Maksimalkan Pelayanan, Bupati Pinta Pimpinan Satker Terapkan Prinsip Pendelegasian.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir menginstruksikan kepada semua pimpinan Satker untuk berusaha menerapkan prinsip pendelegasian wewenang kepada bawahan dalam tugas sehari-hari.  Selain sebagai upaya mematangkan bawahan juga untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Namun demikian, untuk hal tertentu yang sifatnya prinsip tetap dilaksanakan oleh pejabat yang bersangkutan. Diharapkan tidak terjadi keluhan manakala pejabat yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.

Pada satu sisi, Bupati juga meminta kepada semua pimpinan Satker agar teliti terhadap seluruh berkas yang masuk ke mejanya. Tidak langsung membubuhkan tanda tangan tanpa dipelajari terlebih dahulu. Tujuannya supaya keputusan yang diambil tepat sasaran dan tidak menyalahi aturan.

“Janganlah sampai lalai, kalau hal yang sifatnya perlu pertimbangan, harus berkonsultasi terlebih dahulu. Kita ingin semua keputusan tidak bertentangan dengan hal apapun” Kata Bupati baru-baru ini di Tembilahan.

Bagi bawahan yang mendapat delegasi wewenang, selayaknya berusaha maksimal melaksanakan dan tidak berupaya mengambil keuntungan pribadi. Pasalnya tidak jarang, ada oknum bawahan yang sengaja mengambil kesempatan demi mencapai tujuan pribadi. Terhadap hal semacam itulah unsur pimpinan harus tanggap.

Semua tahapan birokrasi yang sudah ditetapkan oleh aturan mesti dilaksanakan. Hanya saja, kata Indra Muchlis Adnan sangat dilarang upaya memperlambat pelayanan karena tidak adanya pendelegasian wewenang.

“Kalau misalnya Bupati, saat berhalangan, kan masih ada Wakil Bupati yang menjalankan tugas. Begitu juga dengan instansi lain. Jangan misalnya karena tidak ada Kepala Dinas lalu pelayanan tidak jalan sama sekali” ungkap Bupati.

Begitu juga  perizinan, apabila memang masih ada yang bisa didelegasikan pengurusannya pada Unit Pelayanan Terpadu disarankan untuk dilimpahkan pada instansi dimaksud. Indra Muchlis Adnan menyebut sudah semestinya warga berhak mendapatkan pelayanan maksimal sesuai dengan tuntutan perkembangan terkini.(dro/**)




21 Anggota Polres Inhil Diberikan Reward dan Punishment

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 21 Satuan dan Kapolsek di jajaran Polres Inhil menerima Reward atas keberhasilannya dalam menyelesaikan beberapa tindak kejahatan. Selain itu bagi mereka yang dianggap gagal menjalankan tugas dengan baik maka diberikan Punismehent.

Dikatakan Kapolres Inhil, AKBD Dedy Rahman Dayan, usai kegiatan yang disertai dengan upacara kenaikan pangkat sebanyak 173 Anggota polres inhil, kamis (3/1). pengharagaan dan sangsi diberikan kepada anggota dalam rangka meningkatkan kedisiplinan ketika menjalankan tugas sebagai pengayom masyarakat.

“Penilaian ini kita lakukan secara objektif. Kalau memang mereka bagus maka akan kita berikan nilai bagus. Begitu pula sebaliknya, tidak ada diskriminasi,”ungkapnya.

Reword dan Punishment, juga bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi setiap anggota agar terus meningkatkan kenerja. Maka itu kalau personil tersebut ternyata gagal melaksanakan tugas, tentu siap untuk menima sanksi.

“Itu sangat berpengaruh pada karir mereka nantinya. Hasilnya akan baik apa bila sesuatu yang dikerjakan dengan baik,” tukasnya

Sementara itu, Kapolsek Tembilahan Iptu A.R Tarigan, salah seorang peneriman gelar Kapolsek Trengginas menyebutkan. Reward yang diberikan pimpinan kepadanya adalah sebuah pengharagaan tinggi.

“Apapun alasanya, sebagai anggota kami tetep harus menjalankan tugas sesuai ketentuan yang telah diamanatkan, baik melalui undang-undang maupun perintah pimpinan,” sebutnya.(dro/*1)




173 Personil Polres Inhil Dianugrahi Kenaikan Pangkat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 173 personel di jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) menerima kenaikan pangkat. Prosesi upacara kenaikan pangkat dipimpin langsung oleh Kapolres Inhil,  AKBP Dedi Rahman Dayan SIK Msi, di halaman Mapolres Inhil, Jalan Gajah Mada, Tembilahan, Kamis (3/1).

 

Dari jumlah 173  personil tersebut, terdapat satu orang berpangkat Perwira Menengah (Pamen), yakni AKP Hotasi Purba yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Kateman naik menjadi Kompol. Dimana proses pelantikannya akan dilakukan di Mapolda Riau.

 

Sedangkan untuk Perwira Pertama (Pama) dari Iptu menjadi AKP ada 3 orang yakni Iptu Imran Taheri S.sos kini menjabat sebagai Kasat Narkoba, kemudian Iptu Bambang Hariyanto SH, saat sebagai Kapolsek Tanah Merah, serta Iptu Mayer Silitonga sebagai Kapolsek Gaung serta dari Ipda naik menjadi Iptu terdapat 1 personil yaitu Ipda Afri yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Sungai Batang.

 

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil),  AKBP Dedi Rahman Dayan SIK Msi, melalui Kabag Sumda, Kompol Suprapto Ssos Msi, mengatakan, kenaikan pangkat dalam organisasi  Kepolisian adalah mutlak namun harus tetap didukung atas kinerja yang bersangkutan. Jika mereka dalam menjalankan tugas ternyata melanggar aturan tentu akan menjadi pertimbangan dan bisa menghambat proses kenaikan pangkat itu sendiri.

 

“Untuk AKP Hotasi Purba SH, naik pangkat menjadi Kompol, dan pelantikannya akan dilakukan di Mapolda Riau. Sedangkan empat orang Pama lainnya sertijab akan digelar di halaman Polres Inhil,” kata Kompol Suprapto Ssos Msi, kepada wartawan di Mapolres Inhil, Kamis (3/1).

 

Ia menambahkan, kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi yang sudah dilakukan melalui penilaian secara selektif, berdasarkan kinerja dan dedikasi pada masing-masing personil itu sendiri.

 

“Kenaikan pangkat bagi personil Polisi bukanlah suatu hal yang otomatis, namun perlu melalui proses atas prestasi yang bersangkutan, sesuai dengan dedikasi dan kinerja yang baik serta loyalitas dalam mengemban setiap  tugas,” tutur Kabag Sumda.

 

Dalam kesempatan itu, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK Msi, melalui Kabag Sumda,  Kompol Suprapto Ssos Msi juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Polres Inhil agar tetap meningkatkan mutu kenerjanya, sesuai dengan Tupoksi Polri yakni mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat.

 

“Selain berpangkat Perwira, jumlah personil lainnya yang naik pangkat dari Aipda menjadi Aiptu berjumlah 12 orang, lalu dari pangkat Bripka menjadi Aipda berjumlah 15 orang, kemudian dari pangkat Brigadir naik menjadi Bripka ada 9 orang, sedangkan dari pangkat Briptu naik menjadi Brigadir terdapat 42 personil, dan yang terakhir dari pangkat Bripda naik menjadi Briptu sebanyak 90 orang,” pungkasnya.(dro/*0)




Tahun Ini Disdik Fokus Benahi Bangunan Sekolah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka mendukung program wajib belajar, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tahun 2013 fokus membenahi masalah fisik sekolah.

 

Walaupun dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Inhil, H Fauzar, pihaknya rutin melakukan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, namun kali ini semuanya lebih dimaksimalkan.

 

“Kita fokus membenahi masalah fisik sekolah. Namun kita tetap menjalankan sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat,”ungkap mantan Kepala Bappeda Inhil ini, beberapa waktu lalu.

 

Dia menjelaskan tingkat kerusakan pada bidang dan unit sekolah cukup bervariasi. Mulai dari sarana fisik bangunan hingga mobiler. Dimana biasanya tingkat kerusakanya secara persentase berkisar hingga 15 persen.

 

Beberpa faktor alasan bangunan sekolah di Inhil yang gampang rusak, lebih dipengaruhi oleh kondisi alam serta sebagian besar bangunan sekolah terbuat dari bahan semi permanent.

 

”Bisa dilihat,  alam salah satu penyebab bangunan sekolah kita cepat lapuk,” jelasnya.

 

Untuk dilakukan perbaikan sekolah secara menyeluruh diperlukan anggaran yang tidak sedikit. Dengan keterbatasan APBD Inhil, pemkab juga tetap berupaya menarik dana luar salah satu contohnya adalah dana blogrent pusat. Ini terbukti pada tahun 2012 kemarin sekitar  400 unit rehab ruang belajar mampu diperoleh Inhil.

 

“Mulai dari APBN Murni hingga APBN-P tahun 2012, kita sudah mendapat bantuan sebanyak 400 unit rehab ruang kelas belajar. Fakta ini menunjukan bahwa pemerintah sangat komit dalam meningkatkan mutu pendidikan di setiap pelosok daerah.”Pungkas Fauzar.(*1)




Wan Abu Bakar Minta Dukungan Warga Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wan Abu Bakar, Bakal Calon (Balon) Gubernur Riau priode 2013-2018 mendatang melakukan silaturahmi dengan masyarakat Indragiri Hilir (Inhil) Rabu (2/1) malam di Wisma Tanjung di Jalan Sudirman Tembilahan.

 

Pada kesempatan itu mantan Wakil Gubernur Riau ini menegaskan bahwa dirinya akan maju dari jalur independent. Oleh karena itu Wan Abu Bakar, yang masih menjabat sebagai anggota DPR-RI ini mengharapkan dukungan  Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Inhil.

“Meski tanpa dukungan partai untuk maju menuju Riau satu, saya tetap ikut dalam pesta demokrasi masyarakat Riau (Pilgubri, red) akhir 2013 mendatang. Artinya saya akan maju melalui jalur independent,” paparnya.

 

Untuk itu, dia sangat mengharapkan dukungan masyarakat Inhil agar bersama-sama membangun Riau. Niat mulia membawa Riau kearah lebih baik yang dijualnya diyakini merupakan sebuah modal yang sangat besar.

 

Silaturrahmi ini dihadiri tokoh masyarakat dari Inhil Utara, antara lain dari Kecamatan Mandah, Kecamatan Kateman dan Kecamatan Pulau Burung. Diakhir acara itu juga dilakukan pemberian kalender bergambarkan Wan Abu Bakar kepada masyarakat dan simpatisanya.(dro/*1)




BUPATI: Hanya Sekitar 20 Persen Desa yang Belum Miliki Bidan

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Dari 236 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Indragiri Hilir. Saat ini hanya sekitar  dua puluh persennya yang belum memiliki tenaga bidan desa. Peningkatan tenaga bidan dengan pesat ini tercipta sejak adanya Akademi Kebidanan Husada Gemilang yang didirikan oleh Pemkab Inhil.

“Kini, paling  hanya sekitar dua puluh persen desa kita yang belum memiliki tenaga bidan. Ke depan kita terus memacu supaya seluruh desa dapat memiliki tenaga medis tersebut” tukas Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH akhir pekan kemaren di tembilahan.

Kondisi itu berbanding terbalik pada sembilan tahun silam, dimana hanya ada beberapa desa yang memiliki tenaga bidan. Akibatnya, pertolongan terhadap kalangan ibu yang melahirkan juga sulit. Tidak jarang, warga terpaksa harus membawa keluarganya yang butuh pertolongan ke kota atau ke daerah lain.

Meski pada awalnya banyak yang meragukan pendirian Akbid Husada Gemilang. Indra Muchlis Adnan menegaskan pihaknya terus maju dan tidak ingin mundur. Tujuannya supaya kesulitan mendapatkan pelayanan medis di pedesaan dapat teratasi.

Sebelumnya, apabila ada warga yang ingin melanjutkan pendidikan bidan, terpaksa harus bertolak ke luar daerah. Kini, warga cukup mendaftar dan mengikuti seleksi. Apabila dinyatakan lulus dapat langsung menempuh pendidikannya pada Akbid Husada Gemilang.

Guna meningkatkan kualitas lulusan, tenaga pendidik juga terus ditingkatkan kualitasnya. Semua mahasiswi yang menuntut ilmu dipastikan pula memperoleh pengajaran dan praktek yang sesuai dengan tuntutan dunia medis. Karena itu, lulusan Akbid Husada Gemilang dinyatakan siap pakai dan siap pula mengabdi.

Setiap mahasiswi yang menimba ilmu pada semester-semester awal diwajibkan masuk asrama. Metode pengajaran yang menggabungkan dengan pola keimanan saat berada di asrama diharapkan memberi tambahan pengetahuan dan bekal kepada setiap lulusan supaya teguh dalam pengabdiannya kelak.

Dalam pembelajaran segenap mahasiswi juga diajarkan melaksanakan pola hidup sederhana. Biasanya ketika berangkat kuliah dari asrama seluruhnya diwajibkan berjalan kaki menuju kampus utama di Jalan Pendidikan Tembilahan. Tindakan itu masih terus berlangsung sampai saat ini.

“Kita berharap pelayanan kesehatan kepada warga terus membaik dari waktu ke waktu” harap Indra Muchlis Adnan.

Berkaitan dengan peningkatan kualitas lulusan. Akbid Husada Gemilang terus pula menambah aneka ragam peralatan yang dibutuhkan oleh mahasiswinya. Sedangkan gedung refresentatif sebagai tempat perkuliahan saat ini telah  dimiliki oleh lembaga pendidikan itu.(dro/*Ms)