DPD II Golkar Inhil Jaring 20 Nama Balon Bupati

Ketua DPD II Partai Golkar Inhil, H Raus Walid. Senin (21 Januari 2013)
Ketua DPD II Partai Golkar Inhil, H Raus Walid. Senin (21 Januari 2013)

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — DPD II Golkar Inhil telah menetapkan 20 nama untuk diusulkan sebagai Calon Bupati Inhil periode 2013-2018 ke DPP Golkar melalui DPD I Golkar Riau. Ke 20 nama tersebut merupakan nama-nama Balon, baik Balon Bupati maupun Wakil Bupati yang sejauh ini sudah melakukan sosialisasi ditengah-tengah masyarakat termasuk beberapa nama tokoh lainnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua DPD II Partai Golkar Inhil, H Raus Walid kepada detikriau.org, senin (21/1). Menurutnya, penetapan ke 20 nama ini diputuskan dalam rapat Pleno Partai Golkar yang juga dihadiri oleh Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD II Golkar Inhil, Jum’at (18/1) di Kantor DPD II Golkar Inhil Jalan M Yamin Tembilahan.

Menurut Raus, Siapapun Balon ataupun pasangan Balon yang nantinya akan dipilih, dipertegasnya, itu bukanlah wewenang DPD II Golkar Inhil apalagi Ketua secara pribadi. Penentuan akan ditetapkan oleh DPP berdasarkan hasil yang diperoleh dari survey elektabilitas yang dilakukan.

“Dari 20 nama terpilih, selain Balon yang saat ini sudah melakukan sosialisasi ditengah masyarakat juga diisi beberapa nama dari Tokoh Masyarakat, Agama, Akademisi, maupun politisi diluar Partai Golkar yang dinilai memiliki figur sebagai pemimpin Inhil ke depan,” Terang Raus yang saat itu tampak didampingi oleh Sekretaris  Bidang Organisasi, Zainal Arifin dan Ketua Lembaga Pengembangan Kader (LPK), Junaidi.

Ketika dipertanyakan siapa saja nama-nama Balon yang dipilih tersebut, menurut Raus belum saatnya untuk dipublikasikan. Salah satunya, sebagai Ketua DPD II Golkar Inhil, Raus mengakui namanya juga termasuk, sedangkan 19 nama lainnya, Ia menyatakan belum saatnya untuk disampaikan secara terbuka.” (dro/*0)




Sepeninggalan Dirinya, Indra Harapkan Program Beasiswa Abadi Tetap Diteruskan

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org)–  Demi memberi kesempatan kepada warga tidak mampu untuk menimba ilmu diperguruan tinggi. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tetap meneruskan program beasiswa abadi pada Universitas Islam Indragiri.

Komitmen itu diungkapkan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan SH menjawab pertanyaan sejumlah kalangan belum lama ini. Apalagi dalam hitungan beberapa bulan mendatang jabatannya sebagai orang nomor satu di Bumi Sri Gemilang bakal berakhir.

Apapun alasannya, dana abadi sebesar Rp 10 miliar yang tersimpan, bagi hasilnya menurut Bupati diperuntukan guna membantu warga tidak mampu. Namun demikian, ia meminta pula kepada warga yang mampu tidak membuat alasan untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Pasalnya salah satu alasan untuk mendapatkan beasiswa adalah surat keterangan tidak mampu. Apabila mereka yang mampu membuat pernyataan tidak mampu, hal itu bukan saja menentang kehendak Yang Maha Kuasa, juga sebagai pembohongan.

“Kita kan berharap beasiswa tersebut benar-benar untuk mereka yang tidak mampu. Kalau mereka yang mampu, tetapi mengaku tidak mampu, lantas nanti dikabulkan Allah SWT bagaimana”cetus Bupati.

Kelak, setelah masa jabatan Indra Muchlis Adnan berakhir. Dia juga meminta program beasiswa abadi itu terus berlanjut. Selain sudah dirasakan manfaatnya oleh warga. Program itu memang dirancang sejak awal dalam memberi kesempatan yang luas bagi warga tidak mampu mengubah nasib.

Pendidikan yang baik ditegaskan Indra Muchlis Adnan merupakan salah satu elemen pemutus mata rantai kemiskinan. Dengan memperoleh pendidikan yang baik, dia berharap warga Inhil bisa memperbaiki kualitas kesejahteraannya.

“Kemiskinan dan kebutuhan berada dalam lingkaran yang saling berkaitan. Jadi harus diputus salah satunya supaya kesejahteraan warga semakin baik” jelas Bupati.

Ke depan dia pun berharap, anggaran untuk memberi beasiswa dapat lebih ditingkatkan. Untuk itu, kepada semua pihak dimintanya turut serta berperan memikirkan solusi terbaik dalam memajukan pendidikan warga daerah ini.

Perkembangan kesadaran warga yang semakin baik akan pentingnya pendidikan. Dianggap sebagai salah satu indikator bakal kian majunya daerah. Momentum tersebut menurut Bupati harus terus dipertahankan.

Peningkatan kualitas  tenaga pendidik Unisi dengan cara mengirimkan mereka menempuh studi S3 juga diharapkan Bupati terus berkelanjutan. Misi Inhil yang ingin mencapai kejayaan yang gemilang 2025 menurutnya tidak dapat diraih apabila kualitas SDM belum mendukung.

Karena itu, setiap tenaga pendidik Unisi mesti memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai. Supaya ilmu yang disampaikan kepada warga lebih mumpuni dan tepat sasaran. Nantinya tenaga ahli itupun turut berperan bersama Pemkab Inhil dalam memecahkan aneka ragam persoalan yang berlangsung di tengah masyarakat




Demi Partai, Pak Wo Tawarkan Islah Kepada Kelompok Penggagas Musdalub

Ketua DPD II Partai Golkar Inhil, H Raus WalidTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak kelompok penggagas musdalub untuk melakukan islah. Menurutnya, Kepentingan partai harus lebih didahulukan dalam rangka menghadapi Agenda Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2013 dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Permintaan ini disampaikan oleh Ketua DPD II Golkar Inhil, H Raus Walid ketika dimintai tanggapan terkait panasnya isu Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang sempat menghembuskan angin tidak sedap akan adanya upaya “pengkudetaan” terhadap kepemimpinnya ditubuh Partai berlambang pohon beringin Inhil ini. Senin (21/1)

Menurut Raus yang hingga saat ini juga masih menjabat sebagai Ketua DPRD Inhil, keinginan sekelompok kader yang melakukan langkah pengupayaan Musdalub dinilainya sesuatu yang wajar dalam dunia politik. Hanya saja ia berpendapat, menjelang perhelatan akbar yang akan menjadi sebuah batu uji Golkar kedepan, disaat seperti ini, kepentingan pribadi dan kelompok menurutnya haruslah dinomor duakan.”Itu semua sah-sah saja. Hanya saja menurut hemat saya jangan saat-saat seperti ini. Menjelang pertarungan terbesar merebut kepercayaan masyarakat, selayaknya seluruh kader untuk lebih merapatkan barisan bukan berpecah belah,” Jawab ketua DPD II Golkar Inhil yang akrab dipanggil pak Wo ini mengelak dengan bahasa bijak.

Masih menurutnya, upaya apapun yang ingin dilakukan sekelompok orang di internal Partai Golkar Inhil terhadap kepemimpinannya disikapinya dengan lapang dada dan pikiran dingin. Ia bahkan mengajak dan membuka pintu kepada pihak-pihak tersebut untuk melakukan “islah”. “Sesuai perintah Ketua DPD I Partai Golkar Riau, hingga hari ini saya tetap menjalankan roda partai. Sekali lagi saya mengajak, demi besarnya partai Golkar, marilah kita kembali bergandengan. Jangan jadikan Agenda besar yang akan kita hadapi tidak lama lagi ini hanya untuk kemenangan pribadi ataupun segelintir kecil kelompok orang. Tapi jadikan Agenda besar ini sebagai sebuah kemenangan  partai secara utuh.” Ajak Raus. (dro/*0)




RSUD PH Resmi Sandang Status BLUD

dr iriantoTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Awal Januari kemarin, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH)Tembilahan, akhirnya resmi menyandang status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Status ini tentu harus dijaga oleh struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) RSUD PH.

Dengan status baru ini, RSUD PH Tembilahan, harus betul-betul menjadi rumah sakit rujukan untuk masyarakat Inhil. Sehingga pasien-pasien rujukan yang berasal dari berbagai daerah dan kecamatan di Inhil, tidak lagi dirujuk ke Rumah Sakit (RS) lain baik yang berada di Tembilaha, Pekanbaru dan lainya.

Bentuk keseriusan pihak RSUD PH atas status itu, dilihat dari jumlah dokter sepesialis yang berasal dari Kementrian Kesehatan RI. Awal tahun ini saja RSUD PH Tembilahan, kembali mendapat penambahan dokter sepesialis Radiologi, spesialis Penyakit Kulit serta spesialis Kelamin.

“Patut kita syukuri, dengan status ini kita kembali mendapat tambahan dua dokter sepesialis dari pemerintah pusat,”jelas Direktur RSUD PH Tembilahan, Dr Irianto, akhir pekan kemarin.

Meski demikian dia mengakui, jumlah dokter spesialis yang ada saat ini masih belum mencukupi. Maka dari itu, masih terdapat sebagian pasien yang belum bisa dilayani oleh para dokter sepesialisnya. Dan jika ini terjadi, biasanya pasien harus di rujuk ke rumah-rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap.

Dengan ditambahnya dua tenaga dokter sepesialis tersebut, secara keseluruhan jumlah dokter yang terdapat di RSUD PH berjumlah 19 tenaga dokter sepesialis. Sebelum ditempatkan oleh pihak Kementrian Kesehatan ke Inhil para dokter-dokter itu terlebih dahulu melakukan visitasi atau melihat langsung RSUD PH.

“Sebelum ditempatkan mereka malakukan peninjauan langsung ke sini (RSUD PH, red). Dengan demikian mereka dapat mengetahui kondisi yang ada,”pungkasnya. (dro/*1)




Bupati Instruksikan Satker Perhatikan Desa

Bupati INhilTEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir menginstruksikan seluruh instansi menitikberatkan programnya ke pedesaan. Pada masa akhir jabatannya, H Indra Muchlis Adnan SH mengharapkan tidak ada lagi desa yang masih berkutat dengan ketertinggalan. Paling tidak, berdayanya kelak menjadi kado manis perpisahannya sebagai Bupati.

Menurut mantan Ketua DPD Golkar Riau itu, memberdayakan desa bukan hanya tanggung jawab satu instansi. Melainkan tanggung jawab seluruh Satker. Banyak kegiatan yang sifatnya pemberdayaan, lantas diarahkan ke pedesaan.

Pun begitu dengan warga di pedesaan, berharap program mulia itu terus berlanjut siapapun kelak yang terpilih sebagai pengganti H Indra Muchlis Adnan. Hal itu selalu disampaikan warga kepada Bupati saat dia berkesempatan berkunjung ke pedesaan.

Sejak 2012  silam, setiap kunjungan Indra Muchlis Adnan ke desa selalu berujung suasana haru. Kerap kalangan tua berusaha memeluk orang nomor satu di Inhil itu. Bagi warga, kesempatan bertemu Bupati yang sukses membangun daerah ini sangat langka dan sebentar lagi bakal mengakhiri pengabdiannya.

“Desa merupakan sumber seluruhnya. Masalah dan peluang terletak disana, karena itu kita harus terus memberdayakan,” ungkap Bupati baru-baru ini di Tembilahan. .

Instruksi  itu juga sejalan dengan program utama daerah ini, memberdayakan desa. Konsep desa mengepung kota yang sudah dibuktikan keampuhannya oleh China dalam membangun negaranya. Dinyatakan sebagai sesuatu yang harus dipelajari.

Meski menitikberatkan pada pedesaan, perkotaan tetap turut diperhatikan. Sejak diluncurkan 2006 silam, tidak lagi ada keluhan yang disampaikan desa secara masif. Pasalnya kebutuhan utama mereka sudah mayoritas terpenuhi.

Hal itu dapat pula dilihat kala Musrenbang, usulan yang kemukakan desa kebanyakan skala besar yang tidak tercover anggaran desa mandiri. Sedangkan usulan yang bersifat pemberdayaan dan bisa diatasi dengan program desa mandiri tidak lagi dimunculkan.

”Anggaran daerah itu kan dana yang berasal dari rakyat. Ya, kita kembalikan dengan cara memberdayakan mereka,”Ujar Bupati.

Kesuksesan program yang diluncurkan Bupati itu tidak terlepas dari pola pemberdayaannya. Desa diberikan keleluasaan mengelola dana, mengarahkan dan merancang pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan. Setiap kegiatan itu tidak dibebani dengan pelelangan, sehingga desa dapat berkonsentrasi membangun, tanpa campur tangan dari Pemkab Inhil.(dro/rls/*1)




Budidaya Lele di Kolam Terpal

7www.detikriau.org — Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal – Budidaya lele adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Betapa tidak permintaan pasar akan ketersediaan ikan lele semakin besar dari tahun ke tahun. Dalam hal ini ikan lele yang paling mudah dibudidayakan adalah ikan lele dumbo. Selain memiliki tekstur daging yang renyah sehingga diminati banyak orang, ikan lele dumbo juga merupakan jenis lele yang cepat besar, dan dalam perawatannya juga sangat mudah dilakukan.

Meski kondisi air tempat memelihara ikan lele dumbo tidak terlalu bersih, tetapi ikan ini terbukti dapat bertahan hidup dan berkembang dengan baik. Oleh sebab itu memelihara ikan lele di kolam terpal juga sangat layak dilakukan.

Dengan membudidayakan iklan lele melalui terpal, maka salah satu keuntungan yang bisa didapatkan adalah usaha ini dapat dijalankan meski modal yang tersedia tidak terlalu besar.

Dalam budidaya ikan lele di kolam terpal dapat dijalani dengan dua tujuan, yaitu sebagai pembibitan dan juga sebagai konsumsi. Bila kita memilih budidaya ikan lele sebagai pembibitan juga merupakan pilihan yang sangat tepat, sebab kebutuhkan akan bibit ikan lele juga selalu semakin meningkat setiap saat. Selain itu budidaya ikan lele dengan tujuan konsumsi juga merupakan pilihan yang tidak salah, sebab kebutuhan akan ikan lele untuk bahan konsumsi juga semakin hari semakin meningkat pula.

Budidaya Iklan Lele Untuk Pembibitan

654321Hal yang perlu diketahui bila ingin membudidayakan ikan lele, khusus pada bidang pembibitan adalah saat pemijahan dan penetesan telur lele. Setelah menetas bibit ikan lele dapat dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihari kembali hingga besar. Karena bibit lele langsung bisa dijual ketika menetas, sehingga merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Penyediaan bibit ikan lele dengan ukuran 2-3 cm dapat tercapai ketika usia penetasan sudah mencapai sebulan. Umumnya pemeliharaan bibit dilakukan di kolom berlumpur atau sawah yang memerlukan lahan yang relatif lebih luas. Tetapi pemeliharaan bibit ikan lele juga sebenarnya bisa dilakukan di kolam terpal, meski hal ini tidak bisa dilukan dalam jumlah polulasi bibit yang terlalu besar. Agar bibit ikan lele cepat besar ketika memiliharanya pada kolam terpal, maka hal yang harus dilakukan adalah memberikan makanan berupa pelet yang cukup setiap harinya.

Untuk menjadikan bibit ikan lele hingga ukuran 5-7 cm, maka perlu waktu hingga 2 bulan. Setelah bibit mencapai ukuran ini, maka sejatinya sudah bisa dijual sebagai bibit yang mendatangkan profit bagi peternak.

Budidaya Ikan Lele Untuk Konsumsi

Lele untuk keperluan konsumsi dapat dipelihara ketika mencapai ukuran 5-7 cm. Ukuran bibit yang lebih besar, akan lebih baik pula untuk dibudidayakan. Agar panen berlangsung dengan cepat, yaitu sekitar 3-4 bulan masa budidaya, maka ikan harus diberi makanan ekstra dan optimal. Budidaya ikan lele untuk konsumsi dinilai cukup mudah, sebab ikan dengan ukuran lebih besar akan lebih tahan terhadap penyakit.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal

Hal yang paling utama dilakukan ketika ingin membudidayakan ikan lele untuk tujuan konsumsi adalah mempersiapakan tempat budidaya. Dalam hal ini dilakukan di kolam terpal, sehingga pembuatan kolam terpal adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.

Dalam persiapan kolam terpal dibutuhkan material berupa terpal dan persiapan perangkat pendukung lainnya. Untuk 100 ekor ikan lele, maka kolam yang harus dipersiapkan adalah dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter. Pembuatan kolam bisa dilakukan dengan menggali tanah dan kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu dan kemudian diberi terpal. Cara menggali tanah yang kemudian diberi terpal adalah cara yang paling tepat karena akan membuat kondisi terpal lebih tahan lama.

Pemeliharaan Ikan Lele

Kolam terpal yang sudah tersedia, kemudian diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebih dahulu. Untuk bibit ikan lele yang berukuran 5-7 cm bisi diisi dengan air 40 cm. Hal ini dilakukan agar anakan ikan tidak merasa capek naik turun dari dasar kolam untuk mengambil oksigen. Seiring dengan pertambahan usia dan juga ukuran tubuh ikan lele, maka kedalaman air kolam juga bisa dilakukan. Perlu disediakan pula rumpon atau pelindu untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.

Pemberian pakan pelet dilakukan 2 kali sehari. Lebih bagus dilakukan pemberian makanan lebih dari dua kali sehari, tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit. Bila lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keoang emas, rayap dan lain-lain, dapat dilakukan untuk menambah makanan alami untuk lele. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga bisa memberi kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele akan lebih cepat.

Penggantian air kolam terpal juga perlu dilakukan 10-30 persen setiap minggu. Meski ikan lele dianggap tahan terhadap kondisi air, tetapi bila air kolam terpal tidak diganti akan membuat kondisi air menjadi bau. Dengan kondisi air yang berbau akan membuat ikan lele mudah diserang penyakit.

Khusus untuk ikan lele pada usia 1 bulan, perlu dilakukan seleksi dan pemisahan yang memiliki ukuran yang berbeda.Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dengan kondisi yang kotor. Pada usia satu bulan atau lebih, maka jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.

Sumber: http://karodalnet.blogspot.com/2012/08/cara-budidaya-ikan-lele-di-kolam-terpal.html