembilan juga mengagendakan untuk mempertanyakan beberapa persoalan lainnya.

“Alhamdulillah, kita sudah tiba di Jakarata. Terkait rencana pertemuan dengan Dirjen Kementan, kita sudah mendapatkan konfirmasi. Insyaalah besok sekira pukul 10.00 Wib,” Ujar Mahyudin.

Dijelaskan Mahyudin, dalam pertemuan nantinya, mereka akan mendesak agar Dirjen Kementan mencabut SK 628 tahun 1998. Karena SK ini dinilai sudah tidak relevan. SK 628 hanya memasukkan 3 produk turunan kelapa kedalam rumusan harga (dc, cno dan bungkil. Red) Sementara, 3 produk olahan lainnya (santan, arang tempurung dan air kelapa) tidak dimasukkan. Kita mendesak, jika ini tidak diakomodir dan Sambu Group masih enggan membeli kelapa dengan harga layak, kita meminta sambu sebaiknya hengkang.

Tim Sembilan juga menilai bahwa Proyek Perkebunan Kelapa Hibrida Pola Pir Trans di Inhil merupakan sebuah proyek gagal dan mulai ditinggalkan petani. Hal ini disebabkan, masih banyaknya kebun yang belum rampung, kebakaran lahan dan kini semakin diperparah dengan terus anjloknya harga jual kelapa petani. Disamping persoalan itu, kita juga akan menyampaikan tentang kerusakan kanalisasi, tanggul pengairan yang jebol dan beberapa persoalan lainnya.

“Gagalnya proyek Perkebunan Kelapa Hibrida Pola Pir Trans ini menyebabkan banyaknya kredit macet. Kita Nilai BNI Juga harus bertanggungjawab karena cukup banyak kebun yang belum layak dikonversi sudah dikonversi dan imbasnya, petani tidak mampu mebayar kredit,” Kata mahyudin lagi.

Tim Sembilan juga menuding Askrindo selaku pihak Asuransi pendamping tidak bertanggungjawab karena tidakjelasnya kalim asuransi atas terbakarnya kebun potani. Dengan semua alasan ini, Tim Sembilan meminta pemerintah pusat untuk melakukan Rescheduling dan kalau mungkin penghapusan kredit.

“Sebagai pendamping, kita juga sudah mendapatkan komfirmasi Kadisbun Inhil, Kuswari sudah bertolak ke Jakarta sekira pukul 17.00 Wib untuk hadir bersama-sama di Dirjen Kementan esok. Namun dari DPRD Inhil, hingga kini kita belum mendapatkan komfirmasi.” Pungkas Mahyudin.

Empat orang perwakilan petani yang menghandiri pertemuan dengan Dirjen Kementan esok yakni, Mahyudin (Ketua Tim Sembilan), Dani Triyono (Sekretaris Tim Sembilan), Dasiman ( Kades SP 1 RSTM) dan Susiswanto (Kades SP 5 GHS 2). (dro/*0)




Bupati lantik FKO Tingkat SLTA Se Kab Inhil dan Sosialisasikan Penggunaan Obat Filariasis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rabu (21/11) bertempat di Gedung Tasik Gemilang Tembilahan, Bupati Inhil, H Indra Muchkis Adnan melantik Forum Komunikasi Osis dan sekaligus pemberian obat Filariasis dikalangan pelajar setingkat SLTA se Kab Inhil. Acara ini turut dihadiri oleh unsur muspida dan pejabat dilingkungan Setdakab Inhil dan pelajar se Kab. Inhil.

Dalam kesempatan itu, Bupati dalam sambutannya menyatakan bahwa filariasis atau penyakit kaki gajah sudah mewabah di Kab Inhil. Oleh karenanya, untuk mengatasinya diperlukan perhatian yang lebih intens. “Saya berharap kepada seluruh peserta yang hadir saat ini khususnya FKO SLTA se Kab Inhil yang baru dilantik untuk bersedia menjadi agen-agen yang diharapkan dapat mensosialisasikan tentang pentingnya pencegahan penyakit ini.”Pinta Bupati.

Diakhir sambutannya Bupati juga secara langsung menyampaikan kalimat ajakan kepada seluruh peserta untuk secara bersama-sama meminum obat filariasis yang telah diberikan.(rls Pemkab Inhil)




KPPBC Tembilahan Gelar Soft Lounching Kantor Modern

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kantor Pelayanan Pajak Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Tembilahan, Rabu (21/11) menggelar Soft laounching Kantor Modern. Acara yang dilaksanakan di Aula Sri Gemilang ini dihadiri oleh Pejabat Kantor Pusat Dirjen Bea dan Cukai (DJBC), Kanwil DJBC Riau dan Sumbar yang diwakili Kabid Fasilitasi Kepabeanan dan Cukai Kanwil Riau dan Sumbar, R. Evy Suwartanyo, Unsur Muspida, Instansi Vertikal, Tokoh masyarakat, Pengguna jasa dilingkungan kerja KPPBC A3 Tembilahan dan seluruh pegawai KPPBC.

Dalam sambutannya, Kepala KPPBC Tipe A3 Tembilahan, Zaky Firmansyah menuturkan bahwa Soft Lounching ini sesungguhnya hanya satu dari beberapa rangkaian proses reformasi birokrasi di tubuh Kementrian Keuangan, khususnya DJBC. Proses ini juga dikatakan adalah sebuah starting point yakni dimulainya paradigma baru pada kantor pelayanan DJBC yang berada di Tembilahan.

‘Proses reformasi di tubuh Kementrian Keuangan khususnya DJBC telah berlangsung sejak tahun 2002 yang lalu dan terus berlanjut hingga saat ini. Reformasi birokrasi ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan kinerja, pelayanan dan kepercayaan public. Sedangkan yang menjadi pilar landasan reformasi birokrasi ini yakni penataan organisasi, penyempurnaan proses bisnis, peningkatan disiplin dan manajemen SDM,”Parar Zaky Firmansyah.

Kantor Modern, ditambahkannya merupakan kantor pelayanan DJBC yang nantinya akan memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada penggunaa jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat, efisien, tranparan serta responsive terhadap kebutuhan pengguna jasa yang tentunya dengan dukungan dari instansi terkait.

Dijelaskan Zaky Firmansyah lebih jauh, bertranformasinya KPPBC Tipe A3 Tembilahan menjadi kantor modern ditempuh melalui beberapa tahapan. Dimulai dari penyusunan strategi, pra implementasi, masa uji coba, tahapan implementasi serta tahapan pasca implementasi nantinya. Saat ini, KPPBC tipe A3 Tembilahan telah berada dalam tahapan implementasi yang ditandai dengan softlounching kali ini. “maka sejalan dengan terlaksananya acara ini, nomenklatur kantor yang semula bernama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Tembilahan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan.” Tegas Zaky.

Diakhir kalimat, ia berharap kedepan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan akan lebih mampu memberikan pengawasan dan pelayanan terbaik kepada industri, perdagangan dan masyarakat sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja dan citra Dirjen Bea dan Cukai.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan yang dibacakan oleh Asisten satu Setdakab Inhil, Said Ismail, berharap dengan menjadi kantor modern, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan dapat lebih mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa sehingga mampu mendukung terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi.”kita tentunya berharap, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dengan salah satu upayanya adalah jalinan kerjasama yang baik, terciptanya kondisi yang kondusif sehingga pelaksanaan pembangunan dapat terus berlanjut dalam suadana yang aman.” Ujar Bupati sambil mengucapkan selamat atas pelaksanaan softlounching yang dilaksanakan ini.(dro/*0)




Disnakertrans Inhil Janji Sikapi Desakan Kenaikan UMK

Tembilahan (www.detikriau.org) — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Indragiri Hilir berjanji akan segera menyikapi permintaan kenaikan 40 persen Upah Minimum Kabupaten (UMK) Indragiri Hilir. Sebagai tindaklanjutnya, Disnakertrans segera akan mengkomunikasikannya kepada Dewan Pengupahan.

Menurut Kadisnakertrans Inhil, Hafitsyah, Tuntutan mahasisawa dan organisasi buruh yang disampaikan dalam aksi damai hari ini, terkait tuntutan penolakan outsourching tidak ada masalah karena memang menjadi agenda nasional. Sedangkan tuntutan untuk meningkatkan UMK Inhil sebesar 40 persen,Hafitsyah nyatakan belum bisa memberikan jawaban karena kebijakan untuk menentukan UMK itu berada dibawah Dewan Pengupahan.

“Desakan untuk menaikkan UMK sebesar 40 persen tentunya akan kita sampaikan kepada Dewan pengupahan. Nanti mereka kembali akan melakukan kajian. Bisa atau tidak tentunya Dewan pengupahan yang akan menentukan,” Jawab Hafitsyah kepada wartawan diruang kerjanya.Selasa (20/11)

Ditambahkan Hafitsyah, kenaikan UMK Inhil sebesar 18 persen ditahun 2013 merupakan kenaikan persentase UMK Inhil tertinggi jika dibandingkan kenaikan yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Memang sesuai target dari Menakertrans, tahun 2014 mendatang, UMK minimal seluruh kabupaten/kota adalah sebesar Rp, 2 juta. Kenaikan UMK sebesar 18 persen ditahun 2013 merupakan salah satu upaya Disnakertrans Inhil untuk mencapai target yang dimintakan .” Pungkas Hafitsyah sambil menyatakan bahwa UMK Inhil 2013 sampai saat ini memang belum ditandatangani.

Berdasarkan data, UMK Inhil tahun 2009 sebesar Rp. 933.000. Kemudian tahun 2010 mengalami kenaikan sebesar 10 persen menjadi Rp. 1.030.000. Tahun 2011, UMK Inhil kembali mengalami kenaikan sebesar 9,71 persen menjadi Rp. 1.130.000 kemudian ditahun 2012 juga mengalami kenaikan lagi sebesar 10 persen dengan nominal sebesar Rp. 1.250.000. untuk tahun 2013 mendatang, kenaikan UMK Inhil direncanakan sebesar 18 persen dengan nominal sebesar Rp. 1.475.000. (dro/*0)




Massa Buruh dan Mahasiswa Demo Pemkab dan DPRD Inhil

Tuntut Penghapusan Outsourching, peningkatan UMK dan Persoalan Harga Kelapa

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Puluhan masa yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Inhil, HMI Tembilahan beserta gabungan Mahasiswa Unisi menggelar aksi damai. Aksi ini dilakukan di Halaman Kantor Disnakertrans dan  dilanjutkan ke Kantor Bupati dan DPRD Inhil.

Dalam orasinya di depan kantor Disnakertrans Inhil, massa demontrans yang turut mendapat pengamanan oleh Polres Inhil ini menyampaikan bahwa Upah Minimun Kabupaten (UMK) Inhil tahun 2013 yang diputuskan oleh Dewan Pengupahan sebesar 1.470.000 sama sekali tidak seimbang dengan kebutuhan hidup para buruh. Untuk itu, mereka meminta agar pemkab Inhil bisa menaikan nilai tersebut menjadi 1.900.000 hingga 2.000.000 rupiah.

Menyikapi kedatangan demontrans ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Inhil Hafitsah meminta beberapa perwakilan dari demonstran untuk melakukan dialog. Dalam dialog tersebut, perwakilan SPSI mengatakan bahwa nilai UMK Kabupaten Inhil yang ditetapkan dalam rapat penetapan UMK 14 November lalu dinilai masih sangat rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan hidup yang harus ditanggung oleh para buruh.

“Kita Kecewa dengan kenaikan 18 persen dari jumlah UMK yang nilainya hanya 1.470.000, bagi kita nilai ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di Inhil ini kita menuntut kenaikan sebesar 40 persen. jelas Nurhan selaku Sekretaris SPSI Inhil.

Setelah menyampaikan tuntutannya di kantor Disnakertrans Inhil, massa pun bergerak ke kantor Bupati dan menyampaikan aspirasi terkait harga kelapa dalam dan sawit yang saat ini makin mengalami penurunan.

Dikantor Bupati para Demonstran yang ingin bertemu langsung Bupati Kabupaten Inhil hanya dapat bertemu dengan Sekda dan Kadisbun Inhil.

Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa Unisi syar’I arif menganggap Pemkab Inhil sama sekali tidak peduli dengan nasip petani kelapa di Inhil, turunya harga kelapa yang tidak diiringi sikap pemerintah membuktikan pemerintah tidak berpihak kepada para petani.

Tudingan ini langsung disanggah oleh Sekdakab Inhil, Alimudin. Ia menegaskan pemkab Inhil terus berupaya untuk mencarikan solusi terbaik meniyakpi persoalan yang terjadi saat ini.

“Kita bukan tidak peduli dengan permasalahan ini, tapi untuk menyelesaikan masalah ini tentunya perlu proses, kita akan tetap memeperjuangkan masalah ini,” jelasnya.

Menurut Sekda, Tim fasilitasi harga kelapa bersama perwakilan petani dan Komisi II DPRD Inhil rabu mendatang sudah bertolak ke Jakarta untuk menemui Dirjen Perkebunan RI membicarakan persoalan ini.

Merasa tidak puas dengan jawaban tersebut, masa pun bergerak ke Gedung DPRD Kabupaten Inhil. Salah seorang orator dihadapan beberapa anggota DPRD yang hadir, menegaskan bahwa pihaknya akan menentang para anggota Dewan pada Pemilu legislative mendatang jika permasalahan ini tidak bisa diatasi.

“Jika bapak (anggota Dewan. red) tidak bisa mengatasi permasalahan ini, ingat wajah saya, saya orang pertama yang akan menolak bapak dalam Pemilu nanti,” cetus perwakilan demonstran.

Aksi di gedung DPRD Inhil kemudian dilanjutkan dengan melakukan dialog antara perwakilan massa demontrans dengan pihak DPRD Inhil. (dro/*0)




Percepat Capai Kesejahteraan, Petani diminta Jalin Kemitraan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir terus menggalakkan agar petani dapat menjalin kemitraan dengan berbagai stackholder terkait. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mempercepat terjadinya peningkatan kesejahteraan petani.

Menurut penjelasan Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi, keengganan masyarakat untuk terjun sebagai petani secara utuh lebih disebabkan karena apa yang mereka hasilkan belum bisa dijadikan sandaran hidup secara utuh. Untuk mewujudkan itulah diperlukan jalinan kemitraan semisal dengan perbankan.

‘ Salah satunya seperti adanya pinjaman kredit petani yang 6 hingga 8 persen bunganya disubsidi oleh pemerintah. Karena ketidaktahuan, program yang ditujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani ini malah  hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu mengatasnamakan petani. Jika ada kemitraan, tentunya petani bisa memanfaatkan peluang ini untuk lebih meningkatkan usahanya dibidang pertanian.” Jelas Wiryadi.

Kerjasama lainnya yang bisa dibangun ditambahkan Wiryadi seperti yang saat ini dibangun oleh kelompok tani dengan Bulog. Dalam kerjasama ini, salah satu manfaatnya, hasil panen petani akan ditampung oleh bulog dengan tingkat harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Makanya hari ini saya sengaja mengundang pihak Bulog untuk memberikan penjelasan terkait kerjasama ini. MoU untuk ini sudah berjalan di Kecamatan Reteh,” Terang Wiryadi yang saat itu di damping Kepala Sub Divre Bulog Tembilahan.

Menurut Kepala Sub Divre Bulog Tembilahan, Faisal, sesuai fungsinya, bulog akan menampung hasil panen petani yang akan dijadikan stok pangan nasional yang nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat sebagai beras Raskin dan beberapa keperluan sosial lainya.

‘Namun untuk bisa diterima sebagai pemasok beras bagi bulog, kualitas beras petani harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan. Sesuai perpres No 3 tahun 2012, harga yang diberikan Bulog adalah sebesar Rp. 6.600 per kilo,” Jelas Faisal.

Persyaratan kualitas beras yang harus dipenuhi petani menurut Faisal yakni, butir beras patah maksimal hanya sebanyak 20 persen, kadar air maksimal 14 persen dan terakhir, butir menir maksimal hanya dibenarkan sebanyak 2 persen.

Ditambahkan Faisal, MoU dengan Kelompok Tani yang sudah berjalan di tahun 2012 ini adalah dengan Poktan di Kecamatan Reteh dengan pembelian sebanyak 1200 ton. Ia berharap kerjasama ini akan lebih berkembang dan dapat dimanfaatkan petani secara maksimal.

“Dalam MoU ini, Bulog memberikan jaminan untuk membeli beras petani sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Jika nantinya ternyata harga dipasaran lebih tinggi, petani diberikan kebebasan untuk melakukan penjualan kepihak luar. Artinya, berapapun hasil panen petani asalkan memenuhi syarat yang dimintakan, Bulog pasti akan membeli dengan harga yang sudah ditetapkan,” Tegas Faisal.

Diakhir pertemuan, Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi menyatakan sangat menyambut baik dengan adanya kerjasama Bulog dengan Poktan ini. Ia menilai ini tentunya merupakan sebuah kemajuan.” Dengan adanya kerjasama ini petani tidak perlu lagi khawatir akan terjadinya penurunan harga jika produksi berlimpah. Petani sudah mendapatkan jaminan pasar yang pasti dengan harga yang pastinya juga sudah diperhitungkan pemerintah tidak akan merugikan petani,” Imbuh Wiryadi.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan diruang Aula Kantor DTPHP Inhil itu, Wiryadi juga menyampaikan himbauan agar petani dapat memanfaatkan peluang kerjasama ini secara maksimal. Untuk dapat menjalin kerjasama ini, tentunya petani harus berusaha maksimal agar hasil beras mereka memenuhi standar kualitas yang dimintakan bulog. (dro/*0)