Bupati Kembali Tegaskan UNISI Milik Pemkab Inhil

Gbr Rencana Gedung kampus UNISI yang dibangun Pemkab inhil melalui sistem Multiyears.
Gbr Rencana Gedung kampus UNISI yang dibangun Pemkab inhil melalui sistem Tahun jamak.

Tembilahan (www.detikriau.org) – Universitas Islam Indragiri ditegaskan bukan lembaga pendidikan swasta. Melainkan milik Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.

Penegasan itu disampaikan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menjawab pertanyaan banyak kalangan terkait status lembaga pendidikan tinggi itu baru-baru ini di Tembilahan. Lembaga tersebut juga sebagai bukti komitmen Pemkab Inhil dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memerangi angka kemiskinan.

Picture6Picture9unisi-21Persoalan kemiskinan dalam pandangan Indra Muchlis Adnan berhubungan erat dengan pendidikan. Itu sebabnya Pemkab Negeri Seribu Jembatan berupaya keras memutus mata rantai tersebut. Seseorang yang sudah memiliki pendidikan tinggi dinilai bakal memiliki pemikiran yang jauh ke depan dan tidak bakal ingin terus terkungkung dalam kemiskinan.

Sebelumnya, di Inhil jumlah warga yang memiliki pendidikan tinggi sangat terbatas. Hal itulah yang ingin dirubah oleh Indra Muchlis Adnan. Sekeras apapun upaya memberantas kemiskinan namun tidak diiringi dengan peningkatan kualitas SDM hasilnya dipandang tidak akan maksimal.
“Jadi, adanya Unisi kita harapkan mampu meningkatkan kualitas SDM. Memang, hasil usaha ini tidak bisa dilihat secepat membalik telapak tangan. Tetapi manfaatnya baru dirasakan beberapa tahun setelahnya” tutur Bupati.

Kesadaran warga Inhil untuk menyekolahkan putra putrinya ke jenjang pendidikan tinggi sudah mulai terbukti saat ini. Jika awalnya, mahasiswa Unisi hanya berjumlah sekitar seribuan lebih. Saat ini sudah berjumlah 7000 lebih mahasiswa. Setiap kali seleksi penerimaan mahasiswa baru juga terjadi peningkatan jumlah warga yang mendaftar.

Diperkirakan, meski nanti sudah tidak lagi menjabat sebagai Bupati Inhil. Upaya keras Indra Muchlis Adnan dalam meningkatkan kualitas SDM bakal tetap diingat. Hal itu setidaknya sudah tergambar dari pembangunan gedung-gedung Unisi yang berkembang pesat sekarang.

Kendati pada awalnya gagasan mendirikan Unisi itu mendapat banyak tantangan. Tetapi mantan Ketua Gapensi Riau ini menegaskan dia tetap bertekad maju. Sekarang, saat Unisi sudah menjelma menjadi lembaga pendidikan tinggi yang bagus. Barulah pihak yang semula menentang tersebut mengakui pentingnya sebuah lembaga pendidikan tinggi bagi Inhil.

“Beasiswa Unisi yang diambil dari dana abadi, kita harapkan menjadi jawaban bagi warga tidak mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Selain juga bantuan lain tentunya” jelas Indra Muchlis Adnan.

Pada 2013, tahun terakhir kepemimpinannya. Bupati Inhil itu menyatakan tetap memberikan perhatian penuh kepada Unisi. Kepada warga dimintanya tidak perlu khawatir menyekolahkan anak-anak mereka pada lembaga milik Pemkab Bumi Sri Gemilang itu.(dro/rls)




Pemkab Inhil Bangun Pendopo Ponpes Syech Walid Thaib Saleh Indragiri

Pintu Gerbang Masuk Ponpes Syech Walid Thaib Saleh Indragiri. (gbr, utusanriau.com)
Pintu Gerbang Masuk Ponpes Syech Walid Thaib Saleh Indragiri. (gbr, utusanriau.com)

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Demi memudahkan kegiatan belajar mengajar dan peringatan haul Syech Walid Thaib Saleh Indragiri. Pemerintah Kabupaten Indragiri pada 2013 menganggarkan pembangunan pendopo pada ponpes percontohan tersebut.

Selama ini, apabila ada pertemuan dan kegiatan istighosah serta pembelajaran selalu dilaksanakan pada lapangan terbuka. Apabila hujan turun membuat kegiatan kadang terkendala. Selain itu, sudah sewajarnya pula satu lembaga pendidikan memiliki aula terbuka.

Dalam proses pembangunan aula dimaksud. Pemkab Inhil tidak akan melakukan secara serampangan. Pasalnya sarana tersebut diperuntukan dalam jangka lama guna menunjang kegiatan dakwah dan pembelajaran. Karena itu pengawasan intensif bakal diterapkan dalam pembangunannya.

“Insya Allah tahun depan kita sudah tidak lagi kehujanan saat istighosah. Karena setiap kali kita semua menggelar haul selalu hujan” ucap Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan.

Tidak hanya memerintahkan kepada Satker berkompeten menganggarkan pembangunan aula dimaksud. Bupati Inhil sudah pula melakukan survei lokasi. Paling tidak menurut Bupati, aula itu dapat dimanfaatkan dengan nyaman saat kegiatan pelajar dan peringatan haul.

Ponpes modern Inhil itu tidak saja memiliki siswa yang berasal dari daerah ini. Tetapi banyak juga siswanya yang berasal dari daerah lain. Pola pembelajarannya yang menggabungkan sistem pasantren dan umum merupakan keunggulan tersendiri. Nantinya setiap lulusan dari Ponpes tersebut tidak saja menguasai ilmu umum tetapi juga memiliki bekal ilmu agama yang tinggi.

Ketika hadir dalam istigosah akhir 2012 silam. Indra Muchlis Adnan tampak berdiskusi intensif dengan Kabag Sosial, Muamar Khadafi S.Ag yang juga seorang ulama pengasuh Ponpes Syech Walid Thaib Saleh Indragiri. Bupati tampak menginstruksikan dimana lokasi yang semestinya dipilih.

“Kami mengimbau kepada semua orang tua di Inhil supaya menyekolahkan putera puteri kita setinggi mungkin. Namun jangan lupa juga dengan pendidikan agama” ucap Bupati.

Pola Islam dalam dunia pendidikan itupun sudah diterapkan pula oleh Pemkab Inhil pada Unisi. Dimana setiap mahasiswi diwajibkan mengenakan busana Islam dalam kegiatan perkuliahannya. Hal itu dimaksudkan supaya syiar Islam di Inhil tetap tinggi seperti sebelumnya.(dro/*1)




Dukung Pencanangan Penaman 1 milar Pohon, Dishut Siapkan 20.000 Bibit

Kadishut Inhil, M Thaher
Kadishut Inhil, M Thaher

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka mecegah global warming dan mendukung upaya gerakan penanaman 1 miliar pohon, Dinas Kehutanan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyiapkan 20.000 batang pohon yang akan di tanam di seluruh kecamatan se Inhil.

Antara lain batang pohon yang telah disiapkan tersebut, pohon jabon, mahoni, mengkudu, durian, sukun dan lainya. Tujuannya penamaman batang pohon itu untuk mengembalikan  fungsi lahan sebagai ruang terbuka hijau bagi penyerapan air di perkotaan.

Kepala Dinas Kehutanan Inhil, H Thaher, menyebutkan total bibit pohon yang ditanam di wilayah Inhil, mencapai 10.000 bibit pohon yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Untuk melakukan penanaman, Dinas kehutanan melibatkan berbagai tokoh masyarakat, sekolah dan paguyuban serta ormas kepemudaan.

“Kita sebar ke dua puluh kecamatan se Inhil. Baik kepada pihak sekolah, pondok pesantren (Ponpes) termasuk para keluarga di rumah tangga.  Kita berharap gerakan ini bukan saja sebagai aksi penanaman, tapi juga bagaimana memeliharanya,”jelasnya kemarin.

Oleh karena itu, dia berpesan kepada pihak terkait yanag sudah terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung agar bisa memberikan pengawasan. Sehingga apa yang sudah  dilakukan saat ini kedepan hasilnya bisa dirasakan secara positif oleh anak cucu dan para generasi penerus.

Jika kesadaran untuk melestarikan alam semakin tinggi maka mantan Kepala Dinas Perhubungan Inhil ini optimis ruang terbuka hijau sebagai mana yang diharapakan dengan tersendirinya akan terwujud. Sebab, katanya mengembalikan kawasan hutanbukanlah perkara mudah namun perlu adanya kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat.

Pencangan penaman 1 milar pohon, dalam rangka mendorong Indonesia hijau, menurut Thaher harus benar-benar didukung. Apalgi hasilnya nanti akan disampaikan Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Pusat.“Kita akan melaporkan hasilnya, termasuk realisasi reboisasi,” tukasnya, sambil menyebutkan penanaman pohon juga dapat mencegah terjadinya bencana alam akibat gundulnya hutan alam.(dro/*1)




Empat Atlet Pospeda Inhil Masuk Tim Pospenas

Kadisporabudpar Inhil, Mukhtar T
Kadisporabudpar Inhil, Mukhtar T

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Empat Atlet Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren (Pospeda) asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) direkrut untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (Pospenas) di Gorontalo mendatang.

Adapun Atlet Pospeda Inhil tersebut adalah Nurul Huda, M Nasruddin dan Akbar Riandi. Ke tiga atlet bulu tangkis asal Negeri Seribu Jembatan itu merupakan atlet yang berprestasi dan berhasil meraih mendali emas pada Pospeda Riau ke VI 2012 kemarin. Satu atlit lainnya adalah Dedi Reza Saputra, atlet Pospeda Inhil yang mampu mengondol medali emas di cabang olah raga atletik.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil, H Muktar T, menyatakan Pospeda merupakan salah satu tahap seleksi bagi atlet yang akan diturunkan pada Pospenas di Gorontalo 2013 ini. Sebab menurutnya, seleksi keabsahan pemain dilakukan lebih ketat. Hal itu untuk menghindari atlet yang bukan dari pondok bisa mengikuti Pospeda.

“Yang pasti kita cukup bangga dengan apa yang adik-adik kita berikan. Mereka telah mampu menjadi duta Inhil pada ajang yang cukup bergengsi,” kata Muktar Senin (7/1).

Dukungan dan motivasi kepada santri agar bisa lebih berprestasi tidak hanya semata dari kalangan sekolah, mapun orang tua. Namun perlu adanya dukungan dari pihak ke tiga, karena olahraga dan seni memerlukan biaya. Tidak hanya itu, lahirnya prestasi juga memerlukan persiapan  yang matang.

“Pemkab akan memberikan dukungan. Paling tidak kita akan menjalin kerjasama dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag),”cetusnya.

Lebih lanjut dikatakanya, tujuan lain terselenggaranya kegiatan tersebut adalah untuk menjalin silaturahim santri ponpes dan TPQ se Tanah Air. Melalui forum itu, para santri bisa mengenal satu sama lain. “Tentunya kita berharap ajang itu juga menjadi ajang saling memberi masukan satu sama lain atas permasalahan yang muncul pada lembaga masing-masing.(dro/*1)




Kesadaran Masyarakat Masih Kurang Hadiri Sidang Tilang

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dari 2.348 perkara tilang yang di putus Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan sepanjang tahun 2012, ternyata masih minimnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti proses sidang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua PN Tembilahan Djoni Witanto, kemarin. Menurutnya, disamping pelangga meski banyak perkara tilang sepeda motor akibat berbagai pelanggaran, namun tidak kalah juga dengan jumlah kendaraan angkutan barang yang tidak bisa menunjukan kelengkapan kendaraaan.

“Proses sidangya, masyarakat kita berikan pemahaman. Agar kedepan mereka bisa mentaati aturan dan ketentuan, seperti kestandaran kendaraan itu sendiri,” jelasnya.

Umumnya kendaraan roda dua melakukan pelanggaran atas kelengkapan surat-surat, knalpot, spion, helm dan surat izin mengemudi (SIM). “Seputar kelengkapan kendaraan. Saya rasa tidak rumit, mereka cukup hadir dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa,”ujar Djoni.(dro/*1)




Perlu Regenerasi Kepemimpinan di Tubuh NU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebagai salah satu organisasi besar yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, PC Nahdatul Ulama (NU) perlu melakukan regenerasi kepemimpin. Sudah saat NU Inhil meski dipimpin oleh tokoh-tokoh muda yang memang kompeten dalam rangka menjawab tantangan yang dihadap umat Islam kedepan.

Sebagimana mana diketahui, akan dilaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) PC NU Kabupaten Indragiri Hilir yang rencananya akan dilaksanakan pada 12-13 Januari mendatang. Berkembang di tengah masyarakat Nahdiyin tuntutan perlunya regenerasi dalam tampuk pimpinan NU.

“Kita sangat berharap kedepan NU dipimpin oleh tokoh-tokoh muda yang memang berkompeten, terutama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di tengah umat Islam saat ini,” ujar Firmansyah AMa, salah seorang tokoh muda Inhil, Senin, (7/1).

Ketika disinggung siapa tokoh muda yang dinilai pantas dalam memimpin NU, Firmansyah mengungkapkan, salah satunya adalah ustad Efendi LC. Yang bersangkutan menurutnya, punya kapabilitas untuk memimpin organisasi semacam NU. Apalagi yang bersangkutan memang dikenal sebagai ulama yang memang tidak diragukan keilmuannya di daerah ini.

“Masih banyak sebenarnya tokoh-tokoh muda yang layak dan mampu dalam memimpin NU. Tinggal saja apakah memang dikalangan warga NU sendiri apakah memang ingin mempercayakan kepemimpinan NU kepada yang bersangkutan atau tidak,” tambah Firmansyah yang dikenal sebagai aktivis kemasyarakatan ini.

Dalam kesempatan ini, ia berpesan kepada kepengurusan NU kedepan nantinya, agar roda organisasi dapat dijalankan sesuai dengan koridur visi misi yang diemban NU. Jangan sampai organisasi NU dibawa ke dalam polotik praktis, yang tentunya akan berdampak kurang sehat bagi kepentingan organisasi.

“Saya cuma minta nantinya, NU jangan dilibatkan dalam politik parktis hanya untuk kepentingan kalangan tertentu. Hal semacam itu tentunya akan sangat tidak baik, bagi perkembangan NU kedepan sebagai sebuah organisasi,” tambahnya.(dro/*2)