Lagi, 3 Napi Pelarian Kuala Tungkal di Jeblos ke LP Tembilahan

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran Kepolisian Polsek Reteh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Kembali meringkus 3 pesakitan pelarian Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Tertangkapnya 3 Napi ini menyusul 8 Napi lainnya yang sudah berhasil diringkus sehari sebelumnya.

“Benar, selasa (22/1) di TKP Parit Solang, Desa Sungai Undan Kecamatan Reteh sekira pukul 18.30 Wib, anggota kita kembali berhasil meringkus 3 Napi yang diduga kawanan Napi pelarian LP Kuala Tungkal. Setelah dilakukan pemeriksaan, ketiga Napi ini juga sudah kita kirim ke LP Kelas II A Tembilalahan,” Jawab Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik, M.Si melalui Paur Humas, Ipda Warno kepada detikriau.org di ruang kerjanya, rabu (23/1)

NapiDiakui Paur Humas, hingga saat ini seluruh jajaran kepolisian Polres Inhil terus memperketat pengawasan. Besar kemungkinan, dari 11 Napi yang telah berhasil diringkus, masih ada Napi lainnya yang kabur dan memasuki  wilayah hukum Polres Inhil.

Ketiga Napi yang berhasil diringkus menyusul 8 Napi lainnya yang tertangkap di wilayah Hukum Polres Inhil yakni, Fuad Ardiansyah bin Ramli (26) Kasus Curanmor, masa hukuman 1 tahun 6 bulan dan telah menjalani selama 1 tahun 2 bulan kurungan. Selanjutnya, Wahyu bin Acai (27) Kasus Narkotika dengan putusan kurungan selama 4 tahun 4 bulan. Saat berhasil kabur sudah menjalani masa hukuman kurungan selama 6 bulan dan terakhir, Doni Apriyanto bin Sugiyono (20) Kasus Pencurian dengan putusan kurungan selama 10 bulan penjara, sudah menjalani selama 5 bulan.(dro/*0)




40 Anak Jalanan Tembilahan Ikuti Happy School Gratis Di TPA Sei Beringin

gbr ilustrasi:  elviera23.wordpress.com
gbr ilustrasi: elviera23.wordpress.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 40 anak jalanan di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (nhil), ikuti “Happy School” yang merupakan sekolah di luar ruangan yang diadakan setiap akhir pekan tajaan Komunitas Pencinta Sedekah Indragiri Hilir (KPSI).

Program pendidikan bagi anak jalanan ini dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ), Jalan Sungai Beringin, Kelurahan Sungai Beringin, Tembilahan.

Kader KPSI, Raju, Selasa (22/1), mengatakan, masa kanak-kanak bak kanvas putih tanpa goresan tinta. Artinya, masa tersebut adalah masa untuk belajar banyak hal tentang pengetahuan dan kehidupan. Hal ini mungkin tidak berlaku untuk anak jalanan yang harus mencari sesuap nasi ketimbang mendapatkan hak pendidikan mereka. Namun saat ini sudah banyak sekolah-sekolah yang gratis untuk anak-anak kurang mampu dan anak jalanan.

“Happy Scholl ini khusus kita peruntukan bagi anak jalanan se-KotaTembilahan yang sebagian besar bekerja sebagai pengemis dan pengamen jalanan. Kegiatan pembelajaran ini untuk memberikan pendidikan yang lebih baik kepada generasi muda yang hidup dan mengais rezky di jalanan,” ungkap Raju.

Dijelaskannya, kegiatan pendidikan gratis bagi anak-anak jalanan ini di laksanakan rutin pada setiap hari minggu.

“Murid-murid di sini kita upayakan mendapatkan pendidikan yang sesuai di sekolah-sekolah negeri dan swasta di di Kota Tembilahan ini. Mereka juga kita upayakan untuk bisa masuk sekolah-sekolah umum tersebut,” kata Raju.

Walau menempati TPS Sungai Beringin Tembilahan, Happy School KPSI memiliki fasilitas perpustakaan dengan koleksi ratusan judul buku dari para donatur. Bahkan terdapat sejumlah buku yang disumbangkan oleh berbagai kalangan masyarakat peduli pendidikan anak-anak.

KPSI juga memfasilitasi siswanya di bidang seni dengan adanya berbagai ragam alat musik dan coretan-coretan krayon karya anak jalanan di sekolah tersebut. Bahkan anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut bisa bermain sambil berkreasi.

“Selain kurikulum, kita juga mengembangkan kreativitas anak-anak,” Sebutnya.

Anak-anak jalanan dari berbagai usia pendidikan tersebut mulai belajar dari pukul 07.30 WIB hingga 15.00 WIB.(dro/**)




Tanggul Jebol, Ribuan Hektar Kebun Warga Kec Reteh Terendam

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ribuan hektar kebun kelapa warga Desa Sungai Terap, Kecamatan Reteh, mengalami kerusakan yang berlangsung cukup lama. Masalah ini timbul akibat jebolnya tanggul mekanik yang disebabkan terjangan air laut yang merambah hingga ke lokasi perkebunan paling dalam.

Dampak dari itu, sat ini kondisi perkebunan kelapa warga di tiga batang parit mengalami kerusakan yang cukup serius dan tidak dapat menghasilkan lagi. Masalah ini harus mendapatkan perhatian oleh pemerintah, jika tidak maka kerugian materi akan lebih meluas.

Camat Reteh, Kamrin, mengatakan, bahwa rusaknya lahan yang terletak di tiga batang parit tersebut, akibat jebolnya tanggul penahan, sehingga air laut naik kelahan perkebunan terutama saat-saaat pasang dalam. Awalnya menurut informasi lahan perkebunan disana dalam keadaan baik.

Namun setelah saluran atau kanal yang dibuat oleh PT Pulau Sambu itu mengalami kerusakan dan itulah awal terjadinya musibah yang menimpa masyarakat petani di kawasan itu.

“Yang pasti kami sangat mengharap perhatian pemerintah, agar bisa membangun tanggul kembali. Sebab, hari demi hari dampak ekonominya akan sangat dirasakan oleh warga yang hanya menggantungkan hidup dari kebun kelapa disana,”keta Kamrin, mantan camat kemuning itu.

Saat ditanya kapan terjadinya kerusakan tanggul tersebut, dia mengatakan sudah cukup lama bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai camat di Reteh. Untuk mengatasinya permasalah ini sudah sering disampaikan melalui Musawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) kabupaten.

Namun karena dana yang dibutuhkan cukup besar, dia yakin kabupaten tidak akan bisa mengatasi secara total dan perlu adanya dukungan Pemrov Riau serta pemerintah pusat. Yang lebih memprihatinkan, warga petani disana sudah banyak yang meninggalkan lokasi tersebut.

“Salah satu jalan, pihak swasta (investor) juga bisa memabantu. Kebun yang sudah keritis bisa diganti dengan menanam kelapa sawit. Kita rasa langkah ini bisa menjadi pertimbangan, meski dengan dana yang besar,”imbuhnya.

Kerusakan kebun tidak hanya dirasakan oleh warga Reteh secara umum, tapi juga sudah dirasakan warga kecamatan tetangga seperti Kecamatan Keritang. Apalagi kondisi pasang semakin tahun semakin membesar. “Imbasanya juga dirasakan warga Sungai Keluang, Pulau Ruku, Kecamatan Keritang,” imbuhnya.(dro/*1)




PNS Dihimbau Suksekan Pilkada Inhil

Gb ilustrasi pemilu
Gb ilustrasi pemilu

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Asisten I Setdakab Indragiri Hilir (Inhil) H Said Ismail, berpesan kepada kalangan pegawai negeri sipil (PNS) dilingkungannya agar dapat mensukseskan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sepetember mendatang.

Pernyataan ini disampaikanya, pada saat memimpin apel pagi dihalaman Kantor Bupati Inhil dua hari silam. Menurut mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil ini, pegawai harus bisa menjadi teladan baik saat kedinasan maupun ketika berada ditengah-tengah masyarakat.

“Menjelang Pilkada Inhil, September mendatang mari kita sama-sama menyukseskanya. Jadilah tauladan jika berada ditengah kalangan masyarakat. Dan bekerjalah secara profesional ketika menjalankan tugas,”ajak Said.

Sebab, lanjut Said Ismail, PNS merupakan kalangan yang dianggap mengerti akan Pilkada maka ia harus bisa memberikan penjelasan dan keterangan apa itu pemilihan kepala daerah. Sehingga, masyarakat lebih memahaminya dan bisa mengimlemintasikan hak pilihnya.

“Bagai mana caranya Pilkada nanti berlangsung suskes. Itu merupakan tugas kita sebagai abdi Negara,”katanya.

Seperti harapan, masyarakat harus senang dan bisa menyalurkan hak suaranya. Karena pesta demokrasi proses penentuan pembangunan selama lima tahun kedepan. Maka itu dia berharap Pilkad Inhil dapat berjalan sukses dan damai tanpa adanya kesalahan yang dapat menghambat jalan proses itu.

Demikian pula dengan harapan masyarakat, khsusnya dalam Pilkada mendatang, siapapun pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan maju siap menang dan kalah. Sehingga sukses pilkada akan menjadi haknya masyarakat.(dro/*1)




Bupati Inhil Tuntut Kejelian Pegawai

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Demi menghindari adanya kekeliruan dalam pengurusan administrasi. Bupati Indragiri Hilir (Inhil) meminta kepada semua PNS teliti dalam bertugas.

Kendati berkas yang ada sudah diperiksa secara berjenjang. Tidak menutup kemungkinan adanya kekeliruan. Karena itu, pimpinan Satker diinstruksikan cermat sebelum membubuhkan tanda tangan pada berkas yang disodorkan.

Namun demikian, cermat dan teliti dimaksud bukanlah memperlambat pelayanan. Melainkan  menjaga tidak adanya peraturan yang dilanggar. Ketatnya pemeriksaan terhadap penyelenggaraan negara dewasa ini menurut H Indra Muchlis Adnan SH harus disikapi secara bijak.

Semua PNS ditegaskan Bupati harus bisa membedakan mana tindakan yang salah dan mana yang tidak. Apabila hal itu sudah diketahui, nantinya pengajuan berkas maupun pelaksanaan kegiatan bakal tidak bertentangan dengan hukum.

“Intinya, setiap pimpinan harus sedikit curiga terhadap kemungkinan adanya pelanggaran. Walau bawahan kita sudah ahli, tetapi karena pimpinan Satker benteng terakhir, jadi harus cermat agar tidak ada kebijakan yang bertentangan dengan aturan” tegas H Indra Muchlis Adnan baru-baru ini di Tembilahan.

Menjelang berakhirnya jabatan sebagai Bupati. Indra Muchlis Adnan menyatakan tidak ingin mendengar ada bawahannya yang tersangkut persoalan hukum. Menurut dia, sudah cukup yang sudah terjadi, tidak boleh lagi ditambah. Pasalnya selain mencoreng citra pemerintah, hal itu juga menciderai semangat reformasi birokrasi.

Bupati tidak menampik adanya beberapa oknum PNS yang nakal dan kerap berusaha mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengorbankan aturan. Terhadap PNS tersebut, Indra Muchlis Adnan mengingatkan supaya selalu istiqomah karena pilihan untuk menjadi PNS merupakan pilihan pengabdian.

“‘Kalau untuk kaya, pilihannya harus menjadi pengusaha. Sekali sudah menjadi PNS, ya harus ikhlas mengabdi kepada masyarakat sebagaimana sumpah saat pertama kali dilantik sebagai PNS”jelas Bupati.

Berkenaan dengan PNS yang berusaha mendapat keuntungan pribadi. Atasanya diminta memberikan pembinaan. Itu sebabnya pula, seluruh Satker diinstruksikan melaksanakan kegiatan yang sifatnya mereview kembali semangat anti korupsi.

Review itu disarankan Bupati dilaksanakan paling minim satu bulan sekali. Bahkan jika memungkinkan setiap minggu. Apa bentuk kegiatannya, diserahkan kepada seluruh Satker. Sedangkan laporannya disampaikan langsung kepada dirinya. Dengan adanya refresh setiap minggu itu, diharapkan semua PNS mafhum dan mengerti  tindakan apa saja  yang bertentangan dengan hukum . Harapannya tidak ada lagi pelanggaran hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan.(dro/*1)




Pemkab Inhil Tegaskan Anti Ilegal Logging

ilogTEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan komit menjaga kelestarian lingkungan dan anti kepada tindak pembalakan liar atau yang lebih dikenal dengan Iligal Logging.

Upaya itu dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Inhil, HM Thaher, dalam rangka menjaga masa depan bangsa terhadap kelestarian hutan. Karena perambahan hutan berdampak kepada kerusakan alam yang menyebabkan musibah dan bencana alam yang belakangan ini kerab terjadi diberbagai daerah.

“Bisa dilihat hampir seluruh daerah terdapat bencana banjir dan longsoR. Semua itu dampak dari rendahnya resapan air,” jelasnya kemarin.

Oleh sebab itu pihaknya juga tidak henti-henti mengingatkan kepada pihak perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan, agar tetap menjaga kelestarian hutan yang dimanfaatkanya sebagaimana izin yang diberikan pemerintah. Karena itu jika terdapat oknum dan aparat yang bermain bisa diambil tindakan tegas.

“Tindakan tegas akan kita ambil kalau memang ada pihak yang bermain,” tegasnya.

Sebagai salah satu antisipasinya, Dinas Kehutanan Inhil akan secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan hutan dan alih fungsi lahan. Selain pembalakan liar kerusakan lahan juga disebabkan adanya alih fungsi lahan baik yang legal maupun illegal.

“Kita juga terus melakukan reboisasi dan pemeremajaan hutan. Baik itu dengan cara tebang maupun cara positif lainya,”pungkas mantan Kepala Dinas Perhubungan Inhil.

Guna mendukung upaya itu, katanya tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah, namun bagaimana pihak perusahaan, masyarakat dan lainya untuk membuat komitmen terhadap pelestarian hutan.(dro/*1)