Air PDAM Tirta Indragiri Kembali Mampet, Warga mengeluh
TEMBILAHAN – Setelah sempat normal beberpa pekan kemarin, kali ini warga jalan Trimas Tembilahan kembali mengeluhkan distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri.
Menurut salah seorang pelanggan PDAM, pihaknya tidak mempersoalkan kalau kualitas air tidakerlalu bagus. Namun mereka sangat kerepotan kalau sumber air yang berasal dari PDAM mengalami gangguan distribusi.
Akibat mampetnya suplai air PDAM, warga harus melungkan waktu lebih untuk menutupi kebutuhan air keperluan rumah tangga mereka. Warga harus rela mengangkut air dari rumah tetangga yang memiliki sumur bahkan tempat ibadah seperti masjid dan musholah.
“Terus terang, kalau tidak salah sudah hampir satu bulan ini air PDAM kurang lancar. Bagi kami biarlah airnya kurang bersihr asal lancar .lagian untuk apa bersih kalau macet,”ungkap Ita, warga jalan Trimas Tembilahan Jumat (11/1).(dro/*1)
Inhil Butuh Pabrik Aspal Hotmix
Tembilahan (www.detikriau.org) – Cepatnya kerusakan ruas jalan beraspal hot mix di Indragiri Hilir bukan hanya karena kondisi tanah yang goyah. Tetapi juga disebabkan jauhnya lokasi mengambil material itu.
Akibatnya saat material pengeras jalan tersebut tiba di Inhil, tidak lagi memiliki kadar panas yang sesuai. Sehingga saat dilindas oleh alat berat pengolah aspal, kerapatan massa aspal itu kurang. Daya rekatnya pun juga berkurang. Sehingga kekuatan aspal jauh dari perkiraan sebelumnya.
“Akibatnya, Secara tidak langsung hal itu tentu akan berdampak pada umur aspal dimaksud. Kondisi itu terjadi hampir diseluruh jalan raya di Inhil. Belum lagi apabila ruas jalan tersebut digenangi pasang. Situasi itu kian mempercepat kerusakan aspal hot mix diakrenakan lambat laun, material aspal turut tergerus oleh air.” Ujar Bupati, H Indra Muchlis Adnan Berpendapat baru-baru ini di Tembilahan.
Disamping semua persoalan itu, ditabahkan Bupati, Beberapa ruas jalan yang posisi ruas jalannya terlalu berada di pinggir sungai, saat ini juga menjadi persoalan tersendiri. Selain terancam longsor, jalan itupun juga selalu digenangi pasang tinggi tiap akhir tahun. Karena itu, Pemkab Inhil sudah mendesain tidak lagi membangun jalan di pinggir sungai seperti sebelumnya, melainkan jauh ke tengah daratan.
“jadi sekali lagi bukan karena jeleknya kualitas aspal. Tetapi lebih karena aspal hotmix itu sudah dingin saat tiba ke Inhil. Namanya aspal hot mix ya harus panas, sehingga ketika sudah diolah dia sangat kuat” ucap Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH.
Itu sebabnya, diperlukan pengolahan aspal hotmix di wilayah Inhil. Sehingga aspal tersebut tetap memiliki suhu panas manakala tiba ke lokasi jalan yang akan diaspal hotmix. Dengan demikian ketika diolah, kerekatan aspal dan kekuatannya tetap bagus.
Selain itu kepada warga diimbau juga turut berperan dalam menjaga agar kualitas ruas jalan senantiasa tetap bagus. Pemkab Inhil, menurut Indra Muchlis Adnan setiap tahun senantiasa tetap berusaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan. Hanya saja tidak seluruh jalan mampu diakomodir karena anggaran yang ada cukup terbatas.
Selain infrastruktur, Pemkab Inhil harus pula memperhatikan bidang lainnya. Upaya membangun ruas jalan baru yang berskala luas, seperti membuka isolasi termasuk yang menjadi titik perhatian. Tujuannya supaya seluruh wilayah Bumi Sri Gemilang saling terhubung dan tidak ada lagi sekat pemisah.
“Harapan kita, jika tidak ada lagi sekat, mobilisasi barang dan jasa warga akan tinggi. Secara tidak langsung hal itu juga mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat” pungkas Bupati. (dro/*1/rls)
DPC PKB dan PDIP Inhil Nyatakan Kesiapan Berkoalisi. Deklarasi Dalam Waktu Dekat.
Ketua DPC PDIP Inhil, Maryanto (baju putih) berjabat tangan dengan Ketua Dewan Tanfizs PKB Inhil, Dani M Nursalam.
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Dewan Tanfizs DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil dan Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) nyatakan kesiapan untuk berkoalisi menghadapi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2013 mendatang.
Saat itu, Kedua Ketua Partai besar ini juga sempat melontarkan bahasa bahwa sejauh ini mereka juga sudah melakukan penjajakan untuk berkoalisi dengan Partai berlambang Pohon Beringin.
Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh Ketua DPC PDIP Kab Inhil, H Maryanto yang saat itu berdampingan dengan Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam kepada detikriau.org di Gedung DPRD Inhil, Jl. HR Subrantas, Tembilahan, Kamis (10/1).”Secara tegas saya nyatakan bahwa kita siap untuk berkoalisi dengan PKB menghadapi Pilkada 2013 mendatang. Sehubungan dengan hal ini, kita juga sudah beberapa kali melakukan pembicaraan secara internal. Dalam waktu dekat kita mungkin akan lakukan deklarasi.” Ujar H Maryanto.
Ditambahkannya, untuk lebih menggalang kekuatan, PDIP dan PKB juga sudah jajaki kemungkinan untuk melakukan koalisi dengan Partai Golkar.”
Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam dalam kesempatan yang sama juga membenarkan kemungkinan koalisi PKB Inhil dengan PDI-P dalam memberikan dukungan pada Pilkada Inhil 2013 mendatang. Ia men-isyaratan, koalisi yang akan terbangun pada agenda Pilbup Inhil ini akan selaras dengan koalisi Pilkada Gubernur Riau yang sudah terjalin di tingkat Provinsi.”Insyallah saya juga nyatakan kesiapan.” Jawab Dani.
Ketika disinggung, apakah dalam koalisi ini sudah bisa dipastikan kemana dan siapa Balon Bupati yang akan diberikan dukungan, Sambil tersenyum, Dani dan Maryanto nyatakan bahwa itu masih dalam proses.” Nantilah. Yang jelas, kepada siapa dukungan akan diberikan, baik PKB sendiri maupun PDI-P proses itu saat ini masih berjalan.”Elak Dani.(dro/*0)
SMP 2 Perigi Raja Miris, Bangunan Rusak juga 8 Tahun Tanpa Guru Mate-Matika dan IPA
Anggota DPRD Inhil dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Zulkarnaen.
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketersediaan guru di sebuah sekolah tentunya menjadi salah satu poin penting sebagai tolak ukur kesiapan sekolah tersebut dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada murid. Namun tidak demikian dengan sekolah SMP 2 Perigi Raja Kecamatan Kuindra, Kabupaten Inhil. Selama Dealapan tahun terakhir, sekolah tersebut sama sekali tidak memiliki guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
“persoalan ini seharusnya menjadi perhatian Dinas Pendidikan, bagaimana kita dapat menciptakan generasi penerus yang mampu bersaing jika persyaratannya tidak terpenuhi,” ucap Anggota DPRD Inhil Zulkarnain menyampaikan keluhan Kepala Sekolah SMP 2 Desa Perigi Raja yang diterimanya saat reses di daerah tersebut kemaren.
Selain itu, Zulkarnain juga menyampaikan kondisi bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak dan perlu untuk segera mendapatkan perbaikan.(dro/*0)
Realisasi Penyaluran Raskin 2012 Capai 100 Persen
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setdakab Indragiri Hilir (Inhil) H Sirajuddin nyatakan realisasi penyaluran beras miskin (Raskin) periode Januari-Desember 2012 telah mencapai angka 7.363 ton lebih atau 100 persen terhadap alokasi satu tahun.
Menurut mantan Camat Tembilahan ini, dirinya berharap hal serupa juga akan terus terjadi pada penyaluran-penyaluran raskin dimasa-masa medatang. “Tentunya kita berharap hasil kerja maksimal. Dengan demikian masyarakat merasa puas,”tukasnya, Kamis (10/1).
Selain pencapaian realisasi raskin priode 2012, Sirajuddin, juga menjelaskan keberhasilan tentang penyaluran raskin ke 13. Karena pada umunya kedua program pemerintah tersebut sudah berjalan dengan harapan. “Sama, untuk raskin ke 13 juga sudah mecapai 100 persen,”jelasnya, sambil mengatakan rumah tangga sasaran (RTS) pada 2012 kemarin mencapai 29.283 RTS.
Ketika ditanya mengenai data calon penerima raskin 2013, dia mengakui kemungkinan masih menggunakan data sebelumnya yang berasal dari data pemerintah pusat. Sebab, proses penyaluranya, Bolog tetap mengacu pada hal itu.
“Kita masih menunggu pagu yang ditetapkan oleh pusat. Apakah ada perubahan atau tidak. Semua tahapanya jelas berdasarkan ketentuan,” katanya.
Untuk itu, agar realisasi penyaluran raskin pada tahun berikutnya juga bisa mencapai 100 persen, harus mendapat dukungan dari pemerintah desa, kelurahan dan pihak kecamatan. Dengan melakukan penebusan raskin maka secara otomatis pula realisasinya akan lancar.(dro/*1)
Pertanyakan SK 628, Komisi II DPRD Inhil Bertandang ke DPRD Provinsi Riau
Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Junaidi
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tindaklanjuti persoalan harga kelapa, Komisi II DPRD Inhil, Kamis (10/1) laksanakan pertemuan dengan Komisi B DPRD Provinsi Riau.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Junaidi melalui sambungan telepon selular kepada detikriau.org, “Pertemuan itu barusan selesai. Menyikapi persoalan ini, Komisi B Provinsi Riau berjanji akan segera agendakan untuk memanggil satker terkait.”Ujar Junaidi.
Menurut penjelasan Junaidi, kedatangan Komisi II DPRD Inhil bertandang ke Komisi B Prov Riau dimaksudkan untuk mempertanyakan surat tertulis yang pernah disampaikan beberapa waktu sebelumnya. Dalam surat tertulis itu, DPRD Inhil memintakan kepada DPRD Prov Riau untuk mempelajari dan melakukan telaah atas SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan (Menhutbun) nomor 628 tahun 1998, tentang rumusan hargakelapa.”Kewenangan untuk melakukan itu berada pada pihak Provinsi.” Sebut Junaidi.
Diakhir pembicaraan, Junaidi juga sempat menyampaikan bahwa agenda pertemuan hari ini juga sekaligus melakukan sinkronisasi terkait Perda CSR Provinsi dengan Kabupaten. (dro/*0)