2013 Bupati Tekadkan Inhil Bebas Filariasis

indexTembilahan (www.detikriau.org) – Upaya membebaskan warga  dari penyakit filariasis secara serius terus dilakukan Pemkab Indragiri Hilir.

Selain menggratiskan obat pencegahan, Pemkab Negeri Seribu Jembatan juga mencanangkan pengobatan berlangsung selama lima tahun. Langkah tersebut dimaksudkan memutus mata rantai penyebaran penyakit berbahaya itu.

Begitu ada warga yang terinfeksi filariasis, akan ada warga lainnya yang terjangkit penyakit tersebut. Pasalnya penyakit itu menular lewat gigitan nyamuk. Untuk membedakan dan  membunuh nyamuk. Filariasis pun bukan perkara mudah.

“Jadi yang paling mudah adalah melakukan tindakan pencegahan. Cukup minum obat ini sekali saja dalam satu tahun, terus itu dilakukan selama lima tahun, Insya Allah  akan terbebas dari filariasis” tegas Bupati, H Indra Muchlis Adnan disela sambutannya dalam pelaksanaan kegiatan istighosah bertempat di Gedung Venue Futsal, Tembilahan kemaren, kamis (20/12)

Bupati pun  sudah menginstruksikan Dinkes Inhil memaksimalkan pengobatan gratis filariasis. Semenjak dilakukan sosialisasi intensif, saat ini hingga di pelosok kampung sudah mulai timbul kesadaran warga berobat.

Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan bertekad mulai tahun 2013  mendatang tidak ada lagi warga yang terinfeksi. Apalagi penyakit tersebut menyerang seluruh lapisan usia, anak-anak, muda dan tua.

“Famili atau keluarga kita semua bisa tertular. Kalau ada di antara kita yang sudah mengidap filariasis, lantas kemudian digigit nyamuk lalu nyamuk itu menggigit lagi ke warga lain. Maka warga itu juga menjadi terinfeksi” ungkap Indra Muchlis Adnan.

Namun demikian, kepada warga diingatkan juga tidak melakukan peminggiran terhadap warga yang menderita filariasis. Dengan meminum obat pencegahnya, warga dinyatakan dapat tetap beraktivitas seperti biasa.

Kendati dalam kenyataan yang terinfeksi banyak warga di pedesaan. Namun penyakit itu sesungguhnya menyerang warga yang bermukim di desa dan kota. Bupati meminta kepada warga yang sudah mengetahui bahaya penyakit filariasis supaya tidak memandang remeh penyakit itu.

“Ingat, penyakit ini tidak bisa diobati kalau sudah terinfeksi, tetapi bisa dicegah. Jadi jangan anggap enteng, kalau sudah terkena, ya bakal menderita selamanya” pungkas Indra Muchlis Adnan.(rls Humas)




Natal dan Tahun Baru, Wabup Inhil Pinta Warga Jaga Suasana Kondusif

Wabup saat menyematkan pita sebagai tanda petugas pengamanan operasi lilin.TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo menghimbau kepada seluruh warga Inhil untuk dapat menjaga suasana yang kondusif terutama berkaitan dengan akan tibanya perayaan keagamaan umat kristiani pada tanggal 25 Desember 2012 dan pergantian tahun baru 2013 mendatang.

Himbauan ini disampaikan oleh Wabup kepada wartawan usai pelaksanaan Gelar Pasukan Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru bertempat dilapangan upacara jalan Gadjah Mada, Tembilahan. Jumat (21/12)

Gelar Pasukanl Operasi Lilin 003Wabup yang dalam kesempatan ini bertindak selaku Inspektur Upacara juga mengingatkan agar semua warga yang mempergunakan jalan raya untuk lebih meningkatkan kehati-hatian. Kondisi cuaca di bulan Desember dengan curah Hujan yang relatif tinggi ditambah tingginya air pasang memberikan dampak kerusakan dibeberapa bagian jalan. Jika tidak diiringi kehati-hatian tentunya akan dapat menimbulkan resiko terjadinya kecelakaan.

“Dalam amanat Kapolri sehubungan dengan Gelar Pasukan ini, juga sudah diamanatkan agar kepolisian dapat lebih manis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun menurut saya, dengan amanat memberikan pelayanan yang ramah ini tidak berarti pengguna jalan dapat dengan bebas melanggar aturan berlalu lintas. Aturan tetap harus ditegakkan. Bagi yang melanggar tentunya juga harus tetap diberikan sanksi sesuai aturan hukum yang ada,” Pesan Wabup.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK,M.Si berpesan agar kebiasaan masyarakat untuk mempergunakan mercon agar lebih berhati-hati serta yang paling utama agar tidak mengusik ketentraman warga masyarakat lainnya.

“Kita tetap akan melakukan pengawasan karena memang ada batasan-batasan mana yang bisa diperdagangkan dan mana yang tidak. Kepada pengguna sebaiknya bisa menyesuaikan tempat dan kondisi lingkungan. Yang terpenting tentunya bisa mengantisipasi agar jangan menimbulkan masalah serta juga harus bisa mengharga masyarakat lainnya yang ingin mendapatkan ketentraman.” Pinta Kapolres.(dro/*0)




Sea Port of Indragiri, Cikal Bakal “Tembilahan Baru”

Bupati Inhil, DR H Indra M Adnan
Bupati Inhil, DR H Indra M Adnan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan menyatakan penempatan lokasi Port of Indragiri di Parit 21 Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan dalam rangka melakukan pengembangan kota.

Pernyataan ini disampaikan Indra saat melakukan Peresmian Port of Indragiri sekaligus Pencanangan Penanaman 1 milyar Pohon bertempat di Parit 21 Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, Kamis (20/12)

Disebut Bupati, lokasi tempat berdirinya Port of Indragiri ini merupakan sebuah kawasan yang dicanangkannya akan dijadikan Tembilahan Baru. Keinginan ini diakui sudah terlahir sejak awal dirinya duduk menjabat sebagai Bupati Inhil sekira 9 tahun silam. Hanya saja, dikarenakan keterbatasan anggaran, keinginan itu terpaksa dilakukan secara bertahap.

“yang membangun tentunya masyarakat beserta stackholder lainnya yang ada, pemerintah hanya melengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk memancing minat masyarakat.” Ujar Bupati.

Pemilihan lokasi Port of Indragiri pada lokasi yang relative jauh seperti ini menurut Bupati diyakininya, sesuai kajian akan menumbuhkan lokasi pemukiman baru yang berdampak pengembangan kota Tembilahan dimasa yang akan datang.

Apa yang diperbuatnya ini menurut Bupati juga pernah dialaminya saat ditunjuk oleh Gubernur Riau sebagai sekretaris panitia pembangunan gedung DPRD baru Provinsi Riau.

Saat itu dijelaskannya, semua orang menilai Indra gila dengan memindahkan gedung DPRD ke pancalawe yang saat itu diistilahkan sebahagian orang sebagai tempat jin buang anak.

Kondisi Geografis pancalawe saat itu jauh lebih memprihatinkan dibandingkan dengan Tembilahan. Indra mengaku saat itu dirinya ditantang oleh banyak pihak tapi ia tetap bersikukuh atas dasar keyakinan yang didasarkan kepada kajian dan penilaian bahwa pancalawe kedepannya akan menjadi lebih baik.

“kini apa yang terjadi, Pancalawe sudah berkembang demikian pesat. Pancalawe menjadi sebuah lokasi pertumbuhan kota yang sangat maju,”Ujar Indra mengisahkan pengalaman masa lalunya dengan ide yang dinilai sebahagian orang sebagai sebuah ide gila.

Menurut Bupati apa yang diceritakannya ini untuk memberikan amaran bahwa apapun yang sudah diyakini berdasarkan penilaian dan kajian yang matang tidak boleh lagi ditarik surut.”Saya yakin kedepan lokasi ini akan menjadi sebuah kawasan pemukiman baru yang jauh lebih baik seyakin diri saya untuk tetap maju dalam pilgubri 2013 mendatang,” Sebut Indra disambut tepuk tangan seluruh peserta yang hadir.




Jasad Bayi Ditemukan di Pembungan Sampah

sosok mayat bayi perempuan yang ditemukan di TPA sungai Beringin Tembilahan.TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga parit 19 tepatnya di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, jum’at (21/12) sekira pukul 15.00 wib dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat bayi perempuan. Jasad bayi malang tersebut ditemukan berbungkus baju singlet  dan mukena berwarna putih.

“Awalnya saya tidak mengira kalau isi plastik itu adalah mayat bayi, saya sungguh kaget. Sontak saat itu juga saya melaporkannya kepada warga sekitar,” Ujar pekerja pengangkut sampah penemu mayat bayi, Minan memberikan kesaksian.

Setelah melihat temuan tersebut, masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian setempat. Kemudian oleh petugas, mayat bayi malang tersebut dibawa ke Rumah sakit Puri Husada Tembilahan untuk di visum dan selanjutnya dikebumikan.

Penemuan ini dibenarkan oleh Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan Sik, M.Si  melalui Kasat Reskrim AKP Kurnia Setiawan, “Benar telah ditemukan sesosok mayat bayi perempuan oleh salah seorang pekerja di TPA Parit 19, dan selanjutnya mayat bayi tersebut kita bawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di visum. Termasuk kita juga sudah mengamankan barang bukti berupa satu lembar kaos singlet warna putih, mukena  warna putih dan kantong plastik warna kuning, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang membuang bayi malang tersebut.” Jawab Kasad Reskrim. (dro/*0)




Bupati: Kedepan Inhil Akan Lebih Maju dibanding Kabupaten Lainnya di Riau

Bupati InhilTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H Indra M Adnan berkeyakinan kedepan Kab Inhil akan lebih mengalami kemajuan dibandingkan Kabupaten lainnya di Tanah Riau.

Pernyataan ini disampaikan Indra disela-sela penyampaian kata sambutannya saat melakukan peresmian pemakaian Dermaga bongkar muat  Parit 21 yang kini dinamai Port of Indragiri sekaligus pencanangan gerakan penanaman 1 milyar pohon bertempat di Parit 21 Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, Kamis (20/12)

Bupati Inhil, H Indra M Adnan saat menandatangani Prasasti Peresmian Port of Indragiri Tembilahan, Kamis, 20 Desember 2012
Bupati Inhil, H Indra M Adnan saat menandatangani Prasasti Peresmian Port of Indragiri Tembilahan, Kamis, 20 Desember 2012

Menurut penilaian Indra, Setiap negri maju, indikatornya bisa dilihat dengan ketersediaan pelabuhan-pelabuhan, baik itu pelabuhan udara, darat dan laut serta Masyarakat yang heterogen.”Tanda itu dimiliki Inhil, Inhil kini sudah memiliki pelabuhan udara, Terminal Darat serta Pelabuhan Laut yang representative plus keheterogenan masyarakatnya yang akan mendukung kemajuan. Oleh karena Inhil ini akan maju, dengan kondisi-kondisi relatifpun harus saya lakukan untuk mempersiapkan kemajuan itu,” Yakini Indra.

Ditambahkan Indra, dengan dana pembangunan yang relatif kecil, kurang lebih 1,4 Triliyun includ  untuk membiayai pemerintahan seperti gaji pegawai, untuk pembangunan, Inhil hanya memiliki dana sekita 600 hingga 700 milyar setiap tahunnya. Agar dapat melakukan pembangunan lebih baik, Indra mengambil langkah dengan melakukan pembangunan dengan system multiyears serta mengupayakan pendanaan pembangunan dari sumber-sumber  lain.

Dalam kesempatan ini, Indra juga sempat mengucapkan terimakasih atas dukungan semua SKPD di Kabupaten Indragiri Hilir yang legowo menerima bagian dana seadanya dan tidak menuntut dana tinggi kepada dirinya. Semua ini menurut Indra semakin memberikan kemudahan bagi dirinya untuk mempersiapkan kemajuan yang akan terjadi di tanah kelahirannya ini dimasa-masa yang akan datang.

Sehubungan dengan pencanangan penanaman 1 milyar pohon, dalam kesempatan ini Indra juga menyerahkan secara simbolis beberapa pohon kepada masyarakat sekaligus melakukan penanaman pohon di areal Port Indragiri yang diikuti oleh Unsur Muspida lainnya.

Kegiatan ini disamping dihadiri oleh Pejabat dilingkungan Pemkab Inhil, Unsur Muspida juga tampak dihadiri pihak Pelindo, Bea dan Cukai, Kantor Kesehatan Pelabuhan, pengusaha dan masyarakat.(dro/*0)




Istighosah 1434, Indra Kembali Sosialisasikan Filariasis

-Tembilahan (www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir, H Indra Muchlis Adnan, Kamis (20/12) kembali menyampaikan peringatan akan bahaya  penyakit filariasis. Penyakit yang oleh sebagian orang dianggap kutukan nabi itu bisa dicegah, namun tidak bisa diobati begitu sudah terinfeksi.

Peringatan itu disampaikan mantan Ketua DPD Golkar Riau tersebut saat menghadiri acara Istighosah 1434 Hijriah di gedung venue futsal, Sei Beringin, Tembilahan. Menurut Bupati, Jika selama ini banyak pihak  beranggapan penyakit yang dikenal sebagai kaki gajah itu hanya menyerang bagian kaki saja. Dalam kenyataan di lapangan penyakit itu bisa menyerah bagian tubuh mana saja.

Ketika memaparkan penyakit filariasis, Indra Muchlis Adnan juga menyertakan photo pendukung. Karuan saja suasana istghosah menjadi semarak. Menurut dia, sampai saat ini masih terdapat warga yang terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh cacing itu.

“Kalau penyakit itu sudah parah dan bagian tubuh susah untuk digerakan, ya terpaksa diamputasi. Penyakit ini bisa dicegah, tapi jika telah terinfeksi tidak dapat lagi diobati” ucap Indra Muchlis Adnan.

Pada saat bersamaan dilakukan juga penyerahan secara simbolis  E KTP. Penyerahan ini menandai segera didistribusikannya dokumen kewarganegaraan yang sudah selesai diterbitkan.

Kepada warga yang sudah melakukan perekaman E KTP diminta untuk bersabar sebelum dokumennya dapat langsung diambil. Sedangkan bagi warga yang belum melakukan perekaman, diminta juga selekasnya melakukan perekaman.

Bertindak sebagai pemberi ceramah pada istighosah, Ustadz H Aby Albar , seorang mubaligh yang berasal dari Pulau Jawa. Penceramah ini mengupas hal yang berkaitan dengan kondisi kehidupan  terkini masyarakat, termasuk bagaimana orang tua menyikapi kehidupan anak yang sudah mulai beranjak remaja.

“Kita harus mengambil refleksi atas apa yang sudah terjadi, dan kemudian berusaha sebaik mungkin untuk menjadi insan yang taat kepada perintah serta larangan Allah” sebut Aby Albar.(dro/rls)